Anda di halaman 1dari 2

Dajjal dan Tradisi 40 Hari Kematian Kali ini saya akan mengutip secarik tulisan dari sebuah buku.

Teori ini sangat m enarik perhatian saya sehingga saya ingin membagi kepada sahabat sekalian. Kisah dimulai dari terjadinya perjanjian antara Dajjal dengan Iblis yang terjadi ketika Dajjal berada di istana Iblis. Ketika Dajjal masuk ruangan, Iblis menyam butnya dan berjabat tangan seraya berkata, "Wahai manusia (tanda) kiamat, aku te lah menantimu sejak jutaan tahun. Aku telah membuat persiapan untukmu sejak kemunculan nabi dari Arab ini untuk ki ta hancurkan umatnya yang menghadang dan merintangi kita. Permusuhan antara kita dan mereka tidak akan hilang. Entah mereka yang menang atau kita yang menang. k alau kita menang, kita telah mengalahkan Allah. Kalau kita mengalahkan Allah, ki ta menjadi tuhan bersama-Nya, yang tidak ada sekutu bagi kita. Itulah saatnya ki ta mencipta sebagaimana Dia mencipta. Jika tidak, katakanlah padaku, dari mana A llah mendatangkan makhluk-makhluk ini dan menciptakannya dari kaf dan nun? Pasti Dia belajar dari tuhan sebelum-Nya dan dapat memahami rahasia-rahasianya, kemud ian mengkhianatinya dan menciptakan ini dengan apa yang diketahui-Nya dari rahas ia-rahasia itu. Aku dan engkau dapat mencapai apa yang telah dicapai-Nya hanya d engan memusnahkan umat ini". Dajjal membuka mulut dan membelalakkan mata. Untuk pertama kalinya ia mendengar perkataan memuaskan dari tuhan yang menciptakan seluruh alamnya. Ia bertanya kep adanya tentang Adam dan Hawa', serta masalah godaan pada keduanya yang mengeluar kan mereka dari surga sebagaimana diberitakan dalam riwayat-riwayat agama. Dajjal mulai mendengarkan saudara tuanya dengan penuh perhatian seakan-akan terp engaruh oleh sihir yang dimainkan penyihir professional. Perkataannya indah, ide nya menarik, pandangannya menyentuh, dan isyaratnya simpatik. Seolah-olah ia ada lah orang tuanya yang telah lama mencarinya. Akhirnya mereka menyepakati perjanj ian tertulis. Perjanjian itu menyebutkan, "Keduanya adalah satu makhluk. Yang sa tu terlihat dan lainnya tidak terlihat. Tujuan persahabatan itu adalah 'menghanc urkan' Islam dan kaum Muslim, menegaskan dan menampakkan kesalahan Yang Mahabesa r yang telah tua-renta, dan menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi adalah umat ter baik yang diutus kepada manusia, bukan kaum Muslim yang memiliki sifat Dajjal." Iblis terkutuk itu menyatkan kemenangan dan kecerahan dengan harapan bahwa di ma sa depan ia dapat melaksanakan rencananya atas anak cucu Adam. Ia mendatangi sel uruh dunia Jin kafir dan setan, dan menyampaikan pidato berikut ini: "Dengan namaku, akulah tuhan yang agung bagi duniamu dan seluruh dunia ini. Deng an nama sahabat dan pendampingku serta saudara kembarku, anak Samirah, aku senan g memanjakannya dengan membuang huruf namanya, yang tidak seperti orang-orang Ar ab membuang huruf nama itu dengan membuang huruf akhirnya. Kami, raja, membuang dua huruf namanya sehingga sahabatku itu menjadi 'Sam' atau 'Paman Sam' bagi sel uruh manusia. Ia adalah saudara dan bayanganku bagi mereka. Oleh karena itu, Pam an Sam adalah paman kaliian dan paman setiap orang yang beriman kepada kami. Har i ini adalah permulaan umur baru di dalam sejarah bumi ini dan sejarah kalian. I nilah sejarah yang mengizinkan kalian untuk menguasai manusia demi bakti tuhan k alian dan saudara kembarnya. Aku adalah orang ini, dan orang ini adalah aku. Min umlah arak, karena akal perlu istirahat. Adakanlah pesta selama empat puluh hari empat puluh malam. Setelah itu, kalian akan meninggalkan saudara kembarku yang akan pergi untuk memerintah manusia dan menggantikanku. Hendaklah kita membantun ya dalam membangun benteng raksasa di dalam air dan di permukaannya, serta diata s sebidang tanah di dunia ini yang dekat dengan istanaku ini. Malam ini pesta di mulai. Menyebarlah." Pada pesta perpisahan dengan sahabatnya, dajjal pun keluar. Ia menggerakkan kapa lnya beserta para pengawalnya beserta para pengawalnya yang mulai bangun dari ti dur selama empat puluh hari empat puluh malam. Yang pertama kali mereka lakukan adalah bersujud kepada dajjal. Mereka berkata, "Engkau menjadi suci, wahai junju ngan dan tuhanku. Engkau telah menjadikan kai mati dengan kebijaksanaanmu, dan s

ekarang kami menjadi hidup dengan rahmatmu." Ia menjawab, "Apakah kalian tahu be rapakah umur kalian ketika mati di hadapanku?" Mereka menjawab, "Kami tidak tahu ." Ia berkata, "Empat puluh hari. Hendaklah selalu membiasakan pesta kematianmu selama empat puluh hari. Pada empat puluh hari aku menghidupkan mereka sekali la gi untuk memasukkan mereka ke dalam Firdaus, namun kalian tidak melihat mereka." Sangat disayangkan bahwa perayaan empat puluh hari menjadi perbuatan bid'ah yang diwarisi kaum Muslim dari Dajjal Yahudi dan Fir'aun yang juga merayakan empat p uluh hari setelah kematiannya, karena ruh dihentikan dari penghisaban. Ini benar -benar kebohongan yang ditiru Dajjal untuk dirinya dari Fir'aun dan kemudian dar i Iblis dalam pestanya. Semoga Allah melaknati mereka semua.