Anda di halaman 1dari 11

GBPP

MATA KULIAH KODE MATA KULIAH BAHAN STUDI PENEMPATAN DOSEN / TIM : ASUHAN KEBIDANAN III ( NIFAS) : BD.303 : 2 SKS ( T : 1, P:1) : SEMESTER III : TENRI ANASARI ISKANDAR

A. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan untuk melaksanakan kemampuan Asuhan kebidanan pada nifas dengan pendekatan manajemen kebidanan di dasari konsep , sikap dan keterampilan dengan pokok bahasan : konsep dasar masa nifas, respon orang tua terhadap bayi baru lahir, proses adaptasi, fisiologi dan psikologi masa nifas, kebutuhan dasar masa nifas, melaksanakan asuhan kebudanan pada masa nifas melaksakan kunjungan rumah pada ibu masa nifas, deteksi dini komplikasi masa dan pendokumentasiannya.

B. TUJUAN INSTRUKSIONALUMUM Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada masa nifas dengan pendekatan manajemen kebidanan.

C. PROSES PEMBELAJARAN T : dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah, diskusi, seminar, dan penugasan.

P : dilaksanakan dikelas, laboratorium,(baik di kampus maupun dilahan praktek) dengan menggunakan metoda simulasi, demonstrasi, role play dan bed side teaching. D. EVALUASI Teori 1. UTS 2. UAS Praktikum 1. Skill lab (phantom) : 40% : 10 % : 15 %

2. Studi kasus/manajemen kasus : 30%

E. BUKU SUMBER Buku Utama 1. Saifuddin A.B. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan. Jakarta: JNPKRR 2. Saifuddin A.B. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 3. Hanifa Wiknojosastro. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 4. Rostam Mochtar.1999. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Buku Anjuran 1. Atikah Proverawati. 2010. Kapita Selekta, ASI dan Menyusui. Yogakarta: Nuha Medika. 2. Kathryn Piziali Nichol. 2005. Panduan Menyusui. Jakarta: Anak Prestasi Pustaka 3. Moh. Wildan. 2009. Dokumentasi Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika 4. Wafunurmuslihatun, dkk.2009. Dokumentasi Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

5. Suryani, dkk. 2009. Dasar-Dasar Asuhan Kebidanan Komunikas. Jogjakarta : Publisher 6. Saroha Pinem. 2009. Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Trans Info Media: Jakarta. 7. Suherni, dkk. 2009. Perawatan masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya 8. Savitri Ramaiah. 2006. ASI dan menyusui. Jakarta: BIP 9. Saryono. 2008. Perawatan Payudara. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press 10. Linda V. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta:Kedokteran EGC. 11. Sitti saleha. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika. 12. Ari Sulistyawati. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Yogyakarta: Penerbit Andi. 13. Zakiyah. 2011. Melakukan Asuhan Kebidanan Masa Nifas Normal. http://zakiahdinsyah.blogspot.com/. Diakses tanggal 18 desember 2011. 14. Lusa. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. http://www.lusa.web.id/category/askeb-iii-nifas/. Diakses tanggal 18 Desember. 2011. 15. Lusa. 2011. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas. http://www.lusa.web.id/kebutuhan-dasar-ibu-nifas. Diakses tanggal 22 Desember 2011.

TUJUAN NO INSTRUKSIONAL KHUSUS Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat : 1 Menjelaskan konsep dasar masa nifas

POKOK BAHASAN

SUB POKOK BAHASAN T

WAKTU P K

BUKU SUMBER

Konsep dasar masa nifas

1.1. Pengertian masa nifas 1.2. Tujuan asuhan masa nifas 1.3. Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas 1.4. Tahapan masa nifas 1.5. Kebijakan program nasional masa nifas

1 x 50

BU:2,3,5 BA:10,11

Menjelaskan perubahan fisiologis pada masa nifas

Perubahan fisiologis pada masa nifas

2.1. Perubahan system reproduksi 2.1.1. Uterus 2.1.2. Vagina dan perineum 2.2. Perubahan system pencernaan 2.3. Perubahan system perkemihan 2.4. Perubahan system muskuletal diastasis rectie abdominis

1 x 50

BU:1,2,3

2.5. Perubahan system endokrin 2.6. Perubahan tanda-tanda vital 2.7. Perubahan system kardiovaskuler 2.8. Perubahan system hematologi 2.9. Perubahan system endokrin 3 Menjelaskan proses laktasi dan menyusui Proses laktasi dan menyusui 3.1. Anatomi dan fisiologi payudara (review) 3.2. Dukungan bidan dalam pemberian ASI 3.3. Manfaat pemberian ASI 3.4. Komposisi Gizi dalam ASI 3.5. Upaya memperbanyak ASI 3.6. Tanda Bayi cukup ASI 3.7. ASI ekslusif 3.8. Cara merawat payudara 3.9. Cara menyusui yang benar 3.10. Masalah dalam pemberian ASI 1 x 50 1 X 50 2x (1x60) 1 x 50 2x (1x60) BA: 1,2,8,9, 12 BU:2

Menjelaskan respon

Respon orang tua

4.1. Bounding Attachment 4.2. Respon ayah dan keluarga terhadap kelahiran bayi

BU:2,3 BA:11

orang tua dan keluarga dan keluarga terhadap bayi baru terhadap bayi baru

lahir 5 Menjelaskan proses adaptasi psikologis ibu dalam masa nifas

lahir Proses adaptasi Psikologis ibu dalam masa nifas 5.1. Sibling rivally 5.2. Post partum blues 5.3. Kesedian dan duka cita 5.4. Depresi masa nifas 1 x 50 1 x 50 BU: 2,3 BA: 7

Menjelaskan kebutuhan dasar ibu masa nifas

Kebutuhan dasar ibu masa nifas

6.1. Nutrisi dan cairan 6.2. Ambulasi 6.3. Eliminasi : bak / bab 6.4. Personal Hygiene 6.5. Istirahat 6.6. Seksual 6.7. Latihan / senam nifas

2x (1x60)

BU:1,2,3 BA:11,12 ,15

Melaksanakan asuhan masa nifas normal

Asuhan masa nifas normal

7.1. Asuhan ibu masa nifas normal 7.1.1. Pengkajian fisik dan psikologis 7.1.2. Riwayat kesehatan ibu 7.1.3. Pemeriksaan fisik 7.1.3.1. Tanda-tanda vital 7.1.3.2. Payudara 7.1.3.3. Uterus 7.1.3.4. Kandung kemih 7.1.3.5. Genitalia

1 x 50

2x (1x60)

BU:4,5 BA:5,6, 13

7.1.3.6. Perineum 7.1.3.7. Ekstermitas bawah 7.1.3.8. Pengkajian psikologis 7.1.3.9. Pengetahuan ibu. 7.2. Merumuskan diagnose / masalah Actual 7.2.1. Masalah nyeri 7.2.2. Masalah infeksi 7.2.3. Masalah cemas,perawatan perineum payudara,ASI ekslusif 7.2.4. Masalah KB,Gizi,tanda 7.2.5. bahaya, senam, menyusui 7.3. Merumuskan diagnose / masalah potensial : 7.3.1. Gangguan perkemihan 7.3.2. Gangguan BAB 7.3.3. Gangguan hubungan seksual 7.4. Merencanakan asuhan kebidanan : 7.4.1. Evaluasi secara terus-menerus 7.4.2. Gangguan rasa nyeri 7.4.3. Mengatasi infeksi 1 x 50 1 x 50 1 x 50

7.4.4. Mengatasi cemas 7.4.5. Memberikan kenyamanan pada ibu 7.4.6. Membantu ibu untuk menyusui bayinya 7.4.7. Memfasilitasi menjadi orang tua 7.4.8. ersiapan pasien pulang 7.4.9. Anticipatori Guidance 7.4.10. Deteksi dini komplikasi pada ibu masa nifas 7.4.11. Health Education 7.4.11.1. Nutrisi 7.4.11.2. Hygiene / perawatan perineum 7.4.11.3. Hubungan seksual 7.4.11.4. Istirahat dan tidur 7.4.11.5. Ambulasi 7.4.11.6. Perawatan bayi 7.4.11.7. Latihan senam nifas 7.5. Pelaksanaan asuhan kebidanan 7.5.1. Tindakan mandiri 1 x 50 2x

7.5.2. Kolaborasi 7.5.3. Tindakan pengawasan 7.5.4. Pendidikan / penyuluhan 7.6. Evaluasi Asuhan kebidanan 7.6.1. Tujuan asuhan kebidanan 7.6.2. Efektifitas tindakan untuk mengatasi masalah 7.6.3. Hasil asuhan 8 Melakukan deteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penangannya Deteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penangannya. 8.1. Perdarahan pervaginam 8.2. Infeksi masa nifas 8.3. Sakit kepala, nyeri epigastrika,penglihatan kabur 8.4. Pembengkakakn di wajah /ekstermitas 8.5. Demam,muntah,rasa sakit waktu berkemih 8.6. Payudara yang berubah menjadi merah, panas, dan atau terasa sakit 8.7. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama 8.8. Rasa sakit,merah,lunak,dan atau 1 x 50 1 x 50

(1x60)

2x (1x60)

2x (1x60)

BU:2,3 BA:11

pembengkakakn di kaki 8.9. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan diri sendiri 9 Menjelaskan program tindak lanjut asuhan masa nifas di rumah Tindak lanjut asuhan nifas di rumah 9.1. Jadwal kunjungan rumah 9.2. Asuhan lanjutan masa nifas di rumah 9.3. Penyuluhan masa nifas 9.3.1. Gizi 9.3.2. Suplemen zat besi / vit A 9.3.3. Kebersihan diri / bayi 9.3.4. Istirahat / tidur 9.3.5. Pemberian ASI 9.3.6. Latihan / senam nifas 9.3.7. Hubungan seks dan keluarga berencana 9.3.8. Tanda- tanda bahaya 10 Melaksanakan pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas Pendokumentasian asuhan dalam bentuk laporan asuhan 10.1 Pendokumentasian asuhan kebidanan asuhan masa nifas dalam bentuk manajemen 7 langkah varney 1 x 50 BU:1 BA: 3,4,11,12 1 x 50 2x (1x60) BU:5,3 BA:10,13

kebidanan masa nifas

10.2 Pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas dalam bentuk SOAP. 960 menit 32 jam

JUMLAH