Anda di halaman 1dari 138

KIMIA KLINIK 1

OLEH ANI RADIATI,SPd, MKes

Materi Teori
Pre UTS 1. Pengenalan Silabus 2. Dasar Kimia Klinik 3. Urine Rutin 4. Urine Rutin ( Kimiawi)/ Kuis 5. Urine Rutin ( Kimiawi Atas Indikasi) 6. Urine Mikroskopis 7. Carik Celup/ kuis Pre UAS 8. Faeces Rutin 9. Faeces Indikasi 10. LCS/kuis 11. Transudat 12. Eksudat/ 13. Analisa sperma 14. Kuis/ pengayaan

Materi Praktikum
Pre UTS 1. Pengenalan alat 2. Urine Makroskopis 3. Urine Kimiawi 4. Urine Indikasi 5. Urine Mikroskopis 7. Carik Celup Pre UAS 1. Faeces rutin 2. Faeces INdikasi 3. LCS 4. Transudat 5. Eksudat 6. Sperma 7. Pengayaan

KIMIA KLINIK
Penelitian penyakit berdasarkan perubahan fisiologi dan susunan kimia Bahan pemeriksaan terdiri dari berbagai cairan tubuh( Urine, Faeces, LCS, dll) Fungsi mengetahui proses penyakit

SEJARAH
Berkembang sejalan dengan Ilmu Kedokteran, Biokimia dan Teknik Kimia Analisa Dasar llmu : Fisologi;Fatologi : Biokimia Fungsi mengetahui proses penyakit - abad 19 - HCl lambung - Glukosa Urine Tes Fehling - Empedu Reaksi asam nitrat - 1847 (Bence Jones) Analisa urine

PERKEMBANGAN
Fase 1: Tahun 1910 Bang, Folin dan Van Slyke kolori metri visual Fase II :Tahun 1927 20 analisa darah (Flame photo meter ( 1 ml darah) Fase III : 1950 Elektroforesis, kromatografi Fase IV Analisa automatis Fase VSistem komputer Fase VISelektivitas dan Frekwensi pemilihan tes

TES PERMINTAAN SENDIRI


Apa yang di butuhkan - Pilih tes yang tepat - Gunakan prosedur yang cepat dan tepat - Korelasikan hasil tes dengan kondisi yang ada - Evaluasi hasil untuk pemeriksaan lebih lanjut - Tentukan untuk pemeriksaan ulang

PEMERIKSAAN RUTIN
PEMERIKSAAN PENYARING Jenis pemeriksaan yang dianggap dasar bagi pemeriksaan selanjutnya Jenis pemeriksaan bisa berbeda sesuai degan kebutuhan suatu RS / Medis

TES PENYARING POPULASI


Tujuan memeriksa populasi secara keseluruhan yang umumnya sehat, efek toksikat penyakit tertentu, Berdasarkan kepada : - Geografi - pekerjaan - Umur - Jenis kelamin - dll

TES PENYARING KLINIK


Tujuan memberikan data awal untuk diagnostik selanjutnya. Pada pasein rawat jalan & rawat nginap Check Up Jenis tes - Variabel biokimia dalam waktu yang sama - Profil ( susunan tes yang

EVALUASI HASIL
Positif Sejati (PS) Pasien mendapat diagnosis yang tepat dengan tes yang relevan bagi penyakitnya Negatif Sejati (NS) Orang tak sakit di diagnosis tepat sebagai orang sehat. Positif Palsu( PP) Orang tak sakit didiagnosis salah sebagai orang sakit. Negatif Palsu (NP)Orang sakit di diagosa salah sebagai orang sehat

SENSITIVITAS & SPESIFISITAS


Sensitivitas suatu tes Persentase dari semua pasien yang sakit yang diklasifikasikan sebagai positif sakit Makin tinggi sensitivitas suatu tes maka makin kurang kemungkinan gagal mendiagnosis Spesifisitas suatu tes Persentase hasil negatif pada orang yang tanpa penyakit Makintinggi spesifitas suatu tes semakin kurang kemungkinan membuat klasifikasi salah

NILAI RUJUKAN
Nilai rujukan (Batas normal) ditentukan dari konsep yang telah ada didasarkan dari metodologi dan lingkungan yang berbeda Suatu metode dikatakan tepat jika analisa berulang memberikan hasil yang sama ( hampir sama )

TES DIAGNOSTIK YANG IDEAL


Dapat dilakukan diatas ranjang Tak menyakiti pasien, Tak berisiko Cepat dan mudah Tak memerlukan pendidikan yang tinggi Alat tidak mahal, Reagen murah Akurat ,tepat, Sensitif dan Spesifik Tak ada positif palsu dan negatif palsu Nilai kemungkinannya tinggi Mudah di Interpretasikan

Ia tidak ada

METABOLISME UMUM
Tubuh terdiri dari berbagai komposisi yang dipengaruhi oleh berbagai macam zat. Tubuh terdiri dari berbagai macam cairan baik intra sel maupun extra sel Dalam cairan tersebut (mis: plasma,Urine dll) bisa diperloleh gambaran dari perubahan dinamik dari berbagai komponen

Urine
Urine merupakan cairan yang di ekskresikan oleh ginjal, komponen dan kadar zat zat yang terdapat dalam urine berbeda beda tergantung dari apa yang dimakan dan apa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh

PEMERIKSAAN URINE
Memberikan gambaran tentang : - Saluran urogenital - Ginjal - Hati - Saluran empedu - Pancreas - Menafsirkan proses-proses metabolisme - Mengetahui kadar gula pada tiap waktu - (pada pasien DM) - dll

MACAM SAMPEL
Urin pagi Urine rutin / penyaring Urin SewaktuUrin Rutin & Hormon Urin puasaGlukosuria Urin Post Prandial Glukosuria Urin 24 jam Pem Kuantitatif mis Protein Timed specimen ( urin siang 12 jam dl)

WADAH SAMPEL
Terbuat dari gelas Bermulut lebar Mempunyai penutup Bersih Kering Etiket / Identitas pasien

Wadah

SAMPEL URINE
URINE PAGI & BARU Masalah yang hasus diperhatikan: - Bakteri - Kekeruhan - Warna - Ph - Urobilinogen - Keton - Bj - Konsentrasi fishberg - Kadar Glukosa

PENGAWET URINE
Simpan lemari es 4C botol tertutup Memakai pengawet - Toluen all round - Thymol Memberikan (+) palsu pada protein - Formaldehida Baik untuk pengawet sedimen ttp memberikan (+) palsu pada Reduksi - Asam sulfat pekat Baik untuk pengawet Kuantitatif Ca - Natrium karbonat Untuk mengawetkan Urobilnogen - Chloroform Menghambat bakteri - NaFPengawet Glukosa

CAIRAN URINE
Membedakan urine dengan cairan lain - Kadar Ureum > 1g/dl - Kadar Creatinin > 50 mg/dl
Cairan Ketuban / cairan kista kadar Ureum & kreatinin < dari Urine.

URINE RUTIN
A. Makroskopis - Volume - Warna - Kekeruhan - Berat Jenis - Keasaman - Bau

VOLUME
Untuk mengetahui gangguan faal ginjal ( poli uria atau oliguria Faktor yang mempengaruhi Diuresis: - Umur, BB,Jk,makanan/minuman susu ,iklim dan aktivitas . Jenis sampel : - Urine 24 jam (800 1600 ml) - urin 12 jam - Time specimen - Sewaktu

Indikasi
Poliuri : Diabetes; Nefritis kronis; Oedem penyembuhan febris Oliguri Nefritis akut; Diare berat; Demam Anuri Pada kolaps dengan tk < 70 mm Hg; Nefritis akut; Keracunan HgCl2

WARNA
Warna normal : Kuning muda/ tua Berasal dari Urochrom dan urobilin Kelainan dipengaruhi : - diuresis (banyaknya urin) - Ph ( Basa urin makin gelap) - Metabolisme urin - makanan/ obat - peyimpanan yang lama

Warna yang abnormal


Kuning tua Bilirubin , Fenasetin HijauFenol, Salisilat, Resorsinol Merah Darah CoklatDarah HitamAntipirin, Fenilketonuria Putih seperti susu Pus / nanah Persiapan penderita sebaiknya hindari obat obat yang bisa memberi warna pada urine

KEKERUHAN
Urine normal bersifat jernih Penyebab kekeruhan - Penyimpanan sampel terlalu lama - Kristal - Bakteri - Lemak - Unsur sedimen lain Untuk pemeriksaan tertentu Sebaiknya disaring dulu atau di sentrifuge

Ph
Ph Urine normal 4,7 7,5 rata- rata 6,0 Fungsi - Untuk pemeriksaan Protein Ph harus asam - Untuk memprediksi unsur pada urine Urine alkaliUrea spliiting organisme Urine asam Koma diabetikum

BERAT JENIS
Fungsi - Diagnosis Glukosuria - Faal ginjal Alat : Urinometer / refraktometer Nilai normal urine 24 jam : 1016 1022 Urine sewaktu : 1003 1030 Bj tinggi : Glukosuria, diuresis sedikit,faal ginjal

PERHATIKAN
Suhu tera - Setiap kenaikan 3c ditambah 0,001 - Setiap penurunan 3 c dikurangi 0,001 Protein - Setiap kandungan 1% dikurangi 0,003 Glukosa - Setiap kandungan 1 % dikurangi 0,004 Bila jumlah urine sedikit tambahkan air sama banyak hasil X 2 pada 3 angka terakhir

FISHBERG
Percobaan konsentrasi menurut fiesberg Fungsi utuk mengetahui faal ginjal Urine denga Bj > 1020 Baik Urien dengan BJ < 1020 - Faal ginjal ada gangguan - Oedema / Dekompensasio jantung

BAU
Bau normal disebabkan asam asam organik yang mudah menguap Bau Amoniak pemecahan ureum oleh bakteri Bau buah (Fruty) terdapat ketonuri Bau jengkol / keracunan asam jengkol Proteinuri & Kristal asam jengkol

Mikroskopis
Tujuan untuk mengetahui unsur sedimen organik & an organik Bagian penting untuk tes tes fungsi ginjal Penemuan sel lekosit, eritrosit & Granulerr silinder merupakan indikasi Periksa dengan Obyektif 10x (LPK) dan 40x ( LPB)

UNSUR ORGANIK
Sel lekosit ( normal < 8/ lpb) - Peradangan dalam sistem urogenital * Sel Eritrosit ( normal 0 1) - Perdarahan, Trauma, Peradangan, dll Sel epitel bentuk bermacam macam Silinderterdapat pada nefritis akut Spermatozoa

UNSUR AN ORGANIK
An organik - Kristal asam urat, Ca oxalat - Tripel phospat, Ca Fosfat, Ca casbonat - Kristal sistin, tirosin - kristal dari obat / Sulponamida - dll

Jenis SEdimen
Silinder Hyalin Kristal

Jenis Sedimen
Sel Darah merah

PROTEIN URINE
Urine normal mengandung protein 40 120 mg / 24 jam ( tidak terdetekri dg tes sederhana) Pruteinuria berasal dari portein plasma Pre renal - Penyakit umum yg mempengaruhi ginjal - Peningkatan permebiltas glomerulus ( hipertensi esensial & eklamsia) - Anemia berat karena anoksia ginjal - Payah jantung - Kehamilan ( tekanan mekanispada vena ginjal Proteinuria < 2 gr / 24 jam

Renal
Renal - Penyakit ginjal primer - Syndrom nefrotik 10 20 gr protein/ 24 jam - kerusakan tubulus sekunder 5gr / 24 jam - Kegagalan reabsorps protein 2 gr / 24 jam Pasca renal - selalu berhubungan dengan sel sel - Infeksi berat traktus urinarus - hematuri - adanya batu - keganasan

Pemeriksaan Protein Urine


Metode Pemanasan Asam Asetat Metode Bang Metode Exton Dll Syarat penting !! Urine harus jernih Jika Urine Keruh harus disaring

Tujuan : Prinsip: Alat Bahan: Cara Kerja: Interpretasi Hasil: Bila + ?

Metode Pemanasan dengan Asam Asetat & Bang

Metode Bang
Keuntungan - Tidak terganggu oleh kekeruhan yang disebabkan oleh garam garam kalsium fosfat dll. - Ph ideal untuk pengendapan protein

Hasil Pengamatan Pem Protein


1. Tidak ada kekeruhan ( -)
2. Kekeruhan sedikit (+) < 10 mg % 3. Keruh tanpa butir butir (++) 10 50 mg % 4. Keruh jelas berbutir butir (+++) 50 200 mg % 5. Keruh Hebat berkeping keping (++++) 200 500 mg % 6. Menggumpal ( +++++) > 500 mg %

REDUKSI
Tujuan untuk mengetahui adanya Glukosa dalam urine Glukosa merupakan monosakarida utama dari produk akhir pencernaan karbohidrat. Gula lainya adalah Fruktosa diet buah & sucrosa dan Galaktosa diet laktosa .

EKSKRESI GLUKOSA
> 99 % Glukosa di filtrasi oleh Glomelurus dan reabsorsi tubulus normal Tubulus proksimal mengembalikan glukosa ke sirkulasi darah Pada konsentrasi <10 mmol/L adalah

nilai ambang ginjal bagi glukosa

DIABETES MELITUS
Keadaan dimana kadar Glukosa darah meningkat Merupakan sindroma banyak gangguan - Defesiensi insulin - Gligenolisis hepatik - Glukoneogenesis dari protein Peningkatan kadar Glukosa > 30 mmol/L (> ambang ginjal) akan menyebabkan Glikosuria

KELAINAN
Pada kasus tertentu nilai ambang ginjal bisa berubah ( konsentrasi glukosa tinggi tidak menyebabkan Glikosuria) Ambang ginjal meningkat - Payah jantung - Deplesi Natrium - penderita Diabet kronis Ambang ginjal menurun - pada kehamilan

METODE PEMERIKSAAN
Metode Benedict Metode Fehling Metode tablet Clinites dll

Pemeriksaan Reduksi (metode Benedict)


Tujuan : Dasar : Alat bahan: Cara Kerja: Interpretasi Hasil: + ?

Hasil Pengamatan
Warna
kadar Biru / hijau keruh gr/dl Hijau / Kuning Hijau gr/dl Kuning gr/dl Orange gr/dl

Penilaian
+ ++ ++ < 0,5 0,5 1 1 1,5 1,5 2,5

PEMERIKSAAN ATAS INDIKASI


Urobilin Urobilinogen Bilirubin Benda Keton / Aceton Darah samar Kuantitatif Protein Porfobilnogen

UROBILIN
Dalam urine segar tdak ada Urobilin Uroblin timbul setelah oxidasi dari urobilinogen Adanya Bilirubin akan mengganggu hasil Riboflavin ( Vit B2) mempengaruhi hasil

Metode Schlesinger
Prinsip ; Alat Bahn : Cara kerja: Interpeasi Hasil:

UROBILIOGEN
Bisa ditemukan pada keadaan normal Bila dismpan / pemgaruh cahaya Urobilioge berubah menjadiurobilin

Wallace Diamond
Prinsip : Alat Bahan: Cara Kerja: Interpreasi Hasil:

BILIRUBIN
Harus menggunakan urine baru < 4 jam Bisa dipengaruhi oleh sinar matahari menghasilka False (-)

Metode Harrison
Prinsip : Alat Bahan: Cara Kerja: Interpretasi Hasil:- /+ ?

BENDA KETON
Zat keton dalam urine Aceton, asam aceto acetat dan asam beta hidroxibutirat Bersifat mudah menguap Setelah menguap - Asam aseto acetat berubah menjadi Aceton - Asam betahidroxibutirat berubah menjadi Asam aseto acetat Aceton

Metode Rothera & Gerhard


Dasar : Alat Bahan: Cara kerja: Interpretasi Hasil: Bila -/+ ?

Pertanyaan
Jelaskan perbedaan sensitifitas antara pemeriksaan metode Gerhard dan Rotera Bagaimana cara membedakan positi palsu pada pemerksaan Benda keton

DARAH SAMAR
Untuk mengetahui perdarahan yang brsifat samar Misalnya -perdarahan dilambung - Pedarahan blast dll Penyebab False positif - pemakaian tusuk gigi - memakan daging yang masih mentah - dll

Metode Benzidin
Prinsip : Alat Bahan: Cara kerja: Interpretasi Hasil: Bila -/+ ?

Pemeriksaan Protein Kuantitatif


1. Metode Kuantitatif Dilakukan bila hasil pemeriksaan Bang +3 - +4 Pemeriksaan Protein urine secara kuantitatif Syarat: Urine 24jam jernih dan bersifat asam Reagen: Cara kerja: Nilai normal:

2. Metode Tsuchiya
Reagen Cara kerja Nilai normal

Protein kuantiatif
Metode Esbach - Persiapkan urine yang jernih dan asam - Masukan Urine pada tabung sampai garis U - Tambahkan reagen sampai tanda R - Kocok dengan di bolak balk - Biarkan 24 jam - Baca dengan gr / liter / 24 jam

Porfobilnogen
Metode Watson Schwart - 2 ml urine + 2ml regen Erlich - Tambah 4 ml Na Asetat jenuh (Ph 4 5) - Tambah 5 ml Kloroform , kocok dengan - kuat selama 1 menit, simpan -Hasil (+) pada bagian baeah terbentuk

Syarat syarat untuk sampel Urine


Urine harus baru Wadah harus bersih dan kering Tertutup rapat Beri idetitas Bila pemeriksaan > 2jam sebaiknya disimpan di lemari es 4 C / tambah pengawet

CARIK CELUP

Carik celup
= Dip andread test strip = Reagen Strip Berupa secarik plastik kaku mempunyai 1 10 kertas isap yang masing masing mengandung reagen spesifik terhadap zat yang terdapat dalam urine

Harus diperhatikan
Sensitifitas & Spesifisitas tiap pemeriksaan Prosedur sesuai petunjuk

Parameter
Jenis parameter tergantung produk Bisa memilih sesuai kebutuhan Contoh : - Bj - Ph - Protein - Glukosa - DLL

Faeses
Definisi Feses adalah sisa hasil pencernaan dan absorbsi dari makanan yang kita makan yang dikeluarkan lewat anus dari saluran cerna. Jumlah normal produksi 100 200 gram / hari. Terdiri dari air, makanan tidak tercerna, sel epitel, debris, celulosa, bakteri dan bahan patologis, Jenis makanan serta gerak peristaltik mempengaruhi bentuk, jumlah maupun konsistensinya dengan frekuensi defekasi normal 3x per-hari sampai 3x perminggu.

Tujuan
Pemeriksaan Rutin Untuk mengetahui kelainan lain yang memberatkan penderita dengan tidak mempunyai kelainan gastro Interntial. Penderita diare yang disebabkan oleh kuman, Disentri amoeba, Disentri basiler at kuman lain Penderita dengan gangguan gastro intestial bukan oleh kuman :kanker kolon;ulkus peptikum dll

Indikasi dilakukan pemeriksaan


a. Adanya diare dan konstipasi b. Adanya darah dalam tinja c. Adanya lendir dalam tinja d. Adanya ikterus e. Adanya gangguan pencernaan f. Kecurigaan penyakit gastrointestinal

Syarat sampel Feses


1) Wadah sampel bersih, kedap, bermulut lebar dan bebas dari urine 2) Periksa 30 40 menit sejak dikeluarkan jika ada penundaan simpan di almari es 3) Tidak boleh menelan barium, bismuth dan minyak 5 hari sebelum pemeriksaan 4) Diambil dari bagian yang mungkin memberi kelainan. misalnya bagian yang bercampur darah atau lendir 5) Paling baik dari defekasi spontan atau Rectal Toucher sebagai pemeriksaan tinja sewaktu. 6) Pasien konstipasi dapat diberikan saline cathartic terlebih dahulu 7) Pada Kasus Oxyuris dapat digunakan metode schoth tape & object glass 8) Untuk mengirim tinja, wadah yang baik terbuat dari kaca /bahan lain yang tidak dapat ditembus seperti plastic, kertas,dos karton berlapis paraffin. Wadah harus bermulut lebar 9) Unsur -unsur patologik biasanya tidak dapat merata, 10) Hasil pemeriksaan mikroskopi dinilai derajat kepositifannya dengan , tanda (negatif),(+),(++),(+++) saja

Syarat sampel Feses


1. Sampel bebas dari urine 2. Periksa 30 40 menit sejak dikeluarkan 3. Jika ada penundaan simpan di lemari es 4. Tidak boleh menelan barium, bismuth dan minyak 5 hari sebelum pemeriksaan 5. Diambil dari bagian yang mungkin memberi kelainan. misalnya bagian yang bercampur darah atau lendir 6. Paling baik dari defekasi spontan atau Rectal Toucher 7. Pasien konstipasi dapat diberikan saline cathartic terlebih dahulu

9. Pada Kasus Oxyuris dapat digunakan metode schoth tape & object glass 10.Wadah yang baik terbuat dari kaca /bahan tidak dapat ditembus seperti plastic, kertas,dos karton berlapis paraffin dan bermulut lebar 11.Unsur -unsur patologik biasanya tidak dapat merata 12.Hasil pemeriksaan mikroskopi dinilai derajat kepositifannya dengan , tanda (negatif),(+),(++),(+++) saja

Jenis pemeriksaan
Pemeriksaan Makroskopis Pemeriksaan Mikroskopis Pemeriksaan Kimiawi

Pemeriksaan Makroskopis
-Warna -Bau -Konsistensi -Lendir -Darah -Cacing -Sisa makanan -dll

Pemeriksaan Mikroskopis
- Sel darah - telur cacing - Amoeba - serat otot -serat sayur dll

Pemeriksaan Kimiawi
Darah samar Urobilinogen dll

Darah Samar
Darah pada faeces tergantung kuantitasnya: - Berwana merah cerah darah belum berubah - Berwarna hitam , sudah berwarna Melena

Persiapan
3 hari sebelum analisa jangan makan daging

CAIRAN OTAK / liquor Cerebro Spinal


Dalam keadaan normal tidak berwarna dan tidak terukur Cairan otak dipengaruhi oleh konsentrasi beberapa macam zat Ada indikasi : Trauma Infeksi Kelainan pathologis lain

Otak

TRANSUDAT &
EKSUDAT

Transudat
Transudat merupakan peningkatan jumlah cairan yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan seperti tekanan osmosis koloid, statis dalam kapiler , tekanan hidrostatik, kerusakan endotel dll.

Eksudat
Eksudat merupakan peningkatan jumlah cairan yang disebabkan oleh salah satu proses peradangan Contoh : Infeksi TBC (Pleuritis), Hepatitis ( Cairan asites dll

SPERMA

Sperma adalah ejakulat atau cairan pekat yang berwarna putih keruh, kental dan berisi sekret dari kelenjar prostat, kelenjar lain dan spermatozoa yang keluar dari zakar seorang pria. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan.

FUNGSI SPERMA
1. Fungsi Seksual 2. Fungsi Kesuburan

KELENJAR SPERMA
kelenjar testis (tubuli seminiferi) kelenjar prostat vesika seminalis.

Organ Reproduksi
Organ reproduksi pria dirancang untuk dapat menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sperma tersimpan dalam cairan yang terlindung dan bergizi, yaitu air mani .

Pembuatan Sperma?
Bagian yang paling menentukan saat pembuatan sperma adalah testis. Sperma yang matang memiliki kepala dengan bentuk lonjong dan datar, dan memiliki ekor keriting yang berguna mendorong sperma memasuki air mani . Kepala sperma mengandung inti yang memiliki kromosom dan juga memiliki struktur yang disebut acrosome yang mampu menembus lapisan jelly yang mengelilingi telur dan membuahinya bila perlu. Sperma diproduksi oleh organ yang bernama testis yang aman tersimpan dalam kantung zakar. Posisi ini menyebabkan testis terasa lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya. Pembentukan sperma berjalan lambat pada suhu normal, tapi terus-menerus terjadi pada suhu yang lebih rendah dalam kantung zakar. Jadi, hindari hal-hal yang menyebabkan suhu disekitar kantung zakar menjadi tinggi karena akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi sperma.

JUMLAH SPERMA
Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 6 mililiter (ml). Dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan

GERAK SPERMA
Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. Yang berguna untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar,

Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. Biasanya setelah senggama, keluar cairan dari vagina. Yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang dilarang masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim

BENTUK SPERMA

Hormon Reproduksi
Hipotalamus dan kelenjar pituitary mengatur hormon-hormon reproduksi. Hormon-hormon tersebut terdiri dari :
Hipotalamus menghasilkan gonadotropin-releasing hormone (GnRH) GnRH merangsang kelenjar pituitary memproduksi FSH dan LH Estrogen, progesterone dan testosterone disekresi oleh ovarium

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya infertilitas


1.Varikokel Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah balik/vena di sekitar buah zakar. Pada pemeriksaan fisik, hal ini ditemukan dalam bentuk benjolan di bagian atas buah zakar yang akan bertambah besar dan nyata bila mengejan. Yang lebih sering kena adalah buah zakar kiri. Sebagian besar varikokel tidak disertai rasa sakit walaupun ada yang mengeluh pegal-pegal didaerah tersebut. Tindakan yang paling tepat adalah dengan operasi dan angka keberhasilannya mencapai 66 %

2. Sumbatan/Obstruksi saluran sperma Diakibatkan oleh terjadinya infeksi maupun bawaan dari lahir karena tidak terbentuknya sebagian saluran sperma. Adanya penyumbatan ini dipastikan dengan operasi. Bila sumbaan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya dan dapat diketahui pula ada tidaknya produksi sperma di buah zakar. 3. Faktor lainnya adalah gangguan hormon, pengaruh obat, gangguan ereksi atau ejakulasi,radiasi, dan lain-lain. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab itu, beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulangi infertilitas. Tidak semua penyebab diketahui Diketahui penyebab, namun tidak tuntas penanggulangan.

3. Pencegahan infertilitas

Sesuai kelainan yang ditemukan, maka penyebab lain bisa diatasi dengan koreksi hormonal dan penghentian obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma. Bila di sebabkan karena infeksi, misalnya infeksi prostate, infeksi buah zakar, maupun infeksi saluran sperma haruslah ditangani secara serius. Hindari merokok karena beberapa zat yang terkandung dalam rokok berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas sperma. Begitu juga dengan alkohol yang mengakibatkan rendahnya kadar hormon testosteron yang akan mengganggu pertumbuhan sperma.

vasektomi
Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang berbeda. Banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan. Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak,

FAKTOR UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN


Suhu yang sejuk Untuk memproduksi sperma sehat, suhu testis harus lebih dingin dari suhu normal tubuh. Untuk itulah mengapa buah zakar yang di dalamnya terdapat testis diciptakan menggantung di luar tubuh. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas sperma, hindari sauna/mandi uap atau berendam air panas. Jangan merokok. Merokok dapat menambah resiko kesuburan dan disfungsi ereksi pada pria. Sperma dari pria perokok yang menghabiskan 1 atau 2 bungkus rokok per hari dapat menyebabkan masalah pernafasan bayi.

Hidup sehat, istirahat cukup dan minimalkan stress. Makan dengan makanan sehat dan pola makan teratur, istirahat cukup dan minimalkan stress akan membantu produksi dari hormon yang mempengaruhi perkembangan sperma dan produksi testosteron di testis. Alkohol dan obat bius. Alkohol berpengaruh buruk pada kualitas dan kuantitas sperma, mengurangi produksi testosteron dan mempunyai kontribusi pada disfungsi eksreksi. Penyalahgunaan obat bius akan mengurangi kerapatan dan kemampuan gerakan sperma serta menambah jumlah sperma yang abnormal. Selain itu menjadi penyebab disfungsi ekskresi dan hilangnya libido.

Hindari materi beracun. Hindari kontak dengan racun kimia dan hindari menghirup bau dari zat kimia seperti pestisida, herbisida, cat, pernis kayu, lem, dan logam berat.

Konsultasi dengan dokter resep obat yang diminum. Beberapa resep obat untuk pengobatan suatu penyakit mempunyai efek memperlambat produksi sperma.

Kemoterapi atau terapi radiasi dapat menyebabkan ketidaksuburan temporer atau permanen.

TIPS TINGKATKAN SPERMA


1.Berhenti merokok
Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Peneitian menunjukkan, perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding pria yang tidak merokok. Bahwa merokok mengurangi kesuburan seorang laki-laki, semua orang sudah tahu. Namun sekedar mengingatkan, pada umumnya, apabila laki-laki mengalami masalah infertilitas (kemandulan), penyebabnya adalah entah karena hitungan sperma (sperm count) rendah atau karena benih-benih tersebut sangat lamban. Dalam arti, mereka memerlukan waktu lama ketika berenang untuk bertemu dengan telur di saluran telur. Hitungan sperma. Angka yang normal untuk ini adalah 200 juta per sentimenter kubik. Sedangkan kelincahan gerak (motilitas). Uji ini, yang diberi nilai dari buruk sampai istimewa menyatakan tingkat aktivitas sperma. Jika sperma lamban dan tidak bergerak, mereka tidak dapat sampai ke telur.

2. Hindari celana ketat dan air panas Usahakan testis berada pada suhu sejuk dibanding bagian tubuh lain. Memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitar testis jadi panas. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh itu tetap sejuk.
3. Asupan makanan yang tepat Diyakini atau tidak, pola makan memengaruhi produksi sperma. Asupan makanan rendah lemak dan berprotein tinggi sangat dianjurkan. Pilih sayuran dan jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

4. Kurangi hubungan intim dan masturbasi

Banyak pria mengeluhkan spermanya sedikit dan encer. Semakin banyak ejakuasi, semakin berkurang kepadatan sperma. Bila Anda melakukan hubungan intim setiap hari, atau lebih buruk lagi masturbasi, akan berpengaruh pada jumlah dan kepadatan sperma. 5. Kurangi alkohol Alkohol dapat memengaruhi fungsi lever yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Hentikan minum alkohol bila Anda tidak ingin kehilangan produksi sperma. 6. Coba suplemen alami Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sebaliknya, suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma. Asam amino L-carnitine, yang ditemukan dalam daging merah dan susu, dan L-arginine, yang terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen, berkhasiat meningkatkan mutu sperma

ISTILAH
Jumlah sperma normal normozoospermia (40-200juta/ml) Jumlah sperma kurang oligozoospermia (<40 juta/ml) Jumlah sperma berlebih polyzoospermia (>250 juta/ml) Tidak ada sperma Azospermia (0 juta/ml) Sperma yang geraknya normal necrozoospermia (>40% motil maju) Sperma yang gerak kurang asthenozoospermia (<40% motil maju) Sperma yang bentuknya kurang teratozoospermia (>40% abnormal) Jumlah, gerak, dan bentuknya kurang oligoasthenoteratozoospermia.

Bentuk Abnormal Disebabkan :


Penyakit Alergi Ejakulasi terlalu sering Gangguan epididymis Stress psikis atau fisik Gangguan hormonal Gangguan Syaraf

Kelainan Bentuk Sperma


Kepala terlalu besar,kecil atau memanjang Inti pecah Ekor tidak ada Ekor pendek Punya 2 ekor

Analisa Sperma
MAKROSKOPIS 1. Volume 2. warna 3. Viskositas 4. Ph 5. Bau B. MIKROSKOPIS 1. Konsentrasi 2. Motilitas 3. Morfologi C.KIMIAWI

Warna
Putih keabuan normal Kuning Abstinensi Putih Infeksi / Banyak lekosit / Warna Anti biotika

Volume
Aspermia Hypospermia Normospermia Hyperspermia Rata rata : 0 ml : < 1 ml : 1 6 ml : > 6 ml : 2,5 5 ml

Hyposperma
Disebabkan : 1. Sampel tumpah 2. Patologis 3. Genetis 4. Vesicula seminalis tidak ada / tidak berfungsi. 5. Gangguan hormonal 6. Radang kelenjar

Hypersperma
1. Abstinensi terlalu lama 2. Kelenjar terlalu aktif

Viskositas / kekentalan
Alat 3 5 cm > 5 cm (kental) < 3cm(encer) koagulase :Viskometer : Normal :Kurang enzim : Kurang zat

Viskositas berubah setelah 1 jam

Ph
Alat 7,2 7,8 >8/ basa < 7/ asam : Kertas Ph : Normal : Radang akut : Penyakit kronis

Ph Berubah setelah 1 jam

Bau
Normal Bau busuk Tidak bau khas : Bau Khas : Oksidasi sperma : Infeksi dll

Konsentrasi
Alat : Bilik hitung Polyzoospermia Normozoospermia Oligozoospermia Azoospermia & Mikroskop : > 250 juta /ml : 40 250 juta / ml : < 40 juta / ml : 0 / ml

Motilitas
Normal : > 40 % (jumlah total jumlah bergerak) Lemah Asthenozoospermia Mati Necrozoospermia

Morfologi
Mikroskop &Pewarnaan Giemsa Baca dari 200 sel sperma Normal : Jika abnormal 30 40 % Tidak normal : > 40 %( Teratozoospermia) Infertil : > 50%

Faktor penyebab abnormal


Penyakit Ejakulasi terlalu sering Gangguan epididymis Stress psikis / fisik Gangguan hormonal Gangguan syaraf

Jenis Kelainan
Kepala > besar / < kecil Inti pecah Ekor tidak ada/pendek/ 2 ekor

Wassalamualakum wr wb & Terimakasih