Anda di halaman 1dari 25

Hukum Seputar Pergaulan di dalam Islam

Fakta Pergaulan Laki2 & Perempuan saat ini

Akibatnya...

Mengapa hal ini bisa terjadi..???


Lunturnya keimanan individu Lemahnya kontrol sosial/ masyarakat Kurang/ tidak adanya peran preventif dari negara/ pemerintah

Hukum-hukum yang berkaitan dengan aturan pergaulan


a. b. c. d.

Hayaatul am (kehidupan umum) Hayaatul khas (kehidupan khusus) Ikhtilat (campur baur laki2 & perempuan) Khalwat (berdua-duaan, bersepi-sepi)

A. (Hayaatul Aam) Kehidupan Khusus:

Defenisi : Setiap tempat (ruang) yang membutuhkan ijin terlebih dahulu sebelum memasukinya. QS. An-Nuur : 27-29 Contoh: rumah, kamar, ruang kantor, mobil pribadi, perkumpulan khusus laki-laki/perempuan, dl

Dalam kehidupan khusus:

Harus meminta izin untuk memasukinya, sekalipun termasuk mahram (kec. hamba sahaya dan anak-anak)

Wanita hidup bersama para wanita atau mahramnya, selain itu tidak boleh.
Interaksi antara pria asing dengan wanita dalam kehidupan khusus HARAM, kec. pada keadaan yang dibolehkan syara.

Interaksi pria-wanita asing dalam kehidupan khusus diperbolehkan pada:

Jamuan makan (terbatas pada orang yang diundang, perempuan harus disertai mahramnya dan menutup aurat) Silaturahmi, terbatas pada ulil arham (orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan, baik mahram atau bukan)

B. Kehidupan Umum:

Syara menetapkan pada dasarnya laki-laki dan perempuan terpisah (berada di komunitas masingmasing) Tidak boleh terjadi ikhtilath: HARAM Diperbolehkan adanya interaksi laki-laki dan perempuan JIKA terdapat hajat/kebutuhan yang diperbolehkan/diharuskan syara untuk dipenuhi, yang mau tidak mau mengharuskan adanya interaksi

Pertemuan laki-laki dan perempuan pada kehidupan umum:

Tanpa ada interaksi contoh: di masjid, kampus, kendaraan umum, tempat rekreasi, tempattempat umum

Disertai interaksi (ikhtilath) yang diperbolehkan: pendidikan, jual beli / muamalah, kesehatan, ibadah haji Catatan: sebatas hajat yang dibolehkan

C. Ikhtilat

Definisi: (1) bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur baur dan (2) terjadi interaksi di antara laki-laki dan wanita itu (misal bicara, bersentuhan, berdesak-desakan, dll). Hukumnya: haram, dan merupakan dosa menurut syariah (Hukum Islam) Contoh ikhtilat: para penumpang laki-laki dan perempuan yang berada di suatu gerbong kereta api yang sama secara berdesakan-desakan; para penumpang laki-laki dan perempuan dalam bus di jam sibuk; di sebuah restoran, dalam satu meja ada laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, mereka makan dan ngobrol bersama

Mengapa ikhtilat diharamkan?


Karena melanggar perintah syariah untuk melakukan infishal, yaitu keterpisahan antara komunitas laki-laki dan perempuan Contoh kehidupan yang Islami adalah sebagaimana yang dicontohkan oleh rasulullah SAW di dalam kehidupan di masjid: Shalat berjamaah: terpisah Pengajian di masjid: terpisah tempat duduk/ waktu Ketika keluar dari masjid, perempuan dipersilahkan keluar terlebih dahulu (HR. Bukhari).

Ikhtilat yang diperbolehkan

Dalam kehidupan publik, seperti di pasar, rumah sakit, masjid, sekolah, jalan raya, lapangan, kebun binatang, dan sebagainya, dengan 2 (dua) syarat, yaitu:
1.

pertemuan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan itu untuk melakukan perbuatan yang dibolehkan syariah, seperti aktivitas jual beli, belajar mengajar, merawat orang sakit, pengajian di masjid, melakukan ibadah haji, dan sebagainya aktivitas yang dilakukan itu mengharuskan pertemuan antara laki-laki dan perempuan. Jika tidak mengharuskan pertemuan antara laki-laki dan perempuan, hukumnya tetap tidak boleh. Contohnya jual-beli

2.

D. Khalwat

Definisi: asal katanya dari khala-yakhlu yang artinya sepi dari orang lain atau kondisi dimana tidak ada orang lain.

Secara istilah, khalwat sering digunakan untuk hubungan antara dua orang (laki-laki & perempuan bukan mahram) dimana mereka menyepi dari pengetahuan atau campur tangan pihak lain, kecuali hanya mereka berdua
Hukumnya: Haram

Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram. (Muttafaq alaih, dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma) Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya. (HR. Ahmad)

Contoh khalwat

Tuntunan Islam di dalam pergaulan


1. 2. 3. 4. 5.

Laki-laki dan perempuan menundukkan pandangan Berpakaian yang sempurna sesuai syariat Larangan safar bagi wanita sehari semalam tanpa mahram Larangan berkhalwat Larangan wanita keluar rumah tanpa izin suami

6.

Larangan ikhtilat (hendaknya terpisah (infishol) antara jamaah perempuan dan jamaah laki-laki di dalam kehidupan khusus, maupun kehidupan umum)
Hubungan kerja sama laki-laki dan perempuan hanyalah bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat

7.

1. Laki-laki dan perempuan menundukkan pandangan

Allah Subhanahu wa Taala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 3031:

...
Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan).

Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, dia berkata: : Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: Palingkan pandanganmu.

2. Berpakaian yang sempurna sesuai syariat


Memakai jilbab: QS. Al-Ahzab (33):59 Memakai Khimar: QS. An-Nur (24):31

Tidak bertabarruj: QS. Al-Ahzab (33):33


Boleh menanggalkan pakaian luar bagi yang sudah tua (monopouse) tanpa bertabarruj: QS. An-nur (24):60 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu riwayat Imam Muslim, Rasulullah shallallhu alaihi wa al lihi wasallam bersabda:
Dua golongan dari penduduk neraka yang saya belum pernah melihatnya sebelumnya: Kaum yang mempunyai cambuk-cambuk seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia dengannya dan para perempuan yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggaklenggok, kepala mereka seperti punuk onta, mereka tidaklah masuk surga dan tidak (pula) menghirup baunya, padahal baunya dihirup dari jarak begini dan begini.

3. Larangan safar bagi wanita sehari semalam tanpa mahram

"Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahromnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahromnya. Maka seseorang berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji. Beliau bersabda: Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)". [HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/172), Muslim (hal. 978) dan Ahmad I/222 dan 246]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang menyertainya)". [HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari II/566), Muslim (hal. 487) dan Ahmad II/437; 445; 493; dan 506]

4 & 5. Larangan Khalwat dan Ikhtilat


Khalwat dan ikhtilat merupakan jalan menuju kemaksiatan: zina

Allah Subhanahu wa Taala berfirman: Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan. (Al-Isra`: 32)
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu: Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan. (HR. Muslim)

6. Larangan wanita keluar rumah tanpa izin suami

Sabda Rasullullah Shalallahu alaihi wasalaam :


Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim. (Hadits riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)

Ibn Baththah telah menuturkan sebuah riwayat dalam kitab Ahkam An-Nisa, yg brsumber dari Anas ra: kisah seorang wanita yang taat kepada suami meskipun ayahnya sedang sakit, bahkan meninggal.

7. Hubungan kerja sama laki-laki dan perempuan


hanyalah bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat

Hubungan laki-laki dengan perempuan hokum asalnya infishal (terpisah).


Boleh berinteraksi dalam urusan-urusan muamalat, bukan hubungan yang bersifat khusus. Sudah dibahas di bagian ikhtilat.

Penutup

Allah SWT berfirman: Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (TQS. Al-ahzab (33): 36).