Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pertumbuhan normal bagi tanaman sudah semestinya pasti didukung oleh respirasi yang berjalan dengan sempurna. Supaya respirasi berjalan dengan sempurna pada suatu tanaman, maka tanaman tersebut harus mendapatkan cukup unsur essensial. Salah satu unsur essensial tersebut adalah kalium. Respirasi merupakan suatu proses pelepasan energi dari pemutusan dan pelemahan ikatan karbon dengan karbon, karbon dengan hidrogen di dalam suatu molekul. Panas hasil respirasi digunakan tanaman untuk sintesa, gerak, transport, penyerapan dan sebagainya. Penelitian menunjukkan bahwa unsur tertentu diperlukan untuk pertumbuhan normal bagi tanaman. Unsur penting ini harus dalam bentuk yang dapat dipergunakan oleh tanaman, dan dalam konsentrasi optimum untuk pertumbuhan suatu tanaman. Lagi pula unsur-unsur tersebut harus dalam suatu keseimbangan yang wajar antara konsentrasi-konsentrasi unsur hara yang dapat larut di dalam tanah. Terlalu banyak kalsium misalnya dapat merintangi posfor dan boron atau dapat mempermudah khlorosis karena mengurangi tersedianya besi, seng atau mangan. Kemampuan tanah memberikan unsur hara yang penting kepada tanaman tingkat tinggi, merupakan persoalan pokok dalam produksi hasil bumi. Unsur hara tersebut secara keseluruhan hanya merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Enam faktor luar umumnya ialah : 1. cahaya, 2.bantuan mekanik, 3. panas, 4. udara, 5.air dan 6. unsur hara (Soegiman, 1982). Para petani sudah sering mendengar pupuk NPK yaitu singkatan dari Nitrogen Pospor dan Kalium. Pupuk nitrogen berguna untuk memacu sintesa khlorofil, asam amino, basa nitrogen RNA, DNA dan lain-lain. Pupuk posfor untuk memacu sintesa ADP, ATP, DNA, RNA dan lain-lain. Oleh karena itu perlu diketahui pula peranan unsur kalium dalam pertumbuhan tanaman, khususnya dalam proses respirasi.
1.2. Tujuan

1.2.1. Membahas tentang unsur-unsur essensial yang diperlukan tumbuhan. 1.2.2. Membahas pentingnya unsur kalium pada tumbuhan baik secara umum maupun khususnya pada proses respirasi. 1.2.3. Membahas hubungan antara unsur kalium dengan proses respirasi pada tumbuhan.

1.3.Manfaat 1.3.1. Pembaca dapat mengetahui unsur-unsur essensial yang diperlukan tumbuhan. 1.3.2. Pembaca dapat mengetahui peranan dari unsur kalium pada tumbuhan secara umum dan khususnya pada proses respirasi. 1.3.3. Pembaca dapat mengetahui bahaya yang timbul akibat tumbuhan kekurangan dan kelebihan unsur kalium. 1.4.Rumusan Masalah 1.4.1. Unsur-unsur essensial apa saja yang diperlukan tumbuhan 1.4.2. Apa peranan unsur kalium pada tumbuhan secara umum dan khususnya pada proses respirasi 1.4.3. Cara apa yang dilakukan agar tumbuhan terhindar dari bahaya kekurangan dan kelebihan unsur kalium

BAB II ISI 2.1. Unsurunsur essensial yang diperlukan tumbuhan Respirasi supaya berjalan sempurna harus mendapatkan cukup unsur-unsur essensial dalam keadaan seimbang. Ada tujuh belas unsur essensial bagi pertumbuhan suatu tanaman dan dibagi menjadi 2 golongan yaitu unsur essensial dalam jumlah relatif besar dan unsur essensial digunakan dalam jumlah relatif kecil. Unsur essensial dalam jumlah relatif besar yang sebagian besar dari udara dan air: karbon, hidrogen, oksigen. Unsur esensiel dalam jumlah relatif besar dari butir-butir tanah: nitrogen, posfor, kalium, kalsium, magnesium, sulfur. Unsur essensial digunakan relatif kecil dari butir-butir tanah: besi, mangan, boron, molibden, tembaga, seng, khlor dan kobalt. Unsur-unsur mikro yang lain seperti natrium, fluor, yodium, silikon, stronsium, dan barium rupanya tidak begitu banyak digunakan, seperti tujuh belas unsur tersebut di atas, meskipun demikian dapat mempertinggi hasil pertanian. Adapun Sumber Kalium antara lain, beberapa jenis mineral, sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis, air irigasi serta larutan dalam tanah, pupuk buatan (KCl, ZK dan lainlain), dan abu tanaman misalnya: abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O. 2.2. Peranan unsur kalium pada tumbuhan 2.2.1. Peranan unsur Kalium pada tumbuhan secara umum Pertumbuhan normal bagi tanaman, diperlukan unsur tertentu. Unsur penting tersebut harus dalam bentuk yang dapat digunakan tanaman, dan dalam konsentrasi optimum untuk pertumbuhan suatu tanaman. Kalium merupakan unsur essensial dalam jumlah relatif besar. Nitrogen dan posfor paling banyak mendapat perhatian waktu pupuk buatan untuk pertama kali muncul di pasaran. Walaupun peranan kalium dalam unsur hara sudah lama diketahui, tetapi arti pemupukan kalium diakui penuh baru pada tahun-tahun terakhir. Kalium asal mensuplai kalium tersedia begitu banyak dalam tanah, sehingga baru sesudah ditanami bertahun-tahun lamanya timbul kekurangan unsur tersebut yang cukup membahayakan tanaman. Karena itu kebutuhan kalium tanah sangat meningkat, dan ditambah pula dengan kehilangan besar karena pelindian. Dengan terdapatnya cukup kalium dalam tanah banyak hubungannya dengan pertumbuhan tanaman yang pada umumnya kuat dan lebat. Kalium menambah ketahanan tanaman terhadap penyakit tertentu dan meningkatkan sistem perakaran. Kalium cenderung menghalangi efek rebah tanaman dan melawan efek buruk yang disebabkan oleh terlalu banyak nitrogen. Kalium bekerja berlawanan dengan pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor. Secara garis besar kalium memberikan efek keseimbangan, baik pada nitrogen maupun pada posfor dan karena itu terutama penting dalam pupuk campuran. Kalium sangat penting untuk pembentukan pati dan translokasi gula. Ia penting untuk pertumbuhan khlorofil, meskipun ia tidak (seperti magnesium) memasuki susunan molekulnya unsur ini penting untuk padi-padian dalam pembentukan butir. Persediaan kalium juga mutlak untuk perkembangan umbi. Daun tanaman menderita kekurangan kalium, tepinya menjadi kering dan berwarna kuning coklat sedang permukaannya mengalami klorotik tidak teratur. Sebagai akibat dari kerusakan ini fotosintesa sangat terganggu dan sintesa pati boleh dikatakan menjadi berhenti. Semua garam kalium yang digunakan sebagai pupuk larut dalam air dan karena itu dinilai sebagai mudah

tersedia. Tidak seperti garam nitrogen, kebanyakan pupuk kalium, walaupun digunakan dalam jumlah besar, berpengaruh kecil atau tidak berpengaruh pada pH tanah. Pada umumnya dalam tanah ada dua unsur hara tersedia, yaitu (1) unsur terikat dengan permukaan koloida, dan (2) garam dalam larutan tanah. Dalam kedua hal tersebut unsur penting terdapat sebagai ion, seperti K+, Ca++, Cl , SO4= . Ion yang bermuatan positif (kation), seperti K+, sebagian besar diabsorpsi oleh koloida, sedang yang bermuatan negatif (anion) dan sebagian kecil kation terdapat dalam larutan tanah. 2.2.2. Peranan unsur kalium pada tumbuhan khususnya pada proses respirasi. Ada 4 macam makro molekul yang terdapat dalam jasad hidup yaitu asam nukleat, protein, polisakarida dan lipida. Tiap makro molekul terdiri dari unit-unit pembangunnya yang lebih kecil. Polisakarida merupakan bahan dasar utama untuk respirasi. Semua makhluk hidup terdiri dari sel dan sel merupakan unit fungsi terkecil suatu kehidupan (Aisjah Girindra, 1990). Sel terdiri atas protoplasma yang merupakan substrat dari fungsi hidup. Dalam sel terdapat mitokondria dan respirasi terjadi dalam mitokondria. Respirasi ialah suatu proses pelepasan energi kimia molekul-molekul organik di dalam sel. Energi molekul-molekul organik adalah energi matahari yang disimpan pada proses fotosintesa. Pada proses fotosintesa terjadi adanya pembentukan gula dari molekul molekul CO2 dan H2O dengan bantuan energi matahari. Dengan demikian molekul gula kaya akan energi. Energi yang terikat dalam molekul dapat keluar bila ikatan ikatan atom dalam molekul itu diputuskan. Ikatan ikatan karbon adalah sumber energi yang sangat baik. Terbakarnya bahan bahan organik seperti kayu, minyak dan gas bumi prinsipnya sama, karena energi keluar sebagai panas atau nyala, asal mulanya juga dari energi matahari. Bedanya ialah : pembakaran adalah suatu perombakan ikatan ikatan molekul secara tidak terkontrol dan menyeluruh sehingga energi keluar semuanya dalam bentuk panas dan nyala. Sedang respirasi adalah suatu pembakaran terkontrol, sehingga energinya dapat keluar sedikit demi sedikit. Kecuali itu energi tidak langsung sebagai panas atau nyala, tetapi sedikit demi sedikit dikeluarkan ke suatu ikatan molekul yang sewaktu waktu dapat energinya lagi dengan mudah. Secara mudahnya pembakaran pada respirasi reaksinya sebagai berikut: C6H12O6 +6O2 6 H2O + 6CO2 + Energi. Gula terdapat di dalam sel sel sedang O2 berasal dari luar atau pelepasan dari proses fotosintesa. Pada tumbuhan O2 yang dari luar masuk melalui stomata daun dan celah celah diantara sel sel pada semua bagian dari tumbuhan. O2 masuk ke sel sel dan langsung dipakai untuk respirasi. Transport O2 di dalam tubuh tumbuhan terjadi pula, tetapi sangat terbatas. Tenaga hasil dari respirasi dipergunakan dalam proses proses hidup (sintesa, gerak, transport, penyerapan dan sebagainya). Respirasi menggunakan bahan bakar pati atau gula dapat dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama ialah tahap perombakan gula sampai terbentuk alkohol. Proses ini berlangsung tanpa oksigen (anaerobik) dan terjadi di luar khloroplast, inti dan mitokondria dan belakangan digunakan didugakan terjadi pada sub unit plasmalema. Plasmalema adalah membran yang membatasi protoplasma di bagian luar. Fungsinya sebagai perbatasan fisiologis, dimana terjadi masuk keluarnya zat zat, serta mengatur segala kemungkinannya. (Kurnia Kusnawidjaja, 1987). Tahap kedua perombakan asam piruvat menjadi CO2 yang disebut siklus Kreb atau siklus asam trikarboksilat. Tahap ini terjadi dalam mitokondria, reaksi reaksi meliputi pelepasan H ke akseptor akseptor NAD dan FAD, yang kemudian hidrogennya dapat di transport ke tahap ketiga yang merupakan tahap transfer energi yang bisa disebut tahap fosforilasi Oksidatif.

Pada tahap ini juga terjadi transfer H dan elektron yang dengan O2 membentuk H2O (aerobik). Pentingnya ion K+ sebagai katalisator, dan tidak dapat digantikan oleh yang lain. Ion K+ bekerja sebagai katalisator pada reaksi pengubahan asam posfoenol piruvat menjadi asam piruvat oleh enzim piruvat kinase pada respirasi fase anaerobik. Tanpa terbentuk asam piruvat tidak akan terjadi respirasi fase aerobik karena asam piruvat merupakan substrat fase aerobik.

2.3. Bahaya yang timbul akibat tumbuhan kekurangan maupun kelebihan kalium 2.3.1. Bahaya yang timbul akibat tumbuhan kekurangan kalium Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara. Bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara, gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik. Defisiensi kalium biasanya dimulai dengan memeperlihatkan bintik klorosis yang khas pada daun dewasa, kemudian merambat kedaun yang lebih muda. Kalium termasuk salah satu unsur yang sangat mobil pada tumbuhan. Defisiensi kalium sering juga memperlihatkan pertumbuhan roset atau seperti semak. Pertumbuhan batang tereduksi, menjadi lemah, dan resistensi terhadap patogen menurun, sehingga mudah terserang penyakit. Gejala biokimia akibat defisiensi kalium adalah tereduksinya protein dan karbohidrat, sedangkan molekul-molekul yang berat molekulnya kecil seperti asam amino, akan terakumulasi. 2.3.2. Bahaya yang timbul akibat tumbuhan kelebihan kalium Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman mengalami defisiensi.

BAB III PENUTUP A.KESIMPULAN Unsur kalium diserap dalam bentuk K+. Kalium asal mensuplai kalium tersedia begitu banyak dalam tanah, sehingga baru sesudah ditanami bertahun tahun lamanya timbul kekurangan unsur tersebut yang cukup membahayakan tanaman. Karena itu kebutuhan kalium tanah sangat meningkat, sehingga perlu dilakukan pemupukan. Respirasi dapat dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama perombakan gula (C6) menjadi asam piruvat (C3) yang biasa disebut glikolisa atau fermentasi sampai terbentuk alkohol (anaerob). Tahap kedua perombakan asam piruvat menjadi CO2 yang disebut siklus kreb atau siklus asam trikarboksilat. Tahap ketiga yang merupakan tahap transfer energi yang bisa disebut tahap posforilasi oksidatif, yaitu terjadi transfer H dan elektron yang dengan O2 membentuk H2O (aerobik). Unsur kalium bekerja sebagai katalisator dan tidak dapat digantikan oleh yang lain pada reaksi pengubahan asam fosfoenol piruvat menjadi asam piruvat oleh enzim piruvat kinase pada respirasi fase anaerobik. B.SARAN Perlu diadakan sosialisasi yang lebih lanjut kepada masyarakat terutama kepada para petani untuk lebih memahami pentingnya peranan dari kalium pada proses respirasi tumbuhan khususnya dalam pemkaian pupuk pada tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Aisjah Girindra, 1990, Biokimia I, PT. Gramedia, Jakarta. Boedihardjo, 1985, Biokimia Umum II, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. http://jurnal.umk.ac.id/mawas/2011/juni/peranan unsur kalium dalam proses respirasi.pdf, diakses pada tanggal 19 Maret 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium, diakses pada tanggal 19 Maret 2012 Kurnia Kusnawidjaja, 1987, Biokimia, Penerbit Alumni, Bandung. Soegiman, 1982, Ilmu Tanah, Terjemahan, Bratara Karya Aksara, Jakarta. Sumardi dan Supriyono, 1986, Ilmu Gizi dan Pangan, Buku I, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Lahudin. 2007. Aspek Unsur Hara Mikro Dalam Kesuburan Tanah. Universitas Sumatera Utara. Medan. Suyono, D. Aisyah. 2008. Pupuk dan Pemupukan. Unpad Press : Bandung.

KARYA ILMIAH
PERANAN UNSUR KALIUM PADA PROSES RESPIRASI TUMBUHAN
(TUGAS BIOANORGANIK)

OLEH: NAMA : YOHANES NABUTAEK NIM : 1006072011

JURUSAN KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG 2012