Anda di halaman 1dari 5

Konstruksi Gender dan Faktor yang Mempengaruhinya Gender adalah peran-peran dan atribut-atribut social yang di berlakukan atau

dikenakan kepada individu berdasarkan jenis kelaminnya. Peran dan atribut tersebut terbentuk/terkonstruksi secara sosio-kultural. Sebagai konsekuensinya: Gender bersifat: - Berubah dari waktu-ke-waktu - Berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya (berdasarkan budaya dan tatanan sosialnya - Peran-peran dan atribut-atribut tersebut dapat dipertukarkan. (peran social laki-laki dapat juga dilakukan oleh perempuan! demikian juga sebaliknya Pengkategorisasisan peran-peran dan atribut-atribut tersebut ke dalam dua kategori: lakilaki dan perempuan! membentuk stereotype-stereotype gender seperti: si"at-si"at "eminine untuk perempuan# si"at-si"at maskulin untuk laki-laki. $ender stereotype seringkali menjadi dasar diskriminasi berdasarkan gender (genderbased discrimination . Konstruksi Gender %onstruksi gender terbentuk dari stereotype-stereotype gender yang berlaku dalam suatu komunitas/masyarakat. &ontoh: %onstruksi gender di 'ndonesia: %odrat Perempuan: - mengurus anak - pekerjaan rumah tangga - lemah lembut - mementingkan anak dan suami - dsb. (aki-laki: - breadwinner - leader - authoritative - assertive - brave )ua aliran yang menjelaskan konstruksi gender/ pembentukan gender: - *ssensialist - Socio-culturalist

+enurut aliran *ssensialist konstruksi gender adalah konstruksi alami! tidak bisa berubah/konstant! dan merupakan norma yang universal. ,liran essensialist dipengaruhi oleh: - ajaran agama: hawa diciptakan dari tulang rusuk adam! tidak sempurna - teori )arwinism dan social-darwinism: semua makhluk hidup berevolusi dari tingkatan terkecil (mindless sampai ke tingkatan tertinggi (rationale . (aki-laki berevolusi lebih sempurna secara "isik dan intelektual daripada perempuan. Perempuan adalah manusia yang tidak berhasil berevolusi secara sempurna sehingga perempuan adalah manusia yang tidak sempurna. o &iri-ciri: *mosional 'rrasional Sel"less Passive &harles )arwin (-./- 01oman seems to di""er "rom man in her greater tenderness and less sel"ishness. 1oman owing to her maternal instincts! displays thess 2ualities toward her in"ants in an eminent degree# there"ore it is likely that she would o"ten e3tend them toward her "ellow-creatures.4 5erbert Spencer (-.678s 0'" the "unction o" women was to breed! i" women8s mental "aculties were less evolved! educating women beyond a certain point would be a waste4 Perempuan yang pintar adalah perempuan yang abnormal karena memiliki si"at-si"at maskulin. 'lmu bio-"isiologis o 9ean-*mmanuel $ilibert (Prancis : karena perempuan memiliki payudara untuk menyusui! maka tugas utama perempuan adalah menjaga kelangsungan hidup keturunan-keturunan manusia. :leh karena itu kualitas perempuan secara instingti" akan sesuai dengan kualitas-kualitas yang dibutuhkan dalam kegiatan mengasuh dan membesarkan anak. )intaranya adalah: (emah lembut ,ltruistic ;oncompetitive o teori hormonal perilaku manusia

,pakah pemikiran essensialist melahirkan budaya patriarki<<<<< Pertanyaan apakah pemikiran essensialist melahirkan budaya patriarki atau sebaliknya sangat sulit dibuktikan. =etapi yang jelas adalah pemikiran essensialist banyak digunakan untuk memperkuat hegemony patriarki! dan digunakan untuk memvalidasi dominasi laki-laki atas perempuan.

+enurut aliran socio-culturalist konstruksi gender adalah konstruksi socio-cultural yang unik! time-speci"ik! mengalami perubahan yang terus-menerus! bukan merupakan norma yang universal. ,liran socio-culturalist dipengaruhi oleh: - 'lmu sosiologi dan antropologi - =eori social learning +enurut aliran ini gender sangat kuat dipengaruhi oleh budaya dan tatanan social. )iskriminasi terhadap perempuan disebabkan oleh budaya patriarki yang menempatkan laki-laki di tempat yang >lebih baik8 dibandingkan perempuan. =atanan social yang membedakan bidang public dan domestic! dan membentuk kedua kategori tersebut dalam hirarki (yang satu lebih baik dari yang lain pada akhirnya merugikan salah-satu gender. Pengertian: Budaya patriarki adalah budaya yang terbentuk karena adanya dominasi kelompok tertentu terhadap kelompok yang lain. %elompok pertama tidak saja berkuasa secara "isik terhadap kelompok kedua! tetapi juga menentukan ideology budaya yang melanggengkan kekuasaannya. ?e"erence: )@uhyatin! Siti ?uhaini! Budhy +unawar-?achman! and ;asaruddin Amar. Rekonstruksi Metodologis Wacana Kesetaraan Gender Dalam Islam. Bogyakarta: Pustaka Pelajar! C77C. Dakih! +ansour. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Bogyakarta: Pustaka Pelajar! C77-. 5rdy! Sarah Bla""er. Mother Nature: A Histor of Mothers! Infants! and Natural Selection. ;ew Bork: Pantheon Books! -EEE.

Berbagai Perspekti" Perbedaan $ender $ender dari perspekti" Psikologi Sosial Sel" Dul"illing Prophecy =heory Sel" Dul"illing Prophecy (SDP terdiri dari dua elemen dasar: -. *lemen mental/ cognitive: knowledge! belie"s! e3pectations! "eelings! attitudes! intentions! goals! values. C. *lemen perilaku yang terlihat/ dapat diobservasi: actions! words! pictures! "acial e3pression! and body languages. %onsep SDP: elemen mental/kogniti" mempengaruhi elemen perilaku! begitu juga sebaliknya. %eyakinan (belie"s mempengaruhi perilaku! dan perilaku pada akhirnya juga mempengaruhi keyakinan (belie"s

Cognitive Consistency Biases


Perception! in"erence! +emory

#rophecy
=acit %nowledge Belie"s *3pectations ($ender Schema

CONFI M!"ION
Behavior =reatment *3pectancy *""ects ?oles! Status! Power

Other Cognitive Foibles Dundamental ,ttribution


*rror &onsensus and Damiliarity *""ects

$ambar -. Sel" Dul"illing Prophecy untuk gender belie"s and behaviour %eyakinan stereotype tentang perempuan dan laki-laki menyebabkan persepsi yang bias tentang laki-laki dan perempuan juga menghasilkan perlakuan yang diskriminati" terhadap laki-laki dan perempuan! termasuk peran yang diskriminati" dan pemberian status yang diskriminati" pula. 5al ini menghasilkan perbedaan perilaku dan achievement yang pada laki-laki dan perempuan (seakan-akan disebabkan oleh perbedaan jenis kelamin ! dan perbedaan perilaku ini seakan-akan memperkuat ataupun sebagai kon"irmasi bahwa stereotype dan harapan terhadap gender tersebut adalah benar.

Gender Beliefs: conscious and unconscious Secara sadar ketika kita ditanya apakah laki-laki dan perempuan setara! jawabannya bisa dipastikan adalah setara atau egaliter. %arena ketidakadilan dan ketidaksetaraan adalah sesuatu yang tidak diharapkan masyarakat. =etapi! ketika kita ter"okus terhadap hal lain selain (kesetaraan gender bukan pertanyaan utama seringkali kita menjawab (pertanyaan ! bereaksi secara otomatis berdasarkan >pengetahuan umum8 kita (yang sudah ada didalam memory kita tanpa kita sadari. Bang dimaksud pengetahuan umum disini adalah semua pengetahuan tentang hidup dan dunia ini yang sudah kita miliki baik diperoleh dari hasil belajar ataupun pengalaman. Pengetahuan ini termasuk juga pengetahuan tentang stereotype gender yang akhirnya menjadi implicit belie"s. Pengetahuan tentang stereotype gender ini seperti pengetahuan yang lainnya diorganisasikan dalam mental kita menjadi mental structure atau skema mental.