Anda di halaman 1dari 6

ADAB ISLAMI DALAM HUTANG PIUTANG /

Posted on Maret 2, 2012 | 12 Komentar

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc

Di dalam kehidupan sehari-hari ini, kebanyakan manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang. Sebab di antara mereka ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan. Demikianlah keadaan manusia sebagaimana llah tetapkan, ada yang dilapangkan re!ekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula yang dipersempit re!ekinya, tidak dapat men"ukupi kebutuhan pokoknya sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang atau men"ari pin#aman dari orang-orang yang dipandang mampu dan bersedia memberinya pin#aman. Dalam a#aran $slam, utang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk ekstra hatihati dalam menerapkannya. Karena utang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga, dan sebaliknya #uga men#erumuskan seseorang ke dalam neraka. PENGERTIAN HUTANG PIUTANG: Di dalam %i&ih $slam, hutang piutang atau pin#am memin#am telah dikenal dengan istilah AlQardh. Makna Al-Qardh se"ara etimologi 'bahasa( ialah Al-Qathu yang berarti memotong. )arta yang diserahkan kepada orang yang berhutang disebut Al-Qardh, karena merupakan potongan dari harta orang yang memberikan hutang. '*ihat Fiqh Muamalat '2+11(, karya ,ahbah -uhaili( Sedangkan se"ara terminologis 'istilah syar.i(, makna Al-Qardh ialah menyerahkan harta 'uang( sebagai bentuk kasih sayang kepada siapa sa#a yang akan meman%aatkannya dan dia akan mengembalikannya 'pada suatu saat( sesuai dengan padanannya. '*ihat Muntaha Al-Iradat '$+1/0(. Dikutip dariMauqif AsySyariah Min Al-Masharif Al-Islamiyyah Al-Muashirah, karya D1. bdullah bdurrahim l- bbadi, hal.2/(. tau dengan kata lain, )utang Piutang adalah memberikan sesuatu yang men#adi hak milik pemberi pin#aman kepada pemin#am dengan pengembalian di kemudian hari sesuai per#an#ian dengan #umlah yang sama. 2ika pemin#am diberi pin#aman 1p. 1.000.000 'satu #uta rupiah( maka di masa depan si pemin#am akan mengembalikan uang se#umlah satu #uta #uga. HUKUM HUTANG PIUTANG: )ukum )utang piutang pada asalnya diperbolehkan dalam syariat $slam. 3ahkan orang yang memberikan hutang atau pin#aman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukai dan dian#urkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. dapun dalil-dalil yang menun#ukkan disyariatkannya hutang piutang ialah sebagaimana berikut ini4 Dalil dari l-5ur.an adalah %irman llah $4 6Siapakah yang mau memberi pin aman kepada Allah, pin aman yang baik !menafkahkan hartanya di alan Allah", maka Allah akan meperlipat gandakan

pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. #an Allah menyempitkan dan melapangkan !re$ki" dan kepada-%ya-lah kamu dikembalikan.7 ' !" A#$%a&a'ah: ()*( Sedangkan dalil dari l-)adits adalah apa yang diri8ayatkan dari bu 1a%i., bah8a 9abi r pernah memin#am seekor unta kepada seorang lelaki. ku datang menemui beliau memba8a seekor unta dari sedekah. 3eliau menyuruh bu 1a%i. untuk mengembalikan unta milik lelaki tersebut. bu 1a%i. kembali kepada beliau dan berkata, 6,ahai 1asulullah: ;ang kudapatkan hanya-lah sesekor unta ruba.i terbaik<7 3eliau bersabda, 6&erikan sa a kepadanya. Sesungguhnya orang yang terbaik adalah yang paling baik dalam mengembalikan hutang.7+)1. 3ukhari dalam 'itab Al-Istiqradh, baba istiqradh Al-Ibil'no.2=/0(, dan Muslim dalam kitab Al-musaqah, bab Man Istaslafa Syai-an Fa Qadha 'hairan Minhu 'no.1>00( 9abi r #uga bersabda4 6Setiap muslim yang memberikan pin aman kepada sesamanya dua kali, maka dia itu seperti orang yang bersedekah satu kali.7 ')adits ini di-hasan-kan oleh l- lbani di dalam $r8a. lghalil ?i @akhri# hadits manar s-sabil 'no.1=A/((. Sementara dari I ma, para ulama kaum muslimin telah beri maB tentang disyariatkannya hutang piutang 'pemin#aman(. dapun hokum berhutang atau meminta pin#aman adalah diperbolehkan, dan bukanlah sesuatu yang di"ela atau diben"i, karena 9abi r pernah berhutang. ')1. 3ukhari $C+>0A 'no.2=0D(, dan Muslim C$+=A 'no.E0A>((. 9amun meskipun berhutang atau meminta pin#aman itu diperbolehkan dalam syariat $slam, hanya sa#a $slam menyuruh umatnya agar menghindari hutang semaksimal mungkin #ika ia mampu membeli dengan tunai atau tidak dalam keadaan kesempitan ekonomi. Karena hutang, menurut 1asulullah r, merupakan penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. (utang uga dapat membahayakan akhlaq, sebagaimana sabda )asulullah r* +Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan ber an i lantas memungkiri., ')1. 3ukhari(. 1asulullah r pernah menolak menshalatkan #ena!ah seseorang yang diketahui masih meninggalkan hutang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya. 1asulullah r bersabda4 6Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, ke-uali hutangnya.7 ')1. Muslim(. 3agaimana $slam mengatur berhutang-piutang yang memba8a pelakunya ke surga dan menghindarkan dari api neraka< Perhatikanlah adab-adabnya di ba8ah ini4 %E%ERAPA A,A% I!LAMI ,ALAM HUTANG PIUTANG: -./" Huta01 2iuta01 ha'us ditu#is da0 di23'sa4si4a0" Dalilnya %irman llah $4 6(ai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak se-ara tunai untuk .aktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. #an hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. #an anganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah menga arkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan !apa yang ditulis itu", dan hendaklah ia bertak.a kepada Allah )abbnya, dan anganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. /ika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah !keadaannya" atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah .alinya mengimlakkan

dengan u ur. #an persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki !di antaramu". /ika tidak ada dua orang lelaki, maka !boleh" seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya ika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. /anganlah saksi-saksi itu enggan !memberi keterangan" apabila mereka dipanggil, dan anganlah kamu emu menulis hutang itu, baik ke-il maupun besar sampai batas .aktu membayarnya. 0ang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak !menimbulkan" keraguanmu. !1ulislah muamalahmu itu", ke-uali ika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu alankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, ! ika" kamu tidak menulisnya. #an persaksikanlah apabila kamu ber ual beli 2 dan anganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. /ika kamu lakukan !yang demikian" maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. #an bertak.alah kepada Allah 2 Allah menga armu 2 dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu7. + !" A#$%a&a'ah: (5(6 3erkaitan dengan ayat ini, $bnu Katsir rahimahullah berkata, 6ini merupakan petun#uk dari9ya untuk hamba9ya yang mukmin. 2ika mereka bermu.amalah dengan transaksi non tunai, hendaklah ditulis, agar lebih ter#aga #umlahnya dan 8aktunya dan lebih menguatkan saksi. Dan di ayat lain, llah Subhanahu 8a @a.ala telah mengingatkan salah satu ayat 4 6)al itu lebih adil di sisi llah dan memperkuat persaksian dan agar tidak mendatangkan keraguan7. '*ihat 1afsir Al-Quran Al-A$him, $$$+=1>(. -(/" P3mb3'i huta01 atau 2i07ama0 tida4 bo#3h m301ambi# 43u0tu01a0 atau ma08aat da'i o'a01 9a01 b3'huta01" Kaidah %ikih berbunyi 4 6Setiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya riba7. )al ini ter#adi #ika salah satunya mensyaratkan atau men#an#ikan penambahan. Dengan kata lain, bah8a pin#aman yang berbunga atau mendatangkan man%aat apapun adalah haram berdasarkan l-5ur.an, s-Sunnah, dan i ma para ulama. Keharaman itu meliputi segala ma"am bunga atau man%aat yang di#adikan syarat oleh orang yang memberikan pin#aman kepada si pemin#am. Karena tu#uan dari pemberi pin#aman adalah mengasihi si pemin#am dan menolongnya. @u#uannya bukan men"ari kompensasi atau keuntungan. '*ihat Al-Fata.a Al-'ubra $$$+1E>,1E0( Dengan dasar itu, berarti pin#aman berbunga yang diterapkan oleh bank-bank maupun rentenir di masa sekarang ini #elas-#elas merupakan riba yang diharamkan oleh llah dan 1asul-9ya. sehingga bisa terkena an"aman keras baik di dunia maupun di akhirat dari llah ta.ala. Syaikh Shalih l-?au!an Fhafi$hahullah- berkata 4 6)endaklah diketahui, tambahan yang terlarang untuk mengambilnya dalam hutang adalah tambahan yang disyaratkan. 'Misalnya(, seperti seseorang mengatakan 6saya beri anda hutang dengan syarat dikembalikan dengan tambahan sekian dan sekian, atau dengan syarat anda berikan rumah atau tokomu, atau anda hadiahkan kepadaku sesuatu7. tau #uga dengan tidak dila%ad!kan, akan tetapi ada keinginan untuk ditambah atau mengharapkan tambahan, inilah yang terlarang, adapun #ika yang berhutang menambahnya atas kemauan sendiri, atau karena dorongan darinya tanpa syarat dari yang berhutang ataupun berharap, maka tatkala itu, tidak terlarang mengambil tambahan. '*ihat Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, Shalih l-?au!an, $$+D1(.

-:/" K3bai4a0 s32a0tas09a diba#as d301a0 43bai4a0 Dari bu )urairah t, ia berkata4 69abi mempunyai hutang kepada seseorang, 'yaitu( seekor unta dengan usia tertentu.orang itupun datang menagihnya. 'Maka( beliaupun berkata, 63erikan kepadanya7 kemudian mereka men"ari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan ke"uali yang lebih berumur dari untanya. 9abi 'pun( berkata 4 63erikan kepadanya7, Dia pun men#a8ab, 6Gngkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga llah $ membalas dengan setimpal7. Maka 9abi r bersabda, 6Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian 'hutang(7.' )1. 3ukhari, kitab Al-3akalah, no. 2=0D( Dari 2abir bin bdullah t ia berkata4 6 ku mendatangi 9abi r di mas#id, sedangkan beliau mempunyai hutang kepadaku, lalu beliau membayarnya dam menambahkannya7. ')1. 3ukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2=/E( -)/" %3'huta01 d301a0 0iat bai4 da0 a4a0 m3#u0asi09a 2ika seseorang berhutang dengan tu#uan buruk, maka dia telah berbuat !halim dan dosa. Diantara tu#uan buruk tersebut seperti4 a(. 3erhutang untuk menutupi hutang yang tidak terbayar b(. 3erhutang untuk sekedar bersenang-senang "(. 3erhutang dengan niat meminta. Karena biasanya #ika meminta tidak diberi, maka digunakan istilah hutang agar mau memberi. d(. 3erhutang dengan niat tidak akan melunasinya. Dari bu )urairah t, ia berkata bah8a 9abi r bersabda4 6&arangsiapa yang mengambil harta orang lain !berhutang" dengan tu uan untuk membayarnya !mengembalikannya", maka Allah I akan tunaikan untuknya. #an barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya !tidak melunasinya, pent", maka Allah$ akan membinasakannya7. ')1. 3ukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2=A0( )adits ini hendaknya ditanamkan ke dalam diri sanubari yang berhutang, karena kenyataan sering membenarkan sabda 9abi diatas. 3erapa banyak orang yang berhutang dengan niat dan tekad untuk menunaikannya, sehingga llah pun memudahkan baginya untuk melunasinya. Sebaliknya, ketika seseorang bertekad pada dirinya, bah8a hutang yang dia peroleh dari seseorang tidak disertai dengan niat yang baik, maka llah $ membinasakan hidupnya dengan hutang tersebut. llah $ melelahkan badannya dalam men"ari, tetapi tidak kun#ung dapat. Dan dia letihkan #i8anya karena memikirkan hutang tersebut. Kalau hal itu ter#adi di dunia yang %ana, bagaimana dengan akhirat yang kekal nan abadi< -*/" Tida4 bo#3h m3#a4u4a0 7ua# b3#i 9a01 dis3'tai d301a0 huta01 atau 23mi07ama0 Mayoritas ulama menganggap perbuatan itu tidak boleh. @idak boleh memberikan syarat dalam pin#aman agar pihak yang berhutang men#ual sesuatu miliknya, membeli, menye8akan atau menye8a dari orang yang menghutanginya. Dasarnya adalah sabda 9abi4 +1idak dihalalkan melakukan pemin aman plus ual beli., ')1. bu Daud no.=D0E, t-@irmid!i no.12=E, n-9asa.$ C$$+2AA. Dan t-@irmid!i berkata4 6)adits ini hasan shahih7(. ;akni agar transaksi sema"am itu tidak diman%aatkan untuk mengambil bunga yang diharamkan.

-;/" <i4a t3'7adi 43t3'#ambata0 4a'30a 43su#ita0 43ua01a0, h30da4#ah o'a01 9a01 b3'huta01 m3mb3'itahu4a0 432ada o'a01 9a01 m3mb3'i4a0 2i07ama0. Karena hal ini termasuk bagian dari menunaikan hak yang menghutangkan. 2anganlah berdiam diri atau lari dari si pemberi pin#aman, karena akan memperparah keadaan, dan merubah hutang, yang a8alnya sebagai 8u#ud kasih sayang, berubah men#adi permusuhan dan perpe"ahan. -=/" M3011u0a4a0 ua01 2i07ama0 d301a0 s3bai4 mu014i0" M309ada'i, bahwa 2i07ama0 m3'u2a4a0 ama0ah 9a01 ha'us dia 43mba#i4a0" 1asulullah r bersabda4 61angan bertanggung a.ab atas semua yang diambilnya, hingga dia menunaikannya7. ')1. bu Da8ud dalam Kitab Al-&uyu, @irmid!i dalam kitab Al-buyu, dan selainnya(. -5/" ,i23'bo#3h4a0 ba1i 9a01 b3'huta01 u0tu4 m301a7u4a0 23mutiha0 atas huta0109a atau 2301u'a01a0, da0 7u1a m30ca'i 23'a0ta'a +s9a8a>at6 u0tu4 m3moho009a" Dari 2abir bin bdullah t, ia berkata4 ' yahku( bdullah meninggal dan dia meninggalkan banyak anak dan hutang. Maka aku memohon kepada pemilik hutang agar mereka mau mengurangi #umlah hutangnya, akan tetapi mereka enggan. kupun mendatangi 9abi r meminta sya%aat 'bantuan( kepada mereka. '9amun( merekapun tidak mau. 3eliau r berkata, 64isahkan kormamu sesuai dengan enisnya. 1andan Ibnu 5aid satu kelompok. 0ang lembut satu kelompok, dan A .a satu kelompok, lalu datangkan kepadaku.7 'Maka( akupun melakukannya. 3eliau r pun datang lalu duduk dan menimbang setiap mereka sampai lunas, dan kurma masih tersisa seperti tidak disentuh. ')1. 3ukhari kitab Al-Istiqradh, no. 2E0D(. -?/" %3's313'a m3#u0asi huta01 Hrang yang berhutang hendaknya ia berusaha melunasi hutangnya sesegera mungkin tatkala ia telah memiliki kemampuan untuk mengembalikan hutangnya itu. Sebab orang yang menunda-menunda pelunasan hutang padahal ia telah mampu, maka ia tergolong orang yang berbuat !halim. Sebagaimana sabda 9abi r4 6Menunda !pembayaran" bagi orang yang mampu merupakan suatu ke$haliman 7. ')1. 3ukhari no. 2E00, akan tetapi la%a!hnya dikeluarkan oleh bu Da8ud, kitab Al-Aqdhiah, no. =>2A dan $bnu Ma#ah, bab Al-(abs fiddin .al Mula$amah, no. 2E20(. Diri8ayatkan dari bu )urairah t, ia berkata, telah bersabda 1asulullah r4 6 Sekalipun aku memiliki emas sebesar gunung 6hud, aku tidak akan senang ika tersisa lebih dari tiga hari, ke-uali yang aku sisihkan untuk pembayaran hutang7. ')1 3ukhari no. 2=/0( -.@/" M3mb3'i4a0 P30a011uha0 wa4tu 432ada o'a01 9a01 s3da01 43su#ita0 da#am m3#u0asi huta0109a s3t3#ah 7atuh t3m2o" llah $ ber%irman4 6#an ika !orang yang berhutang itu" dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. dan menyedekahkan !sebagian atau semua utang" itu, lebih baik bagimu, ika kamu Mengetahui.7+ !" A#$%a&a'ah: (5@6" Diri8ayatkan dari bul ;usr, seorang sahabat 9abi, ia berkata, 1asulullah r bersabda4 6 &arangsiapa yang ingin dinaungi Allah dengan naungan-%ya !pada hari kiamat, pent", maka hendaklah ia menangguhkan

.aktu pelunasan hutang bagi orang yang sedang kesulitan, atau hendaklah ia menggugurkan hutangnya .7 'Shahih $bnu Ma#ah no. 1/>=( Demikian pen#elasan singkat tentang beberapa adab $slami dalam hutang piutang. Semoga men#adi tambahan ilmu yang berman%aat bagi siapapun yang memba"anya. Dan semoga llah menganugerahkan kepada kita semua re!ki yang lapang, halal dan berkah, serta terbebas dari lilitan hutang. min. -!umb3': Ma7a#ah PENGU!AHA MU!LIM, Edisi, Ta011a# .* NoA3mb3' (@.@/