Anda di halaman 1dari 13

Pendekatan Pembelajaran di Abad 21 ( Abad Industri danPengetahuan ) Artikel:

Abstraksi : Kita telah memasuki abad 21 yang dikenal dengan abad pengetahuan. Para peramal masa depan (futurist) mengatakan sebagai abad pengetahuan karena pengetahuan akan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan (Trilling dan H d! 1"""). Abad pengetahuan merupakan suatu era dengan tuntutan yang lebih rumit dan menantang. #uatu era dengan spesifikasi tertentu yang sangat besar pengaruhnya terhadap dunia pendidikan dan lapangan kerja. Perubahan$perubahan yang terjadi selain karena perkembangan tekn l gi yang sangat pesat! juga diakibatkan leh perkembangan yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan! psik l gi! dan transf rmasi nilai$nilai budaya. %ampaknya adalah perubahan &ara pandang manusia terhadap manusia! &ara pandang terhadap pendidikan! perubahan peran rang tua'guru'd sen! serta perubahan p la hubungan antar mereka. Trilling dan H d (1""") mengemukakan bah(a perhatian utama pendidikan di abad 21 adalah untuk mempersiapkan hidup dan kerja bagi masyarakat.Tibalah saatnya men leh sejenak ke arah pandangan dengan sudut yang luas mengenai peran$peran utama yang akan semakin dimainkan leh pembelajaran dan pendidikan dalam masyarakat yang berbasis pengetahuan. Kemer s tan pendidikan kita sudah terasakan selama bertahun$tahun! untuk kesekian kalinya kurikulum dituding sebagai penyebabnya. Hal ini ter&ermin dengan adanya upaya mengubah kurikulum mulai kurikulum 1")* diganti dengan kurikulum 1"+,! kemudian diganti lagi dengan kurikulum 1"",. -asanius (1""+) mengungkapkan bah(a kemer s tan pendidikan bukan diakibatkan leh kurikulum tetapi leh kurangnya kemampuan pr fesi nalisme guru dan keengganan belajar sis(a. Pr fesi nalisme sebagai penunjang kelan&aran guru dalam melaksanakan tugasnya! sangat dipengaruhi leh dua fakt r besar yaitu fakt r internal yang meliputi minat dan bakat dan fakt r eksternal yaitu berkaitan dengan lingkungan sekitar! sarana prasarana! serta berbagai latihan yang dilakukan guru.(#umargi! 1"".) Pr fesi nalisme guru dan tenaga kependidikan masih belum memadai utamanya dalam hal bidang keilmuannya. /isalnya guru 0i l gi dapat mengajar Kimia atau 1isika. Ataupun guru 2P# dapat mengajar 0ahasa 2nd nesia. /emang jumlah tenaga pendidik se&ara kuantitatif sudah &ukup banyak! tetapi mutu dan pr fesi nalisme belum sesuai dengan harapan. 0anyak diantaranya yang tidak berkualitas dan menyampaikan materi yang keliru sehingga mereka tidak atau kurang mampu menyajikan dan menyelenggarakan pendidikan yang benar$benar berkualitas (%ahrin! 2333). 0anyak fakt r yang menyebabkan kurang pr fesi nalismenya se rang guru! sehingga pemerintah berupaya agar guru yang tampil di abad pengetahuan

adalah guru yang benar$benar pr fesi nal yang mampu mengantisipasi tantangan$tantangan dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Abad Pengetahuan Para ahli mengatakan bah(a abad 21 merupakan abad pengetahuan karena pengetahuan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. /enurut -aisbit (1""*) ada 13 ke&enderungan besar yang akan terjadi pada pendidikan di abad 21 yaitu4 (1) dari masyarakat industri ke masyarakat inf rmasi! (2) dari tekn l gi yang dipaksakan ke tekn l gi tinggi! (5) dari ek n mi nasi nal ke ek n mi dunia! (,) dari peren&anaan jangka pendek ke peren&anaan jangka panjang! (*) dari sentralisasi ke desentralisasi! (.) dari bantuan institusi nal ke bantuan diri! ()) dari dem krasi per(akilan ke dem krasi partisipat ris! (+) dari hierarki$hierarki ke penjaringan! (") dari utara ke selatan! dan (13) dari atau'atau ke pilihan majemuk. 0erbagai implikasi ke&enderungan di atas berdampak terhadap dunia pendidikan yang meliputi aspek kurikulum! manajemen pendidikan! tenaga kependidikan! strategi dan met de pendidikan. #elanjutnya -aisbitt (1""*) mengemukakan ada + ke&enderungan besar di Asia yang ikut mempengaruhi dunia yaitu4 (1) dari negara bangsa ke jaringan! (2) dari tuntutan eksp rt ke tuntutan k nsumen! (5) dari pengaruh 0arat ke &ara Asia! (,) dari k nt l pemerintah ke tuntutan pasar! (*) dari desa ke metr p litan! (.) dari padat karya ke tekn l gi &anggih!

()) dari d minasi kaum pria ke mun&ulnya kaum (anita! (+) dari 0arat ke Timur. Kedelapan ke&enderungan itu akan mempengaruhi tata nilai dalam berbagai aspek! p la dan gaya hidup masyarakat baik di desa maupun di k ta. Pada gilirannya semua itu akan mempengaruhi p la$p la pendidikan yang lebih disukai dengan tuntutan ke&enderungan tersebut. %alam hubungan dengan ini pendidikan ditantang untuk mampu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan ke&enderungan itu tanpa kehilangan nilai$nilai kepribadian dan budaya bangsanya. %engan memperhatikan pendapat -aisbitt di atas! #urya (1""+) mengungkapkan bah(a pendidikan di 2nd nesia di abad 21 mempunyai karakteristik sebagai berikut: (1) Pendidikan nasi nal mempunyai tiga fungsi dasar yaitu4 (a) untuk men&erdaskan kehidupan bangsa! (b) untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan ahli yang diperlukan dalam pr ses industrialisasi! (&) membina dan mengembangkan penguasaan berbagai &abang keahlian ilmu pengetahuan dan tekn l gi4 (2) #ebagai negara kepulauan yang berbeda$beda suku! agama dan bahasa! pendidikan tidak hanya sebagai pr ses transfer pengetahuan saja! akan tetapi mempunyai fungsi pelestarian kehidupan bangsa dalam suasana persatuan dan kesatuan nasi nal4 (5) %engan makin meningkatnya hasil pembangunan! m bilitas penduduk akan mempengaruhi & rak pendidikan nasi nal4 (,) Perubahan karakteristik keluarga baik fungsi maupun struktur! akan banyak menuntut akan pentingnya kerja sama berbagai lingkungan pendidikan dan dalam keluarga sebagai intinya. -ilai$nilai keluarga hendaknya tetap dilestarikan dalam berbagai lingkungan pendidikan4 (*) Asas belajar sepanjang hayat harus menjadi landasan utama dalam me(ujudkan pendidikan untuk mengimbangi tantangan perkembangan jaman4 (.) Penggunaan berbagai in 6asi 2ptek terutama media elektr nik! inf rmatika! dan k munikasi dalam berbagai kegiatan pendidikan! ()) Penyediaan perpustakaan dan sumber$sumber belajar sangat diperlukan dalam menunjang upaya pendidikan dalam pendidikan4 (+) Publikasi dan penelitian dalam bidang pendidikan dan bidang lain yang terkait! merupakan suatu kebutuhan nyata bagi pendidikan di abad pengetahuan.

Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan yang m dern dan pr fesi nal dengan bernuansa pendidikan. 7embaga$lembaga pendidikan diharapkan mampu me(ujudkan peranannya se&ara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan! staf! pr ses belajar mengajar! pengembangan staf! kurikulum! tujuan dan harapan! iklim sek lah! penilaian diri! k munikasi! dan keterlibatan rang tua'masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah s s k penampilan guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasi nalisme dan ji(a juang! keimanan dan ketak(aan! penguasaan iptek! et s kerja dan disiplin! pr fesi nalisme! kerjasama dan belajar dengan berbagai disiplin! (a(asan masa depan! kepastian karir! dan kesejahteraan lahir batin. Pendidikan mempunyai peranan yang amat strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan ke&erdasan em si nal yang tinggi dan menguasai megaskills yang mantap. 8ntuk itu! lembaga penidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan pen&erahan dan pemberdayaan dalam berbagai aspeknya. /enurut /akagiansar (1"".) memasuki abad 21 pendidikan akan mengalami pergeseran perubahan paradigma yang meliputi pergeseran paradigma: (1) dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat! (2) dari belajar berf kus penguasaan pengetahuan ke belajar h listi&! (5) dari &itra hubungan guru$murid yang bersifat k nfr ntatif ke &itra hubungan kemitraan! (,) dari pengajar yang menekankan pengetahuan sk lastik (akademik) ke penekanan keseimbangan f kus pendidikan nilai! (*) dari kampanye mela(an buta aksara ke kampanye mela(an buat tekn l gi! budaya! dan k mputer! (.) dari penampilan guru yang teris lasi ke penampilan dalam tim kerja! ()) dari k nsentrasi eksklusif pada k mpetisi ke rientasi kerja sama. %engan memperhatikan pendapat ahli tersebut nampak bah(a pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat k mpetitif. 9ambaran Pembelajaran di Abad Pengetahuan Praktek pembelajaran yang terjadi sekarang masih did minasi leh p la atau

paradigma yang banyak dijumpai di abad industri. Pada abad pengetahuan paradigma yang digunakan jauh berbeda dengan pada abad industri. 9albreath (1""") mengemukakan bah(a pendekatan pembelajaran yang digunakan pada abad pengetahuan adalah pendekatan &ampuran yaitu perpaduan antara pendekatan belajar dari guru! belajar dari sis(a lain! dan belajar pada diri sendiri. Praktek pembelajaran di abad industri dan abad pengetahuan dapat dilihat pada Tabel berikut4 Abad 2ndustri 1. 9uru sebagai pengarah 2. 9uru sbgai smber pengetahuan 5. 0elajar diarahkan leh kuri$ kulum. ,. 0elajar dijadualkan se&ara ketat dgn (aktu yang terbatas *. Terutama didasarkan pd fakta .. 0ersifat te ritik! prinsip$ prinsip dan sur6ei ). Pengulangan dan latihan +. Aturan dan pr sedur ". K mpetitif 13. 0erf kus pada kelas 11. Hasilnya ditentukan sblmnya 12. /engikuti n rma 15. K mputer sbg subyek belajar 1,. Presentasi dgn media statis 1*. K munikasi sebatas ruang kls 1.. Tes diukur dengan n rma Abad Pengetahuan 1. 9uru sebagai fasilitat r!pembimbing! k nsultan 2. 9uru sebagai ka(an belajar 5. 0elajar diarahkan leh sis(a kulum. ,. 0elajar se&ara terbuka! ketat dgn (aktu yang terbatas fleksibel sesuai keperluan *. Terutama berdasarkan pr yek dan masalah .. %unia nyata! dan refleksi prinsip dan sur6ei ). Penyelidikan dan peran&angan +. Penemuan dan pen&iptaan ". : lab ratif 13. 0erf kus pada masyarakat 11. Hasilnya terbuka 12. Keanekaragaman yang kreatif 15. K mputer sebagai peralatan semua jenis belajar 1,. 2nteraksi multi media yang dinamis 1*. K munikasi tidak terbatas ke seluruh dunia 1.. 8njuk kerja diukur leh pakar! penasehat! ka(an sebaya dan diri sendiri.

Berdasarkan Tabel dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa; 1. Pada abad industri banyak dijumpai belajar melalui fakta! drill dan praktek! dan menggunakan aturan dan pr sedur$pr sedur. #edangkan di abad pengetahuan menginginkan paradigma belajar melalui pr yek$pr yek dan permasalahan$permasalahan! inkuiri dan desain! menemukan dan pen&iptaan.

2 0etapa sulitnya men&apai ref rmasi yang sistemik! karena bila paradigma lama masih d minan! dampak ref rmasi &enderung akan ditelan leh pengaruh paradigma lama. 5. /eskipun telah dinyatakan sebagai p laritas! perbedaan praktik pembelajaran Abad Pengetahuan dan Abad 2ndustri dianggap sebagai suatu k ntinum. /eskipun sekarang dimungkinkan memandang banyak & nt h praktek di Abad 2ndustri yang ;murni; dan jauh lebih sedikit & nt h lingkungan pembelajaran di Abad Pengetahuan yang ;murni;! besar kemungkinannya menemukan met de persilangan perpaduan antara met de di Abad Pengetahuan dan met de di Abad 2ndustri. Perlu diingat dalam melakukan ref rmasi pembelajaran! met de lama tidak sepenuhnya hilang! namun hanya digunakan kurang lebih jarang dibanding met de$met de baru. ,. Praktek pembelajaran di Abad Pengetahuan lebih sesuai dengan te ri belajar m dern. /elalui penggunaan prinsip$prinsip belajar ber rientasi pada pr yek dan permasalahan sampai akti6itas k lab ratif dan dif kuskan pada masyarakat! belajar k ntekstual yang didasarkan pada dunia nyata dalam k nteks ke peningkatan perhatian pada tindakan$tindakan atas d r ngan pembelajar sendiri. *. Pada Abad Pengetahuan nampaknya praktek pembelajaran tergantung pada piranti$piranti pengetahuan m dern yakni k mputer dan telek munikasi! namun sebagian besar karakteristik Abad Pengetahuan bisa di&apai tanpa memanfaatkan piranti m dern. /eskipun tekn l gi inf rmasi dan telek munikasi merupakan katalis yang penting yang memba(a kita pada met de belajar Abad Pengetahuan! perlu diingat bah(a yang membedakan met de tersebut adalah pelaksanaan hasilnya bukan alatnya. Kita dapat melengkapi peralatan lembaga pendidikan kita dengan tekn l gi &anggih tanpa mengubah pelaksanaan dan hasilnya. Akhirnya yang paling penting! paradigma baru pembelajaran ini memberikan peluang dan tantangan yang besar bagi perkembangan pr fesi nal! baik pada preser6i&e dan inser6i&e guru$guru kita. %i banyak hal! paradigma ini menggam$ barkan redefinisi pr fesi pengajaran dan peran$peran yang dimainkan guru dalam pr ses pembelajaran. /eskipun kebutuhan untuk mera(at! mengasuh! menyayangi dan mengembangkan anak$anak kita se&ara maksimal itu akan selalu tetap berada dalam genggaman pengajaran! tuntutan$tuntutan baru Abad Pengetahuan menghasilkan sederet prinsip pembelajaran baru dan perilaku yang harus dipraktikkan. 0erdasarkan gambaran pembelajan di abad pengetahuan di atas! nampaklah bah(a pentingnya pengembangan pr fesi guru dalam menghadapi berbagai tantangan ini.

Pengembangan Pr fesi nalisme 9uru /enurut para ahli! pr fesi nalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. /aister (1"")) mengemukakan bah(a pr fesi nalisme bukan sekadar pengetahuan tekn l gi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap! pengembangan pr fesi nalisme lebih dari se rang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan. /emperhatikan kualitas guru di 2nd nesia memang jauh berbeda dengan dengan guru$guru yang ada di Amerika #erikat atau 2nggris. %i Amerika #erikat pengembangan pr fesi nal guru harus memenuhi standar sebagaimana yang dikemukakan #tiles dan H rsley (1""+) dan -<: (1"".) bah(a ada empat standar pengembangan profesi guru yaitu 4 (1) #tandar pengembangan pr fesi A adalah pengembangan pr fesi untuk para guru sains memerlukan pembelajaran isi sains yang diperlukan melalui perspektif$perspektif dan met de$met de in=uiri. Para guru dalam sketsa ini melalui sebuah pr ses bser6asi fen mena alam! membuat penjelasan$ penjelasan dan menguji penjelasan$penjelasan tersebut berdasarkan fen mena alam4 (2) #tandar pengembangan pr fesi 0 adalah pengembangan pr fesi untuk guru sains memerlukan pengintegrasian pengetahuan sains! pembelajaran! pendidikan! dan sis(a! juga menerapkan pengetahuan tersebut ke pengajaran sains. Pada guru yang efektif tidak hanya tahu sains namun mereka juga tahu bagaimana mengajarkannya. 9uru yang efektif dapat memahami bagaimana sis(a mempelajari k nsep$k nsep yang penting! k nsep$k nsep apa yang mampu dipahami sis(a pada tahap$tahap pengembangan! pr fesi yang berbeda! dan pengalaman! & nt h dan representasi apa yang bisa membantu sis(a belajar4 (5) #tandar pengembangan pr fesi : adalah pengembangan pr fesi untuk para guru sains memerlukan pembentukan pemahaman dan kemampuan untuk pembelajaran sepanjang masa. 9uru yang baik biasanya tahu bah(a dengan memilih pr fesi guru! mereka telah berk mitmen untuk belajar sepanjang masa. Pengetahuan baru selalu dihasilkan sehingga guru berkesempatan terus untuk belajar4 (,) #tandar pengembangan pr fesi % adalah pr gram$pr gram pr fesi untuk guru sains harus k heren (berkaitan) dan terpadu. #tandar ini dimaksudkan untuk menangkal ke&enderungan kesempatan$kesempatan pengembangan pr fesi terfragmentasi dan tidak berkelanjutan. Apabila guru di 2nd nesia telah memenuhi standar pr fesi nal guru

sebagaimana yang berlaku di Amerika #erikat maka kualitas #umber %aya /anusia 2nd nesia semakin baik. #elain memiliki standar pr fesi nal guru sebagaimana uraian di atas! di Amerika #erikat sebagaimana diuraikan dalam jurnal >du&ati nal 7eadership 1""5 (dalam #upriadi 1""+) dijelaskan bah(a untuk menjadi pr fesi nal se rang guru dituntut untuk memiliki lima hal: (1) 9uru mempunyai k mitmen pada sis(a dan pr ses belajarnya! (2) 9uru menguasai se&ara mendalam bahan'mata pelajaran yang diajarkannya serta &ara mengajarnya kepada sis(a! (5) 9uru bertanggung ja(ab memantau hasil belajar sis(a melalui berbagai &ara e6aluasi! (,) 9uru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya! (*) 9uru sey gyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan pr fesinya. Arifin (2333) mengemukakan guru 2nd nesia yang pr fesi nal dipersyaratkan mempunyai4 (1) dasar ilmu yang kuat sebagai pengeja(antahan terhadap masyarakat tekn l gi dan masyarakat ilmu pengetahuan di abad 214 (2) penguasaan kiat$kiat pr fesi berdasarkan riset dan praksis pendidikan yaitu ilmu pendidikan sebagai ilmu praksis bukan hanya merupakan k nsep$k nsep belaka. Pendidikan merupakan pr ses yang terjadi di lapangan dan bersifat ilmiah! serta riset pendidikan hendaknya diarahkan pada praksis pendidikan masyarakat 2nd nesia4 (5) pengembangan kemampuan pr fesi nal berkesinambungan! pr fesi guru merupakan pr fesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan antara 7PTK dengan praktek pendidikan. Kekerdilan pr fesi guru dan ilmu pendidikan disebabkan terputusnya pr gram pre$ser6i&e dan in$ser6i&e karena pertimbangan bir kratis yang kaku atau manajemen pendidikan yang lemah. %engan adanya persyaratan pr fesi nalisme guru ini! perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan pr fil guru 2nd nesia yang pr fesi nal di abad 21 yaitu4 (1) memiliki kepribadian yang matang dan berkembang4 (2) penguasaan ilmu yang kuat4

(5) keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan tekn l gi4 dan (,) pengembangan pr fesi se&ara berkesinambungan. Keempat aspek tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dan ditambah dengan usaha lain yang ikut mempengaruhi perkembangan pr fesi guru yang pr fesi nal. %imensi lain dari p la pembinaan pr fesi guru adalah (1) hubungan erat antara perguruan tinggi dengan pembinaan #7TA4 (2) meningkatkan bentuk rekrutmen &al n guru4 (5) pr gram penataran yang dikaitkan dengan praktik lapangan4 (,) meningkatkan mutu pendidikan &al n pendidik4 (*) pelaksanaan super6isi4 (.) peningkatan mutu manajemen pendidikan berdasarkan T tal ?uality /anagement (T?/)4 ()) melibatkan peran serta masyarakat berdasarkan k nsep lin& and mat&h4 (+) pemberdayaan buku teks dan alat$alat pendidikan penunjang4 (") pengakuan masyarakat terhadap pr fesi guru4 (13) perlunya pengukuhan pr gram Akta /engajar melalui peraturan perundangan4 dan (11) k mpetisi pr fesi nal yang p sitif dengan pemberian kesejahteraan yang layak. Apabila syarat$syarat pr fesi nalisme guru di atas itu terpenuhi akan mengubah peran guru yang tadinya pasif menjadi guru yang kreatif dan dinamis. Hal ini sejalan dengan pendapat #emia(an (1""1) bah(a pemenuhan persyaratan guru pr fesi nal akan mengubah peran guru yang semula sebagai rat r yang 6erbalistis menjadi berkekuatan dinamis dalam men&iptakan suatu suasana dan lingkungan belajar yang in6itati n learning en6ir nment. %alam rangka peningkatan mutu pendidikan! guru memiliki multi fungsi yaitu sebagai fasilitat r! m ti6at r! inf rmat r! k munikat r! transf rmat r! &hange agent! in 6at r! k nsel r! e6aluat r! dan administrat r (# e( nd ! 1")2 dalam

Arifin 2333). Pengembangan pr fesi nalisme guru menjadi perhatian se&ara gl bal! karena guru memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan inf rmasi$inf rmasi ilmu pengetahuan dan tekn l gi! melainkan juga membentuk sikap dan ji(a yang mampu bertahan dalam era hiperk mpetisi. Tugas guru adalah membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan serta desakan yang berkembang dalam dirinya. Pemberdayaan peserta didik ini meliputi aspek$aspek kepribadian terutama aspek intelektual! s sial! em si nal! dan keterampilan. Tugas mulia itu menjadi berat karena bukan saja guru harus mempersiapkan generasi muda memasuki abad pengetahuan! melainkan harus mempersiapkan diri agar tetap eksis! baik sebagai indi6idu maupun sebagai pr fesi nal. 1akt r$fakt r Penyebab <endahnya Pr fesi nalisme 9uru K ndisi pendidikan nasi nal kita memang tidak se&erah di negara$negara maju. 0aik institusi maupun isinya masih memerlukan perhatian ekstra pemerintah maupun masyarakat. %alam pendidikan f rmal! selain ada kemajemukan peserta! institusi yang &ukup mapan! dan keper&ayaan masyarakat yang kuat! juga merupakan tempat bertemunya bibit$bibit unggul yang sedang tumbuh dan perlu penyemaian yang baik. Pekerjaan penyemaian yang baik itu adalah pekerjaan se rang guru. @adi guru memiliki peran utama dalam sistem pendidikan nasi nal khususnya dan kehidupan kita umumnya. 9uru sangat mungkin dalam menjalankan pr fesinya bertentangan dengan hati nuraninya! karena ia paham bagaimana harus menjalankan pr fesinya namun karena tidak sesuai dengan kehendak pemberi petunjuk atau k mand maka &ara$&ara para guru tidak dapat di(ujudkan dalam tindakan nyata. 9uru selalu diinterpensi. Tidak adanya kemandirian atau t n mi itulah yang mematikan pr fesi guru dari sebagai pendidik menjadi pemberi instruksi atau penatar. 0ahkan sebagai penatarpun guru tidak memiliki t n mi sama sekali. #elain itu! ruang gerak guru selalu dik ntr l melalui keharusan membuat satuan pelajaran (#P). Padahal! se rang guru yang telah memiliki pengalaman mengajar di atas lima tahun sebetulnya telah menemukan p la belajarnya sendiri. %engan dituntutnya guru setiap kali mengajar membuat #P maka (aktu dan energi guru banyak terbuang. Aaktu dan energi yang terbuang ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya. Akadum (1""") menyatakan dunia guru masih terselingkung dua masalah yang memiliki mutual k relasi yang peme&ahannya memerlukan kearifan dan kebijaksanaan beberapa pihak terutama pengambil kebijakan4 (1) pr fesi keguruan kurang menjamin kesejahteraan karena rendah gaji. <endahnya gaji berimplikasi pada kinerjanya4

(2) pr fesi nalisme guru masih rendah. #elain fakt r di atas fakt r lain yang menyebabkan rendahnya pr fesi nalisme guru disebabkan leh antara lain4 (1) masih banyak guru yang tidak menekuni pr fesinya se&ara utuh. Hal ini disebabkan leh banyak guru yang bekerja di luar jam kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari$hari sehingga (aktu untuk memba&a dan menulis untuk meningkatkan diri tidak ada4 (2) belum adanya standar pr fesi nal guru sebagaimana tuntutan di negara$ negara maju4 (5) kemungkinan disebabkan leh adanya perguruan tinggi s(asta sebagai pen&etak guru yang lulusannya asal jadi tanpa mempehitungkan utputnya kelak di lapangan sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak patuh terhadap etika pr fesi keguruan4 (,) kurangnya m ti6asi guru dalam meningkatkan kualitas diri karena guru tidak dituntut untuk meneliti sebagaimana yang diberlakukan pada d sen di perguruan tinggi. Akadum (1""") juga mengemukakan bah(a ada lima penyebab rendahnya pr fesi nalisme guru4 (1) masih banyak guru yang tidak menekuni pr fesinya se&ara t tal! (2) rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap n rma dan etika pr fesi keguruan! (5) pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruan masih setengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak$pihak terlibat. Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pen&etak tenaga keguruan dan kependidikan! (,) masih belum sm th$nya perbedaan pendapat tentang pr p rsi materi ajar yang diberikan kepada &al n guru! (*) masih belum berfungsi P9<2 sebagai rganisasi pr fesi yang berupaya se&ara makssimal meningkatkan pr fesi nalisme angg tanya. Ke&enderungan P9<2 bersifat p litis memang tidak bisa disalahkan! terutama untuk menjadi pressure gr up agar dapat meningkatkan kesejahteraan angg tanya. -amun demikian di masa mendatang P9<2 sepantasnya mulai mengupayakan pr fesi nalisme para angg $tanya. %engan melihat adanya fakt r$fak t r yang menyebabkan rendahnya pr fesi nalisme guru! pemerintah berupaya untuk men&ari alternatif untuk meningkatkan pr fesi guru.

8paya /eningkatkan Pr fesi nalisme 9uru Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan pr fesi nalisme guru diantaranya meningkatkan kualifikasi dan persyaratan jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi tenaga pengajar mulai tingkat persek lahan sampai perguruan tinggi. Pr gram penyetaaan %ipl ma 22 bagi guru$guru #%! %ipl ma 222 bagi guru$ guru #7TP dan #trata 2 (sarjana) bagi guru$guru #7TA. /eskipun demikian penyetaraan ini tidak bermakna banyak! kalau guru tersebut se&ara entr pi kurang memiliki daya untuk melakukan perubahan. #elain diadakannya penyetaraan guru$guru! upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah pr gram sertifikasi. Pr gram sertifikasi telah dilakukan leh %irekt rat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama 2slam (%it 0inrua) melalui pr yek Peningkatan /utu Pendidikan %asar (A%0 7 an 1,,2$2-B) yang telah melatih +3* guru /2 dan 2..,. guru /Ts dari 1* Kabupaten dalam . (ilayah pr pinsi yaitu 7ampung! @a(a 0arat! @a(a Tengah! @a(a Timur! -T0 dan Kalimantan #elatan (Panti(ati! 2331). #elain sertifikasi upaya lain yang telah dilakukan di 2nd nesia untuk meningkatkan pr fesi nalisme guru! misalnya PK9 (Pusat Kegiatan 9uru! dan KK9 (Kel mp k Kerja 9uru) yang memungkinkan para guru untuk berbagi pengalaman dalam meme&ahkan masalah$masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan mengajarnya (#upriadi! 1""+). Pr fesi nalisasi harus dipandang sebagai pr ses yang terus menerus. %alam pr ses ini! pendidikan prajabatan! pendidikan dalam jabatan termasuk penataran! pembinaan dari rganisasi pr fesi dan tempat kerja! penghargaan masyarakat terhadap pr fesi keguruan! penegakan k de etik pr fesi! sertifikasi! peningkatan kualitas &al n guru! imbalan! dll se&ara bersama$sama menentukan pengembangan pr fesi nalisme sese rang termasuk guru. %engan demikian usaha meningkatkan pr fesi nalisme guru merupakan tanggung ja(ab bersama antara 7PTK sebagai penghasil guru! instansi yang membina guru (dalam hal ini %epdiknas atau yayasan s(asta)! P9<2 dan masyarakat. %ari beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah di atas! fakt r yang paling penting agar guru$guru dapat meningkatkan kualifikasi dirinya yaitu dengan menyetarakan banyaknya jam kerja dengan gaji guru. Pr gram apapun yang akan diterapkan pemerintah tetapi jika gaji guru rendah! jelaslah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya guru akan men&ari pekerjaan tambahan untuk men&ukupi kebutuhannya. Tidak heran kalau guru$guru di negara maju kualitasnya tinggi atau dikatakan pr fesi nal! karena penghargaan terhadap jasa guru sangat tinggi. %alam @ urnal PAT (2331) dijelaskan bah(a di 2nggris dan Aales untuk meningkatkan pr fesi nalisme guru pemerintah mulai

memperhatikan pembayaran gaji guru diseimbangkan dengan beban kerjanya. %i Amerika #erikat hal ini sudah lama berlaku sehingga tidak heran kalau pendidikan di Amerika #erikat menjadi p la anutan negara$negara ketiga. %i 2nd nesia telah mengalami hal ini tetapi ketika jaman k l nial 0elanda. #etelah memasuki jaman rde baru semua ber ubah sehingga kini dampaknya terasa! pr fesi guru menduduki urutan terba(ah dari urutan pr fesi lainnya seperti d kter! jaksa! dll. Kesimpulan dan Saran /emperhatikan peran guru dan tugas guru sebagai salah satu fakt r determinan bagi keberhasilan pendidikan! maka keberadaan dan peningkatan pr fesi guru menjadi (a&ana yang sangat penting. Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan m dern dan pr fesi nal dengan bernuansa pendidikan. Kemer s tan pendidikan bukan diakibatkan leh kurikulum tetapi leh kurangnya kemampuan pr fesi nalisme guru dan keengganan belajar sis(a. Pr fesi nalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Pr fesi nalisme bukan sekadar pengetahuan tekn l gi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap! pengembangan pr fesi nalisme lebih dari se rang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan. 9uru yang pr fesi nal pada dasarnya ditentukan leh attitudenya yang berarti pada tataran kematangan yang mempersyaratkan (illingness dan ability! baik se&ara intelektual maupun pada k ndisi yang prima. Pr fesi nalisasi harus dipandang sebagai pr ses yang terus menerus. 8saha meningkatkan pr fesi nalisme guru merupakan tanggung ja(ab bersama antara 7PTK sebagai pen&etak guru! instansi yang membina guru (dalam hal ini %epdiknas atau yayasan s(asta)! P9<2 dan masyarakat.