Anda di halaman 1dari 50

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini negara kita mengalami perkembangan yang sangat pesat, perkembangan yang terjadi terdapat didalam bermacam-macam bidang, diantaranya didalam bidang jasa .Dengan semakin banyaknya bermunculan industri- industri jasa, mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan konsumen semakin ketat pula.Terutama dengan adanya kemajuan dan perkembangan dunia tehnologi yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi konsumen didalam memilih perusahaan jasa yang tepat dan sesuaidengan tuntutannya. Pertumbuhan bisnis perbengkelan, terutama bengkel bubut, dewasa ini mengalami pertumbuhan yang pesat, hal ini terbukti dengan munculnya bengkel-Bengkel bubut, baik berskala besar maupun kecil turut meramaikan pasar bisnis perbengkelan, sehingga persaingan yang ada semakin ketat. Dari tabel 1.1, terlihat sejak tahun 2008 hingga tahun 2010, terjadi pertumbuhan pada sisi nilai produksi, nilai output dan jumlah tenaga kerja. Peningkatan yang terlihat dari data tersebut mencapai 134% untuk jumlah tenaga kerja ditahun 2009 ke 2010, dari sisi nilai produksi terlihat peningkatan yang signifikan pada tahun 2009 ke 2010, termasuk nilai tambah bruto sebesar 90.81% di tahun 2009 ke 2010, hal ini mengindikasikan adanya pertumbuhan positif pada industri mesin perkakas. Selain itu, pertumbuhan positif pada industri mesin perkakas dilihat dari jumlah unit usaha selama tahun 2008 hingga 2010 mengalami peningkatan sekitar 17,4% di tahun 2009 hingga 2010 dari 23 unit usaha di tahun 2009 menjadi 27 unit usaha ditahun 2010.

Pemaparan diatas memperlihatkan bahwa industri mesin perkakas memiliki suatu peluang besar untuk berkembang, disisi lain juga diperhadapkan dengan tingkat persaingan dalam industri mesin perkakas yang semakin ketat. Sehingga dalam menjalankan sebuah perusahaan tentunya tidak ada pernah lepas dari bagaimana penerapan fungsi bisnis pada perusahaan diantaranya pemasaran, produksi, keuangan, dan sumber daya manusia tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri.Fungsi bisnis pada perusahaan memerlukan strategi atau pengelolaan yang baik dan tepat agar perusahaan dapat bertumbuh atau bertahan dalam persaingan yang ada. Aktivitas yang dilakukan CV. Mandiri yang tergolong usaha keciladalah pengolahan produk seperti cincin untuk mesin berbahan logam.,spesialispembuatan engsel pada mobil bak truk. Bengkel bubut ini beroperasi dari hari senin sampai sabtu pada pukul. 08.00 15.00 WIB.

1.2 Deskripsi Produk Produk yang kami hasilkan adalah produk engsel AS 16 atau diameter 16.Engsel yang kami buat ini terbuat dari material besi dan memiliki 2 bagian.Bagian Pertama, adalah bagian dalam atau yang bisa disebut pen. Bagian luar dibagi menjadi 3 bagian yang panjangnya masing-masing 3 cm, 5 cm, dan 3 cm. Sehingga total panjang dari engsel tersebut adalah 11 cm. Ujung engsel akan ditambah ring untuk keergonomisan sebuah produk. Setelah proses finishing, maka engsel ini dapat langsung didistribusikan untuk pembuatan bak truk

Gambar 1. Produk Engsel pada bak truk

1.3 Analisis Strategi 1.3.1 Analisis Competitive Profiling Matrix (CPM) CV. Mandiri merupakan salah satu perusahaan bubut yang termasuk dalam industri mesin perkakas.Seiring berlalunya waktu dan perkembangan jaman,

banyakperusahaan sejenis yang juga memenuhi industri di Indonesia. Beberapa pesaing berat CV. Mandiri di Indonesia antra lain: 1. CV. Pratama Mengerjakan : Bubut, las dll. Penambangan RT. 16 RW 04 Krembangan Taman Sidoarjo telp. (031) 7883965 2. CV. Anugerah Mengerjakan : Bubut, las dan pengerjaan pagar Jenek kulon Krembangan Taman - Sidoarjo Dengan persaingan yang cukup ketat ini, diperlukan sebuah studi dalam rangka mengetahui posisi CV. Mandiri dibandingkan dengan para

kompetitornya.Competitive Profile Matrix (CPM) adalah metode yang digunakan untuk menganalisis masalah yang telah dijabarkan di atas. Metode ini prinsipnya hampir sama dengan metode pembobotan untuk strength, weakness, opportunity dan threat hanya sedikit berbeda karena harus dibandingkan dengan perusahaan pesaingnya. Sebelum dilakukan perbandingan, terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap faktor-faktor yang akan diperhitungkan. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. Teknologi 2. Manajemen 3. Kesetiaan Pelanggan 4. Kualitas Produk 5. Harga Produk 6. Penguasaan Pasar Setelah dilakukan pembobotan terhadap factor-faktor yang akan diperhitungkan dalam melakukan analisis CPM, selanjutanya adalah proses membandingkan skor CPM.

Table 1.2 Pembobotan Penguasaan Manajemen Pelanggan Teknologi Kesetiaan Kualitas Produk Produk

Harga

Factor

Teknologi Manajemen Kesetiaan Pelanggan Kualitas Produk Harga Produk Penguasaan Pasar Total 0 0

0 1

1 1 1

1 0 0

1 1 1

4 3 2

0,25 0,1875 0,125

0,1875

0,0625

0 0

1 2

1 4

0 3

1 3 4

3 16

0,1875 1

Tabel 1.3 Analisis Kompetitor Faktor Teknologi Manajemen Kesetiaan Pelanggan Kualitas Produk Harga Produk Penguasaan Pasar TOTAL Bobot 0,25 0,1875 0,125 0,1875 0,0625 0,1875 1,00 CV. Pratama Rating 4 3 3 3 2 3 Skor 1 0,5625 0,375 0,5625 0,125 0,5625 3,1875 CV. Anugerah Rating 2 3 2 2 2 1 Skor 0,5 0,5625 0,25 0,375 0,125 0,1875 2

Berdasarkan perbadingan skor CPM di atas, CV. Pratama memiliki total skor tertinggi di antara pesaing-pesaingnya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa CV. Pratama berada dalam posisi teratas dalam persaingan bisnis di perkakas untuk mobil.

Bobot

Pasar

Total

1.3.2 SWOT Strategy Pada bagian ini dimuat aspek-aspek internal dan eksternal pada CV. Mandiri melalui hasil penelitian yang dilakukan terhadap pelaku usaha tersebut. 1 Kekuatan (Strength) 2 3 4 Telah memiliki 1 pelanggan tetap pada usaha tersebut. Pendapatan dari penjualan berpengaruh terhadap gaji karyawan. Kualitas produk yang dihasilkan yaitu kualitas yang terbaik.

Kelemahan (Weakness) Modal usaha yang masih kurang. Manajemen yang masih belum tertata dengan rapi. Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih belum memadai Kurangnya kegiatan promosi dari pihak pengelola.

Peluang (Opportunity) Potensi pasar yang cukup besar dalam dunia industri manufaktur. Jumlah permintaah yang tinggi meskipun hanya 1 pelanggan tetap.

Ancaman (Threat) Banyaknya pesaing yang mendirikan usaha dibidang mesin perkakas. Persaingan harga yang sangat ketat. Dengan mengetahui factor-faktor pendukung diatas, maka usulan strategi yang

dapat diberikan untuk perusahaan kami ini adalah sebagai berikut :

Tabel 1.4 Strategi SO, WO, ST, dan WT Internal STRENGTH 1. Loyalitas pelanggan 2. Performansi kerja karyawan 3. Kualitas produk Eksternal OPPORTUNITY 1.Potensi pasar 2.Jumlah permintaan 1. Mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan potensi pasar agar lebih tinggi. (S2, S3, O1) 2. Mempertahankan loyalitas pelanggan agar jumlah permintaan meningkat. (S1, O2) THREATS 1.Pesaing 2.Harga produk 1. Mengingkatkan performansi kerja agar kualitas produk meningkat sehingga loyalitas pelanggan tetap terjaga. (S1, S2, S3, T1, T2) 1. Meminjam modal di bank agar dapat dijadikan modal usaha, promosi usaha yang akan kita dirikan. (W1, W4, T1) 2. Mempekerjakan orang-orang yang berpengalaman agar dapat menghasilkan produk yang terbaik dengan harga yang terjangkau. (T2, W2 W3) 1. Meminjam modal di bank agar dapat memperluas pasar dan secara tidak langsung manajemen semakin berkembang dan memiliki SDM yang berkualitas . (W1, W2, W3, O1) 2. Mengingkatkan promosi agar jumlah permintaan miningkat. (W4, O2) WEAKNESS 1. Modal usaha 2. Manajemen Organisasi 3. Sumber Daya Manusia (SDM) 4. Promosi

1.3.3 Strategi Perusahaan Berdasarkan rumusan strategi analisis SWOT diatas, maka CV. Mandiri dapat memilih strategi yang dapat diutamakan terlebih dahulu dengan menggunakan total skor pada masing-masing factor strategi internal maupun eksternal.

Tabel 1.5 Faktor Strategi Internal Faktor Strategis Bobot Rating Bobot x Rating 1. Loyalitas pelanggan
STRENGTH

0,2 0,15 0,1

3 3 3

0,6 0,45 0,3 1,35

2. Performansi kerja karyawan 3. Kualitas produk Total 1. Modal usaha 2. Manajemen

0,1 0,12 0,15 0,18 1

2 2 1 1

0,2 0,24 0,15 0,18 0,77

WEAKNESS

3. Sumber Daya Manusia (SDM) 4. Promosi Total

Tabel 1.6 Faktor Strategi Eksternal Faktor Strategis Bobot Rating Bobot x Rating 1. Potensi pasar
OPPORTUNITY

0,2 0,35

2 1

0,4 0,35 0,75

2. Jumlah permintaan Total 1. Pesaing


THREATS

0,3 0,15 1

2 2

0,6 0,3 0,9

2. Harga produk Total

Dari hasil perhitungan tabel, maka diperoleh skor untuk masing-masing faktor sebagai berikut : 1. Total skor untuk faktor kekuatan (S 2. Total skor untuk faktor kelemahan (W) 3. Total skor untuk faktor peluang (O) 4. Total skor untuk faktor ancaman (T) : 1,35 : 0,77 : 0,75 : 0,9

Kemudian total skor tersebut dimasukan dalam rumus analisis SWOT dengan pendekatan SWOT, maka diperoleh nilai sebagai berikut : S W : O T = 1,35 0,77 : 0,75 0,9 = 0,58 : -0,15 Dari perhitungan dengan menggunakan rumus analisis SWOT yang telah dilakukan maka ditemukan hasil koordinat satu titik, dimana kooordinat satu titik itulah yang menentukan kedudukan perusahaan dalam analisis SWOT. Dan dibawah ini adalah hasil dari diagram analisis SWOT :

Kuadran 2 Turn Around

Kuadran 1 Agresif
0,58 -0,15

Kuadran 3 Defensif

Kuadran 4 Diversifikasi

Gambar 3 Diagram Hasil Analisis SWOT

Dari diagram diatas ternyata analisis SWOT pada CV. Mandiri berada pada kuadran 4 yang berarti,Pada posisi ini meskipun perusahaan dihadapkan pada berbagai ancaman akan tetapi perusahaan masih memilIki kekuatan dari segi internal yang dapat mengantisipasi adanya ancaman yang timbul sewaktu-waktu. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan menerapkan strategi Diversifikasi Product.Sehingga perusahaan seharusnya menerapkan strategi yaitu selalu melakukan inovasi produk, ini dikarenakan adanya ancaman dari perusahaan lain yang sewaktu-waktu akanmengancam perusahaan tersebut. Dari inovasi produk tersebut maka perusahaan dapat bertahan di dunia industri manufaktur dan dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang sebaiknya diterapkan perusahaan yaitu selalu melakukan inovasi produk, ini dikarenakan adanya ancaman dari perusahaan lain yang sewaktu-waktu akan mengancam perusahaan tersebut. Dari inovasi produk tersebut maka perusahaan dapat bertahan di dunia industri manufaktur dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.

1.4 Perumusan Visi, Misi dan Logo Perusahaan Visi :

Membuat perusahaan yang mampu bersaing secara sehat untuk menghasilkan produkberkualitas

Misi -

Mengutamakan kepentingan pelanggan Membuat produk sesuai spesifikasi Mengembangkan kerjasama dengan distributor Mencintai lingkungan dan meminimalkan limbah

Logo perusahaan bengkel Mandiri

Gambar 2. Logo Perusahaan Arti dari logo tersebut adalah : Tulisan didalam MD berarti adalah mandiri yang mengacu pada nama bengkel. Gambar gerigi menggambarkan mesin yang mewakili kerja keras perusahaan Gambar bulat mengartikan tekad yang bulat oleh perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Warna hitam melambangkan keberanian untuk bersaing dengan pesain yang telah dulu ada

1.5 Perancangan Produk Kami akan melakukan perancangan produk dari beberapa aspek yang terkait guna mengembangkan potensi perusahaan yaitu bahan baku, ukuran, harga, dan kualitas. Berikut ini akan kami sajikan tabel konsep ide produk dari perusahaan kami. Nama perusahaan : CV. Mandiri

Tabel 1.7 Konsep Ide Produk Atribut Jenis Respon teknis Hanya terdapat sebagian produk Kualitas produk - Kurang akurat/presisi - Tidak rapi atau kasar pada produk jadi - Penambahan alat berupa sketmark yang lebih terperinci yang nantinya bisa mengurangi kelalaian dalam ukuran - Berbentuk lebih halus, sehingga terlihat lebih rapi Pelayanan Pengambilan costumer sendiri 1.6 Analisis Supply Demand Berikut ini kami sajikan data analisis dari supply dan demand mulai dari tahun 2003 hingga 2012. Table 1.8 Data Supply dan Demand
Data Demand Data Supply PT. Surya Indah Pratama (Sidorejo, By Pass krian) Jenis ( engsel ) 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 12211 12189 12630 12920 12537 12088 12035 12021 12524 12920 Jenis (engsel) 23789 23009 23969 22879 22869 22569 23005 21990 21990 23443 PT. Surya Putra Barutama (Kedurus) Jenis (engsel) 23416 23557 22514 23123 22414 23675 23127 22167 22879 23487

Konsep ide Mampu menyediakan berbagai macam engsel

Mampu melayani delivery order yaitu pengiriman ke distributor

Tahun

1.7 Peramalan Permintaan Table 1.9 Perbandingan Eror Hasil Forecast Demand
No Metode Hasil Forecast 1 2 3 3 MA 5 MA Single exponential 45318,67 45666,4 45835,99 -1700,332 -1020,805 -4563,36 953,6657 847,92 863,26 1259229 1305620 1137798 2,093 1,87 1,89 CFE MAD MSE MAPE RSquare 0,42 0,17 0,84 DITOLAK DITOLAK DITERIMA Keterangan

Table 1.10 Perbandingan Eror Hasil Forecast Supply


No Metode Hasil Forecast 1 2 3 3 MA 5 MA Single exponential 12488,33 12317,6 12485,96 450 -385,4004 916,541 444,09 430,2 338,65 246892,3 207818,7 154686,1 3,557 3,481 2,705 CFE MAD MSE MAPE RSquare 0,3806 0,124 0,205 DITOLAK DITOLAK DITERIMA Keterangan

Berdasarkan hasil forecast data supply dan demand 10 tahun terakhir didapatkan eror terkecil untuk data demand dan data supply menggunakan metode single exponential (=0,3), maka untuk selanjutnya kami akan menggunakan single exponential sebagai metode peramalan terbaik.

1.8 Market Share Produk Hasil peramalan didapatkan forecast untuk supply adalah sebesar 12486 unit engsel sedangkan demand didapatkan 45836 unit engsel. Market potential dari produk kami adalah sebesar 33.350 unit engsel yang didapatkan dari selisih demand dan supply. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengambil market share 30% di tahun pertama produksi dari market potensial yakni 10.005 unit engsel sesuai kemampuan perusahaan kami untuk 2 distributor setiap tahunnya. Kami mengasumsikan kenaikan jumlah produksi tiap tahunnya sebesar 3%. Seiring adanya kenaikan unit produk setiap tahun maka jumlah bahan baku yang digunakan untuk memproduksi unit engsel tersebut juga akan bertambah pula sesuai jumlah unit yang telah diprediksi selama 10 tahun berikutnya. Berikut ini kami berikan estimasi penjualan unit produk engsel selama 10 tahun kedepan:

Tabel 1.11 market share Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kenaikan 30% 33% 36% 39% 42% 45% 48% 51% 54% 57% Unit 10.005 11.006 12.006 13.007 14.007 15.008 16.008 17.009 18.009 19.010

1.9 Identifikasi strategi pemasaran 4P Table 1.12 identifikasi 4P


Kriteria Product - Tahan lama - Variasi bentuk Price Harga murah untuk min. order 600 Promotion Proposal usaha Melakukan penawaran kepada perusahaan untuk menambah pelanggan Keterbatasan biaya untuk promosi melalui media Koran Memberi diskon untuk pemesanan min.600 unit Mempertahankan kualitas produk Melakukan riset untuk inovasi bentuk produk Kondisi usaha Worse Equal Better Notes

Koran

Place Mendekati jalan raya Memudahkan akses keluar-masuk material & produk jadi

1.10

Penentuan BOM

1.10.1 BOM Tree

Gambar 4. Pohon BOM

1.10.2 BOM Table Table 1.13 Tabel BOM Buat-Beli Produk : Engsel No. Komponen Nama Komponen Jumlah Unit Bahan Dimensi Komponen (cm) 1 Bagian luar 3 Besi D=30mm P= 3+5+3 1.1 2 Besi AS Besi dalam dan ring 2.1 Bagian dalam 2.2 2.2.1 ring Besi AS 1 1 Besi Besi 1 Besi D=16mm P=11 D=30mm D=16mm Beli Beli Buat 1 1 Besi Besi D=30mm D=30mm Beli Buat Buat Keterangan

1.11

Penentuan proses produksi Ring Oli Bor Batang Besi

O-1

Pemotongan

I-1

O-2

Pembubutan

I-2

O-3

Pengeboran

I-3

O-4

Perakitan

I-4

O-5

Penghalusan I-5

Gambar 4. OPC Pembuatan Engsel

1.12

Pemilihan Mesin dan Peralatan yang Dibutuhkan Table 1.14 Identifikasi Mesin dan Peralatan

No

Nama Peralatan

Deskripsi Fungsi

Kuantitas

Harga (Rp)

Dimensi (cm)

Kecepatan Proses

Keterangan Lain

Mesin Bubut (second/bekas)

Alat untuk mengubah benda kerja dengan jalan menyayat dengan menggunakan pahat.

3 unit

26.000.000

175x40x110

1200 r/min

Gergaji

Alat yang digunakan untuk memotong bahan keras yang dalam usaha ini adalah besi

1 unit

5.000.000

79x28x60

500 r/min

Max drilling 3 Bor pres 1 unit 5.000.000 70x55x53 capacity 16 mm 500 r/min 1000 r/min Alat untuk penyambungan logam dengan cara 4 Mesin Las mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan menghasilkan sambungan yang continue 1 unit 1.000.000 Panjang : 35 Berat : 5 kg/pack -

Grenda duduk

1 unit

800.000

30x15x20

2950 r/min

Grenda tangan

1 unit

350.000

Panjang : 25 cm

1200 r/min

1.13

Optimasi lini produksi Pola aliran menurut U-Shaped ini akan dipakai bilamana dikehendaki bahwa dari proses produksi akan berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. Hal ini akan mempermudah pemanfaatan, fasilitas transportasi dan juga sangat

mempermudah pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik. Aplikasi garis aliran bahan relative panjang, maka pola U-Shaped ini akan tidak efisiensi dan untuk ini lebih baik digunakan pola aliran bahan tipe zig-zag.Begitu juga pada CV. Mandiri, pada perusahaan ini juga menerapkan U-shaped karena proses produksi dari awal bahan baku hingga product jadi itu akan kembali ke lokasi yang sama dengan awal proses produksinya.

1.14

Rencana kebutuhan operator Table 1.15 Rencana SDM Untuk Operator No. Nama Stasiun Nama Mesin 1 2 3 4 5 Pembubutan Pemotongan Pengeboran Pengelasan Penghalusan Mesin Bubut Gergaji Bor pres Mesin Las Grenda Jumlah Mesin 3 1 1 1 1 Jumlah Operator tahun ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3 3 3 3 3 4 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1

1.15

Perencanaan material handling dan layout produksi

Gambar 5. Layout Lini Produksi

1.16

Biaya biaya Manufaktur Table 1.16 Rincian Biaya Produksi


No 1 2 3 4 Jenis Biaya Biaya Listrik&Air Biaya Maintenance Biaya Akomodasi Alat tulis kantor Rp. 340.000 5 Biaya Bahan Baku Rp. 100.000 Rp. 6 Gaji Pegawai Langsung Total Biaya/bulan Total Biaya/Tahun Harga Pokok Produksi (Total Biaya/10.005 unit) 500 18 unit 18 unit 850 unit 10 orang Biaya Satuan 5.500 VA Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total 600.000 500.000 2.000.000 500.000 6.120.000 1.800.000 425.000

Rp. 11.550.000 Rp. 23.495.000 Rp. 281.940.000 Rp. 28.180

1.17

Struktur organisasi dan analisis jabatan

1.17.1 Struktur Organisasi


Direktur (1)

Kepala Operator (1)

Admin (1)

PPIC dan pengadaan (1)

Operator (5)

Maintenance (1)

Staf Pembantu (1)

Staf Pembantu (1)

Security (1)

Sopir (1)

Gambar 6. Struktur Organisasi awal

Direktur (1)

Kepala PPIC dan Pengadaan (1)

Manajer SDM (1)

Marketing (1)

Kepala Produksi (1)

Manajer Finansial (1)

Sopir (1)

Security (1)

Operator (6)

Maintainance (1)

Staf Pembantu (1)

Staf Pembantu (1)

Gambar 7. Rencana Struktur Organisasi Masa Depan

1.17.2 Analisa Jabatan Analisa jabatan masing-masing karyawan terdapat pada table 1.17

1.18

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja tahunan Table 1.18 Rencana SDM Seluruh Karyawan

No.

Departemen

Keterangan Jabatan Kepala produksi

Jumlah pada tahun ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 6 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Produksi

Operator Manajer maintainance Staf

Kepala PPIC dan Pengadaan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 PPIC dan Pengadaan Sopir Security 3 4 5 Finansial Manajemen SDM Marketing Manajer financial Staf Manajer SDM Manajer marketing 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1

Table 1.17 Job Analysis


No. 1 Jabatan Direktur Kepala 2 Departemen Produksi Ringkasan Pekerjaan bertanggung jawab dalam mengelola perusahaan dan mengontrol kinerja karyawan Bertanggungjawab atas semua kegiatan produksi yang ada di perusahaan Mengatur dan mengontrol keuangan 3 Administrasi perusahaan, keadministrasian, serta membantu direktur. PPIC dan Pengadaan Operator Maintenance Staf pembantu Staf pembantu Security Bertanggungjawab atas semua kegiatan pengadaan bahan baku dan mengatur persediaan yang ada di gudang bertanggung jawab dalam lini produksi bertanggung jawab dalam perawatan alat dan mesin produksi bertanggungjawab membantu kerja jabatan diatasnya jika diperlukan Bertanggungjawab dalam kebersihan kantor dan fasilitas umum Bertanggung jawab atas keamanan perusahaan Departemen Posisi yang Diawasi Kepala produksi, admin, PPIC dan pengadaan Operator, maintainance, dan staf pembantu Finansial dan umum Staf Pembantu dan security Produksi Tugas Memasarkan produk. Mengontrol kinerja karyawan. Pembuat keputusan di perusahaan. Mengawasi karyawan yang ada dibawah jabatan nya Melakukan inspeksi dan pengendalian kualitas mulai proses awal hingga selesai Mengurus semua keadministrasian dan membantu direktur Mengelola dan mengontrol keuangan perusahaan.

PPIC dan Pengadaan Produksi Produksi

Sopir dan Security

Merencanakan dan mengatur pengadaan bahan baku serta persediaan di gudang Mengoperasikan dan menjalankan proses produksi Mengatur jadwal perawatan mesin Memperbaiki mesin jika ada yang rusak. Menjaga kebersihan di lini produksi Membantu operator jika diperlukan

5 6

Produksi

Administrasi PPIC dan Pengadaan PPIC dan Pengadaan

Menjaga lingkungan perusahaan tetap bersih

Menjaga keamanan seluruh elemen perusahaan.

10

Sopir

Bertanggung jawab atas pengiriman barang

Mengirim hasil produksi

1.19

Gaji dan kompensasi Table 1.19 Gaji dan Kompensasi Seluruh Karyawan
Asuransi No. Definisi Jabatan Departemen Jumlah Pekerja Gaji Upah Periode Pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja 1 Direktur Kepala Departemen Administrasi Kepala Departemen Operator Maintenance Staf (Helper) Staf (Helper) Security Direktur Kepala Departemen Produksi Administrasi PPIC dan Pengadaan Operator Maintenance Staf (Helper) Staf (Helper) Security Gudang Produksi Produksi Produksi 1 1 5 1 1 Rp. 1.700.000 Rp. 1.700.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.150.000 Rp. 750.000 Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp. 1.650.000 Rp. 1.650.000 Rp. 1.150.000 Rp. 1.100.000 Rp. 700.000 Rp. 1.650.000 Rp. 1.650.000 Rp. 5.750.000 Rp. 1.100.000 Rp. 700.000 Produksi 1 Rp. 1.700.000 Bulanan Rp.50.000 Rp. 1.650.000 Rp. 1.650.000 1 Rp. 1.950.000 Bulanan Rp.50.000 Total Gaji dan Tunjangan Rp. 1.900.000 Total Gaji Dengan Jumlah Pekerja Rp. 1.900.000

3 4 5 6 7

Administrasi PPIC dan Pengadaan PPIC dan Pengadaan

Rp.

750.000

Bulanan

Rp.50.000

Rp.

700.000

Rp.

700.000

Rp.

750.000

Bulanan

Rp. 50.000

Rp.

700.000

Rp.

700.000

10

Sopir

Sopir

Rp.

750.000

Bulanan

Rp. 50.000

Rp.

700.000

Rp.

700.000

JUMLAH

Rp.16.500.000

Table 1.20 Gaji dan Kompensasi Seluruh Karyawan Setelah Perubahan Struktur Organisasi
Asuransi No. Definisi Jabatan Departemen Jumlah Pekerja Gaji Upah Periode Pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja 1 2 Direktur Kepala Produksi Manajer Finansial PPIC dan Pengadaan Manajer SDM Marketing Operator Maintenance Staf (Helper) Direktur Chief Produksi Manajer Produksi 1 1 Rp. 2.200.000 Rp. 1.950.000 Bulanan Bulanan Rp.50.000 Rp.50.000 Total Gaji dan Tunjangan Rp. 2.150.000 Rp. 1.900.000 Total Gaji Dengan Jumlah Pekerja Rp. 2.150.000 Rp. 1.900.000

Keuangan

Rp. 1.950.000

Bulanan

Rp.50.000

Rp. 1.900.000

Rp. 1.900.000

4 5 6 7 8 9

Manajer Manajer Manajer Operator Maintenance Staf (Helper) Staf (Helper) Security

Gudang Personalia Pemasaran Produksi Produksi Produksi

1 1 1 6 1 1

Rp. 1.950.000 Rp. 1.950.000 Rp. 1.950.000 Rp. 1.350.000 Rp. 1.300.000 Rp. 850.000

Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan

Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000 Rp.50.000

Rp. 1.900.000 Rp. 1.900.000 Rp. 1.900.000 Rp. 1.300.000 Rp.1.250.000 Rp. 800.000

Rp. 1.900.000 Rp. 1.900.000 Rp. 1.900.000 Rp. 7.800.000 Rp. 1.250.000 Rp. 800.000

10

Staf (Helper)

Finansial PPIC dan Pengadaan PPIC dan Pengadaan

Rp.

850.000

Bulanan

Rp.50.000

Rp.

800.000

Rp.

800.000

11

Security

Rp.

850.000

Bulanan

Rp. 50.000

Rp.

800.000

Rp.

800.000

12

Sopir

Sopir

Rp.

850.000

Bulanan

Rp. 50.000

Rp.

800.000

Rp.

800.000

JUMLAH

Rp. 23.900.000

1.20

Analisis distributor, retail dan konsumen perusahaan Table 1.21 Daftar Supplier No. 1 2 Bahan Baku Besi Nama Supplier Putra Jaya Lokasi Kebraon, Sidoarjo Taman, Sidoarjo

Besi dan Ring Central

Tabel 1.22 Daftar Distributor No. 1 2 Nama Distributor Lokasi

PT. Surya Indah Pratama Sidorejo , By Pass Krian


PT. Surya Putra Barutama Kedurus

1.21

Konfigurasi rantai pasok CV. Mandiri sebuah usaha dalam bidang mesin bubut tentunya memiliki aliran rantai pasok yang menunjang perusahaan tersebut untuk melakukan aktivitas produksi setiap harinya. Maka rantai pasok tersebut atau mungkin stake holder nya akan dijelaskan sebagai berikut:
Supplier Bengkel Distributor End User

Gambar 9. Rantai Pasok

Keterangan ;z Finansial Material Informasi Finansial Material Informasi : invoice, term pembayaran : bahan baku, komponen, produk jadi : kapasitas, status pengiriman, quotation : pembayaran : recycle, repair : order, ramalan

1.22

Analisa lokasi dan distribusi

1.22.1 Analisa Distribusi dan Lokasi Tabel 1.23 Analisis Distribusi No 1 2 3 4 5 6 Kriteria Sertifikasi Kesan Pelanggan Stabilitas Harga Harga Produk Penawaran Khusus Batas waktu pemenuhan pesanan 7 8 Jarak Fleksibilitas volume pesan 9 Fleksibilitas waktu pesan 10 Kemampuan merespon masalah TOTAL 3,4 2,95 0,15 4 0,6 3 0,45 0,1 3 0,3 3 0,3 0,15 0,1 2 4 0,3 0,4 3 3 0,45 0,3 Bobot 0,05 0,05 0,15 0,15 0,05 0,05 Putra Jaya Rating 4 3 4 4 3 2 Nilai Bobot 0,2 0,15 0,6 0,6 0,15 0,1 Rating 3 3 3 3 3 2
Central

Nilai Bobot 0,15 0,15 0,45 0,45 0,15 0,1

Table 1.24 Analisis Lokasi No 1 2 3 4 5 Kriteria Harga tanah per m2 Biaya tenaga kerja PBB Transportasi Jarak supplier &distributor TOTAL Bobot 0,3 0,2 0,1 0,2 0,2 Krembangan Rating 4 3 2 3 3 Nilai Bobot 1,2 0,6 0,2 0,6 0,6 3,2
Sepanjang

Rating 3 2 2 2 2

Nilai Bobot 0,9 0,4 0,2 0,4 0,4 2,3

1.22.2 Analisa pemilihan moda transportasi Tabel 1.25 Analisis Moda Transportasi
Biaya (Annual) Harga beli mobil pick-up baru Biaya sewa/tahun Umur mobil pick-up Biaya perawatan /tahun 1. Biaya servis & ganti oli 2. Biaya bensin 3. Asuransi Jangka waktu NPV Beli Rp. 145.000.000 10 tahun Rp. 2.400.000 Rp. 24.000.000 Rp. 4.350.000 10 tahun Rp.333.946.450 Sewa Rp. 9.600.000

Rp.24.000.000 10 tahun Rp.206.458.560

Berdasarkan data perhitungan menggunakan metode Net Present Value (NPV) dapat ditarik kesimpulan bahwa menyewa mobil pick-up untuk delivery order lebih murah dibandingkan membeli mobil baru. Oleh karena itu, kami memilih menyewa mobil selama 10 tahun daripada membeli.

1.23 Perancangan Layout Perusahaan Perancangan tata letak suatu perusahaan membutuhkan rencana yang matang mulai dari luas tanah yang dibutuhkan, bangunan gedung yang diinginkan, ruangan apa saja didalamnya, penataan mesin dan peralatan, dan lain sebagainya. Rencana luas tanah yang kami butuhkan adalah 9 m x 13,5 m dengan isi 9 ruangan ditambah lahan parkir dan cukup satu lantai saja. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan bahwa harga tanah per meter persegi di daerah Krembangan adalah Rp. 1.000.000,- / m2. Selain itu, kami juga telah mengestimasikan biaya yang dibutuhkan untuk membangun pabrik sesuai keinginan kami dengan mempertimbangkan biaya tukang dan biaya bahan baku bangunan di sekitar lokasi pabrik. Berikut kami berikan rincian biaya yang dibutuhkan untuk membeli aset tanah serta estimasi biaya untuk membangunnya. Tabel 1.26 Biaya Aset Tanah dan Bangunan Aset Pembelian tanah Biaya pembangunan Kuantitas 121,5 m2 Biaya Rp. 121.500.000 Rp. 150.000.000

1.23.1 Analisa Layout Perusahaan menggunakan ARC


1. Ruang Produksi (pabrikasi dan perakitan) 2. ruang administrasi 3. mushollah 4. kamar mandi. 5. gudang bahan sisa 6. tempat bahan baku 7. tempat produk jadi 8. pos security 9. lahan parkir
A 4

I 4 O 9 E 9 O 9 A 6 9 U 9 U 9 U 9 I 1,5 U 1,5 O 1,5 X 4 O 4 X 9 I 9 O 4 I 1 U 9 O 9 U 9 U 9 U 9 O 9 U 9 I 1 O 1 I 1 O 4 U 9 O 9 I 6 E 6,1 E 6,1 I 9 U 9

Gambar 9. Activity Relationship Chart Table 1.27 kode alasan dan deskripsi alasan Kode Alasan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Deskripsi Alasan Penggunaan catatan secara bersama Menggunakan tenaga kerja yang sama Menggunakan space area yang sama Derajat kontak personel yang sering dilakukan Derajat kontak kertas kerja yang sering dilakukan Urutan aliran kerja Melaksanakan kegiatan kerja yang sama Menggunakan peralatan kerja yang sama Kemungkinan adanya bau yang tidak mengenakkan, ramai, dll.

Table 1.28 derajat hubungan Derajat Hubungan A E I O U X Deskripsi Mutlak perlu didekatkan Sangat penting untuk didekatkan Penting untuk didekatkan Cukup/biasa Tidak penting Tidak dikehendaki berdekatan

1.23.2 Perencanaan Layout perusahaan


9m

13,5 m

Gambar 10. Luas Tanah Pabrik

9 10

11 12

Gambar 11. Layout Perusahaan

Keterangan : 1 = Ruang Direktur 2 = Ruang Admin 3 = Ruang Kepala Produksi 4 = Ruang PPIC dan Pengadaan 5 = Mushollah 6 = Kamar Mandi 7 8 9 10 11 12 = Gudang Bahan Sisa = Pos Security = Lahan Parkir = Tempat Produk Jadi = Tempat Bahan Baku = Ruang Produksi (fabrikasi dan perakitan)

BAB II ANALISA SOSIAL DAN LINGKUNGAN

2.1 Penentuan Komponen Lingkungan Tabel 2.1 Komponen Lingkungan Komponen Sub Komponen Kebersihan Kebisingan Kualitas tanah Lingkungan Fisik Keterangan Adanya debu yang mengurangi keindahan lingkungan Kebisingan meningkat akibat aktivitas pabrik Terjadi pembukaan tanah (retak) akibat alat berat dan mobil pengangkut material Debu dan kotoran selama kegiatan konstruksi mengakibatkan polusi udara bagi warga sekitar Mobilitas yang tinggi menyebabkan kemacetan apabila fasilitas jalan raya yang kurang terpenuhi Berkurangnya lahan yang diakibatkan pembangunan industry Adanya peluang usaha untuk memberikan lowongan pekerjaan bagi warga sekitar Timbulnya beberapa penyakit misalnya diare, gangguan pernapasan akibat polusi udara, dll. Berkurangnya lahan pertanian bagi penduduk sekitar

Kualitas udara

Kemacetan

Konservasi flora

Ekonomi Social Ekonomi Budaya Kesehatan masyarakat Ketersediaan lahan pertanian

2.2 Penentuan Batas Wilayah Dampak

Gambar 2.1 Batas Wilayah Dampak Keterangan : = Batas Proyek = Batas Ekologi = Batas Administrasi = Batas Sosial

2.3 Penentuan Kegiatan yang Berdampak terhadap Lingkungan Tabel 2.2 Kegiatan yang Berdampak pada Lingkungan Kegiatan Proyek Sub-Kegiatan Keterangan Banyak debu dan suara bising yang dapat Pembersihan Lahan mengganggu masyarakat sekitar Pra Konstruksi Truk yang masuk dapat Pengiriman Material/Bahan mebawa kemacetan, Bangunan polusi, bising Pengiriman alat-alat konstruksi Menimbulkan Pembangunan Pabrik kebisingan, debu, polusi dsb Dapat membuka Konstruksi lapangan pekerjaan Tenaga Kerja bagi masyarakat sebagai tukang bangunan Truk yang masuk dapat Proses Pengiriman Mesin Produksi, membawa kemacetan, raw material dsb polusi, bising Suara mesin yang ditimbulkan dari proses Proses Pembuatan Produk produksi menimbulkan (Produksi) kebisingan yang dapat mengganggu masyarakat sekitar Proses Bisnis Pabrik Truk yang keluar masuk dapat membawa Proses Distribusi Produk kemacetan, polusi, bising Dapat Membuka lapangan bagi Tenaga Kerja masyarakat sebagai karyawan pabrik

No

2.4 Matrix Penilaian Dampak Tabel 2.3 Matrix Nilai Dampak konservasi flora kebisingan kebersihan kemacetan Ekonomi Komponen Lingkungan Kegiatan Proyek pembersihan lahan pengiriman material/bahan pengiriman alat-alat konstruksi pembangunan pabrik proses pengiriman mesin produksi,raw proses pembuatan produk (produksi) proses distribusi produk tenaga kerja ketersediaan lahan pertanian (- -) (- -) kualitas udara kualitas tanah kesehatan masyarakat (- -) (- -) (- -) (-)

(-) (-) (-) (-) (-) (-)

(- -) (- -) (- - -) (- - -) (- -) (- -) (- - -)

(+) (- -) (-) (-) (-)

(-) (-) (- -) (- -) (- -) (- -) (- -)

(- -) (- -) (- -) (-) (- -) (-) (- -) (-)

(- -)

(- -)

(+ + +) (+ +) (+ +) (+ + +) (+ +) (+ + +) (+ +) (+ +)

(-)

Keterangan : (-) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak negatif yang kecil terhadap komponen lingkungan (- -) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak negatif yang sedang terhadap komponen lingkungan (- - -) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak negatif yang besar terhadap komponen lingkungan (+) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak positif yang kecil terhadap komponen lingkungan (+ +) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak positif yang sedang terhadap komponen lingkungan (+ + +) = kegtiatan unit bisnis memiliki dampak positif yang besar terhadap komponen lingkungan

2.5 Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Dampak Tabel 2.4 Rencana Pengelolaan Dampak Pihak terkait Rencana Badan kerjasama pengelolaan evaluasi program lingkungan terkait pengelolaan
Pembangunan dilaksanakan hanya pagisore hari Mendirikan bangunan produksi yang kedap suara Kontraktor -

Kegiatan proyek terkait


Pembangunan pabrik

Dampak yang ditimbulkan


Debu, kebisingan, kepadatan bangunan Kebisingan

Target dan pemantauan pengelolaan


Pembangunan pabrik selesai setelah 7 bulan Setelah proses pembangunan, tidak terjadi kebisingan

Perkiraan biaya (Rp.)


500.000

Proses produksi

Kontraktor

10.000.000

BAB III ANALISIS FINANSIAL

3.1 Kebutuhan Investasi 3.1.1 Aktiva Lancar Tabel 3.1 Aktiva Lancar Tahun Pertama Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
216 unit 216 unit 10200 unit

Biaya (Rp.)
73.440.000 21.600.000 5.100.000

Total (Rp.)

100.140.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

4 orang 28 kali 10 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 59.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 138.600.000 339.440.000

8.400.000

65.900.000 2.400.000 24.000.000 138.600.000 339.440.000

3.1.2 Aktiva Tetap Tabel 3.2 Aktiva Tetap Komponen Pengeluaran Pembelian tanah Pembangunan gedung Ijin pendirian dan pelegalan usaha Pesawat telepon Mesin bubut (bekas) Gergaji mesin Bor pres Mesin las Grenda duduk Grenda tangan AC Kursi kecil Kursi kantor Meja kantor Lemari kerja Komputer full set + printer Kursi tamu Meja tamu Sajadah Jam dinding Dispenser (Pure It) Rak gudang Tool box Keranjang bahan baku Perlengkapan bersih-bersih Biaya AMDAL TOTAL Kuantitas 121,5 m2 2 unit 3 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 7 unit 6 unit 5 unit 5 unit 2 unit 4 unit 1 unit 3 pcs 3 unit 1 unit 2 unit 1 set 3 unit @1 unit Biaya (Rp.) 121.500.000 150.000.000 2.000.000 200.000 78.000.000 5.000.000 5.000.000 1.000.000 850.000 350.000 4.000.000 210.000 480.000 500.000 1.750.000 6.000.000 400.000 500.000 100.000 45.000 600.000 2.000.000 1.000.000 150.000 500.000 10.500.000 392.635.000

3.1.3 Total Investasi Total investasi merupakan besarnya investasi pada tangible assets dan intangible assets serta besarnya modal kerja yang disiapkan diawal. Modal kerja yang kami siapkan untuk usaha ini yaitu selama 6 bulan pertama dengan total Rp. 169.720.000. Jadi total investasi untuk CV. Mandiri 2 milik kami ini adalah Rp. 562.355.000.

3.2 Sumber Dana Berdasarkan prediksi modal kerja untuk usaha kami, maka kami memutuskan untuk melakukan peminjaman uang di bank dengan jaminan asset tetap yang kami miliki.Berikut proporsi sumber dana yang kami lakukan. Tabel 3.3 Proporsi Sumber Dana Sumber Dana Pinjaman bank Modal sendiri Total investasi Proporsi 30,18% 69,82% 100% Biaya Rp. 169.720.000 Rp. 392.635.000 Rp. 562.355.000

3.3 Biaya Modal Biaya modal merupakan besarnya biaya yang harus ditanggung perusahaan karena menggunakan sumber dana tertentu. Total biaya modal sering dipakai sebagai tingkat keuntungan yang layak dari suatu proyek. Kelayakan sebuah proyek sangat tergantung dari sumber dana yang digunakan. Untuk dana yang berasal dari dua sumber (dana sendiri dan dana pinjaman) maka menggunakan biayamodal ratarata tertimbang (WACC). Berikut rumus WACC yang dapat digunakan untuk menentukan MARR. WACC = rd . id + (1 rd) ie Dimana: WACC rd id ie = weighted average cost of capital = komposisidebt (hutang) = bungahutang = tingkat pengembalian yang dibutuhkan pada modal sendiri (ekuitas)

Kami memutuskan melakukan pinjaman pada Bank Negara Indonesia (BNI) karena memiliki Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang terjangkau bagi kami yaitu sebesar 13% pertahun berdasarkan data posisi akhir oktober 2013. Selain itu, suku bunga deposito rupiah bank BNI untuk tanggal 2 desember cukup tinggi yaitu sebesar 5,75% pertahun.
Oleh karena 31,39% dari modal investasi perusahaan kami diperoleh dari pinjaman

bank BNI yang dikenakan bunga sebesar 13% pertahun dan selebihnya adalah berasal dari modal sendiri yang diharapkan menghasilkan tingkat pengembalian sebesar 5,75%, maka besar nilai cost of capital (WACC) CV. Mandiri 2 kami adalah: WACC = rd . id + (1 rd) ie = 30,18% . 13% + (1 30,18%) 5,75% = 3,92% + 4,01% = 7,93% 8,0% Jadi, besar MARR yang berlaku untuk perusahaan kami adalah sebesar 8%.

3.4 Depresiasi Depresiasi atau penyusutan merupakan nilai ekonomis pada suatu tangible (intangible) assets karena penggunaan, umur pemakaian, ataupun keusangan. Depresiasi digunakan sebagai biaya(beban) yang akan mengurangi besarnya laba operasi yang didapatkan perusahaan. Aset kami yang mengalami depresiasi dapat dilihat pada tabel 3.4.

3.5 Penentuan Harga Jual Besaran harga jual yang kompetitif dipengaruhi oleh perhitungan HPP dan mark-up pricing yang tepat sesuai respon konsumen terhadap produk yang dihasilkan dibandingkan dengan pesaing. Kami menetapkan persen mark-up untuk produk kami adalah sebesar 24%, maka besar harga jual dari produk kami adalah : Harga Jual = HPP + (% mark-up x HPP) = Rp. 28.180 + (24% x Rp. 28.180) = Rp. 28.180 + Rp. 6.764 = Rp. 34.944 Rp. 35.000 / unit Seiring berjalannya waktu, jumlah penjualan setiap tahun akan bertambah dengan asumsi yang sudah kami paparkan sebelumnya. Dengan kata lain, perusahaan kami bisa dikatakan bisnis yang maju. Oleh karena itu, pada tahun ke-6 kami akan menaikkan gaji karyawan dan juga harga jual yang naik 8% dari yang semula Rp35.000 menjadi Rp37.800.

Tabel 3.4 Depresiasi Umur Aset Harga beli (P) Nilai Sisa (S) Ekonomis (N) Pembangunan gedung Pesawat telepon Mesin bubut (bekas) Gergaji mesin Bor pres Mesin las Grenda duduk Grenda tangan AC Kursi kecil Kursi kantor Meja kantor Lemari kerja Komputer full set + printer Kursi tamu Meja tamu Sajadah Jam dinding Dispenser (Pure It) Rak gudang Tool box Keranjang bahan baku alat bersih-bersih Total Rp. 150.000.000 Rp. 200.000 Rp. 75.000.000 Rp. 50.000 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 5 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 5 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 10 tahun 3 tahun 4 tahun Rp. Rp. Rp. Rp. DepresiasiPerta hun ( )

Rp. 7.500.000 Rp. 15.000

Rp. 78.000.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 5.000.000 5.000.000 1.000.000 850.000 350.000 4.000.000 210.000 480.000 500.000 1.750.000 6.000.000 400.000 500.000 100.000 45.000 600.000 2.000.000 1.000.000 150.000 500.000

Rp. 10.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. Rp. Rp. 450.000 350.000 150.000

Rp. 6.800.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 400.000 400.000 55.000 50.000 20.000 500.000 16.000 28.000 30.000 145.000 900.000 25.000 35.000 50.000 170.000 75.000 45.000 Rp. 16.029.000

Rp. 1.500.000 Rp. Rp. Rp. Rp. 50.000 200.000 200.000 300.000

Rp. 1.500.000 Rp. Rp. 150.000 150.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.92.725.000 100.000 300.000 250.000 15.000

Rp.258.635.000

3.6 Pendapatan Pendapatan ini merupakan penambahan yang akan dimasukkan dalam arus kas bersih selama umur proyek, dimana pendapatan diperoleh dari nilai sisa asset yang mengalami depresiasi sesuai umur ekonomis. Tabel 3.5 Pendapatan Dari Depresiasi Aset Tahun ke3 5 6 9 Nama Barang Keranjang Bahan Baku AC Computer full set+printer Keranjang bahan baku Keranjang bahan baku Pembangunan gedung Pesawat telepon Mesin bubut (bekas) Gergaji mesin Bor pres Mesin las Grenda duduk Grenda tangan AC 10 Kursi kecil Kursi kantor Meja kantor Lemari kerja Komputer full set + printer Kursi tamu Meja tamu Dispenser (Pure It) Rak gudang Tool box Pemasukan Rp. 15.000 Rp. Total 15.000

Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000 Rp. Rp. Rp. 3.000.000 15.000 15.000

15.000 Rp. 15.000 Rp.

Rp. 75.000.000 Rp. 50.000

Rp. 10.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. Rp. Rp. 450.000 350.000 150.000

Rp. 1.500.000 Rp. Rp. Rp. Rp. 50.000 Rp. 92.700.000 200.000 200.000 300.000

Rp. 1.500.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 150.000 150.000 100.000 300.000 250.000

3.7 Pengeluaran Tahunan Tabel 3.6 Pengeluaran Tahun Kedua Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
232 unit 232 unit 10850 unit

Biaya (Rp.)
78.880.000 23.200.000 5.425.000

Total (Rp.)

107.505.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

4 orang 28 kali 10 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 59.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 138.600.000

8.400.000

65.900.000 2.400.000 24.000.000 138.600.000 346.805.000

Tabel 3.7 Pengeluaran Tahun Ketiga Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
255 unit 255 unit 12000 unit

Biaya (Rp.)
86.700.000 25.500.000 6.000.000

Total (Rp.)

118.200.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

5 orang 28 kali 10 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 61.050.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 138.600.000

8.400.000

67.550.000 2.400.000 24.000.000 138.600.000 359.150.000

Tabel 3.8 Pengeluaran Tahun Keempat Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
277 unit 277 unit 13000 unit

Biaya (Rp.)
94.180.000 27.700.000 6.500.000

Total (Rp.)

128.380.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

5 orang 28 kali 10 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 61.050.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 138.600.000

8.400.000

67.550.000 2.400.000 24.000.000 138.600.000 369.330.000

Tabel 3.9 Pengeluaran Tahun Kelima Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
298 unit 298 unit 14000 unit

Biaya (Rp.)
101.320.000 29.800.000 7.000.000

Total (Rp.)

138.120.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 10 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 62.700.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 138.600.000

8.400.000

69.200.000 2.400.000 24.000.000 138.600.000 380.720.000

Tabel 3.10 Pengeluaran Tahun Keenam Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
320 unit 320 unit 15100 unit

Biaya (Rp.)
108.800.000 32.000.000 7.550.000

Total (Rp.)

148.350.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 11 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 113.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 173.400.000

8.400.000

119.900.000 2.400.000 24.000.000 173.400.000 476.450.000

Tabel 3.11 Pengeluaran Tahun Ketujuh Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
341 unit 341 unit 16000 unit

Biaya (Rp.)
115.940.000 34.100.000 8.000.000

Total (Rp.)

158.040.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 11 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 113.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 173.400.000

8.400.000

119.900.000 2.400.000 24.000.000 173.400.000 486.140.000

Tabel 3.12 Pengeluaran Tahun Kedelapan Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
362 unit 362 unit 17000 unit

Biaya (Rp.)
123.080.000 36.200.000 8.500.000

Total (Rp.)

167.780.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 11 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 113.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 173.400.000

8.400.000

119.900.000 2.400.000 24.000.000 173.400.000 495.880.000

Tabel 3.13 Pengeluaran Tahun Kesembilan Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
383 unit 383 unit 18000 unit

Biaya (Rp.)
130.220.000 38.300.000 9.000.000

Total (Rp.)

177.520.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 11 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 113.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 173.400.000

8.400.000

119.900.000 2.400.000 24.000.000 173.400.000 505.620.000

Tabel 3.14 Pengeluaran Tahun Kesepuluh Komponen Pengeluaran Biaya Bahan Baku Biaya fabrikasi Biaya organisasi & administrasi Biaya penjualan Sewa dan akomodasi Biaya upah langsung Sub komponen
Besi AS 16mm Besi AS 30mm Ring

Kuantitas
405 unit 405 unit 19000 unit

Biaya (Rp.)
137.700.000 40.500.000 9.500.000

Total (Rp.)

187.700.000

Listrik &air Telepon Maintenance Alat tulis kantor Gaji pegawai tak langsung Promosi Sewa mobil Pick Up Akomodasi Gaji pegawai langsung TOTAL

6 orang 28 kali 11 orang

7.200.000 1.200.000 6.000.000 500.000 113.400.000 2.400.000 9.600.000 14.400.000 173.400.000

8.400.000

119.900.000 2.400.000 24.000.000 173.400.000 515.800.000

3.8 Proyeksi Rugi Laba 3.8.1 Laporan Rugi Laba Tabel 3.15 Laporan Rugi Laba Tahun Pertama Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp) 350.175.000 99.840.000 138.600.000 8.400.000 246.840.000 2.400.000 65.900.000 16.029.000 331.169.000 19.006.000 2.470.780 1.900.600 14.634.620 16.029.000 30.663.620

Tabel 3.16 Laporan Rugi Laba Tahun Kedua Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.17 Laporan Rugi Laba Tahun Ketiga Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.18 Laporan Rugi Laba Tahun Keempat Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.19 Laporan Rugi Laba Tahun Kelima Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.20 Laporan Rugi Laba Tahun Keenam Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.21 Laporan Rugi Laba Tahun Ketujuh Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.22 Laporan Rugi Laba Tahun Kedelapan Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.23 Laporan Rugi Laba Tahun Kesembilan Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)

Tabel 3.24 Laporan Rugi Laba Tahun Kesepuluh Uraian Pendapatan Kas Penjualan Kotor Pengeluaran Kas Biaya bahan baku Biaya Upah Langsung Biaya Umum Fabrikasi Jumlah Biaya Produksi Biaya Penjualan Biaya Organisasi dan Administrasi Penyusutan Jumlah Beban Biaya Laba Kotor Beban Bunga Pinjaman (13%) Beban Pajak (10%) Laba Bersih Penyusutan Arus Kas Bersih 3.8.2 Neraca Biaya (Rp) Jumlah (Rp) Total (Rp)