Anda di halaman 1dari 30

Tiga Kerusuhan di Jakarta

Seperti yang dikatakan filsuf Hannah Arendt bahwa di mana ada struktur kekuasaan negara yang bertentangan dengan perkembangan ekonomi yang rapuh, di dalamnya akan ada kekuatan politik, yang dengan hal itu, kerusuhan akan muncul. Artinya, selalu terbuka skenario oleh siapapun atau kemungkinan untuk menciptakan kerusuhan sebagai manifestasi perlawanan terhadap struktur kekuasaan yang dominan, sementara tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya sangat memperhatinkan. Dengan demikian, prestasi ekonomi sebenarnya dapat dijadikan kompensasi terhadap kuatnya struktur negara yang dominan. Bila hal itu terjadi secara bertolak belakang, maka kerusuhan dapat muncul sebagai bentuk perlawanan. Arendt mengingatkan bahwa di dalam praktik-praktik kerusuhan tersebut, terdapat persoalan retorika sebagai force and violence are likely to be successful tecniques of social control and persuasion when they have wide popular support. Dengan ini, jelas kerusuhan merupakan bagian integratif dan bersifat instrumen bagi tindakan simbolik dalam melakukan persuasi yang dipakai untuk memantapkan perubahan yang dicari. Dengan kondisi semacam itu, kejadian yang ada dapat diartikan sebagai bentuk kekuatan dan teknik yang sukses bagi persuasi dan kontrol sosial ketika aktor-aktor pencetusnya mendapat dukungan popular yang sangat luas.

Dengan ini, jelas kerusuhan merupakan bagian integratif dan bersifat instrumen bagi tindakan simbolik dalam melakukan persuasi yang dipakai untuk memantapkan perubahan yang dicari. Dengan kondisi semacam itu, kejadian yang ada dapat diartikan sebagai bentuk kekuatan dan teknik yang sukses bagi persuasi dan kontrol sosial ketika aktor-aktor pencetusnya mendapat dukungan popular yang sangat luar.biasa. "erusuhan sosial dan aksi massa ini membentuk rangkaian yang saling menyambung di beberapa daerah yang berbeda-beda. Dari kerusuhan #$ %uli !&&', kerusuhan Situbondo ( !) *ktober !&&', kerusuhan +asikmalaya ( #' Desember !&&', kerusuhan Senggau ,edo, "alimantan Barat ( - %anuari !&&$, kerusuhan +anah Abang ( %anuari !&&$, kerusuhan .engasdengklok ( %anuari !&&$, kerusuhan /ekalongan ( 0aret !&&$, kerusuhan 1onosobo dan Banjarnegara ( April !&&$, dan kerusuhan di %akarta, Solo, +angerang, Bogor, Bekasi, 2jung /andang dan /adang yang semua terjadi di bulan 0ei !&&3, yakni di mana /residen Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. "erusuhan ini sendiri merupakan kontraproduktif terhadap kebijakan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik dan keamanan. /ada tingkat ekstrem, merupakan cara mendistorsi sumber legitimasi *rde Baru. Sebab hampir di setiap kerusuhan selalu disertai pengerusakan, penjarahan, pembakaran, dan sering kali menimbulkan korban jiwa yang dipicu oleh berbagai isu-isu rasial. Hal menarik dari bentuk kerusuhan semacam ini, bila dicermati adalah tidak adanya penilaian dan pengertian yang sama. /erbedaan paham ini
#

menyangkut akar masalah, aktor penggerak, pengkambinghitaman, sampai pada esensi kekerasaan negara. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh *rde Baru, di samping menghasilkan perubahan dan perbaikan, ada segi kekerasan sebagai hal yang tidak dapat dihindari dari konsekuensi pembangunan itu sendiri 4Basuki Agus Suparno, #)!# !5' ( !5$ 6 Di antara beberapa faktor yang turut menyumbang terciptanya budaya kekerasan kolektif, makin pudarnya dan rasa percaya terhadap insitusi hukum merupakan faktor yang selalu muncul Dari serangkaian kasus amuk massa sebelum peristiwa !- ( !7 0ei !&&3 yang memiluhkan itu, amarah massa yang dilampiaskan dalam bentuk kekerasan fisik yang desktruktif maupun dalam bentuk kata-kata telah memperlihatkan kecenderungan perilaku kekerasan tersebut menjadi budaya massa dalam masyarakat kita. Setiap peristiwa amuk massa yang mulai marak sejak !&&' itu memiliki kombinasi faktor-faktor penyebab, mulai dari persoalan agama, etnis, kesenjangan dan kecemburuan sosial, arogan aparat hingga yang sarat dengan muatan politik kepentingan. Dapat dikatakan, semua peristiwa itu seakan melengkapi bukti-bukti empiris bahwa hingga saat ini umumnya anggota masyarakat 8ndonesia adalah tipikal masyarakat yang lebih suka memilih penyelesaian konflik dengan menjauhi hukum. "ecenderungan lain yang sering muncul dalam kasus-kasus tersebut, siapa yang merasa kuat, ada kecenderungan untuk menggunakan berbagai kekuatan untuk menghadapi lawan dalam bersengketa 4 Adrinof A 9haniago, #)!# #-! ( #-- 6

1alaupun tampaknya spontan, kerusuhan di %akarta sebenarnya merupakan hasil manipulasi politis, walaupun berkaitan dengan masalah ekonomis, sosial, atau etnis. Di kota seperti %akarta, mengalami lebih banyak kerusuhan daripada ibukota negara tetangganya di Asia +enggara. Sejak Soeharto berkuasa, tiga masa penting kerusuhan telah melanda ibu kota tahun !&$7, !&&', dan !&&3. :ang terakhir berakibat keruntuhan re;im *rde Baru. Secara resmi ketiga kerusuhan itu digambarkan sebagai kejadian sporadik yang dipicu oleh para pro<okator yang berusaha menimbulkan kekacauan dan mengguncangkan negara untuk menarik keuntungan. 0aka, diselenggarakan pengadilan. /ada !&$7, Hariman Siregar, "etua Dewan 0ahasiswa 2ni<ersitas 8ndonesia 4286, diadili= pada tahun !&&' giliran Budiman Sudjatmiko, "etua /artai .akyat Demokratik 4/.D6 yang terlarang. /ada !&&3, berbeda dari masa kerusuhan terdahulu, tidak terjadi proses peradilan, tetapi /residen lengser ke prabon. "erusuhan pertama terjadi pada !5 %anuari !&$7, pada saat kunjungan /erdana 0enteri %epang "akuei +anaka. "unjungannya di Asia +enggara memang menimbulkan reaksi keras unjuk rasa di Bangkok dan 0anila, hotel tempatnya menginap di Bangkok diblokir oleh #.))) mahasiswa. >amun, di %akarta unjuk rasa paling spektakuler. /ada hari kedatangannya, !7 %anuari, unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa terjadi di sekitar Bandara Halim /erdanakusumah. "eesokan harinya, sejumlah kerusuhan meletus di seluruh kota. Awalnya para pengunjuk rasa berencana berkumpul di 0edan 0erdeka, di depan istana kepresidenan tempat menyambut /erdana 0enteri itu. "emudian, terjadi kerusuhan yang meluas ke berbagai arah. Di utara, perusuh menuju ke
7

wilayah "ota, bahkan sampai ke Ancol, sambil membakar mobil buatan %epang atau mencemplungkannya ke Sungai 9iliwung yang memisahkan %alan ?adjah 0ada dan Hayam 1uruk. Agen Astra, importir utama mobil buatan %epang, diserbu dan dibakar, begitu pula sejumlah tempat hiburan di 0angga Dua 4khususnya diskotek dan steam bath6. "erumunan massa juga menuju ke selatan lewat jalan protokol, +hamrin dan Sudirman, berunjuk rasa di depan "edutaan Besar %epang, dan berusaha masuk ke dua hotel berbintang yang dijaga ketat sehingga kerumunan massa itu membatalkan niatnya. Sejumlah panti pijat di %alan Blora juga dibakar. Di barat, kerusuhan mencapai .o@y, dan konon sebuah kendaraan /epsi 9ola dan 9anada Dry dirusak. >amun, di sebelah timur 0erdeka Barat paling banyak terjadi bentrokan dan perusakan = mobil di bakar di /asar Baru dan ,apangan Banteng= beberapa bentrokan terjadi dengan aparat keamanan di %alan Budi 2tomo, dan poros yang terdiri dari jalan Salemba dan "ramat sampai Senen menjadi tempat bentrok paling hebat. "antor pusat Astra serta /asar Senen baru, yang diresmikan empat tahun sebelumnya dibakar. Berbagai unjuk rasa tersebut mengikuti satu pola linear berangkat dari

pusat kota sekaligus pusat kekuasaan, lalu merambah beberapa tempat politis yang paling simbolis, jalan protokol baru. +hamrin dan Sudirman, yang dibangun oleh Soekarno, simbol ekonomis ( perusakan mobil buatan %epang berikut agennya ( dan simbol perniagaan ( Senen berikut pasarnya. 8tu masih ditambah dengan simbol kemerosotan moral, seperti wilayah pelacuran Blora dan terutama 0angga Besar dan "ota.

Berbagai peristiwa tersebut sebenarnya berasal dari satu sumber utama yaitu gerakan mahasiswa. Sejak !&$!, berbagai gerakan oposisi terbentuk dengan niat menjadi golongan putih 4golput6 pada pemilihan umum !&$!, kemudian unjuk rasa menentang pembangunan +aman 0ini 8ndonesia 8ndah yang menguntungkan ibu +ien Soeharto. Sejalan dengan itu, ;aman itu juga merupakan konsolidasi kekuasaan yang tercermin terutama dari ApenyederhanaanA sistem partai. ?olkar dan dua partai oposisi. /ertama, /artai /ersatuan /embangunan 4///6 yang merupakan perhimpunan berbagai partai 8slam 4>adhlatul 2lama, /armusi, /erti dan /S886. "edua, /artai Demokrasi 8ndonesia 4/D86 yang merupakan penggabungan partai nasionalis dan "risten 4/artai >asional 8ndonesia, /arkindo, 0urba, 8/"8 dan /artai "atolik6. Sejak !&$-, dalam konteks pembangunan yang berkaitan dengan kenaikan harga minyak per barel, berkembang sebuah gerakan mahasiswa yang mendeklarasikan A/etisi #3 *ktoberA 8sinya menuntut perubahan strategi pembangunan, melawan korupsi dan menuju lembaga perwakilan yang lebih baik. /ada bulan >o<ember muncul sejumlah unjuk rasa menentang penanaman modal asing yang segera mengerucut menjadi anti-%epang ( artinya in<estor utama pada ;aman itu ( dan menentang Asisten /ribadi /residen 4Aspri6, yaitu Ali 0urtopo dan Sudjono Humardani. Dalam perebutan pengaruh atas /residen, kedua Aspri itu mewakili apa yang oleh Brancois .aillon disebut A kubu %epang A yang berusaha mempertahankan pembangunan dengan biaya asing dan %epang. /esaingnya adalah A kubu Amerika A yang lebih liberal. -- /ada !) %anuari mahasiswa merumuskan tiga tuntutan peniadaan jabatan Aspri, penurunan harga, dan pemberantasan korupsi.

'

Dalam konteks itulah. /erdana 0enteri "akuei +anaka mengunjungi 8ndonesia. >amun, proses yang berawal dari rasa tidak puas menuju kerusuhan lebih rumit. 0isalnya tokoh yang disangka pemimpin mahasiswa, yang kemudian ditangkap dan dihukum, dikatakan ada hubungannya dengan "omando *perasi /emulihan "eamanan dan "etertiban 4"opkamtib6, agar terbebas tuduhan sub<ersi. Demikian pula, untuk menghindari resiko ekses, mahasiswa telah memutuskan untuk tidak lagi melakukan unjuk rasa di depan istana kepresidenan, tetapi di "ampus 2ni<ersitas +risakti. Dalam perjalanan pulang, sejumlah mahasiswa 2ni<ersitas 8ndonesia 4286 diarahkan ke tempat kerusuhan. ,aporan resmi yang dimuat surat kabar meletakkan tanggung jawab lebih besar pada mahasiswa dan siswa karena memang benar bahwa mereka diperkuat oleh massa yang makin lama makin besar. /ada !5 %anuari malam, misalnya, dikatakan bahwa kuli +anjung /riok, tukang becak, dan pedagang asongan datang ke "ampus 28 sehingga menimbulkan kesan gerakan pengguncang re;im, yang lebih besar daripada yang diperkirakan. 0emang pengadilan mahasiswa yang Abertanggung-jaewabA atas berbagai peristiwa tersebut ingin membuktikan adanya makar yang menentang re;im politis, tetapi beberapa <ersi lain menunjukkan adanya manipulasi gerakan kontra-demontrasi, yang tidak disebut-sebut oleh surat kabar, diduga didukung oleh seorang pengusaha kaya ,B" mengingat beberapa karyawannya tampak di tempat penjarahan. Demikian juga halnya bangunan Astra di %alan "ramat yang mungkin dibakar oleh prajurit AB.8. ,ebih besar kemungkinan berbagai peristiwa itu bersifat politis kejadian itu berlangsung dalam konteks perseteruan merebutkan kekuasaan antara Ali 0urtopo, 0enteri /enerangan sekaligus penasehat dekat Soeharto dan
$

%enderal Soemitro yang menjadi /angkopkamtib pada masa itu. Ali 0oertopo mungkin melebih-lebihkan berbagai kerusuhan itu untuk mendeskreditkan pesaingannya. 8tulah yang tercermin dari cara kerusuhan itu berlangsung. "erumuman massa itu berangkat dari istana kepresidenan dan kejadiannya memberi kesan seolah ada kesengajaan membelokkan mereka= di satu pihak ke arah +hamrin karena di sana ada Soemitro, di pihak lain ke arah Senen, markas Ali 0oertopo. Dengan demikian, rute kerusuhan itu merupakan pengejawantahan spasial dari permainan politis. Di balik gerakan kemarahan terhadap kebijaksaan pembangunan pemerintah dan dalam kerangka pertumbuhan ekonomi. 0alari adalah hasil perebutan pengaruh yang terungkap secara spasial oleh perusakan berbagai tempat sesuai dengan rute yang telah ditetapkan. %adi, kerusuhan itu merupakan salah satu bentuk spasial dari perebutan kekuasaan dan kehidupan politis di negeri ini. 8tulah yang nantinya tercermin dalam peristiwa !&&'. 4 %erome +adie , #))& -' ( 7) = Brancois .aillon, !&3& !)# ( !!' dan Adrian Cickers, #)!! #57 ( #55 6 Di samping adanya manipulasi politik terhadap /eristiwa 0alari !&$7, menurut .ichard .obison, jelas nyata adanya frustasi sosial mendalam yang meledak ke permukaan di jalan-jalan %akarta, mencerminkan adanya perasaan anti-+ionghoa dan anti-pemerintah dalam aksi mereka yang sangat mengguncangkan pemerintah. .eaksi pemerintah sangat cepat dan efektif. /ara pemimpin yang melancarkan kritik dan pemimpin mahasiswa ditangkap atau ditahan sebagai tahanan rumah, sejumlah pimpinan terkemuka diadili dan dipenjarakan. ,ima koran di antara yang paling kritis diberangus Indonesia Raya, Abadi, Nusantara, Harian Kami, ahasiswa Indonesia dan !edoman. "aum terdidik kelas menengah menunjukkan
3

ketidakmampuan mengembangkan basis kekuatan yang dapat membentuk ancaman politik yang nyata terhadap kaum militer. 0ereka terbukti tidak mampu dan mungkin tidak mampu membangun aliansi politik dengan kaum buruh dan tani atau bahkan untuk memobilisasi komitmen yang efektif dari kelas menengah perkoataan. Sebagian besar di antara mereka mendapatkan manfaat dari kebijakan *rde Baru secara materiil, tidak akan bersemangat untuk melakukan redistribusi kekayaan secara radikal. 0alahan mereka memilih bermain mata dengan faksi Soemitro di kalangan militer, kepentingan mereka secara obyektif tidak berbeda dengan Soeharto. 0ain mata semacam itu sepenuhnya bersifat politik dan saling sinis. Bagi kaum intelektual liberal, !&$7 sebenarnya merupakan permulaan dari akhir mereka. Sejak itu re;im *rde Baru dengan berhasil mengerahkan energi mereka mengontrol basis pengaruh liberal uni<ersitas, pers dan pegawai pemerintah. /ada !&3)-an aparat kontrol dan seleksi mencapai tingkat efisiensi tinggi jauh melampaui permulaan !&$)-an. Sementara *rde Baru menangani perlawanan kaum intelektual liberal, mereka bergerak melakukan akomodasi terhadap kaum kapitalis kecil /ribumi. Bagian terbesar borjuasi kecil /ribumi, terutama di bidang tekstil, dalam keadaan merosot, secara luas dianggap sebagai langkah-langkah modal besar asing dan golongan +ionghoa. "emarahan terhadap kaum kapitalis +ionghoa dan pemerintah tercermin dalam partisipasi kaum kapitalis kecil /ribumi dalam kerusuhan Anti-+ionghoa di Bandung pada Agustus !&$-. +erdapat kekhawatiran di kalangan pemerintah akan terbentuknya oposisi luas di hari depan yang akan menyulut kebencian karena keresahan ekonomi borjuis kecil /ribumi yang sedang merosot

&

beserta keresahan agama kaum fundamentalis 8slam. Borjuasi kecil /ribumi tidak lagi dapat diabaikan. 4 .ichard .obison, #)!# !#3 ( !#& 6 "erusuhan #$ %uli !&&' adalah kejadian yang untuk pertama kalinya jelas berlatar politis= perpecahan dalam /artai Demokrasi 8ndonesia 4/D86. Di pucuk pimpinan partai sejak !&&- hingga "ongres 0edan pada #) ( ## %uni !&&', 0egawati Soekarnoputri 4kemudian menjadi presiden .8 pada #))! ( #))76 menjadi figur utama oposisi terhadap /residen Soeharto. Auranya berasal dari serangkaian faktor sebagai oposisi utama, tetapi terutama sebagai putri dan ahli waris Soekarno, yang ditampilkan sebagai seorang pemimpin yang jujur, dekat dengan rakyat, dan mempunyai <isi tentang masa depan negerinya, dibandingkan penggantinya. Soekarno berujar melalui mulut putrinya. 8tulah yang tergambar, misalnya di kaos= di bagian dada ada potret 0egawati yang berlatar potret ayahnya. "ongres 0edan, atas saran pemerintah yang khawatir melihat popularitas seorang tokoh yang bukan kroninya, memilih sebagai pengganti, Soerjadi, ketua lama partai yang tersingkir pada !&&-. >amun, 0egawati bertahan dan pertentangan dimulai. Setelah unjuk rasa pada bulan %uni yang berubah menjadi kerusuhan di ?ambir= pusat pertentangan di markas besar /D8, di samping /// dan ?olkar, yang terletak di daerah 0enteng, di %alan Diponegoro. /ada tanggal #$ %uli siang hari, orang-orang yang menganggap dirinya anggota /D8 resmi tiba dengan beberapa truk untuk menduduki markas besar. 0ereka mengenakan kaos merah lambang partai. 0enurut saksi mata, dari perawakannya dapat diduga bahwa mereka adalah prajurit yang menyamar. 0ereka menyerang simpatisan 0egawati dengan batu yang diturunkan dari truk. 0ereka yang berada di sana terpaksa menyelamatkan
!)

diri kedalam gedung sebelum polisi dan simpatisan ketua baru /D8 mendudukinya. Dalam pada itu, beberapa ratus meter dari sana, sejumlah militan dan gerombolan yang makin lama makin besar, yang muncul dari kampung di sekitarnya, berhadapan dengan polisi. Setelah diserbu militer, gerombolan itu cerai-berai ke segala arah, dan meletuslah kerusuhan itu. 4 %erome +adie, #)!# 7) ( 7! dan .obert 1 Hefner, #))! -)3 ( -!! 6 "erusuhan tersebut meletus ke sejumlah arah di 0enteng, di sepanjang

%alan Surabaya, ke arah Salemba di sepanjang jalan Diponegoro dan /roklamasi, sambil merusak bioskop 0egaria dan membakar kantor Angkatan Darat, kantor +elkom, dan kantor Departemen /ertanian di %alan Salemba. "emudian, kerusuhan bergerak ke arah timur lewat %alan /ramuka, ke arah selatan menuju "ampung 0elayu, ke arah utara menuju Senen lewat %alan "ramat sambil memecah kaca gedung-gedung di sekitarnya dan membakar gedung kantor, bank, dan agen +oyota. "arena dihambat oleh aparat keamanan, gerombolan itu menyebar ke timur, melewati jalan Suprapto menuju 9empaka /utih dan di sana sempat membakar bus. 0enurut desas-desus, pada masa itu kerusuhan menyebar ke arah ?lodok, di utara %akarta, suatu rute yang masuk akal. Selain korban, #!) ditangkap dan ## gedung , &! mobil, dan # motor dibakar. 8tu masih ditambah dengan orang hilang tanpa jejak yang jumlahnya tidak pasti, AB.8 telah bergerak cepat menunjukkan kekuasaannya. 0aka, ketiika dicermati peta distribusi kerusuhan, tampak kemiripan dengan kerusuhan tahun !&$7, khususnya di %alan Salemba-"ramat-Senen. 0assa menyebar dengan cara yang sama pada tahun !&$7 dan !&&', dimulai dari satu tempat, pemberontakan meluas di sepanjang jalan utama, sambil
!!

bergerak para perusuh membakar berbagai simbol kekuasaan politis. 4 kantor Departemen /ertanian6 dan ekonomis 4bank, agen mobil, dan sebagainya6. "erusuhan tampaknya dibumbui berbagai unsur yang membuat takut pada !&$7, penduduk kampung, yang ditampilkan sebagai massa tak terkecuali, yang siap untuk segala bentuk ekses, peran pentingnya akan menonjol pada !&&3. 4 %erome +adie, #)!# Saptomo, !&&$ !- ( 3# 6 6 Huru-huru 0ei !&&3, seperti yang terjadi pada !&&', sangat mengejutkan penduduk %akarta. Setelah krisis moneter yang berawal di +hailand dan negara lain di Asia +enggara pada !&&$, kebakaran hutan telah menimbulkan dampak di Singapura, 0alaysia, Sumatera, dan "alimantan sepanjang musim kemarau !&&$ sehingga mengganggu stabilitas wilayah itu. >amun, justru di 8ndonesia krisis itu paling lama dan membeberkan kemacetan ekonomi tahun !&&)-an serta pelonjakan indeks saham di bursa. Dalam konteks ketidakpuasan yang makin lama makin merata akan re;im yang menjadikan pembangunan sebagai landasan legitimasi, tuntutan tampak makin keras. 0ahasiswa mengorganisasi unjuk rasa terbesar. /ada tanggal !# 0ei, unjuk rasa dipimpin oleh mahasiswa 2ni<ersitas +risakti, salah satu uni<ersitas swasta fa<orit di %akarta. Sampai saat itu, mereka belum pernah mengambil bagian dalam gerakan menuntut, berbeda dari mahasiswa lain seperti 2ni<ersitas 8ndonesia misalnya. "etika sudah berada di luar kampus dan bersiap untuk bergerak ke arah D/., rombongan itu ditahan di depan bekas kantor 1ali "ota %akarta Barat yang terletak !)) meter dari 2ni<ersitas +risakti. Aparat yang ditempatkan di jembatan 7) ( 7! dan ?ibran Ajidarma dan 8rawan

!#

layang yang mengajur ke kampus menembaki mahasiswa sehingga menewaskan empat orang. 8tulah awal dari huru-hara. +anggal !- 0ei !&&3, beberapa kerusuhan dan penjarahan terjadi tidak jauh dari 2ni<ersitas +risakti, khususnya di %alan "H Hasyim Asyhari, di sekitar pusat pertokoan .o@y. >amun, pada !7 0ei justru terjadi perusakan yang paling banyak. /ada titik kerusuhan dan wilayah perusakan pada !&33 itu menerakan bangunan yang rusak. "erusuhan itu berlangsung terutama di bebearapa jalan utama kota, namun sebagian besar kompleks perumahan tidak disentuh. 8tulah yang diperlihatkan, misalnya, oleh posisi gedung hancur yang berderet mengikuti bentuk jalan utama. /erusakan ini antara lain terjadi di poros timur-barat yang mencakupi jalan Daan 0ogot, "yai +apa dan "H Hasyim Asyari, lokasi 2ni<ersitas +risakti, serta poros utaraselatan mulai dari 0edan 0erdeka hingga ?lodok melewati %alan ?adjah 0ada dan Hayam 1uruk. ,okalisasi lain juga dirasakan /asar Baru, %alan ?unung Sahari, tetapi juga jalan /angeran +ubagus Angke dan "apuk, Deretan bangunan yang terbakar di jalan-jalan itu mencerminkan gerak maju para perusuh dan memperlihatkan tatanan arah yang berbentuk garis, seperti kejadian pada !&$7 dan !&&'. >amun, kerusuhan 0ei !&&3 berbeda dari segi keluasan. "erusuhan itu melanda semua kota madya. 0emang benar tampak jejak linier di sana sini, tetapi yang menolak adalah selebaran wilayah yang terkena dampaknya 4 perusakan parah terjadi juga di wilayah pinggiran +angerang, Bekasi, dan Depok6.

!-

/eristiwa itu mengakibatkan tragedi. %umlah korban tewas berbeda, bergantung pada sumber, antara tiga ratus dan lebih dari seribu. Sebagian besar terbakar dalam kebakaran kantor dan terutama pusat perbelanjaan. 0isalnya di pertokoan Sentral, "lender, dua ratus orang terjebak api, di pertokoan ?lodok, terlihat dikeluarkan lebih dari sepuluh jena;ah. /ada masa itu, surat kabar terutama memberitakan para penjarah yang terjebak kebakaran yang disulut oleh orang luar pada saat pertokoan sedang penuh. "erugian material juga sangat besar = jumlah gedung yang rusak atau runtuh ber<ariasi menurut sumber yang berbeda. +im +risakti, misalnya, selama sur<ei mencatat sekitar $)) gedung yang terdiri atas berbagai jenis #!3 toko, !'5 ruko, !55 bank, &! gedung perkantoran, -# pusat pertokoan, dua menara apartemen 4/luit6, #! rumah dan beberapa gudang, hotel dan hotel. Data ini memosisikan kerusuhan di sepanjang jalan utama tempat perdagangan. 0aka, dapat dipertanyakan apakah kerusuhan itu bermotif ekonomi. "ilasan berbagai lokasi kerusakan itu membingungkan. +erungkap pola linner seperti yang teramati pada !&&' dan !&$7, yaitu di sepanjang poros besar yang telah disebutkan di atas. >amun, sasarannya lebih ber<ariasi dan tempat kerusuhan jauh lebih terpencar dan jatuh daripada yang terdahulu. "etika diamati waktu kerusuhan meletus, sejumlah titik awal muncul serempak, baik di pusat kota maupun di pinggiran. Di sanalah kerusuhan dimulai dan tidak menjalar. 0isalnya yang terjadi di Salemba. /ada pukul !!, konflik dimulai di tengah massa besar sekali, yang membakar ban mobil sebelum memicu kebakaran di toko dan agen mobil. /ada saat yang sama,
!7

kerusuhan meletus di perempatan %alan /emuda. Setengah jam kemudian, giliran /asar 0inggu, di selatan %akarta, 9empaka /utih di sebelah timur %akarta /usat, diikuti oleh .awamangun dan "lender di +imur. "alibata di Selatan, /os /engumben di Barat, dan ?rogol sejak pukul !-.)). Sore hari, sejumlah kebakaran terjadi lagi, khususnya dii sekitar "ali 0alang, di %alan +endean, dan di "ebayoran ,ama. /encaran itu merupakan fenomena baru dalam sejarah kerusuhan di 8ndonesia sehingga menimbulkan dugaan adanya perencanaan di dalam gerakan itu, dan keterlibatan pro<okator. 9ara penjarahan tersebut berlangsung memperlihat lebih jelas lagi bagaimana tindakan itu diorganisasi. ,a;imnya, massa dihimpun dengan berbagai cara dari mulut ke mulut, tetapi juga dengan membakar ban mobil untuk menarik perhatian. 0assa semakin cepat terhimpun jika wilayahnya berdekatan dengan kampung. Sebagian besar wilayah di %akarta dihuni oleh penduduk dari berbagai kalangan, rumah yang lebih nyaman di perumahan mewah berdampingan dengan kampung yang lebih padat dan lebih miskin dengan rumah yang berkualitas rendah. "ecuali beberapa kediaman kaum elite, kebanyakan kebakaran terjadi di dekat pemukiman yang luas. Begitu ada desas-desus tentang gerombolan orang di /asar +ebet Barat, warga segera berkumpul di situ dan siap untuk menyerbu. /asar itu nyaris hancur seandainya tidak diselamatkan oleh dua truk tentara. *rang berduyun-duyun datang karena ingin tahu sehingga menambah rasa takut yang asalnya serupa dengan kejadian terdahulu Akelas berbahayaD muncul kembali dan diusir oleh aparat keamanan. 9ontoh tersebut menonjolkan unsur utama yang kedua dari kerusuhan pemicu. "ebanyakan orang yang ditengarai oleh penduduk di sekitarnya
!5

tidak dikenal. +erkadang mereka meneriakkan berbagai slogan anti +ionghoa, menuduh mahasiswa pengecut karena tidak bergabung dengan gerakannya, terkadang mereka berseru untuk menyerbu gedung atau memberikan contoh, sebelum mundur ketika massa mulai menjarah. "elompok pemuda itu mempunyai berbagai ciri-ciri ada yang berseragam S0A atau berjaket mahasiswa= yang lain berpakaian lusuh dan berwajah sangar = sebagian lagi berbadan tegap, berambut cepak, dan berseragam militer = dan ada juga yang berbadan tegap= berwajah dingin, tetapi bertato. 9iri-ciri tersebut membedakan dengan jelas orang-orang itu dari mereka yang bergerombol dapat dikenali tentara 4sejumlah anggota Badan 8nteljen AB.8 4B8A6 dikenali di antara para pro<okator penjarahan sebuah agen mobil di Salemba6, dan juga preman 4pada umumnya mereka dikenal sebagai orang bertato, sedangkan prajurit tidak6 dan anak muda yang tidak jelas asalnya 4sebagian ApemudaA itu tampak tua6. /ada umumnya mereka datang ke tempat penjarahan dalam kelompok, diangkut dengan bus atau truk. Biasanya mereka dipimpin oleh seorang ketua kelompok. --- Di +anah Abang, khususnya, pada saat perusuh siap membakar sebuah gedung, mereka dihadang oleh massa yang berasal dari kampung sekitar. 0enurut laporan, gerombolan anak muda itu menoleh ke ketua kelompoknya untuk mengetahui tindakan selanjutnya. .ekutmen kelompok-kelompok tersebut mengikuti skema sederhana prajurit berpakaian sipil 4seperti yang telah dicurigai pada saat markas besar /D8 diserang pada tahun !&&'6, preman yang menjadi upahan A pro<okator D, atau penduduk tertentu menerima bayaran di kirim ke sana untuk merusak. 0etode itu la;im digunakan. +ampak bahwa dalam konteks pengangguran
!'

dan kemiskinan, merekut anak buah tidaklah sulit. 4 %erome +adie, #)!# 7( 73 dan .ene , /attiradjawane, #))) mengorganisir beberapa peristiwa #!- ( #5# 6. 0enurut Hefner, perampokan, penjarahan, terdapat banyak bukti bahwa faksi militer tertentu telah terlibat dalam seperti pemerkosaan dan pembunuhan yang diarahkan terhadap etnis +ionghoa selama kerusuhan massa !- ( !5 0ei. Strategi eskalasi konflik ini tampaknya bertujuan meningkatkan eskalasi situasi chaos, yang nanti akan memberi kesan kepada Soeharto bahwa %enderal 1iranto 4 yang pada waktu itu menjabat /anglima +>86, tidak mampu menjamin keamanan. 4 Syamsul Hadi, #))5 -!& ( -#! 6 "erusuhan !- ( !5 0ei !&&3 agaknya menjadikan pusat-pusat perdagangan yang dimiliki orang +ionghoa di dalam kota dan di sekitar %akarta sebagai target sasaran utama. 4 Syamsul Hadi , #))5 -!& ( -#! dan Eddy /rabowo 1itono, #))) !&! ( !&# 6. Dalam hal ini, kebanyakan elite politik dan massa di 8ndonesia sudah sepenuhnya maklum akan rapuhnya struktur sosial yang sumbernya datang dari jurang ekonomi yang demikian lebar antara mayoritas pribumi dengan minoritas +ionghoa. /ersepsi dominasi etnis +ionghoa terhadap ekonomi telah menjadi rahasia umum di kalangan penduduk asli-pribumi. Hal yang lebih penting di sini adalah bahwa sentimen anti-+ionghoa yang makin meluas di kalangan penduduk asli tersebut dapat dengan mudah dimanipulasi oleh faksi-faksi politik tertentu 4 termasuk di dalamnya elite negara itu sendiri6 untuk tujuan-tujuan politik tertentu. Hal ini dapat dilihat di dalam akti<itas kelompok tertentu yang menyulut dan memperluas aksi-aksi kerusuhan tersebut. >amun, fakta tentang kesenjangan pri dan non-pri ini terus dianggap sepi oleh banyak kalangan, bahkan setelah kejatuhan Soeharto, karena para teknokrat
!$

menganggapnya sebagai semacam faktor Airrational=D menurut kalkulasi ekonomi mereka. "arena alasan ini, paket penyelamatan 80B pada 8ndonesia tidak memperhitungkan masalah ini sebagai penyakit masyarakat serius yang perlu penanganan segera. .usuh massa itu hanya memperparah rasa tidak aman masyarakat, memperburuk nilai tukar rupiah, dan akhirnya menurunkan dengan tajam legitimasi politik Soeharto. "eberadaan Soeharto sebagai presiden kemudian dilihat sebagai bagian dari masalah utama yang harus dipecahkan, bukan solusi. +ekanan-tekanan yang dilancarkan para mahasiswa yang terus menduduki gedung parlemen memainkan peranan penting dalam memaksa pimpinan parlemen, Harmoko, untuk mengirim sebuah ultimatum AbersejarahD kepada Soeharto mundur atau menghadapi impeachment /ada tanggal #! 0ei !&&3 Soeharto juga menerima surat dari !7 menteri, dipimpin oleh ?inandjar "artasasmita yang mengumumkan pengunduran diri mereka dan meminta kepada Soeharto agar mereka tidak lagi dicalonkan dalam kabinet baru. 0enghadapi tekanan yang menggunung ini, tidak ada pilihan lain bagi Soeharto kecuali mengumumkan pengunduran dirinya dan memberi jalan kepada Habibie ( kala itu wakil presiden ( untuk memimpin suatu pemerintahan transisi. Sejak diambil sumpahnya sebagai presiden baru pada tanggal #! 0ei !&&3, Habibie selalu berada dibawah kecaman dan demonstrasi berbagai kelompok masyarakat menggugat legitimasi kepresidenannya. "urangnya legitimasi Habibie secara politik terutama karena latar belakangnya sebagai pembantu terdekat Soeharto di era *rde Baru, yang justru menjadi penghalang utama dalam rangka menuju suatu pemerintahan yang efektif setelah kejatuhan
!3

Soeharto. /ublik meragukan kepemimpinan Habibie dalam memulihkan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi. Dalam hubungan dengan militer, Habibie lebih memilih 1iranto ketimbang /rabowo sebagai sekutunya dalam pemerintahan transisi. Di bawah 1iranto, kepemimpinan militer lalu melakukan in<estigasi dengan membentuk Dewan "ehormatan yang meneliti dugaan keterlibatan /rabowo dalam kasus penculikan para mahasiswa, yang akhirnya membawa akibat berupa diberhentikannya /rabowo dari dinas militer. 0asa pemerintahan Habibie yang bersifat transisional 40ei !&&3 ( *ktober !&&&6 menunjukkan terus menurunnya kekuasaan dan pengaruh militer yang juga berdampak pada instabilitas politik yang berlarut-larut, dengan meletusnya rusuh massa yang dipicu oleh isu-isu etnis dan keagamaan di beberapa sudut 8ndonesia. Dalam bidang ekonomi, ketergantungan ekstrem kepada 80B memaksa pemerintahan Habibie untuk mengikuti agenda kaum neo-liberal dalam hal reformasi struktural, sementara konsep-konsep AasliA Habibie tentang industrialisasi dan teknologi tinggi yang didasarkan nasionalisme praktis terlupakan dalam masa pemerintahannya yang pendek itu 4 Syamsul Hadi , #))5 -!& ( -#! 6 "erusuhan !-- !5 0ei !&&3 di %akarta merupakan malapetaka terbesar yang dialami bangsa 8ndonesia, khususnya bagi orang-orang keturunan +ionghoa. Dalam kerusuhan 0ei !&&3 telah terjadi perkosaan dan pelecehan seksual yang tidak terjadi dalam kerusuhan tahun !&$7 dan !&&'. Sebagaimana dikatakan 8ta B >adia, perempuan +ionghoa dipilih sebagai korban perkosaan, mengingat posisi mereka lemah sekali. "erusuhan yang terjadi, tak lepas dari perebutan kekuasaan elite politik di 8ndonesia. 2ntuk itu, mereka butuh korban dan yang dipilih adalah perempuan +ionghoa karena

!&

posisi mereka yang terlemah. %adi mereka menjadi korban, maka mereka sulit membela diri. 0asyarakat kita cenderung menganggap ringan penderitaan korban perkosaan 0ereka lebih cenderung menghitung korban material bukan moral masyarakat yang rusak. /adahal kerusakan moral lebih sulit ditangani. /emerkosaan itu disengaja agar korban merasa tak aman lagi hidup di sini . "asarnya mereka diteror agar tidak lagi betah hidup di 8ndonesia. /emerkosaan dilakukan oleh tiga atau empat orang. +idak pernah pemerkosaan dilakukan oleh satu orang. 8ni namanya pemerkosaan massal. Hal ini disengaja, mengingat pola perkosaan yang dilakukan sama. +ujuannya jelas untuk membuat korban schok dan trauma. /elaku sengaja melakukan perkosaan secara massal agar korban kesulitan menemukan pelaku pemerkosaan. Dampak pemerkosaan, korban setidaknya mengalami schok berat. Ada juga mengalami gangguan jiwa bahkan gila. %ika si korban melawan ketika diperkosa mereka akan dibunuh setelah diperkosa. Akibat yang paling berat adalah korban melakukan bunuh diri karena tak kuat menanggung rasa malu. /emerkosaan, penjarahan dan perusakan itu dilakukan oleh kelompok yang sama. 4 +empo 8nteraktif Edisi !'F)- - #) F%uniF !&&3 6 0enurut Benny ? Setiono yang menulis buku "ion#hoa $alam !usaran !olitik, +ragedi !- ( !5 0ei !&&3 sangat menghentak etnis +ionghoa di seluruh 8ndonesia dan menimbulkan kesadaran bahwa selama ini mereka dipinggirkan dan dibuat tidak berdaya. Sebagian besar hak-haknya sebagai warga negara dikebiri dan bersama /"8 selalu dijadikan kambing hitam dan
#)

obyek pemerasan. Harkat sebagai bangsa dan etnis, bahkan sebagai manusia telah dilecehkan. Satu-satunya kebebasan yang diberikan oleh penguasa *rde Baru adalah di bidang bisnis, tetapi tanpa kebebasan politik hal tersebut menjadi tidak artinya. /eristiwa tersebut juga membuktikan kebenaran sinyalemen bahwa etnis +ionghoa selama ini dipersiapkan untuk dijadikan kambing hitam dan bumper re;im *rde Baru di saat menghadapi keruntuhannya. 4 Benny ? Setiono, #))3 !&35 6 /ermusuhan dan kekerasan terhadap sebuah kelompok etnis, seperti yang terjadi pada kelompok etnis +ionghoa, menurut 8gnas "leden, tidak pernah bersifat murni etnik. 0emang benar, perbedaan etnis, perbedaan budaya dan perbedaan ras bisa menimbulkan kesulitan berkomunikasi, tetapi tidak dengan sendirinya menimbulkan dendam antaretnik yang mendalam yang membawa kepada kekerasaan. /erbedaan budaya dan berkelainan etnik, yang paling mungkin hanya menimbulkan salah pengertian. Hubungan antaretnik baru menimbulkan permusuhan dan kekerasan kalau perbedaan antaretnik yang satu dengan yang lain disertai dominasi politik ataupun ekonomi oleh etnik yang satu terhadap etnik yang lain. Hubungan dominasi itu sendiri pada dasarnya sudah mengandung suatu kekerasan struktural karena tidak merupakan hubungan setara, melainkan ditandai oleh keunggulan dominan satu pihak dan ketergantungan pada pihak lain. "alau dominasi ini kemudian ini menimbulkan represi langsung oleh pihak yang kuat dalam bidang politik, atas perbedaan yang terlalu besar dalam penguasaan asset dan penghasilan ekonomi. 0aka cepat atau lambat akan muncul perlawanan dari pihak yang mengalami depresi atau ketergantungan. 0enyusul kemudian kondisi antara pihak yang menguasai
#!

dan pihak yang merasa dikuasai, yang apabila mengalami eskalasi, dapat berkembang menjadi kekerasaan.4 8gnas "leden, !&&& !5# ( !5- 6 0asalah konflik antaretnik di 8ndonesia adalah masalah yang lebih banyak berhubungan dengan kebijakan pemerintah, dan bukannya masalah sentimen antar etnik. Sentimen etnik ini memang mudah ditiup-tiupkan oleh pihak yang hendak mengambil keuntungan karena perbedaan etnik relatif menjadi kriteria perbedaan kekuatan ekonomi, dan sampai tingkat tetentu, juga kekuatan ekonomi. "onflik antar etnik, khususnya di 8ndonesia, bukan merupakan masalah etnik semata, tetapi lebih menyangkut hubungan kekuatan ekonomi-politik. *rang atau kelompok kekuatan yang mempunyai dengan kekuasan politik bisa mempertukarkan politiknya keuntungan ekonomi,

Sebaliknya, pihak yang mempunyai kekuatan ekonomi dapat mempertukar kekuatan ekonominya untuk mendapatkan perlindungan dan kemudahaan politik. "erjasama di kalangan kelompok-kelompok dominan ini jelas menguntungkan mereka . 4 Achmad Habib, #))7 #5 ( #' 6 0enurut +hung %u ,an bahwa peristiwa 0ei !&&3 yang menimbulkan reaksi internasional pada hakekatnya membawa kesadaran kepada warga etnis +ionghoa terhadap terhadap AmasalahDnya sebagai bukan lagi sekadar sentimen anti-+ionghoa yang muncul dalam bentuk kekerasan pada waktuwaktu tertentu. Ada hal yang lebih mendasar yang harus diselesaikan, atau pilihan lainnya adalah orang +ionghoa meninggalkan 8ndonesia dan mencari tempat lain yang lebih aman.

##

/ada waktu itu banyak orang +ionghoa ( terutama yang cukup berada ( memilih jalan kedua, karena jalan pertama sepertinya tidak memungkinkan, terutama ketika kebanyakan orang +ionghoa melihat kunci permasalahan mereka adalah kebijakan pemerintah yang diskriminatif. %adi, mereka berpendapat bahwa tanpa kemauan politik dari pemerintah, adalah tidak mungkin bagi warga +ionghoa untuk mengubah nasibnya. Dalam hal ini jelas bahwa warga +ionghoa, sebagaimana yang terjadi masa *rde Baru, merasa dan bersikap sebagai AobyekD, yang nasibnya ditentukan oleh kelompok di luarnya, dalam hal ini pemerintah. "enyatannya, tidak semua orang +ionghoa bisa meninggalkan 8ndonesia, dan 3)-&) persen dari mereka harus tetap di 8ndonesia apa pun situasinya, baik ataupun buruk. 0ereka lahir dan besar di 8ndonesia, dan barangkali selama hidupnya sebagian besar dari mereka lakukan belum pernah meninggalkan 8ndonesia atau daerah tempat tinggal mereka. Dengan demikian, hanyalah 8ndonesia yang mereka kenal sebagai tempat kelahiran dan tempat kehidupan mereka. "eterikatan sebagaian besar warga +ionghoa terhadap 8ndonesia kian jelas ketika setelah sebagian dari mereka yang AlariD meninggalkan 8ndonesia pada waktu peristiwa tragis 0ei !&&3 juga harus kembali ke 8ndonesia. +ernyata, Amelarikan diriD bukan jalan keluar terbaik. +ampaknya tidak ada pilihan lain bagi mereka yang tinggal dan yang kembali selain bertahan dan melakukan resistensi, dengan mencoba mengubah nasib mereka. Dengan kata lain, warga +ionghoa sekarang mencoba menjadi AsubyekD yang memilih dan memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan untuk

#-

mengubah kedudukan atau posisi mereka sebagai kelompok minoritas yang selama ini marjinal atau dimarjinalkan. 2paya yang kemudian mereka lakukan adalah mencoba mengubah kebijakan pemerintah yang diskriminatif melalui pendekatan politik, baik oleh indi<idu-indi<idu tertentu maupun oleh perkumpulan-perkumpulan etnis +ionghoa yang bertumbuh setelah peristiwa 0ei !&&3. 4 +hung %u ,an, #)!) - ( 7 6. /embentukan kembali ratusan organisasi +ionghoa setelah kerusuhan 0ei !&&3 adalah juga karena aneka kebutuhan yang terkait dengan upaya para pemimpin organisasi-organisasi tersebut menegaskan dengan sungguh-sungguh bahwa kesetiaan mereka adalah kepada 8ndonesia. Hal itu juga dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang merefleksikan bahwa masyarakat +ionghoa memang mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa 8ndonesia, walaupun organisasi-organisasi +ionghoa berdasarkan persamaan solidaritas dan warisan budaya kolektif 4 +hung %u ,an, #)!) !$ ( !3 dan Aimme Dawis, #)!) 7& ( $7 6 +ragedi-tragedi sejarah yang menimpa orang-orang +ionghoa di 8ndonesia secara langsung mempengaruhi proses pencarian identitas mereka. 0ereka merasa berada di persimpangan jalan, kebingungan memilih jalan mana yang dapat mengantarkan mereka untuk lebih bisa diterima sebagai orang 8ndonesia hancur berantakan dalam waktu singkat seiring meletusnya kerusuhan 0ei !&&3. 0erespons situasi pasca- /eristiwa 0ei !&&3, setidaktidaknya ada empat orientasi pembentukan identitas pada orang-orang +ionghoa 8ndonesia. /ertama, mereka yang menganggap bahwa dirinya adalah orang +ionghoa dan akan selalu menjadi orang +ionghoa, "edua, mereka yang merasa telah berhasil berasimilasi kedalam masyarakat
#7

8ndonesia, "etiga, mereka yang telah mampu melampaui batas-batas etnis, budaya, dan negara. "eempat, mereka yang menolak proses identifikasi diri berdasarkan motif-motif budaya dan politik. 4 Athonul Afit, #)!# 5 6 . Banyak orang +ionghoa berkeinginan diluruskan posisi orang +ionghoa dalam sejarah nasional 8ndonesia. Ada lima orang +ionghoa yang ikut dalam persiapan kemerdekaan 8ndonesia dalam Badan /enyelidik 2saha-usaha /ersiapan "emerdekaan, yaitu ,iem "oen Han, *ei +iong +joei, *ei +jong How, +an Eng Hwa, *ei +iang +joei, dan +ap +jwan Bing. "alau ditarik ke belakang lagi, ada empat orang +ionghoa dalam pembacaan teks Sumpah /emuda #3 *ktober !&#3, yaitu "wee +hiam Hong, *ey "ay Siang, %ohn ,auw +joan Hok, dan +juo Djien "wie, >ama-nama ini, walaupun tidak dihapus dalam catatan, seakan-akan hilang dalam wacana tentang pembangunan negara dan bangsa. *rde Baru telah menyisihkan orang +ionghoa dari memori kolektif bangsa 8ndonesia, adanya penulisan sejarah 8ndonesia dengan memasukkan tokoh-tokoh +ionghoa berarti menghadirkan kelompok etnis +ionghoa dalam memori kolektif bangsa 8ndonesia. 4 8 1ibowo, #)!) #3 ( -- 6 Berdasarkan analisa ,aporan +?/B, /eristiwa kerusuhan tanggal !- ( !5 0ei !&&3 tidak dapat dilepaskan dari konteks dinamika sosial masyarakat 8ndonesia pada masa itu, yang ditandai dengan rentetan peristiwa /emilu !&&$, krisis ekonomi, Sidang 2mum 0/. .8 +ahun !&&3, demonstrasi mahasiswa, penculikan para akti<is dan tertembaknya mahasiswa +risakti. /ada peristiwa inilah rangkaian terjadi secara akumulatif dan menyeluruh, dapat dilihat sebagai titik api bertemunya dua proses pokok yakni proses pergumulan elit politik yang intensif yang terpusat pada pertarungan politik
#5

tentang kelangsungan re;im *rde Baru dan kepemimpinan /residen Soeharto yang telah kehilangan kepercayaan rakyat dan proses cepat pemburukan ekonomi 4 ,aporan +im ?abungan /encari Bakta, #))' #6 /eristiwa kerusuhan !- ( !5 0ei adalah tragedi nasional yang sangat menyedihkan dan merupakan satu aib tetrhadap martabat dan kehormatan manusia, bangsa dan negara secara keseluruhan. /emerintah maupun masyarakat harus secara sungguh-sungguh mengambil segala tindakan untuk mencegah terulangnya peristiwa semacam kerusuhan tersebut 4 ,aporan +im ?abungan /encari Bakta, #))' -# 6 Betapapun sakitnya, tidak boleh peristiwa ini dibiarkan lewat begitu saja untuk kemudian dilupakan. Sudah terlalu sering kita membiarkan kekerasan menjadi bagian dari permainan penguasa. "ita terkesima mengutuk, lalu menerima saja solusi yang diberikan pemerintah, untuk kemudian ikut melupakan korban-korban yang telah berjatuhan demi /embangunan, demi 8ndonesia menurut interprestasi sekelompok orang, demi politik, demi kekuasaan. +ak ada alasan apapun yang boleh diberikan untuk memungkinkan setiap bentuk kejahatan politik dilupakan. /emerintah hanya bisa menyebut dirinya pemerintah jika berhasil memberi ketenangan kepada warganya. Dan itu berarti dengan jujur akan menyelidiki, menyingkapkan, dan menghukum otak dan perlaku peristiwa itu. "ita, rakyat biasa di negara ini sudah saatnya saling berpegangan tangan dalam melawan tindakan tindakan kekerasan dan setiap bentuk ketidakadilan pemerintah. ini. "ita menuntut pertanggungjawaban yang sama untuk terbentuknya medan pembunuhan dan pemerkosaan di bagian lain di negeri.

#'

Setelah itu, sebagaimana dikatakan "arlina ,aksono, sejarah harus mencatat apa yang terjadi. ,uka yang sangat sedih sudah menggores dalam-dalam lembaran perjalanan bangsa ini dan menjadi kenangan pahit yang diingat. Biarlah kekejaman yang demikian selalu diketahui walaupun lalu membuat kenangan menjadi seperti penjara. Di dibalik jeruji kepedihan itulah anakanak kita belajar memahami kembali makna sesungguhnya dari nilai-nilai baik dan buruk, belajar kembali mengerti nilai-nilai kemanusiaan yang kini sudah rontok demi kekuasaan dan kemudian menyimpulkan bahwa kekuasaan yang memang cenderung korup bukan saja mampu membuahkan apa saja, melainkan juga bahwa kekuasaan tiada berhati nurani. 4"arlina ,eksono, !&&3 !# ( !- 6

#$

Bibliografi Afif, Afthonul. #)!#. Identitas "ion#hoa uslim Indonesia. !er#ulatan

encari %e&ak $iri. Depok /enerbit "epik . Ajidarma, ?ibran dan 8rawan Saptono. !&&$. !eristiwa '( %uli . %akarta 8nsitut Studi Arus 8nformasi. 9haniago, Abdrinof A. #)!#. )a#alnya !eemban#unan . *lan# Keruntuhan +rde ,aru . %akarta ,/-ES. Dawis, Aimee,D *rang +ionghoa Berorganisasi :ang "ini ,anjutan Dari 0asa ,alu G ,D dalam 8 1ibowo dan +hung %u lan 4ed6 #)!). -etelah Air !eristiwa ata Kerin# . asyarakat "ion#hoa !asca. ei. %akarta /enerbit "ompas, Hlm 7$ ( $7. embaca

Habib, Achmad. #))&. Konflik Antar/tnik $i !edesaan. !asan# -urut Hubun#an 0ina 1 %awa . :ogyakarta ,"8S. Hadi, Syamsul. #))5. -trate#i !emban#unan !olitik Industrialisasi dan ahathir dan -oeharto alaysia dan Indonesia

odal %epan# di

%akarta /elangi 9endikia dan :ayasan /elangi. Hefner, .obert 1. #))!. 0ivil Islam dan $emokratisasi di Indonesia %akarta 8nsitut Studi Arus 8nformasi dan +he Bord Boundation "leden, 8gnas,D Stratifikasi Etnis dan Diskriminasi,D dalam 0och SaDdun 0 4ed6 !&&&. !ri.Non !ri . 98DES, Hlm. !5! ( !5'. encari 2ormat ,aru !embaruan. %akarta

#3

"omnas HA0. #))-. !enyelidikan !elan##aran HA !eristiwa Kerusuhan 45 1 46 "omnas HA0.

3an# ,erat $alam

ei 4778. .ingkasan Eksekutif. %akarta

,an, +hung %u ,D /endahuluan Dari D*byekD 0enjadi ASubyek A, dalam 8 1ibowo dan +hung %u ,an 4ed6 #)!). -etelah Air asyarakat "ion#hoa !asca. !eristiwa /enerbit Buku "ompas, Hlm. ! ( #-. ,eksono, "arlina,D +he *thers,D dalam Alfian Ham;ah 4ed6 !&&3. Kapok %adi Nonpri. 9ar#a "ion#hoa Haman 1acana 0ulia, Hlm. ' ( !-. /attiradjawane, .ene ,,D /erisitiwa 0ei !&&3 di %akarta +itik +erendah Sejarah *rang Etnis 9ina di 8ndonesia,D dalam 8 1ibowo. #))). Har#a 3an# Harus $ibayar. -ketsa !er#ulatan /tnis 0ina di Indonesia. %akarta ?ramedia /ustaka 2tama, Hlm. #!- ( #5# . .aillon, Brancois. !&3&. !olitik dan Ideolo#i ,/-ES. ahasiswa Indonesia encari Keadilan. Bandung ata Kerin# ei 4778. %akarta =

!emberontakan dan Konsolidasi +rde ,aru 477::.47(; .%akarta

.obison, .ichard. #)!#. -oeharto < ,an#kitnya Kapitalisme Indonesia %akarta "omunitas Bambu. Setiono, Benny ? . #))&. "ion#hoa $alam !usaran !olitik . %akarta +rans 0edia.

#&

Suparno, Basuki Agus. #)!#. Reformasi < %atuhnya -oeharto. %akarta /enerbit Buku "ompas. +adie, %erome, #))&. 9ilayah Kekerasan di %akarta. %akarta 0asup %akarta. +empo 8nterakftif Edisi !'F)- ( #) F%uni.!&&3 Cikers, Adrian. #)!!. -e&arah Indonesia 0adani. 1ibowo, 8,D 0endulang >asionalisme . Akti<isme /olitik *rang +ionghoa /asca-Soeharto G ,D dalam 8 1ibowo dan +hung %u ,an 4ed6 #)!). -etelah Air !eristiwa ata Kerin# . asyarakat "ion#hoa !asca ei 4778. %akarta /enerbit Buku "ompas, Hlm. #' ( 7$. odern. :ogyakarta 8nsan

1itono, Eddu /,D 0engapa /emukiman 0ereka Dijarah "ajian Historis /emukiman Etnis 9ina di 8ndonesia,I dalam 8 1ibowo 4ed6 #))) Har#a 3an# Harus $ibayar = -ketsa !er#ulatan /tnis 0ina di Indonesia . %akarta /+ ?ramedia /ustaka 2tma, Hlm. !&! ( #!#.

-)