Anda di halaman 1dari 21

CONTOH SKRIPSI PENELITIAN

KUANTITATIF BAB III DAN BAB IV


Dosen Pembimbing :
SahraI. S.Pd
Mata Kuliah :
Statistik Inferensial


Oleh Kelompok 2 :
Arif Rahman Hakim
Farizal amir
AliA nimAtul mAulA
Anniswatun Nuroini
Lailatul Inayah
Wardatul Jannah
Zulfa

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ilmu pendidikan
Program study pendidikan matematika
Tahun 2013

Hubungan antara Pengelolaan Kelas dan Pemanfaatan Media Pengajaran dengan Motivasi
Belajar Bahasa Arab Siswa MTs Al Maarif 02 Singosari Malang
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Pada penelitian ini peneliti berusaha memberi gambaran secara jelas tentang
bagaimana sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren dan di luar pondok pesantren
terhadap pembelajaran bahasa Arab. Untuk mengungkapnya peneliti menggunakan
penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti permasalahan yang ada pada saat penelitian berlangsung. Dilihat dari instrumen
yang dipakai, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif . Hal senada
diungkapkan oleh Moleong (2000: 16) bahwa perbedaan penelitian deskriptif kuantitatif
dan kualitatif dilihat dari segi instrumen adalah penelitian deskriptif kuantitatif
menggunakan kertas, pensil ayau alat-alat lainnya sedangkan penelitian kualitatif
menggunakan orang sebagai peneliti.Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang
digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai hakikat gejala atau pertanyaan
mengenai apa itu (what is), atau mendeskripsikan tentang apa itu. Melalui metode ini
diperoleh informasi keadaan gejala yang sedang berlangsung sebagai pemecahan masalah
yang ada, masalah yang hangat atau masalah yang aktual. Sedangkan penelitian
kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif
induktif. Pada pendekatan ini peneliti berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para
ahli, ataupun pemahaman yang didasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan
menjadi permasalahan- permasalahan beserta pemecahannya dalam bentuk dukungan
data empiris di lapangan.
Berkaitan dengan penelitian deskriptif, Faisal dan Waseso (1982: 121)
menyatakan bahwa metode deskriptif relevan digunakan dalam ilmu-ilmu tingkah laku
(behavioral sciences) karena bentuk tingkah laku yang menjadi pusat perhatian peneliti
tidak dapat disengaja diatur dalam latar (setting) realistis, oleh karena itu peneliti tidak
memberi anjuran-anjuran kepada responden dalam bersikap.
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan
kausal komparatif karena peneliti membandingkan sikap siswa yang tinggal di pondok
pesantren dan di luar pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Arikunto (2002: 108) berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan subyek
penelitian. Komarudin (dalam Mardalis: 2002: 53) menyatakan bahwa yang
dimaksud populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan data
dalam penelitian. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MA
Al-Ittihad pada tahun ajaran 2005/2006 yang berjumlah 15 kelas (I, II dan III). Kelas
I, 5 kelas dengan jumlah siswa 175 orang, kelas II, 5 kelas dengan jumlah 163 dan
kelas III, 5 kelas dengan jumlah 172, sehingga jumlah keseluruhan siswa adalah 510
orang.
2. Sampel
Arikunto (1991:107) berpendapat bahwa populasi yang kurang dari 100
sebaiknya dijadikan sampel populasi, jika lebih besar, sampel dapat diambil 10%
sampai 25% atau lebih. Gay (dalam Sevilla, 1993: 163) mengatakan bahwa untuk
penelitian deskriptif dapat diambil 10% dari populasi. Untuk populasi yang lebih
kecil bisa diambil 20% nya sebagai sampel.
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposif
sampel/sampel pertimbangan,sampel ini digunakan berdasarkan tujuan atau
pertimbangan tertentu misalnya alasan keterbatasan waktu, dana dan tenaga
sehingga tidak dapat mengambil sampel yang lebih besar dan jauh, disamping itu
sampel yang dipilih dianggap mewakili keseluruhan populasi yang ingin diteliti
(Arikunto, 2002: 117) dan (Sudjana, 2002: 168). Sedangkan yang dijadikan sampel
adalah siswa kelas II yang tersebar di dua kelas yang diambil secara acak.

C. Data dan Sumber Data
Suatu penelitian memerlukan data-data yang lengkap dan sekaligus teknik
pengumpulan data yang cocok, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sikap
siswa yang tinggal di pondok pesantren dan di luar pondok pesantren terhadap
pembelajaran bahasa Arab yang diperoleh dari wawancara dan angket. Sedangkan
sumber data dalam penelitian ini adalah siswa MA Al-Ittihad yang tinggal di pondok
pesantren dan di luar pondok pesantren serta guru bahasa Arab.
D. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan
wawancara. Angket yang digunakan dalam penelitian ini pengukurannya menggunakan
skala Likert yang memuat sikap siswa terhadap sub-sub variabel pembelajaran bahasa
Arab. Alasan digunakannya skala Likert ini karena tipe ini dipandang lebih mudah
dilakukan dan hasilnya sama dengan skalaThurstone yang penggunaannya lebih sulit
(Kerlinger dalam Sevilla, 1993: 260).
Untuk mencapai tujuan secara efektif, angket yang dipakai dalam penelitian ini
adalah angket tertutup yang terdiri dari item-item pernyataan terstruktur. Ciri-ciri angket
tertutup menurut Arikunto (2002: 129) adalah sudah disediakannya jawaban sehingga
responden tinggal memilih. Arikunto (2002: 128) menyatakan bahwa angket adalah
sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden
dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Selanjutnya Sanapiah
(1981: 2) menerangkan bahwa ciri khas angket terletak pada pengumpulan data melalui
daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan informasi atau
keterangan dari sumber data yang berupa orang.
Sedangkan wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara
untuk memperoleh informasi dari ter wawancara (Arikunto, 2002: 132). Nazir (1999:
234) menyatakan bahwa wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan
responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan
wawancara). Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan semua
data yang berhubungan dengan sikap siswa baik yang tinggal di pondok pesantren
maupun di luar pondok pesantren.Untuk pengukuran dalam skala Likert, jawaban
rentangan sekaligus skornya yaitu:
(1) untuk pernyataan positif terdiri dari: (a) sangat setuju (SS) skor 5, (b) setuju (S)
skornya 4, (c) ragu-ragu (RR) skornya 3, (d) tidak setuju (TS) skornya 2, (e) sangat
tidak setuju (STS) skornya 1.
(2) untuk pernyataan negatif terdiri dari :(a) sangat setuju (SS) skor 1, (b) setuju (S)
skornya 2, (c) ragu-ragu (RR) skornya 3, (d) tidak setuju (TS) skornya 4, (e) sangat
tidak setuju (STS) skornya 5.
Untuk analisis validitas butir soal menggunakan rumus sebagai berikut:


( )( )
( ) { } ( ) { }




=
2
2
2
2
Y Y N X X N
Y X XY N
R
rx
(Arikunto, 2002: 146)
Keterangan
Rrx = koefisien korelasi
N = jumlah responden
X = skor total terhadap item
Y = skor total terhadap keseluruhan item
Koefisien tiap butir soal (item) dicari dengan menggunakan rumus diatas,
lalu dibandingkan dengan r tabel product moment, bila r hitung > r tabel berarti item
tersebut dinyatakan valid. Sedangkan untuk analisis reliabilitas instrumen digunakan
rumus Alpha Cronbach

(
(

=

2
2
1
1 t
B
k
k
r
o
o
(Arikunto, 2002: 171)
dengan keterangan
r = reliabilitas instrumen
K = banyaknya butir soal/pernyataan

2
B o = jumlah varians butir

2
t o = varian total

E. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini meliputi: tahap persiapan, pelaksanaan, analisis data dan
pelaporan.
1. Tahap Persiapan
a. Pencarian permasalahan yang memungkinkan diteliti. Hal ini berdasarkan
pengetahuan tentang suatu gejala atau kesenjangan antara kenyataan dengan
konsep maupun untuk mengkaji sebuah prasangka yang dimiliki peneliti
b. Pengajuan judul kepada dewan skripsi Jurusan Sastra Arab dan pembimbing
c. Judul disetujui selanjutnya dibuat proposal penelitian
d. Merancang instrumen sebagai alat pengumpul data
e. Mengajukan surat izin penelitian dari Fakultas Sastra Jurusan Sastra Arab yang
diteruskan ke MA Al- Ittihad
f. Mengurus surat izin penelitian ke MA Al-Ittihad
2. Tahap Pelaksanaan
a. Menentukan sampel pada masing-masing kelas
b. Penyebaran Kuesioner
c. Mengolah data kuesioner untuk menguji validitas dan reabilitas setiap item soal

3. Tahap Analisis Data
a. Data yang masuk dicek kembali, dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan
dari masing-masing sampel dalam memberikan jawaban pada angket yang
diberikan
b. Memberi kode untuk pengolahan data, misalnya X1 untuk skor siswa yang tinggal
di pondok pesantren dan X2 untuk skor siswa yang tinggal di luar pondok
pesantren
c. Pemberian skor pada setiap jawaban responden
d. Pengumpulan data
e. Menganalisis data
f. Menginterpretasikan hasil penelitian
g. Penarikan kesimpulan
4. Pelaporan

F. Teknik Analisis Data
Arikunto (1989) menyatakan bahwa data-data yang bersifat kuantitatif yang
berwujud angka hasil perhitungan atau pengukuran dapat diproses dengan jalan antara
lain :
1. dijumlahkan, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh
prosentasi
2. dijumlahkan, diklarifikasikan sehingga merupakan suatu susunan urut data untuk
selanjutnya dibuat tabel (Arikunto, 1989: 43)
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t (beda) karena
dalam penelitian ini perlu diketahui apakah ada perbedaan sikap antara siswa yang
tinggal di dalam pondok pesantren dan yang tinggal di luar pondok pesantren, sebelum
data dianalisis guna menguji hipotesis, data tersebut lebih dulu diuji normalitas dan
homogenitas data sebagai prasyarat analisis selanjutnya. Untuk menguji normalitas data
menggunakan penghitungan kolmogorov smirnov dengan bantuan komputasi SPSS 10.
Sedangkan untuk pengujian homogenitas data digunakan rumus sebagai berikut:

terkecil ian
terbesar ian
F
var
var
= ( Sudjana, 2002:160)

Dengan keterangan : F = uji homogenitas
Varians = kuadrat dari simpangan baku
Menguji harga F menggunakan derajat bebas (db) = (n-1) dengan distribusi F
sebesar 5%. Hasil F yang diperoleh dari penghitungan kemudian dibandingkan dengan
tabel F, bila harga F hitung < F tabel berarti data dalam sebaran adalah homogen.
Dalam pengujian hipotesis penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan rumus uji T (beda) karena dalam penelitian ini perlu diketahui apakah ada
perbedaan sikap antara siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren dan di luar pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab. Rumus tersebut adalah
2 1
2 1
x x
S
X X
t

= (Nasir, 1999: 464)











BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN
1. Deskripsi Hasil Penelitian Sikap Siswa yang Tinggal di Pondok Pesantren
Dari analisis data tentang sikap siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren
terhadap pembelajaran bahasa Arab diketahui bahwa skor rerata yang di peroleh
siswa yang tinggal di pondok pesantren adalah 118,13. Untuk mengetahui
penghitungan skor rerata dan simpangan baku sikap siswa yang tinggal di pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dilihat pada lampiran 5.
Sedangkan untuk mengetahui deskripsi sikap siswa yang tinggal di dalam pondok
pesantren dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 4.1 Deskripsi Sikap Siswa di dalam Pondok Pesantren

Di dalam

N Minimum
Statistic
Maximum
Statistic
Mean
Statistic
Std
Statistic
24 104 136 118.13 8.60

Untuk pengelompokan keadaan sikap siswa yang tinggal dalam pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dilakukan dengan cara
membandingkan skor rerata ideal analisis dengan skor rerata dari hasil observasi.
Skor rerata hasil observasi sebesar 118,13 sedangkan skor rerata ideal analisis
109,48. Jadi skor rerata observasi lebih besar dari skor rerata ideal, ini berarti bahwa
siswa yang tinggal di pondok pesantren tergolong siswa yang mempunyai sikap
positif terhadap pembelajaran bahasa Arab.
Sebaran data tentang sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren terhadap
pembelajaran bahasa Arab adalah 15 siswa berada pada klasifikasi positif, 4 orang
pada klasifikasi cukup dan 5 orang pada klasifikasi negatif. Secara rinci sikap siswa
yang tinggal di pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dilihat
pada lampiran 6. Pada lampiran 6 diketahui bahwa sikap positif siswa yang dominan
adalah pada metode sebesar 92,5% hal ini dikarenakan penggunaan metode yang
bervariasi serta relevansi dengan materi yang diajarkan membuat siswa bersikap
positif terhadap metode, sikap positif siswa terhadap guru sebesar 82,5%, dari
indikator yang ada dapat diketahui bahwa penyampaian dan penampilan berpengaruh
pada pembentukan sikap positif siswa. Sikap positif siswa terhadap interaksi dalam
PBM sebanyak 85% ini dipengaruhi oleh pengelolaan kelas oleh guru hal ini dapat
dilihat pada indikator yang ada yaitu penggunaan variasi metode serta media
menjadikan siswa semangat dalam belajar. Untuk mengetahui sikap siswa terhadap
pembelajaran bahasa Arab per sub varibel dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi data sikap siswa yang tinggal di pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab per sub variabel
Sikap siswa terhadap Positif netral Negative
frek % frek % frek %
Materi (soal no 1-5) 88 73,3 19 15,8 13 10.8
Metode (soal no 6-10) 111 92.5 5 4,4 4 3,3
Media (soal no 11-15) 90 75 12 10 18 15
Guru (soal no 16-20) 99 82,5 11 9,2 10 8,3
Evaluasi (soal no 21-25) 90 75 22 8,3 8 6,6
Interaksi dalam PBM
(soal no 26-30)
102 85 14 11,7 4 3,3

Untuk ringkasan distribusi frekuensi data sikap siswa yang tinggal di pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab secara umum dapat dilihat pada tabel
4.3 di bawah ini
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Data Sikap Siswa yang Tinggal di Pondok
Pesantren terhadap Pembelajaran Bahasa Arab
Uji normalitas data dilakukan sebagai prasyarat analisis data selanjutnya,
yaitu untuk menguji hipotesis yang dikemukakan. uji normalitas skor sikap siswa
yang tinggal di pondok pesantren ini dapat dilihat pada lampiran 7. Untuk ringkasan
uji normalitas sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren terhadap pembelajaran
bahasa Arab dapat dilihat pada tabel 4.4 dibawah ini
Tabel 4.4 Uji Normalitas data
Tempat tinggal Kolmogorov smirnov
Df Sig. hitung Sig. tabel
Di dalam Ponpes 24 0.200 0.05

Dari penghitungan Kolmogorov smirnov, diketahui bahwa nilai signifikansi
untuk siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren sebesar 0.200 > 0.05 maka
dinyatakan data berdistribusi normal dengan taraf signifikansi 5%.
Sedangkan uji homogenitas perlu juga dilakukan sebagai salah satu
prasyarat analisis selanjutnya yaitu untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses
Skor Sikap Frekuensi %
30-60
61-80
81-100
101-120
121-150
Sangat Negatif
Negatif
Cukup
Positif
Sangat Positif
0
5
4
10
5
0
20,83
16,67
41,67
20,83
24 100
penghitungan uji ini dapat dilihat pada lampiran 8. Untuk ringkasan uji homogenitas
sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab
dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini
Tabel 4.5 Uji Homogenitas data
Komponen Skor F Kriteria
F hitung 1,17166 Data homogen
F tabel 0.05 4, 02

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa harga F hitung < F tabel maka data dalam
sebaran adalah homogen.
2. Deskripsi hasil penelitian sikap siswa di luar pondok pesantren
Dari analisis data tentang sikap siswa yang tinggal di luar pondok pesantren
terhadap pembelajaran bahasa Arab diketahui bahwa skor rerata yang di peroleh
siswa yang tinggal di luar pondok pesantren adalah 100,83. Untuk mengetahui
penghitungan skor rerata dan simpangan baku sikap siswa yang tinggal di luar
pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat di lihat pada lampiran 5,
sedangkan untuk mengetahui deskripsi sikap siswa yang tinggal di luar pondok
pesantren dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini
Tabel 4.6 Deskripsi Data Sikap Siswa yang Tinggal di Luar Pondok Pesantren

Di luar

N Minimum
Statistic
Maximum
Statistic
Mean
Statistic
Std
Statistic
24 104 136 100.83 8.60

Untuk pengelompokan keadaaan sikap siswa yang tinggal di luar pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dilakukan dengan cara
membandingkan skor rerata ideal analisis dengan skor rerata dari hasil observasi.
Skor rerata hasil observasi sebesar 100,83. Sedangkan skor rerata ideal sebesar
109,48. Jadi skor rerata observasi lebih rendah dari skor rerata ideal, ini berarti
bahwa sikap siswa yang tinggal di luar pondok pesantren mempunyai sikap yang
cukup positif terhadap pembelajaran bahasa Arab.
Sebaran data mengenai sikap siswa yang tinggal di luar pondok pesantren
terhadap pembelajaran bahasa Arab adalah 10 siswa berada pada klasifikasi negatif,
6 siswa pada klasifikasi cukup, dan 8 siswa pada klasifikasi positif. Secara rinci sikap
siswa yang tinggal di luar pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab
dapat dilihat pada lampiran 6. pada lampiran 6 diketahui bahwa sikap negatif siswa
yang paling dominan adalah pada materi sebesar 60%, dilihat dari indikator yang ada
yaitu materi bahasa umumnya sulit dan materi yang diajarkan sesuai dengan
kemampuan siswa padahal pada lkenyataannya siswa merasa kesulitan terhadap
materi bahasa arab terlebih mereka yang berasal dari SMP, sehingga membentuk
mereka untuk bersikap negatif terhadap materi yang diajarkan. Sedangkan sikap
negatif siswa terhadap metode 58% dapat dilihat pada indikator yang ada yaitu
metode yang digunakan tidak sesuai dengan materi serta tidak menarik.
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi data sikap siswa yang tinggal di luar pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab per sub variable
Sikap siswa terhadap Positif netral negatif
frek % frek % Frek %
Materi (soal no 1-5) 26 21,7 22 18,3 72 60
Metode (soal no 6-10) 30 25 20 16,7 70 58,3
Media (soal no 11-15) 44 36,7 20 16,6 56 46,7
Guru (soal no 16-20) 40 33,3 22 18,3 58 48,3
Evaluasi (soal no 21-25) 37 30,3 23 19,2 60 50
Interaksi dalam PBM
(soal no 26-30)
39 32,5 21 17,5 60 50

Untuk ringkasan distribusi frekuensi data sikap siswa yang tinggal di pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dilihat pada tabel 4.8 di bawah
ini
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Data Sikap Siswa yang Tinggal di Luar Pondok
Pesantren terhadap Pembelajaran Bahasa Arab
Skor Sikap Frekuensi %
30-60
61-80
81-100
101-120
121-150
Sangat Negatif
Negatif
Cukup
Positif
Sangat Positif
0
10
6
5
3
0
41,67
25
20,83
12,5

Uji normalitas data perlu dilakukan sebagai prasyarat analisis data
selanjutnya, yaitu untuk menguji hipotesis yang dikemukakan. uji normalitas skor
sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren ini dapat dilihat pada lampiran 7.
Untuk ringkasan uji normalitas sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren
terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dilihat pada tabel 4.9 dibawah ini
Tabel 4.9 Uji Normalitas Data
Tempat tinggal Kolmogorov smirnov
Df Sig. hitung Sig. table
Di Luar Ponpes 24 0,096 0.05

Dari penghitungan Kolmogorov smirnov, diketahui bahwa nilai signifikansi
untuk siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren sebesar 0.096 > 0.05 maka
dinyatakan data berdistribusi normal dengan taraf signifikansi 5%.
Sedangkan uji homogenitas dilakukan sebagai salah satu prasyarat analisis
selanjutnya yaitu untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses penghitungan uji ini
dapat dilihat pada lampiran 8. Untuk ringkasan uji homogenitas sikap siswa yang
tinggal di luar pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dilihat
pada tabel 4.10 dibawah ini
Tabel 4.10 Uji Homogenitas Data
Komponen Skor F Kriteria
F hitung 1,17166 Data homogeny
F tabel 0.05 4, 02

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa harga F hitung < F tabel maka data dalam
sebaran adalah homogen.
3. Perbedaan sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren dengan siswa yang
tinggal di luar pondok pesantren
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap antara siswa yang tinggal di
pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab maka dilakukan pengujian
hipotesis yang diajukan secara statistik. Yang berbunyi ada perbedaan yang
signifikan antara sikap siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren dan siswa yang
tinggal di luar pondok pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab.Untuk
pengujian hipotesis digunakan rumus uji t. Uji t atas skor sikap terhadap
pembelajaran bahasa Arab antara siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren dan
yang tinggal diluar pondok pesantren diperoleh hasil sebesar 4,397. diketahui bahwa
harga t tabel pada taraf kepercayaan 95% adalah 1,71. Jadi harga t hitung lebih besar dari
t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sikap antara siswa yang tinggal
di dalam pondok pesantren dan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren terhadap
pembelajaran bahasa Arab.
Adanya perbedaan tersebut selain dapat diketahui melalui penghitungan t score,
dapat juga diketahui dengan membandingkan nilai rerata dari siswa yang tinggal
didalam pondok pesantren dan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren. Siswa
yang tinggal di dalam pondok pesantren memiliki skor rerata 118,13, sedangkan
siswa yang tinggal di luar pondok pesantren memiliki skor rerata 100,83. Dengan
demikian rerata skor siswa yang tinggal didalam pondok pesantren lebih tinggi dari
siswa yang tinggal diluar pondok pesantren sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa
yang tinggal di dalam pondok pesantren memiliki sikap yang lebih positif
dibandingkan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren.
B. PEMBAHASAN
1. Sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa siswa yang berdomisili di pondok
pesantren mempunyai kecenderungan bersikap positif terhadap pembelajaran bahasa
Arab, sikap positif siswa yang paling dominan ini terlihat pada metode, guru dan
interkasi siswa dalam proses belajar-mengajar ( tabel 4.2, 62). Dari ketiga sub
variabel tersebut yaitu metode, guru, dan interaksi dalam PBM memiliki hubungan
yang erat dan saling mempengaruhi. Pemilihan metode yang sesuai berpengaruh
dalam proses belajar mengajar, hal ini didukung Istarsydah (2003:26) menyatakan
bahwa pemilihan metode yang tepat tersebut didasarkan atas banyak hal, antara lain
kondisi siswa, materi yang akan diajarkan, kemampuan guru, kondisi lingkungan,
ketersediaan bahan dan media. Sedangkan mengenai guru yang bukan hanya
berperan sebagai fasilitator, maupun motivator akan tetapi seorang guru juga sebagai
figur /contoh bagi siswanya. Dalam hal ini kemampuan dan keprofesionalan guru
sangat berpengaruh dalam pembelajaran, Hal ini sependapat dengan Meger (1987:
55) bahwa sikap guru dalam pembelajaran akan mempengaruhi penerimaan siswa
terhadap pelajaran, seorang guru yang mampu menciptakan suatu kondisi yang dapat
mengarahkan siswa untuk menerima suatu objek, maka dengan sendirinya siswa
menerima objek tersebut. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
pemilihan metode yang tepat, keprofesionalan seorang guru mengakibatkan
terciptanya interaksi yang positif dalam proses belajar-mengajar.
2. Sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa siswa yang tinggal di luar pondok
pesantren memiliki sikap yang cukup positif terhadap pembelajaran, akan tetapi
terdapat juga sikap yang negatif, sikap negatif siswa yang dominan adalah pada
materi sebesar 60% dan metode sebesar 58%. Sikap negatif siswa yang muncul
terhadap materi disebabkan karena kemampuan siswa. Hal ini di karenakan beban
pelajaran bahasa Arab yang mereka dapatkan lebih sedikit dari pada siswa yang
tinggal di pondok pesantren, terlebih siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama
(SMP) yang hanya mempelajari pelajaran umum saja. Untuk mengatasi masalah
tersebut bukan hanya dengan memberi les tambahan saja akan tetapi pengelolaan
kelas dan pemilihan metode yang tepat oleh guru setidak-tidaknya dapat
menumbuhkan motivasi belajar siswa, sehingga ketika motivasi belajar mereka
tumbuh maka dengan sendirinya siswa akan mulai berusaha menyukai bahasa Arab.
Sedangkan sikap negatif siswa terhadap metode pembelajaran dikarenakan pemilihan
metode yang tidak sesuai dengan kondisi siswa, karena siswa yang heterogen ada
yang tinggal di pondok pesantren dan ada juga yang tinggal di rumah oleh karena itu
perlu kejelian seorang guru dalam pemilihan metode yang akan digunakan sehingga
siswa merasa semangat untuk belajar.
3. Perbedaan sikap siswa yang tinggal di pondok pesantren dan diluar pondok
pesantren terhadap pembelajaran bahasa Arab
Berdasarkan analisis uji t dapat diketahui bahwa ada perbedaaan sikap antara
siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren dan di luar pondok pesantren terhadap
pembelajaran bahasa Arab. Hal ini dimungkinkan karena beban belajar yang berbeda,
siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren mendapatkan mata pelajaran agama
yang lebih dari pada siswa yang tinggal di luar pondok pesantren khususnya mata
pelajaran bahasa Arab, sehingga siswa yang tinggal di dalam pondok pesantren
merasa terbiasa dengan pelajaran bahasa Arab karena mereka sudah mendapatkan
pengetahuan tentang bahasa Arab di dalam pondok pesantren.
Sedangkan siswa yang tinggal di luar pondok pesantren memiliki respon yang lebih
rendah karena mereka lebih menekankan pada mata pelajaran umum dan mereka
menganggap bahwa bahasa Arab tidak memiliki peran tenting sebagaimana bahasa
Inggris yang merupakan bahasa komunikasi internasional. Selain itu juga karena
lingkungan belajar yang tidak mendukung untuk belajar bahasa Arab.
Hal ini di dukung oleh pernyataan Ahmadi (1989: 56) yang mengungkapkan bahwa
terdapat dua faktor yang mempengaruhi, membentuk dan mengubah sikap yaitu: (1)
faktor intern yang merupakan faktor dari dalam individu yang berupa daya pilih (
selektifitas) terhadap sesuatu, dan (2) faktor ekstern diantaranya interaksi sosial dan
lingkungan
Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa guru, pengelolaan kelas dan
penggunaan variasi metode juga sangat mempengaruhi sikap siswa, akan tetapi
lingkungan tempat tinggal siswa memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan
sikap mereka terhadap sesuatu. Hal ini sependapat dengan Hook dan Robinet (dalam
Purwo, 1990: 92) yang menyatakan bahwa penampilan guru, cara mengajar,
kemampuan dan semangatnya saat mengajar membangkitkan gairah minat dan
keingintahuan siswa dalam belajar. Mengenai lingkungan tempat tinggal
berpengaruh terhadap pembentukan sikap, Meger (1987: 9) menyatakan bahwa
bukan hanya figur seorang guru saja yang dapat mempengaruhi pembentukan sikap
siswa akan tetapi faktor lingkungan dan interaksi sosial juga mempengaruhi sikap
siswa terhadap pembelajaran.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan sikap siswa yang
tinggal di dalam pondok pesantren dan diluar pondok pesantren terhadap
pembelajaran bahasa Arab di pengaruhi oleh penampilan guru, pengelolaan kelas
penggunaan metode dan yang lebih penting adalah lingkungan tempat tinggal
mereka.

Anda mungkin juga menyukai