Anda di halaman 1dari 8

TUGAS RIVIEW JURNAL PSIKOLOGI KOMUNIKASI JUDUL JURNAL:

Hubungan Antara Komuni a!i Interpersonal "$ngan P$ma%aman Mora# &a"a R$ma'a P$nu#i! Sr( A(u R$'$ i )a u#ta! P!i o#ogi Uni*$r!ita! Guna"arma
Pendahuluan Masa remaja

"a#am K$#uarga

merupakan masa transisi dari masa anak-anak kemasa

dewasa, oleh karena itu juga disebut sebagai masa pancaroba yang penuh dengan gejolak dan pemberontakan (Munandar, 1996) Pada tahun !""6 kasus kenakalan remaja memiliki persentase #$,#! % paling tinggi dibanding kasus-kasus kejahatan lainnya Masalah yang muncul dikalangan remaja bukan hanya

dirasakan oleh kalangan remaja sendiri, tetapi juga oleh orangtua dan orang lain disekitarnya Menurut &amon (dalam 'ainuddin !""() banyak )aktor yang berhubungan dengan perkembangan pemahaman moral remaja antara lain )aktor keluarga, teman sebaya, sekolah, media massa, komunitas, perkembangan kogniti), kepribadian dan lain-lain &iantara )aktor-)aktor lingkungan, )aktor keluarga

adalah )aktor yang sangat berpengaruh terhadap pemahaman moral remaja

*eluarga merupakan sistem sosialisasi bagi anak, dimana ia mengalami pola disiplin dan tingkah laku a)ekti) +alaupun seorang anak telah mencapai masa remaja dimana keluarga tidak lagi merupakan pengaruh tunggal bagi perkembangan mereka, keluarga tetap merupakan dukungan yang sangat

diperlukan bagi perkembangan kepribadian remaja tersebut &alam hubungan dengan keluarga, hal penting yang dapat membantu perkembangan pemahaman moral anak adalah apabila dalam interaksi orangtua mengajak anak untuk berdialog mengenai nilai-nilai moral Peningkatan tahap perkembangan pemahaman moral anak dapat terjadi karena pada situasi demikian terjadi alih peran, yaitu adanya pertukaran sudut pandang antara anak dan orangtua ('ainuddin, !""#) &engan melakukan komunikasi interpersonal dengan baik akan

menghasilkan umpan balik yang baik pula *omunikasi interpersonal diperlukan untuk mengatur tata krama pergaulan antar manusia, sebab dengan melakukan komunikasi interpersonal dengan baik akan memberikan pengaruh langsung pada struktur seseorang dalam kehidupannya (,angara, !""6) -aktor-)aktor Interpersonal Menurut yang +idjaja Mempengaruhi (!""") )aktor *ee)ekti.itasan yang dapat *omunikasi mempengaruhi

komunikasi interpersonal agar menjadi lebih e)ekti) adalah / a *eterbukaan 0i)at keterbukaan menunjukkan paling tidak dua aspek tentang

komunikasi interpersonal. 1spek pertama yaitu, bahwa kita harus terbuka pada orang-orang yang berinteraksi dengan kita 1spek kedua dari keterbukaan

merujuk pada kemauan kita untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain dengan jujur dan terus terang segala sesuatu yang dikatakannya, demikian sebaliknya b 2mpati 2mpati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada peranan atau posisi orang lain *arena dalam empati, seseorang tidak

melakukan penilaian terhadap perilaku orang lain tetapi sebaliknya harus dapat mengetahui perasaan, kesukaan, nilai, sikap dan perilaku orang lain c Perilaku 0porti) *omunikasi interpersonal akan e)ekti) bila dalam diri seseorang

ada perilaku sporti), artinya seseorang dalam menghadapi suatu masalah tidak bersikap bertahan (de)ensi)) Menurut +idjaya (!"""), keterbukaan dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak sporti) 3erikut adalah enam tahap pemahaman moral menurut 4est yaitu/ 5ahap 1 The morality of obedience Pada tahap ini indi.idu dipengaruhi oleh kekuatan orang lain 6ndi.idu menyadari bahwa ketidak patuhan dapat membuatnya mendapat hukuman Pada tahap ini, yang dianggap baik dan benar adalah mematuhi tuntutan atau perkataan orang yang lebih berkuasa

5ahap ! the morality of egoism and simple exchange Pada tahap ini, indi.idu menyadari bahwa tiap orang memiliki minat dan keinginan masing-masing, termasuk dirinya sendiri Pada tahap ini, melakukan sesuatu yang baik berarti melakukan sesuatu yang memuaskan bagi saya, tidak melakukan apa yang orang lain minta 5ahap $ The morality of interpersonal concordance Pada tahap ini, indi.idu menyadari bahwa hubungan dengan indi.idu lain tidak hanya membuat perjanjian jangka pendek, tetapi juga hubungan jangka panjang, yang terdiri dari kesetiaan, rasa terima kasih, dan saling perhatian satu sama lain &alam hubungan tersebut, indi.idu tidak hanya mementingkan balas budi (siapa berhutang apa pada siapa), tapi lebih pada komitmen dan kesetiaan terhadap hubungan tersebut 5ahap ( The morality of low and duty to social order Pada tahap (, melihat kekurangan dari tahap $ yang hanya

menyediakan dasar untuk bekerjasama dengan teman atau sekutu 5ahap ( sudah menyediakan dasar untuk bekerjasama dengan masyarakat secara umum, tidak hanya dengan teman dan sekutu tapi juga dengan orang asing, saingan dan musuh ( law ) 5ahap # 5he morality of concensus building procedure 5ahap # dikenal sebagai suatu pendekatan politik untuk mende)inisikan 7ntuk bekerjasama dengan orang, seseorang membutuhkan hukum

moralitas

5ahap ini ditandai dengan mekanisme politik (pemilihan, poling,

.oting) untuk membuat keputusan yang ditujukan untuk mencapai kesepakatan kelompok 1pa yang benar adalah apa yang diputuskan bersama 5ahap 6 The morality of non arbitrary social cooperation 5ahap 6 menampilkan pandangan akan suatu masyarakat ideal yang menyeimbangkan antara beban dan keuntungan dalam hidup yang kooperati), dan yang mengoptimalkan kesejahteraan setiap indi.idu METODE Sub'$ 0ubjek penelitian adalah remaja yang berusia 1# 8 19 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan tinggal bersama orangtua peneliti

menyebarkan sebanyak 9" angket yang disebarkan kepada siswa dan siswi kelas :66-6P11, :66-6P1!, :66-6P1$ dan :66-6P01 1ngket yang kembali dan

memenuhi karakteristik subjek penelitian sebanyak 61 angket yang berasal dari :66-6P11 sebanyak 16 orang, :66-6P1! sebanyak 1# orang, :66-6P1$ sebanyak 1# orang dan :66-6P01 sebanyak 1# orang A#at 1lat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini adalah/ 1; 0kala komunikasi interpersonal disusun berdasarkan

karakteristik dari komunikasi interpersonal !; Defining Issues Test (DIT) yang disusun oleh 4est,digunakan

untuk mengungkap pemahaman moral &65 merupakan suatu alat yang bersi)at objekti) Ha!i# P$n$#itian 3erdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koe)isien

korelasi ","<$ dengan nilai signi)ikansi ",#!( (p = ","#) yang berarti tidak ada hubungan yang signi)ikan antara komunikasi interpersonal dengan pemahaman moral pada remaja >asil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi ada hubungan antara komunikasi interpersonal dalam keluarga dengan pemahaman moral pada remaja adalah ditolak P$mba%a!an 3erdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hipotesis penelitian ini ditolak, artinya tidak ada hubungan antara komunikasi interpersonal dalam

keluarga dengan pemahaman moral pada remaja >asil penelitian ini ditolak mungkin dikarenakan adanya )aktor lain yaitu )aktor pola asuh orangtua dalam keluarga Pola asuh adalah seluruh cara perlakuan orangtua yang diterapkan pada anak &alam keluarga, biasanya orangtua menerapkan pola pengasuhan tertentu dalam mengasuh anak mereka 3erdasarkan perhitungan ini diketahui bahwa mean empirik pada skala komunikasi interpersonal lebih besar dari pada mean hipotetik M> 8 0&> ? @ A M> B 0&> (99,# ? @ A 9",(<) 0tandar de.iasi hipotetik (0&>) yang

diperoleh sebesar 1#,# 1rtinya, secara umum subjek penelitian memiliki tingkat

komunikasi interpersonal dalam kategori rata-rata 3erdasarkan perhitungan ini diketahui bahwa mean empirik pada skala pemahaman moral lebih besar dari pada mean hipotetik M> 8 0&> ? @ A M> B 0&> ((# ? @ A (#,!1) 0tandar de.iasi hipotetik (0&>) yang diperoleh sebesar #( 1rtinya, secara umum

subjek penelitian ini juga memiliki tingkat pemahaman moral dalam kategori ratarata Pada mean hipotetik pemahaman moral laki-laki dan perempuan berada dalam kategori rata-rata Camun bila dilihat dari tabel di atas, berdasarkan jenis kelamin Pemahaman moral yang lebih tinggi terdapat pada anak laki-laki berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa anak tengah memiliki

pemahaman moral yang lebih baik dibandingkan dengan anak sulung, anak bungsu dan anak tunggal K$!im&u#an 3erdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hipotesis penelitian ini &itolak, berarti tidak ada hubungan yang signi)ikan antara komunikasi

interpersonal dalam keluarga dengan pemahaman moral pada remaja Saran 1 +agi orangtua , agar memperhatikan perkembangan pemahaman

moral bagi anak remajanya supaya dapat berkembang dengan baik ! +agi r$ma'a , disarankan untuk dapat bertingkah laku sesuai 4emaja juga

dengan norma-norma moral yang dianut dalam masyarakat

diharapkan dapat menghargai hak orang lain dan dapat mempertanggung

jawabkan segala tindakannya $ +agi &$n$#iti !$#an'utn(a , disarankan untuk lebih memperhatikan

)aktor-)aktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap pemahaman moral

K$unggu#an , K$#$ma%an
1; *eunggulan 7raian penulis tentang remaja, hubungan interpersonal, dan teori psikologi

*omunikasi sudah sangat jelas 3ahasa yang digunakan juga cukup sederhana sehingga gampang dicerna atau dipahami oleh setiap pembaca 0elain itu, metode penelitian serta analisis data yang dikemukakan sangat jelas dan transparan, dan terkesan sangat jujur !; *elemahan 3enar bahwa tidak setiap hipoteisis penelitian harus terbukti kebenarannya >ipotesis bisa saja ditolak karena memang tidak terbukti 1kan tetapi, sekiranya penulis sudah menduga bahwa hipotesisnya akan ditolak, mengapa masih harus melanjutkan judulD 5idakkah lebih baik bila judulnya dirubahD

<