Anda di halaman 1dari 2

?

suatu reaksi kesetimbangan merupakan reaksi yang dapat balik, seperti pencampuran antara gas H2, I2 dan HI dalam wadah tertutup. Persamaan reaksinya H2(g) + I2(g) 2HI(g) kita tidak dapat menentukan mana yang bertindak sebagai pereaksi dan produk dan kemana arah reaksi itu berlangsung. Untuk itu kita perlu mengetahui tetapan kesetimbanganya, jika diketahui tetapan

kesetimbangannya adalah 10 maka arah kesetimbangannya kearah kanan dan jika tetapan kesetimbangnya 0,1 maka kesetimbangan akan bergerak kearah kiri. Mengapa demikian ? 2.5.3 Tetapan Kesetimbangan dan Energi Bebas G merupakan fungsi keadaan yang akan menentukan jumlah maksimum energi untuk melakukan usaha dari suatu sistem dari suatu keadaan ke keadaan lain. Dalam suatu keadaan harga G akan sama dengan nol saat sistem berada dalam keadaan kesetimbangan yang menunjukkan bahwa sistem tidak dapat lagi melakukan usaha berarti peraksi dan hasil reaksi punya energi bebas yang sama. bagaimana jika harga G lebih dari nol hal ini yang hasil reaksi memiliki harga yang sama dengan enrgi bebas harga G = 0, karena Apabila energi
bebas diterapkan dalam sistem kimia, akan mengandung makna sebagai berikut. a) ketika G < 0 maka letak kesetimbangan kearah hasil reaksi. b) ketika G = 0 maka letak kesetimbangan berada diantara pereaksi dan hasil reaksi. c) ketika G > 0 letak kesetimbangan ke arah pereaksi. Mengapa demikian ?

Perhatikan Jika Ion besi (III) (Fe3+) berwarna kuning jingga bereaksi dengan ion tiosianat (SCN-) tidak berwarna membentuk ion tiosianobesi (III) yang berwarna merah darah menurut reaksi kesetimbangan berikut : Fe3+ (aq + SCN-(aq) FeSCN2+(aq) merah darah

Kuning-jingga

tidak berwarna

Ketika ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+) maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan dan warna larutan bertambah merah. Mengapa demikian ? Reaksi kesetimbangan banyak diterapkan dalam proses industri kimia seperti industri asam sulfat dan amonia. Amoniak, merupakan bahan penting dalam produksi berbagai senyawa, antara lain : pupuk urea, asam nitrat, amonium sulfat, dll. Reaksi Dasar Amoniak pada 25C dan Kp = 6,2 x 105: N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92 kJ

Fritz Haber dan Carl Bosch, melakukan penelitian dengan dasar reaksi tersebut untuk untuk memperoleh produksi amonia yang lebih banyak kita harus membuat reaksi bergeser kearah

produk. kita memerlukan suhu yang rendah, tekanan yang tinggi dan penambahan katalis. Mengapa demikian ? Untuk menghasilkan amoniak yang banyak diperlukan peningkatan tekanan yang dapat menyebabkan campuran reaksi bervolume kecil sehingga menghasilkan amonia lebih besar. Reaksi ke kanan bersifat eksoterm. Reaksi eksoterm lebih baik terjadi jika suhu diturunkan, sehingga reaksi bergeser ke kanan menghasilkan amonia makin besar sesuai dengan prinsip Le Chatelier. Jadi kondisi optimum untuk produksi NH3 adalah tekanan tinggi dan suhu rendah. Tetapi, keadaan optimum ini tidak mengatasi masalah laju reaksi. Sekalipun produksi kesetimbangan NH3 lebih baik terjadi pada suhu rendah, namun laju

pembentukannya sangat lambat, oleh karena itu diperlukan penambahan katalis walaupun tidak mempengaruhi kesetimbangan, namun katalis dapat mempercepat reaksi.