Anda di halaman 1dari 9

Dr.

Rustanti Page 1 of 9 Owner: JC

Infeksi bakteri ===================== Tetanus ======================


Etiologi
- Clostridium tetani berbentuk spora, anaerob berkembang biak dalam jaringan tubuh manusia yang tidak beroksigen banyak Gejala-gejala penyakit disebabkan oleh eksotoksin yang dikeluarkan oleh Clostridium tetani Sarangnya tetap tinggal lokal dan berupa suatu luka selama fase pertumbuhannya Kuman sering ditemukan dalam usus kuda, kadang-kadang pada manusia juga dpt ditemukan Kuman menghasilkan racun: Lysin thdp sel darah merah Zat yang merusak leukosit oksin yg neutropik yg menyebabkan otot kaku dan spastik !TERPENTING !!!"

Patogenesis
Luka tusuk yg dalam, memberikan keadaan anaerob Sering terdapat necrosis Luka bakar Luka kecelakaan #titis $edia %erforata erjadinya penyakit tetanus bergantung kepada: &' (anyaknya spora )' jaringan nekrosis dalam luka *' luka dalam+ tidak ,' corpus alienum dalam luka !contohnya pecahan kaca" -' keadaan anaerob

Gejala Klinik
masa tunas beberapa hari . beberapa minggu spasme !muka, tangan, otot perut, kaki kaku semua" sukar menelan gelisah sakit kepala kekakuan otot trismus !gejala pertama" rhisus sardonicus kaku kuduk anak tetap sadar kejang-kejang klonik seluruh badan kejang pada otot respiratorik dan otot laryn/ dpt menyebabkan cyanosis dan asphy/ia demam

Gejala Lokal Gejala Umum

Dr. Rustanti Page 2 of 9 Owner: JC


LCS normal

Komplikasi
(ronchopneumonia . krn refleks batuknya kurang jd lendir tidak bisa keluar Compresi fracture !krn kaku" Kematian tjd karena kesukaran bernapas 0bses retropharyngeal 0bses gigi $eningitis $astoiditis Spondylitis tulang-tulang leher

DD/ trismus DD/ kaku kuduk

Kejang terutama terjadi karena ada rangsangan misalnya karena suntikan, cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu bising Kejang pada tetanus 1 kejang rangsang

Prognosis
(ergantung pada masa tunas o Kurang dari 2 hari . buruk o Lebih dari 2 hari - baik 3mur 4rekuensi kejang Suhu badan Cepatnya memberikan pengobatan Komplikasi

Pencegahan
5munisasi pasif: pemberian 0 S &-66 . -666 u setelah mendapat luka (isa juga pake penisillin 5munisasi aktif dg Tetanus Toksoid 5munisasi dasar */ mulai * bulan (ooster & tahun kemudian 5munisasi aktif utk ibu hamil trimester terakhir

Therapi
0 S )6'666 u ) hari i'm 0nti kejang o 7ia8epam - mg . 9 mg+ kg((+ hari diberikan dalam infus o (oleh juga: 4enobarbital Largactil Cloralhidrat per rectal %'%' -6'666 u+ kg((+ hari &6 hari %emberian makanan sesuai trismus 5solasi #), tracheostomi

Dr. Rustanti Page 3 of 9 Owner: JC

============ Tetanus Neonatorum =============


Clostridium tetani masuk melalui luka tali pusat

Gejala
%anas, tidak mau minum $ulut mencucu seperti ikan Sianosis, kaku kuduk, epistotonus

Therapy
5nfus 0 S &6'666 u ) hari 7ia8epam 0mpicillin &6 hari (ersihkan tali pusat #), bersihkan jalan napas %erhatikan keadaan :ital

Pencegahan
etanus o/oid */ pada trimester 555 hamil Sterilitas ;aktu pemotongan tali pusat

Komplikasi
(ronchopneumonia 0sphy/ia Sianosis Sepsis

Dr. Rustanti Page 4 of 9 Owner: JC

======================= Difteri =======================


Definisi
%enyakit akut yg disebabkan oleh basil gram Corynebacterium diphteriae pd selaput-selaput mucosa dengan ciri-ciri yg sangat katarestik ialah terbentuknya pseudomembran ber;arna kuning kelabu, susah diangkat dan mudah berdarah

Etiologi
(asil gram Corynebacterium diphtheriae %olimorf, tidak bergerak, tidak membentuk spora Gra:is $itis 5ntermediate

3 tipe

Epidemiologi
erdapat di negara berkembang

nsidens
erutama pada anak-anak umur ) . - tahun <arang pd bayi = > bulan atau ? &6 tahun

!ara Penularan
Kontak dengan penderita+ carrier 7roplet infection+ makanan terkontaminasi ) . 2 hari

"asa Tunas munisasi


7% 6'- cc i'm $ulai umur * bulan, */ berturut-turut tiap bulan (ooster umur &@ - ) tahun, dan - tahun Lalu setiap - tahun sampai &- tahun suntikan 7

Patogenesis dan Gejala#gejala


a' Kuman membentuk pseudomembran ber;arna putih kelabu sukar diangkat dan bila dipaksakan mudah terjadi perdarahan' 7pt meluas ke hidung, pharyn/, tonsil, laryn/, trachea dan menyebabkan obstruksi jalan napas dengan gejala sesak napas, cyanosis, stridor inspiration, retraksi daerah epigastrium, suprasternum, sekitar cla:icula dan antar iga Kuman membentuk eksotoksin yang menyebar secara hematogen dan limfogen ke i' Kelenjar-kelenjar regional !bull neck" ii' <antung (myocarditis" iii' Aati !perlemakan dan nekrosis"

b'

Dr. Rustanti Page 5 of 9 Owner: JC


i:' Saraf !degenerasi demyelinisasi paresis paralisis" Kematian terjadi karena shock, obstruksi jalan napas , decompensatio cordis atau bronchopneumonia %arese paling sering pada otot-otot palatum sering keselek %arese diaphragma paling berbahaya

Klasifikasi
$enurut tpt infeksi dpt dibagi atas: 1. Rhinitis Difterika Sangat jarang !)B" Gejala: dypsnoe, epistaksis, sekret hidung purulent sanguinosa 77+ dengan corpus alienum dan lues congenital 2. Tonsilitis atau Tonsilopharyngitis Difterika %aling sering dijumpai 4rekuensi sangat tinggi 5nfeksi meliputi pharyn/, tonsil, adenoid, u:ula, palatum molle Gejala: tapak sakit berat, panas, dyspnoe, sakit tenggorok terutama bila menelan, stridor inspirasi dan biasanya disertai pembengkakan kelenjar regional !bull neck" 77+ dengan: onsilitis folikularis - 0ngina %laut Cincent - 0ngina 0granulositik 3. Laryngitis atau Laryngotracheitis Diferika 4rekuensi: )-B sebagai perluasan pharyngitis difterika Gejala khas: anak gelisah, ketakutan, dyspnoe, cyanosis, stridor inspirasi, retraksi epigastrium, suprasternal, cla:icula, antar iga (iasanya terdapat bull neck 77+ dengan: - laryngitis akuta - laryngi-tracheitis - bronchitis acuta - asthma bronchiale - corpus alienum di laryn/ ,' 7ifteri kulit Sangat jarang, dapat timbul di daerah telinga, conjungti:a, umbilicus, :agina

Diagnosis
erdapat pseudomembran yang khas $enemukan kuman secara langsung+ biakan

La$
Leukositosis, Ab dan eritrosit menurun 7alam urine, mungkin ada: albumin uria, torak hyalin, eritrosit dan leukosit

Komplikasi
raktus respiratorius #bstruksi jalan napas (ronchopneumonia 0telectasis Cardio:asculer $yocarditis 7ecompensatio cordis kanan dan kiri ractus urogenitalis

Dr. Rustanti Page 6 of 9 Owner: JC


Defritis akuta Susunan saraf Deuritis %aralisis palatum, otot mata, muka, leher, ekstremitas D'phrenicus pada yg sangat berat &' )' *' ,' -' 5solasi 5stirahat total 07S )6'666 u ) hari berturut-turut %enicillin %rocaine -6'666 u+ kg((+ hari sampai panas turun * hari Corticosteroid - . &- g+ kg((+ hari atau prednison ) mg+ kg((+ hari Corticosteroid diberikan selama * minggu dan dihentikan dengan tappering o!! utk mencegah rebound p"enomena' ujuan pemberian kortikosteroid: - anti infeksi - anti oedema - anti allergi - mencegah myocarditis rakheotomi bila ada obstruksi jalan napas (ila ada paralisis !suara serak, keselek" perlu diberi strichrine E mg dan :itamin ( & &66 mg+ hari selama &6 hari

Therapy

>' 2'

Pre%entif
Kalau pasien pulang, beri imunisasi

Prognosis
ergantung pada: - Stadium penyakit - Cepat+ lambat pemberian antitoksin - 3mur penderita - Lokalisasi+ jenis difteri !gra:is, intermediate - mortalitas tinggi"

Pencegahan
5munisasi %asif dari ibu sampai * bulan 0ktif fr 7%

Dr. Rustanti Page 7 of 9 Owner: JC

====================== Pertusis ======================


&'hooping !ought/ (atuk )ejan* Pertusis ialah infeksi akut sal napas yang disebabkan oleh aemophylus pertusis !(ordet Gengou"' Gejala yang spesifik adalah batuk-batuk yang berulang dengan adanya F#"oopingG %enyakit ini tersebar di seluruh dunia, di tempat-tempat yang padat penduduknya dapat berupa epidemi pada anak-anak, mudah menular

Patologi
Lesi tdpt di bronchi dan bronchioli, bisa juga di trachea, laryn/ dan nasopharyn/ (asil bersarang di cilia epitel torak dari mukosa, menimbulkan eksudasi yang mukopurulen Lendir yang terbentuk dpt menyumbat bronchi kecil, menimbulkan emfisema dan atelectase Hksudasi dpt sampai ke al:eoli dan menimbulkan infeksi sekunder Kelainan pulmonum dpt menimbulkan bronc"iectasis

Gejala Klinik
$asa 5nkubasi: 2 . &, hari %enyakit berlangsung > minggu atau lebih erdiri dari * stadium: &' Stadium kataralis $ula-mula batuk ringan, makin lama makin berat terjadi siang dan malam 7isertai muntah-muntah, pilek, panas dan anore/ia )' Stadium spasmodik jd batuk yang spesifik yaitu batuk sangat berat sampai anak gelisah, muka merah dan sianosis, batuk panjang disertai muntah, sputum yang kental, kadang sampai terjadi perdarahan subconjungti:a dan epistaksis *' Stadium con:alescense %d minggu ke-, batuk berkurang, muntah berkurang, mulai nafsu makan

Diagnosis
(atuk yg karakteristik Leukosit yang meningkat dan limfositosis 5solasi kuman dr sekret yg keluar ;kt batuk

77+ dengan: (ronchitis (ronchiolitis

5nterstitiel %neumonitis

Komplikasi
(ronchitis, bronchopneumonia 0telectase Hmphysema (ronchiectasis %rolaps rectum+ hernia Kejang-kejang Kongesti, oedema otak dan perdarahan otak Hpistaksis, hemoptisis !batuk darah", perdarahan subconjungti:a

Prognosis
ergantung ada tidaknya komplikasi

Dr. Rustanti Page 8 of 9 Owner: JC Pencegahan


Caksinasi 7%

=============== tifus abdominalis ===============


Definisi
%enyakit infeksi akut yang biasanya tdpt pd saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari & minggu, ggn pada G5 dan ggn kesadaran

Etiologi
Salmonella typhosa, gram !-", bergerak dengan rambut getar, spora !-" * macam antigen: 0ntigen # 0ntigen A 0ntigen Ci

Epidemiologi
%ada anak umur lebih dari & tahun

Patogenesis
5nfeksi pada G5 (asil diserap oleh usus halus masuk ke darah hati dan limpa $asuk kelenjar limfoid usus halus, terjadi tukak di mucosa di atas plague peyeri, shg terjadi perdarahan usus dan akhirnya terjadi perforasi usus halus

Gejala
7emam $asa inkubasi &6 . )6 hari 7emam * minggu, remitent (ibir kering, pecah-pecah Lidah ditutupi selaput kotor !coated tongue", ujung dan tepi hyperemis, tremor Lambung, hepar dan lien membesar Konstipasi+ normal+ diare Kesadaran menurun Ioseola !J" (radikardia relatif Ielaps : mungkin terjadi

Komplikasi
%erdarahan usus %erforasi usus minggu 555 di distal ileum %eritonitis $eningitis, kolesistitis, bronchopneumonia 7ehidrasi, acidosis

Diagnosis
7arah tepi : leukopenia, leukositosis relatif, aneosinofilia Kidal: o iter 8at anti thd antigen # &+)66

Dr. Rustanti Page 9 of 9 Owner: JC


o iter antigen A, tetap tinggi setelah imunisasi, sembuh dari tifus

Diagnosis diferensial
%aratifus 0, (, C (C 5nfluen8a $alaria 7engue %neumonia lobaris

Therapy
5solasi (ed rest $akanan yang adeLuat Chloramphenicol &66 g+ kg((+ hr, secara p'o+ i':+i'm herapy yang sesuai untuk komplikasi

Prognosis
(aik, bila cepat diobati (uruk bila ada komplikasi o %anas tinggi, kesadaran menurun o (ronchopneumonia o 7ehidrasi, acidosis o Gi8i buruk

Finish Luv n pis From Jesi