Anda di halaman 1dari 30

Teori Akuntansi

Konsep Laba dan Pelaporan Keuangan

Elief Biant Pratama Innosanto Beawiharta Wildan Alief Pradito

(110200082) (110200205) (110200222)

Pendahuluan

Tujuan utama dari pelaporan laba adalah memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang paling berkepentingan dalam laporan keuangan. Tetapi lebih banyak tujuan spesifik harus dinyatakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas atas pelaporan laba. Tujuan yang spesifik mencakup: 1.Penggunaan laba sebagai pengukuran efisiensi manajemen. 2.Penggunaan angka laba historis untuk membantu meramalkan arah masa depan dari perusahaan dari perusahaan atau pembagian dividen masa depan. 3.Penggunaan laba sebagai pengukuran pencapaian dan sebagai pedoman untuk keputusan manajerial masa depan.

KONSEP LABA PADA TINGKAT SINTAKTIK

Meskipun akuntansi memberi kata-kata manis pada interpretasi dunia-nyata atas laba akuntansi, atau dampak perilakunya mereka umumnya mendasarkan prinsip dan aturan pada premis yang mungkin tidak berkaitan dengan fenomena dunia-nyata atau pengaruh perilaku. Ketentuan dalam aturan itu dibuat logis dan konsisten dengan mendasarkan pada premis dan konsep yang telah dikembangkan dari praktik yang ada. Akan tetapi, konsep-konsep tersebut seperti realisasi, penandingan, dasar akrual, dan alokasi biaya dapat didefinisikan hanya dalam pengertian aturan yang tepat, karena hal itu tidak mempunyai pandangan dalam dunia nyata.

Pendekatan Transaksi pada Pengukuran Laba

Manfaat utama dari pendekatan transaksi adalah: 1.Komponen laba bersih dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara, seperti menurut produk atau golongan pelanggan, untuk mendapatkan informasi yang lebih berguna bagi manajemen. 2.Laba yang berasal dari berbagai sumber seperti dari operasi dan dari penyebab eksternal dapat dilaporkan secara terpisah sejauh hal itu dapat diukur. 3.Hal itu memberikan dasar untuk menentukan jenis dan kuantitas aktiva dan kewajiban yang ada pada akhir periode. Metode penilaian lain kemudian dapat diterapkan lebih mudah pada persediaan ini. 4.Efisien bisnis mengharuskan pencatatan transaksi ekternal untuk alasan-alasan lain. 5.Berbagai laporan dapat dibuat untuk saling berhubungan satu sama lain, yang diasumsikan memungkinkan pemahaman yang lebih baik atas data yang mendasari.

Pendekatan Aktivitas pada Pengukuran Laba

Pendekatan aktivitas pada pengukuran laba nerbeda dengan pendekatan transaksi dalam hal ia memusatkan pada deskripsi aktivitas sebuah perusahaan dan bukan pada pelaporan transaksi. Yaitu, laba diasumsikan timbul bila aktivitas-aktivitas atau kejadian-kejadian tertentu terjadi, tidak hanya sebagai hasil dari transaksi spesifik. Salah satu manfaat yang diasumsikan dari pendekatan aktivitas adalah bahwa hal itu memungkinkan untuk tujuan berbeda. Laba yang timbul dari produksi dan penjualan barang melibatkan jenis penilaian dan perdiksi yang berbeda, yang dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Laba yang berasal dari produksi dan penjualan barang melibatkan jenis evaluasi dan prediksi yang berbeda daripada laba yang berasal dari pembelian atau penjualan sekuritas atau dari penahanan aktiva untuk keuntungan modal yang diharapkan.

KONSEP LABA PADA TINGKAT SEMATIK

Akuntan mengandalkan pada dua konsep ekonomi dalam mendefinisikan laba. 1.Perubahan dalam kesejahteraan 2.Maksimalisasi laba dalam kondisi kondisi tertentu dari pasar, permintaan produk, dan biaya masukan

Laba sebagai suatu Pengukur Efisiensi

Operasi efisien dari sebuah perusahaan memengaruhi baik aliram dividen saat ini maupun penggunaan modal yang diinvestasikan untuk memberikan aliran dividen masa depan. Karena itu, semua pemengang ekuitas, tetapi terutama pemegang saham biasa, berkepentingan dengan efisiensi manajemen. Dalam kasus manapun, pengukuran afisiensi perusahaan memberikan dasar untuk keputusan-keputusan. Tujuan mengukur efisiensi suatu perusahaan dicerminkan dalam SFAC 1. Dinyatakan bahwa Pelaporan Keuangan harus memberikan informasi tentang kinerja keuangan selama suatu periode.

Laba Akuntansi lawan Laba Ekonomi

Laba Akuntansi lawan Laba Ekonomi

Laba Banyak Orang

Dalam usaha menangani ketidakpastian ini, para peneliti telah membedakan satu kasus di mana pasar dikatakan sempurna dan lengkap. Secara luas, dalam dunia yang sempurna dan lengkap, investor tidak lagi mengetahui keadaan dunia apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi mereka tetap sepakat pada cir-ciri masing-masing keadaan yang potensial, dan mereka sepakat dengan kisar keadaan yang mungkin.

Konsep Laba Pada Tingkat Pragmatik

Laba berkaitan dengan proses keputusan dari investor dan kreditor, reaksi harga sekuritas dalam pasar yang teratur terhadap pelaporan laba, keputusan pengeluaran modal dari manajemen, dan reaksi umpan balik dari manajemen dan akuntan.

Seksi berikut ini menyajikan lebih dari pengenalan singkat pendekatan pragmatic pada konsep laba sebagaimana yang dilaporkan dalam literature.

Laba Sebagai Alat Peramal

SFAC 1 menyatakan bahwa investor, kreditor dan pihak lain berkepentingan dengan menetapkan prospek arus kas bersih perusahaan, tetapi mereka sering menggunakan laba untuk membantu mereka mengevaluasi daya menghasilkan laba, meramalkan laba masa depan atau menetapkan risiko investasi atau member pinjaman kepada perusahaan. Jadi, ada hubungan yang diasumsikan antara laba yang dilaporkan dan arus kas, termasuk kas yang dibagaikan kepada pemilik. Nilai sekarang dari sebuah perusahaan dan nilai selembar sahamnya dalam perusahaan itu tergantung pada aliran distribusi masa depan yang diharapkan kepada pemegang saham saat ini dapat memutuskan untuk menjual saham itu atau terus menahan nya.

Pengambilan Keputusan Manajerial

Laporan keungan formal ditujukan terutama untuk pemakai eksternal data akuntasi, tetapi akuntan juga harus melengkapi manajemen dengan alat-alat dan bahan baku yang diperlukan untuk pengendalian dan untuk keputusan yang baik.

Keputusan keputusan hanya dapat mempengaruhi kejadian masa mendatang, tetapi manajemen tidak begitu berkepentingan dalam meramalkan dividen masa depan seperti dalam hal mengambil keputusan untuk mencapai tujuan berkenaan dengan arus kas sekarang dan masa depan.

Pendekatan Pasar Modal

Pengamatan langsung dan tak langsung menyatakan bahwa laba per saham dan proyeksi laba per saham yang dilaporkan mempunyai dampak langsung pada harga pasar saham biasa dan dalam permintan oleh masing-masing investor meskipun hipotesis pasar yang efisien menyiratkan bahwa perorangan tidak dapat memperoleh pengetahuan dari informasi ini Beberapa studi empiris telah menyatakan bahwa laba per saham atau proyeksi laba per saham yang dilaporkan tidak mempunyai dampak langsung pada harga pasar saham biasa. Bukti pertama dari hubungan antara laba akuntans dan harga sekuritas diberikan oleh Profesor Australia, Ray Ball dan Phillip Brown. Hasil-hasil mereka, pada dasarnya adalah bahwa harga sekuritas bergerak dalam arah yang sama seperti laba akuntansi, telah dikuatkan berkali-kali sesudah itu. Ini mungkin karena sekuritas menanggap pada kejadian yang sama seperti laba.

Pandangan Pendekatan Kontraktual dari Laba

Laba akuntansi yang dilaporkan telah menjadi dasar dari banyak hubungan hokum dan kontraktual dalam masyarakat; sampai sejauh ini, hal itu mempunyai implikasi perilaku sekalipun mungkin tidak mempunyai interprestasi semantic. Kekuatan dari pendekatan kontraktual adalah bahwa hal itu tidak menuntut interprestasi semantic dari perubahan akuntansi. Pendukung pendekatan itu menyatakan bahwa masyarakat dapat setuju untuk bermain dengan aturan apapun yang dipilih tanpa memprhatikan apakah itu masuk akal atau tidak. Posisi ini dipandang ekstrem oleh beberapa pihak yang memperdebatkan bahwa semua teori dalam jangka panjang harus didasarkan pada konsep-konsep yang mempunyai signifikansi interpretif : teori laba pragmatic tidak dapat sah dalam jangka panjang tanpa konsep laba dunia-nyata dan pembuktian dari implikasi perilaku. Apa Yang Harus Dimasukan Dalam Laba ?

Konsep Operasi Kini dari Laba

Konsep laba operasi kini (current operating concept of income) memusatkan pada pengukuran efisiensi perusahaan bisnis. Istilah efisien berkaitan dengan pemanfaatan secara efektif sumberdaya perusahaan dalam mengoperasikan perusahaan dan menghasilkan laba. Hal itu, berkaitan dengan kombinasi yang tepat dari factor-faktor produksi yaitu ; tenaga kerja, modal dan manajemen Penekanan tertentu diletakan pada istilah kini berjalan dan operasi. Hanya perubahan nilai dan kejadian yang dapat dikendalikan oleh manajemen dan yang dihasilkan dari periode berjalan yang harus di masukkan. Akan tetapi, Laporan ini harus dikualifikasikan untuk menyertakan pengunaan factor-faktor yang diperoleh dalam periode sebelumnya tetapi digunakan dalam periode berjalan.

Konsep Laba All-Inclusive (Laba Komprehensif)

Konsep laba all-inclusive didefinisikan sebagai total perubahan dalam modal yang diakui denganmenatat transaksi atau revaluasi perusahaan selama satu periode tertentu, kecuali untuk pembagian dividend an transaksi modal. Laba komprehensif lebih luas dari laba bersih karena mencakup ; perubahan tertentu yang lain dalam aktiva bershih (terutama keuntungan dan kerugian tertentu yang ditahan) yang diakui dalam periode itu, seperti beberapa perubahan dalam nilai pasar investasi dalam sekuritas ekuitas yang mudah dipasarkan yang diklasifisikan sebagai aktiva tak lancer, beberapa perubahan dalam nilai pasar investasi yang mempunyai praktik akuntansi khusus untuk sekuritas yang mudah dipasarkan, dan penyesuaian translasi valuta asing.

Konsep Laba All-Inclusive (Laba Komprehensif)

Pendukung konsep laba all-inclusive mengemukakan alas an berikut untuk pengukuran laba ini : 1.Laba bersih tahunan yang dilaporkan, apabila ditambahkan bersama untuk keseluruhan perushaan, harus sama dengan total laba bersih perushaaan. 2.Peniadaan beban dan kredit tertentu dari perhitungan laba bersih member peluang untuk manipulasi atau perataan angka penghasilan tahunan. Kekhawatiran ini sudah ditemukan selama bertahun-tahun. 3.Laporan rugi laba yang memasukan semua beban dan kredit laba yang diakui selama tahun itu dikatakan lebih mudah untuk disiapkan dan lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Itu bukan merupakan pokok pertimbangan pribadi dan manajemen atau akuntan yang menyiapkan

Laba yang berulang dan Tak Berulang

Pendukung konsep laba kinerja operasi kini (current operating performance) seringkali mengklaim bahwa pos-pos operasi pada umumnya yang didefinisikan sebagai nerulang dalam operasi bisnis dan bahwa pos non operasi sebelumnya dipandang tidak biasa dan tak dapat diramalkan. Akan tetapi, ini tidak harus benar. Banyak pos mungkin bersifat operasi, tetapi tidak harus berulang. Angka laba bersih berdasarkan peristiwa-peristiwa berulang umunya lebih berguna bagi investor dalam meramalkan kemungkinan arus laba dan dividen masa depan. Kejadian non operasi yang berulang sama pentingnya dengan kejadian berulang yang berasal dari operasi normal. Namun, perbedaan antara operasi dannon operasi lebih bermanfaat untuk mengukur efisiensi manajemen. Asumsi yang mendasari laporan ini adalah bahwa kejadian operasi cenderung lebih dapat dikendalikan daripada kejadian non operasi. Namun, asumsi ini dapat diperdebatkan dalam banyak hal.

Penyesuaian Periode Sebelumnya

Penyesuaian-penyesuaian yang berkaitan dengan periode sebelumnya dank arena nyadikeluarkan dalam penentuan laba bersih untuk periode berjalan dibatasi pada penyesuaian material yang ; 1.Dapat secara spesifik diidentifikasikan dengan da secara langsung berkaitan dengan aktivitas bisnis dari periode sebelumnya tertentu 2.Tidak berasal dari kejadian ekonomi yang terjadi sesudah tanggal laporan keungan untuk periode sebelumnya. 3.Tergantung terutama pada penentuan oleh orang selain manajemen 4.Tidak mudah dipengaruhi estimasi yang layak sebelum penentuan tersebut.

Penyesuaian Periode Sebelumnya

Penyusunan APB20, yang didorong oleh consensus mereka bahwa laba allinclusive lebih baik, saetuju bahwa penyesuaian periode sebelumnya harus tetap jarang terjadi. Satu-satunya pengecualian yang diperkenankan adalah ; 1.Perubahan dari metode penetapan harga LIFO ke metode lain 2.Perubahan metode akuntansi untuk kontrak jenis pembangunan jangka panjang 3.Perubahan ke atau dari metode akuntansi biaya penuh yang digunakan dalam industry ekstraktif. 4.Perubahan dari akuntansi penghentian-penghentian perbaikan ke akuntansi penyusutan.

Pos-pos Luar Biasa

APB 30 mengdefiniskan pos-pos luar biasa sebagai kejadian dan transaksi yang tidak sering atau tidak berulang dan tidak biasa atau tidak berkaitan dengan operasi normal. Tujuan pendekatan dalam APB 30adalah untuk membatasi penggunaan klasifikasi ini pada waktu-waktu yang tidak biasa yang dapat mempengaruhi prediktabilitas, tetapi tidak akan memungkinkan penggunaan kebijakan manajemen dalam menentukan perhitungan laba bersih sebelum pos-pos luar biasa.

Operasi yang Dihentikan

Diliput dalam ketentuan APB 30, yang dimaksudkan untuk mengklasifikasikan pos-pos sekuritas ekuitas demikian rupa sehingga memberi kepada para pembacanya perasaan berapa laba yang mungkin layak diharapkan dari operasi yang berlanjut.perusahaan harus memisahkan laba atau rugi sesudah pajak yang dihasilkan dari operasi yang dihentikan dalam periode berjalan dan sebelum tanggal pengukuran, yang didefinisikan sebagai tanggal dimana manajemen mengikat diri sendiri pada suatu rencana formal untuk melepaskan operasi bersangkutan

Pengungkapan

Dengan banyaknya kategori yang berbeda yang sekarang tampak dalam suatu laoran laba rugi, beberapa kesepakatan untuk penyajianya diperlukan untuk mempermudah interprestasinya.

Konsep Nilai Tambah dari Laba

Dalam pengertian ekonomi nilai tambah adalah harga pasar dari keluaran suatu perusahaan dikurangi harga barang dan jasa yang diperoleh melalui transfer dari perusahaan lain. Laba nilai tambah mencakup upah, sewa, bungan, pajak, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, dan penghasilan yang tidak dibagikan dalam konsep ini. Itu tidak harus terutang kepada pemilik saja, tetapi juga kepada semua penerima atau pengklaim lain dari nilai tambah perusahaan.

Laba Bersih Perusahaan

Konsep laba bersih mempunyai manfaat dari sudut pandang pemisahan aspek keuangan perusahaan dari operasi. Laba bersih suatu perusahaan adalah suatu konsep operasi dari laba bersih. Bunga pada pemegang utang dan laba pada pemegang saham bersifat keuangan. pajak penghasilan bukan bersifat keuangan atau pun benar-benar operasi dan pemasukanya dari perhitungan laba bersih perusahaan mempunyai beberapa kelebihan karena hal itu bukan merupakan biaya masukan yang dapat dikendalikan.

Laba Bersih Kepada Investor

Dalama konsep satuan usaha, laba kepada investor mencakup bunga atas utang dividen kepada pemegang saham preferen dan saham biasa, dan sisa yang tak dibagikan. Konsep ini mempunyai manfaat yang besar untuk beberapa tujuan:
1.Keputusan mengenai sumber modal jangka panjang lebih bersifat keuangan daripada masalah operasi. Karena itu, laba bersih kepada investor mencerminkan lebih jelas hasilhasil operasi. 2.Karena membedakan struktur keuangan, perbandingan di antara perusahaan dapat dibuat lebih segera dengan menggunakan konsep laba ini. 3.Tingkat imbalan pada total investasi yang dihitung dalam konsep laba ini menggambarkan secara lebih baik efisiensi relatif dari modal yang diinvestasikan daripada konsep tingkat pengembalian pada pemegang saham.

Laba Bersih kepada Pemegang Saham

Meskipun konsep ini mempunyai dasar yang kuat dalam pendekatan kepemilikan, banyak pengarang menerapkannya pada pendekatan satuan usaha dan mengganggap laba akuntansi kepada satuan usaha merupakan kewajiban kepada pemilik. Tersirat dalam pernyataan FASB adalah konsep bahwa laba bersih terutang kepada semua pemegang saham. SFAC 1 menekankan sifat prediktif dari penghasilan yang dilaporkan. Konsep laba pemegang saham juga mempunyai dukungan dalam bidang ekonomi.

Laba Bersih kepada Pemegang Ekuitas Tersisa

Dalam laporan keuangan yang disajikan terutama bagi pemegang saham dan investor, laba bersih yang tersedia untuk pembagian kepada pemegang saham biasa biasanya dipandang merupakan jumlah angka tunggal yang paling penting dari laporan.laba bersih per saham dan dividen per saham adalah angka paling umum dikutip dalam berita-berita keuangan, bersama dengan harga pasar per saham. Karena itu terdapat dukungan pragmatik untuk menyajikan laoran dimana laba bersih kepada pemegang ekuitas tersisa dapat segera diperoleh.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai