Anda di halaman 1dari 6

Kamis, 27 September 2012 20:26 Tata Batas Hampir Tuntas, PT RAPP Segera Beroperasi di Pulau Padang Riauterkini-PEKANBARU-Operasional PT Riau

Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sempat di-statusquo-kan pemerintah sejak Januari 2012 lalu, tampaknya bakal dicabut. Ini tata batas partipatif di Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Direktur Utama PT RAPP Kusnan Rahmin dalam siaran pers yang diterima riauterkini.com, Kamis (27/9/12) malam, membenarkan hal itu. Diakuinya, tim Tata Batas yang didukung perwakilan dari 12 desa yang dibentuk untuk mengakomodir aspirasi penduduk hampir merampungkan tata batas partipatif di Pulau Padang. "Sebagian besar atau sekira 80 persen dari total areal yang ada sudah diselesaikan tata batasnya secara partisipatif," tuturnya. Sementara itu, imbuh Kusnan, PT RAPP sendiri berkomitmen akan meningkatkan kesejahteraan rakyat tempatan melalui program-progam pemberdayaan masyarakat serta bakal mengembangkan tanaman kehidupan. Sejak Januari 2012 lalu, Kementeriaan Kehutanan (Kemenhut) membekukan kegiatan PT RAPP di Pulau Padang karena adanya klaim-klaim dari sebagian masyarakat yang diwakili LSM Serikat Tani Riau (STR). Sementara itu, Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto berharap dengan hampir rampugnya tata batas partisipatif itu nantinya tidak ada aksi penolakan terharap PT RAPP. Masyarakat nanti bisa melihat langsung apakah bila PT RAPP beroperasi kembali apakah perusahaan ini dapat mengelola hutan tanaman yang baik. "Masyarakat bisa mengawasi secara langsung," pungkasnya. Purwadi menyebutkan, penghentian sementara operasional PT RAPP di Pulau Padang menjadi preseden buruk untuk investasi di Tanah Air. Karena langkah itu diambil hanya didasarkan penolakan dari sekelompok orang.

185 Anak Disunat di Pulau Padang Riauterkini-PULAU PADANG-Kecemasan sekaligus kegembiraan terpancar di wajah anakanak Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka hadir dalam acara Sunatan Massal yang diadakan oleh PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), bertempat di Kantor Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (27/12/12). Saman Hadi Arifin, Stakeholder Relations RAPP yang didampingi Mahmud Hasyim, CD Coordinator Region Kepulauan Meranti menjelaskan perihal dan maksud diadakannya kegiatan tersebut. Ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat serta membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat, ujarnya. Camat Tasik Putri Puyu, Drs H Izhar MH mengutarakan rasa terima kasihnya atas kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Pulau Padang, khususnya warga Tasik Putri Puyu. Terima kasih kepada perusahaan atas perhatiannya kepada masyarakat. Selama ini sudah membantu pemerintah dan masyarakat. Semoga ke depannya dapat terus ditingkatkan program CD-nya, katanya. Turut hadir mewakili para orang tua anak yang disunat, para Kepala Desa dari Kecamatan Tasik Putri Puyu, di antaranya Kepala Desa (Kades) Bandul, Zahari, Kades Selat Akar, Acim, dan Kades Kudap Sutrisno. Total ada 185 anak di dua kecamatan di Pulau Padang yang mendapatkan bantuan sunatan massal, yakni Kecamatan Merbau dan Kecamatan Tasik Putri Puyu. Sampai saat ini, sudah 121 anak yang disunat dengan rincian desa Meranti Bunting sebanyak 7 anak, Pelantai 4 anak, Mengkopot 20 anak, Tanjung Padang 24 anak, Bandul 43 anak, Selat Akar 3 anak, Desa Putri Puyu 10 anak. Dalam rangka untuk terus menjaga visi perusahaan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, selanjutnya RAPP akan melaksanakan kegiatan serupa di Desa Mekar Delima, Desa Dedap, dan Desa Kudap. Sunat Massal Kampar Sementara itu, RAPP Estate Logas Kabupaten Kampar turut menyelenggarakan acara sunatan massal yang diikuti oleh 34 anak di Desa Kuntu,

Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Rabu (27/12/12). Acara tersebut dihadiri Anggota Dewan Kabupaten Kampar, Ramadhan. S.Sos, UPTD Kesehatan Kecamatan Kampar Kiri, dr. Irwan Herli, Perangkat Desa Kuntu dan Manajemen RAPP Estate Logas.***(rls/son)

Melihat dari Dekat Ponton Penyeberangan Milik RAPP KEBERADAAN Ponton milik PT RAPP di Sungai Kampar tepatnya di Kecamatan Langgam sangat dirasakan sekali, mamfaatnya oleh masyarakat. Kenapa tidak, sejak diluncurkannnya, tahun 1994 lalu, sampan besi ratusan ton itu, telah memberikan sumbangan transportasi masyarakat Langgam menuju ibukota Kabupaten Pelalawan begitu juga sebaliknya. Guna mengetahui, lebih jauh dampak positif keberadaan ponton penyeberangan ini, wartawan riauterkini.com, Febri Sugiono yang bertugas dikabupaten Pelalawan, melakukan peliputan khusus terkait dengan ponton tersebut. Riauterkini, bertolak dari ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci, tidak sampai 20 menit perjalanan atau tidak sampai, 20 kilo meter mobil, yang di tunggangi riauterkini tiba persis, di bibir sungai Kampar. Tepatnya, satu unit ponton bersandar di bibir sungai. Kemudian yang satu lagi, bersandar diseberang sana. Para pekerja ponton, terlihat sibuk mengatur lalu lintas, kenderaan menaiki, punggung ponton. Sebelumnya, menaiki, ponton kenderaan, bersusun rapi, di beberapa jalur yang sudah disiapkan, oleh pihak pengelola. Petugas, ponton mempersilahkan, lebih dulu menaiki, mobil berukuran besar, mengisi sisi kiri dan kanan ponton. Hal ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan, muatan. Kemudian mobil umum, berbagai jenis baru memasukinya. Begitu juga, ratusan kenderaan roda dua, mengisi ruang-ruang ponton. Beberapa saat setelah, melihat proses, bongkar muat kenderaan. Riauterkini dihampiri oleh Supervisor, pengelola ponton, Abu Mansur. Dengan senang hati Abu Mansur menjelaskan secara singkat tentang keberadaan ponton tersebut. Dituturkannya, dua unit ponton ini beroperasi 24 jam nonstop untuk mengangkut

kenderaan baik itu, kenderaan perusahaan maupun kenderaan umum. Dengan total 64 tenaga pekerja ponton berjalan melayani kenderaan keluar masuk. Guna memaksimalkan, traportasi tidak terputus, pihak pengelola membagi waktu pekerjaan tiga sif. Para pekerjapun mendapat kesempatan istirahat dua hari selama sepekan. Sehingga, ponton berjalan 24 jam nonstop. Ia menjelaskan, ponton itu baru berhenti beroperasi ketika, banjir besar melanda sungai kampar."Ketinggian air, mencapai 3,40 meter, itu baru ponton istirahat," urainya. Keberadaan ponton ini bukan tidak punya aturan. Misalnya, mobil perusahaan lain, pengangkut kayu, buah sawit, batu barah, tidak diperkenankan masuk. Akan tetapi, pihak pemilik harus mengurus ijin dari ke RAPP."Untuk masyarakat umum ini bebas lewat disini," tandasnya. Tanpa Ponton, Langgam Terisolir Masyarakat Kecamatan Langgam sempat disambangi riauterkini, Nurzefri, mengakui keberadaan ponton milik RAPP sangat membantu masyarakat. Dengan nada lantang, ia menjelaskan bahwa jika tidak ada ponton penyeberangan ini Kecamatan Langgam menjadi terisolir. "Jujur, saya yang ril, saja bicara. Keberadaan ponton ini sangat membantu masyarakat. Jika tidak ada, ponton ini, dijamin kecamatan Langgam bakal terisolir," jelasnya. Misalnya, jika ponton tidak ada. Warga yang memiliki kenderaan, tentu menujuk ke ibukota Pelalawan harus melewati, simpang koran, Kuantan Singingi. Inikan membutuhkan, waktu dan jarak tempu yang jauh. Meskipun, Pemerintah daerah sudah membangun jembatan. Akan tetapi, jika banjir datang,

badan jalan pun tidak bisa dilewati. "Artinya, ponton masih tetap digunakan oleh masyarakat," tandasnya.*** (Febri Sugiono)

PROFIL UM PT. RAPP


1. Nama Perusahaan : PT. Riau Andalan Pulp and Paper 2. Alamat Perusahaan Kantor Pusat : Pangkalan Kerinci, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, PO Box 1089 Pekan Baru Provinsi Riau Tlp. +62761-95529, Fax. +62761-95305 Kantor Cabang : Jl. Teluk Betung No. 31 Jakarta Pusat Tlp. +6221-31930134, Fax. +6221-3144604

Beri Nilai