Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA

MODUL H-02
TEKANAN HI DROSTATI S





KELOMPOK 24
Adnan Hariadi 1206263969
Baiti Rahma Maudina 1206262986
Ilham Rahman Arifin N 1206263010
Lily Septarina 1206220125
Muhammad Irfan Aprianda 1206224464

Asisten Praktikum : Hariz R. Kaeni
Tanggal Praktikum : 9 November 2013
Tanggal Disetujui : 20 November 2013
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI, DAN SUNGAI
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
TEKANAN HIDROSTATIS

1. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mencari besarnya gaya hidrostatis atau
gaya tekan air dari segala arah pada suatu titik yang bekerja pada bidang vertikal yang
berada di bawah permukaan air dan mencari hubungan antara kedalaman benda yang
tercelup dan massa beban penyeimbang pada alat peraga.
2. DASAR TEORI
Sekecil apapun volume fluida, jika suatu objek dimasukkan dalam kedalaman
tertentu dalam sebuah bejana berisi fluida, fluida akan memberikan tekanan dari segala
arah terhadap setiap titik dari permukaan objek yang bersinggungan dengan fluida saat
objek berada dibawah permukaan fluida. Tekanan ini dinamakan tekanan hidrostatik.
Tekanan Hidrostatik sendiri dipengaruhi oleh kedalaman dan massa jenis dari fluida.




Gambar 2
Setiap benda yang berada di dalam air akan mendapat tekanan tegak lurus
permukaannya sebesar .g.h ( adalah massa jenis air) dengan letak titik kerja nya dari
muka air adalah:


dengan
= massa jenis air
g = percepatan gravitasi
y
cg
= jarak titik berat bidang dari muka air
Z
cf
= sin
A = luas permukaan bidang rata
I
cg
= momen inersia bidang rata terhadap sumbu horizontal yang memotong titik
berat bidang
= sudut kemiringan bidang terhadap permukaan air
Z
cf
= jarak titik kerja gaya dari muka air

Untuk keadaan tenggelam sebagian, berlaku persamaan:

Gambar 3. Keadaan tenggelam sebagian





Untuk keadaan tenggelam seluruhnya berlaku persamaan:

Gambar 4. Keadaan tenggelam seluruhnya



m.g
b
y d
a
r
r
L
m.g
b
y d
a
r
r
L
m.L = 0,5..b.y
2
(a + d

3
)

2
= -

6
+
(+)
2

y
cg
= y -

2
m.L = .b.d.y
cg
(a +

2

2
12.
)
m =
..

+ +

2
.y
..2[+3]
6.

3. ALAT DAN BAHAN
1. Meja hidrolika
2. Alat peraga tekanan hidrostatis
3. Beban
4. Mistar
5. Jangka sorong

Gambar 5. Gambar Alat Peraga Tekanan Hidrostatis

Keterangan gambar:
1. Bejana/tangki 7. Lengan timbangan
2. Penyipat data/nivo 8. Poros tajam
3. Lengan piringan beban 9. Beban pengatur keseimbangan
4. Lengan timbangan 10. Skala muka air
5. Benda kuadran 11. Bidang permukaan segi empat
6. Sekrup pemegang lengan timbangan 12. Katup penguras
13. Kaki penyangga berulir
4. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mengukur panjang a, L, d, dan b pada alat peraga.
2. Mengatur kaki penyangga agar bejana benar-benar datar.
3. Meletakkan piringan beban pada ujung lengan timbangan.
4. Mengatur beban pengatur keseimbangan sampai lengan timbangan kembali datar
(seimbang).
5. Meletakkan beban pada piringan beban.
6. Menutup katup penguras dan mengisi bejana dengan air sedikit demi sedikit
sampai lengan timbangan kembali mendatar.
7. Mencatat ketinggian muka air (y) pada kolom data yang sesuai.
8. Melakukan langkah 5 s.d. 7 sampai ketinggian muka air maksimum.
9. Mengurangi beban, sesuai dengan penambahannya.
10. Menurunkan muka air dengan membuka katup penguras sampai lengan timbangan
kembali mendatar.
11. Mencatat ketinggian muka air (y) pada kolom data yang sesuai.
12. Melakukan langkah 9 s.d. 11 sampai ketinggian minimum.
5. DATA PENGAMATAN
a = 10 cm b = 7.5 cm d = 10 cm L = 27,5 cm
















FILLING TANK DRAINING TANK
Mass
(gram)
Height of water
(mm)
Mass
(gram)
Height of water
(mm)
50 46 50 46
70 55 70 56
90 63 90 62
110 69 110 69
130 76 130 76
150 82 150 83
170 87 170 88
190 93 190 94
210 98 210 99
230 104 230 104
250 109 250 109
270 114 270 114
290 120 290 120
310 124 310 124
330 129 330 129
350 134 350 134
370 140 370 140
6. PENGOLAHAN DATA

6.1 PADA PERCOBAAN TENGGELAM SEBAGIAN
Pembuktian rumus hidrostatis
Contoh perhitungan


Fhidrostatis :


Fhidrostatis :


Fhidrostatis : 1,037898 N
Tabel Tekanan Hidrostatis









Hubungan ()terhadap

() pada percobaan tenggelam sebagian


Massa Tinggi air (m) F. Hidrostatis
50
0,046 1,037898
70
0,0555 1,510863
90
0,0625 1,916016
110
0,069 2,335271
130
0,076 2,833128
150
0,0825 3,338466
170
0,0875 3,755391
190
0,0935 4,288074
210
0,0985 4,758954
) (
3
. . . 5 , 0 .
3
5 , 0 . . . .
3
. . . . .
. .
0
2
terbukti
y
d a y b L m
y
d a y b y L m
y
d a y A g L g m
Z F L W
M
cg
cf s hidrostati
o
|
.
|

\
|
+ =
|
.
|

\
|
+ =
|
.
|

\
|
+ =
=
= E



+

[( )( )]

2
()
2

(
2
)( ) ( )( )

2
()
2



() ()()
()
.

() ()()
()
.
. +.

.
.
.
FILLING TANK DRAINING TANK Average
h (x) m/h
2
(y) x
2
y
2
xy Mass
(g)
Height of
water (cm)
Mass
(g)
Height of
water (cm)
M H
50 4.6 50 4.6 50 4.6 4.6
2,362949 21,16 5,583528 10,86957
70 5.5 70 5.6 70 5.55 5.55
2,272543 30,8025 5,164451 12,61261
90 6.3 90 6.2 90 6.25 6.25
2,304 39,0625 5,308416 14,4
110 6.9 110 6.9 110 6.9 6.9
2,310439 47,61 5,338128 15,94203
130 7.6 130 7.6 130 7.6 7.6
2,250693 57,76 5,065617 17,10526
150 8.2 150 8.3 150 8.25 8.25
2,203857 68,0625 4,856985 18,18182
170 8.7 170 8.8 170 8.75 8.75
2,220408 76,5625 4,930212 19,42857
190 9.3 190 9.4 190 9.35 9.35
2,173354 87,4225 4,723466 20,32086
210 9.8 210 9.9 210 9.85 9.85
2,164446 97,0225 4,684828 21,3198
67.1
20,26269 525,465 45,65563 150,1805

( +)

. ( +)
.
.

.


Kesalahan Relatif
|

| |
. .
.
| .
|

| |
. (.)
.
|

6.2 PADA PERCOBAAN TENGGELAM SELURUHNYA
Pembuktian rumus hidrostatis
) (
. 12 2
. . . .
. .
. .
12
1
2
. . . .
.
. . . . .
. .
0
2
3
terbukti
y
d d
a y d b L m
y d b
d b
d
a y d b L m
y A
I
y y A g L g m
Z F L W
M
cg
cg
cg
cg
cg
cg
cg cg
cf s hidrostati
o
|
|
.
|

\
|
+ + =
|
|
|
|
.
|

\
|
+ + =
|
|
.
|

\
|
+ =
=
= E


Contoh perhitungan
y = -0.0353x + 2.5145
R = 0.871
2.15
2.2
2.25
2.3
2.35
2.4
0 2 4 6 8 10 12
m
/
h
2

Tinggi air (cm)
Grafik hubungan h dan m/h
2


Fhidrostatis :
Fhidrostatis : (
2
1 , 0
)
Fhidrostatis : 5,2974N
Tabel Tekanan Hidrostatis









Hubungan ()terhadap () pada percobaan tenggelam seluruhnya

FILLING TANK DRAINING TANK Average
x
2
y
2
xy Mass Height of
water (cm)
Mass
(g)
Height of
water (cm)
m (y) h (x)
(g)
230 10,4 230 10,4 230 10,4
108,16 52900 2392
250 10,9 250 10,9 250 10,9
118,81 62500 2725
270 11,4 270 11,4 270 11,4
129,96 72900 3078
290 12,0 290 12,0 290 12,0
144 84100 3480
310 12,4 310 12,4 310 12,4
153,76 96100 3844
330 12,9 330 12,9 330 12,9
166,41 108900 4257
350 13,4 350 13,4 350 13,4
179,56 122500 4690
Massa Tinggi air (m) F. Hidrostatis
230
0,104
5,2974
250
0,109
5,7879
270
0,114
6,2784
290
0,12
6,867
310
0,124
7,2594
330
0,129
7,7499
350
0,134
8,2404
370
0,14
8,829
370 14,0 370 14,0 370 14,0
196 136900 5180
2610
97,4 1196,66 736800 29646
.

+


[( )( )]

2
()
2

(
2
)( ) ( )( )

2
()
2



() ()()
()


() ()()
()





.

. +

.
.
y = 39.39x - 179.57
R = 0.9988
0
50
100
150
200
250
300
350
400
0 5 10 15
B
e
b
a
n

(
g
)

Tinggi air (cm)
Perbandingan h dan m



2
[ + ]


.
2
[ +()]
.
.
Kesalahan Relatif
|

| |
. ()
.
|
|

| |
.
.
|

7. ANALISIS
7.1 ANALISIS PERCOBAAN
Percobaan Tekanan Hidrostatis ini bertujuan untuk menentukan gaya hidrostatis
dari air dan menyelidiki bagaimana hubungan antara tinggi air dan beban penyeimbang
yang dipakai untuk menyeimbangkan lengan neraca. Pertama-tama yang dilakukan
praktikan dalam praktikum ini adalah menyiapkan alat alat praktikum seperti
menyeimbangkan bejana yang dipakai, menyiapkan beban beban penyeimbang mana
yang dipakai, dll. Hal ini bertujuan agar pembacaan dapat lebih akurat. Benda yang
tercelup atau yang terkena pengaruh gaya hidrostatis dan beban gantung berada pada satu
lengan yaitu di sebelah kiri titik tumpu sementara di lengan seberangnya di atur beban
penyeimbang. Lalu praktikan mengambil data tentang ukuran ukuran alat yang
digunakan, yang ukuran tersebut nantinya akan dipakai untuk mencari gaya hidrostatis
teoritis.
Percobaan ini sederhana, yang dilakukan dalam praktikum ini adalah filling tank
dan draining tank atau mengisi dan mengurangi bejana dengan air agar lengan neraca
menjadi posisi seimbang per satuan beban yang dikaitkan atau dikurangi secara bertahap.
Dalam praktikum ini, ketinggian air pada saat neraca seimbang dicatat setiap penambahan
atau pengurangan beban 20 gram. Jadi ketika neraca menjadi tak seimbang akibat
ditambah beban tertentu maka ditambahkan air sedemikian rupa sehingga neraca kembali
seimbang. Begitu pula sebaliknya, ketika neraca menjadi tak seimbang karena dikurangi
beban per 20 gram maka dikurangi air sedemikian rupa sehingga kembali seimbang.
Karena arah momen dari beban gantung sendiri berlawanan dengan arah momen dari
gaya hidrostatis. Percobaan ini dilakukan bergantian, pertama mengurangi beban bertahap
lalu saat beban nya sebesar 50 gram ditambahkan lagi beban hingga beban semula yaitu
370 gram. Ketinggian air pun dicatat pada setiap posisi seimbang. Pada praktikum ini,
dilakukan filling dan draining karena untuk mengambil data yang akurat mengenai tinggi
air nya, karena dalam sekali pengambilan data mungkin saja bisa salah, sehingga jika dua
kali dilakukan pengambilan data, maka bisa dikurangi kemungkinan salah nya karena kita
bisa membandingkan nilai relatif dari setiap pengambilan data.

7.2 ANALISIS HASIL
Dalam praktikum tekanan hidrostatis ini, praktikan mengambil data tentang
tinggi muka air terhadap dasar bejana saat neraca dalam keadaan seimbang. ketika beban
pada neraca ditambahkan atau dikurangi, maka neraca akan menjadi tak seimbang. Maka,
praktikan mencatat berapa besar beban yang tergantung dan tinggi muka air pada saat
beban itu tergantung. Setelah praktikum dan data telah didapatkan, maka dapat dilihat
bahwa kecenderungan dari tinggi air adalah naik jika beban yang menggantung ditambah.
Sesuai syarat keseimbangan sistem struktur yang statis, suatu sistem akan diam atau
seimbang apabila jumlah gaya-gaya yang memiliki garis kerja vertikal dan horizontal = 0
dan juga jumlah dari gaya yang menyebabkan momen terhadap suatu titik = 0 di semua
titik di sistem tersebut. Maka saat keadaan telah seimbang dan beban di gantungan beban
dikurangi maka beban yang ada di sisi sebelah lain dari tumpuan akan menjadi lebih besar
nilainya sehingga momen berlawanan akan menjadi lebih besar pula dan butuh dorongan
atau tarikan lebih untuk menyeimbangkan sistem pengungkit itu kembali, atau bisa juga
dengan mengurangi gaya yang menyebabkan momen berlawanan dari momen akibat
gantungan agar sistemnya kembali seimbang. Dan dari hasil yang didapatkan pada
praktikum ini, terbukti bahwa air memiliki gaya tekan terhadap beban yang dipengaruhi
dengan kedalaman benda tercelup terhadap permukaan air yang ditunjukkan dari
seimbangnya kembali neraca saat beban dikurangi dan airnya ikut dikurangi, begitu pula
sebaliknya.
Namun, ketika pengolahan hasil, perhitungan dipisah antara tenggelam sebagian
dan tenggelam seluruhnya, karena secara formulasi, rumus yang digunakan dalam
mencari gaya tekan air untuk tenggelam seluruhnya berbeda dengan pada saat beban
tenggelam sebagian. Hal ini dikarenakan saat bidang datar telah tercelup sepenuhnya
maka bagian atasnya akan menerima pula tekanan dari air sebesar berat air diatasnya
sebab seperti yang telah dijelaskan pada bagian dasar teori, bidang datar menerima gaya
tegak lurus dari bidang tersebut dan air memiliki tekanan ke segala arah sehingga ketika
bidang beban yang datar telah tercelup sepenuhnya maka benda tersebut memikul pula
beban tekanan dari atas.
Pengolahan data dilakukan menggunakan metode regresi linear, +
dengan y adalah tekanan hidrostatis, b adalah massa benda, x adalah ketinggian air, dan a
adalah nilai deviasi. Dari metode regresi linear tersebut didapatkan nilai b dan a yang
merupakan hasil data pengamatan praktikum. Hasil perhitungan ini kemudian
dibandingkan dengan nilai b dan a yang praktikan dapat dari perhitungan dengan rumus,
dengan rumus :




Itulah mengapa diperlukan penghitungan dari ukuran ukuran alat praktikum yang
digunakan, seperti panjang L untuk memperhitungkan keseimbangan momen nya,
kedalaman untuk menghitungntek. Hidrostatis nya, dll.

7.3 ANALISIS GRAFIK
Dari hasil pengolahan data menggunakan metode regresi linear praktikan
mendapatkan dua grafik (grafik 1 dan 2). Pada keadaan tenggelam sebagian, persebaran
titik-titik kurang merata dalam membentuk suatu garis linear, bisa dilihat dari simpangan
titik terhadap trendline nya masih banyak. Hal ini menunjukkan besarnya kesalahan
relatif. Sedangkan pada keadaan tenggelam seluruhnya, titik titik cenderung membentuk
garis linear secara lebih sempurna yang terlihat pula dari simpangan titik terhadap
trendline nya. Hal ini selaras dengan tingkat kesalahan relatif yang didapat pada
perhitungan pada bagian tenggelam seluruhnya dan tenggelam sebagian. Dan terakhir,
dalam hubungan massa dengan ketinggian air yang merupakan tujuan dari praktikum ini,

. ( +)


Percobaan tenggelam sebagian:


. .
2
. ( +)


Percobaan tenggelam seluruhnya:

..(+



menunjukkan hubungan berbanding lurus, saat beban penyeimbang dikurangi maka air
harus dikurangi pula untuk menyeimbangkan sistem tersebut, karena dengan
berkurangnya air maka gaya hidrostatis yang arah momennya melawan arah momen dari
beban gantung akan berkurang pula sehingga sistem akan seimbang kembali dengan
syarat pengurangan momen akibat pengurangan beban pada beban gantung setara dengan
pengurangan momen akibat dikuranginya air.

7.4 ANALISIS KESALAHAN
Dalam praktikum ini, terlihat ada beberapa kesalahan dalam hasil yang didapat,
hal ini terlihat dari presentase perbedaan nilai praktikum dan teori, kesalahan itu sendiri
disebabkan oleh beberapa kemungkinan, diantaranya adalah :
- Kesalahan pada saat pengaturan kaki bejana yang akan berdampak pada pembacaan
tinggi air
- Kesalahan dalam pembacaan tinggi air yang susah untuk diprediksi tingi yang tepat.
- Terdapat dua praktikan yang meninjau tinggi air saat praktikum sehingga akan
menimbulkan 2 persepsi terhadap tinggi air.

8. KESIMPULAN
- Air memiliki tekanan terhadap benda yang tercelup ke dalam nya yang dipengaruhi
tinggi permukaan air terhadap titik tertentu, semakin dalam suatu titik dari permukaan
air maka titik tersebut menerima tekanan yang semakin besar.
- Semakin besar beban yang diberi kepada air maka kita butuh mencelupkan volume
benda lebih besar agar posisi terapung kembali seimbang seperti keadaan semula, hal
ini sejalan dengan hasil yang didapat pada percobaan, dan juga rumus F hidrostatis,
yaitu

pada keadaan tenggelam sebagian, dan


pada keadaan tenggelam seluruhnya
- Besarnya tekanan hidrostatis sebanding dengan volume benda tercelup
- Dari praktikum yang dilakukan, didapatkan hasil yang tidak sepenuhnya berbanding
lurus dengan rumus teoritis, ada tingkat penyimpangan terhadap teori yang berupa
kesalahan relatif. Dan dari praktikum ini kesalahan relatifnya sebagai berikut
Pada keadaan tenggelam sebagian :
|

| |
. .
.
|
.
|

| |
. (.)
.
|

Pada keadaan tenggelam seluruhnya :
|

| |
. ()
.
|

|

| |
.
.
|

Dan dari praktikum didapatkan pula, bahwa hubungan beban dan ketinggian air
mengikuti persamaan sebagai berikut :
Pada keadaan tenggelam sebagian
. +.
Pada keadaan tenggelam seluruhnya


9. REFERENSI
Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Indonesia. Modul Praktikum RLab MR03 Tekanan Hidrostatis. sitrampil.ui.ac.id
(Maret 2012)
Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia. 2009. Pedoman
Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika. Depok: Laboratorium Hidrolika, Hidrologi,
dan Sungai DTS FT UI.

10. LAMPIRAN

Gambar 1. Bejana atau alat peraga














LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI, DAN SUNGAI
LEMBAR ASISTENSI PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA & HIDROLIKA

KELOMPOK : 26
MODUL PRAKTIKUM : H02 Tekanan Hidrostatis
ASISTEN PRAKTIKUM : Hariz R. Kaeni
NO TANGGAL MASALAH PARAF
1
18-19
November
2013
(via email)
Memperrbaiki analisis
- Menambahkan analisis grafik
- Menambahkan tabel tekanan hidrostatis
pada pengolahan data
- Menambahkan lampiran foto
- Memperbaiki Kesimpulan, berdasarkan
analisis grafik dan hasil

2
20
November
2013

- Menambahkan kesimpulan
- Menambahkan rumus tekanan hidrostatis
, kesalahan relatif, dll pada kesimpulan





Asisten modul


(Hariz R. Kaeni)