Anda di halaman 1dari 2

ESTIMASI KONDISI EKSISTING SEBAGAI DASAR RANCANGAN ECO AIRPORT BANDAR UDARA SOEKARNO HATTA

Ririn Restu Adiati1 dan Benno Rahardyan2 Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 1 ririnrestuadiati@gmail.com dan 2benno@ftsl.itb.ac.id

PENDAHULUAN Bandar udara Soekarno Hatta (BSH) merupakan bandara dengan frekuensi aktivitas penerbangan tinggi. Bandara ini melayani 37.142.000 penumpang di tahun 2009 dan diperkirakan di tahun 2015 jumlah penumpang mencapai 51.182.000 orang. Peningkatan aktivitas penerbangan ini harus dimbangi dengan pengembangan infrastruktur yang ada. Berdasarkan Pelaksanaan SKEP DJU/124/VI/2009 Tanggal 8 Juni 2009, Bandar Udara Soekarno Hatta akan dikembangkan menjadi suatu kawasan eco airport. Eco airport adalah bandar udara yang dapat meminimalkan penggunan energi dan dampak terhadap lingkungan. Dalam perkembangannya, Bandara Soekarno Hatta membutuhkan rancangan optimalisasi penggunaan energi, upaya penurunan emisi CO2, serta pengembangan sistem pengelolaan limbah yang dapat mengimbangi peningkatan aktivitas bandara. METODOLOGI Metode estimasi data untuk dasar rancangan eco airport ini didahului oleh identifikasi aspek eco airport. Selanjutnya dilakukan pengamatan kondisi eksisting lingkungan BSH untuk dievaluasi apakah kondisi lingkungan tersebut sudah memenuhi kriteria eco airport atau belum. Survey dilakukan dalam rentang waktu tanggal 30 November 2011 hingga 29 Januari 2012. Data diperoleh melalui pencacahan jumlah pengguna toilet, penyebaran kuesioner, pengukuran timbulan sampah, pengukuran dimensi STP dan debit limbah cair, serta pengolahan data-data sekunder. Data-data yang diperoleh ini kemudian dibandingkan dengan standar eco airport yang berlaku dalam undang-undang. Dalam mengevaluasi, digunakan tabel check list. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Bandara Soekarno Hatta Berdasarkan pengolahan data Laporan Statistik BSH Tahun 2010, jumlah penumpang, pos, dan kargo di tahun 2011 tertera pada Gambar 1. Jumlah penumpang selama tahun 2011 secara umum terus meningkat. Jumlah rata-rata penumpang per bulan adalah 4.290.748 orang. Sedangkan besar muatan rata-rata per bulan dari pos, bagasi, dan kargo masingmasing adalah 987 ton, 38.106 ton, dan 41.963,25 ton. Dari data tersebut dapat dihitung satuan traffic unit

(TU) untuk BSH. Satuan ini digunakan sebagai satuan kebutuhan air untuk keseluruhan bandara. 6 60000 5 Penumpang 4 3 2 1 50000 30000 20000 10000 Muatan 40000

Penumpang total (juta) Bagasi (ton) Kargo (ton) Pos (100kg) Gambar 1. Grafik jumlah penumpang, kargo, dan pos BSH tahun 2011 Adapun jumlah penumpang di setiap terminal ditunjukkan oleh Gambar 2. 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 Terminal 2 Terminal 3 Penumpang (Juta Orang)

Terminal 1

Gambar 2. Grafik jumlah penumpang per terminal.

Kebutuhan Air Bersih BSH membutuhkan 328.985,93 m3 air bersih/bulan. Kebutuhan air bersih per unit aktivitas ditunjukkan oleh Tabel 1, sedangkan kebutuhan air untuk beberapa aktivitas di dalam bandara ditunjukkan oleh Gambar 3 Tabel 1. Kebutuhan air per satuan unit aktivitas Aktivitas Satuan Kebutuhan Air Total Bandara L/TU 64,5 T1 L/penumpang 35,5 T2 L/penumpang 38,8 T3 L/penumpang 39,3 Cargo L/kg 0,2

EM-1

Dengan satuan TU, perhitungan kebutuhan air untuk seluruh bandara bukan hanya memperhitungkan jumlah air yang dibutuhkan manusia tetapi juga jumlah air yang digunakan untuk aktivitas pengangkutan kargo, bagasi, dan pos 80000 m/bulan 60000 40000 20000 0 100 80 60 40 20 0

Kualitas Udara Ambien dan Emisi CO2 Kualitas udara BSH untuk perameter SO2, CO, NO2, O2, HC, TSP, dan Pb memenuhi baku mutu. Total emisi CO2 per tahun adalah 588.747,3 ton. Angka ini diperoleh dari 3 sumber yaitu transportasi darat, penggunaan energi listrik, dan sampah, masingmasing 47,858.92 ton/tahun, 537,497.77 ton per tahun, dan,390.59 ton/tahun. Evaluasi Aspek Eco Airport BSH sudah memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/124/VI/2009, antara lain pengukuran kualitas udara dan kebisingan, serta pengelolaan limbah cair dan padat. Kedepannya, BSH harus mengoptimalkan konsumsi air dan meminimalkan penggunaan energi listrik untuk mengurangi emisi CO2. Kesimpulan Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan kebutuhan air bersih BSH 328.985,93 m3/bulan, sampah dan limbah cair yang dihasilkan per hari 0,121kg/penumpang dan 6.074,84m3. Kebisingan akibat pesawat terbang tidak berbahaya bagi pemukiman di sekitar bandara dan kualitas udara di kawasan BSH memenuhi semua baku mutu. Dapat dikatakan BSH telah memenuhi beberapa parameter eco airport. Daftar Pustaka Adisasmita, S.A. dan Hadipramana, Josef. (2011). Improving the Airport Operation and Environmental Quality at Small Airports in Indonesia. International Journal of Sustainable Construction Engineering & Technology (ISSN: 2180-3242) Vol2, Issue 2. Delcy, M. (2007). Differences in airport operational efficiencies and environmental impact: an examination of U.S. large and medium hub commercial airport. Dissertation Presented in Partial Fulfillment Of the Requirements for the Degree Doctor of Philosophy Capella University. Moharamnejad, N. dan Azarkamand, S. (2007). Implementation of green productivity management in airline industry. Int. J. Environ. Sci. Tech., 4 (1), 151-158. Rahmatian, M. dan Cockerill, L. (2004). Airport Noise and Residential Housing Valuation in Southern California: A Hedonic Pricing Approach. International Journal of Environmental Science & Technology Vol. 1, No. 1, pp. 17 25, Spring. Upham, P., Thomas, C., dan Gilingwater, D. (2003). Environmental Capacity and Airport Operations: Current Issues and Future Prospects. Journal of Air Transport Management 9.145-151.

Gambar 3. Kebutuhan air untuk beberapa jenis aktivitas bandara

Debit Air Limbah Kegiatan di dalam BSH menghasilkan limbah cair domestik sebesar 6.074,84 m3/hari. BSH memiliki unit pengolahan limbah domestik yang terdiri dari bar screen, grit chamber, kolam oksidasi dan stabilisasi, serta clarifier. Kapasitas unit clarifier dilihat dari waktu detensinya tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan pengolahan air limbah BSH. Kebisingan Bandara Soekarno Hatta telah melakukan pengukuran kebisingan secara periodik dimana hasilnya dapat dipetakan seperti pada Gambar 4.

72.454dB A 55dBA

22.285 dBA

Gambar 4. Area kebisingan Bandara Soekarno Hatta Terdapat dua sumber kebisingan akibat aktivitas penerbangan pesawat yaitu runway 1 dan 2. Tingkat kebisingan yang aman bagi pemukiman penduduk, yaitu 55dBA, berjarak 0,64 km dari runway 1 dan 0,65 km dari runway 2. Pemukiman di sekitar bandara berada di luar radius tersebut. Pengelolaan Sampah Timbulan sampah BSH adalah 0,121 kg/penumpang/hari. Timbulan sampah ini terdiri dari 35% kertas, 26% plastik, 19% sisa makanan, dan sisanya adalah sampah tetrapak, kaleng dan alumunium foil, sampah taman, dan material lain seperti kayu, dan karet.

Prosentase

EM-2