Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM Mata Kuliah Dosen Pengampu

: Irma Inesia Sri Utami : 1101076/ P. IPS 2011 B : Penelitian Tindakan Kelas : Dra. Erlina Wiyanarti, M. Pd

Penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan yang memiliki suatu prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada hakikatnya membentuk suatu siklus tertentu, dalam pelaksanaannya siklus dalam PTK di lakukan lebih dari 1 kali. Kemmis dan Mc Taggart (1992) membentuk suatu siklus PTK yang dilakukan melalui fase-fase berikut: refleksi awal, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Jika di gambarkan, maka siklus PTK menurut Kemmis dan Mc Tanggart akan membentuk pola sebagai berikut:

Fase-fase dalam diagram alur diatas dapat di jelaskan sebagai berikut: 1. Refleksi awal Refleksi awal merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan untuk mengumpulkan informasi awal mengenai untuk mengetahui situasi sebenarnya di kelas. Refleksi awal pun merupakan dasar bagi pembentukan rumusan masalah. Dalam melaksanakan refleksi awal, harus berdasarkan pada teori-teori yang relewan dengan masalah yang akan di kaji. 2. Penyusunan perencanaan Dalam melakukan penyusunan rencana harus berdasarkan pada hasil refleksi awal yang telah di lakukan sebelumnya. Secara garis besar, perencanaan yakni kegiatan yang berupa rancangan tindakan yang akan di lakukan untuk menangani permasalahan yang menjadi fokus pembahasan utama dalam PTK yang akan di lakukan. Pada hakikatnya perencanaan bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi nyata di lapangan saat pelaksanaan PTK. 3. Pelaksanaan tindakan Dalam fase ini, peneliti mulai melaksanakan tindakan langsung di kelas sesuai dengan perencanaan tindakan yang telah di rancang sebelumnya. Dalam pelaksanaan di lapangan, hendaknya harus berdasarkan pula pada pedoman teoritik dan empirik agar hasil yang di peroleh seoptimal mungkin. 4. Observasi (pengamatan) Dalam kegiatan ini, peneliti mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang telah di lakukan pada peserta didik. Hasil dari pengamatan ini harus dapat menggambarkan dan mencakup keadaan sesungguhnya di kelas. Poin penting yang harus ada dalam hasil pengamatan yakni proses dari tindakan, efek tindakan, lingkungan dan hambatan yang muncul. Hasil dari pengamatan ini kemudian akan di kadikan sebagai dasar di laksanakanannya refleksi. 5. Refleksi Kegiatan refleksi merupakan kegiatan menganalisis, sintesis, interpretasi terhadap semua informasi yang di peroleh dari kegiatan observasi. Peneliti memfokuskan diri untuk mengkaji dan mempertimbangkan hasil dari tindakan. Peneliti pun harus mengkaji keterkaitan antara hasil penelitian dengan teori secara relevan. Selanjutnya peneliti dapat menarik kesimpulan dari PTK yang telah ia lakukan.

Sumber Referensi: Sukayati,. (2012) Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc Taggart, Diakses Tanggal 23 Februari 2014 dari: http://e-

jurnalpendidikan.blogspot.com/2012/04/penelitian-tindakan-kelas-modelkemmis.html#.UwlljuOSxmo

Ahmad,

Bakharuddin,.

Penelitian Diakses

Tindakan Tanggal

Kelas 23

(PTK), Februari

Langkah-Langkah 2014 dari:

Melaksanakannya,

http://www.bakharuddin.net/2012/03/penelitian-tindakan-kelas-ptk-langkah.html