P. 1
Facts about Korea (Indonesian)

Facts about Korea (Indonesian)

|Views: 4,101|Likes:
Dipublikasikan oleh Republic of Korea (Korea.net)
A handy booklet on various aspects of Korea

Korean Culture and Information Service(KOIS) - www.korea.net
A handy booklet on various aspects of Korea

Korean Culture and Information Service(KOIS) - www.korea.net

More info:

Published by: Republic of Korea (Korea.net) on Oct 13, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

Edisi 2008

Hak cipta © 1973
Diterbitkan oleh
Pelayanan Kebudayaan dan Informasi Korea
Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata
Diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh : Bayu Kristianto, M.A
15, Hyojaro, Jongno-gu, Seoul, Republik Korea
Telepon: 82-2-398-1910~9
Fax: 82-2-398-1882
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dicetak di Seoul
ISBN 89-7375-032-0 03910
Nomor Penerbitan Pemerintah Korea
11-1371030-000003-10
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Korea,
kunjungi:
www.korea.net
Fakta-fakta tentang Korea
Pelayanan Kebudayaan dan Informasi
Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata
Fakta-fakta tentang Korea
Fakta dan Angka 6
Umum / Geografi / Penduduk /
Bendera Nasional / Lagu Kebangsaan (Aekgukga) /
Pemerintahan / Ekonomi /
Warisan Dunia di Korea
Korea dan Penduduknya 12
Geografi /
Iklim /
Jumlah penduduk /
Bahasa
Sejarah 24
Gojoseon / Tiga Kerajaan dan Gaya /
Silla dan Balhae yang Bersatu / Goryeo / Joseon /
Pendudukan Jepang dan Gerakan Kemerdekaan /
Berdirinya Republik Korea
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan 36
Undang-undang Dasar / Lembaga Eksekutif /
Lembaga Legislatif / Lembaga Yudikatif /
Lembaga-lembaga Independen / Pemerintah Daerah
Hubungan Antar-Korea 54
Latar Belakang Sejarah /
Upaya-upaya Menuju Penyelesaian Damai Masalah Nuklir Korea Utara /
Pertukaran dan Kerjasama Antar-Korea /
Arah Kebijakan di Masa Depan
Korea di Tengah Dunia 70
Hubungan Internasional /
Pertukaran- Pertukaran Ekonomi /
Perdamaian dan Kerjasama Internasional /
Arah Kebijakan di Masa Depan
Da f t a r I s i
Ekonomi 82
Pertumbuhan Ekonomi / Inovasi Industri /
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi / Informasi dan Telekomunikasi /
Tantangan-tantangan Ekonomi / Investasi Asing Langsung (FDI) /
Liberalisasi Pasar Modal / Sistem Pendukung yang Berorientasi pada Investor /
Penghubung Logistik Kelas Dunia / Tinjauan Ekonomi
Masyarakat 110
Kesejahteraan Sosial /
Pendidikan /
Media
Budaya dan Seni 138
Warisan Budaya UNESCO di Korea /
Seni Rupa / Kesusastraan /
Seni Lukis / Musik dan Tarian /
Drama dan Film / Museum dan Gedung Teater
Kehidupan Masyarakat Korea 176
Perumahan / Pakaian /
Makanan / Perayaan /
Agama
Olahraga202
Olimpiade Seoul dalam Tinjauan /
Prestasi Keseluruhan dalam Olimpiade /
Piala Dunia FIFA 2002 Korea, Jepang /
Peristiwa-peristiwa Olahraga Nasional / Olahraga-olahraga Populer /
Olahraga-olahraga Tradisional
Pariwisata 218
Saran Perjalanan / Transportasi / Akomodasi /
Menjelajahi Korea / Belanja
F
A
K
T
A

D
A
N

A
N
G
K
A
Umum
Geografi
Penduduk
Bendera Nasional
Lagu Kebangsaan (Aegukga)
Pemerintahan
Ekonomi
Warisan Dunia di Korea
Fakta dan Angka
1
Fakta dan Angka
Umum
Nama Negara: Republik Korea (Korea Selatan)
Ibukota Negara: Seoul (10,1 juta penduduk)
Bendera Negara: Taegeukgi
Bunga Negara: Mugunghwa (Bunga Mawar
dari Sharon)
Mata uang: won (US$1 = 938,2 won)
* nilai tukar rata-rata tahun 2007
Bahasa: Korea (Bentuk tertulis: Hangeul)
Geografi
Lokasi: Menempati posisi strategis pada
persimpangan Asia Utara, Korea terletak di
antara Jepang, Rusia Timur Jauh, dan Cina
Luas Wilayah
- Semenanjung Korea: 223.098 km
2
- Korea Selatan: 99.678 km
2
Gunung-gunung tertinggi:
Gunung Baekdusan (2744 m),
Gunung Hallasan (1950 m)
Sungai-sungai terpanjang:
Sungai Amnokgang (790 km),
Sungai Nakdonggang (521,5 km), Sungai
Dumanggang (521 km), Sungai Hangang
(481,7 km)
Kota-kota besar:Seoul (10,1 juta penduduk),
Busan (3,5 juta), Incheon (2,6 juta),
Daegu (2,5 juta), Dajeon (1,5 juta),
Gwangju (1,4 juta), Ulsan (1,1 juta)
Iklim: Sedang, dengan empat musim yang
berbeda
Penduduk
Jumlah penduduk: 48,46 juta (Korea Selatan,
2007)
*Jumlah warga negara asing: 1,1 juta
Usia Rata-Rata: 36,1 tahun (2007)
Jumlah penduduk yang aktif secara
ekonomi: 24,2 juta (2007)
Rata-rata pertumbuhan penduduk:
0,33% (2007)
Angka Harapan Hidup: Laki-laki, 75,7 tahun;
perempuan, 82,4 tahun (2006)
Agama: Berdasarkan sensus penduduk tahun
2005, separuh jumlah penduduk Korea
menjalankan ibadah agama secara aktif.
Diantaranya, yaitu Budha (10.726.463 jiwa),
Protestan (8.616.438 jiwa), dan Katolik
(5.146.147 jiwa). Undang-undang Dasar Korea
menjamin kebebasan berpikir, kebebasan
nurani, serta kebebasan beragama.
8
Bendera Nasional Bendera kebangsaan Korea disebut Taegeukgi. Rancangan
bendera ini melambangkan prinsip-prinsip yin dan yang dalam filsafat Asia. Lingkaran di
tengah bendera dibagi menjadi dua bagian yang sama besar. Bagian atas yang berwarna
merah melambangkan kekuatan-kekuatan kosmik yang yang bersifat proaktif. Sebaliknya,
bagian
bawah yang berwarna biru melambangkan kekuatan-kekuatan yin yang bersifat responsif.
Kedua kekuatan ini membentuk konsep mengenai gerakan yang terus-menerus, keseimbangan,
serta harmoni yang menjadi ciri dari dunia tak terbatas. Lingkaran ini dikelilingi oleh empat
trigram, yakni satu trigram pada masing-masing sudutnya. Tiap trigram melambangkan satu
dari keempat unsur alam semesta: langit, bumi, api, dan air.
Lagu Kebangsaan (Aegukga)
Musik oleh Ahn Eak-tai
Bunga nasional Korea adalah Mugunghwa
atau Bunga Mawar dari Sharon
Dong hae mul gwa Baek du sa ni Ma reugo dal to rok
Ha neu ni mi bo u-- ha sa u ri na raman se
Mu - gung hwa sam - cheol li hwa reo gang - san
Dae - hansa ram Dae han - eu ro gi ri bojeonha se
9
Andante Maestoso
langit bumi api air
Fakta dan Angka
Pemerintahan
Sistem Politik: Demokrasi, dengan presiden
yang dipilih untuk satu kali masa jabatan
selama lima tahun melalui pemilihan umum
langsung. Kekuasaan dibagi dalam tiga
lembaga: eksekutif, legislatif (Majelis Nasional
yang bersifat unikameral), dan yudikatif.
Presiden: Lee Myung-bak (sejak 2008)
Hak pilih: Untuk seluruh warga negara
dengan usia minimal 19 tahun
Jenis-jenis pemilihan
- Pemilihan presiden: 5 tahun sekali
- Pemilihan Majelis Nasional: 4 tahun sekali
- Pemilihan Dewan-dewan Daerah: 4 tahun
sekali
Partai-partai Politik: Partai Besar Nasional,
Partai Demokrat Bersatu, Partai Kemajuan
Kebebasan, Partai Buruh Demokrat, Aliansi
Pro-Park Geun-hye, Partai Pembaharuan Korea
Bantuan: Korea turut menyumbang sejumlah
US$455 juta untuk Bantuan Resmi
Pembangunan (Officia l De ve lopme nt Aid - ODA)
pada tahun 2006.
Upaya menjaga perdamaian dunia:
Korea Selatan mulai turut serta dalam operasi-
operasi penjaga perdamaian PBB dengan
mengirimkan satu batalion yang terdiri dari
insinyur-insinyur militer pada tahun 1993.
Sejak saat itu, Korea Selatan telah terlibat
dalam upaya-upaya menjaga perdamaian dunia
di India, Pakistan, Liberia, Burundi, Sudan,
Georgia, Timor Timur, Libanon, dan Afganistan,
serta telah mengirimkan kesatuan-kesatuan
Zaytun ke wilayah otonomi Kurdi di Irak.
Ekonomi
Pendapatan Domestik Bruto: US$969,9
miliar (2007)
PNB Per Kapita: US$20.045 (2007)
Rata-rata Pertumbuhan PDB: 5,0 persen
(2007)
Cadangan Devisa: US$262,2 miliar (2007)
Jumlah Ekspor: US$371,5 miliar (2007)
Jumlah Impor: US$356,8 miliar (2007)
Hasil-hasil Industri Utama: Semikonduktor,
mobil, kapal, alat-alat elektronik, perlengkapan
telekomunikasi bergerak (mobile ), baja, dan
zat-zat kimia
Perjanjian Pasar Bebas
(Free Trade Agreements – FTAs):
Korea telah menandatangani perjanjian pasar
bebas dengan Chile, Singapura, Asosiasi Pasar
Bebas Eropa (Europe a n Fre e Tra de As s ocia t ion
- EFTA), ASEAN dan Amerika Serikat, yang
kesemuanya berjumlah 16 negara. Pada saat
ini, Korea sedang melakukan negosiasi dengan
Uni Eropa, Kanada, dan India dengan tujuan
menyelesaikan seluruh negosiasi FTAs pada
akhir tahun 2008.
10
Warisan Dunia di Korea
Warisan Budaya Dunia
· Kuil Haeinsa Janggyeongpanjeon, Tempat
Penyimpanan Balok-balok Kayu Tripitaka
Koreana (Tripitaka Koreana Woodblocks)
(1995)
· Tempat Ibadah Jongmyo (1995)
· Gua Seokguram dan Kuil Bulguksa (1995)
· Kompleks Istana Changdeokgung (1997)
· Benteng Hwaseong (1997)
· Situs-situs Dolmen Gochang, Hwasun, dan
Ganghwa (2000)
· Tempat Bersejarah Gyeongju (2000)
Pulau Vulkanik Jeju dan Pipa-pipa Lava (2007)
Daftar Catatan Dunia
· Manuskrip Hunminjeongeum (1997)
· Joseonwangjosillok, Catatan Tahunan Dinasti
Joseon (1997)
· Seungjeongwonilgi, Catatan Harian
Sekretariat Kerajaan (2001)
· Buljo Jikjisimcheyojeol (vol. II), volume kedua
Antologi Ajaran-ajaran Zen dari Pendeta-
pendeta Besar Budha (2001)
· Balok-balok kayu untuk mencetak Tripitaka
Koreana beserta kitab-kitab Budha yang
bermacam-macam (2007)
· Uigwe, Protokol Kerajaan dari Dinasti Joseon
(2007)
Warisan Budaya Non-Material
· Upacara Tradisional Kerajaan di Tempat Ibadah
Jongmyo beserta Musiknya (2001)
· Nyanyian Epik Pansori (2003)
· Festival Gangneung Danoje (2005)
Kunjungi korea.net, situs resmi Pemerintah
Korea bila Anda membutuhkan:
· Kabar terbaru mengenai apa yang sedang
terjadi di Korea
· Pengetahuan mendalam mengenai ekonomi,
sejarah, seni, dan kebudayaan Korea
· Informasi terkini dari pemerintah
· Daftar lengkap situs-situs yang berhubungan
dengan Korea
korea.net memberikan informasi paling akurat,
terkini, dan informasi menyeluruh tentang
Korea.
http://www.korea.net
11
K
O
R
E
A

D
A
N

P
E
N
D
U
D
U
K
N
Y
A
Geografi
Iklim
Jumlah Penduduk
Bahasa
Korea dan Penduduknya
2
Korea dan Penduduknya
Korea dan Penduduknya
2
Korea terletak di Semenanjung Korea, yang membentang sepanjang
1.100 kilometer dari utara ke selatan. Semenanjung Korea berada
di bagian timur laut benua Asia, di mana perairan Korea bertemu
dengan bagian paling barat Samudra Pasifik. Semenanjung ini
berbatasan dengan Cina dan Rusia di sebelah utara. Di bagian
timur terdapat Laut Timur, di mana Jepang terletak di seberangnya.
Di bagian barat terdapat Laut Kuning. Di samping daratan utama,
wilayah Korea juga mencakup kira-kira 3.200 pulau.
Wilayah Korea secara keseluruhan mencakup 223.098 kilometer
persegi, hampir seluas Inggris atau Ghana. Sekitar 45 persen dari
wilayah ini, atau 99.678 kilometer persegi, dianggap sebagai
wilayah untuk bercocok tanam, namun tidak mencakup wilayah
wilayah yang direklamasi. Daerah-daerah pegunungan meliputi
kira-kira duapertiga dari wilayah seperti Portugal, Hongaria, atau
Irlandia.
Pegunungan Taebaeksan terbentang sepanjang pantai timur, di-
mana deburan ombak telah menciptakan tebing-tebing curam
dan pulau-pulau kecil yang berbatu-batu. Lereng-lereng barat
dan selatan pegunungan ini tidak terlalu curam, yang membentuk
Geografi
Daerah-daerah Perbatasan Korea
Titik terjauh Tempat Koordi nat
Sebelah Utara Yuwonjin, Propinsi Hamgyeongbuk-do 43
o
00’42”N
Sebelah Selatan Pulau Marado, Propinsi Otonomi Khusus Jeju 33
o
06’43”N
Sebelah Timur Pulau Dokdo, Propinsi Gyeongsangbuk-do 131
o
52’21”E
Sebelah Barat Pulau Maando, Propinsi Pyeonganbuk-do 124
o
11’04”E
14
Sumber : Institut Informasi Geografi Nasional
Laut Timur
JEPANG
RUSIA
CINA
Sungai Daedonggang
Sungai Geumgang
Sungai Nakdonggang
Sungai Seomjingang
Sungai Yeongsangang
S
e
la
t

K
o
r
e
a
Laut Kuning
Sungai Amnokgang
Bendungan Supung
Gunung Myohyangsan
Gunung Geumgangsan
Sungai Imjingang
Bendungan Soyanggang
Gunung Seoraksan
Dataran Gimpo
Sungai Hangang
Bendungan Daecheong
Bendungan Chungju
Gunung Taebaeksan
Gunung Baekdusan
Sungai Dumangang
Gunung Jirisan
Dataran Naju
Gunung Hallasan
SKALA 1:5.200.000
Garis Demarkasi
Ibukota Negara
Kota
Gunung
Bendungan
Legenda
Dataran Gimhae
Korea dan Penduduknya
dataran-dataran serta pulau-pulau di tepi pantai yang dikelilingi
oleh teluk-teluk kecil.
Semenanjung ini memiliki gunung-gunung serta sungai-sungai
dengan pemandangan indah sehingga orang Korea sering
menyamakan negara mereka dengan kain tenun yang disulam
dengan sangat cantik. Puncak tertinggi berada di Gunung
Baekdusan di Korea Utara, di sepanjang perbatasan sebelah utara
yang berhadapan dengan Cina. Gunung ini menjulang setinggi
2.744 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung
vulkanis yang sudah tidak aktif lagi, dengan sebuah
danau bernama Cheonji di kawahnya yang luas. Gunung ini
dianggap sebagai lambang yang sangat istimewa dari semangat
bangsa Korea,dan namanya juga disebut pada lagu kebangsaan
Korea.
Berkenaan dengan wilayahnya yang luas, Korea memiliki
sejumlah besar sungai dan anak sungai. Aliran-aliran air ini
memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk gaya
hidup masyarakat Korea dan dalam proses industrialisasi Korea.
Dua sungai terpanjang di Korea Utara adalah Sungai Amnokgang
(Yalu, 790 kilometer) dan Sungai Dumangang (Tumen, 521
kilometer). Sungai-sungai ini berasal dari Gunung Baekdusan.
Sungai Amnokgang mengalir ke barat, sedangkan Sungai
Dumangang mengalir ke timur. Sungai-sungai ini membentuk
wilayah perbatasan utara dari Semenanjung Korea.
Pada sisi selatan dari semenanjung ini, Sungai Nakdonggang
(521,5 kilometer) dan Sungai Hangang (481,7 kilometer) adalah
Pulau Terapung (The Floating
Island) akan dibangun di
Sungai Hangang di kota Seoul
di dekat Banpo. Bila selesai
dibangun pada bulan
September 2009, Pulau
Terapung, yang terdiri dari tiga
pulau buatan, akan memiliki
fasilitas-fasilitas untuk
pertunjukan, pameran, festival,
olahraga, serta kegiatan-
kegiatan yang bersifat hiburan.
16
Musim Semi di Pulau
Anmyeondo, Musim Panas
di Pulau Baengnyeongdo,
Musim Gugur di Gunung
Juwangsan, dan Musim
Dingin di Gunung Deokyusan
dua aliran sungai utama. Sungai Hangang mengalir melalui Seoul,
ibukota Korea, dan berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi
sejumlah besar penduduk Korea yang terkonsentrasi di wilayah
pusat dari Korea modern ini, sama halnya dengan kehidupan
masyarakat pada zaman kerajaan-kerajaan di masa lampau yang
berkembang di tepian sungai ini.
Mengelilingi semenanjung ini pada ketiga sisinya, Samudra
Pasifik memiliki pengaruh sangat besar pada kehidupan masyarakat
Korea sejak dahulu kala, yang pada akhirnya turut berperan dalam
membentuk kemampuan bangsa Korea dalam membuat kapal
serta keterampilan-keterampilan navigasi.
Korea memiliki empat musim yang berbeda. Musim semi dan
musim gugur berlangsung cukup pendek, musim panas memiliki
udara panas dan lembab, sedangkan pada musim dingin udara
terasa dingin dan kering dengan jumlah salju yang sangat banyak,
terutama di daerah pegunungan, namun tidak di sepanjang pantai
selatan.
Suhu udara berbeda cukup jauh antara satu daerah dengan
daerah lainnya di Korea, dengan suhu rata-rata antara 6
o
C (43
o
F)
dan 16
o
C (61
o
F).
Iklim
17
Korea dan Penduduknya
Pada awal musim semi, angin dari Siberia membawa serta
”debu kuning” dari gurun-gurun pasir yang saljunya mencair di
Cina serta membawanya ke Semenanjung Korea dan Jepang.
Namun pada pertengahan April rakyat Korea bisa menikmati
cuaca yang sejuk dan segar dengan gunung-gunung dan ladang-
ladang yang dihiasi oleh bunga-bunga liar berwarna cerah. Para
petani mempersiapkan persemaian untuk menanam padi yang
dilakukan setiap tahun pada musim ini.
Musim gugur, dengan udaranya yang kering namun segar
serta langit berwarna biru kristal, merupakan musim yang disukai
oleh sebagian besar rakyat Korea. Wilayah pedesaan khususnya
amatlah indah, dengan warna-warna yang sangat kental dengan
nuansa pedesaan. Musim gugur ini, yang juga merupakan musim
panen, adalah saat ditampilkannya beragam festival rakyat yang
berakar pada adat-istiadat pertanian masa lampau.
Pada akhir tahun 2007, jumlah penduduk Korea Selatan secara
keseluruhan diperkirakan mencapai 48.456.369 juta jiwa dengan
tingkat kepadatan penduduk 498 jiwa per kilometer persegi.
Jumlah penduduk Korea Utara diperkirakan 23.200.238 juta
jiwa.
Jumlah Penduduk
Suhu Rata-rata Tiap Bulan dan Curah Hujan di Seoul
Sumber: Lembaga Administrasi Metereologi Korea
18
Curah Hujan (mm)
Suhu Rata-rata ( C)
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
, ,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
Mengalirnya para pekerja
dari luar negeri serta
meningkatnya jumlah
perkawinan antar-bangsa
semakin membuat
masyarakat Korea menjadi
masyarakat yang multietnis
dan multibudaya.
Jumlah penduduk Korea mengalami peningkatan per tahun
rata-rata sejumlah 3 persen sepanjang dekade 1960-an, namun
jumlah ini menurun hingga 2 persen pada dekade selanjutnya.
Pada tahun 2005 tingkat pertumbuhan penduduk berada
pada titik 0,21 persen dan diperkirakan akan terus menurun
hingga 0,02 persen pada tahun 2020.
Pada tahun 1960-an, pembagian jumlah penduduk Korea
membentuk sebuah piramida, dengan tingkat kelahiran yang
19
Struktur Jumlah Penduduk
Sumber: Biro Statistik Nasional Korea
Pria Wanita
(orang)
2.659.708
3.092.718
3.559.736
4.083.486
3.979.654
2.580.141
1.915.587
1.234.731
470.023
2005
195.524
784.873
1.653.333
2.533.594
4.044.286
4.125.581
3.774.234
3.442.696
2.891.529
Umur 70-79
Umur 60 - 69
Umur 50 - 59
Umur 40 - 49
Umur 30 - 39
Umur 20 - 29
Umur 10 - 19
Umur 0 - 9
Umur 80 +
Korea dan Penduduknya
tinggi serta angka harapan hidup yang relatif pendek. Akan tetapi,
pembagian berdasarkan usia kini memiliki bentuk mirip sebuah
lonceng, yang disebabkan oleh rata-rata kelahiran yang rendah serta
angka harapan hidup yang semakin panjang. Mereka yang berusia
15 tahun atau kurang dari itu akan menjadi bagian dari jumlah
penduduk yang menurun, sedangkan warga usia lanjut (65 tahun
atau lebih) akan berjumlah kira-kira 15,7 persen dari total jumlah
penduduk pada tahun 2020.
Proses industrialisasi dan urbanisasi Korea yang sangat cepat pada
era 1960-an dan 1970-an telah diikuti oleh proses perpindahan
penduduk terus-menerus dari desa ke kota-kota besar, terutama
Seoul, yang berakibat pada tingginya jumlah penduduk di wilayah-
wilayah metropolitan. Namun, pada tahun-tahun terakhir ini semakin
banyak jumlah warga Seoul yang berpindah ke daerah-daerah
pinggiran kota.
Jumlah warga negara asing di Korea – termasuk warga asing
yang tinggal hanya untuk jangka pendek – mencapai 1.000.254
jiwa, melebihi jumlah satu juta jiwa untuk pertama kalinya pada
tanggal 24 Agustus 2007. Prosentasi jumlah warga asing ini
mencapai 2 persen dari seluruh jumlah penduduk Korea. Dan
peningkatan per tahun, khususnya kenaikan 15 persen dari
jumlah total 865.889 warga asing pada bulan Juli 2006,
menunjukkan betapa cepatnya proses keberagaman masyarakat
Korea, terutama dalam hal ras dan budaya.
Ditinjau dari asal-usul negara, warga asing dari Cina mencakup
44 persen atau 441.334 jiwa (266.764 di antaranya berasal dari
etnis Korea), diikuti oleh warga asing dari Amerika Serikat
Alfabet Hangeul telah
menolong Korea memperoleh
angka melek huruf mencapai
hampir 100%. Huruf-huruf
ilmiah Hangeul bahkan telah
membuat bangsa ini unggul
di abad komputer ini.
20
Sebuah lukisan potret
Raja Sejong, kekuatan
penentu di balik penciptaan
sistem alfabet Hangeul
Bahasa
sejumlah 12 persen atau 117.938 jiwa. Jumlah warga asing dari
Vietnam menempati posisi ketiga, yakni 6 persen atau 63.464
jiwa, diikuti oleh warga dari Filipina (5 persen atau 50.264 jiwa)
dan warga Thailand (4 persen atau 43.792 jiwa). Sisanya adalah
dari Jepang, Taiwan, dan Indonesia.
Di antara pemukim asing jangka panjang yang berjumlah
724.967 jiwa, kaum pekerja, termasuk mereka yang sedang
menjalani pelatihan industri, meliputi 56 persen dari populasi
penduduk asing, atau berjumlah 404.051 jiwa. Mereka yang
datang ke Korea melalui perkawinan berjumlah 14 persen atau
104.749 jiwa, sedangkan 7 persen atau 47.479 merupakan siswa
asing yang belajar di Korea.
Kursus-kursus bahasa Korea
semakin menarik minat
siswa-siswa asing
Seluruh rakyat Korea berbicara dan menulis dalam bahasa yang
sama, yang menjadi faktor penentu dalam pembentukan identitas
nasional. Bahasa Korea memiliki beberapa dialek di samping dialek
umum yang digunakan di Seoul. Hanya dialek dari Propinsi Jejudo
saja yang begitu berbeda sehingga sulit dipahami oleh penduduk
dari propinsi lain.
Studi-studi linguistik dan etnologi telah mengklasifikasikan
bahasa Korea dalam keluarga bahasa Altaic, yang mencakup
bahasa Turki, Mongol, dan Tungus-Manchu.
Raja Agung Sejong mempersiapkan serta membantu
menciptakan alfabet Korea Hangeul pada abad ke-15. Sebelum
alfabet ini terbentuk, prosentasi jumlah penduduk Korea yang
bisa membaca relatif kecil. Hanya sedikit rakyat Korea yang mampu
21
Korea dan Penduduknya
Alfabet Korea
menguasai huruf-huruf Cina yang sulit, yang digunakan oleh
kaum kelas atas.
Sebelum mengembangkan sistem penulisan bahasa Korea,
Raja Sejong mempelajari beberapa sistem penulisan yang terkenal
pada masa itu, misalnya yang terdapat pada naskah-naskah
Uighur dan Mongol, serta huruf-huruf segel Cina.
Bagaimanapun juga, sistem yang diciptakan oleh para
cendekiawan Raja Sejong sebagian besar didasarkan pada fonologi.
Mereka mengembangkan dan menerapkan teori yang membagi
setiap suku kata menjadi fonem awal, tengah, dan akhir, yang
berlawanan dengan fonologi tradisional Cina yang membagi
suku kata menjadi dua bagian saja.
Hangeul terdiri dari sepuluh huruf vokal dan empat belas huruf konsonan.
Tergantung pada huruf vokalnya, suku kata-suku kata dalam Hangeul ditulis dari kiri ke kanan ( ) atau
dari atas ke bawah ( ), dengan kemungkinan ditambahkannya satu atau dua huruf di bawah ( ).
22
Huruf vokal
Huruf konsonan
Contoh
Hangeul, yang terdiri atas 10 huruf vokal dan 14 huruf
konsonan, dapat digabungkan untuk membentuk kelompok
kelompok suku kata yang berjumlah banyak. Sistem alfabet ini
sederhana namun sistematis dan bersifat menyeluruh, serta
dianggap sebagai salah satu dari sistem penulisan paling
ilmiah di dunia. Hangeul mudah dipelajari dan dituliskan sehingga
sistem ini mampu memberikan sumbangan besar dalam tercapainya
rata-rata melek huruf yang tinggi serta majunya industri penerbitan
di Korea.
Jumlah mahasiswa asing yang mendaftar untuk mengikuti
kursus-kursus bahasa Korea semakin meningkat di universitas-
universitas di Seoul, termasuk Universitas Nasional Seoul, Universitas
Yonsei, Universitas Korea, serta Universitas Wanita Ewha.
Frase-frase Bahasa Korea yang Sering Digunakan
23
(Apa Kabar?)
(Terima kasih)
(Berapa harganya ini?)
(Dimanakah itu?)
S
E
J
A
R
A
H
Gojoseon
Tiga Kerajaan dan Gaya
Silla dan Balhae yang Bersatu
Goryeo
Joseon
Pendudukan Jepang dan Gerakan Kemerdekaan
Berdirinya Republik Korea
Sejarah
3
Sejarah
Sejarah
3
Manusia mulai menghuni Semenanjung Korea dan daerah
sekitarnya sekitar 700.000 tahun yang lalu. Zaman Neolitik dimulai
kira-kira 8.000 tahun lampau. Sisa-sisa peninggalan dari zaman
ini bisa ditemukan di seluruh Semenanjung Korea, terutama di
daerah pantai dan daerah dekat sungai-sungai besar.
Zaman Perunggu dimulai kira-kira tahun 1.500 sampai dengan
tahun 2.000 SM di wilayah yang kini adalah Mongolia dan di
Semenanjung Korea itu sendiri. Seiring dengan dimulainya
peradaban ini, sejumlah besar sukubangsa muncul di wilayah
Lioaning di Manchuria dan di bagian barat laut Korea. Suku-suku
ini dipimpin oleh para pemimpin yang kemudian disatukan oleh
Gojoseon
Masa Prasejarah di Semenanjung Korea
Zaman Paleolitikum Zaman Neolitikum Zaman Perunggu
Periode: kira-kira 700.000 tahun
yang lalu
Peralatan: barang-barang dari batu,
alat-alat yang dibuat dari tulang
Aktifitas ekonomi: berburu dan
meramu – berpindah-pindah tempat
Habitat: gua-gua, gubuk-gubuk
Masyarakat: hidup
berkelompok, bersifat
egaliter
Peninggalan: jumeok
dokki (kapak tangan),
geulggae (penghalus
sisi batu)
Periode: kira-kira 8.000 tahun SM
Peralatan: alat-alat dari batu yang sudah
diperhalus, tembikar
Aktifitas ekonomi: pertanian, peternakan
– pola hidup menetap
Habitat: tempat tinggal berupa lubang
yang digali di tanah
Masyarakat:
kesukuan dan
egaliter
Peninggalan:
bitsalmunui togi
(tembikar berpola
seperti alat sisir),
ppyeobaneul (jarum
yang terbuat dari tulang)
Periode: kira-kira 1.000 SM
Peralatan: perunggu
Aktifitas ekonomi: kepemilikan pribadi
Habitat: rumah-rumah yang dibangun di
atas tanah
Masyarakat: masyarakat
dibagi atas kelas-kelas,
kepemilikan pribadi diakui
Peninggalan: minmunui togi
(tembikar non-dekoratif),
bipahyeong donggeom
(pisau belati berbentuk
mandolin)
26
Dangun, pemimpin legendaris bangsa Korea, menjadi Gojoseon
(2333 SM). Tanggal didirikannya negara baru ini adalah saksi dari
panjangnya sejarah Korea. Warisan ini adalah juga sumber
kebanggaan yang memberikan kekuatan pada bangsa Korea
untuk tetap gigih berjuang pada masa-masa sulit.
Tiga Kerajaan dan Gaya
Baju zirah yang dipakai oleh para
prajurit Gaya dibuat dari pelat-
pelat baja panjang berbentuk
persegi panjang, yang
dihubungkan oleh paku-paku.
Baju zirah dan pelindung kepala
27
Tiga Kerajaan dan
Gaya ( abad ke-5 )
Negara kota-negara kota pada akhirnya bersatu menjadi
perserikatan-perserikatan suku dengan struktur politik yang rumit,
yang akhirnya berkembang menjadi kerajaan-kerajaan. Di antara
perserikatan-perserikatan suku yang bemacam-macam, Goguryeo
(37 SM - 668), yang terletak di sepanjang bagian tengah dari Sungai
Amnokgang (Sungai Yalu), merupakan yang pertama yang
berkembang menjadi kerajaan.
Pasukan Goguryeo yang agresif menaklukkan suku-suku
tetangga mereka satu demi satu, dan pada tahun 313 mereka
menduduki pos-pos pertahanan Cina di Lolang.
Baekje (18 SM – 660), yang awalnya adalah negara-kota yang
terletak di sebelah selatan Sungai Hangang di daerah sekitar
Seoul sekarang ini, adalah kerajaan konfederasi lain yang mirip
dengan Goguryeo. Selama masa bertahtanya Raja Geunchogo
(r.346 -375), Baekje berkembang menjadi negara kerajaan
yang terpusat.
Silla (57 SM – 935) terletak di ujung tenggara
Semenanjung Korea and awalnya adalah kerajaan yang
paling lemah dan paling terbelakang di antara ketiga
kerajaan ini. Namun, karena secara geografis terlepas
dari pengaruh Cina, Silla menjadi lebih terbuka
terhadap kebiasaan kebiasaan serta ide-ide yang bukan berasal
dari Cina. Masyarakatnya dibangun berlandaskan tatanan Budha
yang sudah maju, yang menonjol karena berorientasi pada
perbedaan kelas, serta memiliki kesatuan militer yang khas, yang
disebut Hwarang, karena terdiri dari prajurit - prajurit muda dari
kelas bangsawan.
Gaya (42-562) bermula sebagai semacam konfederasi, yang
dibentuk dari suku-suku dari Sungai Nakdonggang yang
menggabungkan diri.
Goguryeo
Pyongyang
Namgyeong
(Seoul)

Ungjin(Gongju)
Sabi (Buyeo)

Geumseong
(Gyeongju)
Baekje
Gaya
Tamna
Usan
Dokdo
Laut Timur
Laut Kuning
Silla
Silla dan Balhae Bersatu
(abad ke-8)
Sejarah
Silla dan Balhae yang Bersatu
Sampai pertengahan abad keenam,
Kerajaan Silla telah berhasil menaklukkan
negara kota-negara kota di sekitarnya serta
menyatukan mereka dalam Konfederasi
Gaya.
Melalui aliansi dengan Dinasti Tang dari
Cina, Silla mempersatukan Semenanjung Korea
pada tahun 668 dan mencapai puncak kekuasaan
dan kemakmurannya pada pertengahan abad kedelapan.
Silla berusaha menciptakan sebuah negara ideal yang
berlandaskan pada agama Budha. Kuil Bulguksa dibangun pada
periode Silla Bersatu. Akan tetapi, tatanan sosial yang
berlandaskan agama Budha kian memburuk ketika kaum
bangsawan semakin terlena dalam kenikmatan hidup yang
bertambah-tambah.
Silla berhasil memukul mundur serangan-serangan pasukan
Dinasti Tang yang berusaha menaklukkan Goguryeo dan Baekje
sampai tahun 676. Kemudian, pada tahun 698, masyarakat
yang
sebelumnya menjadi bagian dari Goguryeo, yang tinggal di
bagian tengah agak selatan Manchuria, mendirikan Kerajaan
Balhae. Penduduk Kerajaan Balhae tidak hanya terdiri dari bekas
penduduk Goguryeo namun juga sejumlah besar penduduk
Malgal.
Balhae mendirikan sebuah sistem pemerintahan yang terpusat
pada lima ibukota wilayah, yang meniru struktur administratif
kerajaan Goguryeo. Balhae memiliki kebudayaan maju yang
berakar pada kebudayaan Goguryeo.
Kemakmuran Balhae mencapai puncaknya pada paruh
pertama abad kesembilan dengan menduduki wilayah yang
sangat luas yang mencapai Sungai Amur di
sebelah utara dan Kaiyuan di bagian tengah-
selatan Manchuria sampai ke barat. Kerajaan
Balhae juga menjalin hubungan diplomatik
dengan Turki dan Jepang. Balhae berdiri
sampai tahun 926, ketika ia ditaklukkan
oleh bangsa Khitan. Banyak dari kaum
bangsawan Balhae, yang sebagian besar
adalah keturunan Goguryeo, berpindah
ke selatan dan bergabung dengan Dinasti Goryeo
yang baru saja berdiri.
Sanggyeong
Pyongyang Laut Timur
Namgyeong
(Seoul)
Geumseong
(Gyeongju)
Tamna
Usan
Laut Kuning
Dokdo
28
Ubin atap dengan
dekorasi tambahan
dari Silla bersatu
Silla
Balhae
Geumsok hwalja (huruf-
huruf cetak dari besi yang
bisa dibawa berpindah-
pindah) dari masa
Dinasti Goryeo
Dinasti Goryeo (918 - 1392) didirikan oleh Wang Geon, seorang
jenderal yang mengabdi pada Gungye, pangeran pemberontak dari
Kerajaan Silla. Ia memilih kota kelahirannya sendiri Songak (kini
Gaeseong di Korea Utara) sebagai ibukota kerajaan, dan ia
memproklamirkan tujuan memperoleh kembali wilayah Kerajaan
Goguryeo di timur laut Cina.
Wang Geon menamakan dinastinya Goryeo, yang darinya
nama modern Korea berasal. Meskipun Dinasti Goryeo tidak
berhasil mendapatkan kembali wilayah yang hilang, mereka
berhasil membentuk suatu kebudayaan maju yang diwujudkan
dalam bentuk cheongja atau seladon berwarna biru-hijau dan
tradisi Budha yang amat berkembang. Tidak kalah
pentingnya adalah ditemukannya huruf cetak yang pertama di
dunia pada tahun 1234, lebih awal dua abad dari ditemukannya
Kitab Suci Gutenberg di Jerman. Sekitar periode itu juga, para
pengrajin kayu Korea telah menyelesaikan satu pekerjaan besar
yakni memahat seluruh kanon ajaran agama Budha pada balok-
balok kayu besar.
Balok-balok kayu ini, yang berjumlah lebih dari 80.000 buah,
dibuat dengan maksud untuk memohon bantuan Sang Budha
demi memukul mundur para penyerang dari Mongol. Dinamakan
Tripitaka Koreana, balok-balok kayu ini kini disimpan di Kuil
Haeinsa yang bersejarah.
Goryeo
Dinasti Goryeo
( abad ke-11 )
Seogyeong
(Pyongyang)
Gaegyeong (Gaeseong)
Laut
Kuning
Namgyeong
(Seoul)
Laut Timur
Donggyeong
(Gyeongju)
Tamna
Usan
Dokdo
29
Sejarah
Dinasti Joseon
(abad ke-15)
Joseon
Pada tahun 1392, Jenderal Yi Seong-gye mendirikan dinasti baru
yang disebut Joseon. Para penguasa awal Dinasti Joseon
mendukung ajaran Konfusianisme sebagai filsafat penuntun
kerajaan, dengan tujuan melawan pengaruh Budha yang dominan
selama masa pemerintahan Dinasti Goryeo.
Para penguasa Joseon memerintah dinasti mereka dengan
sistem politik yang sangat seimbang. Sistem pengujian pamong
praja merupakan alat utama dalam proses rekrutmen pegawai
pemerintah. Ujian ini berfungsi sebagai tulang-punggung mobilitas
sosial dan aktivitas intelektual periode ini. Masyarakat yang
berorientasi pada Konfusianisme ini sangat menjunjung tinggi
proses pembelajaran akademik, namun mereka meremehkan
perdagangan dan industri manufaktur.
Selama bertahtanya Raja Sejong yang Agung (1418-1450),
yang merupakan raja keempat dari Dinasti Joseon, bangsa Korea
menikmati masa berkembangnya kebudayaan dan kesenian yang
belum pernah terjadi sebelumnya. Di bawah bimbingan Raja
Sejong, kaum cendekia pada akademi kerajaan menciptakan
alfabet Korea yang bernama Hangeul. Huruf ini kemudian
dinamakan Hunminjeongeum, atau ”sistem fonetik yang tepat
untuk mendidik masyarakat.”
Raja Sejong juga memiliki minat yang luas pada ilmu astronomi.
Jam matahari, bola-bola angkasa, serta peta-peta astronomi
diciptakan atas dasar permintaannya.
Selanjutnya, Raja Sejo (r.1455-1468) menyusun kerangka
institusional bagi pemerintah dengan menerbitkan sebuah ikhtisar
peraturan perundang-undangan, yang disebut Gyeongguk Daejeon.
Pada tahun 1592, Jepang menyerbu Semenanjung Korea untuk
melancarkan jalan menuju Cina. Di laut, Laksamana Yi Sun-sin
(1545-1598), salah satu dari sejumlah tokoh yang paling dihormati
di Korea, memimpin serangkaian manuver-manuver ulung melawan
pasukan Jepang, dengan mengirimkan geobukseon (kapal-kapal
penyu), yang dipercaya sebagai kapal perang pertama di dunia
yang dilapisi besi.
Sejak awal abad tujuh belas, sebuah gerakan yang menganjurkan
Silhak, atau pembelajaran mengenai hal-hal praktis, memperoleh
momentum yang cukup banyak di antara cendekiawan-pejabat yang
berpikiran liberal sebagai alat untuk membangun suatu bangsa yang
modern.
Mereka sangat menganjurkan dilaksanakannya perbaikan-
Gyeongguk Daejeon
Hamgil-do
(Hamgyeong-do)
Hamheung
Pyongyang
Laut Timur

Hanseong
(Seoul)
Jeju-do
Ulleungdo
Laut Kuning
Dokdo
Pyeongan-do
Hwanghae-do
Haeju
Gyeonggi-do
Gangwon-do
Wonju
Gongju
Chungcheong-do
Gyeongsang-do
Daegu
Jeonju
Jeolla-do
30
perbaikan dalam bidang pertanian dan industri, sejalan dengan
dilakukannya reformasi-reformasi menyeluruh dalam hal
pembagian tanah. Namun bagaimanapun juga, para bangsawan
dari pemerintahan yang konservatif belum siap untuk melakukan
perubahan yang sedrastis itu.
Pada paruh kedua masa pemerintahan Dinasti Joseon,
administrasi pemerintahan dan kaum kelas atas ditandai oleh
faksionalisme atau pembentukan golongan-golongan yang muncul
berulang-ulang. Untuk membereskan situasi politik yang tidak
diinginkan, Raja Yeongjo (r.1724-1776) akhirnya mengambil
kebijakan yang tidak berpihak. Dengan demikian ia mampu
memperkuat kembali kewenangan raja dan menciptakan stabilitas
politik.
Raja Jeongjo (r.1776-1800) berhasil mempertahankan politik
tidak memihak dan mendirikan perpustakaan kerajaan untuk
menyimpan dokumen-dokumen dan catatan-catatan kerajaan.
Ia juga memprakarsai reformasi-reformasi lain dalam bidang politik
dan kebudayaan. Pada periode ini sistem Silhak berkembang
pesat. Sejumlah cendekiawan terkemuka menulis karya-karya
progresif yang menganjurkan dilaksanakannya reformasi-reformasi
dalam bidang pertanian dan kebudayaan, namun hanya sedikit
pemikiran mereka yang diadopsi oleh pemerintah.
Pada abad ke-19, Korea merupakan ”Kerajaan Pertapa,” yang
bersikeras untuk tidak menuruti permintaan-permintaan dunia
barat untuk membangun hubungan diplomatik dan perdagangan.
Seiring berjalannya waktu, beberapa negara Asia dan Eropa yang
memiliki ambisi-ambisi imperialistik bersaing satu dengan yang
lain untuk meraih pengaruh atas Semenanjung Korea. Jepang,
setelah menang perang melawan Cina dan Rusia, secara paksa
menganeksasi Korea dan mendirikan pemerintahan kolonial pada
tahun 1910.
Pemerintahan kolonial membangkitkan semangat patriotisme
bangsa Korea. Kaum terdidik Korea dibuat marah oleh kebijakan
resmi asimilasi yang diberlakukan oleh pemerintah Jepang, yang
bahkan melarang pendidikan bahasa Korea di sekolah-sekolah
Korea. Pada tanggal 1 Maret 1919, demonstrasi damai menuntut
kemerdekaan menyebar ke seluruh wilayah Korea. Aparat Jepang
bertindak sangat keras terhadap para demonstran dan para
Pendudukan Jepang dan Gerakan Kemerdekaan
Lukisan yang menggambarkan
sebuah geobukseon, yang
dipercaya sebagai kapal perang
pertama di dunia yang dilapisi
besi
31
Kim Gu, Presiden Pemerintah
Sementara Korea di Shanghai
pendukungnya serta membantai ribuan jiwa.
Walaupun gagal, Gerakan Kemerdekaan 1 Maret ini
menciptakan ikatan yang kuat di antara rakyat Korea berkaitan
dengan identitas nasional dan semangat patriotisme mereka.
Gerakan ini bermuara pada didirikannya Pemerintah Sementara
di Shanghai, Cina, serta perjuangan bersenjata yang terorganisir
melawan kaum kolonial Jepang di Manchuria. Gerakan
Kemerdekaan ini masih diperingati oleh masyarakat Korea tiap
tanggal 1 Maret, yang akhirnya diresmikan menjadi hari libur
nasional.
Selama masa penjajahan, ekploitasi ekonomi Jepang terhadap
Korea terus berlanjut. Kehidupan bangsa Korea memburuk selama
masa penjajahan sampai akhir Perang Dunia II tahun 1945.
Pejabat-pejabat tinggi
Pemerintah Sementara Korea
di Shanghai berpose untuk foto
peringatan pada tahun 1945.
Masyarakat Korea menyambut gembira kekalahan Jepang dalam
Perang Dunia II. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung
lama. Pembebasan mereka tidak serta-merta membawa
kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan keras oleh rakyat
Korea. Justru pembebasan ini berakhir dengan terpecahnya Korea
oleh perbedaan-perbedaan ideologis yang disebabkan oleh
munculnya Perang Dingin. Upaya-upaya rakyat Korea untuk
mendirikan pemerintah yang independen tidak terlaksana karena
pasukan Amerika Serikat menduduki bagian selatan Semenanjung
Korea, sedangkan pasukan Uni Soviet menguasai bagian utara.
Pada bulan November 1947, Majelis Umum Perserikatan Bangsa
bangsa (PBB) menyepakati sebuah resolusi yang meminta
diadakannya pemilihan umum di Korea di bawah pengawasan
sebuah Komisi PBB.
Akan tetapi, Uni Soviet menolak untuk mematuhi resolusi
tersebut dan menolak masuknya Komisi PBB ke bagian paruh
utara Korea. Majelis Umum PBB kemudian membuat resolusi lain
yang menuntut diadakannya pemilihan umum di wilayah-wilayah
yang bisa dimasuki oleh Komisi PBB. Pemilihan umum pertama
dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 1948, di wilayah-wilayah di
sebelah selatan garis lintang 38. Garis lintang ini pada akhirnya
membagi Semenanjung Korea menjadi Korea Selatan dan Korea
Utara.
Berdirinya Repubik Korea
Sejarah
32
Syngman Rhee dipilih menjadi Presiden
pertama Republik Korea pada tahun 1948.
Sementara itu, di sebelah utara garis lintang
38, pemerintah komunis didirikan di bawah
kepemimpinan Kim Il-sung.
Pada tanggal 25 Juni 1950, Korea Utara
melancarkan invasi militer berskala penuh
tanpa didahului oleh provokasi apapun ke Korea
Selatan, yang kemudian memicu perang
selama tiga tahun yang melibatkan Amerika
Serikat, Cina, dan kekuatan-kekuatan asing
lain. Seantero Semenanjung Korea mengalami
kehancuran karena konflik tersebut. Gencatan
senjata ditandatangani pada bulan Juli 1953.
Pembangunan ekonomi Korea yang
berorientasi pada pertumbuhan dan didominasi
oleh ekspor sejak tahun 1960-an terjadi begitu
pesatnya sehingga Korea memperoleh julukan
“Keajaiban di Sungai Hangang” pada tahun
1970-an. Berikutnya, Seoul sukses menjadi
tuan rumah Olimpiade ke-24 pada tahun 1988, dan Korea
bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah pertandingan
final sepakbola Piala Dunia FIFA 2002. Melalui peristiwa-
peristiwa ini, Korea telah berhasil menunjukkan pada dunia
warisan budayanya yang kaya dan kecintaannya akan seni,
serta teknologinya yang modern. Pada tahun 1950-an Korea
masuk dalam daftar negara-negara miskin. Kini, ekonomi
Korea merupakan yang terbesar ke-13 di dunia, dan bangsa
Korea semakin yakin akan mampu menjadi pemimpin ekonomi
global di milenium yang baru ini.
Republik Korea secara terus-menerus telah mengikuti
jalan setapak menuju demokrasi yang matang dan sistem
ekonomi yang didasarkan pada pasar. Meski sisa-sisa Perang
Dingin masih tertinggal di Semenanjung Korea, Korea masa
kini berada dalam posisi mantap untuk melaksanakan proses
tinggal landas ekonomi yang baru. Kedua bangsa Korea juga
sedang berupaya menciptakan struktur perdamaian yang
mampu bertahan lama di Semenanjung Korea serta
menciptakan kemakmuran bersama antara Korea Selatan
dan Korea Utara melalui perdamaian, rekonsiliasi, dan
kerjasama.
Upacara khusus untuk
meresmikan berdirinya
Pemerintah Republik Korea
pada tanggal 15 Agustus 1948
33
History
Zaman Besi
Buyeo
Kebudayaan Yunani
Berdirinya Roma (735)
Perang Funisia I (264-241)
Perang Funisia II (219-201)
Perang Funisia III (149-
146)
Socrates (470-399)
Alexander Agung (356-323)
Julius Caesar
(101-44)
Lahirnya Yesus
Anglo-Saxons
didirikan
di Inggris (449)
Muhammad SAW
(570-632)
Masa Musim Semi dan Gugur
(770-476)
Masa Perang Antar Negara
(475-221)
Dinasti Qin (221-206)
Dinasti Han Barat
(206 SM - 25 )
Era San Guo
(Tiga Kerajaan)
(220-280)
Dinasti Jin
(265-420)
Dinasti Shang
(1600 -1046)
Dinasti Han Timur
(25-220)
Dinasti-Dinasti
Nan Bei Chao
(420-589)
Dinasti Sui
(581-618)
Zhou (1046-256)
Kerajaan Gaya
(42-562)
Silla (57 SM - 935)
Baekje (18 SM - 660)
Goguryeo (37 SM - 668)
Zaman Paleolitikum
Zaman Neolitikum
Gojoseon
Zaman Perunggu
Zaman Perunggu
Awal Mesopotamia
Kerajaan-kerajaan Mesir
KOREA
CINA
BARAT
S.M 5000 2000 1000 500 200 100 T.M 200 300 400 500
Sekilas Pandang Sejarah
Sejarah Korea dimulai dari Gojoseon (2333 SM).
Sepanjang 5000 tahun sejarahnya, Korea telah
mengembangkan suatu kebudayaan tersendiri
yang sangat khas sambil tetap menjalin hubungan
dengan bangsa-bangsa lain di sekelilingnya.
Sejarah Korea
Kerajaan-kerajaan
Konfederasi Samhan
(Tiga Negara Han)
Era Tiga Kerajaan
Adegan ini menggambarkan para prajurit
di atas punggung kuda sedang berburu kijang
dan harimau.
Berburu merupakan kegiatan yang sangat
penting bagi kesejahteraan negara pada masa
Kerajaan Goguryeo (37 SM – 668)
Adegan Berburu pada Makam Gambar
Menari (replika)
Agama Kristen ditetapkan
sebagai Agama Negara
oleh Kekaisaran Roma (392)
Kekaisaran Roma
Terbagi dua (395)
34
Hegira (622) dan dimulainya Zaman
Islam
Dinasti-dinasti Tang
(618-907)
Kerajaan
Balhae
(698-926)
Kekaisaran Daehan
Dinasti Goryeo (918-1392)
Gua Seokguram
Perang Korea
(1950-53)
Piala Dunia FIFA 2002
Korea/Jepang
Berdirinya Republik
Korea (1948)
Olimpiade Ke-24
Seoul (1988)
Dinasti Yuan
(1271-1368)
Dinasti Ming
(1368-1644)
Dinasti Qing
(1616-1911)
Berdirinya Republik
Cina (1912)
Dinasti Song
(960-1279)
Perang Salib Pertama
(1096-99)
Martin Luther Meluncurkan Gerakan Reformasi
Gereja (1517)
Revolusi Amerika (1776)
Revolusi Perancis (1789-1793)
Perang Tigapuluh Tahun (1618-48)
Percetakan Gutenberg (1434)
Columbus Menemukan Amerika (1492)
Marco Polo(1254-1324)
Mangna Carta (1215)
Perang Seratus
Tahun
(1344-1434)
Perang Sipil Amerika (1861-65)
Dinasti Joseon (1392-1910)
Tembikar
Seladon
Perang Dunia I (1914-18)
Perang Dunia II (1939-45)
600 700 900 1000 1200 1300 1400 1500 1800 1900 2000
Kerajaan Silla Bersatu (676-935)
Tempat Penyimpanan Balok-balok
Kayu Tripitaka Koreana
Tripitaka Koreana adalah kumpulan
kitab-kitab Budha paling tua dan
paling lengkap yang masih ada sampai hari ini.
Kitab-kitab ini dipahat pada balok-balok kayu
sejumlah 81.258 selama masa pemerintahan
Dinasti Goryeo (918-1392).
Hunminjeongeum
merupakan buku paling awal
yang digunakan untuk mengajarkan
Hangeul, alfabet Korea yang
diciptakan oleh raja keempat dari
Dinasti Joseon, yaitu Raja Sejong
yang Agung (r.1418-1450)
Berdirinya Republik
Rakyat Cina (1949)
Raja Charles yang Agung
menobatkan Kekaisaran
Suci Roma yang pertama (800)
35
1100
Dinasti-dinasti Wu Dai
(907-960)
U
N
D
A
N
G
-
U
N
D
A
N
G

D
A
S
A
R

D
A
N

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
A
N
Undang-undang Dasar
Lembaga Eksekutif
Lembaga Legislatif
Lembaga Yudikatif
Lembaga-lembaga Independen
Pemerintah Daerah
Undang-undang Dasar
dan Pemerintahan
4
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
Undang-undang Dasar
Pada tanggal 17 Juli 1948, Undang-undang Dasar pertama
Republik Korea ditetapkan. Seiring dengan gejolak politik yang
dialami oleh Korea demi mencapai kemajuan demokratis,
Undang-Undang Dasar Korea telah diamandemen sembilan
kal i , yang terakhi r pada tanggal 29 Oktober 1987.
Undang-undang Dasar yang sekarang merepresentasikan
kemajuan besar untuk menuju demokratisasi penuh. Walaupun
melalui proses revisi yang sah, sejumlah perubahan substansial
terlihat sangat jelas. Perubahan-perubahan ini mencakup
pembatasan kekuasan presiden, penambahan kekuasaan
lembaga legislatif serta butir-butir tambahan dalam rangka
perlindungan hak asasi manusia. Secara khusus, pembentukan
Mahkamah Konstitusi Independen yang baru memainkan
peranan penting dalam membuat Korea
menjadi masyarakat yang demokratis dan
bebas.
Undang-undang Dasar Korea terdiri atas
pembukaan, 130 pasal, serta enam aturan
tambahan. Undang-undang ini dibagi
menjadi 10 bab: Ketetapan-ketetapan
Umum, Hak dan Kewajiban Warga Negara,
Majelis Nasional, Lembaga Eksekutif,
Lembaga-lembaga Pengadilan, Mahkamah
Konstitusi, Tata Laksana Pemilihan Umum,
Pemerintah Daerah, Ekonomi, serta
Amandemen-amandemen Undang-undang
Manuskrip Undang-undang
Dasar pertama Republik Korea
38
Undang-undang Dasar dan
Pemerintahan
4
Presiden
Cheongwadae
(Kantor Kepresidenan)
meliputi kedaulatan rakyat, pembagian kekuasaan, upaya penyatuan
Korea Selatan dan Korea Utara secara damai dan demokratis, upaya
mencapai kedamaian dan kerja sama internasional, berlakunya
hukum, serta tanggungjawab negara untuk menciptakan
kesejahteraan.
Amandemen Undang-undang Dasar memerlukan prosedur-
prosedur khusus yang berbeda dengan penyusunan undang-undang
yang lain. Presiden atau mayoritas Majelis Nasional boleh mengajukan
usulan untuk mengamandemen Undang-undang dasar. Suatu
amandemen membutuhkan persetujuan tidak hanya dari Majelis
Nasional namun juga dari referendum nasional. Persetujuan yang
pertama mengharuskan dukungan dari duapertiga atau lebih jumlah
anggota Majelis Nasional, sedangkan persetujuan kedua memerlukan
lebih dari separuh suara dari jumlah seluruh suara yang diberikan
oleh lebih dari separuh pemilih yang memenuhi syarat untuk memilih
dalam suatu referendum nasional.
Presiden Republik Korea, yang dipilih melalui pemilihan umum
yang bersifat nasional, tidak membeda-bedakan, langsung, dan
rahasia, berada pada posisi tertinggi lembaga eksekutif.
Presiden menjabat selama satu kali dalam masa jabatan lima
tahun dan penambahan masa jabatan tidak diijinkan. Ketetapan
Lembaga Eksekutif
39
Presiden Lee Myung-bak
(kanan) dan Ibu Negara
Kim Yoon-ok (kiri)
satu kali masa jabatan ini merupakan upaya perlindungan demi
mencegah individu mana pun memegang kekuasaan pemerintahan
untuk waktu yang berkepanjangan. Bilamana presiden tidak mampu
melaksanakan tugas atau meninggal dunia, Perdana Menteri atau
anggota-anggota Kabinet akan menjabat sebagai Presiden untuk
sementara waktu sesuai dengan ketetapan undang-undang.
Di bawah sistem politik sekarang ini, Presiden memainkan lima
peran utama. Pertama, Presiden adalah kepala negara, yang
melambangkan dan mewakili seluruh bangsa baik dalam sistem
pemerintahan maupun dalam hubungan-hubungan internasional.
Presiden menerima diplomat-diplomat asing, memberikan tanda jasa
dan penghargaan-penghargaan lain, serta memberikan grasi. Ia
memiliki kewajiban untuk melindungi kemerdekaan, kesatuan wilayah,
dan keberlangsungan negara, serta menjunjung tinggi Undang-undang
Dasar, di samping melaksanakan tugas khusus mengupayakan
penyatuan kembali Korea secara damai.
Kedua, Presiden adalah penyelenggara utama, dengan demikian
ia berkewajiban menegakkan hukum yang ditetapkan oleh lembaga
legislatif dan pada saat yang sama mengeluarkan perintah dan
ketetapan-ketetapan dalam rangka penegakan hukum. Presiden
memiliki kekuasaan penuh untuk memberikan arahan pada Kabinet
dan badan-badan penasehat serta badan-badan eksekutif yang
jumlahnya beragam. Ia berwenang untuk mengangkat pejabat-
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
40
pejabat publik, termasuk Perdana Menteri dan kepala badan-badan
eksekutif.
Ketiga, Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Ia memiliki kewenangan yang luas dalam penyusunan kebijakan
militer, termasuk hak untuk menyatakan perang.
Keempat, Presiden adalah diplomat dan pembuat kebijakan luar
negeri tertinggi. Dia mengangkat atau mengutus perwakilan
diplomatik, dan menandatangani perjanjian dengan negara asing.
Terakhir, Presiden adalah penyusun kebijakan utama dan pembuat
undang-undang yang penting. Ia boleh mengajukan rancangan
undang-undang kepada Majelis Nasional atau menyatakan
pandangannya di depan lembaga legislatif baik secara langsung
maupun tertulis. Presiden tidak berhak membubarkan Majelis Nasional,
namun Majelis Nasional berhak menyatakan bahwa Presiden pada
akhirnya wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya menurut
Undang-undang Dasar melalui proses impeachment.
Kabinet
Kabinet
Di bawah sistem kepresidenan Korea, Presiden menjalankan fungsi
eksekutifnya melalui Kabinet yang terdiri dari 15 sampai 30 anggota
dan dipimpin oleh Presiden, yang bertanggungjawab atas seluruh
kebijakan penting pemerintah. Perdana Menteri ditunjuk oleh Presiden
dan disetujui oleh Majelis Nasional. Sebagai wakil eksekutif utama
Presiden, Perdana Menteri bertugas mengawasi kementerian-
kementerian administratif dan mengelola Biro Koordinasi Kebijakan
41
Kompleks Gedung Pemerintah
Pusat di Sejongno
Pemerintah di bawah pengarahan Presiden. Perdana Menteri
juga memiliki kekuasaan untuk membahas kebijakan-kebijakan
nasional utama serta menghadiri pertemuan-pertemuan Majelis
Nasional.
Anggota-anggota Dewan Negara ditunjuk oleh Presiden atas
rekomendasi dari Perdana Menteri. Mereka memiliki hak untuk
memimpin dan mengawasi kementerian-kementerian
administratif mereka, membahas perkara-perkara kenegaraan
yang penting, bertindak atas nama Presiden, serta hadir dalam
Majelis Nasional dan mengemukakan pendapat mereka. Anggota-
anggota Dewan Negara baik sebagai kelompok maupun secara
perorangan bertanggungjawab hanya kepada Presiden.
Di samping Dewan Negara, Presiden memiliki badan-badan
di bawah pengarahannya secara langsung dengan tujuan
menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional: Dewan Audit
dan Inspeksi Korea, Dinas Intelijen Nasional, serta Komisi Penyiaran
dan Komunikasi. Kepala lembaga-lembaga ini ditunjuk oleh
Presiden, namun penunjukan Kepala Dewan Audit dan Inspeksi
oleh Presiden harus berdasarkan persetujuan Majelis Nasional.
Dewan Audit dan Inspeksi memiliki kewenangan untuk
memeriksa laporan keuangan badan-badan pemerintah baik
pusat maupun daerah, badan usaha milik negara, serta lembaga-
lembaga terkait. Badan ini juga memiliki kewenangan untuk
mengawasi penyalahgunaan kewenangan publik atau kesalahan
42
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
Kompleks Pemerintahan
Daejeon
yang dilakukan oleh pejabat-pejabat publik dalam menjalankan
kewajiban-kewajiban publik mereka. Hasil dari pemeriksaan
keuangan ini dilaporkan pada Presiden dan Majelis Nasional,
meskipun dewan inspeksi ini hanya bertanggungjawab kepada
Presiden sebagai pelaksana utama.
Dinas Intelijen Nasional memiliki kewenangan untuk
mengumpulkan informasi intelijen strategis yang berasal dari
dalam maupun luar negeri, serta informasi mengenai aktivitas-
aktivitas kriminal baik subversif maupun internasional. Dinas ini
juga merencanakan dan mengkoordinasi aktivitas-aktivitas
intelijen dan keamanan pemerintah.
Komisi Komunikasi Korea terdiri dari lima anggota tetap
yang memimpin komisi ini berdasarkan konsensus. Komisi ini
merupakan badan tertinggi yang mengatur penyiaran,
telekomunikasi, serta layanan-layanan langsung televisi internet
atau IPTV.
43
Majelis Nasional
44
Lembaga Legislatif
Kekuasaan legislatif berada pada Majelis Nasional, suatu lembaga
legislatif satu kamar atau unikameral. Majelis ini terdiri dari 299
anggota yang menjabat selama masa jabatan empat tahun.
Dari 299 anggota, 245 dipilih oleh suara rakyat dari para pemilih
di daerah, sedangkan 54 anggota sisanya mendapatkan kursi mereka
melalui sistem perwakilan yang bersifat proporsional di mana kursi-
kursi yang tersedia dialokasikan untuk setiap partai politik yang telah
memperoleh 3 persen atau lebih dari seluruh suara yang sah atau
lima atau lebih kursi dalam pemilihan lokal. Sistem ini ditujukan untuk
merefleksikan suara rakyat dari berbagai bidang kehidupan dan pada
saat yang sama meningkatkan kemampuan Majelis Nasional.
Supaya memenuhi syarat untuk dipilih menjadi anggota lembaga
legislatif, calon anggota harus berusia minimal 25 tahun. Satu kandidat
dari tiap daerah pemilihan dipilih oleh suara mayoritas.
Anggota Majelis Nasional tidak dianggap bertanggungjawab di
luar Majelis atas pendapat-pendapat yang dikeluarkan ataupun atas
suara yang diberikan dalam bilik pemilihan legislatif. Selama sidang
Majelis berlangsung, tidak satupun anggota Majelis boleh ditangkap
atau ditahan tanpa persetujuan dari Majelis kecuali dalam kasus
kejahatan yang sangat berat.
Bila terjadi penangkapan atau penahanan atas satu anggota
Majelis sebelum sidang dibuka, anggota Majelis tersebut harus
dibebaskan selama sidang atas permintaan Majelis.
Ada dua macam sidang legislatif yang dilaksanakan, yaitu sidang
reguler dan sidang istimewa. Sidang reguler berlangsung setahun
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
sekali dari September sampai Desember, sedangkan sidang-sidang
istimewa bisa dilaksanakan sesuai permintaan Presiden atau seperempat
atau lebih anggota Majelis Nasional. Masa berlangsungnya sidang
reguler dibatasi sampai 100 hari dan sidang istimewa 30 hari. Jika
Presiden meminta diadakan sidang istimewa, ia harus menyebutkan
secara terperinci masa berlangsungnya sidang serta alasan-alasan
mengapa perlu diadakan sidang istimewa.
Kecuali disebutkan dalam Undang-undang Dasar atau peraturan
perundang-undangan, kehadiran lebih dari separuh jumlah anggota
Majelis Nasional dan kesepakatan lebih dari separuh anggota Majelis
yang hadir diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan Majelis
Nasional bersifat mengikat. Bila hasil pemungutan suara adalah seri,
permasalahan dianggap ditolak oleh Majelis Nasional. Pertemuan-
pertemuan legislatif dibuka untuk publik, namun aturan ini bisa
dibatalkan dengan persetujuan lebih dari separuh jumlah anggota
yang hadir, atau bilamana Jurubicara menganggap hal ini perlu
dilakukan demi menjaga keamanan nasional.
Majelis Nasional menjalankan beberapa fungsi menurut Undang-
undang Dasar, yang paling utama adalah menyusun undang-undang.
Fungsi-fungsi lain dari Majelis ini mencakup menyetujui anggaran
negara, mengurusi masalah-masalah yang berhubungan dengan
45
Seluruh warga negara berusia
19 tahun ke atas berhak
untuk memilih
Majelis Nasional Ke-18
Partai Besar Nasional, 153
Partai Pembaharuan Korea, 3
Partai Buruh Demokrat, 5
Aliansi Pro-Park Geun-hye, 14
Partai Kemajuan Liberal, 18
Partai Demokrat Bersatu, 81
Independen, 25
299 kursi
(data tgl 10 April 2008)
Mahkamah Agung
kebijakan luar negeri, menyatakan perang, menempatkan pasukan
Korea di luar negeri atau menerima pasukan asing di dalam negeri,
mengawasi atau memeriksa masalah-masalah kenegaraan khusus,
serta melakukan impeachment.
Usulan untuk melakukan impeachment terhadap pejabat yang
telah diangkat dapat berujung pada pemungutan suara bila disetujui
oleh paling sedikit sepertiga anggota Majelis Nasional. Impeachment
akan berlaku bila memperoleh dukungan dari mayoritas anggota
Majelis. Usulan untuk melakukan impeachment terhadap Presiden
harus memperoleh suara mayoritas dari anggota Majelis agar bisa
ditindaklanjuti oleh sidang Majelis. Usulan diterima bilamana duapertiga
atau lebih dari seluruh anggota Majelis memberikan persetujuan.
Majelis memilih satu Jurubicara dan dua Wakil Jurubicara, yang
bertugas untuk masa jabatan dua tahun. Jurubicara memimpin
sidang-sidang paripurna serta mewakili lembaga legislatif di samping
mengawasi kinerja lembaga legislatif. Bila Jurubicara berhalangan
hadir, Wakil-wakil Jurubicara akan bertindak sebagai Jurubicara.
46
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
Lembaga Yudikatif Korea terdiri dari Mahmakah Agung, Pengadilan-
pengadilan Tinggi, Pengadilan-pengadilan Wilayah, Pengadilan Hak
Cipta, Pengadilan Keluarga, serta Pengadilan-pengadilan Administratif
dan Daerah. Pengadilan-pengadilan ini memiliki yurisdikasi atas kasus-
kasus perdata, pidana, administratif, masalah-masalah yang berkaitan
dengan pemilihan umum, serta masalah-masalah peradilan yang lain,
di samping juga mengawasi permasalahan yang berkaitan dengan
pendaftaran kepemilikan rumah dan tanah, pendaftaran keluarga,
kepemilikan saham, dan pengawasan terhadap pejabat-pejabat
pengadilan.
Mahkamah Agung merupakan lembaga pengadilan tertinggi.
Mahkamah ini menerima permohonan banding dari kasus-kasus yang
diajukan oleh pengadilan-pengadilan di bawahnya. Ketua Mahkamah
Agung ditunjuk oleh Presiden dengan persetujuan Majelis Nasional.
Hakim-hakim yang lain ditunjuk oleh presiden sesuai dengan rekomendasi
Ketua Mahkamah Agung. Masa jabatan Ketua Mahkamah Agung
adalah enam tahun dan tidak bisa diperpanjang. Ketua Mahkamah
Agung harus berhenti dari jabatannya pada usia 70 tahun. Masa jabatan
hakim-hakim lain adalah enam tahun. Walaupun mereka bisa dipilih
kembali sesuai dengan ketetapan hukum, mereka harus pensiun dari
jabatannya bila telah berusia 65 tahun.
Pengadilan Tinggi menerima kasus-kasus perdata, pidana, dan
administratif yang diajukan oleh pengadilan-pengadilan wilayah,
administratif, dan keluarga, serta mengadili kasus-kasus khusus seperti
yang ditetapkan oleh undang-undang. Pengadilan Hak Cipta meninjau
keputusan-keputusan yang dibuat oleh Lembaga Hak Cipta. Mahkamah
Agung merupakan pengadilan tertinggi untuk menyelesaikan
perselisihan-perselisihan hak cipta.
Pengadilan-pengadilan Wilayah terletak di Seoul dan di 13 kota
berikut ini: Incheon, Uijeongbu, Suwon, Chuncheon, Daejeon, Cheongju,
Daegu, Busan, Changwon, Ulsan, Gwangju, Jeonju, dan Jeju. Pengadilan
Keluarga diberi wewenang untuk menerima kasus-kasus yang berkaitan
dengan masalah-masalah perkawinan, kenakalan remaja, atau masalah-
masalah domestik yang lain. Pengadilan Administratif hanya menangani
kasus-kasus administratif.
Pengadilan-pengadilan Wilayah di luar Seoul juga menjalankan
fungsi-fungsi Pengadilan Administratif sesuai dengan wilayah mereka
masing-masing. Di samping pengadilan-pengadilan ini, ada juga
pengadilan-pengadilan militer yang memiliki yurisdiksi atas pelanggaran-
pelanggaran yang dilakukan oleh anggota-anggota Angkatan Bersenjata
beserta pegawai-pegawai sipil mereka.
47
Patung Dewi Keadilan di
depan Mahkamah Agung di
Seocho-dong, Seoul
Lembaga Yudikatif
Mahkamah Konstitusi
48
Mahkamah Konstitusional didirikan pada bulan September 1988
sebagai bagian utama dari sistem konstitusional. Undang-undang
Dasar Republik Keenam, yang didasarkan pada antusiasme rakyat
Korea yang tinggi akan demokrasi, menerapkan satu sistem judicial
reviewyang baru – Mahkamah Konstitusi – sebagai upaya menjaga
Undang-undang Dasar serta melindungi hak-hak dasar rakyat dengan
cara menyusun tata cara khusus untuk memutuskan perkara-perkara
yang berkaitan dengan undang-undang dasar.
Pengadilan ini berwenang menafsirkan Undang-undang Dasar
dan meninjau kembali apakah seluruh ketetapan hukum yang dibuat
sudah sesuai dengan Undang-undang Dasar, untuk membuat
keputusan-keputusan hukum mengenai impeachment atau
pembubaran partai politik, serta untuk memberikan keputusan dalam
hal konflik kewenangan serta pengaduan-pengaduan yang bersifat
konstitusional.
Mahkamah ini terdiri atas sembilan Hakim Agung. Masa jabatan
para Hakim Agung adalah enam tahun dan bisa diperpanjang. Gedung
pengadilan Mahkamah Konstitusi di Seoul adalah bangunan berkubah
berlantai lima, yang telah meraih Penghargaan Arsitektur Korea.
Lembaga-lembaga Independen
Mahkamah Konstitusional
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Pasal 114, Komisi Nasional
Pemilihan Umum didirikan sebagai lembaga konstitusi independen
Komisi Nasional Pemilihan Umum
Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
Plaza Seoul di depan Balai Kota
49
yang sejalan dengan Majelis Nasional, pemerintah, pengadilan-
pengadilan, serta Mahkamah Konstitusi Korea dengan tujuan
menyelenggarakan pemilihan umum dan referendum-referendum
nasional secara adil. Lembaga ini juga menangani masalah-masalah
administratif berkaitan dengan partai-partai politik dan dana-dana
politik.
Masa jabatan dan status tiap anggota Komisi Pemilihan ini dijamin
secara penuh seperti disebutkan dalam Undang-undang Dasar. Mereka
memperoleh jaminan untuk melaksanakan tugas-tugas mereka secara
adil tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.
Komisi ini dibentuk pada tahun 2001 sebagai lembaga penasehat
nasional dalam rangka melindungi hak-hak asasi manusia. Komisi ini
bertugas melindungi hak-hak asasi manusia secara penuh dalam
pengertian yang lebih luas, yang mencakup martabat serta nilai dan
kebebasan tiap manusia, seperti yang disebutkan dalam konvensi-
konvensi internasional hak-hak asasi manusia serta perjanjian-perjanjian
yang ditandatangani oleh Korea.
Komisi ini terdiri dari 11 komisaris yang meliputi Ketua, 3 Komisaris
Tetap, 7 Komisaris Tidak Tetap. Di antara ke-11 komisaris ini, 4 dipilih
oleh Majelis Nasional, 4 dicalonkan oleh Presiden Korea, 3 dicalonkan
oleh Ketua Mahkamah Agung, yang kemudian disetujui oleh Presiden
Korea.
Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia
Undang-undang Dasar Pasal 117 menyebutkan bahwa ”Pemerintah
Daerah menangani hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan
penduduk daerah, mengatur hak-hak kepemilikan, serta berhak, dalam
batasan hukum, merumuskan ketetapan-ketetapan yang berkaitan
dengan aturan-aturan otonomi daerah.”
Pemerintah Daerah
51
Pemerintah daerah tingkat tinggi pada dasarnya berfungsi sebagai
penghubung antara pemerintah pusat dengan pemerintah-pemerintah
daerah yang lebih rendah.
Pemerintah-pemerintah daerah yang lebih rendah memberikan
pelayanan-pelayanan kepada warga negara melalui sistem adminsitrasi
wilayah (eup, myeon, dan dong). Tiap pemerintah daerah yang lebih
rendah mempunyai beberapa distrik yang berfungsi sebagai kantor-
kantor wilayah untuk menangani kebutuhan-kebutuhan para penduduk
di wilayah mereka. Kantor-kantor eup, myeon, dan dong terutama
terlibat dalam pelaksanaan fungsi-fungsi pelayanan administratif dan
sosial.
6 Metropolitan Gwangju
7 Metropolitan Ulsan
8 Gyeonggi-do
11 Chungcheongnam-do
15 Chungcheongbuk-do
13 Jeollabuk-do
12 Jeollanam-do
14 Gangwon-do
10 Gyeongsangbuk-do
9 Gyeongsangnam-do
Lokasi Kantor: Chipyung-dong
Jumlah Penduduk: 1,4 juta jiwa
Luas Wilayah: 501 km
2
http://www.gwangju.go.kr/
Lokasi Kantor: Shinjung 1-dong
Jumlah Penduduk: 1,1 juta jiwa
Luas Wilayah: 1.057 km
2
http://www.ulsan.go.kr/
Lokasi Kantor: Suwon-si
Jumlah Penduduk: 11,0 juta jiwa
Luas Wilayah: 10.182 km
2
http://www.gg.go.kr/
Lokasi Kantor: Changwon
Jumlah Penduduk: 3,1 juta jiwa
Luas Wilayah: 10.521 km
2
http://www.gsnd.net/
Lokasi Kantor: Daegu
Jumlah Penduduk: 2,6 juta jiwa
Luas Wilayah: 19.026 km
2
http://www.gyeongbuk.go.kr/
Lokasi Kantor: Daejeon
Jumlah Penduduk: 1,9 juta jiwa
Luas Wilayah: 8.600 km
2
http://www.chungnam.net/
Lokasi Kantor: Muan-gun
Jumlah Penduduk: 1,8 juta jiwa
Luas Wilayah: 12.074 km
2
http://www.jeonnam.go.kr/
Lokasi Kantor: Jeonju
Jumlah Penduduk: 1,8 juta jiwa
Luas Wilayah: 8.052 km
2
http://www.jeonbuk.go.kr/
Lokasi Kantor: Chuncheon
Jumlah Penduduk: 1,5 juta jiwa
Luas Wilayah: 16.873 km
2
http://www.provin.gangwon.kr/
Lokasi Kantor: Cheongju
Jumlah Penduduk: 1,5 juta jiwa
Luas Wilayah: 7.432 km
2
http://www.cb21.net/
Sekilas Pandang Undang-undang Dasar dan Pemerintahan
52
Struktur Pemerintahan
Kementerian
Pendidikan, Ilmu
Pengetahuan dan
Teknologi
Presiden
Perdana Menteri
Lembaga
Legislatif
Lembaga
Eksekutif
Lembaga
Yudikatif
Mahkamah
Konstitusi
Dewan Audit dan Inspeksi
Dinas Intelijen Nasional
Komisi Komunikasi Korea
Kantor Menteri Urusan Khusus
Kementerian Perundang-undangan
Kementerian Urusan Patriot dan
Veteran
Komisi Perdagangan Adil
Komisi Pelayanan Keuangan
Komisi Hak-hak Asasi Manusia
Kementerian
Urusan Pertanahan,
Transportasi dan
Kelautan
Kementerian
Strategi dan
Keuangan
Kementerian
Urusan Luar Negeri
dan Perdagangan
Kementerian
Unifikasi
Kementerian
Kehakiman
Kementerian
Pertahanan Nasional
Kementerian
Administrasi Umum
dan Keamanan
Kementerian
Kebudayaan, Olahraga
dan Pariwisata
Kementerian
Pangan, Pertanian,
Kehutanan dan
Perikanan
Kementerian
Ekonomi
Pengetahuan
Kementerian
Urusan Kesehatan,
Kesejahteraan dan
Keluarga
Kementerian
Lingkungan
Kementerian
Tenaga Kerja
Kementerian
Kesetaraan Jender
53
Syngman Rhee
President Pertama,
Kedua dan Ketiga
(1948 - 1960)
Yun Bo-seon
Presiden Ke-
4 (1960 - 1962)
Park Chung-hee
(1963 - 1979)
Choi Kyu-hah
(1979-1980)
Chun Doo-hwan
(1980 - 1988)
Roh Tae-woo
(1988 - 1993)
Roh Moo-hyun
(2003 - 2008)
Lee Myung-bak
(2008 - )
Kim Young-sam
(1993 - 1998)
Kim Dae-jung
(1998 - 2003)
Para Presiden Republik Korea
Presiden Ke-5, 6, 7, 8 dan 9 Presiden Ke-10
Presiden Ke-15 Presiden Ke-14 Presiden Ke-13 Presiden Ke-11, 12
Presiden Ke-16 Presiden Ke-17
H
U
B
U
N
G
A
N

A
N
T
A
R
-
K
O
R
E
A
Latar Belakang Sejarah
Upaya-upaya Menuju Penyelesaian Damai Masalah Nuklir Korea Utara
Pertukaran dan Kerjasama Antar-Korea
Arah Kebijakan di Masa Depan
Hubungan Antar-Korea
5
Hubungan Antar-Korea
Ketika Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan Jepang, seluruh
penduduk Korea menginginkan terbentuknya negara merdeka yang
bersatu namun justru yang terjadi adalah terpecahnya Korea sebagai
akibat Perang Dingin antara blok Timur dan Barat. Terbaginya negara
Korea menjadi dua dan berdirinya pemerintahan yang terpisah di
Selatan dan Utara akhirnya menimbulkan perang saudara, yakni Perang
Korea (1950-1953). Perang Korea adalah hasil sampingan dari konflik
ideologi di dalam negeri dan dianggap sebagai perang yang mewakili
konflik antara blok Barat dan blok Komunis.
Perang Korea berkembang menjadi perang internasional berskala
penuh yang melibatkan 16 negara anggota PBB untuk berperang
sebagai sekutu Korea Selatan melawan Cina dan Uni Soviet dari blok
Komunis. Perang berakhir dengan gencatan senjata, yang
Latar Belakang Sejarah
56
Taman Peringatan Veteran
Perang Korea di
Washington D.C.
Hubungan Antar-Korea
5
57
Tentara-tentara yang
menjaga garis demarkasi
pada Zona Demilitarisasi
di dekat Cheorwon
menghasilkan garis gencatan senjata sepanjang 155
mi l yang membagi Semenanj ung Korea.
Setelah gencatan senjata, konfrontasi Perang
Dingin di Semenanjung Korea semakin meningkat.
Pemerintah Korea Selatan melancarkan kebijakan
terhadap Korea Utara yang bertujuan mencapai
penyatuan kembali kedua Korea dengan cara
merubuhkan komunisme. Pada saat yang sama,
Korea Utara mencanangkan strategi ”kubu
revolusioner” serta berupaya membuat Korea Selatan
menjadi negara komunis.
Sejak awal tahun 1970-an, ketegangan-
ketegangan yang ditimbulkan oleh Perang Dingin
mulai menurun, ketika negara-negara kapitalis
maupun komunis lebih memilih kondisi yang tenang.
Dengan latar belakang seperti ini, Seoul dan Pyongyang secara
bersamaan mengumumkan Komunike Bersama Selatan-Utara
pada tanggal 4 Juli 1972, serta memulai dialog dan pertukaran-
pertukaran dalam skala terbatas, termasuk Dialog Palang Merah
Selatan-Utara dan Pertemuan Komite Koordinasi Selatan-Utara.
Meski demikian, terbukti bahwa menghilangkan rasa permusuhan
dan ketidakpercayaan antara Korea Selatan dan Utara atau
membangun rasa saling percaya di arena politik merupakan
sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.
Pada tahun 1979, Uni Soviet menyerbu Afganistan, yang
membawa seluruh dunia ke dalam konfrontasi Perang Dingin
yang baru dan memperburuk hubungan antar-Korea. Sampai
pertengahan tahun 1980-an, reformasi dan keterbukaan di Uni
Soviet memicu percepatan reformasi dan keterbukaan di negara-
negara komunis Eropa Timur. Sejalan dengan berakhirnya Perang
Dingin, hubungan antar-Korea mencapai titik balik yang penting.
Pada tanggal 7 Juli 1988, sebagai tanggapan terhadap
menurunnya intensitas Perang Dingin di seluruh dunia, Pemerintah
Korea Selatan mengumumkan Deklarasi Khusus untuk
Kepentingan Martabat Bangsa, Penyatuan Korea dan
Kesejahteraan. Sampai tahun 1990, hubungan antar-Korea telah
meningkat secara dramatis dengan dimulainya Pertemuan-
pertemuan Tingkat Tinggi antara perdana menteri Korea Selatan
dan Utara.
Babak kelima pertemuan
tingkat tinggi pada tahun 1991
58
Hubungan Antar-Korea
Pada babak kelima Pertemuan Tingkat Tinggi tahun 1991, kedua
perdana menteri menandatangani Perjanjian Rekonsiliasi, Non-Agresi,
dan Pertukaran dan Kerjasama antara Korea Selatan dan Utara, yang
juga dikenal sebagai Perjanjian Dasar. Persetujuan ini merupakan
langkah maju pertama menuju proses perdamaian dan penyatuan
kembali di Semenanjung Korea.
Bagaimanapun juga, disebabkan oleh kesulitan-kesulitan ekonomi
di Korea Utara, pihak-pihak asing mengharapkan jatuhnya rezim
Jumlah Produksi dan Jumlah Tenaga Kerja di Kompleks Perindustrian Gaeseong
Sumber: Kementerian Unifikasi
2005.3 2005.6 2005.9 2005.12 2006.3 2006.6 2006.9 2006.12 2007.3 2007.6 2007.9 2007.12
Nilai barang yang diproduksi (dalam jutaan dollar)
Jumlah tenaga kerja Korea Utara
2.000
3.657
6.025
6.541
7.871
8.879
11.189
12.492
15.584
17.671
22.538
59,6
41,9
26,9
19,9
14,8
12,6
10,9
2,8
0,7 0,5
47,7
35,4
Korea Utara. Di samping itu, ada kecurigaan mengenai apakah
Korea Utara telah mengembangkan senjata nuklir ketika Korea
Utara menarik diri dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir pada
bulan Maret 1993. Karena perkembangan-perkembangan ini,
ketegangan di Semenanjung Korea meningkat pada
pertengahan 1990-an.
Permasalahan program nuklir Korea Utara hampir
menyebabkan terputusnya hubungan antar-Korea, dan
hubungan ini mulai meningkat kembali ketika Pemerintahan
Kim Dae-jung (1998-2003) meluncurkan kebijakan rekonsiliasi
dan kerja sama, yang dinamakan Kebijakan Sinar Matahari.
Upaya-upaya ini mencapai puncak pada konferensi tingkat
tinggi pertama antar-Korea, yang diselenggarakan di Pyongyang
pada bulan Juni 2000 dan menghasilkan Deklarasi Bersama
Selatan-Utara 15 Juni.
Pertemuan antar-Korea berfungsi sebagai titik yang
menentukan dalam hubungan antar-Korea, mengakhiri lima
dekade konfrontasi dan permusuhan dan digantikan dengan
rekonsiliasi dan kerja sama.
Sejak bulan Juni 2000, banyak kemajuan telah dicapai
dalam hubungan antar-Korea. Dialog telah terjadi di berbagai
59
Bersatunya Kembali Secara Resmi Keluarga-keluarga yang Terpisah
Sumber: Kementerian Unifikasi
(jiwa)
2.394
1.242
1.724
2.691
1.926
3.134
3.236
3.613
Konferensi Tingkat Tinggi
Korea Selatan-Utara pertama
yang bersejarah pada tahun
2000
60
Upaya-upaya Menuju Penyelesaian Damai
Masalah Nuklir Korea Utara
Hubungan Antar-Korea
terpisah telah dimulai. Di samping itu, telah terjadi
peningkatan dalam hal pertukaran antar-Korea dalam bentuk
tenaga kerja maupun barang.
Pemerintahan Roh Moo-hyun (2003-2008) telah secara
konsisten melaksanakan kebijakan perdamaian dan
kesejahteraan terhadap Korea Utara, yang berlandaskan
pada Kebijakan Sinar Matahari yang dicanangkan oleh
pemerintahan Kim Dae-jung. Konferensi tingkat tinggi kedua
antara pemimpin-pemimpin Korea Selatan dan Utara, yang
berlangsung pada tanggal 2 – 4 Oktober 2007 di Pyongyang,
merupakan suatu pertemuan penting terutama karena ini
adalah pertemuan kedua antara para pemimpin Korea
Selatan dan Utara di tengah perubahan-perubahan yang
terjadi dalam hubungan antara kedua Korea dan wilayah
Asia Timur Laut yang lebih luas. Pemimpin kedua negara
membahas serangkaian permasalahan yang masih belum
terselesaikan seperti misalnya diciptakannya perdamaian,
kesejahteraan kedua belah pihak, kerja sama ekonomi, rekonsiliasi
dan penyatuan kembali, serta mengumumkan ”Deklarasi untuk
Pembangunan Hubungan Antar-Korea serta Perdamaian dan
Kesejahteraan” yang terdiri dari delapan butir.
Baik Korea Selatan maupun Utara telah menghentikan siaran-
siaran propaganda yang saling menyerang, menurunkan alat-
alat propaganda di Zona Demilitarisasi, serta telah membuka
hotline militer.
Selain itu, kedua pemimpin telah sungguh-sungguh
mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama lebih
dari setengah abad serta telah menciptakan podium bersama
untuk menjamin terciptanya perdamaian dan kesejahteraan
yang sesungguhnya di Semenanjung Korea.
Pemerintah Korea Selatan telah menyatakan bahwa sebagai tugas
utama dalam kebijakan keamanannya, Korea Selatan akan melakukan
sebuah terobosan dalam permasalahan nuklir Korea Utara melalui
Pertemuan Enam Pihak – melibatkan kedua Korea, Amerika Serikat,
Cina, Rusia dan Jepang. Pemerintah Korea Selatan sedang berusaha
menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hubungan antar-Korea
sebagai pendorong untuk menyelesaikan permasalahan nuklir tersebut.
Wakil dari enam negara
berpose untuk foto bersama
pada pertemuan untuk
membahas pelucutan senjata
nuklir Korea Utara di Beijing,
Cina, pada tanggal
30 September 2007.
61
Berkat upaya-upaya penyelesaian masalah nuklir melalui dialog,
babak keempat Pertemuan Enam Negara menghasilkan enam butir
Pernyataan Bersama pada tanggal 19 September 2005. Pernyataan
ini membahas tentang ditinggalkannya senjata nuklir oleh Korea Utara
dan penerapan prinsip-prinsip. Pernyataan Bersama ini kemudian diikuti
oleh diadopsinya Pernyataan Ketua pada babak kelima Pertemuan
Enam Negara pada bulan November 2005. Pernyataan ini menegaskan
kembali komitmen negara-negara yang terlibat untuk menerapkan
butir-butir yang terdapat dalam Pernyataan Bersama 19 September.
Pertemuan Enam Negara ini terhambat oleh konfrontasi antara
Amerika Serikat dan Korea Utara yang disebabkan oleh sanksi ekonomi
Amerika Serikat terhadap Korea Utara dan pemalsuan uang dolar
Amerika oleh Korea Utara. Di samping itu, setelah Korea Utara
melakukan uji coba peluru kendali pada tanggal 5 Juli 2006, serta
melakukan uji coba nuklir pada tanggal 9 Oktober 2006, permasalahan
nuklir memasuki periode yang menegangkan. Dengan melakukan
kerja sama yang erat dengan masyarakat internasional, Pemerintah
Korea Selatan mengambil tindakan balasan terhadap Korea Utara,
termasuk penahanan bantuan pemberian beras dan pupuk. Memahami
bahwa menyelenggarakan kembali Pertemuan Enam Negara sesegera
mungkin adalah langkah penting untuk menemukan solusi mendasar
dari masalah nuklir ini, Pemerintah Korea Selatan melakukan upaya-
upaya diplomatik demi terselenggaranya pertemuan ini. Sebagai
hasilnya, sesi kedua dari babak kelima Pertemuan Enam Negara
diselenggarakan pada tanggal 18 Desember 2006 dan sesi ketiga
62
diadakan dari tanggal 8 Februari 2007.
Pada tahun 2007, terjadi kemajuan pada upaya-upaya untuk
melucuti fasilitas-fasilitas nuklir Korea Utara dengan adanya
kerjasama antara enam negara. Negara-negara yang peduli
sepakat untuk menutup dan menyegel fasilitas-fasilitas nuklir
Korea Utara melalui Persetujuan 13 Februari dan Perjanjian 3
Oktober. Mereka juga menyusun “langkah-langkah tahap
pertama” untuk menerapkan isi Kesepakatan Bersama 19
September, termasuk menyatakan penghentian kemampuan
senjata nuklir. Perkembangan hubungan antar-Korea dan
kemajuan dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara
mencapai puncaknya pada Konferensi Tingkat Tinggi Antar-
Korea pada bulan Oktober 2007.
Bentuk-bentuk pertukaran antar-Korea mempercepat proses
rekonsiliasi dan kerjasama, menciptakan perdamaian dan stabilitas
di Semenanjung Korea, dan meningkatkan dialog dan kerja
sama antara Korea Utara dan negara-negara lain yang peduli
dengan masalah ini. Bagaimana masalah nuklir Korea Utara
diselesaikan dan berkembangnya hubungan antar-Korea akan
berakibat pada lebih dari sekedar perubahan dari perjanjian
gencatan senjata yang telah ada saat ini menuju perdamaian
yang bersifat permanen. Perkembangan-perkembangan ini juga
akan berperan besar dalam menciptakan kerja sama dalam
bidang keamanan dan ekonomi di seluruh wilayah Asia Timur
Laut. Dengan demikian, situasi politik di Semenanjung Korea
dan seluruh kawasan Asia Timur Laut berada pada titik balik;
bergerak menuj u perdamai an dan kesej ahteraan.
Pertandingan persahabatan
sepakbola pria antar - Korea
Hubungan Antar-Korea
63
Menyusul pembagian Korea, kedua bagian dari Semenanjung
Korea ini menjadi semakin heterogen. Oleh sebab itu, Pemerintah
Korea Selatan telah berusaha keras untuk membangun kembali
komunitas nasional melalui bentuk-bentuk pertukaran antar-
Korea dan kerjasama daripada melaksanakan proses penyatuan
secara tergesa-gesa.
Pertukaran dan Kerjasama Antar-Korea
Komplek Perindustrian Gaeseong adalah proyek kerjasama ekonomi
antar-Korea yang dikembangkan dan diupayakan oleh kedua Korea
di dekat Gaeseong, sebuah kota di Propinsi Hwanghae Utara di Korea
Utara di seberang Zona Demilitarisasi. Dengan perjanjian antara Hyundai
Asan dan Korea Utara, pembangunan dimulai di lokasi pada tanggal
30 Juni 2003, setelah dilakukan perundingan resmi antar-Korea.
Kompleks ini mulai benar-benar beroperasi pada akhir bulan Desember
2007, ketika tahap pertama pembangunan dan undian untuk
menentukan tanah kapling telah selesai.
Kompleks Perindustrian Gaeseong terutama menyatukan modal
dan teknologi Korea Selatan dengan tenaga kerja dan lahan dari Korea
Utara demi meraih keuntungan bersama. Kompleks perindustrian ini
mengubah wilayah konfrontasi dan ketegangan menjadi suatu wilayah
rekonsiliasi dan perdamaian. Jalan Gyeongui menyeberangkan 600
kendaraan, dan 1.000 orang staf dan persediaan melewati Zona
Kompleks Perindustrian Gaeseong
Pekerja-pekerja dari Korea
Utara pada Kompleks
Perindustian Gaeseong
64
Pada tahun 2007, kedua Korea
mulai memberikan pelayanan
pengangkutan barang melalui
kereta api antara Munsan,
Korea Selatan, dan Bongdong,
Korea Utara
Hubungan Antar-Korea
Demilitarisasi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana serta
mempersiapkan zona industri tersebut untuk perusahaan-
perusahaan yang baru hadir. Sampai akhir Desember 2007, ada
65 perusahaan yang beroperasi di kompleks ini. Sepanjang
tahun 2007, mereka menghasilkan produksi senilai $184,78
juta – hampir $40 juta berasal dari ekspor. Karena nilai produksi
kumulatif dari kompleks industri ini sejak tahun 2005 hanya
sebesar $273,7 juta, nilai produksi tahun 2007 jelas merupakan
peningkatan yang signifikan.
Pemerintah Korea Selatan akan melakukan upaya-upaya
konsisten – berdasarkan perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh
kedua Korea – untuk melakukan perundingan secara mendalam
dengan pihak berwenang Korea Utara dan firma yang ada serta
mengawasi seluruh proses pembangunan, sehingga perusahaan-
perusahaan dapat berinventasi dan terus menjalankan bisnis
mereka di kompleks perindustian ini.
Menghubungkan Kembali Rel Kereta Api Antar-Korea
Pada tanggal 19 Februari 1992, melalui Perjanjian Dasar Utara-
Selatan, kedua Korea sepakat untuk menghubungkan kembali
jalur kereta api mereka yang selama ini terputus. Satu dekade
kemudian, pada tanggal 18 September 2002, peletakan batu
pertama untuk menghubungkan kembali sistem rel kereta api
dan jalan di kedua pantai – Jalur dan Jalan Gyeongui di pantai
barat dan Jalur dan Jalan Donghae (Pantai Timur) berlangsung
secara bersamaan. Jalan-jalan ini selesai dibangun pada bulan
65
Oktober 2004 dan telah digunakan sejak tanggal 1 Desember
pada tahun yang sama. Kedua Korea sepakat untuk melakukan uji
coba penggunaan sistem rel kereta api pada tanggal 11 Mei 2006.
Pada tanggal 17 Mei 2007, untuk pertama kalinya sejak terbaginya
Korea 56 tahun yang lalu, kereta api berjalan melewati Zone Demilitarisasi
baik pada rel kereta api Gyeongui maupun Donghae.
Sejak tanggal 11 Desember 2007, layanan harian kereta muatan
antara stasiun Munsan di Korea Selatan dan Bongdong di Korea Utara
dimulai. Penghubungan rel kereta dan jalan antar-Korea memiliki
banyak manfaat pada tingkat-tingkat kepentingan yang berbeda.
Sistem ini tidak hanya mengurangi biaya logistik namun juga membantu
mengurangi ketegangan antar-Korea, mempercepat pembangunan
Kompleks Perindustrian Gaeseong, serta memajukan pariwisata di
Gunung Geumgangsan Resort di Korea Utara. Di masa depan, rel-
rel kereta api ini akan dihubungkan dengan rel kereta dan jalan trans-
Siberia atau trans-Cina, yang semakin memperkuat posisi Korea Selatan
sebagai pusat penghubung logistik untuk wilayah Asia Timur Laut.
Pertukaran-pertukaran Sosial Budaya dan Kerjasama
Kim Soon-kwon (Dr. Corn)
Sebagai kepala Organisasi Jagung
Internasional (ICF), Dr. Kim
mengawasi perkembangan
”jagung super,” sejenis tanaman
biji-bijian yang direkayasa untuk
memberikan hasil yang lebih besar.
Pada tahun 1998, ICF mengirimkan
biji-biji jagung super ke Korea
Utara dan mulai berkerjasama
dengan para peneliti Korea Utara
untuk menemukan cara-cara baru
untuk menyelesaikan masalah
kekurangan pangan di sana.
Proyek-proyek kerjasama dalam bidang sosial budaya telah banyak
meningkat sejak dikeluarkannya Deklarasi Bersama pada tanggal 15
Juni 2000. Pada akhir tahun 2007, telah terjadi 498 acara yang
melibatkan 12.700 orang dalam pertukaran-pertukaran
66
Anggota keluarga dari Korea Selatan
dan Utara yang dulunya terpisah
bertemu pada reuni resmi keluarga
Hubungan Antar-Korea
Bersatunya kembali keluarga-keluarga yang terpisah merupakan
masalah yang penting dan mendesak bagi Pemerintah yang
harus diselesaikan dengan mengingat bahwa manusia memiliki
keinginan yang bersifat universal untuk
menjalin hubungan dengan anggota keluarga.
Kedua Korea harus teguh berpegang pada
perjanjian yang dibuat pada Pertemuan Palang
Merah Antar-Korea ke-9 yang dilangsungkan
pada bulan November 2007. (Perjanjian ini
menuntut agar 400 orang dipertemukan
kembali setiap tahunnya, 100 orang akan
bertemu dalam suatu pertemuan khusus, 160
keluarga akan dipersatukan kembali melalui
layar dan 120 keluarga menjalin hubungan
melalui pertukaran korespondensi visual).
sosial-budaya antar-Korea, 15 kali lebih banyak dibandingkan apa
yang dicapai sebelum tahun 1999.
Pertukaran-pertukaran sosial-budaya pada sektor sipil
merupakan hal yang penting karena memberikan sumbangan
penting dalam dialog antar-Korea secara keseluruhan. Kini,
pertukaran pada tingkat sipil telah berhasil menyelenggarakan
perayaan-perayaan untuk memperingati ulang tahun konferensi
tingkat tinggi antar-Korea pada tahun 2000 dan Hari Kemerdekaan
(15 Agustus), mengatur proses pengembalian monumen Joseon
dari abad ke-16 ke Korea Utara yang diambil oleh pemerintah
pendudukan Jepang selama masa penjajahan, serta memulai
proyek pembuatan kamus bersama Korea. Proyek-proyek ini
beserta dengan proyek-proyek lain bertujuan memulihkan kembali
kesatuan rakyat Korea. Pemerintah Korea Selatan terus
mengundang seniman-seniman Korea Utara untuk berkunjung
ke Korea Selatan, sehingga rakyat Korea Selatan memiliki
pemahaman yang lebih baik mengenai budaya Korea Utara melalui
kreativitas dan bakat mereka. Upaya-upaya lain untuk
mempersempit perbedaan-perbedaan antara kebudayaan kedua
Korea juga terus berlanjut. Di dunia olahraga, para pejabat
pemerintah sedang berusaha untuk menggantikan peristiwa-
peristiwa olahraga yang biasanya berlangsung hanya satu kali
dengan pertandingan-pertandingan yang bersifat teratur yang
mampu memperkuat kerjasama antara kedua Korea.
Bersatunya Kembali Keluarga-keluarga
Korea yang Terpisah
67
Pemerintah bertujuan untuk memberikan prioritas pada masalah
kemanusiaan ini dan berunding secara lebih agresif dengan Korea
Utara, sehingga ketika pusat reuni di Gunung Geumgang telah
selesai dibangun pada bulan Juli 2008 seperti yang diharapkan,
pertemuan-pertemuan akan kembali dapat terlaksana secara
cepat dan teratur.
Arah Kebijakan di Masa Depan
Berdasarkan kemajuan yang telah dibuat sejauh ini dalam hubungan
antar-Korea, Pemerintahan Lee Myung-bak akan menitikberatkan
pada keberhasilan penyelesaian masalah nuklir Korea Utara dan
penciptaan perdamaian yang bertahan lama. Menyelesaikan
permasalahan nuklir Korea Utara merupakan hal utama untuk
menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea. Hal ini adalah
benang merah penting dalam mencapai kemajuan dalam hal
perdamaian dan pembangunan ekonomi. Supaya pertukaran dan
kerjasama ekonomi antara kedua Korea mengalami perkembangan,
perdamaian harus diciptakan, dan pada gilirannya kerja sama
ekonomi akan mempercepat terciptanya perdamaian.
Perdamaian di Semenanjung Korea yang berlandaskan pada
perjanjian gencatan senjata telah berlangsung selama lebih dari
setengah abad. Pertama-tama, Pemerintah akan mengutamakan
keberhasilan penyelesaian pembicaraan yang telah berlangsung
mengenai permasalahan nuklir Korea Utara. Pada saat yang sama,
Pemerintah akan bekerja secara realistis dan sistematis dalam rangka
menggantikan perjanjian gencatan senjata dengan struktur
perdamaian yang permanen.
Secara khusus, Pemerintahan ini akan bekerjasama dengan
masyarakat internasional untuk mempelopori terbentuknya
masyarakat ekonomi antar-Korea, berdasarkan rencana ”tanpa-
nuklir, keterbukaaan, 3000” yang membutuhkan hubungan timbal-
balik antara kedua Korea. Selain itu, Pemerintahan ini juga akan
berupaya memperkuat hubungan baik dengan Amerika Serikat
dan Jepang demi berhasilnya Pertemuan Enam Negara dan
memperluas kerjasama dengan Rusia dan Cina. Pemerintahan ini
akan melakukan perubahan besar dalam kerangka kerja yang lama
dengan menggunakan cara berpikir dan tindakan-tindakan yang
berorientasi masa depan, demi mencapai Korea yang bersifat global
yang dapat memberikan sumbangan pada perdamaian dunia,
demokrasi dan kesejahteraaan; sebuah Korea yang bernafas dalam
satu kesatuan dengan dunia.
68
Sekilas Pandang Hubungan Antar-Korea
Perang Korea dimulai pada tanggal 25 Juni 1950, ketika
Korea Utara menyerbu Korea Selatan. Perjanjian
gencatan senjata ditandatangani pada tahun 1953.
Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang
menakjubkan sejak tahun 1960 telah mempengaruhi
hubungan antara kedua Korea. Dengan pondasi
ekonominya yang kuat, Korea Selatan
mampu mengajukan usulan untuk
membangun dialog dan pertukaran-
pertukaran dengan Korea Utara.
Prestasi-prestasi Besar dalam
Hubungan Antar-Korea
18 November 1998
Paket-paket wisata
ke Gunung
Geumgansan di
Korea Utara dimulai
untuk wisatawan -
wisatawan
Korea Selatan
25 Juni 1950
Perang Korea dimulai
27 Juli 1953
Penandatanganan
perjanjian gencatan senjata
4 Juli 1972
Pengumuman Komunike
Bersama Selatan-Utara 4 Juli
30 November 1972
Komite Koordinasi
Selatan-Utara
20-23 September 1985
Pertemuan kembali
keluarga-keluarga Korea
yang terpisah
69
11 Desember 2007
Jalur kereta api antar-Korea
Gyeongeui dan Donghae dibuka
(jasa pengangkutan antara Munsan
dan Bongdong dimulai)
13 - 15 Juni 2000
Konferensi Tingkat Tinggi
antar-Korea pertama
15 September 2000
Kedua Korea bersama-sama
memasuki upacara pembukaan
Olimpiade Sidney
30 Juni 2003
Peletakan Batu Pertama untuk pembangunan
Kompleks Perindustrian Gaeseong
19 September 2005
Babak keempat Pertemuan Enam Negara
menghasilkan Pernyataan Bersama yang
menuntut denuklirisasi di Semenanjung Korea
2-4 Oktober 2007
Konferensi Tingkat Tinggi
antar-Korea kedua
5 Desember 2007
Paket wisata Korea
Selatan ke kota
bersejarah Gaeseong
dimulai
K
O
R
E
A


D
I


T
E
N
G
A
H


D
U
N
I
A
K
O
R
E
A


D
I


T
E
N
G
A
H


D
U
N
I
A
Hubungan Internasional
Per t ukar an- per t ukar an Ekonomi
Perdamaian dan Kerjasama Internasional
Arah Kebijakan di Masa Depan
Korea di Tengah Dunia
6
menjalin hubungan kerjasama dengan negara-negara Dunia
Ketiga. Sejak tahun 1970-an, diplomasi Republik Korea telah
dirancang untuk meningkatkan penyatuan kembali Semenanjung
Korea secara independen dan damai. Republik Korea juga telah
memperkuat ikatan dengan sekutu-sekutunya dan turut serta
secara aktif dalam organisasi-organisasi internasional.
Dengan landasan diplomatik yang mantap, Republik Korea
terus membangun hubungan-hubungan kerjasama dengan
semua negara di setiap bidang sepanjang era 1980-an. Pada
akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, perubahan-perubahan
besar di Eropa Timur dan negara bekas Uni Soviet mengakhiri
Perang Dingin, sedangkan Republik Korea bergerak dengan
cepat untuk memanfaatkan situasi dengan secara aktif
mempromosikan suatu ”Diplomasi Utara.”
Usaha yang penuh semangat dari kebijakan Diplomasi Utara
semakin memperluas ikatan yang telah melemah dikarenakan
perbedaan yang bersifat ideologis dan struktural dengan negara-
negara yang sebelumnya tergabung dalam Blok Komunis.
Hubungan dengan sebagian besar negara-negara ini, termasuk
Uni Soviet dan Cina, bisa dipulihkan dalam waktu singkat,
sehingga membuat hubungan luar negeri Korea benar-benar
mendunia. Korea Selatan dan Utara bergabung dengan
Perserikatan Bangsa-bangsa pada saat yang bersamaan pada
bulan September 1991, sebagai bukti keberhasilan Diplomasi
Utara.
73
Korea Selatan dan Utara
bergabung dengan Perserikatan
Bangsa-bangsa pada saat yang
bersamaan pada bulan
September 1991.
Lebih lanjut, landasan untuk hidup berdampingan secara
damai antara Korea Selatan dan Utara diletakkan pada bulan
Desember 1991 ketika kedua Korea menyelesaikan Perjanjian
mengenai Rekonsiliasi, Non-Agresi dan Pertukaran dan Kerjasama
(Perjanjian Dasar Selatan-Utara) dan Deklarasi Bersama
Denuklirisasi Semenanjung Korea. Dokumen-dokumen bersejarah
ini menanamkan bibit-bibit perdamaian di Semenanjung Korea
dan di wilayah Asia Timur Laut, mewujudkan sebuah langkah
penting menuju penyatuan kembali secara damai negara yang
terpecah ini.
Mantan Presiden Kim Dae-jung,
yang memperoleh Hadiah Nobel
Perdamaian pada tahun 2000.
74
Korea di Tengah Dunia
Ketika Perang Dingin dimulai, suatu kecenderungan menuju
regionalisme muncul. Negara-negara seperti Republik Korea, yang
telah berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh
ekspor, menyadari bahwa mereka sedang menghadapi suatu tata
ekonomi internasional baru yang berbeda dengan yang sebelumnya.
Pertumbuhan ekspor Korea sebagian besar bergantung pada
perdagangan dengan negara-negara maju – Amerika Serikat, Jepang
dan Uni Eropa. Hal ini kerap kali menimbulkan perselisihan mengenai
ketidakseimbangan perdagangan. Namun, seiring dengan
peningkatan perdagangan dengan negara-negara berkembang
yang dilakukan oleh Korea, ketergantungan pada perdagangan
dengan negara-negara maju telah mengalami penurunan secara
tetap.
Hubungan dagang antara Republik Korea dengan negara-negara
berkembang dan negara-negara Eropa Timur akan terus meluas
selama ekonomi dan perdagangan Korea terus meningkat dan
struktur industri negara ini tetap terpusat pada penggunaan teknologi
yang intensif. Bilamana telah menyelesaikan restrukturisasi industrinya,
Korea akan mampu untuk memberikan sumbangan yang lebih
besar pada pembangunan ekonomi internasional dengan cara
mempercepat kerjasama dengan negara-negara berkembang
dengan landasan keuntungan-keuntungan komparatif serta sektor-
sektor yang melengkapinya.
Sejauh negara-negara maju tetap menjadi unsur utama dalam
perdagangan dan sebagai mitra utama dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi industri, Korea akan berusaha untuk
meminimalkan perselisihan melalui pembukaan pasar industri,
Pertukaran-pertukaran Ekonomi
pertanian, dan jasa yang bersifat timbal-balik.
Masalah-masalah lingkungan global, seperti menipisnya lapisan
ozon, pemanasan global, dan penggundulan hutan telah muncul
sebagai tantangan-tantangan baru bagi masyarakat di seluruh
dunia. Setelah mengambil bagian dalam Konferensi PBB tentang
Lingkungan dan Pembangunan (UNCED) pada bulan Juni 1992 –
Konferensi Bumi Tingkat Tinggi (the Earth Summit) – Pemerintah
Korea menyimpulkan bahwa pembangunan ekonomi yang
berkelanjutan tidak bisa dibiarkan untuk merusak lingkungan di
mana seluruh umat manusia bergantung. Sebagian besar rakyat
Korea sangat mendukung upaya-upaya untuk menyeimbangkan
antara pembangunan ekonomi dengan perlindungan terhadap
lingkungan melalui diadopsinya Deklarasi Rio dan perjanjian-
perj anj i an gl obal yang l ai n mengenai l i ngkungan.
Perundingan Uruguay pada dasarnya menghasilkan pengurangan
tarif yang menyeluruh serta penghapusan yang bersifat umum
terhadap hambatan-hambatan dagang non-tarif, yang merupakan
langkah penting dalam pergerakan global menuju perdagangan
bebas. Republik Korea secara pro-aktif membuka pasarnya untuk
mendukung sistem perdagangan bebas.
Korea telah menandatangani perjanjian-perjanjian pasar bebas
(Free Trade Agreements - FTAs) dengan 16 negara, termasuk Chile,
Singapura, Asosiasi Pasar Bebas Eropa (EFTA), ASEAN, dan Amerika
Serikat. Saat ini perundingan-perundingan dengan Uni
Eropa, Kanada dan India sedang berlangsung dengan tujuan
menyelesaikan seluruh perundingan pada akhir tahun 2008, dan
dasar-dasar untuk perundingan Perjanjian Pasar Bebas dengan
75
Korea - EU FTA
Negosiator utama Korea Selatan
dalam pertemuan-pertemuan untuk
membahas Perjanjian Pasar Bebas
Korea-Uni Eropa dan rekannya dari
Uni Eropa berjabat tangan pada
pembukaan babak keenam
pertemuan mereka di Seoul
Proses pemasangan mesin
pada klaster Polish LCD milik LG
Dr. Lee Jong-wook
Sebelum menjabat Direktur
Jenderal WHO, Dr. Lee adalah
pemimpin dunia dalam
perjuangan melawan dua
tantangan terbesar dalam
kesehatan dan pembangunan
internasional – tuberculosis, dan
penciptaan vaksin yang bisa
mencegah penyakit- penyakit
pada anak. Dr. Lee Jong
meninggal dunia pada pagi hari
tanggal 22 Mei 2006 setelah
sebelumnya mengalami sakit
mendadak.
76
MERCOSUR dan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council
– GCC) pada taraf pemerintah sedang dipersiapkan. Ketika terjadi
pelarangan-pelarangan impor yang tidak adil dari mitra dagang,
Korea telah menyelesaikan permasalahan tersebut baik melalui jalur-
jalur bilateral maupun dengan menggunakan prosedur penyelesaian
perselisihan dari WTO secara maksimal.
Republik Korea bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa
pada bulan September 1991, memperluas keikutsertaannya secara
aktif dalam hubungan diplomasi multilateral bertepatan dengan
posisi globalnya yang meningkat secara ekonomi. Bahkan sebelum
bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Republik Korea
telah aktif ambil bagian dalam badan-badan khusus PBB seperti
Lembaga Moneter Internasional (International Monetary Fund -
IMF), Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan
(International Bank for Reconstruction and Development - IBRD),
Organisasi Pembangunan Industri PBB (United Nations Industrial
Development Organization - UNIDO), dan Organisasi Pendidikan,
Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational,
Scientific and Cultural Organization - UNESCO), serta dalam
Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan (General
Agreement on Tariffs and Trade - GATT) dan badan-badan penting
antar-pemerintah yang lain.
Republik Korea juga telah membantu meluncurkan Program
Kebaikan Duta Besar (Goodwill Ambassadors Program) yang
dicanangkan oleh Program Pengendalian Narkotika Internasional
PBB (UN International Drug Control Program) sebagai bagian dari
kegiatan-kegiatan Dekade Melawan Penyalahgunaan Narkotika
PBB (UN Decade Against Drug Abuse). Korea menjadi tuan rumah
sesi ke-18 Pertemuan Kepala Badan-badan Penegakan Hukum
Narkotika Nasional (Meeting of Heads of National Drug Law
Enforcement Agencies), Asia dan Pasifik di Seoul pada bulan
September 1993.
Sebagai anggota PBB, Republik Korea meningkatkan upaya-
upaya untuk memperluas peran globalnya. Pada tahun 1992,
negara ini menjadi anggota beberapa badan penting PBB, seperti
Komisi Pencegahan Kejahatan dan Keadilan Pidana (Commision
on Crime Prevention and Criminal Justice), Dewan Pelaksana
Perdamaian dan Kerjasama Internasional
Korea di Tengah Dunia
77
Program Pembangunan PBB (United Nations Development Program
- UNDP), Komisi Hak-hak Asasi Manusia (Commision on Human
Rights), dan Komite untuk Program dan Koordinasi (Committee
for Program and Organization). Pada sidang ke-47 Majelis Umum
pada bulan Oktober 1992, Republik Korea terpilih dalam Dewan
Ekonomi dan Sosial PBB, satu dari organ-organ utama PBB termasuk
Dewan Keamanan dan Majelis Umum. Sumbangan keuangan
Korea terhadap anggaran tetap PBB berjumlah US$44 juta pada
tahun 2007, menempatkan Korea pada nomor 11 dari seluruh
negara anggota.
Pada sidang Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social
Council -ECOSOC) pada bulan Januari 1993, Republik Korea terpilih
sebagai wakil presiden dan menjadi ketua Komite ECOSOC. Republik
Korea juga terpilih dalam Komisi Pembangunan yang
Berkesinambungan (Committee on Sustainable Development),
suatu komisi baru yang didirikan di bawah ECOSOC pada bulan
Februari 1993 untuk mengkoordinasi dan mengawasi aktivitas-
aktivitas lingkungan dan pembangunan.
Sepanjang hampir dua dekade masa keterlibatannya di PBB,
Republik Korea telah turut serta secara aktif dalam permasalahan-
permasalahan utama yang ditangani oleh badan dunia ini, seperti
pencegahan konflik dan misi-misi penjaga perdamaian, pertemuan-
pertemuan yang membahas mengenai gencatan senjata,
perlindungan lingkungan, proyek-proyek pembangunan dan
perlindungan hak-hak asasi manusia. Secara khusus, dengan
berperan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan dari tahun
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon
Ban Ki-moon dari Republik Korea, Sekretaris Jenderal PBB kedelapan, telah
memiliki pengalaman bekerja selama 37 tahun baik di pemerintahan dalam
negeri maupun di tingkat dunia. Sebelum dipilih menjadi Sekretaris Jenderal,
Mr. Ban adalah Menteri Luar negeri dan Perdagangan di negaranya sendiri.
”Hati saya melimpah dengan rasa syukur pada negara dan rakyat saya
yang telah mengirim saya ke sini untuk mengabdi. Ini adalah sebuah
perjalanan panjang dari masa muda saya di Korea, yang dirobek-robek
oleh perang dan dilanda kemiskinan, menuju mimbar ini dengan
tanggungjawab yang besar. Saya mampu menempuh perjalanan ini karena
PBB ada bersama rakyat saya di hari-hari yang paling gelap di negara kami.
PBB memberikan kami harapan dan kebutuhan pangan, keamanan serta
martabat. PBB menunjukkan jalan yang lebih baik kepada kami. Maka saya
merasa berada di rumah sendi ri hari i ni , betapa pun panj ang j arak dan waktu yang tel ah saya tempuh.”
(Kutipan dari pidato penerimaan Sekretaris Jenderal Ban di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa)
78
1996 sampai 1997 Korea memperoleh pengalaman yang berharga.
Selama masa tugasnya, Korea memberikan sumbangan secara
konstruktif pada perundingan-perundingan yang membahas
konflik-konflik regional yang besar dengan cara menyoroti masalah
“para pengungsi politik.”
Sebagai anggota PBB yang cinta damai, Korea memiliki komitmen
untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional sehingga
Korea aktif terlibat dalam aktivitas-aktivitas menjaga perdamaian
yang dilakukan oleh PBB. Sejak bergabung dengan PBB pada tahun
1991, Republik Korea telah mengirimkan 920 pasukan dalam
operasi-operasi menjaga perdamaian, termasuk UNOSOM II di
Somalia, UNAVEM II di Angola, UNTAET di Timor Timur, UNFICYP
di Cyprus, MINURSO di Sahara Bagian Barat, dan ONUB di Burundi.
Saat ini, 38 warga negara Korea dikirim untuk UNMOGIP di
India/Pakistan, UNOMIG di Georgia, UNMIL di Liberia, UNAMA di
Afganistan, UNMIS di Sudan, UNMIT di Timor Timur dan UNMIN
di Nepal. 350 pasukan infanteri dikirim ke UNIFIL (Lebanon) pada
bulan Juli tahun lalu, sehingga secara keseluruhan terdapat 401
pasukan yang dikirim dalam delapan misi menjaga perdamaian,
yang merupakan jumlah terbesar ke-37 dari pasukan-pasukan
yang dikirim pada operasi-operasi menjaga perdamaian di antara
negara-negara anggota PBB.
Di samping pengiriman-pengiriman pasukan tersebut, Korea
masih memiliki sejumlah pasukan yang dikirim ke daerah-daerah
Korea di Tengah Dunia
BEXCO, Pusat Pertemuan dan
Pameran Busan
79
perang seperti Irak, dan, sampai sekarang, ke Afganistan juga.
Negara-negara berkembang sering menghadapi masalah serius
karena tidak memiliki pengalaman memadai dalam mempersiapkan
perencanaan-perencanaan ekonomi dan memperoleh modal investasi
yang diperlukan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi berkesinambungan.
Oleh sebab itu, pengalaman pembangunan Republik Korea dapat
menj adi model bagi negara-negara berkembang.
Korea telah mulai membantu negara-negara berkembang pada
tahun 1960-an dengan cara menerima sejumlah kecil peserta
pelatihan serta dengan mengirim beberapa ahli ke luar negeri.
Sesudah tahun 1975, ketika perekonomiannya mencapai taraf yang
lebih tinggi, Korea mulai meningkatkan jumlah bantuannya dalam
berbagai bentuk: pemberian mesin-mesin dan bahan-bahan,
bantuan dalam wujud teknologi konstruksi, pinjaman yang
dikeluarkan oleh Dana Kerjasama Pembangunan Ekonomi (Economic
Development Cooperation Fund - EDCF) serta bantuan personil
secara langsung, terutama melalui Program Sukarelawan Muda
(Youth Volunteer Program).
Republik Korea juga memberikan bantuan pada negara-negara
berkembang melalui organisasi-organisasi multilateral seperti IMF,
IBRD, ABD serta hampir selusin organisasi-organisasi keuangan
internasional yang lain.
Kesatuan Dongmyeong dari
Korea Selatan merawat pasien
setempat yang berjumlah total
3.000 jiwa dalam waktu 8
bulan di kota Tyr di sebelah
selatan Lebanon.
80
Korea di Tengah Dunia
Badan Kerjasama
Internasional Korea
(KOICA)
KOICA menekankan pada
penghapusan kemiskinan serta
turut serta secara aktif dalam
upaya-upaya mencapai tujuan
pembangunan internasional
dan menyelesaikan masalah-
masalah global, seperti
misalnya pembangunan
sosio-ekonomi yang
berkesinambungan dan
meningkatkan kualitas
pemerintahan di
negara-negara berkembang.
Pada bulan April 1991, Republik
Korea membentuk Badan Kerjasama
I nter nasi onal Korea ( Korean
International Cooperation Age ncy
- KOICA) di bawah Kementerian
Luar Negeri untuk melakukan
konsolidasi terhadap bantuan yang
diberikan pada negara-negara
berkembang. Badan ini memberikan
bantuan teknis dan keuangan pada
negara-negara berkembang serta
membagikan pengalaman dan
keahl i an Korea dal am hal
pembangunan.
KOICA menerapkan program-program kerjasama yang
beragam, seperti mengirimkan dokter, pakar industri, instruktur
taekwondo dan sukarelawan-sukarelawan lain, mengundang
peserta-peserta pelatihan ke Korea serta memberikan bantuan
pada organisasi-organisasi non-pemerintah. KOICA berperan
dalam memperkokoh citra mengenai Korea dengan cara
membangun hubungan-hubungan kerjasama dengan negara-
negara berkembang. Korea menyumbang US$455 juta untuk
Bantuan Resmi Pembangunan (Official Development Aid - ODA)
pada tahun 2006.
Republik Korea memiliki komitmen untuk melakukan
pertukaran-pertukaran budaya dengan negara-negara lain untuk
memperkokoh persahabatan dan kesepahaman antara dua
negara, serta untuk turut berperan dalam proses rekonsiliasi
dan kerjasama global. Korea juga berupaya memperkenalkan
budaya dan seni tradisional Korea di luar negeri dan memberikan
dukungan pada program-program studi Korea di luar negeri
maupun berbagai konferensi akademik dan pertukaran olahraga.
Yayasan Korea, didirikan pada tahun 1991, mengkoordinasikan
dan memberikan dukungan pada program-program pertukaran
budaya internasional.
Arah Kebijakan di Masa Depan
Republik Korea akan mengambil posisi yang lebih positif dengan
visi yang lebih luas serta melaksanakan diplomasi global melalui
kerjasama secara aktif dengan masyarakat internasional.
Dengan melampaui perbedaan-perbedaan dalam hal ras,
81
agama, dan kekayaan, Korea akan menjalin persahabatan
dengan seluruh bangsa dan suku bangsa.
Dengan menghormati prinsip-prinsip universal mengenai
demokrasi dan ekonomi pasar, Republik Korea akan mengambil
bagian dalam pergerakan global menuju perdamaian dan
pembangunan.
Pemerintah akan berupaya untuk mengembangkan dan
semakin memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat dan
negara-negara sekutu Korea yang lain. Untuk menjamin lancarnya
perekonomian Korea, pemerintah akan berusaha untuk
memperoleh persediaan sumber daya alam dan energi yang
aman dan stabil. Di samping itu, pemerintah akan mengarahkan
Korea agar mampu menjadi pemimpin dalam kerjasama
internasional yang ramah lingkungan.
Sesuai dengan kekuatan ekonomi dan peran globalnya yang
besar, usaha-usaha diplomasi Korea akan memberikan
sumbangan dalam memajukan dan menjaga nilai-nilai universal.
Tentara-tentara Korea akan turut serta secara aktif dalam operasi-
operasi menjaga perdamaian PBB, dan Pemerintah akan
memperbesar anggaran untuk bantuan resmi pembangunan
(Official Development Assistance - ODA).
Bantuan resmi pembangunan (ODA) bilateral Korea berdasarkan wilayah
Sumber: Statistik Pembangunan
Internasional Online DB, OECD
Wilayah-wilayah lain (11,3%)
Oceania (0,3%)
Eropa (8,3%)
Amerika Latin (6,9%)
Afrika (12,7%)
Timur Tengah (19,1%)
Asia (41,4%)
E
K
O
N
O
M
I
Pertumbuhan Ekonomi
Inovasi Industri
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Informasi dan Telekomunikasi
Tantangan-tantangan Ekonomi
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment – FDI)
Liberalisasi Pasar Modal
Sistem Pendukung yang Berorientasi pada Investor
Penghubung Logistik Kelas Dunia
Tinjauan Ekonomi
Ekonomi
7
Ekonomi
Ekonomi
7
Pertumbuhan Ekonomi
84
Korea mampu pulih secara cepat dari badai ekonomi yang
melanda dunia pada akhir tahun 1997. Krisis ini, yang menimpa
pasar di seluruh Asia, telah mengancam prestasi-prestasi luar
biasa yang dicapai Korea dalam bidang ekonomi. Akan tetapi,
berkat penerapan yang tepat dari perjanjian dengan IMF, ketetapan
hati Pemerintah untuk melakukan reformasi, serta negosiasi
restrukturasi utang luar negeri yang berhasil dengan bank-bank
pemberi dana, Korea mampu kembali melambung dan bahkan
kini jauh lebih kuat secara ekonomi. Sejak dimulainya krisis
ekonomi ini, Korea secara cepat mengintegrasikan dirinya dengan
perekonomian dunia. Tujuan negara ini
adalah menyelesaikan masalah-masalah
yang berakar di masa lampau dengan
menciptakan suatu struktur ekonomi yang
tepat bagi perekonomian yang maju.
Korea, yang dulu dikenal sebagai salah
satu negara agraris termiskin di dunia,
tel ah benar-benar mel aksanakan
pembangunan ekonomi sejak tahun 1962.
Dalam waktu kurang dari empat dekade,
Korea telah berhasil meraih apa yang
disebut “Keajaiban di Sungai Hangang”
– suatu proses luar biasa yang telah
mengubah Korea secara dramatis yang
menandai suatu titik balik dalam sejarah
Korea.
Keajaiban di Sungai
Hangang
“Keajaiban di Sungai Hangang”
merupakan suatu julukan yang
digunakan untuk melukiskan
periode pertumbuhan ekonomi
yang cepat yang terjadi di Korea
Selatan sesudah Perang Korea.
Suatu strategi pembangunan ekonomi yang berorientasi keluar,
dengan ekspor sebagai mesin pertumbuhan, memberikan sumbangan
besar dalam menciptakan transformasi radikal dalam bidang ekonomi
di Korea. Atas dasar strategi semacam itu, terdapat banyak program
pembangunan yang berhasil diterapkan. Sebagai hasilnya, dari tahun
1962 sampai tahun 2007, Gross Domestic Product (GDP) Korea
mengalami peningkatan dari US$2,3 miliar menjadi US$969,9 miliar,
dengan per capita GNI melonjak dari $87 menjadi $20.045. Angka-
angka yang menakjubkan ini jelas menunjukkan betapa besar
keberhasilan yang telah dicapai oleh program-program tersebut.
Produk-produk impor utama meliputi bahan mentah seperti
minyak mentah dan mineral alami, produk-produk konsumsi umum,
bahan makanan dan barang-barang seperti mesin-mesin dan peralatan
elektronik dan transportasi.
Korea berkembang pesat dari tahun 1960-an, yang dipicu oleh
rata-rata jumlah tabungan dan investasi yang tinggi, serta oleh karena
adanya penekanan pada pentingnya pendidikan. Korea menjadi
anggota ke-29 dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan
Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and
Development – OECD) pada tahun 1996.
Dengan latar belakang sejarah sebagai salah satu perekonomian
yang paling cepat pertumbuhannya di dunia, Korea sedang berupaya
untuk menjadi pusat dari blok ekonomi Asia yang kuat pada abad
ke-21. Wilayah Asia Timur Laut memiliki sejumlah sumber daya
utama yang unggul, yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan
untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, yang mencakup
85
Pertumbuhan GDP
(Unit: US$ Miliar )
Sumber : Bank Korea
(Unit: US$)
GNI Per Kapita
.
.
.
.
penduduk yang berjumlah 1,5 miliar jiwa, sumber-sumber daya
alam yang melimpah, serta pasar-pasar konsumsi berskala besar.
Mobil-mobil SUVs
(Sport Ut ilit ie s Ve hicle s ) buatan
Hyundai Motor sedang
menunggu pengapalan di
pelabuhan Ulsan di wilayah
tenggara Korea
86
Inovasi Industri
Ekonomi
Sebagai kekuatan ekonomi ke-13 di dunia, Korea telah menjadi
suatu kisah sukses tersendiri dalam banyak hal. Pada tahun 2007,
volume dagang Korea mencapai US$728 miliar, menempatkannya
pada posisi ke-11 di dunia. Korea juga memiliki cadangan devisa
keempat terbesar di dunia. Meskipun harga-harga minyak semakin
meningkat, won semakin menguat dan harga-harga bahan mentah
juga naik, ekonomi Korea tetap bertumbuh dalam ritme yang sehat.
Satu hal yang menopang pertumbuhan ekonomi Korea adalah
industri-industri utama yang telah memperoleh pengakuan di arena
global. Korea adalah negara pembuat kapal terbesar di dunia;
terbesar ketiga untuk semikonduktor, dan terbesar keempat untuk
elektronik. Industri tekstil, baja, dan petrokimia Korea merupakan
yang terbesar dari segi volume, sedangkan industri mobil Korea
juga yang terbesar kelima di dunia. Sektor pembuatan kapal telah
menjadi industri terbesar pada empat tahun terakhir ini, yang
memperoleh 40% dari pesanan pembuatan kapal di dunia.
Sebagai produsen mobil yang besar, Korea memproduksi lebih
dari 3,8 juta mobil per tahun. Sejak Korea mulai mengekspor mobil
untuk pertama kalinya pada tahun 1976, industri mobil Korea telah
berkembang dengan amat pesat. Disebabkan oleh semakin populernya
mobil-mobil produksi Korea di seluruh dunia, perusahaan-perusahaan
mobil Korea yang berhasil telah mulai membangun basis-basisnya
di tempat-tempat di luar negeri.
Menguasai 11% pangsa pasar dunia, sektor produksi
semikonduktor Korea berada dalam posisi terdepan dalam industri
ini, terutama dalam bidang flash memory dan DRAM (Dynamic
Random Access Memory). Sampai tahun 2006, DRAM Korea
menempati posisi pertama di dunia, dengan menguasai 49% dari
pangsa pasar. Yang juga menakjubkan adalah flash memory chips,
yang menguasai 63% dari pasar dunia.
Bila melihat ke belakang, arah kebijakan industri Korea berubah
secara signifikan pada setiap dekade atau lebih, yang memacu
perekonomian menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
Dari tahun 1960-an, Korea mulai meningkatkan ekspor dengan cara
memberlakukan hukum-hukum dan aturan-aturan serta melaksanakan
rencana-rencana pembangunan yang memiliki orientasi ekspor.
Industri kimia besar merupakan pusat kebijakan industri nasional
pada tahun 1970-an dan terjadi restrukturisasi industri pada tahun
1980-an. Proses restrukturisasi ini ditujukan untuk mengembangkan
usaha-usaha kecil dan menengah.
87
Negara-negara Dagang Utama, 2006
Tahun
Industri Pembuatan Mobil Pesanan Pembuatan Kapal Industri Baja
(Dalam Ribuan) (10 Gross/Ton) (1.000 Metric/Ton)
1980
1990
1995
1997
1999
2000
2002
2003
2004
2005
2006
123
1.321
2.526
2.818
2.843
3.115
3.148
3.178
3.469
3.699
3.840
1.690
4.382
7.133
12.749
12.719
19.380
12.774
28.188
25.735
19,279
33.656
9.341
24.868
36.772
42.554
41.042
43.107
45.390
46.310
47.521
47.770
48.433
Sumber : Organisasi Perdagangan Dunia
(US$ Miliar)
Sumber : Kementerian Ekonomi Pengetahuan
Amerika Serikat
Jerman
Cina
Jepang
Inggris
Perancis
Belanda
Italia
Kanada
Belgia
Hong Kong
Republik Korea
Produk-produk Industri Utama Korea
.
.
.
.
.
.
Pabrik mobil Hyundai di India
88
Ekonomi
Pembukaan dan liberalisasi pasar menandai era 1990-an.
Ketika terjadi krisis keuangan di Asia pada tahun 1997, Korea
melakukan reformasi-reformasi yang berani demi mempercepat
proses pemulihan. Perusahaan-perusahaan Korea mengambil
inisiatif untuk meningkatkan transparansi dan memenuhi standard
global sembari menerapkan kebijakan-kebijakan yang
memfasilitasi pembentukan usaha-usaha baru.
Sejak tahun 2000, inovasi telah berada pada puncak agenda
nasional. Untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam
perindustrian, Korea sedang mempromosikan baik kebijakan-
kebijakan yang ramah bisnis maupun kebijakan-kebijakan yang
memperkuat kerjasama antara perusahaan-perusahaan besar
dengan usaha-usaha kecil dan menengah.
Korea memberikan penekanan utama pada usaha-usaha
merangsang mesin pertumbuhan ekonomi nasional dan
memperbaiki struktur industrinya. Untuk meraih hal itu, Korea
bertekad terus mengembangkan sektor materi dan komponen
serta sektor j asa yang berbasi skan pengetahuan.
Setelah melakukan perjanjian pasar bebas dengan Amerika
Serikat, Korea kini berharap untuk menjajaki perjanjian-perjanjian
lain yang juga saling menguntungkan dengan mitra dagangnya.
Hal ini akan memperlancar jalan bagi Korea agar bisa terintegrasi
secara penuh dengan ekonomi global. Salah satu cara untuk
menjadi pemain aktif dalam pentas global adalah dengan memiliki
89
Distribusi Investasi Pemerintah dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan
berdasarkan Tujuan-tujuan Sosio-ekonomi
semakin banyak perusahaan Korea yang menanamkan modal serta
mengambil bagian dalam usaha-usaha dagang di luar negeri.
Dalam rangka meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi maju, Pemerintah mendirikan Institut Pengetahuan
dan Teknologi Korea ( Korea Institute of Science and Technology
– KIST) dan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(Ministry of Science and Technology – MOST) masing-masing
pada tahun 1996 dan 1997.
Pada awalnya, kebijakan-kebijakan ilmu pengetahuan dan
teknologi nasional Korea berpusat terutama pada pengenalan,
penyerapan, dan penerapan teknologi-teknologi asing. Namun,
pada tahun 1980-an, penekanan bergeser pada perencanaan
dan pelaksanaan proyek-proyek penelitian dan pengembangan
nasional untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan dalam
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini mencakup
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sumber: Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Evaluasi dan Perencanaan
Eksplorasi dan Pengembangan
Bumi 1.726
Struktur sosial dan
peningkatan hubungan 2.274
Peningkatan kesehatan publik 7.256
Pelestarian lingkungan 2.535
Penelitian tanpa orientasi
khusus 4.354
Produksi energi, distribusi, dan
penggunaan yang tepat 6.939
Produksi industri dan pengembangan teknologi 30.024
Pemanfaatan tanah dan lapisan bawah tanah
yang sistematis 1.037
Penjelajahan dan pengembangan luar angkasa 3.075
Peningkatan pertahanan nasional 10.239
Lain-lain 12.574
Teknologi pertanian dan
pengembangan produksi 5.608
(Unit: 100 juta won)
90
Ekonomi
program-program untuk meningkatkan investasi penelitian dan
pengembangan baik pada sektor publik maupun swasta serta
untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki
keterampilan tinggi.
Sejak awal tahun 1990-an, Pemerintah telah berkonsentrasi
pada tiga wilayah: mengembangkan penelitian dalam bidang ilmu-
ilmu pengetahuan dasar, melaksanakan distribusi dan penggunaan
sumber daya penelitian dan pengembangan secara efisien, serta
memperluas kerjasama internasional. Upaya-upaya ini dimaksudkan
untuk meni ngkatkan daya sai ng teknol ogi Korea.
Sampai akhir tahun 2006, total investasi untuk penelitian
dan pengembangan Korea mencapai US$28,6 miliar,
atau 3,2 persen dari total GDP. Korea juga akan
memberikan investasi dalam pengembangan teknologi
untuk bidang kesejahteraan umum yang akan
meningkatkan kualitas kehidupan serta teknologi yang
mampu menciptakan industri-industri baru.
Di sampi ng i tu, Korea akan terus
meni ngkat kan ket er l i bat annya dal am
permasalahan-permasalahan global seperti
pelestarian lingkungan dan persediaan makanan,
energi, dan pelayanan kesehatan yang stabil
demi meningkatkan kualitas kehidupan
manusia.
Pusat Penelitian Semikonduktor
milik Samsung Electronics
NAND Flash memory 64
Gigabyte produksi Samsung
91
Permainan Cyber Dunia
(World Cyber Games – WCG)
merupakan festival permainan
tahunan terbesar di dunia.
Festival Permainan Cyber ini
diselenggarakan oleh
perusahaan-perusaan Korea
Informasi dan Telekomunikasi
Posisi Korea sebagai pengembang
informasi dan teknologi ditunjukkan
oleh produksi dan ekspor yang beragam
yang berhubungan dengan teknologi
infomasi, pembangunan teknologi
terdepan di dunia, serta penggunaan
Internet dan alat-alat telekomunikasi
seluler yang luas di dalam negeri. Produk-produk yang berkaitan
dengan industri informasi teknologi informasi, seperti chip komputer
dan telepon seluler, mencapai 30% dari total ekpor Korea, dan
hampir tiap warga Korea berusia di atas 12 tahun memiliki paling
tidak satu telepon seluler. Di samping itu, hampir tiap rumah
tangga memiliki koneksi internet broadband, dan seluruh bagian
masyarakat dari industri makanan sampai sistem transportasi
sangat bergantung pada komputer dan teknologi informasi.
Saat ini, semikonduktor, handset telepon seluler, peralatan
TFT-LCD, serta alat-alat lain yang diproduksi oleh Korea merupakan
yang paling maju dan paling laris di dunia dalam bidang mereka
masing-masing. Industri teknologi informasi Korea juga mampu
Pengguna Internet
(Unit: 1.000 jiwa)
Sumber Komisi Komunikasi Korea
Pelanggan layanan hig h-s pe e d Internet
Pengguna internet
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
92
Tantangan-tantangan Ekonomi
Sepanjang tiga dekade terakhir, Korea telah mengalami
pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun sebesar 8,6 persen
dan telah muncul sebagai negara dagang terdepan ke-11 di dunia.
Ekonomi
meraih posisi terdepan melalui pembangunan dan proses
penggunaan yang saling terkait: adanya layanan-layanan jasa yang
baru menciptakan permintaan baru di dalam negeri, infrastruktur
yang diperlukan untuk layanan-layanan tersebut dibangun, dan
kemampuan produksi dari alat-alat terkait menjadi meningkat.
Bila mengamati statistik dan perubahan-perubahan yang
berkaitan dengan teknologi informasi yang terjadi dalam masyarakat
Korea antara tahun 2001 sampai 2007, jumlah pelanggan Internet
broadband meningkat dari 7,81 juta menjadi 14,71 juta jiwa,
sedangkan jumlah pengguna Internet juga meningkat dari 24,38
juta menjadi 34,82 juta. Jumlah transaksi melalui internet juga
menunjukkan adanya peningkatan antara tahun 2003 dan 2006,
dari 7,2 juta menjadi 12,8 juta transaksi. Bila jumlah perusahaan-
perusahaan yang berhubungan dengan teknologi informasi hanya
sedikit mengalami peningkatan dari tahun 2001 ke tahun 2006
(dari 19.110 ke 19.447 perusahaan), jumlah pekerja di sektor ini
meningkat dari 480 ribu menjadi 680 ribu pekerja.
Jumlah Rumah-Tangga yang Berlangganan High-speed Internet berdasarkan Negara
Sumber : Badan Informasi Nasional Masyarakat
(Jumlah pelanggan dari 100 rumah tangga pada tahun 2007)
Republik Korea
Hongkong
Islandia
Singapura
Taiwan
Belanda
Jepang
Amerika Serikat
Inggris
Robot berbentuk manusia, HUBO
93
Dalam kurun waktu dua generasi, Korea telah mengembangkan
diri menjadi salah satu negara terdepan dalam industri pembuatan
kapal dan alat-alat elektronik, semikonduktor dan mobil.
Pasar-pasar keuangan internasional menanggapi secara positif
prestasi-prestasi ekonomi Korea, yang meliputi pertumbuhan
tinggi yang berkelanjutan, jumlah inflasi yang moderat, jumlah
tabungan nasional yang tinggi, defisit-defisit nominal yang bersifat
eksternal, serta surplus anggaran pemerintah yang signifikan.
Namun akhir-akhir ini prestasi-prestasi yang menakjubkan ini
dibayangi oleh kesulitan-kesulitan yang dialami konglomerat-
konglomerat dan institusi-institusi keuangan. Kegagalan-kegagalan
ini menimbulkan keraguan di antara pada investor asing dan
menyebabkan krisis likuiditas yang serius pada akhir tahun 1997.
Krisis ini juga telah menimbulkan masalah pengangguran yang
berat.
Meski demikian, menyusul pergantian pemerintahan pada
tahun 1998, Korea kembali memutuskan untuk bekerjasama
dengan IMF serta menerapkan secara penuh langkah-langkah
reformasi yang bersifat menyeluruh. Dengan begitu, Korea merasa
pasti untuk melakukan langkah-langkah penyesuaian yang ketat
untuk menyelesaikan krisis ekonomi ini.
Kepemimpinan baru ini mengambil langkah-langkah penting
untuk menciptakan reformasi di sektor-sektor keuangan, korporasi,
serta sektor publik dan ketenagakerjaan dengan tujuan
memulihkan dan memperkuat kepercayaan investor asing serta
Berharap pada harga-harga saham
yang mencapai rekor tinggi
94
Ekonomi
mempertahankan komitmen pada ekonomi pasar bebas
restrukturisasi sistem berdasarkan chaebol, serta meningkatkan
fleksibilitas di pasar tenaga kerja.
Cadangan devisa negara yang hanya berjumlah US$20,4
miliar pada akhir tahun 1997 meningkat menjadi $262,2 miliar
pada akhir tahun 2007, dan Korea berhasil membayar kembali
seluruh pinjaman penyelamatan dari Lembaga Moneter
Internasional (IMF) yang berjumlah $13,5 miliar. Dewan Pelaksana
IMF pada tanggal 16 Desember 1999 menyatakan bahwa krisis
pertukaran uang asing di Republik Korea telah benar-benar
terselesaikan. Sementara itu, status Korea sebagai negara peminjam
telah pulih kembali menjadi negara penanam modal.
Cadangan Devisa Negara
Restrukturisasi Keuangan : Ekonomi modern yang berdasarkan
pasar tidak dapat berfungsi secara efisien tanpa adanya lembaga-
lembaga yang dinamis dan diawasi dengan baik. Komisi Dinas
Keuangan (Financial Services Commission – FSC), yang berperan
sebagai mekanisme pengaturan untuk membentuk praktek-
praktek perbankan yang universal, telah menciptakan baik aturan-
aturan dan pengawasan yang bijaksana maupun suatu jadwal
untuk penerapan reformasi.
Dalam proses reformasi sektor keuangan, Pemerintah telah
menutup sejumlah institusi keuangan yang tidak dapat bertahan
hidup. Bank-bank lain yang mampu bertahan hidup juga harus
tunduk pada langkah-langkah penyembuhan yang ditetapkan
(Unit: Miliar US Dollar)
Sumber : Bank Korea
,
,
,
,
,
,
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment – FDI)
97
Korea. Perusahaan ini telah melakukan langkah-langkah besar
hanya dalam waktu empat tahun. Bisnis GM Daewoo berjalan
dengan sangat lancar sehingga dikatakan bahwa GM Daewoo
turut membantu memperkuat keberadaan GM di Asia secara
keseluruhan.
Korea berharap akan meraih US$10 miliar dari investasi asing
pada tahun 2008 – jumlah yang sama yang diperoleh pada
tahun 2007. Di samping sektor-sektor umum seperti keuangan
dan asuransi, investor-investor asing semakin berminat pada
fasilitas-fasilitas penelitian dan pengembangan, pusat-pusat
logistik dan kantor-kantor cabang perusahaan multinasional di
daerah. Terdapat juga minat yang besar pada sektor elektronik
Korea yang maju dari perusahaan-perusahaan yang mengelola
bahan dan suku cadang.
Minat yang ditunjukkan oleh para investor dalam bidang-
bi dang i ni merupakan sesuatu yang waj ar bi l a ki ta
mempertimbangkan betapa besar investasi penelitian dan
pengembangan yang dialokasikan oleh Korea per tahun,
meletakkannya pada pada posisi sepuluh besar setiap tahunnya.
Dedikasi semacam ini telah terbayar dalam banyak bidang. Pada
tahun 2006, Korea berada pada posisi keempat dalam hal
aplikasi hak paten internasional yang dikelola oleh Organisasi
Kepemilikan Intelektual Dunia (World Intellectual Property
Organization – WIPO).
(Unit: Miliar US$)
Sumber : Kementerian Pengetahuan Ekonomi
95
Kampanye pengumpulan
emas
Kampanye pengumpulan
emas ternyata lebih dari sekedar
pertanda simbolis sederhana
tentang patriotisme. Tak
terhitung jumlah rakyat Korea
yang ambil bagian dalam
kampanye untuk menolong
pemerintah membangun kembali
cadangan keuangannya meski
pada saat yang sama harus
menanggung kesulitan ekonomi
yang berat.
Restrukturisasi Perusahaan : Pada sektor perusahaan, restrukturisasi
memberikan keseluruhan hasil yang cukup positif. Rasio
keseimbangan utang (debt-equity ratio) dari sektor manufaktur
telah meningkat dramatis, dari 396% di akhir tahun 1997 sampai
81,5% pada bulan September 2006. Dan mitos ”terlalu besar
untuk gagal” menghilang ketika 30 konglomerasi terbesar dijual,
dimerger, atau dilikuidasi. Aturan-aturan untuk manajemen yang
transparan dan bertanggungjawab telah dibuat dan ditegakkan
melalui persetujuan direktur-direktur dari luar, diterapkannya
komite-komite audit, serta publikasi wajib dari gabungan laporan-
laporan keuangan.
Tujuan dari reformasi perusahaan adalah untuk meningkatkan
produktivitas dan potensi pertumbuhan ekonomi Korea dengan
cara mendirikan pasar yang efisien dan adil.
Reformasi struktural perusahaan akan terus berlanjut
berdasarkan prinsip-prinsip berikut ini. Pertama,
dalam rangka meningkatkan transparansi akuntansi
dan manajemen, merupakan suatu hal yang penting
untuk berfokus pada penciptaan sistem pengawasan
yang ramah pada pasar, demi memperoleh
kepercayaan dari pihak-pihak yang ikut ambil bagian
dalam pasar tersebut. Kedua, reformasi perusahaan
harus dilaksanakan secara konsisten. Restrukturisasi
perusahaan harus dilakukan secara terus-menerus
sampai transparansi manajemen memenuhi nilai
standard global.
Langkah-langkah untuk mendukung transparansi
dan pengaturan perusahaan (corporate governance)
yang sehat akan dilaksanakan dan ditegakkan. Sistem
pengawasan manajemen di dalam perusahaan-
perusahaan akan di perkuat dengan cara
meningkatkan peran komite audit, dewan direksi
dan hak-hak pemegang saham minoritas. Dalam
FSC untuk meningkatkan kesehatan mereka. Sektor keuangan non-
perbankan di Korea juga mengalami restrukturisasi. Sebagai hasil
upaya-upaya restrukturisasi ini, hanya ada lebih dari 40 persen
lembaga keuangan di seluruh Korea – berjumlah total 867, termasuk
bank tabungan dan koperasi-koperasi simpan-pinjam – yang
dibubarkan sejak tahun 1997. Korea memiliki 1.377 lembaga
keuangan yang beroperasi pada akhir tahun 2006.
96
Ekonomi
rangka membasmi praktek-praktek ilegal seperti pembuatan
laporan keuangan palsu dan manipulasi harga saham, tuntutan
hukum berwujud class action untuk sektor sekuritas mulai
diterapkan pada bulan Januari 2006.
Dalam kasus Korea, perdagangan asing mencapai 71,5% dari
total GDP nasional pada tahun 2006, sedangkan pendapatan
dari perusahaan-perusahaan yang memperoleh investasi dari luar
negeri mencapai 14% dari jumlah total penjualan dari sektor
manufaktur. Dengan demikian, Korea sedang berupaya keras
untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang memperoleh
investasi dari luar negeri. Contoh yang tepat adalah pembukaan
komplek LCD terbesar di dunia di Paju, hanya beberapa kilometer
dari Zona Demilitarisasi.
Pemerintah membangun jalan-jalan dan infrastruktur yang
diperlukan untuk mendukung kompleks perindustrian yang sangat
luas di Paju. Pemerintah berupaya untuk melonggarkan atau
menghapus peraturan-peraturan yang telah berlaku sekian
dekade lamanya berkaitan dengan pembangunan di daerah-
daerah perbatasan. Langkah-langkah ini beserta langkah-langkah
lain dilaksanakan dengan amat cepat – bukti dari kesungguhan
dan komitmen Pemerintah untuk membantu perusahaan-
perusahan asing agar mampu berakar di Korea.
Ada banyak kisah sukses yang lain: perusahaan retail dari
Inggris Tesco maju dengan pesat di Korea. Operasi bisnis tesco
di Korea mencapai sepertiga dari penjulan luar negeri perusahaan
retail ini. Contoh lain adalah kinerja menakjubkan dari GM
Daewoo. Perusahaan ini, pada kwartal pertama tahun 2006,
sekali lagi menjadi perusahaan pembuat mobil nomer dua di
Presiden Lee Myung-bak
pada Konferensi Kepemimpinan
Asia di Seoul
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment – FDI)
Salah satu poin kuat Korea adalah sumber daya manusia
yang berkualitas. Terdapat lebih dari 100.000 mahasiswa jurusan
sains dan teknologi yang lulus setiap tahunnya. Dari jumlah
mahasiswa ini, kian banyak yang menempuh studi untuk
memperoleh gelar master dan doktor. Bagi para investor, hal ini
merupakan lingkungan yang optimal untuk menciptakan produk-
produk dan jasa-jasa baru. Poin lain yang perlu dipertimbangkan
adalah bahwa Korea merupakan tempat yang sempurna untuk
membangun pusat-pusat logistik dan kantor-kantor cabang di
Asia. Terdapat 51 kota dengan jumlah penduduk satu juta jiwa
atau lebih yang bisa ditempuh dalam waktu empat jam
penerbangan dari Seoul.
Di samping potensi Korea sebagai penghubung Asia, Korea
juga memiliki keuntungan lain, yaitu bahwa perusahaan-
perusahaan dapat secara mudah memperluas bisnis mereka ke
pasar-pasar asing setelah menggunakan Korea sebagai platform
uji coba. Telah ada lebih dari separuh dari 500 perusahaan-
perusahaan yang muncul dalam majalah Fortune yang beroperasi
di Korea.
Menggarisbawahi pentingnya investasi bagi masa depan
98
Ekonomi
Jumlah Peneliti
Sumber: Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
1.000 orang Jumlah peneliti per 1.000 orang
yang sedang aktif bekerja
, ,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
Untuk hal ini, Korea sedang menerapkan langkah-langkah untuk
membantu meningkatkan lingkungan bisnis. Plaza Invest Korea yang
baru di bagian selatan Seoul dibuka pada akhir tahun 2006 untuk
membantu perusahaan-perusahaan yang didukung oleh modal asing
untuk menyatu dengan ekonomi Korea secara mulus. Fasilitas ini
akan menawarkan banyak program yang ditujukan pada investor-
investor yang potensial, dan program yang paling penting adalah
pemberian konsultasi praktis dan bantuan inkubasi bagi perusahaan-
perusahaan yang akan segera beroperasi di Korea.
Plaza ini adalah tujuan pelayanan satu titik (one-stop service) bagi
para investor: manager-manager proyek yang berada di lapangan
akan membantu dalam segala hal dari menemukan lokasi terbaik
untuk pembangunan pabrik sampai berurusan dengan seluk-beluk
administrasi, dan sampai pada menerapkan seluruh program bantuan
dan manfaat-manfaat yang relevan yang diberikan oleh pemerintah.
Pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan insentif sehingga
perusahaan-perusahan yang tertarik pada penelitian dan
pengembangan berteknologi tinggi atau mereka yang berharap
untuk memindahkan kantor-kantor cabang mereka ke Korea akan
memperoleh akses yang lebih besar untuk mendapatkan dana-dana
bantuan tunai.
99
Invest KOREA (IK),
badan promosi investasi nasional
Korea, didirikan sebagai bagian
dari Badan Promosi Investasi
Dagang Korea (Korea Trade-
Investment Promotion Agency
– KOTRA) dengan satu-satunya
tujuan mendukung masuk dan
berdirinya perusahaan-perusahaan
asing di Korea.
Untuk informasi lebih lanjut
mengenai Invest Korea, kunjungi
www.investkorea.org.
Reformasi-reformasi yang
Ramah pada Pasar dan
Bergerak Cepat
Meningkatkan pasar modal
membuat Korea semakin
kompetitif pada pasar-pasar
dunia.
100
Ekonomi
Akhirnya, Korea sedang memusatkan usaha-usahanya untuk mencapai
dua tujuan: pertama, mendukung kondisi-kondisi pasar yang
memudahkan para wiraswastawan untuk secara penuh menyadari
potensi bisnis mereka dan, yang kedua, menindaklanjuti komitmennya
untuk membantu perusahaan-perusahaan asing menjalankan bisnis
dengan lancar di Korea.
Strategi Korea untuk pembangunan pasar modal berpusat pada
dua inisiatif kebijakan yang saling terkait, yaitu liberalisasi pasar
dan perluasan pasar. Liberalisasi pasar modal akan secara langsung
meningkatkan akses Korea pada modal dan teknologi asing,
sedangkan perluasan pasar kan meningkatkan efisiensi operasional
dari pasar modal.
Kemajuan berarti telah direalisasikan dalam penerapan
langkah-langkah untuk semakin membuka pasar modal Korea
serta mengurangi hambatan-hambatan terhadap investasi
langsung dan investasi portofolio. Investasi asing kini diliberalisasi
untuk semua jenis industri, kecuali industri-indusri yang melibatkan
urusan keamanan negara dan pertimbangan-pertimbangan
budaya seperti media masa.
Warga asing diperlakukan sama dengan warga negara Korea
bila mereka membeli tanah baik untuk tujuan-tujuan komersial
maupun non-komersial. Segala macam batasan bagi investasi
asing pasar obligasi dan uang telah dihapuskan, sebagaimana
batasan terhadap investasi asing di pasar saham. Bank-bank
asing dan perusahaan-perusahaan sekuritas juga diijinkan untuk
membuka cabang-cabang lokal.
Sejak tanggal 25 Mei 1998, para investor asing telah dapat
membeli saham pada firma Korea
manapun t anpa memer l ukan
persetujuan dari dewan direksi atau
persetujuan pemerintah, kecuali untuk
perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri pertahanan dan
perusahaan-perusahaan publik. Warga
asing kini dapat membeli sampai 50
persen saham-saham terkemuka dari
beberapa perusahaan-perusahaan
publik.
Liberalisasi Pasar Modal
101
Sistem Pendukung yang Berorientasi pada Investor
Seluruh undang-undang dan peraturan berkaitan dengan investasi
asing langsung telah dirampingkan dan disatukan menjadi satu
kerangka hukum dalam bentuk Undang-undang Peningkatan
Investasi Asing (Foreign Investment Promotion Act – FIPA) yang
baru, yang berlaku mulai bulan November 1998. Kerangka
hukum ini akan memampukan investor asing untuk mengambil
manfaat dari pelayanan satu titik (one-stop service) dan mendapat
perlakuan yang sama dari pemerintah.
Berbagai macam insentif, termasuk pembebasan dan
penurunan pajak, telah diberlakukan untuk mempromosikan
investasi langsung luar negeri. Sebagai contoh pajak perusahaan
dan pajak pendapatan akan dibebaskan atau dikurangi bagi
Segala bentuk pengambil-alihan baik oleh
investor dalam negeri maupun investor asing,
termasuk akuisisi paksa terhadap perusahaan-
perusahaan Korea, diijinkan. Di samping itu,
transaksi jual-beli mata uang asing akan
disahkan untuk seluruh institusi keuangan yang
memenuhi syarat-syarat tertentu.
Pada bulan Mei 1998, batasan agregat
terhadap investasi asing dalam kepemilikan
saham Korea dihapuskan.
Pada tahun 2002, prosedur sertifikasi Bank Korea dihapuskan,
dan pengisian formulir yang memberatkan dalam transaksi
keuangan perseorangan maupun perusahaan disederhanakan.
Pada saat yang sama, pergerakan modal menjadi lebih bebas.
Dalam rangka merevitalisasi investasi asing, Pemerintah telah
mengupayakan liberalisasi secara aktif sejak tahun 2005. Contoh-
contoh dari upaya ini mencakup dilonggarkannya peraturan-
peraturan mengenai investasi asing langsung dan pembelian
properti perumahan di luar negeri oleh warga negara Korea.
Pada tahun 2006, seluruh transaksi modal diubah dari sistem
perijinan menjadi sistem pelaporan yang sederhana, yang memicu
l i beral i sasi i nvestasi yang masuk ke dal am negeri .
Pusat Global Seoul
(Seoul Global Center) dibuka
pada bulan Januari 2008
untuk memberikan bantuan
administrasi multi-bahasa bagi
imigrasi untuk tujuan bisnis
dan kehidupan sehari-hari.
102
Ekonomi
Seminar mengenai
”Hidup di Korea” bagi
Warga Asing
Sebagai bagian dari strategi
jangka panjang untuk menarik
Investasi Asing Langsung,
pemerintah Korea
menyelenggarakan seminar
mengenai bagaimana hidup di
Korea bagi kaum bisnis yang
baru tiba di Korea.
perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi untuk kurun waktu
tujuh tahun. Real estate milik pemerintah akan disewakan pada
perusahaan-perusahaan dengan modal asing sampai kurun waktu
50 tahun dengan harga rata-rata yang ringan, dan bahkan tanpa
biaya apa pun untuk kasus-kasus tertentu. Di samping itu, Zona
Bebas Investasi akan dibangun untuk mengakomodasi Investasi
Asing Langsung berskala besar. Pemerintah terus menghapuskan
secara bertahap pembatasan-pembatasan impor, dengan mengurangi
jumlah barang-barang yang harus dikenai tarif.
Sektor Jasa : Liberalisasi sektor jasa di Korea telah menjadi suatu
proses yang sulit dikarenakan industri-industri jasa dalam negeri
relatif masih terbelakang. Meski demikian, Pemerintah telah
melakukan sejumlah aksi sepihak yang pada akhirnya mampu
menciptakan liberalisasi secara penuh. Sebagai contoh, industri
asuransi jiwa sekarang telah terbuka sepenuhnya bagi pihak
penanggung asuransi asing.
Bank-bank asing memperoleh perlakuan yang sama dengan
bank-bank nasional. Investasi oleh warga asing dalam bidang
usaha grosir maupun eceran juga telah dibuka, meskipun masih
terdapat pembatasan-pembatasan tertentu dalam area-area
khusus. Pasar periklanan, yang semula terbuka hanya bagi usaha
bersama (joint venture) dengan partisipasi asing yang masih
minim, kini terbuka bagi warga asing.
Hak-hak Kepemilikan Intelektual : Pemerintah mengakui bahwa
103
Untuk Menarik Lebih
Banyak Investasi Asing
Langsung (FDI)
Korea Selatan sedang
menciptakan lingkungan
yang ramah bisnis bagi
investor asing.
bahwa perlindungan yang ketat atas hak-hak kepemilikan intelektual
merupakan sesuatu yang penting demi mantapnya kondisi teknologi
negara serta untuk menjaga hubungan kerjasama ekonomi dengan
mitra-mitra dagang utama. Oleh sebab itu, sejak tahun 1987 Pemerintah
telah melakukan reformasi-reformasi mendasar untuk memperkuat
perlindungan terhadap hak-hak kepemilikan intelektual.
Undang-undang hak cipta yang baru memberikan perlindungan
secara menyeluruh terhadap hasil-hasil karya asing maupun domestik.
Jaminan-jaminan hak cipta berlaku untuk kurun waktu sepanjang
usia si pencipta ditambah 50 tahun. Di samping itu, usaha-usaha
perlindungan terhadap pelanggaran kepemilikan intelektual telah
diperluas sehingga mencakup produk-produk perangkat lunak melalui
perundang-undangan khusus.
Pasar Pertanian: Di Korea, seperti juga di banyak negara, kebijakan
pertanian penuh dengan implikasi sosial dan politik yang luas
sehingga menjadikan liberalisasi pada sektor ini suatu tantangan
yang berat.
Sensitifitas Korea terhadap sektor pertanian sebagian
dikarenakan tanah yang bisa ditanami oleh tiap petani Korea
hanya sebesar 1/57 dari luas tanah yang dimiliki oleh Amerika
Serikat, yang menjadikan para petani Korea mustahil untuk
memiliki daya saing sebesar para petani Amerika Serikat. Meski
demikian, Pemerintah Korea sedang melakukan upaya-upaya
untuk semakin membuka pasar pertanian dalam negeri. Upaya-
104
Penghubung Logistik Kelas Dunia
Bandara Internasional Incheon, yang dibuka pada bulan Maret
2001, dilengkapi dengan fasilitas paling modern serta menyediakan
jaringan-jaringan lalu lintas modern bagi para penggunanya.
Dengan lokasinya yang strategis, bandara baru ini direncanakan
menjadi penghubung logistik dan transportasi terdepan di kawasan
Asia Timur Laut. Rencana-rencana perluasan kawasan bandara
mencakup pendirian Zona Perdagangan Bebas, Kawasan Bisnis
Internasional, dan Zona Ekonomi Khusus.
Bandara Internasional Incheon telah mengalami kenaikan
terus-menerus dalam hal volume muatan sejak dibukanya bandara
Ekonomi
upaya ini disertai oleh inisiatif pemerintah yang berlangsung terus-
menerus untuk memperkuat daya saing sektor pertanian Korea.
Pada bulan Desember 1988, Pemerintah membentuk satuan
tugas (task force) untuk merevisi jadwal liberalisasi impor pertanian
sampai dengan tahun 1991. Rencana-rencana yang telah direvisi
telah membantu meningkatkan ruang lingkup liberalisasi serta
mempercepat pembukaan pasar. Di samping itu, di dalam Pertemuan
Uruguay sebagai bagian dari negosiasi GATT mengenai produk-
produk pertanian, Korea menyatakan komitmennya untuk
meningkatkan akses pasar untuk bermacam-macam produk pertanian.
Pelabuhan Gwangyang,
penghubung logistik bagi
kawasan Asia Timur Laut di
bagian barat daya Korea.
105
tersebut pada bulan Maret 2001. Pada tahun 2006, bandara ini
menangani 2,34 juta ton muatan internasional lewat udara
sehingga menjadi bandara kedua terdepan di dunia dalam hal
volume muatan udara.
Kapal-kapal pengangkut kontainer dari Korea menjelajahi
jalur-jalur laut internasional sampai ke pelabuhan-pelabuhan di
Amerika Selatan dan Utara, Eropa, Australia, Timur Tengah, dan
Afrika. Kapal-kapal asing, kapal-kapal pesiar, serta kapal-kapal
pengangkut muatan dan penumpang juga sering mengunjungi
pelabuhan-pelabuhan Korea.
Volume muatan di pelabuhan juga mengalami kenaikan tetap,
dari 11,89 juta unit yang sama dengan 20 kaki (twenty-foot
equivalent units – TEU) pada tahun 2002, menjadi 17,48 juta
TEU pada tahun 2007, dengan perluasan fasilitas pelabuhan
serta peningkatan produktifitas melalui kemampuan penanganan
muatan yang telah ditingkatkan di Pelabuhan Baru Busan,
Pel abuhan Gwangyang dan Pel abuhan Incheon.
Pelabuhan Busan khususnya menangani 13,26 juta TEU
pada tahun 2007 sehingga berada pada rangking kelima di dunia
Volume Muatan Pelabuhan dan Rata-rata Pengiriman Antar-Kapal
(Unit: Jutaan Ton)
Rata-rata Pengiriman Antar-Kapal Volume Muatan
Sumber: Kementerian Transportasi Darat dan Urusan Kelautan
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
106
Ekonomi
empat tahun berturut-turut dalam hal volume kontainer yang
ditangani.
Volume Muatan dan Rata-rata Pengiriman Antar-Kapal di Bandara Internasional Incheon
Tinjauan Ekonomi
Dengan cepat Korea telah mengintegrasikan dirinya pada
ekonomi dunia sejak dimulainya krisis ekonomi pada tahun
1997. Pemerintah telah mengembangkan paradigma baru yang
melibatkan peningkatan praktek-praktek bisnis untuk memenuhi
standar internasional, peningkatan sumber daya manusia dan
pengembangan teknologi, serta peningkatan efisiensi
kelembagaan.
Pengaturan waktu dan kekuatan pemulihan ekonomi akan
sangat bergantung pada langkah restrukturisasi sektor
perusahaan, penyesuaian pengaturan rumah tangga berkaitan
dengan berkurangnya jaminan pekerjaan, serta kepercayaan
investor di Korea. Pemerintah tetap memiliki komitmen tinggi
pada reformasi dan akan terus menerapkan restrukturisasi
Sumber: Perusahaan Bandara Internasional Incheon (Incheon International Airport Corporation – IIAC)
(Unit: Jutaan Ton)
Rata-rata Pengiriman Antar-Kapal Volume Muatan
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
107
Kawasan Bisnis
Internasional Songdo
(International Business
District – IBD)
Kawasan Bisnis Internasional
Songdo merupakan pusat bisnis
internasional berpola induk yang
dibangun di atas tanah seluas
1.500 are, yang merupakan tanah
yang direklamasi di sepanjang tepi
laut Incheon. Kawasan ini terletak
40 mil sebelah selatan Seoul dan
akan dihubungkan dengan
Bandara Internasional Incheon
menggunakan jembatan tol
sepanjang 7 mil.
perusahaan sembari menciptakan kebijakan-kebijakan
makroekonomi yang fleksibel serta kondusif bagi pertumbuhan
ekonomi.
Tujuan yang ingin dicapai oleh Korea adalah menyelesaikan
masalah-masalah yang berakar di masa lampau serta menciptakan
struktur yang tepat bagi perekonomian yang telah maju demi
memenuhi tantangan-tantangan abad ke-21.
108
Sekilas Pandang Ekonomi
Sepanjang empat dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Korea yang
menakjubkan telah menjadi bagian dari apa yang dijuluki sebagai ”Keajaiban
di Kawasan Asia Timur.”
Keajaiban di Kawasan Asia Timur
Volume Perdagangan
728
546
333
113
11
(Unit : US$ Miliar) Sumber: Kementerian Ekonomi Pengetahuan
109
Produk Ekspor Utama Tahun 2007
12,4
12,4
39,0
37,3
30,5
27,8
24,0
16,9
13,0
13,8
Barang Nilai
Semikonduktor
Mobil
Alat Komunikasi
Tanpa Kabel
Kapal, mesin-mesin untuk
keperluan pelayaran
Barang-barang berbahan
minyak
Layar datar dan sensor
Komputer
Minyak damar sintetis
Suku cadang mobil
produk-produk berlapis
pelat baja
Sumber: Asosiasi Dagang Internasional Korea (Unit: US$ milyar)
M
A
S
Y
A
R
A
K
A
T
Kesejahteraan Sosial
Pekerjaan
Perumahan
Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan
Jaminan Sosial
Wanita
Pendidikan
Sistem Pendidikan
Pendidikan Khusus dan Non-formal
Kajian Korea
Media
Surat kabar dan Kantor Beri ta
Televisi
Radio
Masyarakat
8
Masyarakat
Masyarakat
8
Pekerjaan
112
Komposisi Tenaga Kerja Menurut Industri
Kesejahteraan Sosial
Struktur ketenagakerjaan di Korea telah mengalami perubahan-
perubahan besar sejak dimulainya proses industrialisasi pada awal
era 1960-an. Pada tahun 1960, jumlah orang yang bekerja di
sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai 63 persen
dari jumlah total tenaga kerja. Namun angka ini turun menjadi
7,3 persen pada tahun 2007. Sebaliknya, jumlah industri tersier
(sektor-sektor jasa) meningkat dari 28,3 persen dari jumlah total
tenaga kerja pada tahun 1960 menjadi 75,0 persen pada tahun
2007.
Pada paruh kedua tahun 1970-an, pasar tenaga kerja Korea
mengalami serangkaian perubahan penting. Korea muncul sebagai
Catatan: Istilah “Primer” mengacu pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; “Sekunder,” sektor
pertambangan dan manufaktur, dan ”Tersier,” social overhead capital (SOC) serta sektor-sektor
jasa yang lain.
Primer Sekunder Tersier
Sumber : Biro Statistik Nasional Korea
7,3% 18,1%
75,0%
10,6% 20,4%
17,9% 27,6%
34,0% 22,5%
50,4% 14,3%
63,0% 8,7%
69,0%
54,5%
43,5%
35,3%
28,3%
negara dengan daya saing tinggi pada pasar global dengan
industri-industri yang memanfaatkan banyak tenaga kerja seperti
industri tekstil dan sepatu. Dengan terjadinya pertumbuhan
ekonomi, Pemerintah menitikberatkan pada penyediaan tenaga
kerja dan pelatihan pada era 1970-an dan 1980-an. Penciptaan
tenaga kerja terampil serta penyediaan pelayanan penempatan
tenaga kerja bagi tenaga kerja kurang terampil merupakan tujuan
kebijakan utama Pemerintah dalam rangka meringankan masalah
kekurangan tenaga kerja sebagai akibat dari industrialisasi. Namun,
sejak paruh kedua era 1980-an, penekanan pada pertumbuhan
kuantitatif menimbulkan masalah kesenjangan antar kelas dalam
masyarakat dan antar daerah. Penekanan kebijakan kemudian
bergeser pada peningkatan kesejahteraan dan kesetaraan, yang
berujung pada penyusunan Undang-undang Upah Minimum
(Minimum Wage Act) (1986), Undang-undang Kesetaraan
Ketenagakerjaan (Equal Employment Act) (1987), Undang-undang
Peningkatan Pekerjaan (Act on Employment Promotion), Rehabilitasi
Kemampuan Bekerja bagi Kaum Cacat (Vocational Rehabilitation
for the Disabled) (1990) serta langkah-langkah yang lain.
Pada awal era 1990-an, dalam rangka menangani masalah
pengangguran yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi
yang lambat, Pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan
penting, termasuk Undang-undang Asuransi Ketenagakerjaan
(Employment Insurance Act) (1993), Undang-undang Kebijakan
Ketenagakerjaan Dasar (Basic Employment Policy Act) (1995) dan
Undang-undang Peningkatan Pelatihan Kejuruan (Vocational
113
Pusat Pelatihan Industri Berat
Doosan memberikan pelatihan
bagi insinyur-insinyur asing
mengenai pembangunan dan
pengoperasion stasiun
pembangkit tenaga listrik.
114
Masyarakat
Tren Ketenagakerjaan
Training Promotion Act) (1997), yang menjadi acuan dasar bagi
kebijakan-kebijakan ketenagakerjaan.
Pada bulan Oktober 1999, Pemerintah juga memperkokoh
j ari ngan pengaman sosi al untuk mengatasi masal ah
pengangguran dengan cara memperluas cakupan asuransi
ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, meliputi para pekerja
paruh waktu dan sementara.
Rencana-rencana Aksi Individual (Individual Action Plans –
IAPs) bagi penerima tunjangan pengangguran telah diperluas
untuk mencakup baik kaum muda maupun kaum tua sebagai
alat untuk mendorong mereka untuk mencari pekerjaan secara
lebih aktif.
Selain itu, menanggapi permintaan yang semakin bertambah
untuk peningkatan kompetensi yang bersifat terus-menerus,
pada akhirnya Pemerintah memperluas investasi dalam bidang
pelatihan kejuruan. Sebagai reaksi terhadap kecenderungan
tingkat kesuburan yang rendah dan tenaga kerja yang memasuki
usia lanjut, berbagai langkah telah ditempuh untuk meningkatkan
rata-rata penggunaan tenaga kerja wanita. Langkah-langkah
ini meliputi mengurangi diskriminasi dalam pekerjaan dan
mendukung terciptanya harmonisasi antara pekerjaan dan
keluarga, serta menangani masalah terhentinya karir yang
disebabkan oleh kehamilan dan kelahiran anak. Beragam langkah
telah ditempuh untuk memperluas dan menstabilkan penggunaan
tenaga kerja yang telah memasuki usia lanjut, seperti
memperpanjang waktu pensiun, mereformasi sistem upah, serta
mengurangi diskriminasi dan prasangka berdasarkan usia.
Tahun
penduduk berusia
15 tahun atau lebih
Jumlah penduduk yang aktif secara ekonomi
Rata-rata partisipasi
dalam aktivitas ekonomi
Rata-rata
Pengangguran
Total Bekerja Menganggur
2001 36.579 22.471 21.572 899 61,4 4,0
2002 36.963 22.921 22.169 752 62,0 3,3
2003 37.340 22.957 22.139 818 61,5 3,6
2004 37.717 23.417 22.557 860 62,1 3,7
2005 38.300 23.743 22.856 887 62,0 3,7
2006 38.762 23.978 23.151 827 61,9 3,5
2007 39.170 24.216 23.433 783 61,8 3,2
(Jumlah dalam ribuan jiwa, %)
Sumber : Biro Statistik Nasional Korea
115
Status Pembangunan Perumahan
Kompleks Apartemen
di Seoul
(Unit dalam jumlah ribuan)
Sumber: Kementerian Pertanahan, Transportasi dan Urusan Kelautan
Perumahan
Seperti halnya di negara-negara lain, perindustrian di Korea
berjalan seiring dengan proses urbanisasi. Pada tahun 1960, hanya
27,7 persen penduduk Korea tinggal di perkotaan. Pada tahun
2000, 88,3 persen penduduk Korea adalah warga perkotaan.
Namun kecenderungan ini telah menurun. Pada tahun 2005
jumlah penduduk Korea yang tinggal di perkotaan adalah 81,5
persen.
Pertumbuhan penduduk yang cepat di wilayah perkotaan ini
berujung pada kurangnya fasilitas perumahan dan melonjaknya
harga tanah di kota-kota. Dalam rangka memecahkan masalah
kurangnya perumahan serta menstabilkan harga-harga rumah,
peningkatan ketersediaan lahan bagi pembangunan kawasan
perumahan serta pembangunan unit-unit kecil perumahan telah
menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah.
Pemeriksaan menggunakan
alat CT (computed tomography)
tiga dimensi berkecepatan
tinggi
116
Masyarakat
Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan
Sejalan dengan keberhasilan Korea dalam pembangunan ekonomi,
kondisi kesehatan penduduk Korea secara keseluruhan telah
meningkat secara signifikan selama tiga dekade terakhir. Pada
tahun 1960, angka harapan hidup adalah 51 tahun untuk pria
Pada tahun 1988, Pemerintah mencanangkan dan
mempromosikan “Rencana Pembangunan Dua Juta Unit Rumah”
untuk periode 1988-1992. Pada kenyataannya, pembangunan
perumahan untuk periode ini berjumlah total 2,7 juta unit, dan
penyediaan fasilitas perumahan yang sangat besar ini berhasil
menciptakan stabilisasi harga-harga rumah yang sebelumnya
terus menanjak.
Pemerintah menyediakan 500.000 sampai 600.000 unit rumah
tiap tahun dari tahun 1993 sampai tahun 1997. Hasilnya, rasio
penyediaan perumahan meningkat menjadi 107,1 persen pada
tahun 2006, dari yang sebelumnya 72,4 persen pada tahun 1990.
Dengan meningkatnya harga-harga tanah dan pilihan
masyarakat yang mencolok akan gaya hidup modern, rata-rata
jumlah penduduk yang hidup di apartemen terus meningkat.
Pada tahun 1985, hanya 13,5 persen unit perumahan berbentuk
apartemen, tetapi pada tahun 2005, 52,5 persen dari seluruh
unit perumahan berbentuk apartemen. Di Korea, sebagian besar
apartemen, seperti kondominium di Amerika, adalah milik keluarga-
keluarga perseorangan.
117
dan 54 untuk wanita. Angka ini telah meningkat menjadi 75,7
untuk pria dan 82,4 untuk wanita pada tahun 2006. Rata-rata
kematian bayi juga telah menurun tajam seiring dengan
menurunnya angka kematian ibu.
Segala bentuk peningkatan ini terkait secara langsung dengan
peningkatan kualitas makanan serta ketersediaan pelayanan-
pelayanan kesehatan dan pengobatan.
Masyarakat semakin bergantung pada obat-obatan dan
pelayanan kesehatan sehingga biaya kesehatan yang harus
dikeluarkan oleh tiap keluarga juga meningkat. Pada tahun 1985,
pengeluaran biaya kesehatan nasional per kapita adalah 85.000
won, yang meningkat menjadi 840.133 won pada tahun 2003.
Pelayanan kesehatan dalam bentuk asuransi kesehatan dan
bantuan kesehatan diperkenalkan untuk pertama kali pada tahun
1977. Namun, hanya 29,5 persen dari jumlah penduduk yang
mendapat perlindungan asuransi kesehatan sampai tahun 1980.
Sampai Desember 2005, 96,4 persen dari seluruh penduduk telah
memiliki jaminan asuransi kesehatan, sedangkan 3,6 persen
sisanya memperoleh bantuan kesehatan secara langsung.
Ketersediaan rumah sakit dan personil kesehatan juga terus
meningkat. Jumlah total rumah sakit dan klinik di Korea (termasuk
rumah sakit dan klinik pengobatan tradisional) adalah 11.188
pada tahun 1975, yang meningkat menjadi 51.247 pada tahun
2006. Sementara itu, para dokter yang memiliki ijin praktek, yang
berjumlah 16.800 pada tahun 1975, telah meningkat jumlahnya
menjadi 88.214 pada tahun 2006.
Jumlah Personil Kesehatan yang Memiliki Ijin Praktek
(Orang)
Catatan : Personil kesehatan meliputi dokter, dokter gigi, dokter pengobatan tradisional, ahli farmasi berlisensi,
bidan dan perawat
Sumber : Biro Statistik Nasional
118
Masyarakat
Pemeriksaan kesehatan gratis
sekarang tersedia bagi warga
negara asing yang menikah
dengan warga negara Korea
Angka statistik nasional tahun 2005 menunjukkan bahwa
terdapat satu dokter untuk tiap 564 orang, satu dokter gigi untuk
tiap 2.231 orang, dan satu farmasi untuk tiap 878 orang.
Jaminan Sosial
Berbagai macam sistem berkaitan dengan jaminan sosial telah
diterapkan sejak akhir era 1980-an. Sistem-sistem ini meliputi
perluasan asuransi kesehatan dan bantuan kesehatan pada tahun
1988 dan 1989, serta diperkenalkannya Sistem Asuransi
Pengangguran pada tahun 1995. Dengan demikian, Pemerintah
telah mempersiapkan dasar bagi pembangunan masyarakat yang
mampu menjamin kesejahteraan warganya.
Bila tujuan utama dari sistem-sistem tersebut adalah untuk
memberikan jaminan minimum bagi penduduk yang aktif secara
ekonomi ketika dilanda kesulitan-kesulitan ekonomi, terdapat
juga program kesejahteraan bagi mereka yang tidak aktif secara
ekonomi. Program-program subsidi umum ini terutama terdiri
dari dua bagian penting: subsidi untuk biaya hidup dan bantuan
kesehatan.
Disebabkan oleh standar hidup yang meningkat dan
peningkatan dalam pelayanan-pelayanan kesehatan dan
pengobatan, usia rata-rata warga Korea telah meningkat dengan
cepat, yang berarti bahwa jumlah warga berusia lanjut juga
meningkat secara signifikan pada tahun-tahun terakhir ini. Pada
tahun 1960, jumlah penduduk berusia 65 atau lebih mencapai
2,9 persen dari seluruh jumlah penduduk Korea. Pada akhir tahun
119
Merawat warga usia lanjut
dengan penuh rasa hormat
2005, rasio ini telah meningkat menjadi 9,1 persen dan diharapkan
akan meningkat menjadi 14,4 persen pada tahun 2019.
Empat Program Asuransi Sosial
Sumber : http://www.4insure.or.kr
Program Mulai Tahun Tujuan Dasar
Pensiun nasional 1988 Jaminan pendapatan
Asuransi kesehatan 1977 Perawatan medis
Asuransi ketenagakerjaan 1995 Bantuan pada masa menganggur
Asuransi kecelakaan kerja 1964
Pemberian kompensasi bila
terjadi kecelakaan kerja
Kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan untuk meningkatkan
kesejahteraan warga berusia lanjut meliputi pemberian subsidi
langsung bagi warga usia lanjut yang hidup di bawah taraf
pemenuhan kebutuhan mendasar, perluasan kesempatan kerja
bagi warga berusia lanjut dengan mengembangkan jenis-jenis
pekerjaan yang sesuai bagi mereka serta membuka pusat-pusat
penempatan kerja, dengan meningkatkan sistem pelayanan
kesehatan bagi mereka, dan dengan membuka berbagai macam
jenis fasilitas publik bagi warga usia lanjut.
Dengan semakin banyaknya langkah-langkah yang dilaksanakan
untuk memperkuat jaminan sosial sejak akhir 1980-an, kesadaran
akan kebutuhan-kebutuhan warga yang memiliki cacat tubuh
dan mental telah semakin meningkat.
120
Masyarakat
Astronot pertama Korea
Selatan, Yi So-yeon
Wanita
Dalam masyarakat tradisional Korea, peran wanita hanya
sebatas lingkup rumah tangga. Sejak usia muda, kaum
wanita telah diajarkan mengenai nilai luhur dari sifat tunduk
dan kesabaran untuk mempersiapkan diri menjadi istri dan
ibu. Kaum wanita pada umumnya tidak dapat mengambil
bagian secara aktif dalam masyarakat seperti halnya kaum
pria, dan peran mereka terbatas pada urusan-urusan rumah
tangga.
Dengan didirikannya Republik Korea pada tahun 1948,
kaum wanita telah memperoleh hak-hak konstitusional
untuk meraih kesetaraan demi mendapatkan pendidikan,
pekerjaan dan peran serta dalam kehidupan publik.
Pada bulan Maret 2005, Pemerintah mengambil langkah
besar untuk menciptakan masyarakat yang memiliki
kesetaraan jender dengan menghapuskan sistem kepala
rumah tangga, yang telah menjadi faktor utama dalam
diskriminasi terhadap perempuan. Dihapuskannya sistem ini menjadi
dasar bagi suatu budaya keluarga baru yang didasarkan pada nilai-
nilai demokratis dan kesetaraan jender.
Seiring dengan berjalannya pembangunan ekonomi dan
meningkatnya kondisi kehidupan warga Korea, tingkat prestasi
pendidikan yang diraih oleh kaum wanita juga meningkat. Di Korea,
pendidikan dasar dan menengah diwajibkan tanpa dipungut
bayaran. Mulai tahun 2005, seratus persen anak-anak Korea duduk
di bangku sekolah dasar. Prosentase jumlah anak yang duduk di
bangku sekolah dasar dan menengah hampir sama antara anak-
anak perempuan dan laki-laki. Sejumlah 82,7 persen kaum pria
lulusan sekolah menengah atas melanjutkan pendidikan ke sekolah
tinggi (colle ge ) atau universitas, sedangkan siswa perempuan
yang melanjutkan ke pendidikan tinggi berjumlah 80,4 persen.
Ini hanyalah perbedaan kecil, dan kenyataannya jumlah kaum
wanita di Korea yang mendaftar ke perguruan tinggi masih lebih
tinggi daripada jumlah rata-rata di dunia.
Secara terus menerus, industrialisasi telah meningkatkan jumlah
kaum wanita di dunia kerja; dari 37,2 persen pada tahun 1965
menjadi 50,2 persen pada tahun 2007. Berdasarkan jenis pekerjaan,
dari seluruh jumlah tenaga kerja wanita pada tahun 1975 hanya
2 persen bekerja di bidang profesional atau manajerial, sedangkan
121
3,7 persen bekerja pada bidang administrasi. Namun, pada tahun
2007, 19,3 persen pekerja wanita bekerja di bidang profesional dan
manajerial, sedangkan 17,5 persen bekerja pada bidang administrasi.
Perempuan Korea kini terlibat secara aktif dalam berbagai bidang
pekerjaan serta memberikan kontribusi yang signifikan pada
masyarakat.
Akhir-akhir ini, kaum wanita telah melakukan terobosan dalam
beberapa bidang, terutama pada sektor pemerintahan. Sebagai
contoh, jumlah anggota parlemen wanita telah meningkat pesat.
Pada Majelis Nasional ke-16 (periode 2000-2004), terdapat 16 orang
anggota parlemen perempuan (5,9%), namun jumlah itu telah
meningkat menjadi 43 orang (14,4%) pada Majelis Nasional ke-18
(periode 2008-2012). Pada ujian pengacara yang terakhir, 35,1
persen dari seluruh calon pengacara adalah perempuan. Di antara
mereka yang lulus ujian pegawai negeri tingkat tinggi dan pegawai
dinas luar negeri, jumlah wanita mencapai masing-masing 49 dan
67,7 persen. Hampir seluruhnya diangkat menjadi hakim, jaksa,
pegawai negeri setingkat deputi direktur atau diplomat.
Para jaksa perempuan
tersenyum pada upacara
pengangkatan resmi
mereka di Kompleks
Pemerintahan Gwacheon
122
Masyarakat
Murid-murid sekolah dasar
memamerkan lukisan mereka
mengenai Dokdo, wilayah
paling timur Korea.
Pendidikan
Sejak dahulu kala rakyat Korea sangat menekankan pendidikan
sebagai sarana pengembangan diri maupun sebagai sarana
peningkatan status sosial. Sekolah-sekolah modern diperkenalkan
pada era 1880-an. Setelah didirikannya Republik Korea pada
tahun 1948, pemerintah mulai menyusun sistem pendidikan
modern, yang menetapkan wajib belajar pendidikan dasar enam
tahun sejak tahun 1953. Kini, Korea boleh membanggakan diri
sebagai salah satu negara dengan angka melek huruf tertinggi
di dunia. Penekanan pada bidang pendidikan sering disebut
sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi Korea yang sangat
pesat sepanjang empat dekade terakhir karena Korea mampu
melahirkan baik para ilmuwan, insinyur dan spesialis yang
dibutuhkan, maupun tenaga kerja berpendidikan pada umumnya.
Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan di Republik Korea terdiri dari satu hingga tiga
tahun masa pra-sekolah dan taman kanak-kanak, enam tahun
sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, tiga tahun
sekolah menengah atas, empat tahun sekolah tinggi atau
universitas, yang juga menawarkan kuliah-kuliah pascasarjana
untuk memperoleh gelar doktor. Terdapat juga sekolah tinggi
dengan masa pendidikan dua sampai tiga tahun (junior college)
dan sekolah tinggi kejuruan (vocational college). Pendidikan di
sekolah dasar bersifat wajib dengan rata-rata jumlah siswa terdaftar
123
hampir 100%. Pemerintah mengubah masa wajib belajar menjadi
9 tahun, yang mencakup pendidikan sekolah menengah pertama,
yang telah diterapkan secara nasional sejak tahun 2002.
Meskipun pendidikan pra-sekolah belum menjadi pendidikan
wajib, nilai penting dari pendidikan ini telah mulai disadari pada
tahun-tahun terakhir ini. Pendidikan pra-sekolah dianggap penting
dalam hal membantu meningkatkan rata-rata kelahiran yang
rendah, memecahkan masalah polarisasi sosial, serta meningkatkan
Sistem Pendidikan
Sekolah Menengah Atas
Sekolah Menengah Atas bidang
Ruang Angkasa
Sekolah Menengah Atas yang memiliki
ikatan dengan Perusahaan Industri
Sekolah Menengah Kejuruan
Sekolah Khusus
Sekolah-sekolah dengan Bidang Studi
Beragam
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Kewarganegaraan
Sekolah khusus
Sekolah-sekolah dengan
Bidang Studi Beragam
Sekolah Dasar
Sekolah Kewarganegaraan
Sekolah Khusus
Program Pascasarjana
Sekolah-sekolah dengan
Bidang Studi Beragam
Sekolah Tinggi Teknologi
Universitas dengan
pengutamaan bidang studi
Ruang Angkasa
Sekolah Tinggi dengan masa
belajar 2 tahun
Universitas bidang Keguruan
dan Ilmu Pendidikan
Universitas dengan
pengutamaan bidang studi
Industri
Sekolah Tinggi dan Universitas
T
a
m
a
n

K
a
n
a
k
-
k
a
n
a
k
P
r
a
-
s
e
k
o
l
a
h
Usia
Sistem
Pendidikan
Pendidikan
Tinggi
Pendidikan
Dasar
Pendidikan
Menengah
124
Masyarakat
Murid-murid pilihan sekolah
menengah pertama sedang
belajar kimia di laboratorium
sekolah mereka
j uml ah perempuan yang bekerj a di l uar rumah.
Jumlah taman kanak-kanak di Korea meningkat dari 901
taman kanak-kanak pada tahun 1980 menjadi 8.294 pada tahun
2007. Sejak tahun 1999, Pemerintah telah melaksanakan proyek
berskala nasional untuk memberikan subsidi pendidikan bagi
anak-anak usia 5 tahun dari keluarga ekonomi lemah di seluruh
Korea. Proyek ini diikuti dengan pemberian subsidi dengan skala
menurun untuk anak-anak berusia 3 sampai 4 tahun pada tahun
2004 serta program untuk memberikan biaya pendidikan bagi
keluarga dengan dua anak atau lebih. Langkah-langkah ini telah
membantu meningkatkan kesempatan bagi anak-anak kurang
mampu untuk mengenyam pendidikan pra-sekolah sehingga
mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih adil.
Perbandingan jumlah murid dan guru di sekolah dasar adalah
58,8 murid untuk satu guru pada tahun 1960. Angka ini
berkurang menjadi 24,0 pada tahun 2006. Calon guru sekolah
dasar diwajibkan telah lulus dari universitas keguruan dengan
masa studi empat tahun atau memiliki gelar sarjana strata satu
dalam bidang pendidikan dasar dari Universitas Wanita Ewha
atau Universitas Pendidikan Nasional Korea.
Setelah menyelesaikan sekolah dasar, anak-anak usia 12
sampai 14 tahun memasuki sekolah menengah pertama dari
kelas tujuh sampai kelas sembilan. Rasio jumlah murid dan guru
di sekolah-sekolah menengah pertama pada tahun 2006 adalah
19,4 : 1, sedangkan rasio pada tahun 1975 adalah 43,2 : 1.
125
Ada dua macam sekolah menengah atas di Korea: umum
dan kejuruan. Pelamar untuk sekolah menengah atas kejuruan
(meliputi pertanian, teknik, perdagangan, studi kelautan dan
ekonomi rumah tangga) bisa diterima melalui ujian masuk yang
diselenggarakan oleh tiap sekolah. Kurikulum pada sekolah-
sekolah kejuruan biasanya 40-60 persen mata pelajaran umum
sedangkan sisanya adalah mata pelajaran yang berhubungan
dengan bidang keahlian kejuruan. Pada tahun 2007, terdapat
702 sekolah kejuruan dengan 494.011 siswa. Di antara sekolah-
sekolah menengah atas umum, terdapat beberapa sekolah
khusus dalam bidang kesenian, pendidikan olahraga, sains, dan
bahasa asing. Tujuan dari sekolah-sekolah ini adalah untuk
menyediakan pendidikan yang tepat untuk murid-murid dengan
bakat-bakat istimewa dalam bidang-bidang tersebut.
Mata pelajaran pada sekolah menengah atas umum
cenderung berpusat pada persiapan untuk memasuki universitas.
Pada tahun 2007, terdapat 1.457 sekolah menengah atas umum
dengan 1,35 juta siswa. Bila kedua jenis sekolah ini digabungkan,
rasio jumlah lulusan sekolah menengah pertama yang
melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas adalah 99,6
pada tahun 2007.
Terdapat beberapa jenis institusi pendidikan tinggi di Korea:
sekolah tinggi (college) dan universitas dengan program-program
sarjana dengan masa studi empat tahun (enam tahun untuk
fakultas kedokteran dan kedokteran gigi), universitas keguruan
dengan masa studi empat tahun, sekolah tinggi dengan masa
Mahasiswa sebuah universitas
di kampus mereka
126
Masyarakat
Orang-orang dengan cacat fisik
dan mental memperoleh
pelatihan kejuruan
studi dua tahun (two-year junior colleges), universitas untuk bidang
penyiaran dan korespondensi, universitas terbuka, serta beragam
sekolah (miscellaneous schools) yang berstatus sekolah tinggi
dengan program-program dua tahun atau empat tahun. Pada
tahun 2007, terdapat 408 institusi pendidikan tinggi di Korea,
dengan jumlah total mahasiswa 3,56 juta orang dan 70.957 tenaga
pengajar.
Sekolah tinggi dan universitas di Korea beroperasi dengan
batasan jumlah mahasiswa yang ketat. Dalam memilih calon
mahasiswa, sekolah tinggi dan universitas menggunakan nilai
raport SMA mereka dan hasil ujian berstandar nasional.
Pendidikan Khusus dan Non-Formal
Warga yang memiliki cacat fisik atau mental bisa memperoleh
pendidikan baik di sekolah khusus maupun di kelas-kelas khusus
dan umum di sekolah umum. Pada tahun 2007, 65.944 siswa
yang memiliki cacat fisik atau mental mendapatkan pendidikan
khusus. Dari jumlah ini, 22.963 murid mendapatkan pendidikan
di sekolah-sekolah khusus, sedangkan 42.977 siswa memperoleh
pendidikan di kelas-kelas khusus dan umum di sekolah umum.
Sampai tahun 2007, terdapat 144 kelas khusus untuk orang
dengan cacat fisik dan mental di Korea. Angka ini mencakup tujuh
sekolah untuk siswa-siswa dengan gangguan emosi,
12 sekolah untuk siswa dengan gangguan
penglihatan, 18 sekolah untuk siswa dengan
gangguan pendengaran, 18 sekolah untuk siswa
dengan cacat fisik, dan 89 sekolah untuk siswa yang
mengalami keterbelakangan mental.
Dengan kesadaran yang semakin meningkat
mengenai kebutuhan orang-orang dengan cacat
fisik dan mental, semakin banyak upaya dilakukan
untuk memasukkan mereka ke sekolah-sekolah
umum. Semakin banyak sekolah umum yang
mempekerjakan staf pendukung dengan latar
belakang pendidikan khusus serta membangun
fasilitas-fasilitas bagi siswa-siswa dengan cacat fisik
dan mental. Untuk menolong para pelajar yang
memiliki permasalahan kronis, pemerintah juga
sedang mempromosikan dibangunnya rumah sakit
sekolah.
127
Untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan khusus,
pemerintah mendirikan Institut Pendidikan Khusus Korea pada
tahun 1994, yang bertanggungjawab untuk mengadakan
penelitian dalam bidang pendidikan khusus serta meningkatkan
kesadaran masyarakat akan kebutuhan orang-orang yang
memiliki cacat fisik dan mental.
Universitas Terbuka Nasional Korea (Korea National Open
University - KNOU) menyediakan program-program perkuliahan
empat tahun dalam bidang humaniora, ilmu-ilmu sosial, ilmu-
ilmu pengetahuan alam dan pendidikan bagi para pemuda
maupun orang dewasa yang sudah bekerja . Kuliah-kuliah
disiarkan melalui bermacam-macam media, meliputi internet,
TV kabel, radio, serta melalui rekaman video maupun audio.
Rata-rata terdapat 100 perkuliahan yang ditawarkan tiap
semester oleh Jaringan Universitas Terbuka melalui KNOU-TV,
yang mampu menjangkau tiap wilayah Korea melalui siaran
kabel dan satelit. Kuliah-kuliah sepanjang 30 menit disiarkan
rata-rata 16 jam per hari. KNOU menyiarkan tiga puluh tiga
kuliah radio yang masing-masing berdurasi 30 menit, serta
menawarkan kuliah-kuliah online sebagai cara untuk memeriksa
kehadiran mahasiswa.
Mereka yang berhasil merampungkan seluruh jumlah kredit
yang diwajibkan akan menerima gelar yang sama dengan
lulusan universitas pada umumnya. Jenis program pendidikan
khusus yang lain meliputi program-program pelatihan yang
E-Le a rning mulai memberikan
pengaruh pada masyarakat
semata-mata dengan cara
menyediakan materi-materi
pendidikan serta meningkatkan
metode pendidikan. E-Le a rning
telah memperluas ruang lingkup
pendidikan sehingga mampu
mencakup seluruh area cybe rs pa ce
menuju pengembangan sistem
pendidikan yang bersifat merata
serta terciptanya masyarakat yang
melaksanakan proses belajar
seumur hidup.
128
Masyarakat
Konferensi internasional dalam
bidang Kajian Korea
ditawarkan oleh pemerintah dan organisasi-organisasi swasta.
Pelajaran yang diajarkan pada program-program ini mencakup
beragam keterampilan yang bersifat kejuruan dan teknis, dengan
tujuan membantu kaum muda dan dewasa baik dalam
melaksanakan pekerjaan mereka maupun dalam melakukan
kegi at an- kegi at an unt uk mengi si wakt u l uang.
Kajian Korea
Istilah kajian Korea muncul setelah tercapainya kemerdekaan
nasional pada tahun 1945, dengan adanya upaya-upaya dari
komunitas akademik untuk mengembangkan penelitian
mengenai Korea, meliputi sejarah, masyarakat, budaya, serta
sistem politik Korea. Penelitian akademik telah ditekan atau
didominasi oleh sudut pandang Jepang selama 35 tahun masa
penjajahan Jepang. Dengan semakin banyaknya para ilmuwan
asing yang terlibat dalam kajian Korea pada dekade-dekade
terakhir ini, pemerintah telah mendukung kegiatan penelitian
dan pendidikan melalui Akademi Kajian Korea yang didirikan
pada tahun 1978 serta Program Pascasarjana Kajian Korea, yang
dibuka dua tahun kemudian sebagai bagian dari Akademi Kajian
Korea. Sampai bulan Februari 2006, akademi milik pemerintah
ini telah menghasilkan 466 lulusan dengan gelar magister dan
200 dengan gelar doktor dalam tujuh disiplin ilmu yang berbeda
– sejarah, filsafat dan etika, bahasa dan kesusastraan, kesenian,
129
kebudayaan dan agama, politik dan ekonomi, kemasyarakatan
dan pendidikan. Sepanjang tahun perkuliahan, akademi ini
memiliki 201 mahasiswa Korea dan mahasiswa asing yang
terdaftar pada program-program magister dan doktor. Lulusan
asing akan kembali ke negara asal mereka di mana mereka
bekerja sebagai dosen atau peneliti dalam bidang kajian Korea.
Di luar negeri, kajian Korea telah banyak menarik perhatian,
dan kuliah-kuliah yang berhubungan dengan kajian Korea kini
terdapat di 735 universitas di Cina, Jepang, Amerika Serikat,
Rusia, Perancis, Jerman, Thailand, Vietnam, Polandia, Denmark,
Swiss, Ukraina, Hongaria, dan di negara-negara lain.
Kelas-kelas budaya membantu
mahasiswa-mahasiswa asing
untuk mampu menguasai musik
tradisional Korea
130
Masyarakat
Media
Surat Kabar dan Kantor Berita
Pers Korea kini telah berusia lebih dari satu abad. Surat kabar
modern pertama Korea, Dongnip Sinmun (Surat Kabar
Independen), didirikan pada tahun 1896 oleh Dr. Seo Jae-pil.
Dongnip Sinmun adalah surat kabar dua bahasa dengan empat
halaman tabloid dan jumlah cetakan 300 eksemplar yang terbit
tiga kali seminggu, tiga halaman pertama menggunakan bahasa
Korea dan halaman terakhir bahasa Inggris.
Pada dekade-dekade berikutnya, surat kabar Korea memiliki
tantangan besar menjaga semangat nasionalisme rakyat Korea
serta membuka mata mereka akan dunia luar yang berubah
begitu cepat. Surat kabar memainkan peranan penting dalam
gerakan-gerakan kemerdekaan selama masa pemerintahan rezim
kolonial Jepang (1910-1945).
Chosun Ilbo dan Dong-A Ilbo merupakan dua surat kabar
tertua di Korea, keduanya diresmikan pada tahun 1920 seiring
dengan munculnya Gerakan Kemerdekaan Satu Maret. Kedua
surat kabar ini dikenal karena kebijakan editorialnya yang
independen serta kemampuannya mempengaruhi pendapat
publik. Semangat ini tetap bertahan sampai berdirinya Republik
Korea pada tahun 1948. Dengan kebebasan yang sangat luas
untuk mengkritik pejabat pemerintah, surat kabar selalu berada
pada garda terdepan dalam menciptakan perubahan-perubahan
sosial.
Surat kabar Korea telah menanamkan investasi dalam hal
penyediaan fasilitas-fasilitas dan perlengkapan pers modern
pada tahun-tahun terakhir ini. Sebagian besar surat kabar harian
memiliki sistem percetakan dan penyuntingan yang telah
dikomputerisasi dengan kemampuan mencetak multiwarna.
Terdapat dua kantor berita utama di Korea, Kantor Berita
Yonhap dan Newsis. Dengan jaringan pengumpulan berita yang
luas di ibukota dan propinsi-propinsi, Kantor Berita Yonhap juga
memiliki 23 biro luar negeri di Eropa, Amerika Utara, Timur
Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Sedangkan Newsis,
yang terdaftar pada tahun 2001, telah memberikan layanan
berita sejak bulan Juni 2002.
Edisi pertama Dongnipsinmum
(The Independent). Diluncurkan
pada tanggal 7 April 1896,
surat kabar ini adalah surat
kabar pertama yang dimiliki
oleh swasta serta ditulis
seluruhnya dalam
huruf Hangeul
131
Demonstrasi jaringan
televisi rumah
Televisi
Siaran televisi di Republik Korea dimulai pada tahun 1956 dengan
dibukanya stasiun televisi swasta dan komersial di Seoul. Namun,
stasiun televisi pertama ini hancur karena kebakaran yang terjadi
pada tahun 1959. Pada bulan Desember 1961, KBS-TV diresmikan
oleh pemerintah sebagai stasiun televisi berskala penuh pertama
di Korea. Perusahaan penyiaran lain, TBC-TV, mulai beroperasi
pada bulan Desember 1964. Perusahaan Penyiaran Munhwa
mendirikan stasiun televisi ketiga di Korea, MBC-TV, pada bulan
Agustus 1969. Selama masa merger media-media pada akhir
era 1980-an, TBC-TV diambil alih oleh KBS dan diganti namanya
menjadi KBS-2.
Sistem Penyiaran Pendidikan ( Educational Broadcasting
System - EBS), di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan,
memulai siarannya pada tahun 1990. EBS menyiarkan program-
program pendidikan ekstrakurikuler untuk pelajar serta program-
program budaya dan dokumenter. EBS berubah menjadi
perusahaan publik berdasarkan Undang-undang Penyiaran yang
baru pada bulan Juni 2000.
Sistem Penyiaran Seoul (Seoul Broadcasting System - SBS)
mulai beroperasi di bawah manajemen swasta pada tahun 1990.
Stasiun-stasiun lokal pertama yang dioperasikan oleh swasta –
PSB (Perusahaan Penyiaran Busan), TBC (Perusahaan Penyiaran
Daegu), KBC (Perusahaan Penyiaran Gwangju) dan TJB
Telepon multimedia Korea
Telepon seluler produksi LG
Electronics dengan fasilitas
siaran multimedia langsung
(direct multimedia
broadcasting - DMB)
132
Masyarakat
(Perusahaan Penyiaran Daejeon) – didirikan pada tahun 1995
untuk mempromosikan kebudayaan lokal dan memacu
pembangunan daerah. Kelompok stasiun lokal milik swasta
kedua – iTV (Perusahaan Televisi Incheon), UBC (Perusahaan
Penyiaran Ulsan), CJB (Perusahaan Penyiaran Cheongju), dan
JTV (Perusahaan Televisi Jeonju) – mulai beroperasi pada tahun
1997. Beberapa perusahaan penyiaran telah menghentikan
operasinya, sedangkan yang lain telah mengalami perubahan
nama.
Berikutnya, Perusahaan Penyiaran Televisi Gangwon (Gangwon
Television Broadcasting - GTB) dan Sistem Penyiaran Kota
Internasional Bebas Jeju (Jeju Free International City Broadcasting
System - JIBS) memulai siarannya masing-masing pada tahun
2001 dan 2002.
Jaringan televisi KBS, MBC, SBS dan EBS meluncurkan
penyiaran digital di kawasan metropolitan Seoul pada paruh
kedua tahun 2001. Layanan ini diperluas untuk mencakup
wilayah Seoul dan Propinsi Kyunggi (the greater Seoul) dan
wilayah-wilayah sekitarnya pada tahun 2002.
Televisi kabel diperkenalkan untuk pertama kali pada tahun
1970. Jenis televisi ini populer terutama bagi mereka yang tidak
bisa menerima siaran televisi dengan baik karena faktor geografi
atau karena adanya bangunan-bangunan yang menghambat
penerimaan gelombang televisi.
Meski demikian, sejak akhir era 1980-an, seiring dengan
meningkatnya permintaan publik akan informasi dan tayangan
133
hiburan yang lebih bervariasi, permintaan akan televisi kabel juga
mengalami peningkatan.
Televisi kabel memulai siaran percobaan pada tahun 1990.
Sampai akhir tahun 2005, 14,0 juta pelanggan telah bisa menikmati
sekitar 70 saluran televisi kabel yang menyiarkan program-program
yang mencakup 77 wilayah.
Korea telah menempatkan tiga satelit komunikasi – Mugunghwa
Nomer 1,2,3 – pada orbitnya sejak tahun 1995 dan memperoleh
168 saluran satelit untuk menyiarkan program-program dalam
bermacam bidang seperti olahraga, musik, serta pendidikan dan
hiburan. Penyiaran Digital Korea (Korea Digital Broadcasting - KDB)
meluncurkan layanan siaran satelit pada bulan Maret 2002, dan
pada akhir 2004, perusahaan ini memberikan layanan saluran satelit
yang bermacam-macam bagi 1,65 juta pelanggan. Satelit-satelit
ini juga melancarkan jalan bagi Korea untuk menjadi salah satu
negara terdepan dalam bidang teknologi informasi.
Studio ”Bae Chul-soo’s Music
Camp,” program radio milik MBC
yang menyiarkan musik pop
Radio
Penyiaran radio di Korea dimulai pada tahun 1927 ketika
pemerintah Jepang mendirikan sebuah stasiun radio di Seoul.
Pemerintah militer Amerika Serikat di Korea kemudian mengambil
alih stasiun radio ini dan mendirikan Sistem Penyiaran Korea
(Kore a Broa dca s t ing Sys t e m - KBS). Ini adalah satu-satunya
stasiun radio di Korea sampai tahun 1954, ketika Sistem Penyiaran
Kristen (Chris t ia n Broa dca s t ing Sys t e m - CBS), yang beroperasi
134
Masyarakat
Arirang, jaringan kabel
berbahasa Inggris
di Korea
dana dari gereja-gereja, mulai menyiarkan program-program
pendidikan dan keagamaan beserta program-program berita dan
hiburan.
Pada bulan Desember 1956, organisasi Kristen yang lain, Misi
Aliansi Evangelis (Evangelical Alliance Mission), meresmikan Stasiun
Penyiaran Timur Jauh (Far East Broadcasting Station) di Incheon,
dan perusahaan penyiaran radio komersial pertama di Korea,
Stasiun Penyiaran Busan Munhwa (Busan Munhwa Broadcasting
Station) didirikan di Korea pada bulan April 1959. Hal ini kemudian
diikuti oleh pendirian beberapa perusahaan penyiaran swasta.
Perusahaan Penyiaran Munhwa (Munhwa Broadcasting Company
- MBC) mulai beroperasi pada bulan Desember 1961 dengan
tanda panggilan KLKV, diikuti oleh dua saingannya, Stasiun
Penyiaran Dong-A (Dong-A Broadcasting Station - DBS) pada
tahun 1963 dan Perusahaan Penyiaran Dongyang (Dongyang
Broadcasti ng Company - TBC) pada tahun 1964.
Gelombang perubahan yang lain terjadi pada tahun 1990
dengan berdirinya sejumlah stasiun penyiaran khusus. Stasiun
Penyiaran Lalu Lintas (Traffic Broadcasting Station - TBS) yang
dioperasikan oleh kota Seoul didirikan pada bulan Juni 1990,
diikuti oleh Stasiun Penyiaran Pendidikan (Educational Broadcasting
Station - EBS) milik pemerintah. Perusahaan Penyiaran Pyeonghwa
www.arirang.co.kr
135
Surat kabar dan jaringan-jaringan asing besar di Korea
(Pyeonghwa Broadcasting Corporation - PBC) bagi umat Katolik
dan Sistem Penyiaran Umat Budha (Buddhist Broadcasting
System - BBS) juga didirikan pada tahun 1990.
Pada bulan Maret 1991, Stasiun Radio Seoul milik swasta
mulai memberikan siaran bagi target pendengar di kawasan
metropolitan Seoul dan wilayah sekitarnya, sementara lima
saluran radio FM lokal milik swasta yang lain berdiri pada tahun
1997. Kini terdapat 202 stasiun radio di Republik Korea; 153
stasiun radio FM, 47 stasiun radio AM, dan dua stasiun radio
gelombang pendek bagi warga negara Korea di luar negeri.
Meski popularitas televisi semakin tinggi, radio tetap memiliki
j uml ah pendengar yang semaki n ti nggi di Korea.
Media Bahasa Situs
Korea Time Inggris http://www.koreatimes.co.kr
Korea Herald http://www.koreaherald.co.kr
JoongAng Daily http://joongangdaily.joins.com
Arirang TV http://www.arirang.co.kr
KBS worldnet Inggris, Cina,
Jepang
http://www.kbsworld.net
Inggris
Inggris
Inggris
(Data hingga bulan Februari 2008)
s
137
Jumlah Pekerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Angka Harapan Hidup
2006
2004
2005
Laki-laki Perempuan
82,4
80,4
85,5
75,2
78,5
8.212
9.779
5.442
(orang dalam ribuan)
(tahun)
75,7
Lulusan Sekolah Tinggi dan Universitas
atau yang Lebih Tinggi
Lulusan Sekolah Menengah Atas
Lulusan Sekolah Menengah Pertama
atau yang Lebih Rendah
Sumber: Biro Statistik Nasional Korea 2007
Usia rata-rata pasangan yang baru menikah
pada tahun 2007 adalah 31,1 tahun untuk laki-laki
dan 28,1 tahun untuk perempuan.
Rata-rata angka harapan hidup
pada tahun 2006 adalah 75,7
untuk laki-laki dan 82,4
untuk perempuan.
Sumber: Data Kesehatan OECD, 2007.
B
U
D
A
Y
A

D
A
N

S
E
N
I
Warisan Budaya UNESCO di Korea
Seni Rupa
Kesusastraan
Seni Lukis
Musik dan Tarian
Drama dan Film
Museum dan Gedung Teater
Budaya dan Seni
9
Budaya dan Seni
Budaya dan Seni
9
Warisan Dunia
140
Warisan Budaya UNESCO di Korea
Geografi Korea – sebuah semenanjung yang menjorok ke laut
dari benua terbesar di dunia – telah memberikan sumbangan
besar pada perkembangan ciri-ciri bangsa Korea yang unik.
Dasar dari kebudayaan dan kesenian Korea adalah identitas
bangsa Korea: gabungan sifat-sifat penduduk benua dengan
penduduk kepulauan. Selama berabad-abad, bangsa Korea
telah berinteraksi dengan kebudayaan benua Asia yang utama
meski Korea terletak di pinggir benua Asia di sebelah timur laut.
Yang mengagumkan, meski menjadi tempat bagi agama-agama
dan tradisi-tradisi besar dari wilayah Asia yang lain, bangsa
Korea telah mengembangkan suatu budaya tersendiri yang
berbeda dalam banyak aspek, yang disebut oleh sebagian orang
sebagai ”pusat budaya Korea.”
Karena pengaruh topografi , bangsa Korea tel ah
mengembangkan karakter yang cinta damai namun dinamis
yang telah menghasilkan budaya yang kontemplatif namun
penuh semangat, opti mi sti k namun senti mental .
UNESCO telah mengakui nilai khas dan karakter khusus budaya
Korea dengan menempatkan sejumlah warisan budaya Korea
dalam Daftar Warisan Dunia. Pada tahun 1995, UNESCO
menambahkan Kuil Bulguksa dan Gua Seokguram dalam daftar
tersebut,keduanya terletak di Gyeongju, di Propinsi
Gyeongsangbuk-do; balok-balok kayu Tripitaka Koreana untuk
menul i skan ki t ab- ki t ab suci agama Budha dan
Jangggyeongpanjeon (ruang-ruang besar untuk menyimpan
balok-balok kayu tersebut) di lantai dasar Kuil Haeinsa di Propinsi
Gyeongsangnam-do; dan Jongmyo, Tempat Ibadah Kerajaan
untuk menghormati para leluhur di Seoul.
Istana Changdeokgung di Seoul dan Benteng Hwaseong di
Suwon dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun
1997. Pada tahun 2000, dua warisan budaya Korea kembali
ditambahkan dalam daftar tersebut: situs-situs dolmen di
Gochang, Hwasun dan Ganghwado, serta Tempat Bersejarah
Gyeongju, ibukota Kerajaan Silla kuno (57 SM – 935 M), di
mana sejumlah besar warisan budaya dan tempat bersejarah
dipelihara dengan sangat baik. Pada tahun 2007, UNESCO
menyebut pulau vulkanik Jejudo dan pipa-pipa lavanya sebagai
bagian alam semesta yang memiliki keindahan luar biasa yang
menjadi saksi mengenai sejarah planet kita.
Kuil Bulguksa dan Gua Seokguram dibangun selama kurun
waktu 23 tahun, yang dimulai pada tahun 751 pada masa
Kerajaan Silla oleh Perdana Menteri Kim Dae-seong ( 701 -
774 ). Disebutkan bahwa Kim dilahirkan kembali sebagai anak
seorang perdana menteri karena sebelumnya ia adalah anak
saleh dari seorang janda miskin. Ia sendiri menjadi perdana
menteri dan berhenti dari jabatannya pada tahun 750 untuk
mengawasi pembangunan Bulguksa yang didirikan untuk
141
Pintu masuk yang megah dari
Kuil Bulguksa
142
Budaya dan Seni
menghormati orang-tua dari kehidupannya sekarang dan
Seokguram untuk menghormati orang-tua dari kehidupannya
sebelumnya. Bulguksa digunakan sebagai tempat ibadah umum,
sedangkan Seokguram digunakan untuk tempat ibadah pribadi
raja.
Dibangun pada serangkaian teras dari batu, Bulguksa menyatu
menjadi satu kesatuan organik dengan dataran berbatu-batu di
kaki bukit Tohamsan yang berhutan lebat. Kuil ini menjadi tempat
bagi Seokgatap (Pagoda dari patung Budha yang Bersejarah) dan
Dabotap (Pagoda dari Warisan-warisan Berjumlah Banyak), serta
Cheongungyo (Jembatan Awan Biru), Baegungyo (Jembatan
Awan Putih) dan Chillbogyo (Jembatan Tujuh Harta Karun) – tiga
tangga yang disebut jembatan karena secara simbolis menjadi
penghubung antara dunia sekuler dengan dunia spiritual Budha.
Terdapat banyak warisan budaya di dalam maupun di luar lantai
dasar kuil, termasuk patung-patung Budha dengan perunggu
dengan lapisan berkilau. Yang mendominasi halaman Daeungjeon
(Balairung Utama) adalah dua dari pagoda yang paling indah di
Korea Seokgatap yang tingginya 8,3 meter dan Dabotap dengan
tinggi 10,5 meter dibangun sekitar tahun 756. Ciri utama
Ruangan bundar utama dari
Gua Seokguram
143
Seokgatap adalah bahwa pagoda ini memiliki kesederhanaan yang
menandai sifat maskulin namun juga keagungan kaum bangsawan
yang menjadi lambang proses kenaikan menuju tingkat spiritual
yang lebih tinggi yang bisa dicapai melalui ajaran-ajaran Sakyamuni,
sedangkan Dabotap yang sangat dekoratif lebih memiliki sifat
feminin dan melambangkan kompleksitas dunia.
telah mengalami proses renovasi selama Gua Seokguram telah
mengalami proses renovasi selama beberapa tahun terakhir. Gua
ini adalah gua batu buatan yang menampilkan sebuah patung
Budha besar dalam posisi duduk yang dikelilingi oleh 38 Bodhisattva.
Seperti halnya bangunan-bangunan di sekitar Bulguksa, gua ini
juga dibuat dari batu granit.
Seokguram terdiri dari satu ruang luar berbentuk persegi panjang
dan satu ruang dalam berbentuk bulat, dengan langit-langit berbentuk
kubah, dan kedua ruang ini dihubungkan oleh sebuah lorong.
Dipahat dari satu balok batu granit, patung Budha paling utama
setinggi 3,5 meter duduk dengan kaki terlipat di atas sebuah tahta
berbentuk bunga teratai dan menghadap ke timur, dengan mata
tertutup karena meditasi yang sangat teduh, dengan wajah
tenang yang menunjukkan pengertian akan segala sesuatu.
Seokguram melambangkan gabungan dari pengetahuan
yang dimiliki oleh Kerajaan Silla mengenai arsitektur,
matematika, geometri, fisika, agama dan seni menjadi satu
kesatuan organik dan merupakan salah satu mahakarya
agama Budha di Korea.
Janggyeongpanjeon, dua ruang penyimpanan di Kuil
Haeinsa, merupakan tempat penyimpanan Tripitaka Koreana,
yang terdiri dari 81.258 balok kayu dengan huruf cetakan,
yang merupakan kitab suci agama Budha versi Dinasti Goryeo (918
– 1392). Dengan lebih dari 52 juta huruf-huruf Cina yang dicetak
secara akurat, kitab ini merupakan kitab suci agama Budha yang
tertua dan terlengkap yang ada di dunia saat ini.
Jongmyo, Tempat Ibadah Kerajaan untuk menghormati para
Tempat Ibadah Jongmyo
Balok-balok kayu
Tripitaka Koreana
144
Budaya dan Seni
leluhur, didirikan pada tahun 1395, tiga tahun sejak berdirinya
Dinasti Joseon (1392 – 1910). Kuil ini menjadi tempat
penyimpanan catatan-catatan kehidupan (the spirit tablets) para
raja dan ratu dinasti ini. Tatacara upacara peringatan yang rumit,
beserta musik yang menyertainya, disebut Jongmyojeryeak,
diciptakan dengan tujuan untuk menjadi Mahakarya Warisan
Budaya Manusia Berbentuk Lisan dan Non-Fisik (Masterpieces
of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Upacara
pertunjukan ritual peringatan tradisional Joseon dilaksanakan
pada hari Minggu pertama bulan Mei di kuil Jongmyo.
Istana Changdeokgung dibangun untuk pertama kalinya
pada tahun 1405 dan dibangun kembali setelah hancur
terbakar pada tahun 1592 dalam masa penjajahan Jepang.
Istana ini sendiri merupakan sebuah mahakarya, namun
yang terutama menonjol adalah taman di bagian belakang
(Huwon), yang disebut juga Taman Rahasia (Biwon), yang
diakui secara luas karena taman-tamannya yang ditata
dengan indah dan kreatif. Taman ini mencakup hampir tiga
perempat dari 405.636 meter persegi luas istana, dan dibuat
dengan citarasa tinggi, dengan unsur-unsur utama taman
tradisional Korea: paviliun dan ruang-ruang besar yang indah,
kolam teratai, batu-batu berbentuk unik, jembatan-jembatan
batu, tangga-tangga, serta kolam dan mata air yang tersebar
di antara hutan-hutan yang lebat.
Benteng Hwaseong dibangun selama 34 bulan di Suwon,
bagian selatan Seoul, pada tahun 1796. Benteng ini
menggabungkan teknologi konstruksi paling mutakhir, teori-
teori pertahanan militer, serta prinsip-prinsip estetika demi
menciptakan benteng perhananan militer paling maju yang
pernah dimiliki oleh Korea. Benteng ini terbentang pada
dataran bergunung-gunung, mengelilingi sebuah pusat
Benteng Hwaseong di Suwon
Istana Changdeokgung
145
Dolmen
perkotaan, melalui dataran tanah datar serta
mencakup empat pintu gerbang utama dan
beberapa pintu gerbang lain yang lebih kecil, pos-
pos komando, menara-menara pengawas, tembok-
tembok rendah di atas benteng yang digunakan
untuk menyerang musuh (battlements), pos-pos
penjagaan, serta bunker-bunker. Sebagian besar
benteng terluar seluas 5.743 meter masih berdiri
hingga kini.
Gyeongju dan situs-situs dolmen di daerah-daerah
setingkat kabupaten Gochang, Jeollabuk-do;
Hwasun, Jeollanam; dan Ganghwa, Gyeonggi-do, telah
ditambahkan dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2000.
Gyeongju merupakan ibukota Kerajaan Silla selama seribu
tahun, dan wilayah ini dikenal sebagai “Museum Tanpa
Dinding” karena tempat ini kaya dengan benda-benda
bersejarah. Jeju dan Pipa-pipa Lava mencakup tiga tempat
yang memiliki luas 18.846 hektar. Tempat pertama adalah
Geomunoreum yang dikenal sebagai sistem gua dengan pipa
lava yang paling indah di dunia, dengan langit-langit dan lantai
karbonat yang beraneka warna, serta dinding lava berwarna
gelap; Seongsan Ichulbong, yakni kawah menakjubkan
berbentuk seperti benteng yang muncul ke atas permukaan
laut; serta Hallasan, gunung tertinggi di Korea Selatan, dengan
air terjun, formasi batuan berbagai bentuk, serta sebuah danau
Hallasan dan
pipa lava di Jeju-do
Makam-makam dari
Dinasti Silla di Gyeongju
146
Budaya dan Seni
kawah kecil. Situs-situs dengan keindahan estetika yang
mengagumkan ini juga mejadi saksi dari sejarah planet kita, bagian-
bagian beserta proses-prosesnya yang membentuk dunia kita.
Joseon Wangjosillok Buljo Jikjisimcheyojeol Seungjeongwon Ilgi
Pada tahun 1997, UNESCO memprakarsai pembuatan Daftar
Memori Dunia dengan tujuan melestarikan dan menyebarkan
warisan dokumenter dunia yang berada dalam bahaya
kepunahan. Warisan-warisan tambahan dari Korea dalam daftar
ini mencakup Hunminjeongeum (Ajaran-ajaran Luhur untuk
Mendidik Masyarakat), Joseon Wangjosillok (Catatan Sejarah
Dinasti Joseon), Buljo Jikjisimcheyojeol (Kotbah-kotbah Utama
Para Guru Budha dan Ahli Seon), Seungjeongwon Ilgi (Catatan
Harian Sekretariat Kerajaan), balok-balok kayu untuk mencetak
Tripitaka Koreana dan bermacam-macam kitab agama Budha,
serta Ui gwe (Protokol Keraj aan dari Di nasti Joseon).
Hunmi nj eongeum adal ah buku pal i ng dasar untuk
mengajarkan Hangeul, alfabet Korea yang diciptakan oleh
penguasa keempat Dinasti Joseon, Raja Sejong yang Agung
(memerintah tahun 1418 – 1450). Alfabet baru ini diresmikan
penggunaannya pada tahun 1446.
Joseon Wangj osi l l ok merupakan hasi l dari tradi si
mempersiapkan catatan sejarah dari setiap raja yang memerintah.
Catatan ini dimulai pada tahun 1413 dengan dituliskannya
Catatan Sejarah Raja Taejo, pendiri dan raja pertama Dinasti
Joseon, dan berlanjut sampai akhir masa berkuasanya dinasti
tersebut pada tahun 1910. Catatan sejarah ini ditulis oleh para
sejarahwan di Kantor Pengumpulan Catatan Bersejarah
(Chunchugwan), dan untuk menjamin terpeliharanya catatan
Hunminjeongeum
Memori Dunia
147
Uigwe: Protokol Kerajaan dari
Dinasti Joseon
ini, salinan-salinannya disimpan di tempat-tempat penyimpanan
khusus yang terl etak di berbagai l okasi di Korea.
Buljo Jikjisimcheyojeol, yang dikumpulkan pada tahu 1372
oleh biarawan Baegun (1298-1374), berisi ajaran-ajaran
penting agama Budha Seon (Zen). Kata kunci dari judul kitab
ini, “Jikjisimche” diambil dari frase terkenal yang membahas
tentang bagaimana meraih pencerahan dengan melaksanakan
ajaran Seon. Tanda penerbitan (colophon) pada halaman
terakhir buku tersebut menyatakan bahwa buku ini dicetak
dengan huruf-huruf cetak dari besi yang bisa dibawa berpindah-
pindah (movable metal type) di Kuil Heungdeoksa pada tahun
1377, kira-kira tujuh puluh tahun sebelum Kitab Suci Kristen
Gutenberg dicetak di Jerman, yang menjadikannya buku tertua
di dunia yang dicetak dengan huruf-huruf cetak besi semacam
ini.
Seungjeongwon, Sekretariat Kerajaan dari Dinasti Joseon
bertanggung-jawab untuk memelihara Seungjeongwon Ilgi,
catatan rinci mengenai peristiwa sehari-hari dan jadwal resmi
148
Budaya dan Seni
Jongmyojeryeak (Musik ritual
kerajaan untuk menghormati
para leluhur)
kerajaan, dari raja pertama Dinasti Joseon, Taejo (berkuasa
tahun 1392 – 1398), sampai pada raja ke-27 dan terakhir,
Sunjong (memerintah tahun 1907 – 1910). Namun demikian,
kini hanya ada 3.243 catatan harian yang tersisa. Yang tercatat
dalam Seungjeongwon Ilgi adalah informasi sejarah otentik
dan rahasia negara dalam jumlah terbesar dari Dinasti Joseon.
Catatan ini berfungsi sebagai sumber utama bagi penulisan
Catatan Sejarah Dinasti Joseon, meski nilai sejarahnya bahkan
jauh lebih besar daripada Catatan Sejarah Dinasti Joseon itu
sendiri.
Goryeo Daejanggyeong (Tripitaka Dinasti Goryeo), yang
dikenal sebagai Tripitaka Koreana oleh cendekiawan modern,
merupakan kumpulan Tripitaka (kitab-kitab suci agama Budha).
Dipahat pada 81.258 balok-balok kayu cetakan pada abad ke-
13, di bawah perintah Dinasti Goryeo (918 – 1392), kitab ini
kini disimpan di Kuil Haeinsa di Propinsi Gyeongsangnam-do.
Sebagai warisan dokumenter dengan bentuk yang khas,
Uigwe merupakan kumpulan Protokol Kerajaan untuk Dinasti
Joseon yang memerintah selama 500 tahun. Sebagai kumpulan
tulisan dan lukisan yang lengkap dan sistematis, Uigwe
memberikan catatan rinci mengenai upacara-upacara penting
dan ritus-ritus istana Joseon. Gaya khas dari warisan dokumenter
ini tidak dapat ditemui di tempat lain mana pun di dunia.
149
Tari topeng pada
Festival Gangneung Danoje
War i san Budaya Non
Material
Pada tahun 1998, UNESCO mengeluarkan
Proklamasi Mahakarya Warisan Budaya Manusia
Berbentuk Lisan maupun Non-Material demi melindungi warisan
budaya lisan dan non-material dunia. Sejak proklamasi
pertamanya pada tahun 2001, tiga warisan budaya non-material
Korea telah diproklamasikan sebagai Mahakarya, meliputi
Jongmyo Jerye dan Jongmyo-jeryeak (Ritus Kerajaan untuk
Menghormati para Leluhur dan Musik Upacara), pansori (lagu-
lagu kepahlawanan), serta Festival Gangneung Danoje.
Jongmyoj erye merupakan ri tus peri ngatan untuk
menghormati para leluhur yang diadakan di Jongmyo (Tempat
Ibadah Kerajaan) dengan tujuan agar roh-roh para raja dan
ratu Dinasti Joseon dapat beristirahat dengan damai di mana
spirit tablet mereka disimpan. Jongmyo-jeryeak ditampilkan
selama ritus-ritus ini berlangsung. Dengan disertai tarian upacara,
Botaepyeong (Menjaga Kedamaian Utama) adalah lagu pujaan
yang terdiri atas 11 bagian yang memuji prestasi-prestasi
kenegaraan dari para pendiri dinasti, dan Jeongdaeeop
(Mendirikan Dinasti Besar) merupakan lagu pujaan yang terdiri
atas 15 bagian yang memuji prestasi-prestasi kemiliteran mereka.
Kedua karya ini diciptakan pada tahun 1447. Dua bagian lain,
yang dikenal dengan nama Jongmyoakjang, ditulis beberapa
tahun kemudian. Ratusan pendeta pemimpin upacara, pemusik,
penari, dan peserta mengambil bagian dalam peristiwa ini,
yang mencerminkan betapa khidmat dan agungnya upacara-
upacara Konfusian. Ritual ini merupakan contoh dari mahakarya
budaya non-material yang tidak gampang ditemui, yang tetap
berada dalam bentuknya yang asli selama 500 tahun.
Pansori adalah sebuah seni bercerita dengan diiringi musik,
yang ditampilkan oleh seorang vokalis dengan iringan tabuhan
tambur. Lagu-lagu epik populer yang dinyanyikan
secara solo ini memiliki ciri pembawaan lagu yang
ekspresif, pidato yang penuh gaya, gerak isyarat
yang mimetik (meniru-niru), yang menggabungkan
baik budaya bangsawan maupun budaya rakyat.
Pansori adalah kata majemuk yang tersusun dari
kata “pan” (tempat umum di mana orang berkumpul)
dan “sori” (lagu). Pertunjukan pansori bisa
Pertunjukan Pansori
150
Budaya dan Seni
Patung Maitreya (Budha
dari masa depan), terbuat
dari perunggu yang dari
Kerajaan Goguryeo.
berlangsung sampai delapan jam, ketika penyanyi pria atau
wanita melakukan improvisasi terhadap teks dengan
menggabungkan dialek pedesaan Korea dengan ungkapan-
ungkapan sastra yang terpelajar. Latar, tokoh, serta situasi yang
membentuk pansori berakar pada periode Dinasti Joseon.
Danoje, yang diadakan untuk meminta datangnya panen
yang berlimpah, jatuh pada hari kelima bulan kelima kalender
bulan serta menandai akhir dari musim menanam gandum dan
padi. Telah menjadi tradisi bahwa Danoje merupakan salah satu
dari tiga hari libur paling penting di Korea, sama halnya dengan
Seollal (Tahun Baru Kalender Bulan) dan Chuseok (Ucapan
Syukur). Festival Gangneung Danoje di Propinsi Gangwon-do
merupakan festival tradisional terbesar di Korea dan berlangsung
hampir selama empat minggu pada bulan keempat sampai
awal bulan kelima kalender bulan. Musik, tarian, sastra, drama,
dan kerajinan yang dikaitkan dengan festival ini memiliki nilai
artistik yang tinggi dan sangat berharga karena festival ini telah
berl angsung sel ama kurang l ebi h seri bu tahun dan
mencerminkan sejarah dan kehidupan rakyat biasa. Festival ini
juga mengambil tradisi-tradisi keagamaan Korea, termasuk
Konfusianisme, Syamanisme, Budhisme, dan Taoisme, serta
menawarkan berbagai macam upacara dan pertunjukan.
Meski manusia mulai mendiami Semenanjung Korea pada
Zaman Paleolitikum, peninggalan-peninggalan yang ada
menunjukkan bahwa asal-usul seni rupa Korea mulai mengacu
pada Zaman Neolitikum (kira-kira 6.000 sampai 1.000 SM).
Pahatan-pahatan batu pada tebing di sisi sungai, yang disebut
Bangudae di Ulsan di pantai tenggara Korea memberikan
deskripsi yang jelas mengenai binatang-binatang yang hidup
di situ dan merupakan seni yang menonjol dari Zaman Prasejarah.
Nilai estetika masa ini juga bisa ditemui pada makam dan pola
berbentuk terung pada barang-barang tembikar untuk
keperluan sehari-hari. Pada Zaman Perunggu (kira-kira 1.000
– 300 SM), berbagai macam barang dari perunggu termasuk
cermin, lonceng, dan anting-anting dihasilkan, yang
sebagian besar bertujuan menunjukkan kekuasaan raja atau
dibuat untuk tujuan-tujuan keagamaan serta untuk
menimbulkan kekaguman.
Selama masa pemerintahan Tiga Kerajaan, Goguryeo
(37 SM – 668 M), Baekje (18 SM – 660 M), dan
Seni Rupa
Mahkota emas dari Kerajaan Silla
151
Ssangyeongchong
(Makam Dua Lajur), lukisan
pada langit-langit dari Kerajaan
Goguryeo
Silla (57 SM – 935 M), tiap kerajaan mengembangkan
seni rupa yang berbeda yang dipengaruhi oleh keadaan-
keadaan geografis, politis, dan sosial yang khas. Lukisan
dinding pada makam-makam Goguryeo, yang
kebanyakan ditemukan di sekitar Jiban dan Pyongyang,
menunjukkan kebesaran seni kerajaan ini. Lukisan-
lukisan dinding pada keempat dinding dan langit-langit
ruang penguburan menampilkan gambar-gambar
dengan warna cerah dan gerakan penuh energi dan
dinamis, menggambarkan pemikiran-pemikiran
mengenai kehidupan di bumi dan di dunia sesudah
kematian.
Seni Baekje terutama ditandai oleh permukaan yang
halus serta senyum-senyum yang hangat seperti ditemukan
pada gambar tiga serangkai Budha yang dipahat pada batu
di Seosan. Para arkeolog menemukan koleksi perhiasan emas
yang kaya, termasuk mahkota, anting-anting, kalung dan ikat
pinggang dari makam-makam Kerajaan Silla, yang jelas
merupakan ungkapan kekuasaan. Benang-benang dari emas
serta biji-biji emas yang ditemukan di dalam makam bersama
dengan perhiasan-perhiasan yang amat indah membuktikan
keterampilan artistik yang sangat tinggi dari kerajaan ini.
Sementara itu, pengakuan resmi akan agama Budha sepanjang
pemerintahan Tiga Kerajaan berujung pada dibuatnya dibuatnya
patung-patung Budha. Salah satu contoh utama adalah patung
Maitreya (Budha Masa Depan) yang duduk dalam meditasi
dengan salah satu jarinya menyentuh pipi.
Kerajaan Silla Bersatu (676 – 935) mengembangkan suatu
budaya artistik yang telah diperindah dengan selera internasional
yang kuat sebagai akibat dilakukannya pertukaran-pertukaran
dengan Dinasti Tang dari Cina (618 – 907). Meski demikian,
tetap saja agama Budha menjadi kekuatan pendorong utama
di balik perkembangan budaya Kerajaan Silla. Gua Seokguram,
contoh sempurna seni rupa Kerajaan Silla Bersatu, merupakan
mahakarya yang tidak ada bandingannya karena patung-
patungnya yang megah, ungkapan-ungkapannya yang realistis,
serta bagian-bagiannya yang khas. Di samping itu, para pengrajin
Kerajaan Silla juga sangat mahir dalam membuat lonceng kuil.
Lonceng-lonceng perunggu seperti Lonceng Ilahi milik Raja
Seongdeok yang dibuat pada akhir abad ke-8 terkenal
152
Budaya dan Seni
Lonceng Ilahi milik Raja
Seongdeok (akhir abad ke-18)
merupakan yang terbesar pada
jenisnya di Korea
karena desainnya yang elegan, suaranya yang nyaring,
serta bentuknya yang sangat besar.
Nilai artistik Kerajaan Goryeo (918 – 1392) dapat dilihat
dari barang-barang seladon. Warna hijau seperti pada batu
permata jade, disain yang elegan, dan berbagai macam
seladon Goryeo merupakan keindahan yang sangat tinggi
dan berbeda dari keramik-keramik buatan Cina. Sampai
paruh pertama abad ke-12, seladon Goryeo dikenal karena
warnanya yang bersih, sedangkan pada paruh kedua abad
tersebut teknik menoreh disain pada tanah liat dan mengisi
ceruk-ceruknya dengan tanah liat lunak warna putih atau
hitam menjadi ciri utamanya.
Bangunan kayu tertua yang dibangun pada masa ini
serta masih ada sampai sekarang adalah Muryangsujeon
(Ruang Kehidupan Tak Terbatas) di Kuil Buseoksa di Yeongju,
Propinsi Gyeongsangbuk-do. Dipercaya bahwa bangunan
ini dibangun pada abad ke-13. Disain arsitektur dari kayu
dalam Jaman ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis
besar, jusimpo (siku-siku tiang untuk menopang atap) dan
dapo (perangkat multi-siku yang ditempatkan baik pada
kusen di antara bubungan ataupun tiang-tiang). Secara
khusus, sistem dapo dikembangkan untuk pembangunan
bangunan-bangunan megah berskala besar. Dua bentuk
konstruksi ini tetap menjadi dasar bagi pembangunan
arsitektur kayu sampai dengan berkuasanya Dinasti Joseon.
Buncheong, periuk yang terbuat dari tanah liat berwarna
abu-abu dan dihiasi dengan lapisan tanah liat lunak warna
putih, merupakan jenis keramik yang dibuat pada masa
Dinasti Joseon. Keramik ini dilapisi oleh lapisan berwarna
biru keabu-abuan yang mirip dengan jenis seladon. Yang
juga menjadi produk khas dari Jaman ini adalah porselen
Vas seladon yang
ditatah dari Dinasti
Goryeo
Teko seladon
dalam bentuk
kura-kura
Goryeo
153
Muryangsujeon, bangunan
kayu tertua di Korea
Vas porselen dari Dinasti Joseon
yang berwarna biru dan putih
dengan desain bambu dan
pohon cemara.
porselen warna biru dan putih. Digunakan oleh rakyat biasa
dalam kehidupan sehari-hari mereka, barang-barang Buncheong
dihiasi oleh pola-pola bebas. Porselen putih, yang menunjukkan
harmoni yang sempurna antara lekukan-lekukan dan nada-
nada warna yang halus merupakan contoh puncak keindahan
seni. Dimulai pada pertengahan abad ke-15, porselen biru dan
putih mulai menunjukkan nilai estetik yang tinggi berkat pola-
pola menawan yang dilukis pada zat warna kobalt berwarna
biru pada seluruh permukaan porselen.
Selama masa pemerintahan Dinasti Joseon (1392 – 1910),
bangunan tradisional, yang menginginkan keselarasan dengan
alam semesta, berkembang pesat dengan ragam luas dan
kecanggihan tersendiri. Sungnyemun (dikenal juga sebagai
Namdaemun) di pusat kota Seoul merupakan contoh bangunan
bernilai tinggi dengan gaya arsitektur dari masa awal Dinasti
Joseon. Bangunan ini beserta banyak bangunan kuil dan istana
yang lain kini sedang dibangun kembali atau direstorasi dengan
Joseon
Termos Buncheong
dengan desain tanaman
semak-semak
154
Budaya dan Seni
Yongbieocheonga
Karya ini memuja kebajikan
nenek moyang dari Keluarga
Kerajaan Yi, keluarga pendiri
Dinasti Joseon, dan membuat
persamaan antara keluarga ini
dengan pohon yang kuat
berakar serta sebuah mata
air yang dalam
menggunakan metode-metode tradisional.
Arsitektur Barat diperkenalkan di Korea pada akhir abad ke-
19, ketika gereja-gereja dan kantor-kantor untuk kedutaan-
kedutaan asing dibangun oleh para arsitek dan insinyur dari
luar negeri.
Sejak era 1960-an, dalam proses industrialisasi dan urbanisasi
Korea, Pemerintah melangkah maju dengan rencana-rencana
pembangunan dan sejumlah bangunan tua yang indah
dirubuhkan dan digantikan dengan bangunan-bangunan baru
yang tidak sedap dipandang mata.
Namun demikian, dalam tahun-tahun terakhir ini telah ada
diskusi aktif mengenai hal ini dan konsep yang telah ada sekian
lama mengenai bagaimana menyelaraskan bangunan-bangunan
dengan alam kini sedang dihidupkan kembali.
Kesusastraan Korea lazimnya dibagi secara kronologis menjadi
periode klasik dan modern. Kesusastraan klasik Korea
berkembang dengan latar belakang kepercayaan-kepercayaan
tradisional rakyat. Kesusastraan Korea juga dipengaruhi oleh
Taoisme, Konfusianisme, dan Budhisme. Di antara ajaran-ajaran
ini, agama Budha memiliki pengaruh paling besar, diikuti oleh
pengaruh-pengaruh Konfusianisme selama berkuasanya Dinasti
Joseon.
Sebaliknya, kesusastraan modern Korea berkembang sebagai
hasil persentuhan dengan budaya Barat, yang menyusul proses
modernisasi. Tidak hanya pemikiran-pemikiran
Kri sten, namun j uga berbagai macam
kecenderungan dan pengaruh artistik diimpor
dari Barat. Seiring dengan berkembangnya
”Pendidikan Baru” dan ”Gerakan Bahasa dan
Kesusasteraan Nasional,” sistem penulisan huruf
Cina, yang telah lama merepresentasikan budaya
kelas dominan, kehilangan fungsi sosio-kultural
yang selama ini dinikmatinya.
Puisi hyangga dari masa Kerajaan Silla
menandai dimulainya bentuk puisi yang khas
dalam kesusastraan Korea. Hyangga dicatat pada
Kesusastraan
155
Honggildongjeon (Kisah Hong
Gil-dong), yang diterbitkan dalam
huruf Hangeul, merupakan karya
yang berisi kritik sosial
yang dengan tajam mengkritik
kesenjangan-kesenjangan dalam
masyarakat Yi atas perlakuan
diskriminatif terhadap
keturunan-keturunan tidak sah
dan perbedaan-perbedaan yang
ditimbulkan oleh hal ini dalam
hal kekayaan.
naskah hyangga di mana bahasa Korea ditulis menggunakan
”bunyi” (eum) dan ”makna” (hun) yang ada dalam huruf-huruf
Cina. Empat belas puisi dengan gaya hyangga dari masa Kerajaan
Silla telah dilestarikan dalam Samgungnyusa (Memorabilia Tiga
Kerajaan).
Kesusastraan pada masa Kerajaan Goryeo ditandai dengan
meningkatnya penggunaan huruf-huruf Cina, tidak lagi
digunakannya hyangga, serta munculnya Goryeogayo (lagu-
lagu Goryeo) yang diturunkan ke generasi berikutnya sebagai
sastra lisan sampai periode Dinasti Joseon.
Diciptakannya Hangeul pada awal periode Joseon merupakan
suatu titik balik dalam sejarah Kesusatraan Korea. Akjang
(komposisi musik) ditulis dalam huruf Korea, seperti
Yongbieocheonga (Lagu-lagu Naga Terbang Melewati Surga).
Sijo (nada yang kini dipakai) mewakili puisi periode Joseon.
Bentuk puisi ini diciptakan pada akhir periode Goryeo, namun
kemudian berkembang lebih jauh di bawah pengaruh ideologi
baru pada periode Joseon, yaitu Neo-Konfusianisme
dari Dinasti Song di Cina. Bentuk lain dari puisi periode
Joseon adalah gasa, yang sangat tepat sekali
ditempatkan dalam kategori sajak (verse), walau isinya
tidak terbatas pada ungkapan perasaan pribadi. Sajak
ini kerap memasukkan nasihat-nasihat moral di
dalamnya.
Cerita-cerita fiksi klasik pertama di Korea mencakup
Geumosinhwa karya Kim Si-seup (Kisah-kisah Geumo)
yang ditulis dengan huruf Cina dan Honggildongjeon
(Kisah-kisah Hong Gil-dong) karya Heo Gyun, yang
ditulis dalam huruf Hangeul.
Seiring waktu berlalu, huruf Hangeul digunakan
secara luas dalam masyarakat Korea, yang berujung pada
tumbuh dan berkembangnya kajian bahasa dan kesusastraan
Korea.
Kesusasteraan Korea modern terbentuk dengan latar belakang
runtuhnya masyarakat feodal Dinasti Joseon serta diadopsinya
ide-ide baru dari Barat.
Changga (jenis lagu yang baru) dan sinchesi (puisi baru)
dipuji sebagai bentuk-bentuk puisi baru yang membentuk
kesusasteraan Korea modern.
156
Budaya dan Seni
Gambar-gambar pada dinding
Muyongchong (Makam Para
Penari) dari Kerajaan Goguryeo
Walupun pelukis-pelukis Korea menunjukkan tingkat
keterampilan tertentu yang terakumulasi sejak masa Tiga
Kerajaan, sebagian besar lukisan yang dibuat telah musnah
karena dilukis di atas kertas. Akibatnya, hanya mungkin bagi
kita untuk mengapresiasi lukisan-lukisan dari masa itu dengan
jumlah sangat terbatas, seperti misalnya lukisan-lukisan pada
dinding makam. Selain lukisan-lukisan dinding Goguryeo,
ubin-ubin lanskap Baekje dan Lukisan Kuda Terbang dari
Kerajaan Silla menjadi bukti kekhasan dan kualitas lukisan-
lukisan dari masa Tiga Kerajaan. Karya-karya ini menunjukkan
garis-garis penuh energi dan berani serta komposisi yang
sangat teratur, yang merupakan ciri-ciri khusus periode ini.
Hanya sedikit lukisan Kerajaan Silla Bersatu yang tersisa.
Meski demikian, ilustrasi ajaran-ajaran Avatamsaka yang dilukis
menjadi saksi meningkatnya kualitas lukisan pada periode ini.
Garis-garis yang sangat halus dan hidup menjadi ciri lukisan-
lukisan ilustrasi ini.
Baik lukisan-lukisan dekoratif maupun lukisan-lukisan agama
Budha mencapai puncaknya pada masa Dinasti Goryeo. Dalam
periode ini, bermacam jenis lukisan dibuat. Lukisan-lukisan
dari periode ini yang masih ada sampai sekarang terutama
lukisan-lukisan agama Budha dari abad ke-13 dan 14.
Seni Lukis
Sansumunjeon
Ubin dari tanah liat dengan
pahatan lanskap pada relief
dari Kerajaan Baekje.
157
Geumgangsan-do
Pemandangan Panoramik
Gunung Geumgang oleh
seniman dari Dinasti
Joseon Jeong Seon
Ciri-ciri utama lukisan-lukisan ini meliputi sikap badan yang
elegan, lipatan-lipatan baju yang halus dan indah dengan
warna-warna lebih lembut, yang kesemuanya menunjukkan
sedang berkembangnya ajaran agama Budha dalam kurun
waktu ini.
Prestasi terbesar dalam seni lukis Korea terjadi pada periode
Dinasti Joseon. Para pelukis profesional yang terlatih serta
para seniman terpelajar memainkan peran utama dalam
perkembangan seni lukis Korea. Secara khusus, pertumbuhan
ekonomi, stabilitas politik, dan perkembangan ideologi pada
158
Budaya dan Seni
”Burung Magpie dan Macan”
sebuah tema populer pada
lukisan rakyat
abad ke-18 berperan sebagai faktor pendorong bagi
semakin dominannya gaya seni lukis Korea yang khas.
Kecenderungan ini bisa dilihat pada lukisan-lukisan
lanskap dengan tema-tema sekuler. Jeong Seon (1676
– 1758) dan Kim Hong-do (1745 – 1816) dianggap
sebagai dua pelukis utama pada periode ini. Jeong Seon
mengisi kanvasnya dengan pemandangan indah gunung-
gunung di Korea berdasarkan gaya lukis Aliran Selatan
dari Cina, sehingga ia mampu menciptakan gaya lukis
Korea yang khas. Ia telah memberikan pengaruh pada
seniman Korea mana pun dalam perkembangan selera
seni kaum terpelajar pada masanya, dan hal ini terus
berlanjut sampai sekarang. Salah satu mahakaryanya
adalah ”Pemandangan Panoramik Pegunungan
Geumgang.” Sementara itu, lukisan-lukisan Kim Hong-
do sangat dihargai karena ia mampu menangkap
kehidupan sederhana para petani, pengrajin, dan
pedagang. Penggambarannya yang seksama namun penuh
humor sangatlah menonjol. Pada tahun-tahun terakhir Dinasti
Joseon, gaya-gaya seni lukis Korea semakin berkembang. Para
pelukis yang tidak memperoleh latihan sebelumnya justru muncul
sebagai penghasil lukisan-lukisan rakyat yang sangat aktif,
dengan konsumen yang juga berasal dari rakyat biasa. Lukisan-
lukisan rakyat ini menampilkan penggunaan warna-warna cerah
yang bebas serta disain yang disederhanakan dan telah distilisasi
atau ti dak menggunakan bentuk-bentuk natural .
Menyusul aneksasi paksa Korea oleh Jepang pada tahun
1910, gaya seni lukis tradisional lama-lama semakin tergeser
oleh gaya seni lukis menggunakan cat minyak, yang mulai
dikenal pada periode ini dan menjadi populer. Setelah Korea
bebas dari penjajahan Jepang pada tahun 1945, gaya seni lukis
tradisional Korea dihidupkan kembali oleh sejumlah seniman
terkemuka. Pada saat yang sama, banyak seniman Korea
memperoleh pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat yang
membuat negara kelahiran mereka tetap bisa mengikuti
perkembangan kontemporer seni lukis di luar Korea.
159
“Peta Amerika Serikat” karya
seniman video ternama Paik
Nam-june, yang dipamerkan
di Museum Smithsonian,
Washington D.C.
Pada 1950-an, institusi milik pemerintah,
Lembaga Eksibisi Nasional (Na t iona l Exhibit ion)
memainkan peran penting dalam memajukan
kesenian Korea. Lembaga Eksibisi Nasional memiliki
atmosfir yang agak formal dan akademis serta
cenderung memilih karya-karya yang bersifat
realistis. Dengan demikian, seniman-seniman muda
yang mengejar kreatifitas dalam karya-karya
mereka mencari suatu bentuk kesenian yang sesuai
dengan jaman yang baru. Dimulai pada akhir era
1960-an, seni lukis modern Korea mulai mengubah
arah menuju abstraksi geometris. Seniman-seniman
lain memiliki minat besar pada tema-tema yang
mengungkapkan kesatuan alami antara manusia
dan alam.
Lukisan-lukisan Korea pada era 1980-an
sebagian besar merupakan reaksi terhadap
modernisme era 1970-an. Dalam periode ini, para
seniman memiliki pendirian teguh bahwa seni seharusnya
menyampaikan pesan berkaitan dengan masalah-masalah sosial
pada masa itu. Sejak saat itu, telah ada minat pada isu-isu
modernisme dan pos-modernisme.
Pada tahun 1995, Bienalle Internasional Gwangju
diselenggarakan. Peristiwa ini memberikan kesempatan bagi
seniman-seniman modern Korea untuk berkumpul bersama
tokoh-tokoh utama dari dunia kesenian internasional. Seni video
Paik Nam-june merupakan salah satu pameran yang paling
terkemuka.
“Ssireum” (Pertandingan
Gulat Korea) karya Kim
Hong-do, seorang seniman
dari Dinasti Joseon.
160
Budaya dan Seni
Musik dan tarian merupakan sarana ibadah, dan tradisi ini
berlanjut terus selama periode Tiga Kerajaan.
Lebih dari 30 alat musik digunakan dalam periode ini, dan
satu yang khususnya patut dicatat adalah hyeonhakgeum (sitar
berbentuk seperti burung bangau berwarna hitam), yang
diciptakan oleh Wang San-ak dari Goguryeo dengan mengubah
sitar bersenar tujuh dari Dinasti Jin dari Cina. Hal lain yang
perlu dicatat adalah gayageum, sitar yang digunakan di Kerajaan
Gaya (42 – 562 M). Alat musik gayageum yang terdiri dari 12
senar masih dimainkan di Korea modern.
Goryeo mengikuti tradisi musik Silla pada tahun-tahun
awalnya, namun selanjutnya Goryeo memiliki aliran-aliran yang
lebih beragam. Ada tiga jenis musik di Goryeo – Dangak, yang
Musik dan Tarian
Pertunjukan ensembel musik
klasik nasional menampilkan
Sujecheon (Hidup Panjang
Seabadi Surga)
Kini, baik gaya seni lukis tradisional maupun Barat sama-
sama diajarkan dan dipelajari di Korea sehingga menjadi
salah satu masyarakat seni yang paling memiliki keterampilan
beragam di dunia. Banyak pelukis-pelukis Korea aktif berkarya
di New York, Paris, dan pusat-pusat seni kontemporer yang
lain.
161
yang berarti musik dari Dinasti Tang di Cina, Hyangak atau
musik pedesaan, dan Aak atau musik istana. Beberapa jenis
musik Goryeo merupakan warisan dari Dinasti Joseon dan
masih digunakan dalam upacara-upacara masa ini, terutama
upacara-upacara yang melibatkan pemujaan pada nenek
moyang.
Seperti halnya pada musik, pada mulanya Goryeo juga
menikmati tradisi tarian dari Tiga Kerajaan, namun kemudian
Goryeo menambahkan jenis-jenis lain dengan diperkenalkannya
tarian istana dan tarian keagamaan dari Dinasti Song di Cina.
Pada jaman Dinasti Joseon, musik dihargai sebagai unsur
utama ritual keagamaan dan upacara-upacara. Sejak awal
munculnya dinasti ini, dua lembaga yang menangani masalah
musik didirikan dan upaya-upaya ditempuh untuk menyusun
komposisi-komposisi musik.
Hasilnya, sebuah kitab musik yang dikenal sebagai
Akhakgwe-beom diterbitkan pada tahun 1493. Buku ini
mengelompokkan musik yang akan dimainkan di istana menjadi
tiga kategori – musik upacara, musik Cina, dan musik pribumi.
Terutama di saat Raja Sejong berkuasa, banyak alat musik
baru dikembangkan. Di samping musik istana, tradisi musik
sekuler seperti Dangak dan Hyangak terus berlanjut.
Tari-tarian rakyat, termasuk tarian petani, tarian dukun, dan
tarian biarawan, menjadi populer di kemudian hari pada periode
Alat musik perkusi untuk Samulnori
Samulnori adalah sebuah pertunjukan musik ensembel
menggunakan empat alat musik yang berbeda: ggwaenggwari
(gong besi kecil), jing (gong besi besar), janggo (tambur berbentuk
tabung jam pasir, dan buk (tambur berbentuk seperti tong kayu).
Ggwaenggwari
Jing
Pungmul janggo
Soribuk
162
Budaya dan Seni
periode Joseon, seiring dengan populernya tarian topeng
yang dikenal dengan nama Sandaenori dan tarian boneka.
Tari topeng ini menggabungkan tarian dengan lagu dan
cerita serta memasukkan unsur-unsur syamanisme yang sangat
menarik bagi rakyat biasa. Dalam penampilan tarian ini
penekanan sering diberikan pada ungkapan-ungkapan satiris
yang mengolok-olok kaum bangsawan sehingga menimbulkan
kegembiraan bagi penonton yang menyaksikan pertunjukan
tersebut.
Sebaliknya, pengaruh-pengaruh Konfusius dan Budha
sangat menonj ol pada tari an tradi si onal . Pengaruh
Konfusianisme bersifat represif, sedangkan pengaruh Budha
mengijinkan sikap yang lebih toleran seperti ditunjukkan pada
tari-tarian istana yang sangat indah serta tari-tarian syaman
yang di tuj ukan bagi orang yang tel ah meni nggal .
Sejumlah besar tarian tradisional semakin berkurang selama
masa penjajahan Jepang, juga dikarenakan proses industrialisasi
dan urbanisasi yang berlangsung sangat cepat pada era 1960-
an dan 1970-an. Baru pada era 1980-an orang mulai berpikir
untuk menghidupkan kembali tarian yang telah lama dilupakan
ini. Dari 56 tarian istana yang asli, hanya sedikit yang menjadi
terkenal saat ini.
Cheoyongmu (Tari Topeng) dari Kerajaan Silla, Hakchum
(Tari Bangau) dari Kerajaan Goryeo, dan Chunaengjeon (Tarian
Burung Bulbul di Musim Semi) dari Dinasti Joseon – seluruh
tarian ini telah dianggap sebagai ”Kepemilikan Budaya Non-
Material” (Intangible Cultural Properties) oleh Pemerintah
sebagai upaya untuk mendukung keberlangsungan hidupnya.
Para penari profesional telah memperoleh gelar ”Harta Milik
Budaya Manusia” (Human Cultural Properties), gelar tertinggi
yang diberikan pada para pakar seni dan kerajinan tradisional.
Berkembangnya tarian modern di Korea terutama
disebabkan oleh para pelopor seperti Jo Taek-won dan Choe
Seung-hui yang aktif selama masa penjajahan Jepang.
Menyusul kemerdekaan Korea, Perusahaan Grup Balet Korea
didirikan pada tahun 1946 sebagai organisasi pertama yang
menampilkan pertunjukan balet.
Rain
Penyanyi, penari, model,
dan aktor populer
Balerina Kang Sue-jin dengan
Stuttgart Ballet
Musik Barat didengar untuk pertama kalinya di
Korea dengan diperkenalkannya buku nyanyian Kristen
pada tahun 1893, dan mulai diajarkan di sekolah-
sekolah pada tahun 1904. Changga, suatu jenis lagu
baru dinyanyikan dengan iringan melodi musik Barat,
berkembang pesat di seluruh Korea.
Ketika Korea mengalami perubahan-perubahan
besar yang disebabkan oleh dibukanya Korea secara
paksa terhadap pengaruh Barat dan penjajahan Jepang
yang berlangsung lama, changga dinyanyikan untuk
memperkuat rasa cinta tanah air serta hasrat
akan kemerdekaan dan suatu wujud budaya yang
baru. Pada tahun 1919, Hong Nanpa membuat
komposisi Bongseonhwa (Jangan Sentuh Aku) dalam
bentuk changga.
Setelah Korea meraih kemerdekaan nasional
pada tahun 1945, orkestra bergaya Barat pertama
di Korea diresmikan sebagai Perkumpulan Orkestra
Simfoni Korea (Korea Symphony Orchestra Society).
Kini terdapat hampir 50 orkestra lengkap di Seoul dan di propinsi-
propinsi di Korea.
Kini jumlah musisi Korea yang tampil di luar negeri semakin
meningkat dan berhasil memperoleh pengakuan dari para
penikmat konser serta meraih penghargaan-penghargaan
bergengsi pada kompetisi-kompetisi internasional. Di antara
para musisi terkenal tersebut adalah Trio Chung, yang terdiri
dari konduktor-pianis Chung Myung-whun, pemain celo Chung
Myung-wha, dan pemain biola Chung Kyung-wha.
Di antara para penyanyi, penyanyi soprano Jo Su-mi,Shin
Young-ok, dan Hong Hye-gyong telah mampu membuat
kehadiran mereka dihargai
dalam komunitas musik
i nt er nasi onal . Mer eka
tel ah memai nkan peran-
peran utama dalam produksi-
produksi Opera Metropolitan
di New York serta pertunjukan-
pertunjukan lain yang terkenal, di
samping melakukan rekaman untuk
perusahaan-perusahaan musik terkenal
di dunia.
Pada bulan Agustus 1997, “Kaisar Wanita Terakhir,” sebuah
pertunjukan musikal yang menggambarkan tahun-tahun
Penyanyi Jo Su-mi
Konduktor-pianis Chung
Myung-whun
163
terakhir monarki Korea dan Kaisar Wanita Myeongseong,
ditampilkan di New York serta memperoleh pengakuan luas dari
pers Amerika. Pertunjukan musikal ini, yang berbentuk sebuah
kisah kepahlawanan (epic tale), dianggap telah memberikan
kesempatan yang berharga demi memperkenalkan sejarah dan
budaya Korea di luar negeri.
Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan musik
dan seni pertunjukan tradisional Korea, Pusat Nasional untuk
Seni Pertunjukan Tradisional Korea (National Center for Korean
Traditional Performing Arts) didirikan pada tahun 1951.
Pemerintah mendirikan Universitas Seni Nasional Korea pada
tahun 1993 dengan tujuan memberikan pendidikan seni kelas
dunia serta melatih seniman-seniman profesional. Universitas
ini memiliki enam fakultas: Musik, Drama,
Tari, Seni Visual, Film & Multimedia, serta Seni
Tradisional Korea. Pusat-pusat seni baik umum
maupun swasta, seperti Pusat Seni Seoul
dan Pusat Seni LG, telah memperkenalkan
berbagai macam pertunjukan dari seluruh
dunia untuk dinikmati oleh masyarakat Korea.
Sejak tahun 2004, anggota Network Festival
Seni Pertunjukan Korea telah bertukar informasi
mengenai seni pertunjukan, festival-festival
yang menjadi objek penelitian, bersama-sama
mengundang pertunjukan-pertunjukan asing,
Seni & Budaya
Kaisar Wanita Terakhir
Sebuah pertunjukan musikal
yang menggambarkan
kematian tragis sistem
monarki di Korea serta Kaisar
Wanita Myeongseong
Tari topeng, atau talchum,
adalah suatu bentuk drama
rakyat yang dinikmati
oleh rakyat biasa. Drama
Madanggeuk (Teater Terbuka)
bagian dari Dongnae Yaryu
(Pertunjukan Teater Terbuka)
164
serta bersama-sama membuat produksi. Didirikan pada tahun
2005, Pasar Seni Pertunjukan (Performing Arts Market – PAMS) di
Seoul telah menjadi platform untuk mempromosikan perusahaan-
perusahaan seni pertunjukan Korea (Korean Performs Art
Companies) secara efektif pada pada wilayah domestik maupun
internasional.
Drama dan Film
Bila musik dan tari mempunyai peran positif dalam seluruh
pertunjukan teater tradisional, drama Korea memiliki asal-
usul dari ritus-ritus keagamaan dari masa prasejarah. Satu
contoh menarik dari bentuk teater klasik ini adalah tari topeng
Sandaenori, gabungan tari, lagu, serta cerita yang diselingi
oleh sindiran dan lawakan. Meski satu daerah dan lainnya
memiliki sedikit perbedaan dalam hal gaya, dialog dan kostum,
bentuk teater ini memiliki popularitas yang luar biasa di antara
masyarakat pedesaan sampai awal abad ke-20. Pansori dan
ritual syamanistik yang dikenal sebagai gut adalah bentuk-
bentuk lain pertunjukan teater bersifat sakral, yang sangat
menarik minat khalayak ramai. Seluruh bentuk pertunjukan ini
masih ditampilkan di Korea modern, meski tidak terlalu sering.
Ada beberapa institusi yang menawarkan berbagai macam
seni pertunjukan pada satu tempat, salah
satu contohnya adalah Teater Jeong-dong
di pusat kota Seoul. Teater ini menampilkan
serangkaian seni pertunjukan tradisional,
drama, serta musik.
Penampilan pertama singeuk (drama baru),
yang berangkat dari tari topeng dan bentuk-
bentuk drama tradisional,dipertunjukkan pada
bulan Desember 1902. Namun demikian,
drama modern makin kuat berakar pada era
1910-an sesudah teater bergaya Barat pertama
dibuka di Seoul pada tahun 1908. Teater
bernama Wongaksa berjalan sampai bulan
November 1909.
Kelompok-kelompok teater Hyeoksindan
dan Munsuseong juga dikelola oleh orang-
orang yang baru kembali sesudah menjalani
B-boys dari Korea telah
memperoleh pengakuan
internasional dengan
menjadi juara dalam banyak
pertandingan internasional.
165
studi di Jepang serta menampilkan drama sinpa (gelombang
baru). Sinpa adalah suatu konsep untuk melawan drama gupa
(gelombang lama), yang mengacu pada drama kabuki di Jepang.
Drama-drama sinpa membahas tema-tema politik dan militer
yang kemudian berkembang menjadi semakin beragam dengan
menampilkan cerita-cerita detektif, opera sabun, dan tragedi.
Bi l a drama- drama si npa hanya menj adi tren yang
cepat berlalu, gelombang drama baru yang sesungguhnya
dipromosikan oleh para seniman yang berkumpul di sekeliling
Wongaksa dan memunculkan drama modern. Pada tahun
1922, Towolhoe, kumpulan tokoh-tokoh teater, dibentuk serta
memimpin gerakan drama baru ini ke seantero negeri, dengan
menampilkan sebanyak 87 pertunjukan. Pertunjukan drama
tetap populer sampai era 1930-an namun kemudian mengalami
penurunan seiring terjadinya kekacauan sosial-politik pada era
1940-an dan 1950-an. Pada dekade berikutnya, popularitas
drama semakin melemah di tengah larisnya film layar lebar dan
munculnya televisi.
Pada era 1970-an, sejumlah seniman mulai mempelajari
dan mengadopsi gaya dan tema karya-karya teater tradisional
seperti sandiwara tari topeng, ritual syamanisme, serta pansori.
Yayasan Seni dan Budaya Korea telah mensponsori festival
drama tahunan (Annual Drama Festival) demi mendorong
Seni & Budaya
Drama TV Korea
Daejanggeum (2003, MBC)
Didasarkan secara bebas pada kisah kehidupan seorang tokoh
sejarah yang muncul dalam Catatan Sejarah Dinasti Joseon,
drama ini fokus pada Jang-geum, dokter kerajaan wanita
pertama di Korea.
Winter Sonata (2002, KBS)
Winter Sonata (Sonata Musim Dingin) merupakan bagian kedua
dari serial drama Endless Love (Cinta Tanpa Akhir) produksi
KBS TV. Disiarkannya drama ini di stasiun televisi NHK Jepang
membantu memicu gelombang Hallyu (budaya pop Korea) yang
telah melanda Jepang dan Asia.
166
pertunjukan-pertunjukan teater. Saat ini, sejumlah besar group
teater aktif sepanjang tahun, dengan menampilkan pertunjukan
dari semua aliran dari komedi sampai cerita epik bersejarah di
teater-teater kecil sepanjang Jalan Daehangno di pusat kota
Seoul. Beberapa pertunjukan teater mengalami kesuksesan besar
sehingga periode pertunjukannya diperpanjang.
Film pertama Korea dipertontonkan ke khalayak umum pada
tahun 1919. Berjudul ”Righteous Revenge” (Pembalasan yang
Adil), film ini semacam drama-film yang dibuat dikombinasikan
dengan pertunjukan panggung. Film layar lebar pertama, ”Oath
Under the Moon” (Janji di Bawah Bulan), dipertunjukan pada
tahun 1923. Pada tahun 1926, sutradara sekaligus aktor karismatik
Na Un-gyu memperoleh tanggapan antusiastik dari publik atas
karyanya ”Arirang,” sebuah protes sinematis melawan penindasan
pemerintahan Jepang.
Setelah terjadinya Perang Korea pada tahun 1953, industri film
lokal berkembang perlahan-lahan dan mengalami kesuksesan
bisnis selama kira-kira satu dekade. Namun pada dua dekade
berikutnya industri film mengalami stagnasi yang terutama
disebabkan oleh pertumbuhan televisi yang sangat cepat. Walau
demikian, sejak awal era 1980-an industri film telah memperoleh
kembali vitalitasnya terutama berkat peran beberapa sutradara
berbakat yang berani membongkar stereotip lama dalam proses
pembuatan film. Usaha-usaha mereka berhasil dan film-film
mereka telah memperoleh pengakuan pada festival-festival
film internasional termasuk Cannes, Chicago, Berlin, Venice,
London, Tokyo, Moscow dan festival-festival di kota-kota lainnya.
Kecenderungan positif ini bergerak semakin cepat dengan
adanya sutradara-sutradara baru yang memproduksi film-film
berdasarkan kisah-kisah unik Korea yang telah menyentuh hati
penonton di seluruh dunia.
Pada tahun 2000, ”Chunhyangjeon” (Kisah Chunhyang), yang
disutradarai oleh Im Kwon-taek, menjadi film pertama Korea yang
turut bertanding dalam Festival Film Cannes. Empat film lainnya
diputar dalam kategori non-kompetitif. Film ”Seom” (Pulau),
disutradarai oleh Kim Ki-duk, ikut berlaga dalam Festival Film
Internasional Venice.
Menyusul film-film ini, pada tahun 2001, ”Joint Security Area”
(Wilayah Keamanan Bersama) terpilih untuk bertanding dalam
Festival Film Berlin, dan film yang lain karya Kim Ki-duk,
Old Boy (2003, disutradarai
oleh Park Chan-wook)
Old Boy merupakan kisah
aneh seorang lelaki yang
dipenjara selama 15 tahun
tanpa mengetahui alasan
mengapa ia dipenjara. Film
ini memenangkan Grand Prix
dari juri Festival Film Cannes
pada tahun 2004.
Secret Sunshine (2007,
disutradarai oleh Lee
Chang-dong)
Cerita film ini berpusat pada
seorang wanita yang harus
berjuang menyusul kematian
suami dan anaknya. Jeon Do-yeon
memenangkan Penghargaan
Aktris Terbaik pada Festival Film
Cannes tahun 2007.
167
”Address Unknown” (Alamat Tidak Dikenal) masuk dalam seksi
kompetisi pada Festival Film Internasional Venice.
Sutradara Park Chan-wook memperoleh penghargaan
Jury Grand Prix pada Festival Film Cannes tahun 2004 untuk
filmnya “Old Boy”. Ia juga meraih Penghargaan Sutradara Terbaik
pada Festival Film Internasional Bangkok untuk film “Old Boy”
tahun 2005 serta untuk film “Sympathy for Lady Vengeance
“(Simpati atas Pembalasan Dendam Seorang Wanita) pada
tahun 2006.
Minat publik terhadap film semakin besar dan beberapa
festival film internasional telah diselenggarakan baik oleh
pemerintah propinsi maupun organisasi swasta di Korea. Festival-
festival ini mencakup Festival Film Internasional Pusan, Festival Film
Fantastik Internasional Bucheon, Festival Film Internasional Jeonju,
dan Festival Film Wanita di Seoul.
Seperti halnya di negara-negara lain, masyarakat perfilman
Korea menyaksikan semakin meluasnya industri animasi dan
kartun. Lebih dari 200 perusahaan kini memproduksi karya-karya
dalam aliran baru yang sedang berkembang ini.
Industri-industri film, video, animasi, dan online sedang
mengalami ledakan besar di Korea, yang dipacu oleh
tersedianya layanan-layanan internet kecepatan tinggi. Pada
tahun 2007, menyusul pengurangan tajam dalam sistem kuota
film dibanding tahun sebelumnya, 392 film layar lebar diputar
Seni & Budaya
JUMP, Pertunjukan Seni
Beladiri spektakuler
Pertunjukan yang dinamis ini
menggabungkan seni beladiri
tradisional Korea taekwondo
dengan taekkyeon dan seni
beladiri dari Asia yang lain.
JUMP meraih Penghargaan
Komedi pada Festival Fringe
Edinburgh tahun 2006,
dan pada tahun yang
sama adegan-adegan dari
pertunjukan ini ditampilkan
di depan Pangeran Charles
dan BBC di The Royal Variety
Performance.
168
di Korea, yang merupakan kenaikan 60 persen sepanjang
tahun 2003. Hampir 30 persen, atau 112 film dari jumlah film ini,
merupakan hasil produksi Korea.
Museum dan Gedung-gedung Teater
Korea kaya akan sarana-sarana budaya dari semua tingkat
serta kategori di mana orang bisa menikmati pameran-pameran
dan pertunjukan-pertunjukan panggung sepanjang tahun.
Tempat-tempat ini menawarkan sekilas pandang mengenai
prestasi budaya dan artistik yang telah dicapai oleh rakyat Korea
baik di masa lampau maupun masa kini, mencakup baik tren dan
selera tradisional maupun modern. Dari museum yang diakui
secara internasional sampai dengan gedung-gedung teater
kecil di mana para aktor dan penonton bisa saling menyatu
dan berinteraksi, fasilitas-fasilitas ini memiliki jenis dan skala
yang variatif demi memuaskan bermacam-macam minat dan
kegemaran para penontonnya.
Terdapat 358 museum di Korea, 31 di antaranya didanai dan
dikelola oleh pemerintah pusat, termasuk Museum Nasional
Korea dan Museum Rakyat Korea yang terletak di pusat kota
Seoul. Museum-museum lain terletak di kota-kota propinsi,yang
sebagian di antaranya merupakan ibukota-ibukota kerajaan di
masa lampau. Secara khusus, Gyeongju dan Buyeo merupakan
tempat-tempat penyimpanan peninggalan-peninggalan
bersejarah yang mengungkapkan kecerdasan budaya masing-
Museum Nasional Seni
Kontemporer di Seoul
Grand Park
169
masing daerah. Oleh sebab itu, tiap museum menampilkan
(historical Flavor) rasa historis yang khas.
Di sampi ng museum-museum nasi onal dan umum
maupun museum-museum milik sekolah tinggi dan universitas,
terdapat 155 museum pribadi di Korea yang didirikan oleh
warga masyarakat secara individu, organisasi keagamaan,
serta perusahaan-perusahaan.
Pada sebagian besar kasus, koleksi-koleksi mereka terdiri
dari artefak budaya yang memerlukan usaha-usaha penuh
dedikasi seumur hidup untuk mengumpulkannya. Koleksi-
koleksi ini meliputi lukisan-lukisan rakyat, buku-buku, benda-
benda keagamaan, furnitur, sulaman, sampai pada pakaian-
pakaian tradisional.
Museum-museum dengan koleksi yang tidak biasa juga telah
berdiri, termasuk sebuah museum yang memiliki spesialisasi pada
kimchi, campuran kubis dan lobak ditambah acar yang telah
menjadi ciri khas Korea.
Korea memiliki sekitar 80 teater multi-fungsi. Teater Nasional,
yang didirikan pada tahun 1950, terletak di kaki Gunung
Namsan di jantung kota Seoul. Dengan tujuan melestarikan
dan mengembangkan budaya tradisional dan seni pertunjukan
kontemporer, gedung teater ini telah mengalami setengah abad
masa sulit dan perubahan dan kini berhak untuk membanggakan
diri dengan adanya empat grup tuan rumah yang secara regular
menampilkan 35 produksi secara teratur tiap tahunnya.
Seni & Budaya
Museum Nasional Korea di
Yongsan-gu, Seoul
170
Empat grup ini meliputi Grup Drama
Nasional, Grup Changgeuk (drama musikal
Korea) Nasional, Grup Tari Nasional, dan
Orkestra Musi k Tradi si onal Nasi onal.
Keempat grup ini sering menyelenggarakan
pertunjukan-pertunjukan keliling di luar
negeri dan di seluruh Korea. Di samping
empat grup tersebut, tiga grup lain juga
cukup aktif - Grup Opera Nasional, Grup
Balet Nasional, dan Paduan Suara Nasional.
Tiga grup ini lahir kembali sebagai grup
yang dikelola secara independen bertempat di Pusat Kesenian
Seoul pada bulan Februari 2000.
Museum Nasional Seni Kontemporer, yang terletak di sebuah
taman dengan pemandangan indah di Gwacheon, sebelah
selatan Seoul, menampilkan koleksi lengkap karya-karya seni
Korea dan Barat dari abad ke-20.
Jumlah galeri seni telah bertambah banyak dalam dua
dekade terakhir ini di tengah meningkatnya minat publik
pada seni rupa. Galeri-galeri dengan bermacam ukuran dan
karakter terkonsentrasi di daerah seperti Insa-dong, di tengah
kota Seoul; Sagan-dong di dekat Istana Gyeongbokgung; dan
Cheongdam-dong, di bagian selatan Seoul.
Museum Kimchi di Mall
COEX di kota Seoul
Sejong Center, di pusat
kota Seoul
171
Salah satu gedung teater multifungsi terbesar di Korea adalah
Pusat Seni Pertunjukan Sejong, yang terletak di pusat kota Seoul.
Berafiliasi dengan pusat seni kotapraja, dan dibuka pada tahun
1978, adalah Orkestra Simfoni Seoul, Orkestra Musik Tradisional
Korea Metropolitan Seoul, Paduan Suara Metropolitan Seoul,
Grup Teater Metropolitan Seoul, Grup Musikal Metropolitan
Seoul, Grup Tari Metropolitan Seoul, Grup Opera Metropolitan
Seoul, Paduan Suara Anak Laki-laki dan Perempuan Metropolitan
Seoul, dan Orkestra Simfoni Kaum Pemuda Seoul. Gedung utama
pusat kesenian ini dapat menampung 3.800 orang, sedangkan
orgel tiupan (pipe organ) di tempat ini merupakan salah satu
yang terbaik di dunia.
Pusat Kesenian Seoul, yang terletak di bagian selatan Seoul,
merupakan pusat seni dan budaya multi disiplin pertama di
Korea. Pusat Kesenian ini, dengan luas keseluruhan lebih dari
234.385 m
2
dan lantai seluas 120.951 meter persegi, dibuka
dalam tiga tahap dari tahun 1988 sampai tahun 1993.
Dengan arsi tekturnya yang i ndah, Gedung Opera
memiliki tiga gedung teater yang terpisah. Gedung Teater
Opera, dengan jumlah kursi 2.278, dilengkapi sedemikian
rupa sebagai tempat pertunjukan opera dan balet yang besar,
serta masih banyak lagi. Gedung Teater Towol, yang mampu
menampung 669 penonton, merupakan gedung teater ukuran
menengah yang digunakan untuk pertunjukan-pertunjukan
sandiwara, opera-opera skala kecil, dan tarian modern. Gedung
Teater Jayu yang dapat menampung maksimal 350 orang,
HZc^7jYVnV
Kompleks Gedung Opera dan
Pusat Kesenian Seoul
172
adalah tempat untuk pertunjukan-pertunjukan eksperimental dan
avant-garde.
Gedung Konser (Concert Hall ), dengan 2.600 kursi, adalah
sebuah gedung besar untuk pertunjukan orkestra lengkap,
sedangkan Gedung Recital (Recital Hall ), yang dapat menampung
sampai 380 orang, digunakan untuk orkestra solo atau orkestra
di ruangan kecil. Pusat kesenian ini memiliki galeri seni, ruang
kaligrafi, perpustakaan seni, teater terbuka, dan arsip film.
Sejak awal berdirinya, Pusat Kesenian Seoul telah diakui
oleh para seniman dari sejumlah disiplin seni sebagai tempat
yang unik untuk mengembangkan, mempromosikan, dan
menampilkan karya-karya kreatif. Sebagai institusi kelas dunia,
Pusat Kesenian Seoul kini memainkan peranan penting dalam
memimpin kebudayaan Korea untuk melangkah maju menuju
abad berikutnya.
Pusat daerah Daehagno,
Taman Marronnier, sering
menampilkan pertunjukan-
pertunjukan live oleh para
penghibur yang ingin
menjadi pemain terkenal.
Daerah Daehagno terkenal di
kalangan anak muda Korea
dan merupakan salah satu
distrik teater utama di Seoul.
173
Sekilas Pandang Seni & Budaya
174
Hallyu: Gelombang Korea
Hallyu, ’Gelombang Korea,’ mengacu pada meningkatnya minat publik
pada kesenian pop dan tradisional Korea di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan
Benua Amerika.
Festival Film Fantastik
Internasional Puchon
PiFan (singkatan
untuk festival film ini)
diselenggarakan tiap bulan
Juli di Bucheon, Korea
Selatan. Diresmikan pada
tahun 1997, festival film
ini mengkhususkan diri
pada film-film horor, thriller,
misteri, dan fantasi, dengan
perhatian khusus diberikan
pada film-film buatan
Korea Selatan dan negara-
negara Asia lainnya.
Festival Film
Internasional Pusan
Sebagai pusat sinema
Asia, Festival Film
Internasional Pusan
(FFIP) memperingati
ulang tahunnya yang
ke-13 pada tahun 2008.
FFIP meruntuhkan
rintangan-rintangan
yang memisahkan film
dokumenter, animasi,
komersial, independen,
digital, dan analog,
serta berperan dalam
membawa sutradara
dan para pemain film
Asia untuk masuk dalam
sorotan global.
Festival Film
Internasional Jeonju
Festival Film Jeonju
mempromosikan
kemungkinan
diproduksinya film digital.
Di samping menampilkan
berbagai macam film
pendek dari seluruh
dunia, panitia festival
film ini tiap tahunnya
memberikan 50.000
dolar bagi tiga pembuat
film untuk memproduksi
film-film pendek digital
khusus untuk ditampilkan
dalam festival film ini.
FESTIVAL FILM
UTAMA KOREA
175
AKTOR PENYANYI
Jang Dong-gun Bae Yong-joon
BoA Rain
Jun Ji-hyun Lee Young-ae Jang Young-ju Paik Nam-june
PARA
ENTERTAINER
KOREA
AKTRIS SENIMAN
K
E
H
I
D
U
P
A
N

M
A
S
Y
A
R
A
K
A
T

K
O
R
E
A
Kehidupan
Masyarakat
Korea
Perumahan
Pakaian
Makanan
Perayaan
Agama
Kehidupan Masyarakat Korea
Telah menjadi kepercayaan umum bahwa manusia Paleolitikum
mulai menghuni Semenanjung Korea kira-kira 40.000 hingga
50.000 tahun yang lalu, meski harus dipastikan lagi apakah mereka
betul-betul nenek moyang etnis dari bangsa Korea yang hidup
pada masa kini. Sejumlah manusia Paleolitikum hidup di gua-gua,
sedangkan yang lain membuat bangunan-bangunan di atas tanah
yang rata. Mereka hidup dari buah-buahan, akar-akaran yang bisa
dimakan, serta dari berburu dan menangkap ikan.
Manusia Neolitikum muncul di Korea sekitar 4000 SM,
sedangkan tanda-tanda kehadiran aktif mereka berasal dari tahun
3000 SM, yang ditemukan di seluruh Semenanjung Korea. Dipercaya
bahwa manusia Neolitikum merupakan nenek moyang bangsa
Korea. Manusia-manusia Neolitikum tinggal dekat pantai dan tepian
sungai sebelum masuk ke daerah pedalaman. Laut merupakan
sumber utama makanan mereka. Mereka menggunakan jaring, kail,
dan tali untuk menangkap ikan dan kerang. Berburu merupakan
cara lain untuk memperoleh makanan. Mata panah dan ujung
tombak banyak ditemukan di situs-situs Neolitikum. Berikutnya,
mereka mulai bercocok tanam menggunakan cangkul dan sabit
dari batu, serta batu gerinda.
Penanaman padi dimulai pada Zaman Perunggu, yang pada
umumnya dipercaya berlangsung sampai tahun 400 SM di
Korea. Manusia juga hidup di lubang-lubang bertutupkan jerami,
Taman Dolmen di Suncheon
Dolmen prasejarah dan
peninggalan-peninggalan lain
dipamerkan baik di tempat
terbuka maupun di dalam
ruangan sepanjang Danau
Juam. Taman ini merupakan
taman pertama Korea yang
khusus digunakan sebagai
tempat bagi batu-batu nisan
kuno ini.
10
Kehidupan
Masyarakat Korea
178
sedangkan dolmen dan kuburan batu digunakan sebagai tempat
penguburan pada zaman ini.
Ketika pertanian menjadi aktivitas utama, desa-desa terbentuk
dan pemimpin dengan kekuasaan tertinggi muncul. Hukum menjadi
sesuatu yang diperlukan untuk mengatur masyarakat. Di Gojoseon
(2333 SM – 108 SM) kitab undang-undang yang terdiri atas
delapan pasal mulai digunakan, namun hanya tiga pasal yang
diketahui sampai sekarang: Pertama, barangsiapa membunuh
orang lain akan dibunuh. Kedua, barangsiapa yang melukai anggota
badan orang lain harus menggantinya dengan memberikan padi.
Ketiga, siapa mencuri milik orang lain akan menjadi budak dari
korban pencurian tersebut.
Perumahan
Hanok, rumah tradisional Korea, memiliki bentuk yang tidak
berubah dari masa Tiga Kerajaan sampai akhir periode Dinasti
Joseon (1392 – 1910).
Ondol, sistem pemanasan bawah lantai khas Korea,
digunakan untuk pertama kalinya di daerah utara. Asap dan
panas yang dihasilkan oleh kompor-kompor dapur di atas tanah
disalurkan melalui pipa asap yang dibangun di bawah lantai. Di
daerah selatan yang lebih hangat, ondol digunakan bersama
dengan lantai kayu. Bahan baku utama rumah-rumah tradisional
adalah tanah liat dan kayu. Giwa, atau genteng atap beralur
hitam, dibuat dari tanah, biasanya tanah liat warna merah. Kini,
istana kepresidenan disebut Cheong Wa Dae, atau Rumah Biru
karena rumah ini memiliki atap dengan genteng berwarna biru.
Ondol
Dalam pengertian modern,
kata ini mengacu pada segala
jenis sistem pemanasan
bawah lantai atau ruangan
yang mengikuti cara
tradisional di mana orang
makan dan tidur di lantai.
179
Hanok dibangun tidak menggunakan paku namun kayu-
kayunya disatukan menggunakan pasak-pasak kayu. Rumah-
rumah untuk kaum kelas atas terdiri dari sejumlah bangunan
terpisah, satu untuk menampung wanita dan anak-anak, satu
untuk kaum laki-laki dalam keluarga dan tamu-tamu mereka,
dan bangunan lain untuk para pembantu, yang kesemuanya
dikelilingi oleh sebuah tembok. Tempat ibadah keluarga untuk
menghormati arwah nenek moyang dibangun di belakang
rumah. Sebuah kolam dengan bunga teratai kadang-kadang
dibuat di depan rumah di luar tembok.
Bentuk rumah-rumah ini berbeda antara daerah utara yang
lebih dingin dengan daerah selatan yang lebih hangat. Rumah-
rumah sederhana dengan lantai berbentuk persegi panjang,
dapur, serta sebuah kamar di tiap sisinya berkembang menjadi
rumah berbentuk huruf L di daerah selatan. Hanok pada
perkembangannya berubah bentuk menjadi mirip huruf U atau
kotak yang mengelilingi sebuah halaman.
Dari akhir era 1960-an, pola rumah Korea mulai berubah cepat
seiring dengan dibangunnya bangunan-bangunan apartemen
bergaya Barat. Apartemen-apartemen tingkat tinggi telah
menjamur di seluruh Korea sejak era 1970-an, namun sistem
ondol tetap populer dengan pipa air panas menggantikan pipa
asap di bawah lantai.
Kehidupan Masyarakat Korea
Desa Tradisional Namsangol
di pusat kota Seoul
180
Pakaian
Rakyat Korea menenun kain dengan rami dan tanaman
ararut (arrowroot) serta beternak ulat sutera untuk
menghasilkan kain sutera. Pada jaman Tiga Kerajaan, laki-
laki memakai jeogori (semacam jas), baji (celana panjang),
dan durumagi (mantel luar) dengan topi, ikat pinggang, dan
sepasang sepatu. Para wanita memakai jeogori (semacam jas
pendek) dengan dua pipa panjang diikat untuk membentuk
otgoreum (simpul), rok dengan panjang dari pinggang sampai
ke bawah yang menutupi sekeliling tubuh bernama chima,
sebuah durumagi, beoseon (kaos kaki katun warna putih),
dan sepatu berbentuk seperti perahu. Pakaian ini, dikenal
dengan nama Hanbok, telah diturunkan selama ratusan tahun
dengan bentuk yang hampir tidak pernah berubah baik untuk
laki-laki maupun perempuan, kecuali dalam hal panjang jeogori
dan chima.
Pakaian gaya Barat mulai dijual di Korea pada Perang
Korea (1950 – 53), dan pada masa proses industrialisasi
yang berlangsung cepat di era 1960-an dan 1970-an, terjadi
penurunan penggunaan Hanbok karena dianggap kurang tepat
digunakan untuk keperluan santai. Namun, akhir-akhir ini para
pecinta Hanbok telah berkampanye demi menghidupkan kembali
Hanbok dan memperbaiki modelnya supaya lebih sesuai untuk
dipakai dalam lingkungan modern.
Beberapa warga Korea masih memakai pakaian tradisional
Hanbok namun hanya terbatas pada hari-hari libur tertentu
seperti Seollal dan Chuseok, serta pada pesta-pesta keluarga
seperti Hwangap, perayaan ketika orangtua memasuki usia
60 tahun.
Makan malam tradisional
lengkap
Pakaian tradisional Hanbok
181
Makanan
Di antara tiga unsur dasar kehidupan – rumah, pakaian, dan
makanan – perubahan dalam hal kebiasaan makan memberikan
pengaruh paling besar bagi rakyat Korea. Nasi tetap menjadi
makanan pokok bagi sebagian besar rakyat Korea, namun di
antara generasi muda, banyak dari mereka yang lebih memilih
makanan ala Barat.
Nasi biasanya disertai oleh berbagai macam makanan
sampingan, terutama sayur-sayuran dengan banyak bumbu,
sop, sayuran berkuah, dan daging.
Makanan tradisional Korea tidak akan lengkap tanpa kimchi,
yakni campuran bermacam sayuran beracar seperti kubis cina,
Para ibu rumah tangga
sedang membuat kimchi
1. Bahan-bahan untuk membuat
kimchi
3. Bersihkan bagian bawah kubis 2. Iris dan cuci kubis cina dan
masukkan dalam air garam
Kimchi Baechu
Bagaimana membuat kimchi Baechu
Kehidupan Masyarakat Korea
182
lobak, bawang hijau, dan ketimun. Jenis-
jenis kimchi tertentu sengaja dibuat pedas
dengan tambahan bubuk cabe merah,
sedangkan jenis yang lain dimasak tanpa
cabe merah atau dimasukkan ke dalam cairan
yang gurih. Meski demikian, bawang putih
selalu digunakan untuk memasak kimchi untuk
menambah kelezatannya.
Pada akhir bulan November atau awal bulan
Desember, keluarga-keluarga Korea pada jaman
dahulu mempersiapkan kimchi dalam jumlah memadai
untuk sepanjang musim dingin yang panjang. Kimchi
disimpan dalam guci besar dari tanah liat, yang kemudian
ditanam sebagian di tanah demi menjaga suhu dan rasanya.
Di Korea masa kini, para ibu rumah tangga sering tidak punya
waktu untuk membuat kimchi, atau tanah luas di luar rumah
yang diperlukan untuk menyimpan kimchi dalam jumlah besar.
Walau demikian, kimchi tetap menjadi bagian penting gaya
hidup masyarakat Korea: perusahaan-perusahaan yang membuat
makanan yang difermentasi dan perusahaan lainnya yang
menjual kulkas khusus untuk kimchi mampu meraup keuntungan
dalam waktu cepat.
Selain kimchi, doenjang (pasta kedelai), dengan unsur-unsurnya
yang mampu melawan kanker, telah menarik perhatian para
ahli gizi masa kini. Masyarakat Korea pada jaman dahulu biasa
membuat doenjang di rumah dengan merebus buncis warna
kuning, mengeringkannya di tempat yang teduh, memasukkannya
ke dalam air garam, dan mengawetkannya dengan menaruhnya
di bawah sinar matahari. Akan tetapi, hanya sedikit keluarga
yang masih menerapkan proses pembuatan seperti ini;
sebagian besar cukup membeli doenjang buatan pabrik.
4. Campurkan bumbu dengan ikan
yang difermentasi dan digaramkan
6. Bungkus seluruh kubis dan
simpan di tempat yang dingin
5. Tebarkan bumbu hingga rata di
antara daun-daunnya.
Bulgogi,
makanan dengan
daging sapi paling
populer di Korea.
183
Di antara makanan-makanan berdaging, bulgogi (biasanya
daging sapi) yang telah dibumbui dan galbi (iga sapi atau babi)
merupakan yang paling disukai baik oleh masyarakat Korea
sendiri maupun orang asing.
Perayaan
Di masa lampau, perayaan adalah upacara keagamaan yang
mewah. Bahkan sebelum masa Tiga Kerajaan, upacara ucapan
syukur atas keberhasilan panen mulai dilaksanakan secara resmi
di kerajaan-kerajaan konfederasi yang lebih kecil. Upacara-upacara
ini meliputi yeonggo (upacara memangil roh dengan menabuh
genderang) dari Kerajaan Buyeo, dongmaeng (pemujaan pada
pendiri kerajaan) dari Kerajaan Goguryeo, dan muncheon (Tarian
Surga) dari Kerajaan Dongye. Umumnya, perayaan-perayaan ini
diselenggarakan pada bulan kesepuluh, menurut kalender bulan,
setelah semua panen selesai.
Tradisi menikmati masa panen di musim gugur dan
menyambut tahun baru dalam kegembiraan terus berlanjut
sampai masa kerajaan-kerajaan dan dinasti-dinasti berikutnya,
dan ti ap keraj aan atau di nasti mel akukan beberapa
perubahan tertentu.
Disebabkan oleh laju kehidupan yang amat cepat,
Korea pada masa kini telah banyak kehilangan hari-hari
libur tradisionalnya. Namun beberapa hari libur masih tetap
diperingati dengan penuh semangat. Salah satunya adalah
Ddeokguk
Telah menjadi tradisi Korea
untuk memulai Tahun Baru
dengan memakan semangkuk
besar sup kue beras untuk
membawa keberuntungan
Sebae adalah tradisi kaum
muda untuk membungkuk di
hadapan para orang yang lebih
tua yang dihormati sebagai
cara menyambut Tahun Baru.
Kehidupan Masyarakat Korea
184
Seollal, hari pertama dari tahun bulan yang baru,
yang jatuh kira-kira pada akhir Januari atau awal
Februari pada kalender matahari. Seluruh keluarga
berkumpul pada hari itu. Dengan berpakaian
Hanbok atau pakaian terbaik mereka, seluruh
keluarga melaksanakan upacara menghormati roh
leluhur. Sesudah upacara, anggota keluarga yang
lebih muda memberikan penghormatan secara
tradisional dengan cara membungkuk dalam-dalam
kepada anggota yang lebih tua keluarga.
Hari libur besar lainnya meliputi Daeboreum,
bulan purnama pertama sesudah Seollal. Pada hari
libur ini, para petani dan nelayan berdoa meminta
hasil panen dan tangkapan ikan yang melimpah, dan
rumah tangga biasanya mengungkapkan keinginan
untuk mengalami tahun yang penuh keberuntungan
dan terhindar dari nasib buruk dengan cara mempersiapkan
makanan istimewa berupa sayur-sayuran yang telah dibumbui.
Pada perayaan Dano, hari kelima pada bulan kelima tahun
bulan, para petani tidak pergi ke ladang dan mengambil satu
hari libur untuk mengadakan perayaan bersama untuk menandai
selesainya musim semai, sedangkan para wanita mencuci rambut
mereka dengan air khusus yang dibuat dengan merebus bunga
iris dengan harapan mereka mampu terhindar dari kemalangan.
Dano merupakan hari libur besar di masa lampau, namun minat
masyarakat pada hari libur ini telah jauh berkurang, kecuali di
beberapa propinsi tertentu.
Sebuah keluarga sedang
membuat songpyeon, kue
beras berbentuk Bulan Sabit,
untuk perayaan Chuseok.
Saat makan pagi pada
perayaan Daeboreum,
Ogokbap (nasi lima-
butir) dimakan beserta
dengan berbagai macam
sayur-sayuran yang telah
dikeringkan
185
Chuseok, hari bulan purnama di
musim gugur yang jatuh pada hari
ke-15 bulan kedelapan kalender
bulan, mungkin merupakan hari raya
yang paling ditunggu-tunggu bagi
rakyat Korea masa kini.
Antrian mobil yang amat panjang
mengisi jalan raya, dan banyak institusi
serta toko-toko tutup selama tiga
hari. Anggota keluarga berkumpul
bersama, memberikan penghormatan
pada nenek moyang mereka, serta
mengunjungi makam leluhur. Orang-
orang yang tinggal di kota kembali ke kampung halaman mereka
untuk merayakan Chuseok. Tiket pesawat terbang dan kereta
api bagi mereka yang akan kembali ke kota kelahiran mereka
biasanya telah dipesan beberapa bulan sebelumnya.
Di antara hari raya yang lain adalah Hari Kelahiran Sang
Budha, yang jatuh pada hari kedelapan pada bulan keempat
kalender bulan, serta Hari Natal, yang dirayakan tidak hanya oleh
umat Kristen namun juga sebagian besar kaum muda. Pada Hari
Kelahiran Sang Budha, massa umat Budha bergabung dalam
parade lentera melewati jantung kota Seoul, dan lentera-lentera
umat Budha digantungkan sepanjang jalan-jalan utama.
Terdapat beberapa hari libur keluarga yang penting bagi
seluruh rakyat Korea dan dirayakan dengan pesta dan penuh
kegembiraan. Hari-hari libur ini meliputi baegil, hari ke-100 setelah
kelahiran seorang anak; dol, hari ulang tahun pertama seorang
bayi; dan hoegap atau hwan-gap, hari ulang tahun ke-60, yang
dianggap sebagai hari selesainya siklus 60 tahun dalam zodiak
Timur. Hari-hari istimewa ini dirayakan dengan antusiasme tinggi
ketika tingkat kematian bayi masih tinggi dan angka harapan
hidup masih rendah.
Unsur utama dari upacara minum teh Korea adalah ketenangan
dan sifat alami saat menikmati teh dalam suasana yang
formal namun santai. Upacara minum teh kini dihidupkan
kembali sebagai cara memperoleh relaksasi dan keselarasan
dalam budaya baru yang bergerak cepat, serta dalam rangka
meneruskan tradisi lama dari kesenian non-material Korea.
Dol, perayaan hari ulang
tahun pertama
Kehidupan Masyarakat Korea
Upacara Minum Teh Korea
186
Pada masa lalu, acara-acara seperti itu dilaksanakan sebagai
perayaan yang akan dihadiri bahkan oleh kerabat jauh, namun
kini acara tersebut hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Seperti
hoegap, semakin banyak warga usia lanjut beralih ke bentuk
perayaan yang lain, misalnya bepergian ke luar negeri, daripada
merayakannya di rumah.
Hari Libur
1 Januari
1 Maret
8 April
5 Mei
6 Juni
15 Agustus
3 Oktober
25 Desember
Seollal: Hari Pertama Tahun
Baru Kalender Bulan
Hari Gerakan Kemerdekaan
Hari Kelahiran Sang Budha
Hari Anak-anak
Hari Pahlawan
Hari Kemerdekaan
Chuseok: Hari Ucapan Syukur
Korea (Kalender Bulan)
Peringatan Nasional
Berdirinya Korea (National
Foundation Day)
Hari Pertama Tahun Baru
Hari Pertama Tahun Baru adalah hari libur umum
Hari Natal
Hari Pertama pada bulan pertama Kalender Bulan.
Hari tepat sebelum dan sesudah Seollal juga bagian dari
hari libur tiga hari ini.
Hari dengan berbagai macam perayaan untuk anak-anak
Negara memberikan penghormatan bagi pahlawan yang
meninggal di medan perang. Acara ini diselenggarakan di
Pemakaman Nasional.
Hari ini menandai berdirinya negara Korea Pertama oleh
Dangun pada tahun 2333 SM
Ini adalah salah satu hari libur nasional terbesar sepanjang
tahun. Para keluarga mengadakan upacara peringatan
dirumah atau pada makam keluarga. Bagian penting dari
perayaan ini adalah memandang Bulan Purnama dan
mengucapkan Keinginan
Baik umat Kristen maupun non Kristen memperingati
Hari Raya ini, seperti halnya di Barat
Hari libur ini menandai ketika gerakan kemerdekaan
berskala besar diadakan untuk melawan penjajahan
Jepang pada tahun 1919.
Hari ini ditahun 1945, Korea terbebas dari penjajahan
Jepang yang berlangsung selama 35 tahun. Hari ini juga
menandai berdirinya Pemerintahan Republik Korea pada
tahun 1948
Upacara khidmat diselenggarakan di Kuil-kuil Agama
Budha Parade Lentera besar memenuhi daerah Jongno di
Pusat kota Seoul dengan cahaya dan manusia pada hari
minggu sebelumnya
187
Sensus tahun 2005 menunjukkan bahwa separuh dari jumlah penduduk Korea menjalankan ibadah
keagamaan secara aktif. Tiga agama besar membentuk kelompok masyarakat ini, yaitu agama Budha
(43,0%), agama Kristen Protestan (34,5%), dan agama Kristen Katolik (20,6%).
Jumlah sisanya sebanyak 1,9% kebanyakan memeluk Konfusianisme; Syamanisme; Islam dan
Cheondogyo (jalan menuju surga), yang merupakan agama pribumi.
(orang)
Agama
Berbeda dengan beberapa kebudayaan lain di mana terdapat
satu agama yang dominan, budaya Korea terdiri dari berbagai
macam unsur keagamaan yang telah membentuk cara berpikir
dan tingkah laku masyarakatnya. Pada tahap-tahap awal sejarah
Korea, fungsi keagamaan dan politik menyatu, namun kemudian
kedua fungsi ini menjadi terpisah.
Secara historis, rakyat Korea hidup di bawah pengaruh-
pengaruh syamanisme, Budhisme, Taoisme atau Konfusianisme,
dan pada masa kini agama Kristen telah melakukan terobosan
pesat dalam masyarakat Korea, yang menjadi faktor penting yang
lain yang mampu mengubah kondisi spiritual masyarakat Korea.
Laju industrialisasi yang cepat, yang terjadi dalam kurun waktu
beberapa dekade dibandingkan dengan beberapa abad di Barat,
telah menimbulkan kebingungan besar dan rasa keterasingan
yang menganggu ketenteraman pikiran rakyat Korea, yang
kemudian mendorong mereka untuk mencari kedamaian dengan
cara melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. Akibatnya, jumlah
pemeluk agama telah meningkat secara menonjol dengan
munculnya institusi-institusi keagamaan sebagai organisasi sosial
yang berpengaruh.
Kehidupan Masyarakat Korea
Agama
Sumber: Biro Statistik Nasional Korea (2005)
Agama Budha
Agama Kristen Protestan
Agama Budha aliran Won
Konfusianisme
Cheondogyo
Agama dan Kepercayaan Lain
Agama Kristen Katolik
188
Di Korea, kebebasan beragama dijamin oleh Konstitusi.
Menurut survei statistik sosial pada tahun 2005, 53,1 persen
rakyat Korea memeluk satu agama tertentu. Jumlah pemeluk
agama Budha adalah sekitar 43 persen, diikuti 43,5 persen
pemeluk agama Kristen Protestan, dan 20,6 persen pemeluk
agama Kristen Katolik.
Agama Buddha
Agama Budha adalah agama filosofis yang menuntut disiplin
tinggi dengan penekanan pada keselamatan pribadi melalui
kelahiran kembali dalam suatu siklus reinkarnasi tanpa akhir.
Agama Budha diperkenalkan di Korea pada tahun 372 pada
periode pemerintahan Kerajaan Goguryeo oleh seorang biarawan
bernama Sundo yang berasal dari Dinasti Qian Qin di Cina. Pada
tahun 384, biarawan Malananda membawa agama Budha ke
Baekje dari Negara Bagian Timur Jin di Cina. Pada masa Kerajaan
Silla, agama Budha disebarkan oleh Biksu Ado dari Goguryeo
pada pertengahan abad ke-5. Agama Budha nampaknya
mendapat dukungan penuh dari penguasa Tiga Kerajaan
karena agama ini sangatlah sesuai sebagai alat spiritual demi
menciptakan struktur pemerintahan berdasarkan Budha, seperti
raja, yang berfungsi sebagai simbol kekuasaan yang diagungkan.
Di bawah perlindungan kerajaan, banyak kuil dan biara
dibangun dan jumlah pemeluk agama Budha meningkat
secara tetap. Sampai abad keenam, para biarawan dan
Kuil Jogyesa adalah pusat
agama Budha Zen di Korea
dan berada dijantung kota
Seoul.
189
pengrajin bermigrasi ke Jepang dengan membawa kitab-kitab
suci dan artefak-artefak untuk membentuk dasar bagi terciptanya
kebudayaan Budha di sana.
Ketika Kerajaan Silla menyatukan seluruh Semenanjung Korea
pada tahun 668, agama Budha telah dijadikan sebagai agama
negara, meski sistem pemerintahannya masih berdasarkan
prinsip-prinsip Konfusianisme. Pilihan kaum kerajaan pada agama
Budha pada periode ini menghasilkan perkembangan luar biasa
dari kesenian Budha dan arsitektur kuil Budha, termasuk Kuil
Bulguksa dan peninggalan-penginggalan lain di Gyeongju,
ibukota Kerajaan Silla.Pemujaan negara pada agama Budha
mulai menurun ketika kaum bangsawan menerjunkan diri dalam
kehidupan yang penuh kemewahan. Agama Budha kemudian
membentuk aliran Seon (Zen) agar berkonsentrasi pada usaha
menemukan kebenaran universal melalui kehidupan yang penuh
kesederhanaan.
Para penguasa berikutnya dari Dinasti Goryeo bahkan
lebih bersemangat dalam mendukung agama ini. Pada masa
kepemimpinan Dinasti Goryeo, kesenian dan arsitektur Budha
terus berkembang dengan dukungan terang-terangan dari
kaum ningrat. Kitab Tripitaka Koreana ditulis dalam periode
ini. Ketika Yi Seong-gye, pendiri Dinasti Joseon, mengadakan
pemberontakan dan memproklamirkan dirinya sebagai raja pada
tahun 1392, ia mencoba menghapus seluruh pengaruh agama
Budha dari pemerintahan serta mengadopsi Konfusianisme
sebagai pedoman pengelolaan negara dan moralitas. Sepanjang
Festival Lentera Teratai
Festival Lentera
diselenggarakan untuk
memperingati kelahiran
Budha pada akhir pekan
sebelum tanggal tersebut
(8 April pada kalender bulan).
Kehidupan Masyarakat Korea
190
lima abad pemerintahan Dinasti Joseon,
segala upaya untuk menghidupkan
kembal i agama Budha mendapat
perlawanan keras dari para cendekiawan
dan pejabat Konfusian.
Ketika Jepang mengambil alih pemerintahan
Joseon secara paksa sebagai penjajah pada tahun 1910,
Jepang melakukan upaya-upaya untuk mengasimilasi sekte-
sekte agama Budha Korea dengan sekte-sekte agama Budha
di Jepang. Namun upaya-upaya ini gagal dan bahkan berakibat
pada bangkitnya minat akan agama Budha pribumi di antara
rakyat Korea. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah terjadi
semacam kebangkitan kembali yang melibatkan upaya-upaya
untuk menyesuaikan ajaran Budha dengan perubahan-perubahan
yang terjadi dalam masyarakat modern. Bila sebagian besar
biarawan tinggal di daerah-daerah pegunungan, mendalami
dalam disiplin diri dan meditasi, beberapa biarawan turun ke
kota-kota untuk menyebarkan ajaran agama mereka. Terdapat
sejumlah besar biarawan yang mengadakan penelitian-penelitian
mengenai agama baik di dalam maupun di luar Korea. Seon
(agama Budha Korea yang berorientasi pada meditasi) jelas
sekali telah mengalami perkembangan dengan banyaknya
warga negara asing yang mengikuti jejak biarawan-biarawan
Korea yang dipuja-puja melalui latihan di Kuil Songgwangsa di
Propinsi Jeollanam-do dan pusat-pusat aliran Seon di Seoul dan
kota-kota propinsi.
Konfusianisme
Didirikan oleh Konfusius pada abad ke-6 SM, Konfusianisme
lebih merupakan petunjuk tingkah laku berdasarkan moral
daripada suatu bentuk iman kepercayaan tertentu. Konfusianisme
merupakan suatu sistem ajaran-ajaran etika - cinta yang penuh
kebajikan, cinta akan kebenaran, tatakrama dan kepemimpinan
yang bijaksana yang disusun untuk memberikan inspirasi dan
melestarikan pengelolaan keluarga dan masyarakat secara tepat.
Walau demikian, Konfusianisme tetap masih bisa dilihat sebagai
agama tanpa Tuhan karena seiring dengan berlalunya waktu,
beberapa pengikut ajaran ini telah mengangkat sang guru pendiri
ajaran ini sebagai orang suci dan dengan tekun mengikuti ajaran-
ajaran utama dari sistem yang ia ciptakan ini.
Mugujeonggwang
Daedaranigyeong (Cahaya
Murni Dharani Sutra)
yang telah direstorasi.
Balok-balok kayu paling tua
di dunia yang pernah ada
digunakan untuk mencetak
dokumen ini.
191
Konfusianisme diperkenalkan beserta contoh-contoh awal
tulisan-tulisan dari Cina kira-kira pada masa awal perkembangan
agama Kristen. Tiga Kerajaan Goguryeo, Baekje, dan Silla
meninggalkan catatan-catatan yang menunjukkan keberadaan
awal mulanya pengaruh Konfusianisme. Di Kerajaan Goguryeo,
sebuah universitas negeri bernama Daehak didirikan pada tahun
372 dan akademi-akademi Konfusianisme swasta didirikan di
propinsi-propinsi. Bahkan Kerajaan Baekje telah mendirikan
institusi-institusi semacam itu sebelumnya.
Kerajaan Silla Bersatu mengirim delegasi cendekiawan ke daerah
Tang di Cina untuk mengamati kinerja institusi-institusi Konfusian ini
secara langsung dan untuk membawa pulang sejumlah besar tulisan
mengenai hal ini. Bagi Dinasti Goryeo pada abad ke-10, agama
Budha adalah agama negara, dan Konfusianisme menjadi tulang
punggung bagi struktur maupun filosofi negara. Ujian pegawai
negeri Gwageo, yang diadopsi mengikuti sistem di Cina pada
akhir abad ke-10, memberi dorongan besar dalam mempelajari
kitab-kitab klasik Konfusianisme serta berhasil menanamkan secara
mendalam nilai-nilai Konfusianisme dalam pikiran rakyat Korea.
Dinasti Joseon, yang didirikan pada tahun 1392, menerima
Konfusianisme sebagai ideologi resmi dan mengembangkan
sistem pendidikan, upacara, dan administrasi sipil yang
didasarkan pada Konfusianisme. Ketika negara-negara
Barat dan Jepang mulai melakukan serangan-serangan militer
pada akhir abad ke-19 untuk memaksa Korea membuka diri
terhadap pengaruh luar, para pendukung ajaran Konfusianisme
Desa Cheonghakdong,
terletak dikaki sebelah
selatan puncak Samsinbong
di Gunung Jirisan, tetap
menjaga gaya tradisional
kehidupan sehari-hari
masyarakat Korea.
Kehidupan Masyarakat Korea
192
membentuk ”tentara kebenaran” untuk bertempur melawan para
penyerang asing.
Upaya-upaya juga dilakukan untuk mereformasi Konfusianisme
dan menyesuaikannya dengan kondisi zaman yang berubah. Para
reformis ini menerima peradaban Barat dan berusaha mendirikan
pemerintahan yang modern serta independen. Di samping itu,
selama masa penjajahan Jepang di Korea, para reformis Konfusian
bergabung dengan gerakan-gerakan kemerdekaan untuk
melawan pemerintah imperial Jepang. Kini, upacara Konfusian
untuk menghormati roh para leluhur tetap dilaksanakan, dan
ketaatan anak pada orang tua sangat dihargai sebagai suatu
bentuk kebajikan dalam masyarakat Korea.
Agama Kristen Katolik
Gelombang pasang aktivitas misi Kristen mencapai Korea pada
abad ke-17 ketika salinan-salinan karya-karya misionari Katolik
Matteo Ricci dalam bahasa Cina dibawa kembali dari Beijing
oleh misi pemberian upeti tahunan kepada kaisar Cina. Bersama
ajaran-ajaran keagamaan, buku-buku ini juga berisi aspek-aspek
pembelajaran Barat seperti kalender matahari dan hal-hal lain
yang menarik perhatian para cendekiawan Joseon di Silhak, atau
Sekolah Keterampilan Praktis (School of Practical Learning).
Para Cendekiawan dalam
pakaian tradisioanal sedang
mempelajari ajaran-ajaran
utama Konfusianisme
193
Sampai abad ke-18, terdapat beberapa cendekiawan dan
keluarganya yang masuk agama Katolik. Tidak ada pastor yang
masuk Korea sampai pastor dari Cina Zhou Wenmo mengunjungi
Korea pada tahun 1794. Jumlah orang yang berpindah agama
semakin meningkat, meskipun penyebaran agama-agama asing
di wilayah Korea secara teknis adalah perbuatan melanggar
hukum dan terjadi penganiayaan-penganiayaan yang bersifat
sporadis. Sampai tahun 1865, dua tahun sesudah pangeran
wilayah Daewongun yang memiliki xenofobia berkuasa,
selusin pastor memimpin komunitas umat Katolik berjumlah
23.000 orang.
Pada tahun 1925, 79 warga Korea yang telah menjadi
martir dalam penganiayaan-penganiayaan oleh Dinasti Joseon
diabadikan pada Basilika Santo Petrus di Roma, dan pada tahun
1968 ada 24 orang lagi yang diabadikan dengan cara yang sama.
Selama dan sesudah Perang Korea (1950 – 1953), jumlah
organisasi sosial dan misionaris Katolik meningkat. Gereja Katolik
Korea berkembang dengan pesat dan hirarki kepemimpinannya
didirikan pada tahun 1962. Gereja Katolik Roma di Korea
merayakan ulang tahunnya yang ke-200 dengan kunjungan
dari Paus Yohanes Paulus II dan dengan kanonisasi 93 martir
misionaris dari Korea dan 10 dari Perancis pada tahun 1984. Ini
adalah pertama kalinya upacara kanonisasi diselenggarakan di
luar Vatikan. Upacara ini membuat Korea menjadi negara dengan
jumlah orang suci katolik terbesar keempat di dunia, meskipun
pertumbuhan kuantitatif agama Katolik tergolong lambat.
Gereja Katedral Myeongdong,
di pusat kota Seoul
Pada tahun 1984, Paus
Yohanes Paulus II menjadi
Paus pertama yang
mengunjungi Korea Selatan
Kehidupan Masyarakat Korea
194
Agama Kristen Protestan
Pada tahun 1884, Horace N. Allen, seorang dokter Amerika
Serikat dan sekaligus misionaris Gereja Presbiterian, tiba di
Korea. Horace G. Underwood dari denominasi yang sama dan
misionaris Gereja Episkopal Metodis, Henry G. Appenzeller,
tiba dari Amerika Serikat pada tahun berikutnya. Mereka
kemudian disusul oleh wakil-wakil dari denominasi Protestan
yang lain. Para misionaris ini memberikan sumbangan pada
masyarakat Korea dengan menyediakan pelayanan kesehatan
dan pendidikan sebagai cara untuk menyebarkan kepercayaan
mereka. Umat Protestan Korea seperti Dr. Seo Jae-pil, Yi Sang-jae,
dan Yun Chi-ho, yang kesemuanya merupakan para pemimpin
independen, memberikan komitmen mereka untuk meraih
tujuan-tujuan politik.
Sekolah-sekolah swasta Protestan, seperti Yonhi dan Ewha,
berfungsi mengembangkan pemikiran-pemikiran kebangsaan
di tengah masyarakat. Asosiasi Kaum Muda Kristen Seoul (Seoul
Young Men’s Christian Association – YMCA) didirikan pada
tahun 1903 bersamaan dengan organisasi-organisasi Kristen
yang lain. Organisasi-organisasi ini menjalankan program-
program sosial politik secara aktif, yang mendorong terbentuknya
kel ompok-kel ompok anak muda Korea semacamnya.
Kelompok-kelompok ini tidak hanya mengejar tujuan-tujuan
politik dan pendidikan namun juga membangunkan kesadaran
sosial melawan praktek-praktek takhayul dan kebiasaan-
kebiasaan buruk, sekaligus mempromosikan kesetaraan antara
Peresmian rampungnya
renovasi sebuah gedung
gereja Kristen
195
laki-laki dan perempuan, dihapuskannya sistem selir (istri muda),
serta penyederhanaan upacara-upacara ibadah.
Vitalitas gereja-gereja Protestan yang semakin berkembang
ini ditandai dengan diselenggarakannya konferensi-konferensi
pemahaman Alkitab skala besar pada tahun 1905. Empat tahun
kemudian, kampanye “Sejuta Jiwa bagi Kristus” ( A Million Souls of
Christ ) adalah awal untuk mendorong berpindahnya orang-orang
ke dalam agama Kristen, Protestan. Agama Kristen Protestan
diterima dengan hangat tidak saja sebagai iman kepercayaan
namun juga karena aspek-aspek politik, sosial, pendidikan, dan
budaya yang dimilikinya.
Agama-agama Pribumi
Runtuhnya Dinasti Joseon dan datangnya penjajahan Jepang
memicu dibentuknya beberapa kepercayaan baru.
Agama Budha Won dibentuk demi membimbing semua
makhluk yang memiliki perasaan dan pikiran (manusia)
namun sedang tenggelam dalam lautan kesengsaraan untuk
mencapai surga yang tak terbatas. Agama ini adalah suatu
bentuk kepercayaan berdasarkan pelatihan moral dan keuletan
serta pencarian kebenaran. Nama Budhisme-Won, atau dalam
bahasa Korea disebut Wonbulgyo, merupakan kata majemuk
yang melambangkan kebenaran, pencerahan dan pengajaran:
“Won” berarti lingkaran yang menyatukan serta melambangkan
kebenaran. “Bul” berarti memberikan pencerahan,dan “gyo” berarti
mengajarkan kebenaran. Dengan demikian, agama Budha Won
adalah agama yang menuntut pencerahan yang sesungguhnya
dan penerapan dari pengetahuan akan hal ini dalam kehidupan
sehari-hari.
Cheondogyo dimulai sebagai gerakan sosial dan teknologi
melawan persaingan dan pengaruh asing yang merajalela
pada era 1860-an. Pada saat itu, gerakan ini disebut Donghak
(atau cara belajar Timur) yang bertolak belakang dengan
“cara belajar Barat.” Prinsip utama Cheondogyo adalah Innaecheon
yang berarti bahwa manusia adalah serupa dengan “Haneullim,”
Dewa Cheondogyo, namun manusia tidak sama dengan Tuhan.
Tiap manusia memiliki Haneullim dalam pikirannnya dan hal
ini berfungsi sebagai sumber martabatnya, sedangkan latihan
spiritual membuatnya menyatu dengan sang ilahi.
Kehidupan Masyarakat Korea
196
Daejonggyo, agama kebangsaan yang memuja Dangun,
memainkan peran penting dalam memimpin Korea menuju
gerakan kemerdekaan pada era 1910-an dan 1920-an.
Islam
Meskipun terjadi pertukaran perdagangan dan diplomatik
antara Dinasti Goryeo dan dunia Islam, hubungan-hubungan ini
akhirnya terputus pada zaman Dinasti Joseon. Orang-orang Korea
pertama yang berkenalan dengan agama Islam di kemudian
hari adalah para buruh yang dikirim ke timur laut Cina pada
awal abad ke-20 sebagai bagian kebijakan kolonial pemerintah
imperial Jepang. Sejumlah orang yang telah masuk Islam kembali
ke Korea setelah Perang Dunia II. Mereka hidup sendiri dengan
agama baru mereka sampai Perang Korea membawa pasukan
Turki ke Korea untuk mendukung pasukan- pasukan PBB. Para
prajurit Turki mengundang para pemeluk Islam baru ini untuk
bergabung dengan mereka dalam bersembahyang.
9VZ_dc\\nd
197
198
Masjid Pusat Seoul di
Hannam-dong
Kehidupan Masyarakat Korea
Upacara peresmian agama Islam Korea diselenggarakan
pada bulan September 1955, diikuti oleh pemilihan imam pertama
Korea. Masyarakat Islam Korea berkembang dan direorganisir
menjadi Federasi Umat Islam Korea pada tahun 1967, dan
sebuah masjid pusat diresmikan penggunaannya di Seoul pada
tahun 1976.
Syamanisme
Syamanisme, sebuah agama politeistik kuno, tidak memiliki
struktur yang sistematis namun masih tetap berpengaruh dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat Korea dalam bentuk cerita
rakyat dan adat istiadat.
Syamanisme Korea meliputi penyembahan ribuan roh dan
jin yang dipercaya menghuni setiap benda di alam, termasuk
batu-batu, pepohonan, gunung-gunung, dan sungai-sungai serta
benda-benda langit.
Syamanisme pada masa Korea kuno adalah agama yang
didasarkan pada rasa takut dan takhayul, namun bagi generasi
modern, agama ini tetap menjadi unsur yang penuh warna dan
199
Seseupmu adalah seorang
Cenayang pria atau biasanya
wanita yang mewarisi profesi
ini dari nenek moyangnya
artistik dari kebudayaan mereka. Upacara syamanisme yang
kaya dengan hal-hal yang berhubungan dengan ritual mengusir
roh jahat menampilkan unsur-unsur teatrikal dengan musik
dan tarian.
Dengan diperkenalkannya kepercayaan-kepercayaan yang
lebih maju seperti Taoisme, Konfusianisme, dan Budhisme,
tidak berarti kepercayaan dan praktek-praktek syamanisme
ditinggalkan begitu saja. Kepercayaan-kepercayaan baru ini
memasukkan unsur-unsur syamanisme dan bisa tetap hidup
berdampingan dengan damai. Syamanisme tetap menjadi
agama pokok bagi masyarakat Korea serta merupakan aspek
penting dalam kebudayaan mereka.
Sekilas Pandang
200
Kehidupan Masyarakat Korea
Hanbok telah menjadi pakaian tradisional
Korea selama ribuan tahun. Sebelum
mulai dipakainya pakaian gaya Barat
seratus tahun yang lalu, Hanbok adalah
pakaian sehari-hari masyarakat Korea.
Kaum lelaki memakai jeogori (jaket)
dengan baji (celana panjang), sedangkan
kaum wanita mengenakan jeogori dan
chima (semacam rok yang dipakai
menutupi seluruh badan). Kini, Hanbok
dipakai terutama pada hari-hari raya atau
bilamana ada peristiwa-
peristiwa khusus
seperti pernikahan
ulang tahun ke-60
atau 70, dan hari
raya Seollal atau
Chuseok
Keindahan Korea
PAKAIAN
201
Makanan Korea mengandung gizi yang tinggi, dan banyak
jenis makanan Korea mengalami proses fermentasi. Hasilnya,
makanan ini di anggap sebagai makanan sehat dan mampu
memberikan pertahanan melawan Kanker. Kimchi, makanan Korea
yang paling terkenal, adalah kubis yang di asinkan dan di fermentasi serta
di hidangkan sebagai makanan pendamping pada hampir setiap makan.
Kimchi banyak mengandung vitamin dan mineral. Makanan utama yang
paling di kenal oleh masyarakat Barat adalah Galbi dan Bulgogi.
Taman-taman di Korea dibuat dengan
cara menghadirkan kembali pemandangan
alam dengan bukit, sungai dan ladang.
Taman-taman ini biasanya berskala kecil, namun berusaha dibuat
sedemikian rupa sehingga menciptakan keselarasan yang didambakan
antara manusia dan alam. Ide utama di balik hal tersebut adalah
bagaimana manusia bisa membuat taman dari alam semesta dengan
sedikit mungkin gangguan yang ditimbulkan karena alam itu sendiri,
dalam pemikiran rakyat Korea, adalah sesuatu yang telah sempurna dan
bersifat mutlak, yang mampu menyegarkan dan menopang kehidupan.
RUMAH
MAKANAN
O
L
A
H
R
A
G
A
Olahraga
Olimpiade Seoul dalam Tinjauan
Prestasi Keseluruhan dalam Olimpiade
Piala Dunia FIFA 2002 Korea / Jepang
Peristiwa-peristiwa Olahraga Nasional
Olahraga-olahraga Populer
Olahraga-olahraga Tradisional
11
Sudah menjadi tradisi masyarakat Korea untuk melakukan
berbagai macam aktivitas dan permainan olahraga. Kemajuan
ekonomi yang mengagumkan pada tahun-tahun terakhir ini telah
meningkatkan secara drastis minat masyarakat pada olahraga.
Semakin banyak warga Korea yang kini berlatih atau berkompetisi
dalam perlombaan-perlombaan olahraga yang terorganisasi
Pada tingkat nasional, prestasi paling penting yang telah
diraih Korea meliputi penyelenggaraan Olimpiade Seoul pada
tahun 1988 yang penuh kesuksesan, serta penyelenggaraan
Kejuaraan Piala Dunia FIFA 2002 bekerja sama dengan Jepang.
Di samping itu, kota Daegu telah dipilih sebagai kota tempat
diselenggarakannya Kejuaran Dunia Atletik IAAF pada tahun
2011, salah satu dari tiga peristiwa olahraga dunia terpenting
selain Olimpiade dan Piala Dunia FIFA.
Mempertimbangkan luas dan jumlah penduduk Korea,
penampilan Korea dalam pertandingan-pertandingan olahraga
internasional sangat mengagumkan. Sesuatu yang belum pernah
terjadi sebelumnya di Asia, Korea berhasil masuk kualifikasi Piala
Dunia FIFA sebanyak tujuh kali.
Untuk mendukung berbagai
macam proyek olahraga, Institut Ilmu
Olahraga Korea sedang menyusun
sebuah database komputer untuk
menghimpun informasi mengenai
sarana olahraga, program-program,
staf pelatih, serta tingkat partisipasi
mas yar ak at dal am kegi at an-
kegiatan olahraga.
Salah satu aspek penting dari
DaV]gV\V
Ahn Hyun-soo memimpin
dalam lintasan jarak pendek
500 M untuk pria pada tim
Kejuaraan Dunia di Montreal
tahun 2006
Olahraga
204
kebijakan olahraga Pemerintah mencakup peningkatan jumlah
pertukaran dalam bidang olahraga dengan Korea Utara.
Pemerintah Korea telah lama berupaya untuk tampil bersama
Korea Utara dalam peristiwa-peristiwa olahraga internasional,
karena Pemerintah Korea percaya bahwa olahraga adalah
salah satu cara paling efektif untuk menyatukan kembali
bangsa yang telah terpecah. Di samping itu, Republik Korea
mendukung tawaran-tawaran yang diberikan ke Korea
Utara untuk bergabung dalam berbagai macam organisasi
olahraga internasional seperti Asosiasi Pendaki Gunung Dunia
(World Mountain Climbers’ Association) dan Asosiasi Tinju Seluruh
Asia (Pan-Asian Boxing Association).
Olimpiade Seoul dalam Tinjauan
Olimpiade Musim Panas ke-24 berhasil diselesaikan dengan
memakan waktu 16 hari di Seoul, dari tanggal 17 September
sampai 2 Oktober 1988, dengan tema: Perdamaian, Keselarasan,
dan Kemajuan. Dalam Olimpiade yang paling besar sampai
saat itu, terdapat lebih dari 13.000 atlet dan staf olahraga
205
Api Olimpiade pada
Olimpiade Seoul tahun 1988
dari 160 negara yang berkumpul untuk mengangkat cita-cita
luhur mengenai kerukunan dan perdamaian, yang mampu
melampaui rintangan-rintangan yang memisahkan Timur dan
Barat, serta Utara dan Selatan. Sebagai Olimpiade yang bebas
boikot untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 12 tahun,
Olimpiade Seoul berhasil melampaui perbedaan ideologi dan
kepentingan nasional serta mengembalikan Olimpiade pada
cita-cita awalnya. Keberhasilan Olimpiade Seoul adalah hasil
kerja keras seluruh rakyat Korea demi mencapai kerukunan dan
perdamaian untuk seluruh umat manusia, semangat tinggi dari
Komite Olimpiade Internasional untuk menghidupkan kembali
Olimpiade sebagai sebuah pesta perayaan bagi seluruh umat
manusia, serta cita-cita akan perdamaian yang diinginkan oleh
seluruh bangsa di dunia.
Sebagian hasil dari Olimpiade Seoul 1988, Korea kini memiliki
sarana-sarana olahraga kelas dunia, yang terpusat di Seoul
dan Busan, di mana sebagian besar pertandingan Olimpiade
diadakan. Kompleks Olahraga Seoul, yang memiliki luas tanah
545.000 meter persegi, meliputi Stadion Olimpiade dengan
kapasitas 100.000 tempat duduk, dua gedung olahraga
untuk permainan bola basket dan tinju, satu kolam renang
di dalam ruangan, satu stadion basebal, dan sebuah lapangan
untuk pemanasan.
Olahraga
206
Rangking
Jumlah Medali Emas
*Tidak termasuk Olimpiade Moscow pada tahun 1980
Sumber: Komite Internasional Olimpiade
Rangking dan jumlah medali emas yang diraih Korea Selatan pada Olimpiade musim panas
Taman Olimpiade, menempati area seluas 1,5 juta meter
persegi di sebelah tenggara Seoul, memiliki lapangan balap
sepeda berkapasitas 6000 kursi, tiga gedung
olahraga, tempat untuk olahraga anggar dan
angkat besi, kolam renang kolam dalam
ruangan, dan lapangan tenis.
Sarana latihan utama untuk atlet-atlet Korea
adalah Desa Atlet Taereung, yang terletak di
daerah pinggiran di sebelah timur kota Seoul.
Dibangun pada tanah seluas 17,1 acre di tengah
area hutan yang indah, desa ini memiliki arena
untuk olahraga sepatu luncur di atas es (skating
rink), kolam renang dalam ruangan, arena
menembak, dan gedung-gedung olahraga untuk
gulat, tinju, dan angkat besi.

Prestasi Olimpiade Keseluruhan
Sebagai peserta aktif dalam pertandingan-
pertandingan olahraga internasional, Korea ikut
ambil bagian dalam Olimpiade London pada
tahun 1948 untuk pertama kalinya dengan
menggunakan bendera nasionalnya sendiri. Pada
tahun 1936, pelari maraton Korea, Sohn Kee-jeong,
meraih medali emas pada Olimpiade Berlin, namun ia tampil
sebagai anggota tim Jepang karena pada saat itu Korea masih
berada di bawah penjajahan Jepang.
Atlet-atlet Korea terus meningkatkan kemampuan mereka
dalam pertandingan Olimpiade. Pada Olimpiade Montreal tahun
1976, Korea berada pada rangking ke-19 di antara lebih dari 100
negara peserta. Pada Olimpiade Los Angeles pada tahun 1984,
Korea meraih tempat ke-10 di antara 140 negara peserta dan
berhasil menempati posisi ke-4 dari 160 negara dalam Olimpiade
Seoul tahun 1988.
Korea meraih rangking ketujuh dalam perolehan medali
akhir pada Olimpiade Barcelona tahun 1992. Ini merupakan
peristiwa tak terlupakan bagi rakyat Korea terutama karena
keberhasilan Hwang Young-jo meraih medali emas pada cabang
maraton, menjadikannya pelari maraton pertama Korea yang
memenangkan cabang olahraga ini di Olimpiade di bawah
bendera nasional Korea.
207
Jumlah total perolehan medali Emas
Olimpiade musim panas menurut
cabang olah raga (1936-2008)
Sumber: Komite International
Olympiade
Panahan
Gulat
Judo
Taekwondo
Bulu Tangkis
Tinju
Menembak
Tenis Meja
Angkat Berat
Bola Tangan
Maraton
Anggar
Renang
Basebal
Pada Olimpiade Barcelona tahun 1992, Korea berada pada
posisi ketujuh dari 172 negara dengan dua belas emas, lima perak,
dan dua belas perunggu. Korea menempati posisi ke-10 pada
Olimpiade Atlanta tahun 1996 dengan tujuh emas, 15 perak, dan
lima medali perunggu, dan posisi ke-12 pada Olimpiade Sidney
empat tahun kemudian dengan delapan emas, sembilan perak,
dan sebelas perunggu. Pada Olimpiade Atena tahun 2004, Korea
meraih sembilan emas, dua belas perak, dan sembilan perunggu,
menempatkannya pada posisi kesembilan pada Olimpiade Beijing
tahun 2008 Korea menempati posisi ke 7 memenangkan 13
medali emas, 10 perak dan 8 perunggu. Pada Olimpiade tahun
ini, Korea mencatat penampilan terbaik sepanjang masa, termasuk
medali emas pertama dari cabang renang oleh Park Tae-hwan,
9 kemenangan mutlak dan medali emas di peroleh tim baseball
dan lima rekor dunia oleh Jang Mi-ran dalam pertandingan angkat
berat wanita kelas.
Piala Dunia FIFA 2002 Korea / Jepang
Piala Dunia FIFA 2002 Korea / Jepang yang menghabiskan waktu
amat panjang, yaitu satu bulan penuh, berakhir pada tanggal 30
Juni 2002. Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya pada abad ke-21
terdiri atas 64 pertandingan dan akhirnya berhasil diselesaikan tanpa
ada aksi brutal dari penonton maupun aksi-aksi teroris.
Tim kesebelasan nasional Korea dan Jepang menyelesaikan
pertandingan babak pertama, dan bermain dengan sangat
Olahraga
208
Rakyat Korea masih senang
mengingat momen penuh
kemenangan pada piala dunia
FIFA 2002 Korea-Jepang ketika
tim nasional Korea berhasil
maju kebabak semifinal.
mengagumkan, tim Jepang berhasil melaju ke perempat final,
dan tim Korea mencengangkan dunia dengan lolos ke semi final.
Ini adalah keberhasilan-keberhasilan yang sampai saat itu belum
pernah diraih oleh negara Asia mana pun pada Piala Dunia.
Penampilan yang mengagumkan dari tim Korea secara dramatis
meningkatkan citra bangsa Korea di dunia internasional, serta
mampu menorehkan nama ”Korea” di antara bangsa-bangsa di
seluruh dunia.
Pertandingan sepakbola ini memberikan kesempatan yang
sangat baik untuk melepaskan citra negatif bangsa Korea
sebelumnya yang selalu dihubungkan dengan perang, demonstrasi,
dan sifat otoriter penguasa, serta memungkinkan Korea untuk
bergabung dalam kelompok negara-negara maju.
Penampilan para pemain Korea yang tidak kenal lelah ini
lebih dari cukup untuk membuat dunia internasional terkesan,
dan kerumunan orang yang mengusung nama ”Setan Merah”
yang muncul di seluruh penjuru Korea untuk mendukung tim
kebanggaan mereka menggambarkan betapa berpadunya seluruh
rakyat Korea sebagai suatu bangsa yang bersatu.
Penampilan Korea yang sangat dinamis ini berasal dari banyak
sumber baik di dalam maupun di luar lapangan sepak bola. Setelah
berjuang melalui krisis keuangan tahun 1997, penampilan tim Korea
ini merupakan satu prestasi yang membanggakan, yang sampai kini
tetap menjadi simbol ketahanan bangsa Korea. Baik pemerintah
maupun sektor swasta telah memperoleh manfaat dari momentum
yang lahir dari usaha keras ini.
Media asing memuji Korea sebagai pemenang terbesar Piala
Dunia FIFA 2002. Para penggemar tim Korea membuat para
penonton terkesan dengan ”sorak-sorai di jalan” yang penuh
semangat namun tetap teratur. Bila dijumlahkan, ada 22 juta orang
yang turun ke jalan di seluruh penjuru Korea untuk menyambut
dengan gembira tim nasional mereka. Jumlah ini membengkak
menjadi 4,2 juta orang saat pertandingan 16 besar melawan Italia
dilangsungkan, 5 juta orang ketika Korea masuk babak perempat
final melawan Spanyol, dan 6,5 juta orang ketika Korea masuk
babak semi final melawan Jerman. Bahkan dalam pertandingan
untuk memperoleh posisi ketiga melawan Turki pada tanggal 29
Juni, 2,17 juta orang turun ke jalan. Di Seoul, lebih dari 10 juta orang
berkumpul di jalan-jalan sepanjang tujuh pertandingan ini, yang
merupakan 88 persen dari keseluruhan penduduk ibukota ini.
209
Kerumunan massa
pendukung tim sepak bola
nasional di depan balai kota
Seoul saat Piala Dunia 2002
Korea/Jepang
Sejak tahun 1971, Republik Korea tiap tahunnya telah
memberikan dukungan pada turnamen sepakbola internasional,
yang awalnya dikenal dengan nama Pertandingan Sepakbola Piala
Presiden. Turnamen ini, yang sejak saat itu diubah namanya menjadi
Piala Korea, telah memberikan sumbangan besar pada peningkatan
keterampilan sepakbola di Asia dan telah berperan dalam
mempromosikan rasa pengertian dan persahabatan di antara para
pesertanya. Turnamen ini telah melibatkan kesebelasan-kesebelasan
dari Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika. Pada tahun 1983, Korea
menjadi negara pertama di Asia yang menyelenggarakan liga
sepakbola profesional. Pada tahun 1994, liga profesional ini berganti
nama menjad Liga K. Kini, 14 kesebelasan bertanding dalam liga ini,
yang kemudian menerima partisipasi pemain-pemain asing dimulai
pada musim pertandingan tahun 1996.
Peristiwa-peristiwa Olahraga Nasional
Festival Olahraga Nasional diselenggarakan tiap bulan Oktober
menampilkan pertandingan dari 39 cabang olahraga yang
diikuti oleh para peserta dari seluruh penjuru Korea. Festival ini
diselenggarakan dengan sistem rotasi bertempat di kota-kota besar,
termasuk Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, dan Incheon.
Festival Olahraga Nasional Anak-anak juga diselenggarakan
tiap tahun untuk murid-murid sekolah dasar dan menengah,
yang melibatkan 10.000 anak laki-laki maupun perempuan
dari seluruh Korea. Festival Olahraga Nasional Musim Dingin,
Olahraga
Festival Olahraga Nasional
210
diadakan tiap bulan Januari, mencakup cabang olahraga balap
luncur di atas es (speed skating), menari di atas es (figure skating),
ski, hoki di atas es (ice hockey), dan biathlon.
Peristiwa tahunan yang lain adalah Festival Olahraga Nasional
untuk Orang Cacat. Diselenggarakan tiap tahun sejak tahun 1981,
festival ini melibatkan peserta dari seluruh Korea dan memberikan
kesempatan pada mereka untuk menunjukkan kebolehan mereka
dalam bidang olahraga.
Olahraga ski dan meluncur di atas es dengan papan luncur
(snowboarding) dengan pesat telah menjadi olahraga musim dingin
yang populer di antara kaum muda Korea tahun-tahun terakhir ini.
Musim ski di Korea tergolong pendek, yakni dari akhir Desember
sampai awal Maret, pada musim ini bus-bus dan kereta-kereta
pengangkut penumpang menghubungkan tempat-tempat bermain
ski (ski resorts) di luar kota dan Seoul. Tiap bulan Februari, Festival Ski
untuk Warga Asing diselenggarakan di Resor Ski YongPyong. Ribuan
wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara berkunjung ke Korea
pada musim dingin untuk bermain ski, papan luncur, dan meluncur
di atas es (ice skating) di resor-resor yang tersebar di seluruh
penjuru Korea.
Olahraga-olahraga Populer
Olahragawan Korea juga mampu bertanding dengan baik
di antara atlet-atlet papan atas baik pada Olimpiade maupun
peristiwa-peristiwa olahraga internasional lainnya, seperti dalam
211
Choi Kyung-ju sedang
berusaha untuk meningkatkan
keberhasilannya
pertandingan basebal, golf, panahan, menembak, tenis meja, loncat
bebas, balap luncur jarak pendek (short-track speed skating), balet
es (figure skating), dan berenang.
Akhir-akhir ini, bintang-bintang basebal Korea telah mulai
mencetak nama di liga-liga di Amerika Serikat dan Jepang.
Pada cabang golf, Korea belum lama ini telah menghasilkan
banyak pemain kelas dunia. Secara khusus, pemain golf wanita
profesional seperti Michelle Wie, Pak Se-ri, dan Kim Mi-hyun
menjadikan diri mereka terkenal dengan cara meraih gelar juara
dalam LPGA atau Kejuaraan Terbuka Wanita Amerika Serikat. Pada
tahun 2002 saja, Choi Kyung-ju mampu melaju dengan pesat dan
memenangkan dua gelar juara dari PGA.
Pada cabang tenis, Lee Hyung-taik menjadi orang Korea
pertama yang meraih kemenangan dalam suatu peristiwa olahraga
internasional yang besar dalam turnamen Internasional Adidas yang
diselenggarakan di Sidney, Australia, pada bulan Januari 2003.
Dua warga Korea telah mencetak nama bagi diri mereka
sendiri maupun bangsa mereka dalam cabang renang dan
balet es. Park Tae-hwan meraih tiga medali emas, satu medali
perak, dan tiga medali perunggu pada Asian Games 2006 di
Doha ketika ia mencatat dua rekor baru untuk Asia. Ia berhasil
memecahkan dua rekor baru Asia. Ia juga berhasil meraih medali
sebanyak dua kali pada tahun 2007 dalam Kejuaraan Olahraga
Air Dunia di Sidney, yaitu medali emas pada cabang gaya bebas
400 meter dan medali perunggu untuk gaya bebas 200 meter.
Pada Olimpiade Beijing 2008 Park Won memenangkan medali
emas dalam kejuaraan gaya bebas 400 m pria ia menjadi
Olahraga
Park Tae-hwan akan
melakukan luncuran
Dinamisnya pada Kejuaraan
Renang Dunia
212
peraih medali emas pertama pada cabang olahraga renang. Ia juga
memenangkan medali pereak di kejuaraan gaya bebas 200 m.
Kim Yu-na, peraih medali perunggu pada Kejuaraan Balet Es Dunia
tahun 2007 dan 2008, meraih kemenangan dalam kejuaraan Piala
Rusia tahun 2007 dengan nilai tertinggi yang pernah diberikan
dalam sistem penilaian untuk program panjang menurut Serikat
Olahraga Luncur Es Internasional. Pada tahun yang sama, ia juga
memenangkan kejuaraan Piala Cina.
Di samping itu, liga-liga olahraga dalam negeri, seperti
Liga Sepakbola Profesional Korea (Liga K), Organisasi Basebal
Korea (Korea Baseball Organization – KBO), Liga Bola Basket Korea
(Korean Basketball League – KBL), dan Liga Bola Voli Korea (Liga V),
terus menghibur penggemar-penggemar mereka, yang selalu
membanjiri stadion untuk menyaksikan tim mereka bertanding.
Olahraga-Olahraga Tradisional
Rakyat Korea di masa lampau tercatat telah terlibat dalam berbagai
jenis olahraga tradisional dan permainan, seperti layang-layang,
tarik tambang, geune, jegichagi, neolddwigi, maupun taekwondo
dan ssireum.
Di antara jenis-jenis olahraga yang telah dihidupkan kembali
pada zaman modern ini, yang paling terkenal adalah seni beladiri
taekwondo dan merupakan satu-satunya jenis olahraga yang
diakui secara resmi sebagai olahraga yang berasal dari Korea
dan dipraktekkan secara luas di seluruh dunia. Taekwondo
menggunakan seluruh bagian tubuh, terutama kedua tangan dan
kaki. Taekwondo tidak hanya mampu meningkatkan kesehatan
tubuh, namun olahraga ini juga mampu mengolah karakter melalui
latihan fisik dan mental, ditambah dengan teknik-teknik untuk
mengembangkan kedisiplinan. Olahraga beladiri ini telah menjadi
cabang olahraga internasional yang populer
pada seperempat abad terakhir ini dengan
instruktur Korea berjumlah 3.000 orang yang
kini mengajarkan taekwondo di lebih dari
150 negara.
Bukti dari keberadaan taekwondo
sebagai metode bela diri yang sistematis
menggunakan refleks-refleks insting tubuh
dapat ditemukan pada pertandingan-
Kukkiwon
Markas besar Taekwondo
Dunia
213
Kim Yu-na dari Korea Selatan
tampil dalam cabang luncur
bebas (free skating) pada
Kejuaraan Dunia Balet Es
(Figure Skating).
pertandingan yang ditampilkan dalam upacara keagamaan pada
zaman suku kuno.
Selama diselenggarakannya upacara-upacara keagamaan seperti
Yeonggo, Dongmaeng (semacam upacara Ucapan Syukur), atau
Mucheon (Tarian Surga), rakyat Korea kuno melakukan latihan khas
untuk melatih tubuh, dan latihan ini berujung pada berkembangnya
olahraga taekwondo.
Di Korea, Asosiasi Taekwondo telah memiliki anggota berjumlah
3,8 juta orang, yang merupakan afiliasi terbesar Dewan Olahraga
Korea. Federasi Taekwondo Dunia (World Taekwondo Federation
– WTF), dengan markas besarnya di Seoul, secara resmi ditunjuk
sebagai lembaga yang mengatur olahraga taekwondo oleh Komite
Olimpiade Internasional pada tahun 1980. Demontrasi olah raga
Taekwondo pada Olimpiade Seoul 1988, yang mencerminkan
popularitasnya di seluruh dunia. Taekwondo menjadi olahraga
yang dipertandingkan secara resmi meraih medali Olimpiade pada
Olimpiade Sidney tahun 2000. Juara Taekwondo pada olimpiade
sebelumnya, Moon Dae-sung terpilih sebagai anggota komite
olimpiade Nasional (Internasional Olympic Committee – I0C), komisi
atlit selama berlangsungnya Olimpiade Beijing.
Ssireum, yang merupakan olahraga gulat tradisional Korea,
adalah semacam pertandingan rakyat di mana dua pemain,
yang berpegangan pada satba (ikat pinggang dari kain yang
dipakai melingkari pinggang dan paha), menggunakan
kekuatan mereka dan berbagai macam teknik untuk berusaha
menjatuhkan lawan ke tanah. Sejarah ssireum bermula pada
Olahraga
214
Taekwondo kini telah
menjadi cabang olahraga
internasional.
215
Ssireum, sejenis olahraga gulat
tradisional Korea.
saat yang sama ketika komunitas-komunitas masyarakat Korea
mulai terbentuk. Dalam masyarakat primitif, merupakan sesuatu
yang tak terelakkan bahwa manusia harus bertarung melawan
binatang buas, tidak hanya untuk membela diri namun juga untuk
memperoleh makanan. Di samping itu, tidak memungkinkan
bagi komunitas-komunitas ini pada saat itu untuk terhindar dari
perselisihan dengan suku-suku lain. Akibatnya, orang-orang pada
zaman itu harus memperlengkapi diri mereka dengan berbagai
bentuk keterampilan bela diri untuk melindungi diri sendiri.
Pemenang terakhir turnamen ssireum biasanya diberi hadiah
seekor kerbau, yang tidak hanya menjadi lambang kekuatan namun
juga aset berharga bagi masyarakat pertanian.
Di Korea pada masa kini, ssireum telah muncul sebagai satu jenis
olahraga yang memiliki banyak penggemar, bukan hanya sekedar
pertandingan rakyat tradisional yang diselenggarakan pada hari
raya tertentu. Asosiasi Ssireum Korea telah berhasil menumbuhkan
minat masyarakat di seluruh Korea pada jenis olahraga tradisional
ini dengan mensponsori pertandingan-pertandingan yang sangat
kompetitif. Kepopuleran olahraga ini telah berkembang sampai
pada titik di mana pertandingan-pertandingan ssireum disiarkan
secara teratur di televisi. Dengan dikembangkannya aturan-aturan
dan garis-garis pedoman yang konsisten, ssireum terus berkembang
dari jenis olahraga dan seni beladiri tradisional menjadi pertandingan
rakyat dan olahraga modern yang populer yang sangat digemari
dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Korea kini.
Sekilas Pandang
216
Olahraga
Olahraga: Suatu Bentuk Hubungan
yang Dapat Diikuti oleh Seluruh Dunia
Sudah tradisi, rakyat Korea telah melakukan berbagai macam kegiatan dan permainan
olahraga. Kemajuan ekonomi yang mengagumkan pada tahun-tahun terakhir ini telah
meningkatkan minat masyarakat pada olahraga secara drastis. Semakin banyak rakyat
Korea yang kini berlatih dan bertanding dalam pertandingan olahraga resmi.
Piala Dunia FIFA
2002 Korea / Jepang
Korea menjadi negara
pertama di Asia yang
maju ke babak semi
final dalam Piala
Dunia 2002.
Olimpiade Seoul 1988
Olimpiade Musim
Panas ke-24 berhasil
diakhiri setelah
berlangsung selama
16 hari di Seoul dari
tanggal 17 September
sampai 2 Oktober
1988, dengan
tema Perdamaian,
Keselarasan, dan
Kemajuan.
Kejuaraan Dunia
Daegu I AAF 2011
Cabang Atletik
Daegu dipilih
sebagai kota tempat
diselenggarakannya
Kejuaran Dunia Atletik
IAAF tahun 2011.
TIGA
MAHKOTA
ATLETIK
P
A
R
I
W
I
S
A
T
A
Pariwisata
Saran Perjalanan
Transportasi
Akomodasi
Menjelajahi Korea
Belanja
12
Pariwisata
220
Jumlah Wisatawan
ke Korea
(Dalam jumlah ribuan orang)
Sumber: Organisasi Pariwisata Korea
Pariwisata
Dengan keindahan alam serta warisan budaya dan sejarah
yang khas, Korea memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan pada
wisatawan. Sebagai negara yang terletak di semenanjung dengan
empat musim yang berbeda, Korea boleh bangga dengan
lembah-lembah, gunung-gunung, sungai, dan pantai-pantai
yang indah. Tersebar di seluruh bentangan alam yang memukau
ini, terdapat banyak kuil dan tempat ibadah kuno, istana-istana
kerajaan, seni pahat, pagoda-pagoda, situs-situs arkeologi ,
benteng-benteng, desa-desa tradisional, dan museum-museum.
Saran Perjalanan
Visa: Sebagian besar wisatawan dapat mengunjungi Korea
221

Wisatawan yang
Memasuki Korea Menurut
Kewarganegaraannya
Nomor Telepon Wisata
Korea 1330
Wisatawan asing dapat
memperoleh bantuan segera
dengan menekan nomor 1330
di mana pun di Korea.
10.000 won
5.000 won
1.000 won
Sumber: Organisasi Pariwisata Korea
selama 15 hari tanpa harus memiliki visa, asalkan mereka memiliki
tiket untuk kembali ke negara asal mereka saat memasuki Korea.
Banyak warga negara asing yang tinggal di Korea untuk satu
sampai enam bulan, tanpa visa yang berdasarkan perjanjian
timbal balik antara Korea dan pemerintah mereka. Mereka yang
berencana bekerja atau tinggal di Korea untuk waktu yang
lebih lama harus memiliki visa sebelum memasuki Korea dan
memperoleh kartu pendaftaran untuk warga asing dari kantor
imigrasi setempat dalam waktu 90 hari setelah kedatangan. (Situs
milik pemerintah www.korea.net memiliki link-link untuk informasi
yang lebih lengkap).
Mata uang: Mata uang Korea adalah won, dalam bentuk pecahan
lembaran uang kertas 1.000 won (US$1,05), 5.000 won, dan
10.000 won dan pecahan 10, 50, 100 dan 500 dalam bentuk koin.
Pada umumnya bank-bank buka dari jam 09:30-16:30 hari Senin
sampai Jumat. Anjungan tunai mandiri beroperasi selama 24 jam.
Kebanyakan toko yang lebih besar, hotel, dan restoran di Korea
akan menerima kartu kredit internasional utama. Meski demikian,
disarankan untuk membawa uang tunai dalam jumlah tertentu,
karena usaha-usaha dagang dan toko-toko yang lebih kecil
kemungkinan tidak memiliki alat untuk memproses kartu kredit.
Karantina Binatang dan Tanaman: Semua binatang dan
tanaman serta produk yang dihasilkannya wajib dikarantina
di bandara-bandara dan pelabuhan-pelabuhan kedatangan
pada saat memasuki Korea.
Amerika
Eropa
Negara Lainnya
Jepang
Cina
Taiwan
Wisatawan
Asing (2007)
Pariwisata
222
Bandara Internasional
Incheon
AREX adalah proyek investasi swasta terbesar di Republik Korea, dan merupakan proyek rel kereta api
infrastruktur publik dengan investasi swasta yang pertama. Pembangunan rel kereta api ini merupakan respon
terhadap lalu lintas udara yang terus meningkat dan adanya kebutuhan untuk memberikan lebih banyak
pilihan alat transpotasi umum.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai AREX, kunjungi “http://www.arex.or.kr”
AREX Peta Jalur AREX (Fase 1)
Bandara InternasionalIncheon
Bandara Gimpo
Bandara Internasional
Incheon Terminal kargo Unseo Geomam Gyeyang
J
a
lu
r

1

J
a
lu
r 5
.
J
a
lu
r 9
(d
a
la
m
k
o
n
s
tru
k
s
i)
Rel Kereta Api Bandara (Airport Railroad – AREX)
Transportasi
Memasuki Korea
Kedatangan melalui udara: Korea terhubung melalui
udara dengan setiap ibukota besar di dunia, baik melalui
penerbangan langsung maupun melalui penerbangan tidak
langsung dari bandara-bandara besar di Asia Timur. Sekitar
37 maskapai penerbangan internasional memberikan layanan
secara teratur, dengan lebih dari 1.500 penerbangan menuju
dan keluar Korea tiap minggunya. Korea memiliki sembilan
bandara internasional: Bandara Internasional Incheon, yang
dibuka pada bulan Maret 2001, Bandara Gimpo untuk kota
Seoul; Bandara Gimhae untuk kota Busan; Jeju; Cheongju;
Daegu; Yangyang; Muan; dan Gwangju. Bandara Gimhae
223
Kapal Seonghee milik
perusahaan Bugwan Ferry
menghubungkan Busan
dengan Shimonoseki
di Jepang.
dan Jeju mengoperasikan penerbangan
langsung dari dan ke Tokyo, Fukuoka, Nagoya,
dan Osaka di Jepang.
Bis-bis khusus bandara dan bis-bis kota
berangkat dari berbagai titik di kota Seoul tiap
15 menit sekali mulai pukul 5:00 pagi sampai
pukul 10:30 malam dan merupakan alternatif
yang lebih murah dibandingkan jalur Bis
Limosin KAL yang menghubungkan Bandara
Internasional Incheon dengan 19 hotel besar
di Seoul.

Kedatangan menggunakan kapal feri: Berbagai macam
jalur pelayaran memberikan pelayanan untuk ke Korea. Di antara
perusahaan-perusahaan pelayaran dari Pantai Barat Amerika
adalah Perusahaan Pelayaran Waterman, American Pioneer,
Pacific Far East, Pacific Orient Express, State Marine, dan United
States Lines. Beberapa perusahaan, seperti Bugwan Ferry, Korea
Ferry, dan Korea Marine Express, memberikan layanan feri
secara teratur yang menghubungkan Busan dan Pulau Jejudo
dengan pelabuhan-pelabuhan Shimonoseki, Kobe, dan Hakata di
Jepang. Pelayanan feri lainnya menghubungkan Incheon dengan
pelabuhan-pelabuhan Tianjin dan Weihai di Cina.
Kedatangan sementara untuk mobil -mobil pribadi
diperbolehkan untuk penumpang yang tiba dengan feri, disediakan
dengan syarat pengemudi memiliki dokumen lengkap.
Bagaimana Berwisata Keliling Korea?
Penerbangan domestik: Sebagian besar kota tujuan
penerbangan domestik hanya memakan waktu penerbangan
sekitar satu jam saja dari Seoul. Terletak diantara wilayah sebelah
barat Seoul dan Bandara Internasional Incheon yang baru, Bandara
Gimpo digunakan terutama untuk penerbangan domestik
dan penerbangan pendek ke Jepang dan Cina. Korean Air,
Asiana Airlines dan beberapa maskapai penerbangan domestik
yang memberikan potongan harga menangani penerbangan-
penerbangan dalam negeri.
Pariwisata
Sistem Bis di Kota Seoul
Seluruh bis kota dikelompokkan
dalam empat warna: Biru, Hijau,
Merah, dan Kuning. Bis-bis Biru
melayani jalan-jalan utama jarak
jauh. Bis-bis hijau melayani rute-
rute antara stasiun bawah tanah
dan daerah-daerah pemukiman
terdekat. Bis-bis merah melayani
rute-rute antara pusat kota
dengan kota pusat bisnis utama
lainnya. Jalan-jalan lingkar di
pusat kota atau pusat-pusat
bisnis kecil dilayani oleh bis-bis
warna Kuning.
224
KTX
Layanan kereta api: Perusahaan Kereta Api Korea (Korea Railroad
- KORAIL) mengoperasikan tiga jenis kereta api yaitu, kereta api
kecepatan tinggi (KTX), kereta api ekspres (Saemaeul), dan kereta
api lokal (Mugunhwa) dengan jaringan luas yang mencakup
seluruh Korea. Kereta-kereta KTX menghubungkan Seoul dengan
Busan, Mokpo, wilayah Timur Daegu, Gwangju, dan Iksan. Bahkan
sejak perjalanan paling panjang menggunakan KTX hanya
memakan waktu kurang dari tiga jam, tidak ada gerbong makan
di kereta, namun para penumpang dapat membeli makanan kecil
dan minuman dari layanan kereta dorong yang disediakan. Kereta-
kereta ekspres biasanya memiliki gerbong makan. Sebagian besar
tujuan wisata populer di Korea bisa dicapai menggunakan jalur
langsung atau dengan satu kali transit. Kunjungi situs Kereta-kereta
Korea (www.korail.go.kr) untuk mendapatkan informasi mengenai
tiket gabungan kereta-kapal feri dan tiket kereta api yang tersedia.
(Catatan: Tiket-tiket kereta api hanya tersedia bagi wisatawan
yang akan memasuki Korea dan harus dibeli di penjual tiket resmi
Korail di luar negeri.)
Layanan bis lokal dan bis kota: Jaringan-jaringan bis ekspres
jarak jauh maupun antar kota reguler benar-benar menghubungkan
seluruh kota besar dan kota kecil di Korea. Bis-bis antar kota reguler
adalah sarana transportasi paling murah untuk berkeliling Korea,
namun bis-bis ini sering berhenti di tempat-tempat tertentu. Harga
tiket bis berkisar antara 700 sampai 1.800 won (US$0,74 – $1,91).
Situs “www.visitkorea.or.kr” memiliki informasi lengkap mengenai
hal ini. Klik pada bagian “Transportation.”
Bis-bis ekspres jarak jauh: Bis-bis ekspres jarak jauh langsung
menuju ke daerah tujuan, dan hanya berhenti di tempat-tempat
istirahat sepanjang jalan tol yang dilaluinya tiap beberapa jam
sekali. Dua macam bis yang menghubungkan setiap kota besar
di Korea. Bis-bis kota reguler memiliki empat kursi tiap barisnya.
Bis-bis mewah (deluxe) yang lebih mahal hanya memiliki tiga kursi
tiap barisnya dan memberikan beberapa fasilitas tambahan seperti
telepon dan pertunjukan film. Beberapa perusahaan bis juga
menyediakan layanan bis-bis ekspres mewah pada larut malam.
Seoul memiliki tiga terminal antar kota yang memberikan layanan
ke berbagai wilayah di Korea Terminal Utama Bis Ekspres dan
Terminal Bis Nambu di Jalur 3 kereta bawah tanah di Gangnam
dan Terminal Bis Seoul Dong (Timur) di dekat Stasiun Gangbyeon
225
Taksi Van: Tersedia juga
taksi berbentuk mobil van
yang bisa mengangkut
delapan penumpang.
Taksi Mewah (Deluxe):
Taksi mewah (deluxe)
berwarna hitam dengan
tanda kuning di atasnya. Taksi
ini memberikan pelayanan
berkualitas tinggi dengan
tarif 4.500 won untuk 3 km
pertama dan 200 won untuk
tiap 164 meter berikutnya.
Taksi Bermerek: Orang dapat
memanggil taxi dari mana pun
di kota dan dijemput dalam
waktu lima menit.
Jenis-jenis Taksi
Taksi Reguler: Tarif taksi ini
adalah 1.900 won untuk 2 km
pertama dan 100 won untuk
tiap 144 meter berikutnya.
Kereta Bawah Tanah
di Jalur 2. Terminal Bis Ekspres Busan terletak di
pusat kota sebelah timur.
Layanan kereta bawah tanah: Kereta bawah
tanah (subway) merupakan sarana transportasi
paling efisien dan nyaman untuk berkeliling
Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Incheon, dan
Daejeon. Kereta bawah tanah telah berkembang
menjadi bagian sistem transportasi utama dan
memberikan layanan yang cepat, aman, dan nyaman. Kereta Metro
Seoul menghubungkan seluruh komunitas dengan daerah-daerah
luar dan kota-kota penunjang. Tarif untuk naik kereta bawah tanah
berbeda-beda bergantung pada tujuan yang akan dicapai, namun
tarif dasarnya adalah 1.000 won (US$ 1,06). Para penumpang
dapat membayar tarif bis dan kereta bawah tanah dengan mudah
serta dapat melakukan transit secara gratis dengan menggunakan
kartu debit, atau yang dikenal sebagai uang T.
Layanan taksi: Terdapat dua macam taksi reguler dan mewah
(deluxe). Tarif taksi berdasarkan jarak dan waktu yang ditempuh.
Taksi mewah warna hitam lebih nyaman, memberikan layanan
lebih baik, sehingga memiliki tarif lebih mahal daripada taksi reguler
warna abu-abu. Hampir semua taksi dilengkapi dengan sistem
penerjemahan pihak ketiga yang bisa diakses menggunakan
telepon seluler bila penumpang dan sopir memiliki masalah dalam
berkomunikasi.
Penyewaan mobil: Mengendarai mobil sendiri dapat menjadi
cara yang menyenangkan dan efektif untuk berkeliling Korea.
Tersedia jaringan-jaringan jalan umum dan jalan tol yang luas,
yang berarti bahwa Anda bisa mengunjungi tiap sudut Korea
dengan mudah.
Pengendara mobil harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
- Memiliki pengalaman mengendarai mobil lebih dari
satu tahun
- Memiliki Surat Ijin Mengemudi Internasional
- Telah berusia lebih dari 21 tahun
- Memiliki paspor yang masih berlaku
Harga sewa mobil berkisar antara 68.000 sampai dengan
265.000 won $71,5 – $278,9) per hari, tergantung dari jenis
mobilnya. Batas kecepatan adalah 60 km/jam untuk sebagian
Pariwisata
226
Kehidupan modern memiliki laju yang cepat dan
penuh tekanan. Kita selalu terburu-buru untuk pergi
ke suatu tempat dalam dunia yang serba cepat ini.
Program tinggal di kuil seperti yang ditawarkan oleh Kuil
Samhwasa memberikan manusia modern waktu istirahat
dari rutinitas yang penuh kesibukan, yang merupakan
suatu kesempatan untuk memusatkan diri pada
ketenangan dan perenungan tanpa direpotkan oleh hal
sehari-hari dalam kehidupan di perkotaan.
Saat ini terdapat 43 kuil yang terlibat dalam
program ini di seluruh Korea. Program dasar sehari penuh
dapat disederhanakan menjadi program setengah hari
(3,5 jam), atau diperpanjang menjadi 3 sampai 4 hari.
Enam kuil selalu terbuka untuk peserta perorangan
sedangkan peserta kelompok yang ingin berpartisipasi
bisa memesan tempat terlebih dahulu di kuil mana pun
sepanjang tahun.
Sebagian besar kuil yang turut serta dalam program
ini berlokasi di taman-taman nasional maupun taman-
taman propinsi yang dipelihara dengan baik. Dengan
demikian, program ini memberikan kesempatan untuk
bersantai, berefleksi, dan menyegarkan diri kembali
dalam suasana tenang di tengah alam semesta.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program
tinggal di kuil, kunjungi http://www.templestay.com.
Tinggal di Kuil
besar jalan raya dalam kota dan 80-100 km/jam untuk jalan tol.
Mengendarai mobil di bawah pengaruh alkohol atau narkotika
adalah suatu bentuk kejahatan serius yang bisa berakibat pada
hukuman berat.
Layanan feri: Salah satu cara menyenangkan untuk menjelajahi
Korea adalah dengan menggunakan kapal feri dengan rute-rute
populer yang menghubungkan daratan utama dengan pulau-
pulau lain, yakni dari Busan ke Jejudo, Mokpo ke Hongdo, dan
Pohang ke Ulleungdo. Ada kapal-kapal yang berlayar antara Busan
dan Yeosu, dengan banyak tempat pemberhentian di pelabuhan-
pelabuhan sepanjang pantai selatan dan Taman Nasional Maritim
Hallyeo. Klik pada bagian ”Transportation” pada situs web ”www.
visitkorea.or.kr” untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai
transportasi dan informasi lain yang berkaitan dengan pariwisata
di Korea.
Akomodasi
Wisatawan yang berkunjung ke Korea dapat memilih berbagai
macam akomodasi berkualitas, termasuk hotel, penginapan,
losmen, homestay, dan kondominium.
227
Hotel Shilla di Seoul
Terdapat banyak pilihan hotel. Tarif termurah dimulai pada
harga 46.000 won (US$48,4) per malam, dan untuk tarif hotel
mewah, tarif kamar bisa mencapai sekitar 170.000 won. Kini
semakin banyak hotel menawarkan sarana-sarana rekreasi seperti
kolam renang, sauna, tempat latihan golf dalam ruangan, tempat
bermain bowling, serta klub-klub kesehatan untuk para tamu
mereka. Ada juga kelompok-kelompok dansa, tempat-tempat
karaoke, kasino, serta ruang rekreasi, yang menyediakan baik
hiburan pada malam hari maupun siang hari. Selain itu, peristiwa-
peristiwa dan paket-paket wisata musiman yang menarik dan
sangat menyenangkan tersedia sepanjang tahun.
Penginapan (yeogwan) dan losmen adalah jenis akomodasi
yang murah. Tempat-tempat ini memiliki kamar yang sederhana
namun bersih. Tarif penginapan dan losmen bervariasi tergantung
pada layanan dan sarana yang ditawarkan. Tarif untuk tinggal di
losmen hanya seharga 6.000 ~ 22.000 won (US$6,3 – $23,1) per
malam, dan tarif penginapan berkisar antara 30.000 won sampai
dengan 60.000 won (US$31,5 – $63,1).
Kondominium adalah tempat tinggal bergaya apartemen yang
memberikan kemudahan dan kenyamanan karena adanya fasilitas
ruang memasak dan ruang seminar, kolam renang, sarana rekreasi,
dan restoran serta supermarket yang dekat. Kondominium biasanya
terletak di dekat resor ski, gunung-gunung terkenal, taman-taman,
dan pantai-pantai, serta biasanya cukup luas. Meski kondominium
khusus disewakan untuk para anggotanya pada puncak musim
liburan (peak season), kondominium juga bisa disewakan untuk
non-anggota pada saat musim sepi liburan. Tarifnya bisa jauh
berbeda tergantung pada sarana yang ditawarkan, namun
biasanya tarif kondominium adalah sekitar 30.000 sampai 100.000
per malam. Akan tetapi, ada juga kondominium mewah dengan
tarif mencapai lebih dari 200.000 won per malam.
Pension (sejenis rumah mirip hotel kecil di mana tamu
dapat menyewa kamar dan mendapat makanan) adalah
jenis tempat penginapan baru yang muncul akhir-akhir ini di
Korea. Pension biasanya terletak di kawasan wisata dengan
pemandangan alam yang indah. Pension adalah rumah-rumah
atau pondok-pondok bergaya Eropa yang merupakan tempat
paling sempurna untuk beristirahat dan berekreasi di tengah
suasana alam. Pension tersedia dalam berbagai bentuk dari
vila sampai pondok kayu sederhana. Rumah penginapan ini
Pariwisata
228
Penginapan pension di
Gangwon-do
kini kian populer bagi pasangan dan
keluarga.
Beberapa keluarga Korea menawarkan
program homestay dengan tarif
sangat terjangkau atau bahkan gratis
untuk menjalin persahabatan dengan
wisatawan-wisatawan dari luar negeri. Ini
adalah kesempatan baik untuk menjalin
persahabatan dengan orang Korea serta
memperoleh pengalaman tinggal bersama
keluarga Korea secara langsung.
Di daerah pedesaan, beberapa keluarga menyewakan kamar-
kamar untuk wisatawan dengan tarif yang sangat murah, sekitar
15.000 sampai 30.000 won tergantung pada musim liburan dan
kualitas kamar. Karena “minbak” ini berada dalam rumah pribadi
yang sederhana, kamar-kamarnya tidak memiliki kamar mandi
di dalam ruangan, dan tamu biasanya tidur dan makan di lantai
mengikuti cara tradisional Korea. Namun makan pagi lengkap
biasanya sudah termasuk dalam pelayanan yang diberikan, yang
sangat menyenangkan terutama bila kita mengunjungi kota-kota
kecil di mana tidak terdapat restoran.
Menjelajahi Korea
Seoul
Terletak sepanjang di Sungai Hangang, kota Seoul telah tumbuh
menjadi kota metropolis yang sangat padat dengan jumlah
penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Selama tahun-tahun terakhir,
ibukota ini telah bertambah luas seiring dengan proses urbanisasi
dan industrialisasi dan terus berkembang pesat sebagai pusat
aktivitas politik, ekonomi, budaya, dan pendidikan di Korea.
Seoul adalah kota terbesar ke-10 di dunia. Unsur masa
lampau dan kini berdampingan secara mengagumkan: istana-
istana berusia ratusan tahun, gerbang-gerbang kota, tempat-
tempat ibadah, taman-taman, dan koleksi seni yang tak ternilai
harganya menjadi bukti masa lampau Korea yang termasyur,
sedangkan bagian luar gedung-gedung pencakar langit yang
229
Gedung-gedung tinggi
Yeouido di sepanjang Sungai
Hangang di Seoul.
Ssamziegil di Insa-dong, di
tengah kota Seoul.
berkilauan serta lalu lintas yang ramai mewakili unsur modern
yang penuh semangat.
Kota tua ini dikelilingi oleh empat gunung dalam dan empat
gunung luar. Gunung Bugaksan di utara, Gunung Naksan di
timur, Gunung Inwangsan di barat, dan Gunung Namsan di
selatan adalah “gunung-gunung dalam” karena kesemuanya
pada masa lampau berada di dalam tembok tua ibukota
Joseon. Empat gunung luar adalah Gunung Bukhansan di utara,
Gunung Yongmasan di timur, Gunung Deogyangsan di barat,
dan Gunung Gwanaksan di selatan. Tiap gunung memiliki
keindahan khas masing-masing serta memiliki bentangan alam
yang indah dan pemandangan yang spektakuler menghadap
kota Seoul. Terdapat juga banyak sumber mata air gunung
Pariwisata
230
Bis Tour Kota Seoul
Bis Tour Kota Seoul
menghubungkan sebagian
besar kawasan wisata
dan belanja utama di kota
Seoul, termasuk istana-
istana Gyeongbokgung
dan Changgyeonggung,
pasar Namdaemun dan
Dongdaemun, serta
Menara Seoul.
Bukhansan adalah taman
nasional yang dilewati jalur
kereta Metro Seoul.
yang memberikan air bersih dan jernih secara gratis untuk
menyegarkan kembali pendaki gunung yang kelelahan.
Di Seoul, tempat-tempat wisata yang mesti dikunjungi adalah
istana-istana kerajaan kuno dari Dinasti Joseon: Gyeongbokgung,
Deoksugung, Changdeokgung, dan Changgyeonggung. Jongmyo,
tempat ibadah kerajaan untuk menghormati leluhur dari Dinasti
Joseon, dan Huwon (Taman di Halaman Belakang yang juga dikenal
sebagai Taman Rahasia) yang terletak di Istana Changdeokgung
terkenal karena taman-tamannya yang ditata dengan sangat
indah dan bangunan-bangunan klasiknya.
Salah satu kawasan paling populer bagi wisatawan di pusat
kota tua Seoul adalah Insa-dong.Ini adalah tempat yang menarik
bagi pembelanja santai maupun kolektor yang serius.Tempat ini
penuh dengan toko-toko barang antik, galeri-galeri seni, rumah-
rumah minum teh tradisional, dan restoran-restoran, serta toko-
toko buku.
Tempat wisata lain yang sangat disarankan bagi wisatawan
adalah Museum Nasional, Pusat Nasional untuk Seni Pertunjukan
Tradisional Korea, Pusat Seni Pertunjukan Sejong, Gedung Seni
Ho-Am, dan Rumah Korea. Museum Nasional Seni Kontemporer
di Gwacheon, kota satelit di sebelah selatan Seoul, juga layak
dikunjungi.
Di Taman Namsan, di jantung kota Seoul, wisatawan dapat
menikmati pemandangan indah seluruh kota dari Menara
Seoul dan menyaksikan desa Hanok yang sudah direkonstruksi
di bawahnya.
231
Yongin Everland
Everland, yang terletak di
Yongin, adalah sebuah taman
hiburan besar yang meliputi
kebun binatang, bukit untuk
kereta luncur, dan taman
botani.
Para pengunjung dapat bersantai, berjalan-jalan, atau menyewa
sepeda di taman-taman di kota Seoul yang jumlahnya banyak,
seperti (Olympic Park), Taman Besar Seoul (Seoul Grand Park), Hutan
Seoul (Seoul Forest)dan jejak sungai Hangang (Hangang River Trail).
Taman-taman ini adalah harta karun tersembunyi kota Seoul, yang
dinikmati oleh penduduk kota Seoul namun sering dilewatkan oleh
para wisatawan.
Tentu saja, makanan Korea adalah sesuatu yang harus dinikmati
dalam perjalanan di Semenanjung Korea, baik di restoran modern
maupun tradisional. Makanan Cina dan Jepang yang lezat juga
tersedia, begitu juga makanan Perancis, Italia, Thailand, Pakistan,
dan makanan-makanan etnik yang lain.
Seoul juga memilki kehidupan malam yang sangat aktif
dengan klub-klub, kafe-kafe, serta ruang-ruang duduk di atas atap.
Pemandangan menakjubkan kota Seoul pada malam hari dapat
dilihat menggunakan Bis Tour Kota Seoul atau dari sepanjang
Sungai Hangang karena ada kapal pesiar yang selalu berlayar
menyusuri lembah yang diapit oleh gedung-gedung tinggi.
Daerah Sekitar Seoul dan Propinsi Gyeonggi-do
Propinsi Gyeonggi-do terletak di wilayah tengah bagian barat
Semenanjung Korea, dengan Sungai Hangang mengalir di tengah-
tengahnya. Sungai Hangang membagi propinsi ini menjadi wilayah
utara yang berpegunungan dan daerah terbuka di bagian selatan.
Pariwisata
232
Desa Tradisional Korea di
Yongin
Berada di tanah seluas
243 acre, wisatawan dapat
mengunjungi lebih dari
270 rumah tradisional
dari berbagai tempat
yang berbeda dengan
lingkungan alami.
Bila kota Seoul menyibukkan para wisatawan dengan
banyaknya hal menarik dan mengundang untuk dilihat dan
dikerjakan, wilayah di luar Seoul mampu memberikan waktu istirahat
yang menyegarkan dan membangkitkan vitalitas kehidupan.
Daerah-daerah pinggir pantai menjorok ke dalam dan ke luar
sepanjang pantai dan mencakup teluk besar dan kecil, tanjung,
dan kepulauan. Teluk-teluk Namyangman dan Asanman, Gimpo
dan semenanjung Hwaseong, kepulauan Ganghwado dan
Yeongjongdo merupakan tempat-tempat wisata yang layak
dikunjungi di luar Seoul. Lonceng emas, bunga khas propinsi
tersebut, melambangkan kemakmuran serta banyak tumbuh di
seluruh wilayah tersebut.
Hanya dengan menempuh perjalanan selama 30 menit ke
sebelah selatan Seoul kita dapat menjumpai Desa Tradisional
Korea. Di desa tradisional ini, kehidupan sehari-hari rakyat Korea
di masa lampau dihidupkan kembali. Desa Tradisional Korea
dibuka pada tahun 1973 dan kini meliputi hampir seluruh aspek
kehidupan tradisional Korea. Rumah-rumah khas berbagai
propinsi dipamerkan, dan ada pertunjukan-pertunjukan reguler
orang berjalan di atas seutas tali, prosesi pernikahan dan
pemakaman, lomba layang-layang, dan tarian rakyat di lapangan
desa. Para pandai besi, tukang kayu, pembuat tembikar, dan
pengrajin dapat juga dijumpai di tempat kerja mereka. Di
Suwon, yang terletak disamping desa tradisional ini, terdapat
Benteng Hwaseong, kota yang dikelilingi tembok dari Dinasti
Joseon yang baru-baru ini dimasukkan dalam Daftar Warisan
Dunia UNESCO.
233
Taman Pagi yang Tenang
Sebuah arboretum atau
taman di kaki bukit
Chongnyeongsan, Gapyeong-
gun, Gyeonggi-do
Yongin Everland, kompleks tempat berlibur yang lengkap,
terdiri dari sarana taman hiburan paling modern, termasuk taman
bermain air dan spa, yang merupakan tempat ideal untuk rekreasi
di musim panas untuk segala umur.
Museum Seni Ho-Am terkenal karena memamerkan lebih dari
5.000 karya seni. Sekitar 80 tempat pembakaran keramik terpusat
di kawasan Festival Keramik Icheon yang diselenggarakan pada
bulan September tiap tahunnya. Yang lebih besar lagi, Biennale
Keramik Dunia diselenggarakan secara tersebar di Incheon,
Gwangju, dan Yeoju tiap tahun ganjil. Di tempat ini Anda bisa
menikmati warna misterius seladon Goryeo dan warna putih murni
dari porselen Korea.
Ganghwado terletak di muara Sungai Hangang di sebelah utara
Pelabuhan Incheon. Pulau ini, yang merupakan pulau terbesar
kelima di Korea, kaya akan sejarah dan keindahan alam. Monumen-
monumen bersejarah utama di tempat ini termasuk sebuah altar
yang dipercaya dibangun oleh Dangun, pendiri legendaris Korea,
bersama dengan benteng-benteng, tembok-tembok kuno, tempat
pembakaran seladon yang berasal dari abad ke-13 pada masa
Kerajaan Goryeo, dan Kuil Jeondeungsa.
Hanya menempuh perjalanan 56 km menggunakan bis
di sebelah utara Seoul, terdapat Panmunjeom, desa di mana
Gencatan Senjata Korea ditandatangai pada tanggal 27 Juli
1953, yang mengakhiri pertempuran sengit dalam Perang
Korea. Tempat ini menjadi kawasan keamanan bersama yang
dikelola oleh Pasukan Komando PBB dan pasukan pengawal
Pariwisata
234
Penawaran Terbaik
pada Musim Dingin:
Berolahraga Ski di Korea
Resor-resor ski memiliki salju
dengan kondisi yang sangat
baik serta dilengkapi dengan
sarana-sarana modern untuk
para penggemar ski.
Perjalanan Wisata ke Korea Utara
Korea Utara. Pengunjung yang memasuki tempat ini akan dikawal
dan diberi penjelasan singkat oleh pemandu militer.
Wilayah Timur
Propinsi Gangwon-do terletak di kawasan timur bagian
tengah Semenanjung Korea. Sebagian besar wilayah propinsi
ini diliputi oleh hutan lebat, yang memberikan pemandangan
alam yang berlimpah dengan lebih sedikit wilayah pemukiman
dibandingkan dengan propinsi-propinsi lain. Baik gunung-gunung
berhutan lebat yang jauh maupun jurang-jurang serta kota-kota
kecil di tepi pantai yang kaya akan kemegahan alam.
Geumgangsan (Pegunungan Berlian), 12.000 puncak
dengan 12.000 keajaiban
Pegunungan Geumgangsan membentang sepanjang lebih dari
40 kilometer dengan ketinggian mencapai 1.639 meter pada
puncak tertingginya. Puncak-puncak dengan jumlah keseluruhan
12.000 menawarkan pemandangan spektakuler formasi bebatuan,
lembah-lembah, dan air terjun – air terjun yang mengagumkan.
Tempat dengan pemandangan yang mendebarkan hati ini sangatlah
istimewa dan dianggap sebagai pegunungan yang paling indah
di Semenanjung Korea. Perusahaan Hyundai Asan menawarkan
paket-paket wisata dari Korea Selatan: satu hari, sehari semalam,
dan dua malam.
235
Panmunjeom
Dengan kondisi alaminya, Gangwon-
do menjadi tempat yang ideal untuk
Kejuaraan Musim Dingin Asia pada bulan
Januari 1999. Eksposisi Wisata Internasional
(International Travel Exposition – ITE) juga
diselenggarakan di tempat ini dari tanggal
11 September sampai 30 Oktober 1999.
Lebih dari 2 juta wisatawan asing dan
domestik turut serta dalam peristiwa
tersebut. Dengan tema ”Manusia, Alam,
dan Kehidupan di Masa Depan,” ITE
menawarkan serangkaian pertunjukan dan pertandingan selain
sejumlah pameran yang memukau dan informasi yang berguna
bagi para wisatawan.
Garis pantai di sebelah timur, membentang sepanjang
390 kilometer (234 mil) dari Hwajinpo dan Busan, bermedan
berat dan bergunung-gunung dengan sejumlah pemandangan
alam yang paling menakjubkan di Korea. Ski dan olahraga-
olahraga musim dingin lainnya juga membuat tempat ini
menjadi resor tujuan wisata sepanjang tahun. Untuk memenuhi
kebutuhan lebih dari satu juta pemain ski tiap tahunnya,
beberapa resor kini dilengkapi dengan mesin-mesin pembuat
salju, yang dapat memperpanjang musim bermain ski dari
Desember sampai Maret. Aktivitas rekreasi populer yang lain
di daerah ini meliputi olahraga renang di musim panas dan
mendaki gunung pada musim gugur. Pantai-pantai di tempat
ini barangkali adalah yang terindah di Korea, yang melandai
Perjalanan Wisata Satu Hari ke Gaeseong
Perjalanan wisata satu hari lewat darat ke
Gaeseong, yang ditempuh dengan perjalanan
selama 90 menit dari Seoul, menawarkan
pemandangan luar biasa dari wilayah bagian
Utara yang tenang. Wisatawan mengunjungi
kuil-kuil Budha yang bersejarah, air terjun yang
indah, dan bagian-bagian lain dari kota bersejarah
ini, yang merupakan ibukota Dinasti Goryeo
yang memerintah Semenanjung Korea antara
tahun 918 sampai 1392.
Taman Nasional Seoraksan
di Gangwon-do
Pariwisata
236
sedikit demi sedikit menuju bagian-bagian laut yang tidak dalam
dengan arus yang ringan.
Gunung Seoraksan, bagian dari Pegunungan Geumgangsan,
menarik wisatawan dengan kemegahannya yang luar biasa.
Gunung ini sangat mengesankan dan penuh warna sepanjang
tahun dan merupakan tempat tinggal beruang hitam Asia,
lambang dari Propinsi Gangwon-do dan salah satu spesies yang
paling terancam di dunia.
Tempat-tempat populer yang lain meliputi Cheoksan, Osaek,
dan Sorak Waterpia sumber air panas di dan sekitar Taman
Nasional Seoraksan dan observatorium-observatorium unifikasi
yang berbatasan dengan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang
memberikan pemandangan indah wilayah Korea Utara. Dan setiap
bulan Agustus tiap grup teater boneka-boneka dari seluruh dunia
berkumpul di ibukota Gangwon-do untuk mengikuti Festival
Boneka Chuncheon.
Ulleungdo, yang terletak pada jarak 217 kilometer (134,8 mil)
timur laut Pohang, adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif
lagi yang menjulang tinggi dari Laut Timur. Dokdo, wilayah yang
berada pada titik terjauh Korea, terletak pada jarak 87,4 kilometer
(54,3 mil) sebelah tenggara Ulleungdo.
Geumgangsan dianggap sebagai salah satu keajaiban alam
dunia yang paling spektakuler. Gunung Geumgangsan terletak
di Korea Utara di dekat bagian paling ujung Zona Demiliterisasi.
Wisatawan dapat berpergian lewat darat ke Geumgangsan dengan
mendaftar pada agen wisata resmi Korea Selatan untuk dapat
menikmati perjalanan wisata dengan didampingi pemandu.
Mengamati Burung
Kota Seosan terletak sedikit
ke arah barat daya Seoul dan
salah satu kawasan burung
terbaik di Asia Timur, Teluk
Cheonsu serta danau-danau
reklamasi dan sawah-sawah
di daerah Seosan.
237
Wilayah Bagian Tengah
P r o p i n s i C h u n g c h e o n g b u k - d o d a n p r o p i n s i
Chungcheongnam-do terletak di bagian barat tengah
Semenanjung Korea. Chungcheongbuk-do adalah satu-satunya
propinsi yang paling terkurung oleh daratan di Korea, namun
dengan selesai dibangunnya Kompleks Pemerintahan di ibukota
Chungcheongnam-do, Daejeon, dan bandara internasional yang
baru saja dibuka di ibukota Chungcheongbuk-do, Cheongju,
dua propinsi ini kini sedang diubah menjadi pusat strategis
ekonomi dalam negeri.
Daejeon dapat ditempuh dengan dua jam perjalanan ke
arah selatan Seoul menggunakan mobil dan merupakan tempat
pertemuan jalur kereta api Seoul-Busan dan Seoul-Gwangju-
Mokpo. Kota ini berkembang dengan pesat menjadi salah satu
pusat ilmu pengetahuan dan teknologi utama di Korea. Taman
Pameran, tempat diselenggarakannya Pameran Internasional
Daejeon tahun 1993, telah direnovasi dan diubah menjadi taman
ilmu pengetahuan untuk umum.
Buyeo, ibukota terakhir Kerajaan Baekje (tahun 18 SM
– 660 M) memiliki Museum Nasional Buyeo yang menyimpan
koleksi lengkap sekitar 7.000 peninggalan kuno dari periode
Sungai Geumgang mengalir sepanjang Gyeryongsan, salah
satu gunung paling terkenal di wilayah tersebut. Sebagai
pusat kebudayaan Baekje yang sesungguhnya, wilayah ini
kaya dengan artefak budaya dan peninggalan-peninggalan
bersejarah yang khas.
Tersebar di antara puncak-puncak dan bukit-bukit di
sepanjang punggung Pegunungan Sobaeksan adalah kekayaan
alam dan tempat-tempat bersejarah yang berlimpah. Tempat-
Pariwisata
238
Tempat menakjubkan di
mana laut terpisah di dekat
Pulau Jindo, Jeollanam-do.
tempat bersejarah ini meliputi pagoda tingkat tujuh Yongdusa,
pagoda kayu Palsangjeon, Benteng Sangdangsanseong, dan
Tempat Ibadah Chungnyeolsa milik Laksamana Yi Sun-sin.
Kuil-kuil, sumber air panas, taman nasional, dan keajaiban
alam yang lain juga menunggu untuk dikunjungi di tempat ini.
Danau Chungjuho menawarkan berbagai macam olahraga
air yang menyenangkan di wilayah tengah Korea. Kapal-kapal
pesiar menyusuri sungai-sungainya antara Chungju dan Danyang,
memberikan para penumpang pemandangan menakjubkan
dari gunung-gunung di sekelilingnya. Gua Gosudonggul
memukau wisatawan dengan stalaktit yang berkilauan dalam
berbagai bentuk dan ukuran. Kebun buah-buahan Chungju
merupakan salah satu wilayah penghasil utama buah apel yang
lezat. Tembakau kuning juga merupakan produk istimewa
daerah ini, dan ginseng dari daerah ini yang telah memiliki
reputasi dunia.
Wilayah Barat Daya
Wilayah barat daya Korea mencakup propinsi Jeollabuk-do
dan Jeollanam-do. Wilayah ini relatif datar, memiliki bentangan
sawah-sawah yang luas, dan garis pantainya yang berlekuk-lekuk
menjadi tempat dibangunnya banyak pelabuhan kecil. Daerah
ini subur dan hangat serta dinaungi oleh gunung-gunung tinggi
di sebelah timur dan utara serta lautan yang tenang dan pulau
yang banyak di sebelah barat dan selatan. Karena pengaruh
baik iklim benua maupun iklim laut, propinsi-propinsi ini memiliki
kondisi cuaca yang berbeda-beda.
Jeonju terkenal karena makanan tradisional yang terdiri
239
Bibimbap adalah nasi hangat yang disajikan di bawah potongan daging
sapi mentah, kecambah, bayam, bunga mahkota aster, daun pakis,
akar bunga lonceng Cina, seledri air, telur mentah, dan jamur shiitake.
Keseluruhan bahan ini dicampur dengan gochujang (merica pedas dan
pasta kedelai). Makanan populer ini mewakili makanan khas Jeolla-do
dengan rasa dan warna yang luar biasa.
Kebun-kebun teh yang hijau
di Boseong merupakan
yang paling terkenal di
Korea. Pohon-pohon teh
ini menyelimuti bentangan
alam mirip karpet halus
berwarna hijau.
Bibimbap dari Jeonju
dari nasi dan campuran sayuran, bibimpap, dan juga Hanji,
kertas tradisional yang terbuat dari pohon mulberi. Burung khas
propinsi ini adalah burung magpie, yang memiliki kaitan dengan
legenda yang menyedihkan. Menurut legenda ini, pada malam
hari ketujuh bulan ketujuh menurut kalender bulan, burung-
burung magpie membangun jembatan di atas Galaksi Bimasakti
dengan membawa ranting-ranting dan batu-batu kerikil dengan
paruh mereka, sehingga mereka mampu membuat sepasang
kekasih, Gyeonu dan Jingnyeo, yang ditakdirkan untuk berjumpa
hanya setahun sekali, saling bertemu kembali.
Namwon adalah pintu gerbang menuju Taman Nasional Jirisan
serta rumah terkenal milik Chunhyang, salah satu pahlawan
wanita Korea yang legendaris. Chunhyangga, sebuah nyanyian
cerita kepahlawanan (pansori) tentang kesetiaan cintanya,
adalah salah satu pertunjukan yang paling disukai di Korea.
Gunung Jirisan memiliki puncak gunung tertinggi kedua di
Pariwisata
240
Jindogae, jenis anjing
pribumi Korea
Korea Selatan. Pegunungan yang lebih kecil sangatlah luas dan
terbentang sepanjang tiga propinsi, Jeollanam-do, Jeollabuk-do,
serta Gyeongsangnam-do.
Taman Nasional Deogyusan memberikan pemandangan luar
biasa Lembah Mujugucheondong yang panjangnya 30 kilometer.
Di lembah ini terdapat Resor Ski Muju, yang merupakan tempat
bermain ski terbesar di Korea.
Museum Nasional Gwangju merupakan tempat penyimpanan
koleksi keramik-keramik Cina yang diperoleh kembali dari kapal
dagang Cina berusia 600 tahun yang karam di lautan Sinan.
Damyang, terletak 22 kilometer sebelah utara Gwangju,
adalah pusat pengolahan dan kerajinan bambu. Museum Bambu
Damyang adalah museum pertama di dunia yang didedikasikan
untuk menyimpan koleksi bambu.
Tempat-tempat wisata dan museum-museum lain seperti
Lapangan Kemenangan Hwangtohyeon, Benteng Gochang-
eupseong, situs-situs dolmen di daerah Gochang dan Hwasun,
serta Museum Kaligrafi Gangam menambah karakter sejarah dan
sastra propinsi ini.
Di Pulau Jindo, yang terletak 350 kilometer sebelah selatan
Seoul, pengunjung dapat menyaksikan versi Korea dari Keajaiban
Nabi Musa. Laut di antara desa pantai Hoedong-ri di Pulau Jindo
dan Pulau Kecil Modo di dekatnya terbelah selama kurang lebih
satu jam dua kali setahun pada awal bulan Mei dan lagi pada
pertengahan Juni, meninggalkan jalan setapak yang bisa dilalui,
dengan panjang 2,8 kilometer dan luas 40 meter. Pulau Jindo
juga terkenal karena memiliki jenis anjing pribumi Korea, Jindogae,
yang ditetapkan sebagai Monumen Alam No. 53.
Wilayah Tenggara
Wilayah tenggara Korea, yang mencakup
propinsi Gyeongsangbuk-do dan propinsi
Gyeongsangnam-do, adalah tempat yang kaya
dengan daya tarik wisata, aset-aset budaya, serta
tempat-tempat bersejarah. Terusan Hallyeosudo
dan pegunungan Jirisan dan Gayasan adalah sumber
daya alam paling terkenal di wilayah ini. Di samping itu,
seluruh kota Gyeongju, ibukota kuno Kerajaan Silla
(57 SM – 935 M), kini adalah museum terbuka yang
Sekelompok dewa pelindung
dalam pahatan timbul yang
menghiasi dinding-dinding di
ruang dalam Gua Seokguram
241
luar biasa. Makam-makam raja, situs-situs kuil dengan pagoda-
pagoda batu yang dimakan cuaca, dan reruntuhan benteng
tersebar di seluruh kota dan telah menghasilkan banyak harta
karun kuno.
Situs-situs arsitektur utama di kota Gyeongju adalah Kuil
Bulguksa dan Gua Seokguram di dekatnya. Keduanya dibangun
pada abad kedelapan dan merupakan representasi kesenian
agama Budha yang dibuat dengan sangat halus. Kedua tempat
ini masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun
1995. Situs-situs bersejarah yang penting lainnya meliputi Taman
Dumuli, Oreung (Lima Makam), Observatorium Cheomseongdae,
Makam Jenderal Kim Yu-sin, dan Gunung Namsan, yang penuh
dengan patung-patung, pagoda-pagoda, dan peninggalan-
peninggalan agama Budha. Museum Nasional Gyeongju
menyimpan barang-barang antik sangat berharga yang diperoleh
kembali dari Gyeongju dan daerah sekitarnya.
Resor Danau Bomun, enam kilometer dari pusat kota di pinggiran
kota sebelah timur, merupakan tujuan wisata terpadu dengan
beberapa hotel kelas satu dan berbagai macam sarana rekreasi.
Kuil Haeinsa terkenal sebagai tempat penyimpanan 80.000 balok-
balok kayu yang digunakan untuk mencetak Tripitaka Koreana,
yang diukir pada abad ke-13. Tripitaka Koreana diakui sebagai
kumpulan kitab suci agama Budha paling lengkap di Asia Timur.
Tidak jauh dari kota bersejarah Gyeongju terdapat kota-kota
industri yang sedang berkembang yaitu Pohang dan Ulsan.
Pohang adalah tempat pabrik-pabrik baja posco, sedangkan
Ulsan adalah tempat industri utama untuk Hyundai, salah satu
perusahaan konglomerat utama Korea.
Pariwisata
242
Seokgatap
Pagoda Seokgatap tiga
tingkat memiliki pondasi
ganda dan dibangun dengan
gaya tradisional Korea.
Lebi h j auh ke arah sel atan terdapat Busan, kota
pelabuhan utama Korea dan juga kota terbesar kedua di Korea.
Pasar Ikan Jagalchi, salah satu pasar paling terkenal di Korea,
berada tepat di sebelah dermaga-dermaga di mana perahu-
perahu penangkap ikan membongkar hasil tangkapannya tiap
hari. Pasar ini menawarkan pada wisatawan daya tarik wisata di
pagi hari ketika pembeli dan penjual saling tawar-menawar hasil
tangkapan ikan pada hari itu.
Andong adalah salah satu peninggalan Korea kuno yang masih
ada hingga sekarang, yang merupakan harta karun peninggalan
tradisi Konfusianisme. Hahoe, sebuah desa kecil dekat Andong,
terkenal karena topeng-topeng tradisionalnya yang unik serta
topeng tarian-drama Hahoe-talchum. Dosanseowon,
akademi Konfusianisme yang didirikan pada abad ke-
16 oleh salah satu cendekiawan terkenal Korea, Yi
Hwang, juga berada pada lokasi yang berdekatan.
Kompleks-kompleks wisata dan resor internasional
yang dibangun secara besar-besaran dibuka
pada tahun 2006 di wilayah bagian barat dan
utara, yang menampilkan rekreasi dan tempat
hiburan ultramodern.
Pulau Jejudo dan Wilayah-wilayah Pantai
Sebelah Selatan
Dengan menempuh penerbangan selama satu jam
dari Seoul, Busan, atau Daegu, wisatawan dapat
Topeng Hahoe
Ratu Elizabeth II dari Inggris
Desa Hahoe di Andong
Desa Hahoe, desa klan
dari keluarga Pungsan Ryu,
melestarikan cara hidup
tradisional Korea. Wilayah
Andong menjadi terkenal
dengan adanya kunjungan
Ratu Elizabeth II di hari ulang
tahunnya pada tahun 1999.
243
mencapai suatu wilayah dengan karakter yang sama sekali
berbeda. Diakui sebagai daerah yang paling terpelihara di seluruh
Korea, Jejudo adalah satu-satunya propinsi pulau di Korea.
Pulau ini adalah tempat bulan madu paling populer di Korea.
Dikenal sebagai ”Little Hawaii” karena banyaknya gunung berapi,
pemandangan alam subtropis yang indah, pantai-pantai berpasir,
air terjun-air terjun, serta jalan-jalan setapak untuk hiking, pulau ini
merupakan salah satu dari sepuluh besar daerah tujuan wisata yang
paling terkenal di dunia dengan lebih dari empat juta wisatawan
per tahunnya.
Jejudo memiliki iklim semitropis, dengan tanaman dan dataran
yang sangat berbeda dengan apa yang terdapat di daratan utama.
Pulau ini juga merupakan habitat alami bagi lebih dari 2.000 spesies.
Gunung yang paling utama di pulau ini adalah Gunung Hallasan
dengan tinggi 1.950 meter, sebuah gunung berapi yang sudah
tidak aktif lagi, yang di puncaknya terdapat sebuah kawah besar.
Berabad-abad yang lalu, lava yang mengalir turun dari gunung
berapi ini menciptakan terowongan-terowongan, tiang-tiang,
serta bagian-bagian lain yang aneh yang dibentuk oleh cairan
basal yang cepat dingin. Tujuan-tujuan wisata favorit meliputi
Kerajinan Rakyat Jeju, Museum Sejarah Alam, Resor Jungmun, Air
Terjun Cheonjiyeon, dan Taman-taman Fantasi Jeju.
Pondok-pondok tua di Jejudo dengan atap jerami dengan
dinding-dinding yang terbuat dari batu lava menawarkan pada
para pengunjung kesempatan besar untuk sekilas melihat
Pariwisata
244
Pipa Lava
Dangcheomuldonggul
Pantai Hyeopjae
Pantai indah yang terletak di
antara hutan-hutan dengan
pohon-pohon yang selalu
hijau dan laut yang berwarna
biru kobalt.
budaya rakyat yang khas dari pulau tersebut. Pondok-pondok ini
mencerminkan baik lingkungan alam pulau tersebut, yang ditandai
oleh angin yang keras, maupun gaya hidup masyarakatnya yang
penuh dengan keramahan.
Lebih dekat dengan daratan utama Korea, terdapat lebih
dari 3.000 pulau lebih kecil yang berjajar sepanjang garis pantai
selatan dan barat yang berkelok-kelok. Selesainya pembangunan
jalan tol Honam dan Namhae pada tahun 1973 membuat pantai-
pantai yang indah ini lebih mudah dijangkau. Daerah-daerah
sekitar Jinhae, Tongyeong, Jinju, dan Namhae adalah tempat-
tempat yang disarankan untuk dikunjungi. Wilayah perbatasan
sebelah selatan Semenanjung Korea merupakan garis pantai tidak
rata yang menciptakan pola tak teratur teluk-teluk dan teluk-
teluk kecil yang dipenuhi oleh pulau-pulau baik besar maupun
kecil. Bagi mereka yang lebih memilih jalan laut daripada jalan
tol, sebuah hydrofoil (semacam speedboat besar) berlayar di
perairan di antara Busan dan Yeosu. Kapal ini berhenti di Seongpo,
Tongyeong, Samcheonpo, dan Namhae.
Belanja
Korea Selatan terkenal sebagai surga belanja, yang menawarkan
berbagai macam barang dengan harga terjangkau. Wisatawan
bisa membeli barang-barang kebutuhan dan cinderamata di
ratusan toko maupun tempat belanja (shopping arcades) baik di
Seoul maupun di kota-kota besar di seluruh Korea.
Barang-barang belanja yang populer meliputi perhiasan,
ginseng, pakaian dari bulu binatang, peti-peti antik, keramik,
245
Gunung Hallasan menjulang
tinggi di tengah Pulau Jeju-do
Pasar Bebas Hongdae buka
dari jam 1 siang setiap
hari Sabtu dari bulan Maret
sampai November dan
menawarkan berbagai
macam produk kerajinan
yang dibuat oleh para
seniman yang berusia
setara dengan mahasiswa
perguruan tinggi.
barang-barang dari pernis, benda-benda dari kuningan,
sulaman, serta masih banyak produk khas Korea lainnya.
Pasar Pakaian Grosir (Pusat Perbelanjaan Pakaian)
Ketika datang untuk membeli pakaian di Korea, pasar
pakaian grosir yang terpusat di Dongdaemun telah menjadi
pusat belanja utama di Korea. Ribuan toko kecil dengan
sarana modern buka sampai dinihari sehingga menarik para
pembelanja malam yang selalu ingin bergaya.
Pasar-pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah tempat di mana Anda bisa
mengalami budaya belanja gaya Korea. Di pasar-pasar
ini, Anda hanya akan menemukan bangunan-banguanan
berlantai satu serta kereta dorong yang penuh dengan
Pariwisata
246
Jalan Itaewon
Itaewon adalah tempat
dengan percampuran budaya
paling besar di Seoul. Tempat
ini dipenuhi dengan restoran,
toko-toko, dan bar.
barang-barang menarik. Saat Anda berbelanja di
salah satu pasar tradisional ini, disarankan untuk
berbelanja dengan ritme yang nyaman bagi Anda,
sambil makan snack dari penjaja jalanan, serta
menyerap budaya Korea yang ada di tengah Anda.
Bawalah mata uang Korea karena biasanya toko-toko
disini tidak menerima mata uang asing atau kartu
kredit. Gyeongdong, Gwangjang dan Namdaemun
adalah beberapa pasar tradisional di Seoul.

Toko-toko Serba Ada (Department Stores)
Toko-toko serba ada di Korea biasanya memberikan
obral pada tiap 4 musimnya. Umumnya, tiap toko
serba ada memberikan periode diskon selama
dua minggu pada bulan Januari, April, Juli, dan
Oktober. Disarankan untuk mengecek iklan dan
rincian mengenai obral di Internet. Anda juga dapat
menghubungi nomer telepon KTO Korea Travel
(+82-2) 1330 untuk mengetahui tanggal yang tepat untuk
periode-periode obral.
Toko-toko Diskon Besar
Toko-toko ini menawarkan jenis-jenis barang yang sama dengan
toko serba di Korea, namun dengan potongan harga. Salah satu
perbedaannya adalah bahwa toko-toko ini biasanya tidak menjual
pakaian-pakaian dari merek-merek mewah. Beberapa toko diskon
di Korea meliputi E-mart, Homever (sebelumnya adalah Carrefour),
Lotte Mart, dan Kim’s Club.
Toko-toko Bebas Pajak (Duty Free Shops)
Kawasan pertokoan Duty Free Korea di Bandara Internasional
Incheon memiliki area yang luas dan tema tersendiri untuk setiap
tokonya. Kawasan ini dibagi-bagi menurut jenis barang yang
dijual, dan interiornya telah didisain sedemikian rupa sehingga
konsumen dapat berbelanja secara efisien.
Pertokoan Duty Free Korea ini menjual minuman beralkohol,
rokok, produk-produk elektronik terkenal, kain kasmir dan
247
Situs besar yang dikelola oleh Organisasi
Pariwisata Korea ini memberikan
informasi dalam delapan bahasa. Situs ini
memberikan pelayanan satu titik (one-stop
service) bagi para wisatawan – informasi
lengkap mengenai pariwisata setempat,
budaya, belanja, festival dan acara,
termasuk reservasinya.
http://www.visitkorea.or.kr
· Pusat Perto|ongan Seou| Untu| Warga As|ng.
82-2-731-6800
http://shc.seoul.go.kr
· Term|na| B|s E|spres Korea
82-2-535-4151
· Pusat |níormas| Kereta Ap| Korea.
82-1544-7788
· Bandara |nternat|ona| |ncheon .
82-1577-2600
· Bandara Udara Kota Korea .
82-2-551-0077~8
· Korean A|r. 82-1S88-2001
· Mas|apa| Penerbangan As|ana .
82-1588-8000, 82-2-2669-8000
· Pusat Ke|uhan W|satawan.
82-2-735-0101
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kawasan Pertokoan Bebas
Pajak
wol, perlengkapan golf, barang-barang
dari kulit, serta cinderamata. Rumput laut
yang telah dikeringkan, kimchi, serta snack
tradisional Korea juga amat laris di sini.
Ada juga bagian khusus dari toko ini yang
melayani para wisatawan yang hanya punya
waktu sedikit untuk membeli minuman
beralkohol, rokok, i nsam (ginseng), atau
hadiah-hadiah kecil.
Pertokoan Duty Free Korea juga memiliki
outlet-outlet dengan potongan-potongan
harga lebih banyak.
Sekilas Pandangan Pariwisata
248
Daerah Sekitar Seoul dan Propinsi
Gyeonggi-do
Pertunjukan Anseong Namsadang Baudeogi
Tanggal : 1 Oktober – 6 Oktober 2008
Tempat: Taman Lepor t s, ( Kompl eks St adi um)
Anseong-si
Propinsi Chungcheongnam-do
Festival Lumpur Boryeong
Lumpur Boryeong kaya akan mineral dan baik untuk
kesehatan kulit.
Lumpur laut berkualitas tinggi ini begitu terkenal
sehingga dibuat menjadi kosmetik seperti masker
dan sabun lumpur. Festival ini memberikan
kesempatan pada pengunjung untuk bersenang-
senang sambil menikmati pijat lumpur dengan bubuk
lumpur berkualitas tinggi dari Pantai Daecheon
dan wilayah air pasang yang rendah di dekatnya.
Tersedia berbagai macam program seperti bak mandi
lumpur yang sangat besar, gulat lumpur, meluncur di
atas lumpur, penjara lumpur, latihan militer dengan
menggunakan lumpur, dan lain-lain.
Tanggal: 12 Juli – 20 Juli 2008
Tempat: Pantai Daecheon, Boryeong-si
Festival Geumsan Insam
(Festival Ginseng Geumsan)
Tanggal: 29 Agustus – 7 September 2008
Tempat: Jalan Ginseng dan Jamu Geumsan dan
Lapangan Ginseng
Propinsi Jeollabuk-do
Festival Horizon Gimje
Tanggal: 1 Oktober – 5 Oktober 2008
Tempat: Byeokgolje Gwangjang (Plaza), Kimje-si
Festival-festival di Korea
'
&
(
)
&%
.
Dari ribuan festival yang diselenggarakan di seluruh
Korea, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata
mencatat beberapa festival terbaik, berdasarkan
kepopuleran dan keunikannya. Dalam kategori festival
Signatory di Korea, baik ‘Festival Tari Topeng Andong’ dan
‘Festival Lumpur Boryeong’ berada pada posisi teratas.
&
'
(
)
249
Untuk informasi lebih lanjut mengenai festival-festival
di Korea, kunjungi http://www.visitkorea.or.kr.
Propinsi Gangwon-do
Festival Pantomim Internasional Chuncheon
Tanggal: 23 Mei – 1 Juni 2008
Tempat: Chuncheon
Festival Jamur Cemara Yangyang
Tanggal: 2 Oktober – 6 Oktober 2008
Tempat: Pasar Yangyang-gun
Propinsi Gyeongsangbuk-do
Festival Tari Topeng Internasional Andong
Kota Andong memililiki warisan budaya material
maupun non-material terbesar di Korea yang diakui
dan dilestarikan dengan baik. Festival Tari Topeng
Internasional Andong bertujuan mempromosikan
tradisi dan budaya kota Andong melalui berbagai
macam program, pertunjukan tari topeng, dan
seni tradisi rakyat, termasuk Chajeon-nori (sejenis
permainan di mana pemainnya menubrukkan diri
satu sama lain, dimainkan oleh penduduk desa pria),
Notdari bapgi (sejenis permainan yang dimainkan
oleh kaum perempuan di desa tersebut. Seseorang
membungkuk untuk membuat jembatan sehingga
orang lain bisa menyeberang menggunakan
tubuhnya), dan Hwajeon-nori (permainan api).
Tanggal: 26 September – 5 Oktober 2008
Tempat: Desa Hahoe di Andong-si
Propinsi Gyeongsangnam-do
Festival Lentera Jinju Namgang
Tanggal: 1 – 14 Oktober, 2008
Tempat : Tepi Laut Namgang, Jinju-si
Pripinsi Jeollanam-do
Festival Seladon Gangjin
Tanggal: 9 – 17 Agustus, 2008
Tempat: Goryo Seladon Doyoji Area
Festival Kupu-kupu Hampyeong
Tanggal: 18 April – 1 Juni, 2008
Tempat: Taman Hampyeong Cheonsubyeon
*
+
,
-
*
+
,
-
.
&%
Idjg^hb
250
Link-link Internet
Gerbang Menuju Korea
Pelayanan Kebudayaan dan Informasi Korea
]iie/$$lll#`dgZV#cZi
Organisasi Pariwisata Korea
]iie/$$lll#k^h^i`dgZV#dg#`g
Badan Promosi Investasi Dagang Korea
]iie/$$lll#`digV#dg#`g
Informasi Mengenai Kebudayaan Korea
Pusat Kebudayaan Korea, Cina
]iie/$$X]^cV#`dgZVc"XjaijgZ#dg\

Pusat Kebudayaan Korea, Shanghai
]iie/$$h]Vc\]V^#`dgZVc"XjaijgZ#dg\

Pusat Kebudayaan Korea, Osaka
]iie/$$dhV`V#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, Tokyo
]iie/$$lll#`dgZVcXjaijgZ#_e
Pusat Kebudayaan Korea, Vietnam
]iie/$$k^ZicVb#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, New York
]iie/$$lll#`dgZVcXjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, L.A.
]iie/$$lll#`XXaV#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, Rusia
]iie/$$gjhh^V#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, Inggris
]iie/$$adcYdc#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, Jerman
]iie/$$\ZgbVcn#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Pusat Kebudayaan Korea, Paris
]iie/$$lll#XdgZZ"XjaijgZ#dg\
Lembaga Eksekutif
Kantor Kepresidenan
]iie/$$lll#egZh^YZci#\d#`g
Kantor Perdana Menteri
]iie/$$lll#deb#\d#`g
Dewan Audit dan Pengawasan
]iie/$$lll#WV^#\d#`g
Dinas Intelijen Nasional
]iie/$$l]d^h#c^h#\d#`g
Komisi Komunikasi Korea
]iie/$$lll#`XX#\d#`g
Pusat Kebudayaan Korea, Argentina
]iie/$$Vg\Zci^cV#`dgZVc"XjaijgZ#dg\
Kantor Administrasi Warisan Budaya
]iie/$$lll#X]V#\d#`g
Pusat Nasional Untuk Seni Pertunjukan
Tradisional Korea
]iie/$$lll#cX`ieV#\d#`g
Institut Nasional Bahasa Korea
]iie/$$lll#`dgZVc#\d#`g
Museum Nasional Kesenian Rakyat Korea
]iie/$$lll#c[b#\d#`g
Perpustakaan Nasional Korea
]iie/$$lll#ca#\d#`g
Museum Nasional Korea
]iie/$$lll#bjhZjb#\d#`g
Museum Nasional Seni Kontemporer Korea
]iie/$$lll#bdXV#\d#`g
251
Lembaga-lembaga Independen
Lembaga Legislatif
Lembaga Yudikatif
Kementerian Pengetahuan Ekonomi
]iie/$$lll#b`Z#\d#`g
Kementerian Urusan Kesehatan,
Kesejahteraan dan Keluarga
]iie/$$lll#bl#\d#`g
Kementerian dan Lingkungan Hidup
]iie/$$lll#bZ#\d#`g
Kementerian Tenaga Kerja
]iie/$$lll#bdaVW#\d#`g
Kementerian Kesetaraan Jender
]iie/$$lll#bd\Z[#\d#`g
Kementerian Urusan Tanah,
Transportasi dan Kelautan
]iie/$$lll#baib#\d#`g
Mahkamah Konstitusi
]iie/$$lll#XXdjgi#\d#`g
Komisi Pemilihan Umum Nasional
]iie/$$lll#cZX#\d#`g
Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia
]iie/$$lll#]jbVcg^\]ih#\d#`g
Majelis Nasional
]iie/$$lll#VhhZbWan#\d#`g
Mahkamah Agung
]iie/$$lll#hXdjgi#\d#`g
Kementerian Legislasi Pemerintahan
]iie/$$lll#bdaZ\#\d#`g
Kementerian Urusan Patriot dan Veteran
]iie/$$lll#bekV#\d#`g
Komisi Perdagangan Adil Korea
]iie/$$lll#[iX#\d#`g
Komisi Pelayanan Keuangan
]iie/$$lll#[hX#\d#`g
Komisi Hak-hak Asasi Manusia
]iie/$$lll#VXgX#\d#`g
Kementerian Strategi dan Keuangan
]iie/$$lll#bdh[#\d#`g
Kementerian Pendidikan,
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
]iie/$$lll#bZhi#\d#`g
Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan
]iie/$$lll#bd[Vi#\d#`g
Kementerian Penyatuan Kembali
Korea Selatan-Utara
]iie/$$lll#jc^`dgZV#\d#`g
Kementerian Kehakiman
]iie/$$lll#bd_#\d#`g
Kementerian Pertahanan Nasional
]iie/$$lll#bcY#\d#`g
Kementerian Administrasi Umum
dan Keamanan
]iie/$$lll#bdeVh#\d#`g
Kementerian Kebudayaan,
Olahraga dan Pariwisata
]iie/$$lll#bXhi#\d#`g
Kementerian Pangan, Pertanian,
Kehutanan dan Perikanan
]iie/$$lll#bV[#\d#`g

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->