Anda di halaman 1dari 9

pusing jika berkatifitas, dan ingin tidur terus.

Setelah ditanyakan lebih jauh ternyata ibu salah cara pemberian obat, yaitu obat yang semestinya diberikan satu kali dalam sehari justru diberikan dua kali sehari. Riwayat keluarga Di keluarga pasien ada yang memiliki gangguan jiwa, yaitu kakak kandung laki-laki pasien yang saat ini sedang dirawat di RSJ Bangli karena dilaporkan oleh warga setempat menebas kepala anak-anak babi kucit!. "akak pasien ini mengalami gangguan jiwa sejak tahun #$$% dan oleh keluarga tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. &bu pasien menuturkan satu tahun sebelum kakak pasien mengalami gangguan jiwa, yaitu pada tahun #$$', kakak pasien sempat memohon i(in kepadanya untuk nyentana dan tentu hal ini tidak disetujui oleh keluarga. )amun kakak pasien tetap melakukan nyentana dan setelah beberapa lama menikah kakak pasien dilaporkan oleh istrinya ke ibu pasien karena sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga setelah kurang lebih setahun menjalani pernikahannya, kakak pasien dikembalikan ke rumah oleh keluarga istrinya. Semenjak itu kakak pasien sering melakukan halhal yang tidak wajar, seperti pelecehan seksual pada seorang wanita yang akan ke pasar atau sedang mandi di sungai. Riwayat sosial-ekonomi *enurut pasien dulu sebelum kondisi badannya melemah seperti sekarang ini, ia banyak mempunyai teman dan hampir setiap hari ia menghabiskan waktu bersama teman-temannya. +ermasuk saat masih rutin bekerja dan memiliki penghasilan tetap, biasanya ia akan menghabiskan uang yang dimilikinya bersama teman-teman dengan cara mabuk serta bermain judi. ,asien mengungkapkan hubungan dengan teman-temannya terbilang cukup baik, walaupun ada beberapa teman pasien yang sering mengatai pasien terlalu banyak bicara. *enurut pasien hal itu tidak menjadi masalah baginya, tetapi dengan alasan itu juga pasien tidak mau bergaul lagi dan

menaruh kecurigaan pada teman-temannya. "arena kondisi badan lemah ini pasien tidak mampu membantu orang tuanya untuk ngayah apabila ada kerja adat di lingkungan sekitar. &bu pasien membenarkan bahwa sebelum pasien sakit, hampir setiap hari pasien keluar dengan teman-temannya. Dikatakan pula pasien cukup rajin bekerja dan tidak pernah memberatkan orang tua dari segi ekonomi, bahkan terkadang pasien yang memberikan ibunya uang. )amun setelah sakit ini, pasien tidak pernah lagi pergi dengan teman-temannya dan juga selalu mengambil rokok di warung tetangga tanpa membayar. Sehingga ibu pasien sering dicari oleh tetangga-tetangganya yang memiliki warung agar membayar rokok yang diambil oleh pasien. -al ini dirasakan sebagai beban yang cukup berat oleh ibu pasien karena pekerjaannya hanya seorang petani. Sehingga biasanya, ayah pasien akan memarahi pasien jika ada tetangga yang meminta uang rokok ke rumah. *enurut ibu pasien, hubungan anggota keluarga dengan lingkungan sekitar diusahakan tetap berlangsung dengan baik. &bu pasien selalu berusaha untuk tetap aktif pada kegiatan lingkungan sekitar, terutama jika ada kegiatan adat. Sejauh ini menurut ibu pasien, lingkungan sekitar tidak ada yang mengucilkan keluarga mereka. a. -asil pemeriksaan fisik diagnostik +anda .ital "unjungan ,ertama! +ensi )adi Respirasi +emp. 34ila +B BB +anda 9mum/ "epala / )ormocephali / 00$1%$ mm-g / %' kali1menit / #$ kali1menit / 5'.6 $7 / 0'' cm / 8$ kg +anda .ital "unjungan "edua! +ensi )adi Respirasi +B BB / 0#$1%$ mm-g / %2 kali1menit / #$ kali1menit / 0'' cm / 8$ kg

+emp. 34ila / 5'.6 $7

*ata +-+ +hora4 &nspeksi ,alpasi ,erkusi 3uskultasi 3bdomen ;kstremitas

/ 3nemia -1-, ikterus -1-, refleks pupil -1- isokor / Dalam batas normal / iktus kordis tidak tampak / tidak ada nyeri tekan. / batas jantung kiri melewati midcla:ikula line kiri / S0S# tunggal, reguler, murmur -! / Distensi -!, nyeri tekan -!, turgor ) / <edem -1- , hangat =1= -1=1=

Status ,sikiatri/ "esan umum "esadaran *ood13fek ,roses pikir - Bentuk pikir - 3rus pikir - &si pikir ,encerapan - -alusinasi - &lusi Dorongan instingtual ,sikomotor / halusinasi auditorik =! / ilusi -! / insomnia =!, hipobulia =!, raptus -! / tenang saat pemeriksaan / non logis non realis / asosiasi longgar, autistik / waham =! kejar, ide nunuh diri -! / penampilan wajar, roman muka sesuai umur, kontak :erbal1:isual cukup / jernih / inadekuat

b. ,ersepsi sakit menurut pasien dan keluarga *enurut pasien saat ini ia hanya mengalami penurunan kondisi tubuh yang disebabkan oleh situasi dan kondisi yang tidak dapat pasien jelaskan. ,asien juga mengatakan kondisi lemah ini karena otaknya bercabang sehingga berpikir terlalu keras akibat perpacuan (aman dan teknologi. Jadi berdasarkan hal tersebut dapat

disimpulkan bahwa pasien tidak mengerti tentang penyakit yang sedang dideritanya. Sedangkan menurut keluarga, khususnya orang tua pasien, pasien saat ini mengalami gangguan pada jiwanya yang kemungkinan disebabkan oleh pasien melihat keadaan kakak pasien yang sedang dirawat di RSJ dan terlalu berpikir keras mengenai hal tersebut. Selain itu pasien juga selalu merendahkan dirinya sehingga tidak mau bergaul dan sering bengong. &bu pasien juga merasa ada faktor gaib yang mempengaruhi kedua anak laki-lakinya, sehingga ibu sangat ingin mengajak pasien untuk berobat ke orang pintar balian! agar dapat mengetahui apa penyebab pastinya dan dapat diobati dengan segara. *enurut ayah pasien, sakit yang diderita pasien juga disebabkan permasalahan ekonomi. -al ini menyebabkan pasien merasa memiliki tanggung jawab yang besar, karena pasien adalah satu-satunya anak laki-laki yang dapat diandalkan oleh keluarga. Saat memiliki uang banyak, pasien menghabiskannya dengan berfoya-foya bersama teman-temannya. Sehingga ayah pasien cukup sering memarahi pasien dan hal ini terlihat pula saat kunjungan rumah. c. ,ersepsi kesembuhan menurut pasien dan keluarga *enurut pasien saat ini kondisinya sudah mulai membaik karena suara-suara yang ia dengar sudah tidak sesering dulu dan juga orang-orang yang berbicara sudah berkurang. *enurut keluarga, khususnya orang tua pasien, saat ini pasien belum sembuh karena pasien masih tidak mau bekerja, tidak mau bergaul, tidak mau mengurus diri, sulit tidur, dan terkadang di tengah malam pasien tiba-tiba masuk ke kamar mereka karena takut. Jadi menurut orang tua pasien, pasien dikatakan sembuh apabila pasien bisa bekerja dan berakti:itas seperti orang lain pada umumnya. 0. >atar Belakang ,enyakit "asus a. ?aktor "ondisi ?isik ,asien @enetik

,ada pasien terdapat faktor genetik yang mempengaruhi timbulnya ski(ofrenia paranoid. -al tersebut dapat dilihat dari riwayat keluarga pasien, dimana kakak pasien lebih dulu menderita ski(ofrenia dan kini sedang dirawat di RSJ Bangli. Sesuai teori yang mengatakan bahwa kemungkinan seseorang mengalami ski(ofrenia meningkat bila memiliki hubungan darah, dimana bila terdapat saudara kandung yang mengalami ski(ofrenia maka seseorang akan lebih rentan mengalami hal yang sama sebesar 6A. ,sikososial Selama wawancara nampak kedua orang tua dan pasien saling menyalahkan dalam segala hal. "emungkinan disini keluarga pasien sudah mengalami disfungsi akibat tekanan yang terjadi kedua anak laki-lakinya mengalami gangguan jiwa dan masalah ekonomi!. Dukungan moral terhadap pasien tidak ada, ayah pasien hanya bisa menasehati dan memarahi pasien yang menyebabkan pasien semakin tertekan dan enggan untuk bicara. &bu pasien terlalu pasrah dan selalu menangis bila berbicara tentang pasien, serta terkesan terlalu tunduk bila dibentak oleh pasien dan juga sering disalahkan oleh ayah pasien akibat keteledorannya dalam memberikan obat. Sehingga dapat dilihat bahwa pasien kekurangan kasih sayang dan orang tua pasien memiliki tingkat emosional yang tinggi. -al tersebut sesuai dengan teori bahwa disfungsi keluarga dapat mempengaruhi proses belajar dan perkembangan psikis seseorang, sehingga seseorang menjadi rentan mengalami ski(ofrenia. +etangga pasien tidak mengerti tentang keadaan pasien yang mengalami gangguan jiwa. +erbukti bahwa setiap pasien mengambil rokok di warung dan tidak membayar, warga langsung melaporkan hal tersebut kepada ayah pasien. 3yah pasien selanjutnya akan memarahi pasien. -al tersebut berulang terus-menerus. b. ?aktor >ingkungan ?isik >uas wilayah pekarangan rumah penderita luasnya B # are yang ditempati oleh 5 "". Rumah pasien terletak paling depan dekat dengan gerbang jineng!. Rumah

pasien terdiri dari 5 kamar tidur dan 0 dapur. -anya terdapat 0 kamar mandi yang digunakan bersama-sama oleh 5 "". Rumah ini menggunakan sumber air ,3* Swadaya untuk kebutuhan sehari-hari baik mandi, mencuci, dan memasak. ,asien tinggal di rumah bersama dengan kedua orang tuanya. "ondisi rumah pasien tergolong kotor dan tidak terawat. "amar tidur pasien berantakan dan berserakan puntung rokok serta berbau pengap. "ondisi dapur tertutup dengan menggunakan kompor kayu bakar, terdapat tong tempat penyimpanan air yang tertutup, namun tidak terdapat tempat penyimpanan makanan. "amar mandi sudah permanen tampak cukup terawat dengan tersedianya bak mandi, keran air, jamban, dan saluran pembuangan air. Saluran pembuangan air langsung diarahkan kebelakang rumah yang mana terdapat aliran sungai dan tidak nampak adanya genangan air di halaman rumah pasien. ,embuangan sampah dilokasikan di belakang rumah yang dibiarkan menumpuk disisi aliran sungai. ,asien memiliki kandang tempat memelihara bebek dengan kondisi becek. c. @ambaran "eadaan Sosial ;konomi ,asien dulunya merupakan tukang ukir yang menjadi tulang punggung keluarga, namun kini pasien sudah tidak bekerja lagi karena penyakitnya. "edua orangtuanya juga masih tetap bekerja disawah karena kondisi pasien. "ini penghasilan keluarga sangat tidak menentu dan keluarga memiliki banyak hutang. ,enyakit pasien mulai dirasakan sejak kakak pasien kembali kerumah setelah cerai dengan istrinya dalam kondisi sakit jiwa. -al tersebut yang membuat beban pekerjaan dan penghasilan pasien meningkat. Sejak pasien sakit, pasien terus menarik diri dan mengurung diri dikamar. ,asien jarang berkomunikasi keluar rumah seperti dulu dan kini tidak memiliki teman. Saat ini pasien hanya memiliki sebuah sepeda motor yang tidak terawat dan dibiarkan tergeletak dengan kedua ban yang kempes. d. ,eran "eluarga ,asien tinggal dengan kedua orangtuanya, saat ini kakak pasien sedang dirawat di RSJ Bangli dan adik pasien sudah menikah 0 tahun yang lalu. Dalam

kesehariannya segala akti:itas dan konsumsi pasien dikontrol oleh ibunya. &bu pasien juga mengatur konsumsi obat pasien, namun ibu pasien tidak mengetahui aturan pakai dari tiap obat dan memberikan berdasarkan pengalaman cara pemberian obat sebelumnya. Bila pasien tidak mau minum obat, ibu pasien mengakali dengan mencampur obat kedalam kopi atau makanan namun hal tersebut tidak juga berhasil. 3yah pasien berperan mengantar pasien kontrol ke puskesmas tiap bulannya, namun sejak 2 bulan terakhir pasien menolak untuk diperiksa oleh doker spesialis jiwa yang tiap bulan berkunjung ke ,uskesmas +egallalang &. ,asien menolak ke ,uskesmas dengan alasan ban motornya pecah, sehingga tidak mempunyai kendaraan. e. ,ermasalahan Dari hasil wawancara mendalam, didapatkan permasalahan yang dihadapi oleh pasien adalah / i. ,asien enggan meminum obat karena efek mengantuk dan lemas yang ditimbulkan oleh obat. ii. &bu pasien salah memberikan takaran obat setiap harinya, sehingga pasien semakin tidak nyaman bila mengkonsmsi obat. iii. ,asien enggan kontrol ke ,uskesmas tiap bulannya karena merasa sudah membaik dan juga beralasan bahwa ban motornya kempes. i:. <rang tua pasien selalu menyalahkan pasien tentang apa yang terjadi pada diri pasien, bukannya mendukung kesembuhan pasien. :. +etangga pasien juga tidak mengerti kondisi sakit yang dialami pasien dan terus melaporkan pasien kepada keluarga bila pasien tidak membayar rokok yang diambilnya di warung. :i. ,etugas puskesmas tidak ada yang terjun kerumah pasien meskipun pasien sudah putus obat sejak lama. :ii. ,asien dan keluarga pasien tidak mengetahui secara pasti sakit yang dialami pasien.

:iii. ,enghasilan yang tidak menetap menimbulkan stressor baru pada pasien, karena pasien tidak mampu bekerja lagi yang merupakan tulang punggung keluarga. #. Simpulan a. "ondisi pasien saat ini tergolong dalam fase gejala negatif dari ski(ofrenia paranoid yang berarti gangguan jiwa yang dimiliki bersifat kronis dan belum dapat terkontrol oleh pengobatan. -al tersebut disebabkan karena pasien yang putus obat. b. ,engobatan pasien terhenti sejak ' bulan yang lalu karena pasien merasa dirinya sudah sembuh dan merasa tidak enak badan bila minum obat, serta keluarga yang tidak mengerti tentang pengobatan dari ski(ofrenia paranoid. Selain itu petugas puskesmas tidak ada yang terjun kelapangan menemui pasien meski pasien sudah lama putus obat. "eadaan pasien juga tidak dimengerti oleh tetangga pasien sehinggamengakibatkan kurangnya dukungan oleh lingkungan masyarakat sekitar. c. Cang menjadi kemungkinan faktor risiko dari timbulnya ski(ofrenia paranoid adalah faktor genetik dan psikososial, dengan faktor pencetus adalah masalah ekonomi dan keluarga. d. ,eran keluarga belum maksimal dalam proses penyembuhan pasien karena baik pasien dan keluarga kurang paham terhadap penyakit yang diderita pasien. e. Seringnya kekambuhan dari ski(ofrenia yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit, kurangnya dukungan keluarga, dan masalah ekonomi, serta gejala negatif yang dominan nampak pada pasien menyebabkan prognosis dari pasien mengarah ke negatif. 5. Saran ,encegahan primer / *emberikan penjelasan mengenai ski(ofrenia dan kesembuhannya kepada pasien dan keluarganya.

*emberikan pemahaman kepada keluarga dan pasien mengenai faktor-faktor yang dapat menjadi faktor pemicu kekambuhan. Sehingga keluarga dapat mendukung dari kesembuhan pasien.

*emberikan penjelasan kepada orang tua pasien mengenai pengobatan yang sedang dijalani sekarang oleh pasien, baik jenis, dosis, efek, dan efek samping obat yang diberikan.

*enekankan kepada pasien bahwa kepatuhuan minum obat sangat diperlukan untuk mencapai kesembuhan, sehingga pasien dapat bekerja dan berpenghasilan lagi.

Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau banjar agar memahami kondisi sakit pasien dan tidak melaporkannya kepada keluarga pasien bila pasien berbuat aneh lagi, hal ini dilakukan untuk mendukung proses kesembuhan penyakit pasien.

,encegahan sekunder / *emberikan pemahaman tentang gejala pasien agar keluarga dapat segera memeriksakan ke dokter bila tampak perubahan tingkah laku yang mendadak. *engkomunikasikan keadaan pasien kepada petugas puskesmas agar memantau pasien dan bisa melakukan kunjungan rumah bila diduga pasien mengalami putus obat lagi. ,erlu dilakukan psikoterapi untuk membantu penyembuhan dari pasien, karena pasien sangat kesulitan dalam berkomunikasi. ,encegahan tersier ,eran kami hanya sebatas memberikan anjuran untuk tetap melakukan kontrol ke puskesmas atau bila perlu ke rumah sakit bila keluhan dari pasien semakin memberat meski sudah mengkonsumsi obat secara teratur.