Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM TEKNIK BIOPROSES

IDENTITAS PRAKTIKAN Nama NIM Kelompok I. NAMA PERCOBAAN II. TUJUAN PERCOBAAN 1. 2. 3. : Nyimas Ulfatry Utami : 03111403021 : Lima (5) : VIRGIN COCONUT OIL (VCO) :

Dapat mengetahui cara pembuatan VCO dan dipasarkan secara komersil, Dapat mengetahui manfaat enzim dalam pembuatan VCO, dan Dapat mengetahui multifungsi dari VCO.

III.DASAR TEORI Buah kelapa berbentuk bulat panjang dengan ukuran kurang lebih sebesar kepala manusia. Buah terdiri dari sabut, tempurung, daging buah dan air buah. Santan kelapa dapat dijadikan bahan pengganti susu atau minyak. Selain itu, dari daging kelapa dapat diisolasi komponen rafinosa, sukrosa, fruktosa, galaktosa dan glukosa. Minyak kelapa berdasarkan kandungan asam lemak digolongkan ke dalam minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Berdasarkan tingkat

ketidakjenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan Iod (Iodine value), maka minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan non drying oils, karena bilangan Iod minyak tersebut berkisar antara 7,5-10,5. Warna coklat pada minyak yang mengandung protein dan karbohidrat bukan disebabkan oleh zat warna alamiah, tetapi oleh reaksi browning. Warna ini merupakan hasil reaksi dari senyawa karbonil (berasal dari pemecahan peroksida) dengan asam amino dari protein, dan terjadi terutama pada suhu tinggi. Warna pada minyak kelapa disebabkan oleh warna dan kotoran-kotoran lainnya. Zat warna alamiah yang terdapat pada minyak kelapa adalah karoten yang merupakan hidrokarbon tidak jenuh dan tidak stabil pada suhu tinggi.

Ciri-ciri minyak yang mempunyai kualitas yang bagus : a. b. c. d. e. Dibuat dari kelapa segar, bukan dari kelapa kering atau kopra Dibuat dari kelapa yang bukan dari jenis hibrida Diolah tanpa bahan-bahan kimia Dibuat dengan suhu rendah (di bawah 60oC) Tidak melalui proses hidrogenisasi Minyak terdiri dari asam lemak dimana asam lemak ini terbagi menjadi dua golongan, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Faktor utama yang membedakan keduanya adalah ikatan kimianya. Asam lemak jenuh menunjukkan ikatan kimia yang lebih stabil dibandingkan dengan asam lemak tak jenuh berdasarkan jumlah atom yang terikat. Keadaan struktur kimia yang stabil inilah yang menyebabkan asam lemak jenuh sukar dioksidasi dibandingkan asam lemak tak jenuh. Minyak kelapa dapat dibuat dengan banyak metode atau gabungan dari semua metode yang ada. Metode-metode tersebut antara lain : 1. Metode Basah Metode ini adalah metode yang paling sederhana dan tidak lagi digunakan untuk tujuan komersil. Kelapa dipilih yang tua, daging buah dipisahkan dari tempurung, diparut, diperas hingga menjadi santan. Santan didiamkan dan diambil bagian kentalnya kemudian digoreng dengan api kecil untuk menguapkan airnya. Kemudian bagian padat dan cair dipisahkan dengan cara disaring. 2. Metode Fermentasi Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional, rendemen minyak yang diperoleh sekitar 15-17 %, sedangkan dengan cara fermentasi rendemen yang diperoleh sekitar 22-24 %. Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat menghemat bahan bakar, dan menghasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas yang memenuhi standar mutu minyak Indonesia. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa keberhasilan pembuatan minyak dengan metoda ini sangat

dipengaruhi oleh jenis substrat, jenis ragi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp. 3. Metode Pancingan Tahapan metode ini sama dengan metode sebelumnya, tetapi santan yang dihasilkan dituangkan dalam bejana transparan yang memiliki kran di bawahnya. Setelah satu jam santan didiamkan, terbentuk dua lapisan (bagian kental putih berada pada lapisan atas dan air pada lapisan bawah). Air kemudian dipisahkan dengan bagian yang kentalnya tersebut dengan cara membuka kran. Bagian yang kental kemudian ditambahkan minyak virgin dalam jumlah perbandingan 2:1. Kemudian diaduk sampai merata dan homogen dengan mikser roti. Campuran ini kemudian didiamkan dalam wadah transparan sampai terpisah menjadi 3 atau 4 bagian. Tunggu sampai semua butir-butir emulsi memecah dan memisah. Bagian padat yang berupa bubur putih dan masih banyak mengandung minyak inilah yang kemudian dipanaskan hingga menghasilkan minyak dengan kualitas yang baik. 4. Metode Penambahan Enzim Dibuat dengan menggerus dengan sejenis ketam sawah dan diambil airnya. Bagian kental dari santan kelapa ditambahkan dengan cairan perasan ketam (enzim) dan diaduk hingga merata. Kemudian didinginkan selama tiga jam hingga menghasilkan lapisan minyak dan lapisan padat tipis lainnya. 5. Metode Dingin dan Segar Kelapa didiamkan selama 2 minggu sampai 1 bulan agar terbentuk enzim pembentuk minyak dan nantinya memisahkan minyak dari bagian kasar dan padat. Setelah didiamkan, kelapa diparut dan diperas tanpa tambahan air terlebih dahulu. Hasil perasan didiamkan selama 3-5 jam sehingga terbentuk lapisan minyak. 6. Metode Kering Dilakukan dengan cara penyaringan atau pemisahan minyak dari bungkil (penyaringan sentrifugal). Minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori utama, yakni RBD (Refined, Bleached, and Deodorised) dan Virgin. Pembagian ini didasarkan pada proses pembuatannya. RBD terbuat dari kopra atau daging kelapa kering

sedangkan Virgin terbuat dari daging kelapa segar yang dikenal dengan sebutan Virgin Coconut Oil. Minyak kelapa murni (virgin coconut oil) merupakan minyak kelapa dengan kualitas tinggi karena tidak mengandung kolesterol, kadar air dan asam lemak bebas kecil, serta kandungan asam laurat cukup tinggi (sekitar 53%). Asam laurat adalah asam lemak jenuh rantai sedang, apabila dikonsumsi oleh tubuh akan segera terbakar sehingga menghasilkan energi dan dapat menciptakan kenetralan terhadap kolesterol. Bentuk ubahan asam lemak dalam tubuh yang berupa monolaurin mempunyai sifat anti virus, anti bakteri dan anti jamur. Oleh karena itu minyak kelapa murni sangat bermanfaat bagi kesehatan dan keelokan tubuh. Penyakit kanker, aids, jantung, diabetes, dan obesitas dapat diatasi dengan menkonsumsi minyak kelapa murni. Sehubungan dengan manfaat yang sangat banyak, minyak kelapa murni dapat digunakan dalam industri farmasi, kosmetika, susu formula, dan minyak goreng berkualitas tinggi. Sementara ini di Indonesia, minyak kelapa murni telah dimanfaatkan dalam pembuatan sampo, deterjen, minyak gosok, minyak telon dll. VCO adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. Dibandingkan dengan minyak kelapa yang diolah secara tradisional, VCO memiliki keunggulan, yaitu kadar air dan asam lemak bebas rendah, tidak berwarna (bening), beraroma harum, dan daya simpan lebih lama. Dalam perkembangannya VCO telah dimanfaatkan sebagai bahan baku farmasi, kosmetik, dan pangan.Saat ini telah berkembang pengolahan VCO tanpa pemanasan dengan menggunakan minyak pancing sebagai starter. Dengan cara ini harus disediakan dahulu minyak pancing. Petani yang baru pertama kali mengolah VCO biasanya sulit memperoleh minyak pancing. Oleh karena itu, perlu dicari cara lain yang lebih mudah untuk memecahkan emulsi santan/krim melalui proses fermentasi tanpa menggunakan minyak pancing. Ragi tape yang biasanya digunakan dalam pembuatan tape, berpeluang digunakan dalam pengolahan VCO karena ragi tape mengandung mikroflora

seperti khamir yang dapat menghasilkan lipase untuk memecah emulsi santan. Dengan demikian, selama proses fermentasi akan terjadi pemutusan ikatan kimia. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari teknik pembuatan VCO dengan menggunakan ragi tape. Manfaat dari VCO diantaranya adalah meningkatkan daya tahan terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Manfaat tersebut ditimbulkan dari peningkatan metabolisme dari penembahan energi yang dihasilkan, sehingga mengakibatkan sel-sel dalam tubuh bekerja lebih efisien. Mereka membentuk selsel baru serta mengganti sel-sel yang rusak dengan lebih cepat. VCO di dalam tubuh menghasilkan energi saja tidak seperti minyak sayur yang berakhir di dalam tubuh sebagai energi, kolesterol, dan lemak VCO merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa tua segar sebagai bahan baku dan diproses tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat. Diproses dengan meniru cara alam sehingga tidak merusak kandungan essensial dari lemak kelapa. Proses yang tidak melibatkan pemanasan bukan hanya menghasilkan lemak lemak rantai sedang tetapi juga dapat menjamin keberadaan vitamin E dan enzimenzim yang terkandung dalam buah kelapa. VCO bersifat natural, tanpa bahan pengawet, warna minyak sejernih air, beraroma khas kelapa dan telah diujilabkan dan bisa dikonsumsi langsung atau dioleskan. Komposisi kimia dari VCO adalah: a. Asam laurat b. Asam miristat c. Asam palmitat d. Asam kapriat e. Asam oleat f. Asam stearat g. Asam linoleat h. Kadar air i. Asam lemak bebas j. Bilangan Iod 6,82 Iod/100g

VCO merupakan jenis minyak yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini didasarkan pada penelitian bahwa VCO tidak menimbulkan gangguan pada tubuh manusia. Khasiat yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsi VCO adalah: a. Mengurangi resiko atherosclerosis (sakit jantung) b. Menghancurkan virus hepatitis C, HIV, dan herpes. c. Meningkatkan fungsi kekebalan d. Meningkatkan stamina tubuh e. Membantu mengendalikan diabetes f. Melancarkan pencernaan dan penyerapan nutrisi

g. Membantu penyembuhan kanker kelenjar prostate h. Menyuburkan rambut i. j. Mengatasi gejala kelelahan kronis Mencegah osteoporosis

k. Mencegah penuaan dini l. Mencegah kegemukan

m. Mengatasi gangguan liver n. Sebagai antioksidan Proses penjernihan dilakukan untuk memperoleh VCO dengan kualitas yang lebih bauk. Penjernihan dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu diantaranya adalah dengan cara penyaringan biasa. Yaitu dengan cara menyaring dengan menggunakan kertas saring sehingga nantinya akan diperoleh minyak yang lebih jernih. Sebelum disaring sebaiknya minyak didiamkan terlebih dahulu dengan maksud untuk pengendapan. Dengan pengendapan terlebih dahulu, penyaringan bisa lebih cepat dan mudah. Karena partikel yang lebih besar sudah dapat dipisahkan. Yang tidak bisa dipisahkan dengan pengendapan baru dilakukan penyaringan. Pengendapan juga dimaksudkan untuk memisahkan air dan minyak. Penyaringan juga dapat dilakukan sampai beberapa tingkat, tergantung tingkat kejernihan yang diinginkan. Kertas saring, kapas, kain atau kasa baja stainless

steel dan sebagainya dapat digunakan. Tentunya bahan saringan harus bersih dan sehat. VCO akan lebih awet apabila kadar air yang dikandungnya makin rendah. Kandungan air dikurangi yaitu pada saat penyaringan, air diserap lebih dahulu oleh kertas saring kemudian diuapkan.Untuk mengetes kadar air memang sulit kalau tanpa alat. Cara yang sederhana ialah dengan memanaskan minyak sampai mendidih, apabila minyak tidak meletik tandanya minyak bebas air. Sebaliknya minyak yang belum disaring apabila dipanaskan sampai titik didih maka akan meletik dan meletup yang menandakan bahwa kadar airnya masih tinggi. Secara sederhana ada dua cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni, proses tersebut adalah proses panas dan dingin. Secara tradisional, masyarakat membuat minyak kelapa dari santan yang dipanaskan. Hasilnya adalah ampas kelapa, blendo atau blondo, dan minyak goreng. Kalau pemanasan santan ini dilakukan secara terbatas dengan suhu 60-80oC, hasil minyaknya akan berwarna kuning tua atau kecokelatan. Ini merupakan minyak goreng biasa yang tidak bisa dikategorikan sebagai minyak kelapa murni. Adapun proses dingin itu dengan cara fermentasi. Caranya, parutan kelapa diberi ragi air ketam sawah (yuyu) sebagai biang atau starter. Pada proses selanjutnya, biang ini bisa menggunakan adonan yang telah terfermentasi atau minyak kelapa murni hasil fermentasi yang sudah jadi. Adonan yang telah diberi biang disimpan selama semalam agar terjadi proses fermentasi. Paginya, adonan yang telah lunak dijemur antara dua hingga tiga hari penuh. VCO yang benarbenar bermutu tinggi dihasilkan dari proses fermentasi dengan enzim poligalakturonase, alfa amylase, protease, atau pektinase. Selain penggunaan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan bantuan Saccharomyces cereviseae. VCO ini juga dapat diolah dengan teknologi pengepresan semi basah yang merupakan alternatif teknologi tepat guna yang dapat diterapkan dalam skala kecil. Peralatan utamanya mesin parut, pengering, jack press, pencuci, pemanas vacuum dan filter press. Keunggulan teknologi pengepresan semi basah : a. Semua peralatan dapat dibuat di dalam negeri

b. Minyak yang dihasilkan tidak mengalami pemurnian secara kimiawi, termasuk kategori minyak bumi. c. Minyak yang dihasilkan dapat digunakan untuk terapi kesehatan, kosmetik, dan aroma terapi. d. Bungkilnya dapat dijadikan kelapa parut kering berlemak rendah sebagai bahan baku kue atau pakan. Menurut standar internasional, kandungan asam laurat di minyak kelapa murni ini minimal 25%. Kalau kandungannya kurang dari 25%, minyak ini relatif tak berkhasiat. Makin banyak orang yang tau akan tingginya manfaat minyak kelapa murni atau VCO bagi kesehatan. Alhasil, berjualan ini pun makin

menguntungkan. Inilah produk yang tengah menjulang di pasaran. Sempat tenggelam oleh berita buah merah yang diyakini punya kandungan vitamin dan antioksidan sangat tinggi, lambat laun khasiat minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) kembali menjadi buah bibir. Asam Lemak Rantai Sedang (MCFA) berfungsi meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga dapat menambah energi dan dapat mengontrol berat badan. Penelitian sejak tahun 1982 telah menghasilkan produk VCO yang telah dibuktikan secara ilmiah bahwa asam laurat dapat menanggulangi penyakit Diabetes, Kolesterol, Hepatitis C, Jantung Koroner, Prostat, Osteoporosis, Maag, Ambeien luar dan dalam, Penuaan dini, dan lain-lain. Asam laurat atau asam dodekanoat adalah asam lemak jenuh berantai sedang (Ing. middle-chained fatty acid, MCFA) yang tersusun dari 12 atom C. Sumber utama asam lemak ini adalah minyak kelapa, yang dapat mengandung 50% asam laurat, serta minyak biji sawit (palm kernel oil). Sumber lain adalah susu sapi. Asam laurat memiliki titik lebur 44C dan titik didih 225C sehingga pada suhu ruang berwujud padatan berwarna putih, dan mudah mencair jika dipanaskan. Rumus kimia: CH3(CH2)10COOH, berat molekul 200,3 g.mol-1. Asam ini larut dalam pelarut polar, misalnya air, juga larut dalam lemak karena gugus hidrokarbon (metil) di satu ujung dan gugus karboksil di ujung lain. Perilaku ini

dimanfaatkan oleh industri pencuci, misalnya pada sampo. Natrium laurilsulfat adalah turunan yang paling sering dipakai dalam industri sabun dan sampo. Minyak kelapa, berdasarkan kandungan asam lemaknya digolongkan minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya.

Diagram alir Pembuatan minyak murni asal kelapa/ Virgin Coconut Oil (VCO) Teknologi Pengepresan semi basah

Daging Kelapa Segar

Pemarutan

Kelapa Parut

Pengeringan Kelapa Parut Kering

Minyak Kelapa Pencucian

Bungkil Kelapa

Pemanasan Vakum Penyaringan Virgin Coconut Oil

IV. Alat dan bahan a. Alat b. Bahan Enzim papain/bromelin Santan 200 ml Beker gelas / erlemeyer Inkubator Pengaduk

V. Prosedur percobaan Buat larutan enzim (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) dan masukkan ke dalam santan sambil diaduk secara perlahan. Kemudian diamkan dan masukkan ke dalam incubator selama 24 jam 36 jam sehingga santan mengeluarkan minyaknya. Amati perubahan yang terjadi.

VI. Hasil Pengamatan Pada prercobaan VCO ini, santan kelapa diambil sebanyak 600 ml, kemudian santan dimasukkan ke dalam 3 buah erlenmeyer sebanyak 200 ml santan tiap erlenmeyernya. Selanjutnya ditambahkan enzim papain 15 gr, 1 sendok makan getah pepaya segar, dan 2 sendok makan jeruk nipis. Setelah proses pencampuran dilakukan dan larutan tercampur homogen, tutup erlenmeyer dengan gabus kecil dan masukkan ke dalam incubator untuk proses inkubasi selama 24 jam. Setelah 24 jam, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel Hasil Pengamatan Pembuatan VCO Konsentrasi Enzim 15 gr Enzim papain Sebelum Pencampuran Terdapat Endapan Sesudah Pencampuran Terbentuk 2 lapisan: 1) Blondo (padatan berwarna putih) 2) Air berwarna putih keruh Terbentuk 3 lapisan : Terdapat Endapan 1) Minyak lebih banyak berwarna bening 2) Blondo (padatan berwarna putih) 3) Air berwarna putih keruh Terbentuk 3 lapisan : Terdapat Endapan 1) Minyak banyak berwarna bening 2) Blondo (padatan berwarna putih) 3) Air berwarna putih keruh

1 Sendok Makan Getah Pepaya Segar

2 Sendok Makan Jeruk Nipis

Gambar 1. VCO sebelum di incubator

Gambar 2. VCO setelah di incubator

VII.Pembahasan Pada praktikum pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) ini dipakai bahan utama berupa santan kelapa. Santan kelapa yang digunakan harus berasal dari kelapa yang segar dan tidak ditambah dengan air, karena akan mempengaruhi dalam proses pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) itu sendiri. Santan kelapa yang kami gunakan sebanyak 600 ml yang dimasukkan ke dalam 3 erlemeyer dan tiap erlemeyernya berisikan 200 ml santan kelapa. Dalam pembuatan VCO ini, kami menggunakan enzim papain, getah pepaya segar, dan perasan air jeruk nipis sebagai bahan pembuatan untuk menghasilkan VCO. Penambahan enzim papain yang kami gunakan sebanyak 15 gr, 1 sendok makan getah pepaya segar, dan 2 sendok makan air jeruk nipis. Pada pembuatan VCO ini, dilakukan dalam kondisi yang steril sehingga alatalat yang digunakan dimasukkan ke dalam alat autoclave selama 15 menit supaya alatalat yang kami gunakan steril untuk menghasilkan VCO yang diinginkan. Setelah alatalat tersebut steril, kami baru memasukan bahan utama yaitu santan kelapa kedalam erlenmeyer dengan tambahan enzim papain dan air jeruk nipis. Sebelum dilakukan penambahan enzim papain, santan berwarna putih keruh. Pada saat penambahan enzim papain dengan berat 15 gr, perlahan-lahan terjadi endapan. Selanjutnya, pada penamabahan 1 sendok makan getah pepaya segar, menghasilkan endapan, dan pada penambahan perasan air jeruk nipis sebanyak 2 sendok makan, menghasilkan lapisan endapan juga. Setelah santan dan enzim dicampur rata lalu campuran tersebut ditutup dengan gabus dan diinkubasi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi dari lingkungan luar sehingga enzim dapat bekerja dan minyak yang dihasilkan masih steril. Selain itu, inkubasi dilakukan pada suhu 40oC karena enzim akan bekerja secara lebih optimal pada suhu ini. Untuk mendapatkan kandungan VCO dilakukan proses inkubasi selama 24 jam dalam inkubator, di sini diharapkan enzim papain, getah pepaya segar, dan air jeruk nipis dapat memecah ikatan peptida menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dari proses pemecahan ikatan tersebut akan diperoleh kandungan minyak kelapa

murni yang dikenal dengan istilah Virgin Coconut Oil (VCO). Setelah 24 jam, dihasilkan sejumlah minyak dan endapan (blondo). Pencampuran antara santan, enzim papain, getah pepaya segar, dan perasan air jeruk nipis dilakukan agar enzim papain ,getah pepaya, dan air jeruk nipis yang diberikan merata di seluruh bagian santan sehingga proses ekstraksi oleh enzim dapat berlangsung lebih baik. Adanya 3 lapisan yang terbentuk dalam VCO ini karena adanya reaksi antara santan dan getah pepaya segar ataupun air jeruk nipis sedangkan pada enzim papain hanya 2 lapisan. Pada lapisan paling bawah, terdapat air yang mempunyai densitas yang paling berat. Air ini berasal dari santan yang masih terkandung air. Kemudian pada lapisan tengah terdapatlah lapisan putih keruh. Di bangian atas terdapat blondo atau padatan. blondo yang merupakan pengotor dalam bentuk campuran zat padat dan ada sedikit kandungan VCO. Padahal endapan ini memiliki massa yang paling berat. Namun karena ketidakmampuannya menembus pori-pori VCO yang terbentuk, maka endapan ini terdapat pada lapisan atas. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara dalam pembuatan VCO. Setelah percobaan selesai dilakukan, terlihat bahwa VCO terbentuk pada campuran santan kelapa dengan getah pepaya segar ataupun air jeruk nipis sedangkan pada enzim papain tidak terbentuk VCO kemungkinan dikarenakan konsentrasi enzim papain yang digunakan sedikit.

VIII. Kesimpulan dan Saran 8.1 Kesimpulan 1. VCO merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa tua segar sebagai bahan baku dan diproses tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat. 2. VCO diproses dengan meniru cara alam sehingga tidak merusak kandungan essensial dari lemak kelapa. 3. Enzim papain berfungsi untuk mempercepat terbentuknya VCO. 4. Semakin besar konsentrasi enzim papain atau semakin banyak enzim papain yang digunakan maka VCO yang terbentuk akan semakin banyak. 5. VCO ini juga dapat dioleh dengan teknologi pengepresan semi basah yang merupakan alternatif teknologi.

8.2 Saran 1. Sebaiknya enzim papain yang digunakan berkonsentrasi tinggi sehingga VCO yang dihasilkan banyak. 2. Sebaiknya santan kelapa diambil dari buah kelapa tua yang segar. 3. Alat-alat yang digunakan untuk membuat VCO, sebaiknya disterilkan dulu pada alat auto clave.

DAFTAR PUSTAKA

Collins,C.H dan Lyne,M.P.1985. Microbiological Methods. Edisi 5. British: Butterworths Prawirahartono, S. 1991. Pelajaran SMA Biologi. Jakarta : Erlangga Syamsuri, Istamar, dkk.2003. Biologi 2000. Jakarta : Erlangga Volk dan Wheeler .1993. Mikrobiologi Dasar I. Jakarta: Erlangga

LAMPIRAN Gambar Alat

250
SCHOTT

200 150 100 50

Beker Gelas

Sendok Makan

Erlenmeyer

Incubator Spatula

Tugas Khusus Praktikum Bioproses Jelaskan kandungan VCO berdasarkan manfaatnya (berdasarkan laporan sementara)? Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan minyak dari kelapa yang diperoleh melalui proses yang tidak melibatkan pemanasan tinggi serta tanpa penambahan bahan kimia. VCO telah dikenal secara luas, mempunyai banyak manfaat baik untuk kesehatan, kebugaran, kecantikan dan sebagainya. Pembuatan VCO yang tidak melibatkan pemanasan tinggi menjadikan kandungan yang ada di dalam minyak VCO masih tetap utuh (tidak ada yang hilang selama pemrosesan). Oleh karena itu, VCO yang berkualitas mengandung banyak manfaat karena senyawa-senyawa penyusunnya masih utuh. Munculnya VCO yang kaya akan manfaat ini mendorong munculnya banyak produsen yang memproduksi dan menjualnya dengan berbagai merk. Cara pengolahannya pun beragam, oleh karena itu kualitas minyak yang dihasilkan juga berbeda. Sebagai konsumen sebaiknya jeli dalam memilih VCO yang akan digunakan. Berikut adalah tips memilih VCO yang berkualitas sehingga bisa memberikan khasiat yang optimal : a) Pilihlah VCO yang jernih, tidak berwarna dan tidak keruh. Semakin jernih semakin baik, itu tandanya proses pembuatan VCO tidak menggunakan pemanasan tinggi. b) Pilihlah VCO yang dikemas dalam botol dan tidak tembus cahaya, dan hindarkan dari kontak angsung dengan matahari karena dengan demikian akan memperpanjang waktu penyimpanannya. c) Jangan memakai VCO yang sudah tengik. Ketengikan menunjukkan bahwa VCO sudah rusak, asan-asam emak yang ada di dalamnya sudah teroksidasi sehingga sudah tidak utuh lagi. Menurut standar mutu Asian Pacific Coconut Community (APCC), VCO yang berkualitas mengandung asam lemak sebagai berikut : a) Asam kaproat (0,4 0,6%) b) Asam kaprilat (5 10%) c) Asam kaprat (4,5 8%)

d) Asam laurat (43 3%) e) Asam miristat (16 21%) f) Asam palmitat (7,5 10%) g) Asam stearat (2 4%) h) Asam oleat (5 10%) i) Asam linoleat (1 2,5%) j) Asam linolenat (< 0,5%) VCO yang berkualitas mempunyai berbagai macam manfaat antara lain sebagai berikut : a) Asam laurat pada VCO di dalam tubuh diubah menjadi monolaurin, sebuah senyawa monogliserida yang ampuh mengatasi infeksi virus, bakteri dan protozoa. b) Minyak VCO mampu berperan sebagai antivirus, antibakteri, antijamur, anti protozoa. Hal tersebut dikarenakan kandungan asam laurat, asam kaprilat, dan asam kaprat didalamnya. c) Kandungan asam kaprat pada VCO dalam tubuh diubah menjadi senyawa yang telah terbukti sangat efektif menghambat penyebaran virus HIV-AIDS. VCO bermanfaat untuk menurunkan dan mengobati penyakit jantung koroner. Pada penderita penyakit itu, pembuluh darah koroner menyempit karena ada tumpukan lemak. Hal itu adalah proses yang wajar seiring pertambahan usia. Dengan mengkonsumsi VCO secara rutin dapat melarutkan endapan kolestrol dalam pembuluh darah, sehingga peredaran darah lancar. d) Kandungan asam dalam minyak VCO mampu melarutkan membran virus yang berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus. Oleh karena itu ia dapat berperan untuk mengurangi dan mengobati beberapa penyakit yang disebabkan oleh mikroba seperti HIV, hepatitis C, herpes, influenza, cytomegalovirus, Strepcocous sp., Stapilococus sp., gram positive, gram negative, helicobacterpylory, dan candida. e) Sementara itu, asam kaprilat yang terdapat pada Virgin Coconut Oil sangat potensial untuk mematikan jamur (candida) penyebab keputihan.

f) Minyak VCO tersusun atas lemak-lemak rantai sedang (MCFA) yang mudah dicerna oleh tubuh sehingga tidak menimbulkan timbunan lemak pada tubuh, dsb. 1. Asam Lemak Jenuh Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Contoh : asam laurat Asam lemak jenuh dalam minyak kelapa terutama adalah asam laurat, sekitar >50%. Dalam tubuh asam laurat diubah menajdi monolaurin yang mengandung antiobiotik alami sehingga mampu membunuh berbagai jenis kkuman, virus, mikroorganisme dengan cara merusak membran yang

membungkus sel yang terdiri dari asam lemak. Selain itu kandungan asam dilarutannya setara dengan kandungan dalam air susu ibu (ASI). Lemak jenuh atau sering disebut lemak jahat - yang berusaha dihindari oleh orang Amerika - bukanlah penyebab penyakit moderen kita. Sesungguhnya, mereka memainkan peranan penting dalam fungsi kimiawi tubuh : a) Asam lemak jenuh memenuhi sedikitnya 50 persen membran sel. Mereka memberikan sel-sel kita integritas dan kekentalan yang diperlukan. b) Mereka memainkan peranan penting terhadap kesehatan tulang. Agar kalsium dapat bersatu dengan struktur tulang kerangka secara efektif, sedikitnya 50 persen lemak makanan seharusnya mengandung lemak jenuh. c) Mereka menurunkan Lp (a), substansi dalam darah yang mengindikasi kecenderungan penyakit jantung. d) Mereka melindungi hati dari alkohol dan racun lainnya, seperti Tylenol. e) Mereka meningkatkan sistem kekebalan tubuh. f) Mereka diperlukan untuk penggunaan asam lemak penting dalam jumlah tepat. Asam lemak omega-3 bertahan lebih lama di dalam jaringan ketika makanan yang masuk kaya akan lemak jenuh. g) Asam 18-carbon stearic dan asam 16-carbon palmitic adalah jenis asam lemak jenuh yang baik bagi jantung, itulah mengapa di sekitar otot jantung kaya akan lemak jenuh. Jantung mengambil cadangan lemak ini saat mengalami depresi.

Asam lemak jenuh dengan rantai pendek dan medium merupakan antimikroba penting. Mereka melindungi kita agar mikroorganisme berbahaya tidak masuk ke dalam pencernaan. 2. Asam Lemak Tidak Jenuh Asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak. Berikut jenis dan sumber lemak tak jenuh : 2.1 Lemak tidak jenuh tunggal Terdapat pada olive oil, alpukat, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang mete, almond, kemiri dan biji-bijian, buah-buahan seperti alpukat dan zaitun. Contoh : asam oleat dll. 2.2 Lemak tidak jenuh ganda Terdapat pada kedelai, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, chestnut, kenari, biji-bijian seperti wijen dan biji bunga matahari. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari kenari, ikan laut dalam seperti salmon, makarel. Contoh : asam linoleat dan lainnya. Lemak tak jenuh ganda tinggi kandungan asam lemak a linoleat (omega 6) dan yang kedua adalah lemak tak jenuh ganda tinggi kandungan asam lemak a linolenat (omega 3). Omega 6 dan omega 3 dibutuhkan untuk pertumbuhan dan

mempertahankan struktur membran sel serta memproduksi zat kimia perantara yang bertugas mengatur fungsi tubuh seperti proses pembekuan darah (sehingga mengurangi risiko terkena serangan jantung), pengaturan tekanan darah dan sistem kekebalan tubuh. Secara umum, omega 6 membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Ikan laut (mackarel, salem, sarden), minyak kedelai, biji labu, walnut dan ubi kaya dengan omega 3, sementara minyak nabati seperti minyak jagung (corn oil), minyak bunga matahari (sunflower oil), minyak kedelai dan wijen kaya dengan omega 6.

Lemak tidak jenuh tunggal terdapat di dalam minyak zaitun dan avocado. Lemak tidak jenuh ganda dari tumbuh-tumbuhan terdapat di dalam minyak bunga matahari dan minyak kedelai, sementara yang dari hewan terdapat di dalam minyak ikan. Lemak jenuh, tidak jenuh tunggal, tidak jenuh ganda, dan lemak trans. Berdasarkan fungsinya didalam tubuh, lemak terbagi menjadi lemak struktural yang membentuk dinding sel, timbunan lemak sebagai cadangan tenaga, hormon steroid, dan lemak esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia. Secara garis besar, lemak terdapat dua bentuk, yaitu lemak padat yang berasal dari hewan dan lemak cair (minyak) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi, minyak tumbuh-tumbuhan dapat diolah menjadi lemak padat melalui proses hidrogenasi dan dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan. Lemak jenuh biasanya disebut juga lemak jahat, karena kelebihan lemak bisa mengakibatkan tubuh gemuk, selain itu kalau lemak ini menumpuk di pembuluh darah bisa mengakibatkan hipertensi dan stroke atau jantung koroner. Lemak jahat terdapat pada daging hewan, mentega, krim, dan minyak kelapa. Sedangkan lemak tak jenuh, ini bisa menurunkan kadar kolesterol. Ada dua macam lemak tak jenuh: lemak tak jenuh tunggal yang berasal dari tumbuhan dan lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh ganda tergolong baik berkat adanya kandungan asam lemak esensial seperti asam lemak omega 3 dan omega 6 yang baik untuk kesehatan jantung, kulit, saraf dan mampu meningkatkan antibodi, lemak ini terkandung dalam ikan , terutama ikan laut dalam. 3. Asam Laurat Asam laurat atau asam dodekanoat adalah asam lemak jenuh berantai sedang (Ing. middle-chained fatty acid, MCFA) yang tersusun dari 12 atom C. Sumber utama asam lemak ini adalah minyak kelapa, yang dapat mengandung 50% asam laurat, serta minyak biji sawit (palm kernel oil). Sumber lain adalah susu sapi. Asam laurat memiliki titik lebur 44C dan titik didih 225C sehingga pada suhu ruang berwujud padatan berwarna putih, dan mudah mencair jika

dipanaskan. Rumus kimia: CH3(CH2)10COOH, berat molekul 200,3 g.mol-1. Asam ini larut dalam pelarut polar, misalnya air, juga larut dalam lemak karena gugus hidrokarbon (metil) di satu ujung dan gugus karboksil di ujung lain. Perilaku ini dimanfaatkan oleh industri pencuci, misalnya pada sampo. Natrium laurilsulfat adalah turunan yang paling sering dipakai dalam industri sabun dan sampo. Pada Industri Kosmetik, Asam Laurat ini berfungsi sebagai pengental, pelembab dan pelembut, serta beberapa fungsi lainnya yang dapat dimanfaatkan. Hasil-hasil penelitian membuka tabir kerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa, menyajikan data tentang manfaat minyak beraroma gurih dan lembut itu untuk memperbaiki metabolisme tubuh, serta menanggulangi beraneka penyakit. Minyak kelapa mengandung asam laurat yang tinggi (sampai 51%), sebuah lemak jenuh dengan rantai karbon sedang (jumlah karbonnya 12) yang biasa disebut Medium Chain Fatty Acid alias MCFA. Berdasarkan kandungan asam lemaknya digolongkan minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Berbagai penelitian telah menunjukkan keunggulan asam laurat bagi kesehatan. Asam laurat serta asm lemak jenuh beranati pendek dan sedang lainnya-asam kaprat, kaprilat, serta miristat-yang terdapat pada minyak kelapa ternyata juga mampu mengatasi kelebihan berat badan atau obesitas. Studi eksperimantal menunjukkan bahwa pergantian minyak kedelai ke minyak kelapa dapat menurunkan berat badan secara bermakna. Hal ini dapat dijelaskan bahwa mengonsumsi minyak kelap, asam lemak jenuhnya langsung dibakar oleh tubuh dan menghasilkan energi. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat dalam minyak kelapa begitu tiba dalam saluran pencernaan segera diserap oleh dinding usus tanpa harus mengalami proses hidrolisis terlebih dahulu. Selanjutnya, asam lemak jenuh tersebut dapat masuk mengikuti aliran darah untuk dibawa ke hati guna dimetabolisme. Berbeda dengan minyak kedelai yang banyak mengandung asam lemak rantai panjang, dalam tubuh ditimbun dalam bentuk lemak karena tidak bisa langsung dibakar dan diserap tubuh sehingga menimbulkan kegemukan.

Kegemukan dan obesitas sekarang mudah terlihat pada anak-anak golongan menengah ke atas yang tinggal di kota-kota besar yang keranjingan menyantap junkfoods, ayam goreng, kentang goreng, pop-corn, pizza. donat, oreo, kreker, biskuit, snack dll, yang digoreng dan atau diolah dengan minyak sayur, margarin dan shortening. Kejadian ini sudah melanda di Amerika Serikat, dan tidak kurang dari 60% golongan anak dan remaja mengalami obesitas dan morbid obesitas. Obat-obat patent (allopathic) tidak bisa menyembuhkan keracunan lemak trans atau free radicals, malah sebaliknya lemak trans bisa membunuh kita (Drugs do not cure disease, Yokie Newa, 1997 dan Free Radicals invite death, Yokie Newa 1999). Sebaliknya menggoreng dan atau mengolah makanan dengan minyak kelapa adalah yang paling aman dan paling sehat, karena hanya menghasilkan energi, bukan kolesterol dan jaringan adiposa dan tidak pula menghasilkan lemak trans atau radikal bebas. Titik didih Asam Asam lemak jenuh ,yaitu : Tabel Titik didih Asam Asam lemak jenuh NO 1 2 3 4 5 6 7 8 Asam Lemak C 4 : Asam butirat C 6 : Asam kaproat C 8 : Asam kaprilat C 10 : Asam kaprat C 12 : Asam laurat C 14 : Asam miristat C 16 : Asam palmitat 18 : Asam stearat Titik Didih ( oC ) 163,5 205,8 239,7 270,0 298,9 326,2 351,5 376,1

Sumber : Kirk-Othmer (1965) 4. Asam Miristat Asam miristat atau asam tetradekanoat merupakan asam lemak jenuh yang tersusun dari 14 atom C. Asam ini pertama-tama diekstrak dari tanaman pala (Myristica fragrans). Meskipun demikian, aroma khas tidak berasal dari asam ini melainkan dari minyak atsiri yang juga dapat dijumpai pada buah tanaman ini.

5. Asam Palmiat Salah satu asam lemak yang paling mudah diperoleh adalah asam palmitat atau asam heksadekanoat. Tumbuh-tumbuhan dari famili Palmaceae, seperti kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan sumber utama asam lemak ini. Minyak kelapa bahkan mengandung hampir semuanya palmitat (92%). Minyak sawit mengandung sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung asam lemak ini (dari mentega, keju, susu, dan juga daging). Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon (CH3(CH2)14COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna putih. Titik leburnya 63,1 C. Asam palmitat adalah produk awal dalam proses biosintesis asam lemak (lihat artikel asam lemak). Dari asam palmitat, pemanjangan atau penggandaan ikatan berlangsung lebih lanjut. Dalam industri, asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki daya antioksidasi yang rendah. 6. Asam Kaprilat Kandungan asam kaprat pada VCO dalam tubuh diubah menjadi senyawa yang telah terbukti sangat efektif menghambat penyebaran virus HIV-AIDS. VCO bermanfaat untuk menurunkan dan mengobati penyakit jantung koroner. Pada penderita penyakit itu, pembuluh darah koroner menyempit karena ada tumpukan lemak. Hal itu adalah proses yang wajar seiring pertambahan usia. Dengan mengkonsumsi VCO secara rutin. Asam kaprilat yang terdapat pada Virgin Coconut Oil sangat potensial untuk mematikan jamur (candida) penyebab keputihan. 7. Asam Oleat Asam lemak adalah adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan

dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya. Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan antioksidan di dalam tubuh. Salah satu jenis asam lemak tak jenuh adalah asam oleat, merupakan asam lemak tak jenuh yang paling banyak ditemukan di hampir seluruh bahan makanan baik hewani maupun nabati. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat dalam minyak kelapa begitu tiba dalam saluran pencernaan segera diserap oleh dinding usus tanpa harus mengalami proses hidrolisis terlebih dahulu. Selanjutnya, asam lemak jenuh tersebut dapat masuk mengikuti aliran darah untuk dibawa ke hati guna dimetabolisme. Berbeda dengan minyak kedelai yang banyak mengandung asam lemak rantai panjang, dalam tubuh ditimbun dalam bentuk lemak karena tidak bisa langsung dibakar dan diserap tubuh sehingga menimbulkan kegemukan. Asam oleat dapat dikategorikan sebagai asam lemak esensial, yang berarti kehadirannya dibutuhkan oleh tubuh namun asam oleat tidak dapat diproduksi di dalam tubuh dan hanya bias didapat melalui sumber eksternal tubuh. Asam oleat, cis-9-octadecenoic acid, CH3[CH2]7CHCH[CH2]7CO2H, adalah senyawa kimia yang merupakan komponen penyusun lemak pada umumnya, pertama ditemukan oleh Chevreul dalam Recherches sur les corps gras tahun 1815 (T. P. Hilditch,1949). Kata oleat berasal dari kata olein yang berarti berasal dari olive karena minyak zaitun merupakan sumber utama dari asam oleat. Klasifikasi asam oleat dilakukan berdasarkan sumbernya dan jumlah ikatan rangkap yang dimilikinya. Kandungan asam oleat terdapat dalam bahan makanan secara alami. Oleh karena itu, asam oleat dapat dikategorikan sebagai natural fatty acid, atau asam lemak yang bersumber dari alam. Asam oleat memiliki satu buah ikatan rangkap sehingga asam oleat dapat dikategorikan sebagai mono-

unsaturated fatty acid. Asam oleat (atau oleic acid) itu sendiri merupakan nama trivial. Asam oleat merupakan asam lemak yang dapat ditemukan hampir di seluruh bahan makanan, baik hewan maupun tumbuhan. Asam oleat dari hewan banyak ditemukan pada lemak di tulang dan susu. Asam oleat dari tumbuhan banyak ditemukan di daging buah dan biji. Sumber utama asam oleat adalah daging buah zaitun. Asam oleat merupakan komponen utama pada kandungan asam lemak minyak zaitun. Ada lima buah tata cara penamaan dan nomenklatur yang biasa dipakai dalam penamaan suatu asam lemak, yaitu nama trivial, nama sistematik, nomenklatur x, nomenklatur n-x, dan bilangan lipid. Penamaan tersebut dilakukan berdasarkan banyaknya jumlah atom karbon, letak ikatan rangkap, dan konformasi cis- atau trans-. Penomoran atom karbon diawali dari atom karbon yang terdapat pada gugus karboksilat.

Penomoran Atom Karbon Asam oleat, yang memiliki rumus molekul C18H34O2, merupakan asam lemak rantai lurus beratom karbon 18 yang memiliki satu buah gugus karboksilat pada salah satu ujungnya. Asam oleat termasuk monosaturated fatty acid,

merupakan asam lemak tak jenuh yang memiliki satu buah ikatan rangkap yang berada antara atom karbon nomor 9 dan 10 dengan konformasi cis-. Menurut T. P Hilditch mereaksikan asam oleat dengan oksida dari nitrogen atau memanaskannya dengan sejumlah sulfur dapet merubah asam oleat menjadi isomernya yaitu elaidic acid. Sama seperti asam olat, elaidic acid memiliki ikatan rangkap antara atom karbon bernomor 9 dan 10, namun elaidic acid memiliki konformasi trans-. Asam oleat merupakan asam lemak esensial yang berarti tidak dapat dibentuk di dalam tubuh hewan dan manusia. Berbeda dengan tumbuhan yang dapat memproduksi sendiri asam oleat, hewan dan manusia tidak mampu memproduksi sendiri kebutuhan asam oleatnya karena tidak memiliki enzim yang

dibutuhkan untuk menghasilkannya. Pada daun hijau tumbuhan, asam lemak diproduksi di kloroplas. Pada bagian lain tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia), asam lemak dibuat di sitosol. Proses esterifikasi (pengikatan menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma, dan minyak (atau lemak) disimpan pada oleosom. Asam oleat, seperti senyawa-senyawa kimia lainnya, memiliki sifatsifat fisik dan kimia yang khas dan berbeda dengan senyawa lain. Sifat-sifat fisik asam oleat disajikan pada Tabel : Tabel Sifat Fisik Asam Oleat Berat molekul Wujud Kelarutan 282,4614 g/mol Cairan berwarna kuning pucat atau kuning kecoklatar Tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, eter, dan beberapa pelarut organik Titik lebur Titik didih Densitas Viskositas mPa.s (oC) Panas spesifik J/g (oC) 13-14 oC 360 oC (760 mmHg) 0,895 g/mL 27,64 (25), 4,85 (90) 2,046 (50)

Sumber : Departemen Perindustrian, 2007 Tabel Sifat Kimia Asam Oleat Karsinogenisitas Batas eksplosivitas Stabilitas Reaktif terhadap Produk samping yang berbahaya Polimerisasi yang berbahaya Sumber : MSDS Oleic Acid Asam oleat pada tumbuhan dapat ditemukan hampir di seluruh bagian tubuh tumbuhan mencakup akar, daun, daging buah, dan biji. Namun bagian Tidak LEL : 3,3% UEL : 19% Stabil Kelembaban, logam alkali, ammonia, agen pengoksidasi, peroksida Karbon dioksida, karbon monoksida Tidak akan muncul

tumbuhan yang memiliki kandungan asam oleat paling tinggi adalah daging buah dan biji. Asam oleat merupakan asam lemak esensial, artinya asam oleat merupakan zat yang dibutuhkan tubuh namun tubuh tidak dapat membuat atau membentuk asam lemak tersebut. Berikut ini adalah fungsi asam oleat di dalam tubuh : a) Sebagai sumber energi b) Merupakan zat antioksidan yang berfungsi untuk menghambat kanker c) Menurunkan kadar kolesterol d) Sebagai media pelarut vitamin A, D, E, K e) Setelah asam oleat memasuki tubuh, asam oleat akan mengalami proses metabolisme dan diubah menjadi asam lemak tidak jenuh berantai panjang yang lazim disebut PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid). PUFA merupakan komponen dari dinding sel tubuh, terutama sel saraf dan sel retina mata. Berikut ini adalah bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh asam oleat apabila terjadi kontak secara langsung : a) Dapat menyebabkan iritasi mata apabila terjadi kontak b) Material dapat menyebabkan iritasi pada membran mukosa dan sistem pernafasan bagian atas. c) Dapat mengakibatkan iritasi mata, kulit, atau sistem pernafasan d) Kontak yang berulang kali dapat mengakibatkan kulit kering dan pecah e) Uapnya dapat mengakibatkan mual dan pusing f) Dapat menyebabkan gangguan pernafasan g) Tidak baik untuk pertumbuhan otak 8. Asam Stearat Asam stearat adalah campuran asam organik yang tergolong asam karboksilat atau termasuk asam lemak jenuh yang diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak atau dari minyak nabati. Ini digunakan dalam tambahan bahan kosmetik sebagai agen pengemulsi sehingga membentuk larutan kental atau agak padat (krim) atau sebagai pelembut kulit atau pelembab. Maka dalam perkosmetikan indonesia asam stearat diperbolehkan. Adapun konsentrasi yang

dianjurkan antara 1-20%. Asam stearat, atau asam oktadekanoat, adalah asam lemak jenuh yang mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Wujudnya padat pada suhu ruang, dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH. Kata stearat berasal dari bahasa Yunani stear, yang berarti lemak padat. Asam stearat diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Asam ini dapat pula diperoleh dari hidrogenasi minyak nabati. Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilin, sabun, plastik, kosmetika, dan untuk melunakkan karet. Titik lebur asam stearat 69.6 C dan titik didihnya 361 C. Reduksi asam stearat menghasilkan stearil alkohol. 9. Asam Linoleat Asam Alfa Linoleat (ALA) merupakan asam lemak omega-3 yang utama. Pada manusia sehat, zat ini akan diubah menjadi asam eicosapentaenoic (EPA) dan kemudian menjadi asam docosahexaenoic (DHA). EPA beserta GLA, yang disintesis dari asam linoleat (omega-6), kemudian diubah menjadi senyawa seperti hormon yang dikenal sebagai eikosanoid , yang membantu dalam banyak fungsi tubuh termasuk fungsi organ vital dan aktivitas intraseluler. Omega-3 digunakan dalam pembentukan dinding sel, membuat mereka lentur dan fleksibel, serta meningkatkan sirkulasi dan penyerapan oksigen dan fungsi sel darah merah. Kekurangan omega-3 akan mempengaruhi penurunan daya ingat dan kemampuan mental, kesemutan pada saraf, penglihatan buruk, memperlambat pertumbuhan bayi, dan masih banyak lagi. Konsumsilah asam lemak esensial dalam jumlah yang cukup tiap hari, agar Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas Anda. 10. Kadar Air VCO memiliki kadar air yang lebih rendah, begitu juga dengan kadar asam lemak bebasnya. Warna VCO bening seperti air dan berbau harum, serta dapat disimpan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama hingga 12 bulan. Ini jelas berbeda dibandingkan air kelapa yang mudah sekali berbau tengik (tidak tahan lama) serta daya jualnya pun rendah. VCO akan lebih awet apabila kadar air yang dikandungnya makin rendah. Kandungan air dikurangi yaitu pada saat

penyaringan, air diserap lebih dahulu oleh kertas saring kemudian diuapkan. Untuk mengetes kadar air memang sulit apabila tanpa alat.