Anda di halaman 1dari 5

Perangkat Oseanografi

Oleh: Ahmad Gulbuddin Dzul Q 2602021010083 oseanografi-UNDIP

NANSEN BOTTLE Dalam penelitian khususnya dibidang oseanografi sering sekali memerlukan sampel air guna mengetahui segala hal tentang kondisi perairan tersebut.Dalam pengambilan sampel air laut para peneliti menggunakan alat yang dinamakan Nansen Bottle(botol Nansen).Alat yang dirancang oleh ahli kelautan Fridtjof Nansen pada tahun 1910 dan kemudian dikembangkan oleh Niskin dapat mengambil sampel air laut dari kedalaman tertentu.Prinsip kerja alat ini mudah,yaitu alat tersebut diturunkan kedalam laut dengan menggunakan tali,ketika mencapai kedalaman yang diinginkan berat kuningan atau bisa disebut pemberat dijatuhkan melalui tali hingga mencapai botol.Ketika pemberat mengenai botol maka katup akan tertutup oleh sebuah pegas katup yang letaknya dibawah dan diatas botol lalu menjebak air didalamnya.Setelah itu alat tersebut dapat diangkat kepermukaan.Air laut yang ada didalam botol Nansen ini yang nantinya menjadi sampel air laut dan digunakan dalam penelitian dan dapat dikeluarkan melalui keran yang ada.Pemberat(Messenger)dapat diatur ketika akan diturunkan hingga mencapai botol Nansen.

SUHU AIR LAUT Untuk mengukur Suhu air laut dan menggunakan Termometer dan sensor CTD.Termometer terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih.Prinsip kerja thermometer cukup dengan meletakkan thermometer kedalam air laut tersebut.Namun alat ini hanya bisa mengukur suhu pada permukaan air laut karena terbatasnya kemampuan alat tersebut.Untuk pengukuran suhu permukaan air laut bila jarak dek kapal dengan permukaan air laut dekat akan mudah,Namun jika jauh dapat dilakukan dengan memindahkan massa air keatas kapal kemudian baru dilakukan pengukuran dan jangan sampai terkena sinar matahari langsung.Untuk Sensor CTD cukup memasukkan alat tersebut kedalam air laut dan alat tersebut akan mencatat informasi suhu air laut tersebut.

SALINITAS Dalam pengukuran kondisi salinitas air laut dapat menggunakan Salinometer dan Refraktometer.Prinsip kerja dari Salinometer yaitu dapat melakukan pengukuran tingkat salinitas kondisi perairan dengan berdasarkan daya hantar listrik yang diterima alat tersebut,semakin besar salinitasnya semakin besar pula daya hantar listriknya.Sedangkan Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar/ konsentrasi bahan terlarut. Misalnya gula, garam, protein, dsb. Prinsip kerja dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah memanfaatkan refraksi cahaya. Refraktometer ditemukan oleh Dr. Ernest Abbe seorang ilmuan dari German pada permulaan abad 20.Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias berfungsi untuk identifikasi zat kemurnian, suhu pengukuran dilakukan pada suhu 20oC dan suhu tersebut harus benar-benar diatur dan dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias. Harga indeks bias dinyatakan dalam farmakope Indonesia edisi empat dinyatakan garis (D) cahaya natrium pada panjang gelombang 589,0 nm dan 589,6 nm. Umumnya alat dirancang untuk digunakan dengan cahaya putih. Alat yang digunakan untuk mengukur indeks bias adalah refraktometer ABBE. Untuk mencapai kestabilan, alat harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass standart.

DENSITAS Untuk melakukan pengukuran densitas di gunakan alat yaitu Piknometer,Density Gradient Columns.Piknometer adalah suatu alat yang terbuat dari kaca, bentuknya menyerupai botol parfum atau sejenisnya. Jadi dapat diartikan disini, piknometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida. Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, tetapi biasanya volume piknometer yang banyak digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature yang tertera pada piknometer tersebut.Prinsip kerja alat ini : 1.Melihat berapa volume dari piknometernya (tertera pada bagiantabung ukur), biasanya ada yang bervolume 25 ml dan 50 ml. 2.Menimbang piknometer dalam keadaan kosong. 3.Memasukkan fluida yang akan diukur massa jenisnya ke dalam piknomeer tersebut. 4.Menutup piknometer apabila volume yang diisikan sudah tepat. 5.Menimbang massa piknometer yang berisi fluida tersebut. 6.Menghitung massa fluida yang dimasukkan dengan cara mengurangkan massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong.

7.Setelah mendapat data massa dan volume fluidanya, kita dapat menentukan nilai rho/masssa jenis () fluida dengan persamaan: rho () = m/V=(massa pikno+isi) (massa pikno kosong) / volume. Adapun satuan yang biasanya di gunakan yaitu massa dalam satuan gram (gr) dan volume dalam satuan ml = cm3 8.Membersihkan dan mengeringkan piknometer.

Sedangkan Density Gradient Columns dirancang untuk pengukuran densitas (g-cm3) dari suatu padatan dengan menggunakan prinsip kerja metode Density Gradient dengan bola dikalibrasi pada kecepatan yang telah diketahui jarak operainya yaitu : 0,5 sampai 3 g-cm3.Akurasi : 4 angka signifikan tersedia dengan 1 sampai 6 kolom model.

Gelombang laut Buoy menjadi salah satu alat pemanen energi gelombang laut(Permanent Magnet Linear Buoy Prinsip dasar buoy yaitu dengan mengapungkannya di permukaan. Gelombang laut yang terus mengalun dan berirama bolak-balik dalam buoy ini akan diubah menjadi gerakan harmonis. Kunciya, terdapat pada perangkat elektrik yang berupa koil (kumparan yang mengelilingi batang magnet di dalam buoy). Saat ombak mencapai pelampung, maka pelampung akan bergerak naik dan turun secara relatif terhadap batang magnet sehingga bisa menimbukan beda potensial dan listrik dibangkitkan.

Gejala alam pasang surutnya air laut sangat berpengaruh pada ekosistem yang ada.Para peneliti terus mengontroling seberapa tingginya kondisi saat pasang dan seberapa rendahnya saat surut.Karena hal tersebut,dibutuhkan Beberapa alat pengukuran pasang surut diantaranya adalah sebagai berikut :

Tide Staff Alat ini berupa papan yang telah diberi skala dalam meter atau centi meter. Biasanya digunakan pada pengukuran pasang surut di lapangan.Tide Staff (papan Pasut) merupakan alat pengukur pasut paling sederhana yang umumnya digunakan untuk mengamati ketinggian muka laut atau tinggi gelombang air laut. Bahan yang digunakan biasanya terbuat dari kayu, alumunium atau bahan lain yang di cat anti karat.Prinsip kerja dari alat ini sangat mudah,cukup letakkan papan pasut ditempat yang sesuai dengan criteria yang ada.kemudian amati kondisi pasang surut secara berkala.

Tide gauge. Merupakan perangkat untuk mengukur perubahan muka laut secara mekanik dan otomatis. Alat ini memiliki sensor yang dapat mengukur ketinggian permukaan air laut yang kemudian direkam ke dalam computer.Perangkat ini memudahkan dalam melakukan penelitian karena dilengkapi dengan fitur yang mendukung. Tide gauge terdiri dari dua jenis yaitu : A. Floating tide gauge (self registering) Prinsip kerja alat ini berdasarkan naik turunnya permukaan air laut yang dapat diketahui melalui pelampung yang dihubungkan dengan alat pencatat (recording unit). Pengamatan pasut dengan alat ini banyak dilakukan, namun yang lebih banyak dipakai adalah dengan cara rambu pasut.

B.Pressure tide gauge (self registering) Prinsip kerja pressure tide gauge hampir sama dengan floating tide gauge, namun perubahan naik-turunnya air laut direkam melalui perubahan tekanan pada dasar laut yang dihubungkan dengan alat pencatat (recording unit). Alat ini dipasang sedemikian rupa sehingga selalu berada di bawah permukaan air laut tersurut, namun alat ini jarang sekali dipakai untuk pengamatan pasang surut.

Current Meter adalah alat yang dapat mengukur kecepatan arus laut dan arah arus laut.Currentmeter mekanik mengukur kecepatan dengan melakukan pengubahan gerakan linear menjadi menjadi angular.Sebuah current-meter yang ideal harus memiliki respon yang cepat dan konsisten dengan setiap perubahan yang terjadi pada kecepatan air, dan harus secara akurat dan terpercaya sesuai dengan komponen velositas. Juga harus tahan lama, mudah dilakukan pemeliharaan, dan simpel digunakan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Prinsip kerja dari alat ukur kecepatan ini dengan mempergunakan hukum Faraday. Dimana konduktor (air) menggerakkan daerah medan magnet (diubah dengan kumparan berbeda kutub) yang menghasilkan voltase dengan adanya arus air. Jadi secara umum ada tiga jenis yang sering dipergunakan saat ini, prinsip electromagnetik dengan mengukur kecepatan mempergunakan hukum Faraday dengan menyatakan bahwa air mengakibatkan perubahan medan magnetik yang ada dalam bidang yang telah diatur sehingga menghasilkan tegangan yang berbeda secara linear sebanding dengan kecepatan arus. pengukuran kecepatan arus air disebut dengan Water current meter yang secara prinsip kerja terbagi dalam tiga sistem, yaitu : Sistem Pencacah Putaran, yaitu current meter yang mengkonversi kecepatan sudut dari propeller atau baling-baling kedalam kecepatan linear. Biasanya jenis ini mempunyai kisaran pengukuran antara 0,03 sampai 10 m/s.

Sistem Elektromagnetik, pada sistem ini air dianggap sebagai konduktor yang mengalir melalui medan mamgnentik. Perubahan pada tegangan diterjemahkan kedalam kecepatan. Sistem Akustik, pada sistem ini digunakan prinsip Dopler pada transduser, juga biasanya berperan sekaligus sebagai receiver, yang memancarkan pulsa-pulsa pendek pada frekuensi tertentu. Pulsa-pulas direfleksikan ataupun disebarkan oleh partikel-partikel dalam air dan terjadi pergeseran frekuensi dari yang diterima kembali oleh receiver, dimana hal tersebut dapat diukur sebagai kecepatan arus air.

Telah dikembangkan estimator untuk menaksir parameter gelombang laut dari suatu kawasan tertentu.Estimator ini dibuat sebagai alat bantu untuk analisa data pengukuran gelombang laut dalam perencanaan pemanfaatannya sebagai energi alternative.Parameter parameter model diperoleh melalui teknik identifkasi secara rekursif,dari mana kemdian analisis spectral daya dari gelombang.Dengan menggunakan frekuensi cuplik 10x frekuensi gelombang diperoleh resolusi kesalahan estimasi 1% masing masing untuk frekuensi dan ampitudo.Hasil ini menunjukkan bahwa perangkat estimator yang dikembangkan ini memiliki konvergenitas yang cepat dan ketelitian tinggi