Anda di halaman 1dari 81

DISUSUN OLEH: BUDI RAHARDJO

HAKIKAT DAN LANDASAN PENYELENGGARAAN PAUD

KONSEP PAUD DI INDONESIA


Anak usia dini sejak lahir-6 tahun sosok individu makluk sosiokultural mengalami proses perkembangan yang sangat fundamental, memiliki potensi dan karakteristik tertentu Anak usia dini sosok unik

Sebagai makluk sosiokultural perlu tumbuh dan berkembang dalam suatu seting sosial tempat ia hidup dan perlu diasuh dan dididik sesuai nilai nilai sosiokultural yang sesuai dengan masyarakatnya Mengalami perkembangan yang sangat pesat serta merupakan pembelajar yang aktif dan energik

TUJUAN
Menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal - dilaksanakan sesuai dgn tingkat perkembangan anak - melalui pemberian stimulasi pendidikan dalam suasana bermain - dapat melanjutkan kejenjang yang lebih lanjut
5

Fungsi
Pengembangan segenap potensi anak Penanaman nilai-nilai dan norma-norma kehidupan Pembentukan dan pembiasaan prilakuprilaku yang diharapkan Pengembangan pengetahuan dan keterampilan dasar Pengembangan motivasi dan sikap belajar yang positif
6

Hakikat Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ps 1 ayat 14) 7

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan, sehingga anak dapat mengeksplorasi pengalamannya.
8

CONTOH:
Jika anak dibiasakan untuk berdoa sebelum melakukan kegiatan, baik di rumah mapun di lingkungan sekolah dengan cara yang mudah dimengerti anak, sedikit demi sedikit anak pasti akan terbiasa untuk berdoa walaupun tidak didampingi oleh orang tua ataupun guru.

Berkaitan dengan PAUD, terdapat masa-masa anak: Masa peka Masa egosentris Masa meniru Masa berkelompok Masa eksplorasi Masa pembangkangan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

10

SEBAIKNYA SIKAP ORANG TUA DAN ORANG DEWASA PERLU: A. Memberi kesempatan dan menunjukkan permainan serta alat permainan tertentu yang dapat memicu munculnya masa peka/menumbuh-kembangkan potensi yang sudah memasuki masa peka B. Memahami bahwa anak masih berada pada masa egosentris, yang ditandai dengan seolah-olah dialah yang paling benar, keinginannya harus selalu dituruti dan sikap mau menang sendiri. C. Pada masa ini, proses peniruan anak terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya tampak semakin meningkat.

D. Masa berkelompok; biarkan anak bermain di luar rumag bersama-sama temannya, jangan terlalu membatasi anak dalam pergaulan sehingga anak kelak akan dapat bersosialisasi dan beradaptasi sesuai dengan perilaku dg lingkungan sosialnya. E. Memahami pentingnya eksplorasi bagi anak. Biarkan anak memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya dan biarkan anak melakukan trial and error, karena anak adalah penjelajah yang 12 ulung.

F. Disarankan agar anak tidak boleh selalu dimarahi saat ia membangkang. Bila terjadi pembangkangan sebaiknya diberi waktu pendinginan (cooling down), misalnya berupa penghentian aktivitas anak dan membiarkan anak sendiri berada di dalam kamarnya.

LANDASAN PENYELENGGARAAN 2 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI A. LANDASAN YURIDIS


1. Undang-Unda ng Nomor. 2 Tahun 1989 tentang Sistem pendidikan Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudiluhur memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan 14 kebangsaan

1. Pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 2. Pasal 28 C ayat 2 dinyatakan bahwa setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi , seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan kesejahteraan umat manusia, 3. Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, bab. 1 pasal 1, butir 14, dinyatakan bahwa PAUD adalah ssuatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak-anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun,
15

B. LANDASAN FILOSOFI DAN RELIGI


Pendidikan agama menekankan pada pemahaman tentang agama dan bagaimana agama di amalkan dan diaplikasikan dalam tindakan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ontologis, anak sebagai makhluk individu yang mempunyai aspek biologis (adanya perkembangan fisik yang berubah dari waktu ke waktu yang membutuhkan makanan, gizi, dll),

16

psikologis (adanya perasaan-perasaan tertentu yang terbentuk karena situasi seperti senang, sedih, marah, kecewa, dihargai dsb), sosiologis (anak membutuhkan teman untuk bermain), antropologis (anak hidup dalam suatu budaya dari mana dia berasal). Epistomologis, pembelajaran pada anak usia dini haruslah menggunakan konsep belajar sambil bermain (learning by playing), belajar sambil berbuat (learning by doing) dan belajar melalui stimulasi (learning by stimulating). Aksiologis, isi kurikulum haruslah benar dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka optimalisasi seluruh potensi anak (etis)

dan berhubungan dengan nilai seni, keindahan dan keselarasan yang mengarah pada kebahagiaan dalam kehidupan anak sesuai dengan akar budaya dimana mereka hidup (estetika) serta nilai-nilai agama yang dianutnya. C. Landasan Keilmuan dan Empiris 1. Konsep Keilmuan PAUD Bersifat isomorfis, artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu, diantaranya 18 psikologi

sosiologi, fisiologi, ilmu pendidikan anak, antropologi, humaniora, kesehatan dan gizi serta neorosains (ilmu tentang perkembangan otak manusia) Berdasarkan aspek pedagogis, masa usia dini merupakan masa peletak dasar atau pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Artinya masa kanak-kanak yang bahagia merupakan dasar bagi keberhasilan.

19

ARTI PENTING PAUD


KONSEP PAUD INDONESIA Profil Anak Indonesia Harapan (AIH), memliki 10 ciri utama (dasa citra Indonesia), yaitu 1) beriman dan 2) bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 3) berakhlak mulia, 4) sehat, 5) cerdas, 6) jujur, 7) bertanggungjawab, 8) kreatif, 9) percaya diri, dan 10) cinta tanah air.
20

KEDUDUKAN PENDIDIK PAUD


UU Nomor 20 Th 2003 Ps 1 ayat 6 bahwa pendidik adalah tenaga yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur dan fasilitator Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat
21

Prinsip Profesional Pendidik


Memiliki bakat, minat dan panggilan jiwa dan idealisme Memiliki komitmen mutu, imtaq dan akhlak Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas Memiliki kompetensi yang diperlukan sesui bidang tugas Memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
22

Memiliki organisasi profesi Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalannya secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan Memperoleh penghasilan yang ditentukan atas prestasi kerja Memiliki kode etik profesi (UU Nomor 14 Ps 7 ayat 1) 23

KOMPETENSI PENDIDIK PAUD


KOMPETENSI PEDAGOGIS
Memahami karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik Menguasahi konsep dan prinsip pendidikan Menguasahi konsep, prinsip dan prosedur pengembangan PAUD Menguasahi teori, prinsip dan strategi pembelajaran
24

Menguasahi konsep, prinsip, prosedur dan strategi bimbingan belajar peserta didik Menciptakan situasi pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian Mengusahi media pembelajaran termasuk teknologi komunikasi dan informasi Mengusahi prinsip, alat, dan prosedur penilaian proses dan hasil belajar 25

KOMPETENSI KEPRIBADIAN
Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, mantap, stabil, dewasa, berwibawa serta arif dan bijaksana Berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat sekitar Memiliki jiwa, sikap, dan perilaku demokratis Memiliki sikap dan komitmen terhadap profesi serta menjunjung kode etik pendidik 26

KOMPETENSI SOSIAL
Bersikap terbuka, objektif, dan tidak diskriminatif Berkomunikasi dan bergaul secara efektif dan santun dengan peserta didik Berkomunikasi dan bergaul secara kolegial dan santun dengan sesama tutor dan tenaga kependidikan Berkomunikasi secara empatik dan santun dengan orang tua/wali peserta didik serta masyarakat sekitar Beradaptasi dengan kondisi sosial budaya setempat Bekerjasama secara efektif dengan peserta didik, 27 sesama tutor dan tenaga kependidikan

KOMPETENSI PROFESIONAL
Menguasahi substansi aspek-aspek perkembangan anak Menguasahi konsep dan teori perkembangan anak yang menaungi bidang-bidang pengembangan Mengintegrasikan berbagai bidang perkembangan Mengaitkan bidang pengembangan dengan kehidupan sehari-hari Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri dan profesi

28

KELEMBAGAAN PAUD INDONESIA Penyelanggara PAUD di Indonesia bertumpu pada lima layanan utama, yaitu: TK (Taman Kanak-Kanak); bentuk satuan PAUD formal yang menggunakan program untuk anak usia 4 dan 6 tahun. KB (Kelompok Bermain); bentuk satuan PAUD yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usi 2 sampai dengan 6 tahun
29

SPS (Satuan PAUD Sejenis); Semua bentuk layanan PAUD selain TK/RA, TPA dan KB dikategorikan sebagai SPS dapat dilaksanakan secara terintegrasi dg berbagai layanan anak usia dini yang ada di masyarakat (seperti Posyandu, BKB, TPQ, TAPAS, SPAS, Bina Anaprasa, Sekolah Minggu, Bina Iman, dan semua layanan anak usia dini yang berada di bawah binaan lembaga agama.

PAUD Berbasis Keluarga (PBK); bentuk


layanan PAUD yang diselenggarakan di keluarga. Fasilitasi PAUD berbasis keluarga juga dapat dilakukan melalui program parenting yang terintegrasi dengan program yang diselenggarakan di satuan PAUD

SEKIAN.TERIMA KASIH.

32

33

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

B. KONSEP BENTUK, WARNA, UKURAN, DAN POLA:


1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: lebih dari; kurang dari; dan paling/ter. 2. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi) 3. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi. 4. Mengenal pola ABCD-ABCD. 5. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya.
34

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN MENGKLASIFIKASIKAN/MENGELOMPOKKAN BENDA SESUAI TEMA/SUB TEMA MENURUT VARIASI BENTUK, UKURAN DAN WARNA: Dilanjutkan dengan menghitung jumlah masing-masing kelompok benda, mana yang lebih banyak/sedikit. ANAK DIMINTA MENENTUKAN MANA YANG PALING BANYAK ATAU PALING SEDIKIT, ATAU YANG SAMA BANYAK.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN MENGELOMPOKKAN BENDA KE DALAM JENISNYA anak disuruh mengelompokkan benda menurut jenisnya dengan jumlah dan variaisi yang semakin banyak. MENCARI PASANGAN BENDA anak diminta mencari pasangan benda (sepatu dan kaos kaki, baju dan celakan, sendok dan piring, anak ayam dengan induknya, sll.) dengan jumlah yang semakin banyak variasi dan jumlahnya.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN MENGURUTKAN BENDA /TANAMAN/ORANG Dari Besar ke Kecil Dari Kecil ke Besar Dari Tinggi ke Rendah Dari Rendah ke Tinggi MENGURUTKAN BINATANG MENURUT UKURAN YANG SEBENARNYA (BUKAN BESAR GAMBAR): Dari Besar ke Kecil Dari Kecil ke Besar

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

1. Mengelompokkan benda dengan berbagai cara menurut ciri-ciri tertentu, misal: warna, bentuk, ukuran, jenis, dll. 2. Menunjuk dan mencari sebanyakbanyaknya benda, hewan, tanaman yang mempunyai warna, bentuk, ukuran, atau menurut ciri-ciri tertentu

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B


3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengenal kasar-halus, berat-ringan, panjangpendek, jauh-dekat, banyak-sedikit, sama-tidak sama, tebal-tipis. Membedakan macam-macam suara. Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya, jenisnya, persamaannya, dll. Menyebutkan dan menceritakan perbedaan dua buah benda. Menunjukkan kejanggalan suatu gambar. Menyusun benda dari besar-kecil atau sebaliknya.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B


18. Mengelompokkan benda-benda tiga dimensi (benda-benda sebenarnya) yang berbentuk geometri (lingkaran, segitiga, sederhana). 19. Memasangkan bentuk geometri dengan benda tiga dimensi yang bentuknya sampai (lingkaran dengan bola, segiempat dengan balok). 20. Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk (lebih dari 8 kepingan) 21. Mengerjakan maze (mencari jejak) yang lebih yang lebih kompleks (3 4 jalan).

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

C. KONSEP BILANGAN, LAMBANG BILANGAN DAN HURUF 1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10. 2. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan. 3. Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan.
41

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DIKENALKAN DENGAN LAMBANG BILANGAN 1 10, DITUNJUKKAN GAMBAR, LALU MENYEBUTKANNYA.. ANAK DILATIH MEMILIH LAMBANGAN BILANGAN YANG SESUAI DENGAN BANYAK BENDA MELALUI BERBAGAI KEGIATAN SESUAI DENGAN TEMA/SUB TEMA ATAU MELALUI PERMAINAN DAN NYANYIAN.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DITUNJUKKAN BENDA-BENDA YANG TERDIRI ATAS DUA SUKU KATA (BAJU, BOLA, BATU, BUKU, DLL.), KEMUDIAN DIKENALKAN LAMBANG HURUFNYA, DAN MENGUCAPKANNYA. GURU BISA MENGGUNAKAN METODE EJA ATAU METODE SAS.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

15. Menghubungkan/memasangkan lambang-lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10 (anak tidak disuruh menulis) 16. Membedakan dan membuat 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit. 17. Membuat bentuk-bentuk geometri.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B


10. Mengungkapkan sebab akibat, misalnya: mengapa sakit gigi, mengapa kita lapar, dll. 11. Mengungkapkan asal mula terjadinya sesuatu. 12. Membilang/menyebut urutan bilangan 1 sampai 20. 13. Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) sampai 10. 14. Membuat urutan bilangan 1 10 dengan benda-benda.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B 26. Menggunakan konsep (hari ini, nanti, sekarang, kemarin, besok, dll.) 27. Menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda sampai 10. 28. Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk lebih dari 3 pola yang berurutan. Misal: merah, putih, biru, merah, putih, biru, merah 29. Meniru pola dengan menggunakan berbagai benda.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B


22. Mengukur penjang dengan langkah, jengkal, lidi, ranting, penggaris, meteran, dll. 23. Menyatakan waktu yang dikaitkan dengan jam. 24. Mengetahui jumlah hari dalam satu minggu, satu bulan, dan mengetahui jumlah bulan (Islam) dalam satu tahun. 25. Menceritakan kegiatan sehari-hari sesuai dengan waktunya, misalnya: waktu tidur, waktu makan, waktu sekolah, waktu sholat dll,

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

IV. BAHASA A. MENERIMA BAHASA : 1. Mengerti beberapa perintah secara bersamaan. 2. Mengulang kalimat yang lebih kompleks. 3. Memahami aturan dalam suatu permainan.
48

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DIBERI PERINTAH DARI YANG SEDERHANA (SATU MACAM) DAN DIMINTA MELAKUKANNYA. PERINTAH SEMAKIN LAMA SEMAKIN KOMPLEKS (TERDIRI ATAS DUA, TIGA, ATAU BEBERAPA PERINTAH SECARA BERSAMAAN). Misal : Ambil tiga buah batu. Letakkan batu yang besar di dalam kotak. Batu yang kecil di luar kotak.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DILATIH MENIRUKAN UCAPAN GURU. MULA-MULA SATU KATA, MENJADI DUA KATA, TIGA KATA, SATU KALIMAT PENDEK, SATU KALIMAT LEBIH PANJANG. ANAK BERMAIN KATA DENGAN MELANJUTKAN KALIMAT YANG BELUM SELESAI (RUMPANG) DARI GURU SEHINGGA MENJADI KALIMAT YANG BERMAKNA. Misal : Saya suka (anak disuruh melanjutkan dengan menambahkan 1 n2 3 kata).

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN SEDERHANA DI DALAM ATAU DI LUAR RUANGAN. GURU MEMBERIKAN PERINTAH DENGAN TEMPO YANG AGAK LAMBAT, LAMA-LAMA MENJADI NORMAL PENGUCAPANNYA. ANAK DISURUH MELAKUKAN PERMAINAN TERSEBUT, DAN DIAMATI ANAK PAHAM ATAU BELUM.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

1. Membedakan dan menirukan kembali bunyi/suara tertentu. 2. Menirukan kembali 4 5 urutan kata. 3. Membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama (misal : kakikali); dan suku kata akhir yang sama (misal nama sama). 4. Melakukan 3 5 perintah secara berurutan secara berurutan dengan benar

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

B. MENGUNGKAPKAN BAHASA:
1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. 2. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama. 3. Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung. 4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan)
53

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERCAKAPAN TENTANG APA SAJA YANG DIA LIHAT ATAU KETAHUI. Misal: Apa saja yang dia lihat dan yang menarik anak ndalam perjalanan dari rumah ke sekolah. Anak ditanyai, apakah dia pernah pergi ke . (Mall, tempat rekreasi, pasar, dll) SELANJUTNYA GURU MENANYAI APA YANG DILIHAT ANAK DI SITU.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DIBERI SEJUMLAH GAMBAR , LALU DIMINTA MENGELOMPOKKAN GAMBAR YANG MEMILIKI BUNYI AKHIR YANG SAMA. Misal : Kuda, kera, kura-kura,, ATAU batu, baju, buku, ATAU burung, sarung, warung, karung, DLL. ANAK DIAJAK BERMAIN KATA: Baju, baru, bayu, biru (diulang-ulang beberapa kali) ATAU Ular, lapar, melingkar, di pagar.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN


ANAK DIAJAK MENYANYI SEDANG APA Sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang. Sekarang sedang apa, sedang apa sekarang. Sedang makan, sedang makan, sedang makan sekarang. Sekarang makan apa, makan apa, makan apa sekarang. Makan nasi, makan nasi, makan nasi sekarang. Sekarang nasi apa, nasi apa, nasi apa sekarang. Nasi goreng, nasi goreng, nasi goreng sekarang. Sekarang goreng apa, gpreng apa, goreng apa sekarang. Dst.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DILATIH PERCAKAPAN SEDERHANA UNTUK BERBAGAI KEGIATAN, DENGAN MENGGUNAKAN KOSAKATA YANG SEMAKIN BANYAK. DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR KALIMAT YANG LENGKAP (S-P-O).

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

B. MENGUNGKAPKAN BAHASA:
5. Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain. 6. Melanjutkan sebagian cerita/ dongeng yang telah diperdengarkan.

58

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DILATIH MENGEMUKAKAN PERASAAN ATAU PIKIRANNYA KEPADA ORANG LAIN DENGAN KALIMAT YANG LENGKAP DAN SANTUN. ANAK DILATIH MENGAJUKAN PERTANYAAN KEPADA ORANG LAIN DENGAN KALIMAT LENGKAP.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

GURU MEMBACAKAN SEBUAH DONGENG/CERITA SEDERHANA,, DIUNJUKKAN GAMBAR YANG TERKAIT DENGAN CERITA TERSEBUT. NAMUN TIDAK DISELESAIKAN. .ANAK-ANAK DISURUH MELANJUTKAN CERITA TSB. DENGAN KALIMAT ANAK SENDIRI DAN VERSI MASING-MASING ANAK (SESUAI PENAFSIRAN ANAK TERHADAP GAMBAR)

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN GURU MENYEDIAKAN 3 , 4, 5 BUAH GAMBAR SERI. ANAK-ANAK DIMINTA MEMBUAT SATU KALIMAT DARI SETIAP GAMBAR SERI. SELANJUTNYA ANAK DIMINTA MEMBUAT 2 3 KALIMAT DARI SETIAP GAMBAR, SESUAI DENGAN FANTASI ANAK. DAPAT VTERUS DITINGKATKAN: ANAK MEMBUAT KALIMAT YANG LEBIH BANYAK (1 PARAGRAF) UNTUK SETIAP GAMBAR SERI.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

5. Mendengarkan dan menceritakan kembali cerita (Islam) secara urut. 6. Menyebutkan nama diri, nama orang tua, jenis kelamin, alamat rumah dengan lengkap. 7. Menceritakan pengalaman/kejadian secara sederhana dengan urut. 8. Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya, kamu, dia, mereka.

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun


Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal. Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf. Membaca nama sendiri. Menuliskan nama sendiri.

C. KEAKSARAAN :
1. 2.

3.
4. 5. 6.

63

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK MULAI DIKENALKAN DENGAN HURUF DARI BENDA-BENDA YANG DIKENAL ANAK. GURU MENGUCAPKAN, ANAK MENIRUKAN. SELANJUTNYA ANAK DILATIH MENULISKAN HURUF-HURUF TERSEBUT SECARA TERPISAH DAN MENULISKAN KATA.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DILATIH MEMPELAJARI LEBIH BANYAK HURUF, MENGUCAPKAN, MENULISKAN. SETIAP ANAK DISURUH MENYEBUTKAN NAMA PANGGILANNYA, MENCARI HURUFHURUF YANG SESUAI DENGAN NAMA PANGGILANNYA, LALU MENYUSUNNYA MENJADI NAMANYA SENDIRI. ANAK MULAI BELAJAR MENULISKAN DAN MEMBACA NAMANYA SENDIRI, NAMA TEMANNYA, NAMA GURUNYA.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

11. Membuat gambar dan menceritakan isi gambar dengan beberapa coretan, tulisan yang sudah berbentuk huruf/kata. 12. Mengelompokkan kata-kata sejenis 13. Bercerita tentang gambar dengan beberapa coretan/tulisan yang sudah berbentuk huruf/kata 14. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri (Islam)(4 6 gambar).

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

15. Membaca buku cerita bergambar (Islam) yang memiliki kalimat sederhana dan menceritakan isi buku dengan petunjuk beberapa kata yang dikenalnya. 16. Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya.

INDIKATOR KOMPETENSI KBK 2004 Kelompok B

9. Menunjuk dan menyebutkan gerakangerakan. Misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, gerakan sholat, dll. 10. Menunjuk dan memberikan keterangan yang berhubungan dengan posisi/ keterangan tempat. Misal: di luar, di dalam, di atas, di bawah, di depan, di belakang, di kiri, di kanan, dsb.

11

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

V. SOSIAL EMOSIONAL
1. Bersikap kooperatif dengan teman. 2. Menunjukkan sikap toleran. 3. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedihantusias dsb.) 4. Mengenal tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat. 5. Memahami peraturan dan disiplin.
69

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DILATIH BEKERJASAMA DENGAN TEMAN YANG DISUKAI ATAU KURANG DISUKAI; Guru mengatur anggota kelompok berganti-ganti, sehingga siswa dapat bergaul dengan swmua orang bisa bekerjasama dengan orang yang berbeda-beda. ANAK DILATIH MENGHARGAI ORANG LAIN (TOLERAN).

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN

ANAK DILATIH MENGENAL PERASAAN DAN MENGEKSPRESIKANNYA DENGAN TEPAT. Anak dilatih merasakan kegembiraan, senang, suka, atau sedih, sakit, marah, tidak suka, NAMUN TIDAK BERLEBIHAN. Anak diminta mengendalikan emosinya secara wajar dan tepat.

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DIKENALKAN DENGAN TATA TERTIB SEKOLAH, DI TEMPAT UMUM, DI KANTOR, DI JALAN RAYA, DI MANA SAJA AGAR TIDAK CELAKA, DIMARAHI, ATAU DIHUKUM. ANAK DIKENALKAN SOPAN SANTUN DALAM BERBICARA, BERGAUL, BERTINGKAH LAKU, DLL. SERTA DIBIASAKAN MELAKUKANNYA DI SEKOLAH ATAU DI RUMAH.

11

Untuk Anak Usia 5-6 Tahun

V. SOSIAL EMOSIONAL
6. Menunjukkan rasa empati. 7. Memiliki sikap gigih (tidak mudah menyerah). 8. Bangga terhadap hasil karya sendiri. 9. Menghargai keunggulan orang lain.

73

KEGIATAN BELAJAR YANG RELEVAN ANAK DILATIH MENGHARGAI KARYA SENDIRI (BIARPUN BELUM BAIK/ BAGUS) DAN MENGHARGAI KARYA TEMAN, TIDAK IRI/CEMBURU, MENYADARI KELEBIHAN TEMAN, DLL. ANAK DILATIH UNTUK MENGERJAKAN SESUATU SAMPAI TUNTAS, TIDAK BERHENTI SEBELUM WAKTUNYA, ATAU SEBELUM SELESAI, MENYERAH DI TENGAH JALAN, DLL. Semboyan Ayo kamu bisa

INDIKATOR KOMPETENSIKBK 2004 Kelompok B


7. 8. 9. Mengenal tempat tempat ibadah Membedakan ciptaan-ciptaan Tuhan Berbuat baik terhadap semua makhluk Tuhan. Misalnya tidak mengganggu orang sedang melakukan kegiatan, tidak menyakiti binatang, menyiram tanaman. 10. Mempunyai sahabat 11. Selalu memberi dan membalas salam 12. Berbicara dengan suara yang ramah dan teratur (tidak bersuara)

INDIKATOR KOMPETENSIKBK 2004 Kelompok B 13. Selalu mengucapkan terima kasih jika menerima sesuatu 14. Menyebutkan mana yang benar dan salah pada suatu persoalan 15. Menunjukkan perbuatan-perbuatan yang benar dan salah 16. Ke sekolah tepat waktu 17. Mentaati peraturan yang ada 18. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua

INDIKATOR KOMPETENSIKBK 2004 Kelompok B

19. Mendengarkan dan memperhatikan teman bicara. 20. Bebahasa sopan dan bermuka manis 21. Menyapa teman dan orang lain 22. Senang bermain dengan teman (tidak bermain sendiri) 23. Dapat melaksanakan tugas kelompok 24. Berani bertanya secara sederhana

INDIKATOR KOMPETENSIKBK 2004 Kelompok B


25. Mau mengemukakan pendapat secara sederhana 26. Mampu mengambil keputusan secara sederhana 27. Senang menolong 28. Mau menonton dan memberi maaf 29. Mengajak teman untuk bermain belajar 30. Membersihkan diri sendiri tanpa bantuan; misal: menggosok gigi, mandi, buang air

INDIKATOR KOMPETENSIKBK 2004 Kelompok B


31. Memelihara milik sendiri 32. Menjaga lingkungan; misal: tidak mencoratcoret tembok, membuang sampah pada tempatnya, dll. 33. Dapat bertanggung jawab 34. Melaksanakan kegiatan sendiri sampai selesai 35. Membersihkan peralatan makan setelah digunakan.