Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Hingga awal tahun 1940-an diduga bahwa cacat lahir hanya disebabkan oleh faktor keturunan. Akan tetapi kemudian terbukti bahwa faktor lingkungan juga memegang peranan sebagai faktor penyebab cacat lahir. alaupun sebagian besar penyebab cacat lahir belum diketahui dengan pasti! ternyata dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa 10" dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan 1#" disebabkan oleh faktor genetik. $alam tulisan ini akan diuraikan beberapa faktor lingkungan yang dapat menyebabkan cacat lahir! penyakit infeksi! penyakit non infeksi yang menyerang ibu-ibu hamil! %at-%at kimia lingkungan! obat-obatan! nutrisi! radiasi! dan faktor mekanis. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan teratogenesis & '. (agaimana konsep cacat lahir & ). Apa saja faktor-faktor penyebab teratogenesis & 4. (agaimana mekanisme kerja teratogen dan apa saja %at-%at yang bersifat teratogen &

C. Tujuan 1. *engetahui pengertian teratogenesis. '. *ahasiswa dapat menjelaskan bagaimana konsep cacat lahir. ). *ahasiswa dapat menyebutksn faktor-faktor penyebab teratogenesis.

4. *ahasiswa dapat menjelaskan mekanisme kerja teratogen dan dapat mengetahui %at-%at yang bersifat teratogen.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Terat genesis (anyak kejadian yang dikehendaki untuk perkembangan dari organisme baru yang memiliki kesempatan besar dalam tindakan tersebut untuk menjadi suatu kesalahan. +ada kenyataannya! kira-kira satu dari tiga kali keguguran embrio pada manusia! sering tanpa diketahui oleh si ,bu bahwa dia sedang hamil. +erkembangan abnormal yang lain tidak mencelakakan embrio tetapi kelainan tersebut akan berakibat pada anak. -elainanan perkembangan ada dua macam! yaitu. kelainan genetik dan kelainan sejak lahir. -elainan genetik dikarenakan titik mutasi atau penyimpangan kromosom dan akibat dari tidak ada atau tidak tepatnya produk genetik selama meiosis atau tahap perkembangan. -elainan sejak lahir tidak diwariskan melainkan akibat dari faktor eksternal! disebut teratogen! yang mengganggu proses perkembangan yang normal. +ada manusia! sebenarnya banyak %at yang dapat dipindahkan dari sang ibu kepada keturunannya melalui plasenta! yaitu teratogen potensial. $aftar dari teratogen yang diketahui dan dicurigai meliputi /irus! alkohol! dan beberapa obat! termasuk aspirin 0Harris! 199'1. 2eratogenesis merupakan proses yang menyebabkan terjadinya berbagai bentuk kelainan perkembangan embrio selama periode embrional yang disebabkan oleh faktor-faktor khemo-eksternal sehingga menyebabkan terjadinya cacat kelahiran 03iptono!'0101. 4ecara alami keadaan cacat sulit untuk dipastikan apa penyebabnya yang khusus! mungkin sekali diakibatkan oleh gabungan atau kerjasama berbagai faktor

dari genetik dan lingkungan. +enyebab teratogenesis disebut faktor-faktor teratogen dan kejadian cacat ini dapat dilakukan secara eksperimental yang disebut dengan eksperimental teratogen. ,lmu yang mempelajari tentang teratogenesis adalah teratologi! sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya teratogenesis adalah teratogen B. ! nse" Ca#at Lahir $ Mal% rmasi ! ngenital& *alformasi kongenital atau cacat lahir adalah penyimpangan secara umum struktur indi/idu selama perkembangan prakelahiran. +enyimpangan ini menimbulkan cacat kelahiran pada sebagian populasi manusia. $alam beberapa hal penyimpangan ini merupakn kejadian alamiah kualitatif dan hanya sedikit saja yang merupakan penyimpangan kuantitatif. 3acat lahir merupakan penyebab kematian kelima! kira-kira '1" dari semua kematian bayi 03iptono! '0101. 5angguan %at teratogen pada saat pembentukan janin dapat terjadi di seriap tahap! diantarnaya adalah . 1. 6mbriologi 4etelah pembuahan! sel telur mengalami proliferasi sel! diferensiasi sel! migrasi sel! dan organogenesis. 6mbrio kemudian melewati suatu metamorfosis dan periode perkembangan janin sebelum dilahirkan 07u! 199#1. '. +radiferensiasi 4elama tahap ini! embrio tidak rentan terhadap %at teratogen. 8at ini dapat menyebabkan kematian embrio akibat matinya sebagian besar sel embrio! atau tidak menimbulkan efek yang nyata. (ahkan! bila terjadi efek yang agak berbahaya! sel yang masih hidup akan menggantikan kerusakan tersebut dan membentuk embrio normal. 7amanya tahap resisten ini berkisar antara # 9 9 hari! tergantung dari jenis spesiesnya 07u! 199#1. ). 6mbrio $alam periode ini sel secara intensif menjalani diferensiasi! mobilisasi! dan organisasi. 4elama periode inilah sebagian besar organogenesis terjadi. Akibatnya! embrio sangat rentan terhadap efek teratogen. +eriode ini biasanya berakhir setelah beberapa waktu! yaitu pada hari ke-10 sampai hari

ke-14 pada hewan pengerat dan pada minggu ke-14 pada manusia. 4elain itu! tidak semua organ rentan pada saat yasng sama dalam suatu kehamilan 07u! 199#1. 4. :anin 2ahap ini ditandai dengan perkembangan dan pematangan fungsi. $engan demikian! selama tahapan ini! teratogen tidak mungkin menyebabkan cacat morfologik! tetapi dapat mengakibatkan kelainan fungsi. 3acat morfologik umumnya mudah dideteksi pada saat kelahiran atau sesaat sesudah kelahiran! tetapi kelainan fungsi! seperti gangguan 44+! mungkin tidak dapat didiagnosis segera setelah kelahiran 07u! 199#1. (eberapa jenis anomali pada malformasi kongenital 1. *alformasi 2erjadi selama pembentukan struktur 0organogenesis1. *alformasi dapat disebabkan faktor lingkungan dan genetik. -ebanyakan malformasi berawal dari minggu ketiga sampai minggu kedelapan kehamilan. Anomali ini dapat menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh struktur organ dan;atau perubahanperubahan konfigurasi normal. '. $isrupsi *engakibatkan perubahan morfologi struktur organ setelah pembentukannya. +enyebabnya adalah proses-proses yang merusak! seperti kecelakan pada pembuluh darah yang menyebabkan atresia usus dan cacat yang ditimbulkan pita amnion. ). $eformasi $isebabkan oleh gaya-gaya mekanik dalam jangka waktu yang lama. $eformasi sering kali mengenai sistem kerangka otot. Anomali ini dapat sembuh setelah lahir. 4. 4indrom 4ekelompok cacat yang terjadi secara bersamaan! memiliki etiologi yang spesifik dan sama. ,stilah ini menunjukkan telah dibuat sebuah diagnosis dan risiko terjadinya kembali telah diketahui. C. 'akt r Pen(e)a) Terat genesis

3acat kelahiran dapat terjadi karena tiga faktor! antara lain adalah . 1. 3acat kelahiran yang disebabkan oleh sebab-sebab genetik. $alam hal ini melibatkan perubahan konstitusi genetik tertentu yang berupa gen mutants dan pengagregasian kromosom. *utasi dapat menimbulkan alel cacat! sedangkan pengagregasian kromosom dapat menyebabkan berbagai macam sindrom. '. 3acat kelahiran sebagai akibat dari munculnya banyak faktor genetik secara spontan dan faktor lingkungan tertentu! biasanya berupa interaksi dari banyak gen dengan faktor-faktor lingkungan yang tidak diketahui dengan persis. ). 3acat kelahiran yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan semata! seperti . ,nfeksi 3acat dapat terjadi jika induk yang kena penyakit infeksi! terutama /irus. <bat <bat berbahaya yang diminum ibu sewaktu hamil dapat menimbulkan cacat pada janinnya =adiasi ,bu hamil yang diradiasi dengan sinar > akan memungkinkan melahirkan bayi yang cacat! karena mineral radioaktif yang ada disekeliling berhubungan erat dengan kecacatan bayi yang dilahirkan. $efisiensi ,bu hamil yang mengalami defisiensi /itamin atau hormon dapat menimbulkan cacat pada janin yang sedang dikandung 03iptono! '0101.

3acat terjadi karena beberapa sebab! diantaranya yang penting adalah . 1. 5angguan pertumbuhan kuncup suatu alat 0agenesis1. Agenesis atau terganggunya pertumbuhan suatu kuncup alat! menyebabkan adanya janin yang tak berginjal! tak ada anggota! tak ada pigment 0albino1! dan sebagainya '. +ertumbuhan terhenti di tengah jalan! terjadi cacat seperti sumbing atau dengan langit-langit celah ). -elebihan pertumbuhan! terjadi gigantisme dan kembar dempet. -embar dempet yang ringan sering disebut kembar siam! sedangkan kembar yang memiliki tingkat lebih serius lagi disebut duple?. -embar dempet dapat disebabkan karena tak sempurnanya pembelahan primiti/e streake kana kiri dan tak sempurnanya lapis benih membelah. :enis kembar dempet ada tiga! diantaranya adalah . 2horacopagus 0dada bertaut1 3raniopagus 0kepala bertaut1 +hgopagus 0pinggul bertaut1

4. 4alah arah differensiasi! terjadi pembentukan tumor 0@atim! 19941. D. Mekanisme !erja Terat gen -erentanan terhadap teratogen berbeda-beda menurut stadium perkembangan saat paparan. *asa yang paling sensitif untuk menimbulkan cacat lahir pada manusia adalah masa kehamilan minggu ketiga hingga kedelapan. *asing-masing sistem organ mempunyai satu atau beberapa stadium kerentanan. *anifestasi perkembangan abnormal tergantung pada dosis dan lamanya paparan terhadap suatu teratogen. 2eratogen bekerja dengan cara spesifik pada sel-sel dan jaringan ringan yang sedang berkembang untuk memulai patogenesis yang abnormal. *anifestasi perkembangan abnormal adalah kematian! malformasi! keterlambatan perkembangan! dan gangguan fungsi.

Aksi suatu %at yang berakibat pada kecacatan selama kebuntingan berhubungan erat dengan perkembangan fetus. +erkembangan fetus dibagi menjadi blastogenesis! organogenesis! histogenesis dan pematangan fungsional. +ada fase blastogenesis merupakan proses utama dalam pembelahan sel sehingga %at teratogen dapat mengakibatkan kematian embrio dengan menghambat proses pembelahan sel. +ada organogenesis! terjadi proses pembentukan organ sehingga %at teratogen akan menyebabkan malformasi organ! jenis malformasi tergantung dari jenis teratogen. Histogenesis dan pematangan fungsional tergantung pada suplai nutrisi dan diatur berbagai sistem hormon 0-alant and =oschlau! 19A91. (anyak %at-%at kimia terbukti bersifat teratogen pada hewan coba tetapi tidak pada manusia yang mungkin disebabkan manusia kurang rentan dan tingkat pajanan yang tinggi pada manusia. 6fek teratogenik suatu %at kimia dapat muncul berupa tingkat kebuntingan yang rendah! jumlah anak per induk yang berkurang dan ketahanan hidup janin yang rendah 0Brank! 199#1. +erkembangan tidak normal dapat disebabkan oleh faktor genetik seperti mutasi dan aberasi serta faktor lingkungan baik yang berasal dari obat! radiasi! infeksi! defisiensi dan emosi. (anyak %at kimia mempengaruhi replikasi dan transkripsi asam nukleat atau translasi =CA. 2eratogen tertentu dapat mempengaruhi pasokan energi yang digunakan untuk metabolisme dengan cara langsung mengurangi persediaan substrat dan analog seperti glukosa! asam amino dan /itamin. -ondisi hipoksia juga bersifat teratogen dengan mengurangi oksigen dalam proses metabolisme yang membutuhkan oksigen yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan osmolaritas. -etidakseimbangan ini meyebabkan odema yang pada gilirannya dapat menyebabkan kelainan bentuk dan iskemia jaringan 0@atim! 19A'D +oernomo! 19991. -elainan teratogenik yang timbul ditentukan oleh tempat kerja 0site of action1 dan tahap kerja 0stage of action1 dari perkembangan organ yang dipengaruhi. 2erdapat empat tingkatan aksi %at teratogen yaitu aksi primer yang terjadi pada kompartemen intraseluler 0intracellular compartement1 pada rangkaian interaksi antara inti dan sitoplasma pada produksi metabolit yang khas dari sel tersebut. -edua! aksi primer terjadi karena kelainan dalam struktur dan fungsi dari permukaan

sel 0cell surface1. -etiga! terjadi karena ketidaknormalan pada matriks ekstraseluler 0celluler matri?1. -eempat! pada lingkungan janin 0fetus en/ironment1 ketidaknormalan pada tingkat organisme atau dalam hubungan feto-maternal. 2ahap kerja 04tage of Action1 pada perkembangan organ tubuh! tahap ini merupakan tahap perkembangan organ selama embriogenesis berupa rangkaian tingkat yang berbeda-beda yang dikontrol dengan tepat. +ada tahap ini akan terbentuk susunan jaringan yang teratur dengan bentuk dan ukuran yang spesifik serta stadium pertumbuhan ini sangat peka terhadap faktor genetik maupun faktor lingkungan. +erubahan pada tiap tahap pertumbuhan mempunyai kepekaan terhadap teratogen yang berbeda. +erkembangan suatu organ meliputi kejadian-kejadian yang dapat dibedakan menjadi . determinasi! proliferasi! organisasi seluler! migrasi dan kematian morfologik sel 0@atim! 19A'1. E. Be)era"a Terat gen Dan Pengaruhn(a Terha*a" Perkem)angan 1. 2halidomido! substansi ini terdapat pada berbagai obat penenang. 2oksisitas %at ini positif bagi embrio yang baru berkembang. $osis teratogenik adalah 1A mg;kg berat badan dan dalam pemakaian ) hari berturut-turut. *asa paling kritis yang berpengaruh adalah pada umur kehamilan )#-#0 hari atau pada saat usia embrio '1-)E hari. +engaruhnya adalah anomali anggotaanggota badan! kecacatan daun telinga! kelainan jantung! kelainan sistem digesti dan sistem urogenitalia. +engaruh terhadap perkembangan mental tidak begitu nyata. '. (erbagai Hormon! salah satunya female masculini%ation. ). +emakaian 2olbutamide! akan mengakibatkan infertilitas atau tidak terjadinya kehamilan! selain itu juga dapat menyebabkan keguguran embrio. adalah hormon testosteron yang

pengaruhnya pada perkembangan embrio perempuan adalah terjadinya

4. +emakaian Acetyl 4alicylic Acid! pada awal kehamilan akan menyebabkan terjadinya cacat kelahiran! berupa tidak sempurnanya pembentukan rangka dan alat badan. #. +enggunaan +henillalanine dan 3yclohe?ylamine! akan menyebabkan kecacatan mental pada fetus yang dikandung ibu yang bersangkutan 03iptono! '0101

BAB III !ESIMPULAN


2eratogenesis merupakan proses yang menyebabkan terjadinya berbagai bentuk kelainan perkembangan embrio selama periode embrional yang disebabkan oleh faktor-faktor khemo-eksternal sehingga menyebabkan terjadinya cacat kelahiran. 3acat kelahiran dapat disebabkan karena tiga faktor! antara lain adalah! cacat kelahiran yang disebabkan oleh sebab-sebab genetik! cacat kelahiran sebagai akibat dari munculnya banyak faktor genetik secara spontan dan faktor lingkungan tertentu! dan cacat kelahiran yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan semata. 3acat terjadi karena beberapa sebab! antara lain adalah gangguan pertumbuhan kuncup suatu alat 0agenesis1! pertumbuhan terhenti di tengah jalan! kelebihan pertumbuhan! dan salah arah differensiasi. 2eratogen bekerja dengan cara spesifik pada sel-sel dan jaringan ringan yang sedang berkembang untuk memulai patogenesis yang abnormal. *anifestasi perkembangan abnormal adalah kematian! malformasi! keterlambatan perkembangan! dan gangguan fungsi. (eberapa substansi

yang memiliki sifat teratogen antara lain adalah thalidomido! berbagai hormon! pemakaian tolbutamide! pemakaian acetyl salicylic acid! dan penggunaan phenillalanine dan cyclohe?ylamine.

DA'TAR PUSTA!A
3iptono. '010. Reproduksi Dan Embriologi Hewan. @ogyakarta . F,C +ress. Harris! 3. 7. 199'. Zoology. Cew @ork . Harper 3ollins +ublishers ,nc. 7u! B. 3. 199#. Toksikologi Dasar: Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Resiko . :akarta . F, +ress. +oernomo! (. +. 1999. The Tera ology Highligh . +ost 5raduate +rogramme Airlangga Fni/ersity. @atim! ildan. 1994. Reproduksi dan Embryologi. (andung . +enerbit 2arsito.