Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (Long Term Liabilities) 17.1.

SIFAT DAN CONTOH LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Jangka Panjang kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga, yang jatuh tempo atau harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun yang akan datang Contoh : 1.Kredit Investasi (Long Term Loan) (lihat Exhibit 16-5) Yaitu : pinjaman dari bank/non bank untuk pembelian Aktiva Tetap, kecuali tanah Jika pinjaman berasal dari luar negeri off-shore loan Tingkat bunga off-shore loan lebih rendah dari tingkat bunga pinjaman dalam negeri Tingkat bunga kredit investasi lebih rendah dari tingkat bunga kredit modal kerja (working capital loan) Jumlah kredit investasi lebih besar dari jumlah kredit modal kerja Kredit investasi digunakan untuk pembelian aktiva tetap Jangka waktu pengembalian kredit investasi lebih dari satu tahun 2.Hutang Obligasi (Bond Payable) Yaitu : pinjaman jangka panjang dengan menjual obligasi, baik didalam maupun di luar negeri Contoh : Registered Bonds, Coupon Bonds atau Bearer Bonds, Term Bonds, Serial Bonds, Convertible Bonds, Callable Bonds, Secured Bonds, Unsecured Bonds 3.Wesel Bayar (Promissory Notes/Pronotes) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun Yaitu : pernyataan tertulis dari debitur bahwa ia berjanji untuk membayar jumlah, tanggal dan tingkat bunga tertentu 4.Hutang kepada Pemegang Saham atau kepada Perusahaan Induk (Holding Company) atau kepada Perusahaan Afiliasi (Affiliated Company) Yaitu : pinjaman untuk membantu perusahaan anak atau perusahaan afiliasi yang baru mulai beroperasi dan membutuhkan pinjaman 5.Hutang Subordinasi (Subordinated Loan) Yaitu : hutang kepada pemegang saham atau perusahaan induk, yang tanpa bunga, dibayar kembali pada saat perusahaan telah mempunyai kemampuan untuk membayar kembali hutangnya (lihat Exhibit 16-8) 6. Bridging Loan Yaitu : pinjaman sementara yang akan dikembalikan jika kredit investasi yang dibutuhkan perusahaan sudah diperoleh Tingkat bunga lebih tinggi dari tingkat bunga pasar Dapat berupa short term loan atau long term loan 7.Hutang Leasing (hutang dalam rangka sewa guna) Yaitu : hutang yang diperoleh dari perusahaan leasing untuk pembelian aktiva tetap tetap (dalam bentuk capital lease atau sales and lease back) Dicicil dalam jangka panjang Hutang leasing yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun dikelompokkan sebagai kewajiban jangka pendek, dan sebaliknya 17.2. TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJECTIVES ) LIABILITIES JANGKA PANJANG Untuk memeriksa : 1. Keberadaan internal control kewajiban jangka panjang 2.Pencatatan dan otorisasi kewajiban jangka panjang per tanggal neraca

3.Pencatatan kewajiban jangka panjang di Neraca betul-betul merupakan kewajiban perusahaan 4.Kewajiban jangka panjang yang berasal dari legal claim atau asset yang dijaminkan sudah diidentifikasi 5.Konversi kewajiban jangka panjang dalam valas per tanggal neraca kedalam kurs tengah BI dan selisih kurs dibebankan/dikreditkan pada Laba Rugi tahun berjalan 6.Pencatatan biaya bunga dan hutang bunga serta amortisasi dari premium/discount per tanggal neraca 7.Keterjadian biaya bunga hutang jangka panjang pada tanggal neraca dicatat dan dihitung secara akurat dan merupakan beban perusahaan 8.Semua persyaratan dalam perjanjian kredit telah diikuti oleh perusahaan sehingga tidak terjadi Bank Default 9.Bagian dari kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebagai kewajiban lancar 10.Kesesuaian penyajian kewajiban jangka panjang dalam laporan keuangan dengan PABU/PSAK 17.3. AUDIT PROSEDUR YANG DISARANKAN 1.Pelajari dan evaluasi internal control kewajiban jangka panjang 2.Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan kewajiban jangka panjang berikut discount, premium dan bunga selama periode yang diperiksa 3.Kirim konfirmasi kepada Bank 4.Minta copy perjanjian kredit permanent file 5.Periksa otorisasi perolehan/penambahan kewajiban jangka panjang 6.Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi discount/premium dari obligasi 7.Tie-up jumlah beban bunga dan amortisasi discount/ premium obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi 8.Discount/premium yang belum diamortisasi dilaporkan sebagai pengurang/penambah dan nilai nominal obligasi 9.Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang dan wesel bayar yang direnewed (diperpanjang) setelah tanggal neraca, untuk mengetahui penyajian kewajiban sebagai kewajiban jangka panjang atau kewajiban lancar. 1.Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang atau wesel bayar yang (telah) dilunasi setelah tanggal neraca (walaupun belum jatuh tempo), untuk mengetahui perlu tidaknya reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek 11.Kewajiban dari pemegang saham atau direksi dari perusahaan afiliasi, harus dikirim konfirmasi dan periksa pembebanan bunga atas pinjaman tsb. 12.Sesuaikan pencatatan dan penyajian di Neraca tentang hutang leasing dengan PSAK No. 3 (sewa guna usaha). 13.Periksa kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun y.a.d, sehingga harus di reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek 14.Konversi kewajiban jangka panjang dalam valas per tanggal neraca kedalam kurs tengah BI dan selisih kurs dibebankan/dikreditkan pada Laba Rugi tahun berjalan 15.Lakukan penelaahan analitis (Analytical Review Procedure) kewajiban jangka panjang dan biaya bunga, untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan pencatatan biaya bunga 16.Sesuaikan penyajian kewajiban jangka panjang dalam laporan keuangan dengan PABU/PSAK