Anda di halaman 1dari 16

MULTI AKAD MUAMALAH DALAM APLIKASI SYARIAH CARD (KARTU KREDIT SYARIAH) : PENDEKATAN HUKUM MUAMALAT

Abstrak Dunia perbankan saat ini mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan teknologi digital, termasuk juga perbankan syariah. Seiring dengan kemajuan tersebut, alat pembayaran yang efektif dan praktis menjadi hal yang sangat diperlukan ketika transaksi perdagangan terjadi, orang akan berbelanja tidak perlu lagi repot-repot membawa uang dalam jumlah yang besar, tetapi cukup dengan membawa sehelai kertas plastik seukuran KT yang disebut dengan Kartu Kredit ! "redit "ard#. $ebrakan kartu kredit perbankan kon%ensional membuat perbankan syariah ikut kreatif memproduk kartu kredit syariah yang dalam bahasa fi&h dikenal dengan Bithaqah alIqrad. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengetahui !'# jenis(jenis akad yang digunakan dalam aplikasi kartu kredit syariah. !)# perbedaan kartu kredit syariah dengan kartu kredit kon%ensional. !*# bagaimana tinjauan hukum +slam terhadap multi akad muamalah yang digunakan dalam aplikasi kartu kredit syariah, sehubungan ada hadits ,abi riwayat Turmud-i yang melarang melakukan satu akad dalam dua transaksi. .asil penelitian pustaka ditemukan bahwa !'# jenis(jenis akad yang digunakan dalam aplikasi kartu kredit syariah adalah akad qardh, al-bai, ijarah dan kafalah. !)# perbedaan kartu kredit syariah dengan kartu kredit kon%ensional terletak pada cara pengambilan keuntungan, kalau kartu kredit syariah pengambilan keuntungan bagi bank diperoleh lewat perolehan fee ijarah, fee kafalah dan membership fee !iuran tahunan#, sedangkan dalam kartu kredit kon%ensional pengambilan keuntungan bagi bank, disamping lewat seperti yang diperoleh bank syariah, juga diperoleh dari denda( denda keterlambatan tunggakan angsuran dari pemegang kartu dan mengutamakan dari bunga berbunga yang dibebankan kepada pemegang kartu.!*# /ulti Akad /uamalah yang digunakan dalam aplikasi kartu kredit syariah tidak termasuk kedalam larangan hadits ,abi riwayat Turmud-i. Kata Kunci 0 Syariah "ard, /ulti Akad, .ukum /uamalat A. Pendahuluan Dunia perbankan saat ini mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan teknologi digital, termasuk juga perbankan syariah. 1ang yang menjadi obyek utama perbankan telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dan bahkan lebih modern.

Seiring dengan kemajuan tersebut, alat pembayaran yang efektif dan praktis menjadi hal yang sangat diperlukan ketika transaksi perdagangan terjadi, orang akan berbelanja tidak perlu lagi repot-repot membawa uang dalam jumlah yang besar, tetapi cukup dengan membawa sehelai kertas plastik seukuran KT Kredit ! "redit "ard#. $ebrakan kartu kredit pada perbankan kon%ensional membuat perbankan syariah ikut kreatif memproduk kartu kredit yang bercorak syariah, fi&hnya adalah 2Bithaqah al-Iqrad3. roduk Bithaqah al-Iqrad !Syariah "ard# bagi erbankan Syariah, disamping untuk yang dikenal dalam bahasa yang disebut dengan Kartu

meraih pangsa pasar, juga untuk menjalankan pergerakan keuangan sebagai wahana bagi masyarakat muslim untuk bertaawun dan ber(iktinaz1[1] Keberadaan kartu kredit sebagai akibat perkembangan teknologi, disamping sebagai alternatif alasan bagi pengguna uang yang lebih efektif dan praktis, juga merupakan nilai prestise tertentu bagi pengguna jasa tersebut. )4)5 6erdasarkan perspektif diatas, Tujuan dalam tulisan ini, untuk mengetahui !'# 7enis( jenis akad yang terjadi ketika orang melakukan aplikasi kartu kredit sejak dari awal penerbitan kartu sampai berbelanja di Swalayan atau $rand /all maupun ketika pemegang kartu itu melakukan penarikan tunai di AT/ !)# erbedaan kartu Kredit

Syariah dengan Kartu Kredit Kon%ensional. !*# bagaimanakah tinjauan hukum +slam terhadap multi akad yang terjadi dalam mekanisme penggunaan kartu kredit,

1[1] Arifin, 2002, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syraiah, Jakarta : Alvabet, hal.13. Iktinaz yaitu menahan uang dan membiarkannya menganggur atau tidak berputar dikalangan yang lebih luas. 2[2] uhammad !h"lidin,2003, Kartu Kredit Perspektif Hukum Islam, #urakarta, $A%, hal. &

sehubungan dengan ada hadits Saw 8iwayat Turmud-i dari Abu .urairah yang melarang melakukan satu akad dalam dua transaksi B. Sejarah Singkat dan Pengertian Kartu Kredit Awal mula muncul Kartu Kredit, ketika seorang pengusaha besar di ,ew 9ork Amerika Serikat tahun ':;< sedang menjamu atau bahasa gaulnya 2 mentlaktir 2 teman(

temanya di sebuah restoran. Ketika selesai perjamuan, ketika tagihan datang dari pegawai restoran, pengusaha besar itu sangat terkejut dan 2grogi3 ketika mengambil dompetnya tidak ada atau tertinggal !tidak terbawa#. Dalam keadaan panik pengusaha besar tersebut, terpaksa meninggalkan semacam kartu identitas sebagai jaminan kepada pihak 8estoran.*4*5 6erdasarkan kejadian yang tidak disengaja itu, pengusaha menjadi malu dan akhirnya terbesit sebuah ide atau gagasan yang cemerlang untuk melakukan pembayaran

dengan menggunakan alat yang sederhana semacam kartu yang dapat menggantikan uang tunai. Akhirnya pada tahun ':;< kartu kredit mulai dipasarkan sebagai alat pembayaran dan pengganti uang tunai.=4=5 Kartu Kredit !"redit "ard# adalah kartu yang diterbitkan oleh 6ank atau lembaga lain yang mengi-inkan bagi pemilik !pemegang# kartu untuk mendapatkan kebutuhannya dengan cara pinjaman. Kartu Kredit Syariah dalam bahasa Arab dikenal dengan 26itha&ah al(+&rad3, istilah ini lebih tepat, karena al-iqrad adalah sistem hutang pihutang yang sejak proses persyaratan sampai pelunasan pinjaman syariah.;4;5 C. Karakter dan Macam-Macam Kartu Kredit
3[3] Ibid., hal 1' &[&] Ibid.

dibangun berdasarkan

Kartu Kredit dilihat dari segi hukum terdapat dua karakter atau sifat yaitu transaksi finansial dan kredit. Adapun dilihat dari sisi akad transaksi, kartu kredit itu jangkauan penggunaannya sangat luas, seperti transaksi jual beli biasa, baik jual beli barang atau jasa. Dengan demikian, akad ini menjadi instrumen yang telah disepakati oleh pakar( pakar perbankan untuk memberikan kesempatan kepada pemegang kartu itu mendapatkan semua yang dibutuhkannya secara kredit dan dilunasinya pada waktu yang telah ditentukan.>4>5 7enis kartu ini yang paling banyak beredar dikalangan masyarakat modern, dengan kelebihan dan keistimewaannya yang tidak dimiliki oleh kartu lainnya, antara lain !'# kartu ini dipandang sebagai instrumen kredit yang hakiki, yang menjadi dasar pertimbangan dasar pembentukan akad antara issur bank !6ank enerbit Kartu# dengan cadr Holder ! emegang Kartu#. !)# 6agi yang ingin mendapatkan kartu kredit tersebut tidak harus memiliki rekening tabungan di 6ank issur card. !*# pemegang kartu tidak dituntut harus segera melunasi kreditnya, bahkan dibayar selama batas waktu yang telah disepakati antara issur card dengan card holder. !=# pelunasannya dilakukan dengan cara cicilan. !=# sebagian bank menerbitkan jenis kartu ini kadangkala tanpa melihat kepada pendapatan calon pemegang kartu !"ard .older#.?4?5 7enis(jenis kartu kredit tersebut adalah Visa dan #$erican ard. ard, !aster ard "inars ard

([(] Abdul )ahab %brahim Abu sulaiman, 200*, Bankin !ard Syariah Kartu Kredit dan Debid Dalam Perspektif "i#h, Jakarta : +, -a./rafind" +ersada, hal.& *[*] %bid., hal. &'. 0[0] Ahmed A. elhem, 1110, $he %e al &e ime !ard a !'mparatif(e Studi Bet)een *meri+an, British and Ku)ait )ith &eferen+es t' !redit !ard, thesis f'r de ree 'f Ph, D in fa+ulty 'f %a), -ni, .f /0eter, dalam Abdul 2ahab %brahim Abu #ulaiman, 200*, 3p.4it., hal. &'5&1.

7enis(jenis kartu lain yang hampir sama dengan kartu kredit adalah 0 !'#

han%e

ard

yaitu kartu yang diterbitkan oleh issur bank kepada card holder untuk memperoleh kredit pada masa tertentu sesuai dengan kualifikasinya dan semuanya harus dilunasi pada masa yang telah disepakati sebelumnya. +ssur bank akan menetapkan denda finasial dan bunga ketika terjadi keterlambatan pembayaran. @4@5 7enis kartu ini tidak memberikan fasilitas cicilan dengan jumlah tertentu, tetapi merupakan suatu cara yang mudah mendapatkan kredit dalam batas minimal yang harus dibayarkan tiap bulannya. Karakter jenis kartu ini adalah pihak issur bank memberikan kesempatan kepada card holder untuk berbelanja dan menarik uang tunai dalam batas tertentu dan pada tempo tertentu, tanpa adanya angsuran dalam membayarkan jumlah tersebut. Apabila card holder terlambat dalam melunasi kredit tersebut maka ia diharuskan membayar bunga sesuai dengan perjanjian antara issur bak dengan card holder.:4:5 erbedaan prinsip

antara credit card dengan chan%e card terletak pada cara membayarnya, kalau credit card card holder boleh memilihnya baik dengan cara angsuran atau sekaligus semua tagihan, sedang dalam chan%e card, card holder dituntut untuk membayar semua tagihan di akhir bulan. !)# "ebid ard yaitu penerbitan kartu ini mengharuskan pihak

card holder memiliki rekening tabungan bank penerbit kartu, sehingga memberikan kesempatan kepada pihak issur bank untuk menarik !debit# dana card holder secara langsung dari tabungannya senilai barang atau jasa yang diperolehnya lewat penggunaan kartu debit tersebut. 7enis kartu ini semacam Kartu AT/ yang sekaligus berfungsi sebagai alat pembayaran dalam transaksi bisnis atau jual beli barang atau jasa. erbedaannya dengan credit card yaitu pada bank harus membayarkan nilai

'['] Ibid., hal. (2. 1[1] Ibid,, hal. (3.

nominal yang tercantum dalam notaAdokumen yang diberikan oleh merchant. Adapun dalam debit card bank tidak punya hubungan dengan pinjaman, tetapi langsung mendebit nilai barang atau jasa yang dibeli card holder dari rekeningnya dan dimasukkan ke dalam rekening merchant tanpa melalui proses lain. '<4'<5 D. Unsur-Unsur Kartu Kredit Syariah ihak( ihak yang terkait dengan aplikasi kartu kredit syariah secara garis besar adalah !'# !ushdir al-Bithaqah ! enerbit Kartu# adalah pihak yang menerbitkan dan

mengelola kartu kredit, yang dalam hal ini adalah pihak 6ank atau Bembagai keuangan lain. !)# Ha$il al-Bithaqah ! emegang Kartu# adalah nasabah bank sebagai card holder yang telah memenuhi persyaratan tertentu untuk dii-inkan menggunakan kartu kredit. !*# &obil al-bithaqah ! enerima Kartu#, dalam hal ini !erchant dan edagang, yang

ditunjuk oleh penerbit kartu untuk melayani transaksi dan menerima pembayaran atau penjualan barang atau jasa dengan kartu kredit, dan termasuk jaringan AT/ yang ada diseluruh ,egara. E. Mekanisme A likasi Kartu Kredit Syariah '. ermohonan enerbitan Kartu Kredit a. ,asabah !"ard .older# mengajukan permohonan kartu dengan memenuhi peraturan yang telah ditentukan, yaitu mengisi formulir permohonan kartu kredit, menyerahkan foto copi bukti diri !KT # dan menyerahkan slip gaji atau surat ketarangan penghasilan.''4''5 b. 6ank atau lembaga keuangan setelah menyetuji permohonan nasabah, sebelum menerbitkan kartu kredit, pihak bank atau lembaga keuangan mensur%e atau meneliti

10[10] Ibid, hal.*2 6 *3. 11[11] uhammad !h"lidin, 3p.4it., hal.22

langsung ke alamat calon pemegang kartu kredit !nasabah(card holder# atau cukup lewat telpon bahkan ada yang langsung diterbitkan kartu kreditnya karena nasabah dipandang sudah bonafit dalam kemampuan finansial. ')4')5 c. 7ika sudah terpenuhi persyaratan yang dimaksud, pihak nasabah mendapatkan kartu kredit dari 6ank tersebut dengan kesepakatan segala biaya yang harus dikeluarkan ketika kartu kredit tersebut akan digunakan, semisal fee tahunan !membership fee#, $erchant fee, fee penarikan tunai, fee kafalah dan fee sebagai denda keterlambatan terhadap biaya(biaya yang telah dikeluarkan akibat keterlambatan pemegang kartu dalam membayar kewajibannya yang telah jartuh tempo. Semua bentuk fee ini ditetapkan secara jelas dan tetap ketika akad berlangsung kecuali $erchant fee, karena nominal merchant fee belum bisa dijelaskan secara pasti dan sangat tergantung dari jenis transaksinya.'*4'*5 !e$bership 'ee adalah iuran keanggotaan, termasuk perpanjangan masa

keanggotaan dari pemegang kartu, sebagai imbalan !ujrah# atas i-in menggunakan kartu yang pembayarannya berdasarkan kesepakatan. !erchant fee yaitu fee yang diberikan oleh merchant kepada penerbit kartu sehubungan dengan transaksi yang menggunakan kartu sebagai imbalan !ujrah# atas jasa perantara !samsaroh#, pemasaran !taswi&# dan penagihan !tahsil al(Dayn#. Cee penarikan uang tunai adalah fee atas penggunaan fasilitas kemudahan penarikan uang tunai !rusum sahb al(nu&ud# dari AT/ sebagai fee atas pelayanan yang besarnya tidak dikaitkan dengan jumlah

12[12] Ibid, 13[13] Ahmad %fham #lihin, 200', Ini %h', Bank Syariah, Jakarta : +, /rafindi" hal. 231 edia +ratama,

penarikan. 'ee (afalah berarti penerbit kartu !pihak 6ank atau lembaga keuangan# boleh menerima fee dari pemegang kartu atas pemberian kafalah.'=4'=5 ). /ekanisme enggunaan Kartu Kredit a. 6erbelanja di /erchant !$rand /all atau Swalayan# )erta$a, ketika melakukan transaksi pembelian barang, pemegang kartu cukup menunjukkan atau menyodorkan kartu kreditnya kepada pihak merchant. ihak

!erchant menggesekan kartu tersebut pada sales draft dan muncul draf rincian nominal belanja yang kemudian pemegang kartu untuk menanda tanganinya dan pemegang kartu mendapatkan salinan draf tersebut. (edua, kepada 6ank ihak /erchant akan menagihkan

enerbit Kartu atau lembaga keuangan berdasarkan bukti transaksi

antara pemegang kartu dengan merchant. Ketiga, 6ank penerbit kartu atau lembaga keuangan akan membayar kembali kepada merchant sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati. Keempat, ihak 6ank

atau lembaga keuangan akan menagih ke pemegang kartu berdasarkan bukti transaksi pembelian sampai batas waktu yang ditentukan. Kelima, emegang kartu akan

membayar sejumlah nominal yang tertera dalam surat tagihan sampai batas waktu yang ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan, maka pemegang kartu akan dikenai denda yang besar sesuai dengan ketentuan 6ank enerbit Kartu. ';4';5 Kadangkala ada sebagian 6ank enerbit Kartu memotong lasung dari rekening card holder sebagai

cicilan tiap bulan ditambah dengan biaya bunga atas kredit yang dipakainya dan ada
1&[1&] %bid. !afalah adalah merupakan .aminan yang diberikan "leh penanggung 7kafil 6 pihak penerbit kartu8 kepada pihak ketiga 7mer9hant5 s2alayan:pedangang8 untuk memenuhi ke2a.iban pihak kedua atau yang ditanggung 7+emegang !artu8.7;ihat uhammad #yafi<i Ant"ni", 2002, =ank #yari<ah dari ,e"ri ke +raktek, Jakarta : /ema %nsani, >al. 123 8 1([1(] !asmir, 2002 , =ank dan ;embaga !euangan ;ainnya, Jakarta : +, -a.a /rafind" +ersada, hal. 320.

juga bank yang tidak memotong langsung dari rekening tabungannya tetapi card holder sendiri yang menyetornya ke 6ank baik lewat AT/ atau langsung ke Kantor "abang 6ank enerbit Kartu, hal ini sangat tergantung dari strategi 6ank tersebut sesuai

dengan kepentingannya dan kebutuhan para nasabahnya. '>4'>5 b. enarikan uang Tunai di AT/ 6ank enerbit Kartu atau 6ank Bain !AT/ 6ersama. emegang Kartu Kredit dapat mengambil uang tunai di berbagai AT/ yang tersebar di semua ,egara, dengan prosedur cukup memasukkan kartu kreditnya di mesin AT/ dengan mengetik +, Kartu Kredit dan memilih menu penarikan tunai dengan jumlah

menurut keinginan pemegang kartu. Dalam tenggang atau tempo satu bulan, pihak 6ank enerbit Kartu melakukan penagihan dengan mengirim surat tagihan yang berisi

rincian nominal tarik tunai dan besar fee atas jasa penggunaan AT/ 6ank penerbit kartu atau 6ank Bain yang tergabung dalam AT/ 6ersama. emegang kartu akan

membayar sesuai dengan nominal tarik tunai ditambah nominal fee atas jasa pelayanan penggunakan AT/ yang dapat dikategorikan sebagai fee ijarah.'?4'?5 !. "enis-"enis Akad Muamalah Dalam Mekanisme Penggunaan Syariah card /encermati mekanisme aplikasi kartu kredit sejak dari permohonan kartu kredit oleh nasabah kepada 6ank atau lembaga keuangan sampai ketika nasabah melakukan perbelanjaan di $rand /all atau swalayan maupun ketika melakukan penarikan uang tunai di AT/ 6ank penerbit Kartu atau 6ank lain !AT/ 6ersama#, maka secara hukum

1*[1*] Abdul )ahab %brahim Abu #ulaiman, 3p.4it., hal. (0. 10[10] %.arah adalah akad pemindahan hak guna atau manfaat atas barang:.asa dalam batas tertentu dg pembayaran upah 7se2a8 tanpa diikuti pemindahan kepemilikan.7 ;ihat >arun, 200', Bisnis 1aralaba Perspektif Hukum Islam $injauan *spek 2uridis Peraturan 1aralaba di ind'nesia, #urakart : ,esis +as9a #ar.ana %lmu >ukum ? #, hal. (1

/uamalat terjadi multi atau kombinasi akad yaitu Akad &ardh, al-Bai !7ual 6eli#, Ijarah dan (afalah. Akad &ardh, !'# ketika terjadi perjanjian permohonan kartu kredit antara pihak penerbit kartu !6ank atau Bembaga Keuangan# sebagai !uqridh ! pihak pemberi pinjaman atau kreditur# dengan pemegang Kartu !,asabah# seebagai !uqtaridh !pihak penerima pinjaman atau Debitur#. !)# ketika terjadi penarikan uang tunai di AT/, pihak 6ank enerbit Kartu sekaligus pemilik AT/ sebagai $uqridh, sedang pemegang kartu atau penarik tunai di AT/ sebagai $uqtaridh.1*[18] Akad al(6ai ! 7ual 6eli #, ketika terjadi transaksi antara pihak !erchant !$rand /all atau Swalayan# sebagai enjual dengan emegang kartu sebagai pembeli. Akad Ijarah, dalam hal ini enerbit kartu adalah sebagai penyedia jasa sistem

pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu ketika melakukan transaksi berbelanja maupun melakukan penarikan uang tunai di AT/ dengan segala

kemudahannya yang disebut dengan membership fee dan fee ijarah.':4':5 Akad (afalah, dalam hal ini penerbit Kartu !6ank atau Bemabaga Keuangan# sebagai (afil !penjamin# bagi pemegang kartu terhadap !erchant !$rand /all atau Swalayan# atas kewajiban bayar yang timbul dari transaksi antara pemegang kartu dengan !erchant, danAatau ketika penarikan tunai dari selain bank atau AT/ 6ank enerbit

Kartu. Atas pemberian kafalah, pihak penerbit kartu dapat menerima fee dari pemegang kartu yang disebut dengan ujrah kafalah !upah penjaminan#.)<4)<5

1'[1'] Ahmad %fham #"lihin, .p,!it., hal. 230 11[11] Ibid. 20[20] Ibid. >al. 221

enjelasan jenis(jenis akad muamalah dalam mekanisme penggunaan kartu kredit syariah diatas, dapat digambarkan dalam bentuk skema sebagai berikut 0

#. Persamaan dan Per$edaan Kartu Kredit Syariah dengan Kartu Kredit K%n&ensi%nal a. ersamaan 6aik kartu kredit kon%ensional maupun kartu kredit syariah memiliki persamaan dalam hal iuran tahunan, pagu limit berdasarkan jenis kartu, menggunakan jasa layanan penyedia kartu global !/aster "ard#, dapat digunakan untuk kegiatan dasar yaitu pembayaran secara kredit di merchant penyedia kartu global tersebut dan pembayaran tagihan bulanan seperti listrik, air dan telpon. )'4)'5 b. erbedaan

21[21] Ahmad %fham #"lihin, .p,!it., hal.233

Kartu Kredit Syariah menggunakan skema unik berdasarkan sistem syariah yaitu akad ijarah, kafalah dan qardh. Akad Ijarah adalah biaya keanggotaan !iuran tahunan#,

kafalah adalah penjaminan transaksi, sedangkan qardh adalah pemberian pinjaman untuk pengambilan tunai.))4))5 Kartu Kredit Kon%ensional disamping mengambil keuntungan dari akad. Seperti membership fee , denda keterlambatan dan fee penarikan tunai di AT/, juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengutamakan sistem bunga berbunga berdasarkan pengamatan penulis pada kartu kredit 6,+ kon%ensional mencapai * D = persen per bulan. Kartu Kredit Kon%ensional ,bentuk(bentuk denda atas keterlambatan angsuran menjadi keuntungan 6ank enerbit Kartu Kredit Kon%ensional, sedang dalam kartu

kredit syariah, bentuk(bentuk denda tersebut tidak menjadi keuntungan 6ank Syariah, dan bukan jumlah bunga berbunga, tetapi dijadikan sebagi produk qardhul hasan yang akan disumbangkan ke 6a-is dan bukan hak bank. 6netuk denda dalam bank syariah ada dua macam, yaitu denda pertama adalah tawidh sebagai biaya penagihan bank yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang disepakati antara card holder dengan 6ank enerbit Kartu. Denda kedua adalah denda keterlambatan yang besarnya

berkisar )(* E dari jumlah tagihan.)*4)*5 '. (injauan 'ukum )slam (erhada Multi Akad Dalam (ransaksi syariah Card ermasaahan yang muncul akibat dari terjadi kombinasi akad dalam pengunaan kartu kredit syariah berbenturan dengan hadits nabi saw yang melarang dua transaksi dalam satu akad atau satu akad dalam dua transaksi, !.adits 8iwayat Turnud-i dari Abu

22[22] Ibid,, hal. 232 23[23] Ahmad %fham #"lihin, 3p.4it., hal. 23&.

.urairah#. /akna satu akad dalam dua transaksi dalam hadits tersebut masih menjadi perdebatan para ulama fi&h.)=4)=5 Terlepas pro dan kontra tentang pemaknaan hadits tersebut, menurut hemat penulis dengan mengacu pada pendapat ulama .anabilah, /alikiyah, dan Syafiiyyah ketika membicarakan perpaduan akad jual beli dengan sewa atau akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang ditangan penyewa. /ereka sepakat bahwa akad sewa bisa digabungkan dengan akad jual beli dalam satu transaksi, karena tidak ada hal yang menafikan subtansi kedua akad sepanjang kesepakatan atau syarat tersebut tidak bertentangan nash syara atau merusak kaidah syariyyah atau syarat(syarat tersebut menghilangkan subtansi akad.);4);5 Akibat logis dari pendapat ulama .anabilah, /alikiyah dan Syafiiyyah, maka multi akad yang terjadi dalam mekanisme penggunaan kartu kredit syariah, sepanjang syarat( syarat yang diperjanjikan dalam akad tidak berlawanan dengan hukum +slam. .al ini sesuai dengan hadits ,abi Saw 0 2 +ran%-oran% $usli$ terikat den%an s,arat-s,arat $ereka, kecuali s,arat ,an% $en%hara$kan ,an% halal, atau $en%halalkan ,an% hara$ !.8. Turmud-i dari Abu .urairah#)>4)>5

2&[2&] +endapat %mam ,urmud@i mengatakan sebagian ahli ilmu men.elaskan bah2a yang dimaksud dengan dua transaksi dalam asatu akad adalah se"rang pen.ual mengatakan saya men.ual ba.u ini seharaga sepuluh ribu se9ara k"ntan dan dua puluhribu se9ara kredit.7lihat Al Amien Ahmad,111', 3ual beli Kredit, Jakarta A /ema %nsani.hal. 308. %mam #yafi<i mengatakan yang dimaksud dengan dua transaksi dalam satu akad adalah .ika se"rang pen.ual mengatakan saya men.ual rumahku kepadamu dengan harga sekian dengan syarat kamu harus men.ual anakmu dengan harga sekian 2([2(] )ahbah a@5Buhaili, 2002, al-Muamalah al-Maliyah al-Muashirah , Camaskus A Car al5 $ikr., hal.&105&12 2*[2*] ,urmud@i, 2002, Sunan al-$urmudzi )a hu)a al-3amiu al-Shahih , =eirut A Car al5!utub al5%lmiyah, 4et. %, hal. 320.

Kebolehan transaksi dalam kartu kredit yang didalamnya terdapat gabungan beberapa akad, di samping mengacu pada pendapat ulama .anabilah, /alikiyah dan Syafiiyyah diatas, juga didasarkan pada kaidah fi&h !hukum +slam # 0 -.idak dapat diin%kari adan,a perubahan huku$ lantaran berubahn,a $asa/. 01[27] .ukum yang ada masa lalu didasarkan pada $aslahah ketika itu, namun masa kini, $aslahah telah berubah, maka hukumpun ikut berubah. Kaidah ini hanya berlaku di bidang muamalat dan bukan pada bidang ibadah.=; /aksud kaidah hukum +slam tersebut, jika dikaitkan dengan ketentuan hukum larangan hadits riwayat Turmud-i tentang dua transaksi dalam satu akad, maka pemahaman hadits dimaksud menghendaki pemahaman yang kontekstual, artinya ketentuan hukum larangan dua transaksi dalam satu akad dalam hadits Turmud-i didasarkan pada kondisi $aslahah pada waktu itu, namun kondisi $aslahah saat ini telah berubah, maka hukumpun ikut menyesuaikan $aslahah tersebut. Kombinasi atau multi akad dalam penggunaan kartu kredit, hakekatnya hanya satu akad yang terjadi yaitu akad &ardh antara 6ank penerbit kartu !pihak pemberi hutang# dengan pemegang kartu !pihak yang menerima hutang#. Sedangkan akad(akad lain yang menyertai penggunaan kartu kredit terjadi karena ada pihak(pihak lain yang pada intinya sebagai sarana untuk memudahkan pemegang kartu memenuhi kepentingan dan kebutuhan hidupnya.

). Kesim ulan 6erdasarkan uraian diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 0

20[20] Asmuni A. -ahman, 110*, 4aidah 4aidah "i#ih, Jakarta A =ulan =intang, hal. 100510'

1. Akad D akad muamalah yang menyertai mekanisme penggunaan kartu kredit syariah

adalah !a# akad &ard, ketika pemegang kartu !sebagai mu&taridh(debitur# mengajukan permohonan kartu kredit kepada 6ank penerbit kartu!sebagai mu&ridh(kreditur# dan ketika pemegang kartu melakukan penarikan tunai di AT/. !b# akad al-bai !jual beli#, ketika pemegang kartu melakukan transaksi berbelanja di merchant atau ditempat lain. !c# akad kafalah, yaitu enerbit Kartu adalah penjamin !Kafil# bagi pemegang kartu

terhadap merchant !swalayan# atas semua kewajiban bayar akibat transaksi antara pemegang kartu dengan merchant!swalayan# danAatau penarikan tunai dari selain bank atau AT/ bank penerbit kartu. !d# akad ijarah, dimana enerbit kartu adalah penyedia emegang kartu

jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu ! dikenakan membership fee#
2.

erbedaan kartu kredit syariah dengan kartu kredit kon%ensional. Kartu Kredit Syariah dalam engambilan keuntungan lewat skema unik yaitu akad ijarah, dan kafalah. Akad ijarah adalah iuran tahunan !biaya keanggotaan#. (afalah adalah transaksi dll. Kartu Kredit Kon%ensional dalam mendapatkan $e$bership fee, fee ijarah, fee penjaminan

engambilan keuntungan disamping termasuk segala macam denda

keterlambatan pemegang kartu atas kewajiban bayar yang telah jatuh tempo, juga yang tidak kalah penting adalah mengutamakan adanya bunga berbunga yang dibebankan kepada pemegang kartu sebesar )(= E perbulan terhadap nominal jumlah hutang.
3. /ulti akad muamalah yang terjadi dalam penggunakan kartu kredit syariah

diperbolehkan dalam hukum +slam dan tidak termasuk kategori larangan hadits terhadap satu akad dalam dua transaksi dengan mendasarkan pada dalil hukum $aslahah.

Da*tar Pustaka Abdul Fahab +brahim Abu sulaiman, )<<>, Bankin% ard 2,ariah (artu (redit dan "ebid "ala$ )erspektif 'iqh, 7akarta 0 T 8aj$rafindo ersada Ahmad +fham Solihin, )<<@, Ini 3ho, Bank 2,ariah, 7akarta 0 ratama Al Amien Ahmad,'::@, 4ual beli (redit, 7akarta G $ema +nsani. Arifin, )<<), "asar-"asar !anaje$en Bank 2,raiah, 7akarta 0 Al%abe Asmuni A. 8ahman, ':?>, &aidah &aidah 'iqih, 7akarta G 6ulan 6intang .arun, )<<@, Bisnis 5aralaba )erspektif Huku$ Isla$ .injauan #spek 6uridis )eraturan 5aralaba di indonesia, Surakarta 0 Tesis asca Sarjana +lmu .ukum 1/S Kasmir, )<<) , Bank dan 3e$ba%a (euan%an 3ainn,a , 7akarta 0 ersada, hal. *)<. T 8aja $rafindo T $rafindio /edia

/uhammad Kholidin,)<<*, (artu (redit )erspektif Huku$ Isla$ , Surakarta 0 Skripsi CA+ D 1/S /uhammad Syafii Antonio, )<<), Bank 2,ariah dari .eori ke )raktek, 7akarta 0 $ema +nsani, Turmud-i, )<<), 2unan al-.ur$udzi wa huwa al-4a$iu al-2hahih , 6eirut G Dar al(Kutub al(+lmiyah Fahbah a-(Huhaili, )<<), al-!ua$alah al-!ali,ah al-!uashirah , Damaskus G Dar al( Cikr.