Anda di halaman 1dari 9

PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET (HRS)

Siti Nurrajah Wati, ST E-mail: sitinurrajahwati@yahoo.com


Abstrak Salah satu unsure yang harus ada dalam campuran aspal panas jenis HRS adalah Filler. Adapun Filler yang biasa digunakan yaitu abu batu, kapur dan semen. erdasarkan tersebut, penelitian ini mencoba mengemukakan bahan lain sebagai alternati!e pengganti bahan yang biasa digunakan "iller yaitu abu sekam. Abu sekam diperoleh dari sisa proses pembakaran gabah padi, yang diharapkan mempunyai si"at # si"at yang sesuai jika digunakan sebagai "iller pada campuran aspal panas. $ujuan dari penelitian ini, untuk melihat sampai seberapa jauh abu sekam dapat digunakan sebagai bahan pengisi %"iller& untuk campuran aspal panas. Adapun man"aat dari penelitian ini, diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pemikiran bagi 'embina jalan, (inas 'ekerjaan )mum, dapat upaya menggunakan abu sekam sebagai bahan pengisi %"iller& untuk campuran aspal panas. *aterial penyusun untuk campuran aspal panas terdiri dari batu pecah dan abu batu yang berasal dari +ecamatan ukit atu +m ,- $angkiling, sedangkan pasir berasal dari +m ./ $angkiling dan abu sekam dari desa 0empuyang +m -1 Sampit # Samuda, dengan penetrasi aspal /23422. 'enelitian ini besi"at pengujian di 0aboratorium. Adapun untuk perancangan campuran menggunakan *etode Aspalt 5nstitute. Hasil penelitian pada campuran aspal panas dengan berbagai !ariasi kadar "iller menunjukkan bahwa terdapat satu komposisi yang optimal yaitu pada komposisi batu pecah ,6.17, abu batu 417, pasir ,17 dan abu sekam 4.,1 7 dengan aspal /,17. +ata +unci8 Filler, Abu Sekam, *etode Aspalt 5nstitute. 1. PENDAHULUAN padi, diharapkan mempunyai si"t # si"at yang sesuai jika digunakan sebagai filler adalah salah satu upaya mencari alternati" lain bahan filler sebagai abu batu, kapur dan semen yang sudah biasa digunakan. 4., $ujuan 'enelitian $ujuan dari penelitian ini adalah untuk8 a. *elihat pengaruh penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengisi %filler& untuk campuran aspal panas jenis (Hot Rolled Sheet&. b. *engetahui kualitas penyerapan abu sekam pada HRS. c. *engetahui nilai stabilitas campuran HRS dengan menggunakan abu sekamp padi. d. *engetahui !ariasi optimal penggunaan abu sekam padi pada HRS. 4.9 atasan *asalah 'ada penelitian ini dilakukan pembatasan yaitu8

4.4 0atar elakang (ewasa ini pelaksanaan pembangunan jalan, baik yang si"atnya pembukaan jalan baru, peningkatan dan pemeliharaan cenderung menggunakan aspal panas sebagai lapis perkerasan. Salah satu unsur dari bahan yang harus ada dalam camouran aspal panas adalah filler. iasanya dalam agregat kasar dan agregat halus sudah terdapat kandungan filler, namun demikian kadarnya sering tidak mencukupi persyaratan, sehingga perlu penambahan filler untuk menanggulangi kekurangan kadar filler dalam campuran tersebut. 4.. 'erumusan *asalah 'enelitian ini mencoba mengemukakan bahan pengganti alternati" yaitu dengan menggunakan abu sekam sebagai filler. Abu sekam padi yang diperoleh dari sisa # sisa proses pembakaran gabah padi pada pabrik # pabrik penggilingan

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page ,1

a. :enis aspal yang digunakan untuk campuran HRS adalah aspal keras dengan penetrasi /23422. b. ahan tambahan yang bersi"at sebagai pengisi %filler& adalah abu sekam padi berasal dari limbah tanaman padi yang diperoleh dari lokasi pabrik penggilingan padi (esa lampuyang +m.-1 Sampit # Samuda. c. Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dari daerah +ecamatan ukit atu $angkiling dan agregat halus digunakan pasir alam +m../ :alan $jilik Riwut $angkiling. d. )ntuk perancangan campuran digunakan metode Asphalt Institute. e. ;!aluasi karakteristik campuran meliputi8 stabilitas, rongga udara dan quotient *arshall, rongga terisi aspal dan flow yang seluruhnya menggunakan Standart ina *arga. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hot Rolled S eet (HRS) Hot Rolled Sheet adalah campuran dengan bahan pembentuk yang terdiri dari bitumen %aspal&, agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi %filler& yang merupakan lapisan penutup dengan gradasi senjang dan dipadatkan dalam keadaan panas. HRS mempunyai "ungsi sebagai lapis penutup untuk mencegah masuknya air dari permukaan di dalam konstruksi perkerasan. T!"el 1 S#e$%#%&!$% G'!d!$% HRS Ko()o$%$% A*'e*!t 4< =< ?< ,3/< @o. 9 @o. / @o. ,2 @o. 422 @o. .22 Pe'$e+ Be'!t d!'% Tot!l C!(),'!+ A$)!l 422 >6 # 422 6/ # 422 -2 # /6 11 # /2 1. # 6/ .1 # -2 / # ,2 1 # 42

T!"el 2 F'!&$% R!+-!+*!+ C!(),'!+ HRS Ko()o$%$% A*'e*!t Fraksi Agregat +asar Fraksi Agregat Halus Fraksi ahan 'engisi Fraksi itumen ;"ekti" Fraksi Aspal $otal Pe'$e+ Be'!t d!'% Tot!l C!(),'!+ A$)!l .2 # 92 96 # -6 1#> A -,/ 7 A 6,,7

T!"el . S%#!t C!(),'!+ /!+* D%)e'$0!'!t&!+ ,+t,& HRS Ko()o$%$% A*'e*!t Rongga )dara Hasil agi *arshall Stabilitas *arshall Rongga $erisi Aspal +elelehan %"low& Pe'$e+ Be'!t d!'% Tot!l C!(),'!+ A$)!l 9#-7 4 # 9 +@3mm 912 # /12 +g 61 # /1 7 .,2 # 9,1 mm

2.2 F%lle' Filler kadang # kadang digolongkan sebagai agregat, tetapi sesungguhnya filler adalah pengisi pori atau celah dan untuk mengeraskan selaput aspal yang menyelimuti partikel # partikel agregat, sehingga dapat diperoleh campuran yang stabil. T!"el 1 S#e$%#%&!$% G'!d!$% Filler U'!%!+ S!'%+*!+ @o. ,2 @o. 12 @o. 422 @o. .22 2 Be'!t lolo$ 422 >1 # 422 >2 # 422 ,2 B 422

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page ,-

*enurut swamy %4>/-&, sekam padi apabila dibakar dengan kondisi yang terkontrol akan menghasilkan abu sekam padi yang mempunyai si"at poCollan yang tinggi dan apabila dibakar dengan cara yang tidak dikontrol, maka abu yang dihasilkan berbentuk kristal dan tidak kreati". :ika pembakaran abu sekam melebihi suhu /22D maka akan menghasilkan kristal silika. *ehta %dalam Swamy, 4>/-& menunjukkan bahwa beton yang dibuat dengan semen 'ortland dan abu sekam padi memiliki ketahanan yang unggul terhadap lingkungan asam dibandingkan dengan semen portland dan poCColan lainya. Selinder beton yang dibuat dengan ,17 abu sekam padi dan -17 semen 'ortland tipe 55 setelah direndam dalam larutan asam %17 asam sul"at& untuk periode 4122 jam, menunjukkan bahwa beton kontrol mengalami penyusutan berat sebesar .67 sedang beton dengan abu sekam padi hanya mengalami penyusutan 4,7. .. METODOLOGI PENELITIAN !. Metode Pe+el%t%!+ *etode penelitian yang digunakan adalah metode uji laboratorium. *aterial yang akan digunakan dalam penelitian ini diperiksa lebih dahulu di laboratorium untuk memperoleh karakteristik dari material tersebut. (ata yang dihasilkan di laboratorium akan digunakan untuk perancangan campuran, selanjutnya dibuat briket %benda uji& untuk dilakukan tes *arshall sehingga dapat diketahui karakteristik "isik campuran. 'enelitian ini terdiri atas tahapanBtahapan sebagai berikut 8 4. 'ersiapan bahan dan alat ahan terdiri dari batu pecah, abu batu, pasir, abu sekam dan aspal penetrasi /23422. Alat terdiri dari saringan, penguji abrasi %keausan&, penguji berat jenis, pengering agregat, pengukur suhu, pencampur, pemisah agregat dan penguji sampel %benda uji&. .. 'enentuan si"atBsi"at agregat meliputi penguji gradasi, keausan, kadar lempung, berat jenis dan penyerapan. ,. 'enentuan proposi terhadap total agregat menggunakan metode diagonal, meliputi

proporsi batu pecah, abu batu, pasir dan abu sekam. 9. 'enentuan proporsi terhadap total campuran dan !ariasi kadar aspal. ". Pe'e+-!+!!+ C!(),'!+ U+t,& Metode M!'$ !ll 'erancangan campuran dengan *etode *arshaal bertitik tolak pada stabilitas yang dihasilkan. +ada aspal optimum ditentukan dengan melakukan pemeriksaan *arshall di laboratorium dari beberapa contoh dengan membuat beberapa !ariasi kadar aspal, sedangkan gradasi tetpa. 0angkah pertama perencanaan campuran adalah proporsi penakaran sehingga diperoleh gradasi agregat campuran yang memenuhi spesi"ikasi. -. T,3,!+ Pe'e+-!+!!+ C!(),'!+ 'ekerjaan miE design dimaksudkan untuk mengetahui komposisi dan besarnya persentase agregat yang dibutuhkan dalam merencanakan aspal beton. $ujuan dari mendesain campuran lapis jalan aspal beton adalah untuk menentukan suatu adonan yang ekonomis. d. U'!%!+ Me+*e+!% Metode d!+ Pe'$0!'!t!+ Re+-!+! C!(),'!+ *etode yang dipergunakan adalah metode *arshall, sebelum mempersiapkan bahan percobaan, terlebih dahulu harus ditetapkan sebagai berikut 8 a. *aterial yang akan digunakan harus sudah memenuhi spesi"ikasi campuran b. +ombinasi campuran agregat harus memenuhi spesi"ikasi yang telah ditetapkan. 'ada proses ini yang paling utama adalah merencanakan komposisi campuran batuannya dan sebagaimana dijelaskan diatas, namun demikian metode yang digunakan untuk penelitian adalah metode F(iagonal<. SyaratBsyarat tersebut diatas yang perlu diperhatikan di laboratorium untuk keperluan schedule dalam mempersiapkan dan menganalisa agregat # agregatnya. (ari pembacaan langsung pada alat *arshall dapat diketahui ketahanan %stabilitas& terhadap kelelhan %"low& dari aspal.

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page ,6

a. +etahanan %stabilitas& adalah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelehan plastis yang dinyatakan dalam kg atau pound.

b. +elelehan plastis %"low& adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang terjadi suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakan dalam mm.

e. Pe+*,3%!+ C!(),'!+ de+*!+ M!'$ !ll Te$t 'engujian campuran ini dengan - %enam& tingkatan kadar aspal yakni 8 6,2 7G6,,7G 6,-7G 6,>7G /,.7G /,17 dari berat campuran total %berat satu sampel 4222 gram&. )ntuk setiap persen sepal gradasi dibuat . %dua& benda uji. (ari hasil percobaan ini menghasilkan 8 4. Stabilitas esarnya stabilitas marshall didapat dari pembicaraan pada arloji %dial& alat *arshall. Hasil pembacaan terlebih dahulu dikalibrasi dengan kalibrasi alat dan dengan angka korelasi tinggi benda uji. .. (ensity %kepadatan& esarnya density didapatkan dari berat sampel dibagi isi atau dengan rumus 8 :H;3HIIIIIIIIIII %4& +eterangan 8 : H density %gr3cm &
,

+ H rongga udara dalam campuran ( H berat jenis maksimum campuran 1. *arshall Kuotient %*K& esarnya angka *arshall ditentukan oleh 8

Kuotient

'H*342.@IIIIIIIII.%,& +eterangan 8 ' H *arshall Kuotient %kg3mm& * H stabilitas yang telah disesuaikan %kg& @ H nilai Flow %mm& -. Rongga terisi aspal adalah 8 esarnya rongga terisi aspal adalah 8

III.

%9&

; H berat kering benda uji %gram& H H isi %cm,& ,. +elelehan plastis %"low& +elelehan palastis didapatkan dari pembacaan dial pada alat *arshall dalam satuan mm 2,24<. 'embacaan ini bersamaan dengan pembacaan dial stabilitas pada saat mencapai maksimum. 9. Rongga udara dalam campuran %J5*& esarnya rongga udara dalam campuran didapat persamaan berikut 8 +H422%(:&3(IIIIIIII %.& +eterangan 8

+eterangan 8 R H rongga terisi aspal %7& + H rongga udara K H rongga antar butir 1. HASIL DAN PEMBAHASAN !. Re+-!+! C!(),'!+ 'rosedur untuk menentukan proporsi terhadap total agregat pada masing # masing agregat, baik batu pecah, abu batu, pasir dan filler dengan menggunakan metode <(iagonal<. (ari data analisa masing # masing agregat, selanjutnya direncanakan bagaimana komposisi campuran agar memenuhi persyaratan gradasi. 'rosedur penentuan proporsi terhadap total agregat adalah sebagai berikut 8

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page ,/

4. 'lotkan hasil analisa saringan rata # rata batu pecah, abu pecah, abu batau, pasir dan abu sekam %"iller& .. $arik garis diagonal ,. $entukan proporsi batu pecah dengan melihat ploting untuk batu pecah dan abu batu, kemudian tentukan garis batas bawah batu pecah H garis batas atas abu batu, lalu tarik garis !ertical masing # masing hingga sama # sma menyentuh garis diagonal, kemudian baca skalanya dari atas. Skala baca tersebut sama dengan skala baca proporsi batu pecah dengan satuan persen. 9. $entukan proporsi abu batu dengan melihat ploting untuk batu pecah, abu batu dan pasir kemudian tentukan garis batas bawah batu pecah L garis batas bawah abu batu H garis batas atas pasir, lalu tarik garis !ertikal masing # masing hingga sama # sama menyentuh garis diagonal. +emudian baca skalanya dari atas selanjutnya dikurangi hasil skala baca. 'roporsi batu pecah sama dengan skala batu proporsi abu batu dengan satuan persen. 1. $entukan proporsi pasir dengan melihat ploting untuk batu pecah, abu batu, pasir dan "iller kemudian tentukan garis batas bawah batu pecah L garis batas bawah abu batu L garis batas bawah pasir H garis batas atas "iller, lalu tarik garis !ertikal masing # masing hingga sama # sama menyentuh garis diagonal, kemudian baca skalanya dari atas selanjutnya dikurangi hasil skala baca proporsi batu pecah dikurangi hasil baca skala proporsi abu batu sama dengan skala baca proporsi pasir dengan satuan persen. -. $entukan proporsi "iller dengan cara 422 # skala baca proporsi batu pecah # hasil skala baca abu batu # hasil skala baca pasir, dengan satuan persen. 6. (ari hasil langkah # langkah diatas diperoleh proporsi terhadap total agregat yang terdiri dari batu pecah %7&, abu batu %7& dan "iller %7&.

G!("!' 1 Pe+e+t,!+ P'o)o'$% Te' !d!) Tot!l A*'e*!t erdasarkan hasil perhitungan dengan cara diagonal diperoleh proporsi terhadap total agregat yang selanjutnya digunakan sebagai dasar acuan untuk mencari !ariasi proporsi terhadap total agregat dengan cara coba # coba dengan tahap memperhatikan spesi"ikasi total komposisi gradasi sebagai syarat mutlak. Dampuran panas direncanakan berdasarkan proporsi terhadap total agregat dengan penggunaan aspal yang ber"ariasi %dibuat !ariasi kadar aspal& yaitu 8 6 7G 6,, 7G 6,- 7G 6,> 7G /,. 7G /,1 7G dari total berat total campuran, dengan berat contoh dibuat 4222 gram. ". H!$%l Te$t M!'$ !ll 'ada pengujian *arshall diperoleh besaran # besaran seperti stabilitas dan "low. Sebelum pengujian *arshall terlebih dahulu dibuat benda uji %briket& sebanyak . %dua& buah untuk tiap kadar aspal mulai 6 7 B /,1 7 dengan !ariasi penambahan 2,, 7 aspal dan dipadatkan sebanyak . E .6 tumbukan, sehingga diperlukan 9/ benda uji %setiap satu komposisi masing # masing 4. buah&. enda uji yang telah dipadatkan didiamkan pada suhu kamar selama .9 jam. +emudian ditimbang beratnya dalam suhu ruang dan beratnya ditetapkan. Selanjutnya benda uji tersebut direndam dalam water bath selama .9 jam. +emudian benda uji ditimbanag dalam air dan beratnya ditetapkan. enda uji diangkat dan dikeringkan sampai mencapai kering permukaan jenuh %SS(&, kemudian ditimbang dala kondisi SS( dan dicatat beratnya.

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page ,>

Selanjutnya benda uji direndam dalam bak berisi air panas dengan temperature -22 D. 'erendaman dilakukan selama waktu ,2 menit, baru kemudian dilakukan pengujian dengan alat *arshall. Hasil pengujian tercantum dihalaman berikut. T!"el 4 Pe+*,3%!+ M!'$ !ll ,+t,& P'e$e+t!$e A", Se&!( 12542

Hasil pengujian *arshall untuk masing # masing persentase abu sekam 4.,1 7, 427, 6,17 dan 17, sebagai data pembanding digunakan data sekunder yang diperoleh dari (inas 'ekerjaan )mum 'alangkaraya dengan proporsi campuran yang terdiri dari coarse aggregate 4/7, medium aggregate -97, "ine aggregate ,-7 dan sand ,.7. T!"el 6 D!t! Se&,+de' Pe+*,3%!+ M!'$ !ll T!+)! A", Se&!(

.. Stabilitas Stabilitas adalah suatu kemampuan campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelehan plastis. (ari gra"ik %lihat lampiran ..& terlihat awalnya nilai stabilitas meningkat aspal maksimum maka nilai stabilitas akan terus menurun. 5ni berarti stabilitas tertinggi hanya terjadi pada saat kadar aspal maksimum. :ika telah tercapai kadar aspal maksimum maka jika terus dilakukan penambahan kadar aspal stabilitas campuran aspal akan semakin rendah.

A+!l%$%$ H!$%l Te$t M!'$ !ll 4. +epadatan %(ensitas& (ari hasil tes *arshall %lihat lampiran ..& dapat dilihat bahwa kecenderungan dari nilai kepadatan adalah meningkat sejalan dengan meningkatnya kadar aspal.

,. Rongga )dara @ilai rongga udara yang terlalu kecil akan mengakibatkan lapisan aspalmeleleh keluar

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page 92

%bleeding& pada saat beban lalu lintas diatasnya. @amun jika nilai rongga terlalu besar maka sangat berpengaruh pada durabilitas %daya tahan& lapisan permukaan dimana lapisan menjadi tidak kedap air dan udara, sehingga akan masuklah air dan udara kedalam campuran yang mengakibatkan terjadinya oksidasi dan aspal menjadi rapuh3getas. (ari gra"ik terlihat nilai rongga udara akan semakin kecil, seiring dengan penambahan kadar aspal. 5ni berarti semakin besar kadar aspalnya, maka semakin besar kemungkinan terjadi bleeding.

1. Hasil agi *arshall Hasil bagi *arshall adalah perbandingan dari stabilitas dengan "low yang merupakan indicator dari si"at "leksibilitas %kelenturan& yang potensial terhadap keretakan. (ari hasil penelitian ini menunjukkan dengan peningkatan kadar aspal, nilai hasil bagi *arshall terjadi peningkatan. @amun jika telah sampai pada kadar aspal maksimim maka nilai hasil bagi *arshall akan terus menurun.

9. +elelehan 'lastis +elelehan plastis adalah suatu keadaan bentuk yang terjadi akibat penambahan beban sampai terjadinya keruntuhan yang merupakan indikator terhadap "leksibilitas %kelenturan&. (ari gra"ik terlihat bahwa pada awalnya nilai "low menurun seiring penambahan kadar aspal, setelah mencapai titik balik maka nilai "low menjdi meningkat seiring penambahan kadar aspal . (imana nilai "low masih berada dalam spedi"ikasi yang telah ditentukan. 5ni berarti campuran cukup mampu mengikuti de"ormasi yang terjadi akibat beban lalu lintas menimbulkan retak dan perubahan !olume.

-. Rongga $erisi Aspal Rongga terisi aspal adalah persentase dari rongga antar butir yang terisi aspal e"ekti". @ilai rongga terisi aspal yang terlalu kecil maka daya lekat antar agregar menjadi kurang sehingga mudah lepas yang sangat mempengaruhi durabilitasnya. $etapi nilai

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page 94

rongga terisi aspal yang terlalu besar, kemungkinan terjadinya bleeding juga besar. (ari gra"ik nilai rongga udara terisi aspal semakin meningkat seiring penambahan kadar aspal. 5ni berarti pada mulanya campuran %aspal&, si"at durabilitas semakin baik, akan tetapi kemungkinan terjadi bleeding menjadi besar.

c. Hasil penelitian penggunaan abu sekam sebagai filler pada campuran aspal panas jenis HRS dengan !ariasi kadar aspal dan !ariasi kadar filler, menunjukkan bahwa terdapat satu komposisi campuran yang optimal yaitu pada komposisi campuran batu pecah ,6,17 %spesi"ikasi .27 B 927&, abu batu 417, pasir ,17 %spesi"ikasi 967 B -67& dan abu sekam 4.,17 %spesi"ikasi 17 B >7& dengan kadar aspal /,17, maka stabilitas yang dihasilkan /26,4. kg %spesi"ikasi 912 # /12 kg& dan flow 9,21 mm %spesi"ikasi . # 9,1 mm&. d. (ari hasil penelitian yang menggunakan filler abu sekam dengan suhu tidak terukur terdapat perbedaan kadar aspal yang cukup tinggi, dengan tanpa menggunakan abu sekam yaitu pada komposisi campuran yang menggunakan abu sekam terdapat kadar asapal optimal /,17, sedangkan tanpa abu sekam %data sekunder& 6,17. e. 'enelitian ini tidak dapat dipakai sebagai kesimpulan yang mewakili keseluruhan abu sekam, mengingat abu sekam yang dipergunakan pada penelitian ini hanya diambil dari satu lokasi yaitu di daerah 0ampuyang km. -1 Sampit # Samuda. 4.2 S!'!+ erdasarkan hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini, beberapa saran yang dapat diusulkan, sebagai berkut8 4. 'embuatan benda uji %briket& untuk satu !ariasi kadar aspal sebaiknya dibuat lebih banyak, agar dalam pengujian diperoleh hasil yang lebih akurat. .. 'enelitian ini si"atnya masah pada tahap awal dan masih terbuka kemungkinan untuk mengadakan penelitian kembali atas hasil # hasil yang sudah diperoleh dengan menggunakan material abu sekam dari berbagai lokasi yang tersedia. 'enggunaan material3bahan yang si"atnya baru, harus melalui berbagai tahapan penelitian. 'engujian lanjutan dapat dilakukan pada beberapa laboratorium yang memiliki peralatan yang benar # benar teliti dan hasil dari penelitian bebrapa laboratorium inipun belum bisa dikatakan sebagai hasil akhir, tapi juga harus melalui tahapan pengujian di lapangan.

4. PENUTUP
4.1 Ke$%(),l!+ Adapun kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut8 a. Abu sekam untuk pengisi %filler& pada aspal campuran panas %HRS&, cukup mudah penggunaannya terutama dalam hal penakaran dan pencampuran karena abu sekam tidak mudah membatu, tidak membentuk butiran yang kasar dan dapat tercampur merata. b. (ari pengujian kualitas abu sekam dapat dilihat "aktor penyerapan melebihi spesi"ikasi yang disyaratkan untuk HRS, berarti bila dipergunakan sebagai filler pada HRS untuk lapisan

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page 9.

,.

(ianjurkan untuk proses pembakaran sekam menggunakan alat pembakaran khusus agar abu sekam yang dihasilkan lebih sempurna.

-.

4.

.. ,. 9. 1.

DAFTAR REFERENSI AASH$M, %4>/.&. Standart Spesification For Transportation Material and method For Sampling and Testing, Part I, Specification, 13th Edition . (esriantomy, %.222&. Penuntun Praktikum ahan Perkerasan !alan. Fakultas $eknik )ni!ersitas 'alangkaraya. (irektorat :enderal ina *arga, %4>>-&, Pengu"ian ahan !alan dan !em#atan, (epartemen 'ekerjaan )mum, :akarta (irektorat :enderal ina *arga, %4>>-& Pengu"ian Tanah dan ahan atuan, (epartemen 'ekerjaan )mum, :akarta (irektorat :enderal ina *arga %4>>/&, $entral %ualit& $ontrol ' Monitoring (nit 5 *anual Super!isi 0apangan )ntuk 'engendalian *utu 'ada +ontrak 'emeliharaan dan 'eningkatan :alan, :akarta

(eman, A dan Apu, %.222&. Panggunaan )#u Ter#ang Se#agai Filler pada $ampuran )spal Panas !enis *+S. $ugas Akhir, 'rgram Studi $eknik Sipil )ni!ersitas 'alangkaraya, 'alangkaraya. 6. (epartemen 'ekerjaan )mum, %4>/>&, Metode Pengu"ian )gregat, Nayasan 'enerbit 'ekerjaan )mum, :akarta. /. 'riyonosulistyo, HRD dan Sudarmoko %4>>>&, Pemamfaatan ,im#ah )#u Sekam Padi untuk Peningkatan Mutu eton , 0aporan 'enelitian, 0embaga 'enelitian )ni!ersitas Oadjah *ada, Nogyakarta. >. 'rasetyo, 0. %4>>>&, A#u Sekam Se#agai Material (ntuk Meningkatkan -uat Tekan eton5 'rogram 'asca Sarjana )O*, Nogyakarta. 42. Sukirman, S %4>>.&. Perkerasan ,entur !alan +a&a . 'enerbit @o!a, andung 44. Pidjaja, A %4>>>&, -arakteristik eton .ormal dan .eton dengan )#u Sekam Padi Pasca akar /Pendinginan 0engan )ir dan (dara e#as)5 'rogram 'asca Sarjana )ni!ersitas Oadjah *ada, Nogyakarta

JURNAL PENELITIAN DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI, VO1, EDISI JANUARAI 2012 APRIL 2012

Page 9,