Anda di halaman 1dari 2

(nfeksi mikosis pada sistem retikolendotelium yang meliputi banyak organ).

Dapat juga hidup sebagai saprofit, fungsi deperti itu menunjukan dimorfisme : artinya mereka dapat ada dalam bentuk uniseluler seperti halnya khamir ataupun dalam bentuk bening (filamen) seperti halnya kapang. Fase khamir timbul bilamana organisme itu hidup sebagai parasit atau patogen dalam jaringan, sedangkan bentuk kapang bila organisme itu merupakan saprofit dalam tanah atau dalam medium laboratorium. Identifikasi laboratorium untuk cendawan cendawan patogenik acapkali tergantung kepada dapat tidaknya dimorfisme ini dipertunjukan (Pelczar. 2008). Identifikasi jamur merupakan suatu kegiatan yang sangat penting mengingat banyak jenis jamur belum diketahui jumlah dan jenisnya. Jumlah spesies jamur yang sudah diketahui hingga kini hanya kurang lebih 69.000 dari per kiraan 1.500.000 spesies yang ada didunia. Dapat dipastikan bahwa indonesia yang sangat kaya akan diservitas tumbuhan dan hewannya juga memiliki diservitas jamur yang sangat tinggi mengingat lingkungannya yang lembab dan suhu tropik yang mendukung pertumbuhan jamur (handajani, 2006).

(A.S.,Sucker & Richard, A.M.2000) BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari praktikum kali ini dapat ditari kesimpulan bahwa: Cara mengidentifikasi dasar jamur adalah dengan mengamati bentuk koloni, diameter,

tepi koloni, permukaannya, konsistensinya, warna, pembentukkan pigmen dalam media dan apakah koloni tumbuh pada permukaan atau dalam media Jenis-jenis fungi yaitu:

o o o

Yeast / ragi / khamir Fillamentus fungi Cendawan (mushroom)

A.S.,Sucker & Richard, A.M.2000.Clinical Interpretation of Laboratory Test.F.A. Davis Company: Philadelphia Dwidjoseputro, 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan:Jakarta Gandjar, Indrawati.1999. Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta : UI Press Gunawan, S.2009. Biolodi SMA Kelas X.Jakarta:Grasindo Handajani, Noorsoesanti dan Ratna setyaningsih.2006. identifikasi jamur dan Deteksatif Latoksin terhadap petis udang komersial. Biodiversitas. Vol.7.no.3. hal.212-215 Pelczar, et.al.2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi.UI Press:Jakarta Waluyo, 2004. Mikrobiologi Umum.UMM Press:Jakarta

Anda mungkin juga menyukai