Anda di halaman 1dari 7

A.

ELEKTROLISIS Reaksi elektrokimia dapat dibagi menjadi dua kelas yang menghasilkan arus listrik (proses yang terjadi dalam baterai) dan yang dihasilkan oleh arus listrik yaitu elektrolisis. Tipe pertama terjadi serta merta, dan energi bebas sistem kimianya berkurang. Sistem itu dapat melakukan kerja, misalnya menjalankan motor. Tipe kedua harus dipaksa agar terjadi (oleh kerja yang dilakukan terhadap sistem kimia), dan energi bebas sistem kimia bertambah (Keenan:1980).sel galvani adalah penataan bahan kimia dan penghantar listrik yang memberikan aliran elektron lewat rangkaian luar lewat suatu zat kimia yang teroksidasi ke zat kimia yang direduksi (Keenan:1980).

B. ELEKTRODA Sebuah elektroda adalah sebuah konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengan sebuah bagian non-logam dari sebuah sirkuit (misal semikonduktor,

sebuah elektrolit atau sebuah vakum). Kata ini diutamakan oleh ilmuwan Michael Faraday dari bahasa Yunani elektron (berarti amber, dan hodos sebuah cara). Sebuah elektroda dalam sebuah sel elektrokimia dapat disebut sebagai anoda atau katoda, katakata yang juga diciptakan oleh Faraday. Anoda ini didefinisikan sebagai elektroda di mana elektron datang dari sel dan oksidasi terjadi, dan katoda didefinisikan sebagai elektroda di mana elektron memasuki sel dan reduksi terjadi. Setiap elektroda dapat menjadi sebuah anoda atau katoda tergantung dari voltase yang diberikan ke sel. Sebuah elektroda bipolar adalah sebuah elektroda yang berfungsi sebagai anoda dari sebuah sel dan katoda bagi sel lainnya. Jenis-jenis sel volta: 1. Sel Kering atau Sel Leclance = Katoda : Karbon = Anoda :Zn = Elektrolit : Campuran berupa pasta : MnO2 + NH4Cl + sedikit Air 2. Sel Aki

= Katoda: PbO2 = Anoda : Pb = Elektrolit: Larutan H2SO4 = Sel sekunder 3. Sel Bahan Bakar = Elektroda : Ni = Elektrolit : Larutan KOH = Bahan Bakar : H2 dan O2 4. Baterai Ni Cd = Katoda : NiO2 dengan sedikit air = Anoda : Cd Jenis-jenis sel elektrokimia: 1. Sel Volta/Galvani energi listrik1. terjadi penubahan : energi kimia 2. anode = elektroda negatif (-) 3. katoda = elektroda positif (+) 2. Sel Elektrolisis energi kimia1. terjadi perubahan : energi listrik 2. anode = elektroda positif (+) 3. katoda = elektroda neeatif (-)

C. ELEKROLIT Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai kedalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktorelektrik, bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa umumnya ion-ion air, asam, merupakan atom-atom basa atau berupa

senyawakimia lainnya.

Elektrolit

berbentuk asam, basa atau garam.

Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah.

Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasilarutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dalam air. Gas dapat dilarutkan pula dalam cairan, dilarutkan seperti garam atau gula dilarutkan cairan, misalnya karbon

dalam

dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi(campuran logam) dan mineral tertentu.

D. ASAM Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam; walaupun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan. Istilah asam merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Sure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brnsted-Lowry, dan Lewis. Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.

Brnsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut terpisah sebagai pasangan definisi asam-basa ini, yang

konjugat. Brnsted dan Lowry secara

mengemukakan

mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius). Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan olehGilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan. Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya, definisi Brnsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan. Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi. Sistem asam/basa berbeda dengan reaksi redoks; tak ada perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi asam-basa. Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut: 1. Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air. 2. Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat. 3. Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam. 4. Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

E. EELEKTROKIMIA DALAM BUAH - BUAHAN Untuk membuktikan apakah suatu buah mengandung arus listrik atau tidak, yang kita perlukan hanyalah buah yang akan kita coba, voltmeter, kabel penjepit, kabel buaya, seng dan tembaga yang bertindak sebagai kutub positif dan negatif. Kemudian seng dan tembaga ditancapkan ke buah tersebut, kemudian kita ukur tegangan arus listrik tersebut menggunakan Voltmeter. Seperti gambar di bawah ini.

Arus listrik itu terdapat di dalam buah-buah tersebut khususnya yang rasanya asam. Buah yang rasanya asam mengandung zat yang namanya asam nitrat atau nitrit (HNO3). jika di beri 2 buah elektroda, maka HNO3 akan mengion menjadi H+ (ion hidrogen) dan NO3- (ion nitrit) yang membuat pergerakan ion sehingga dihasilkan listrik, walaupun sangat kecil. Hal inilah yang menyebakan timbulnya arus listrik tersebut. Untuk mendapat arus listrik yang besar diperlukan buah lebih banyak. Caranya, buah disusun secara seri. Pelat seng dari apel pertama dihubungkan dengan pelat tembaga dari buah yang kedua. Pelat seng buah kedua dihubungkan dengan pelat seng buah ketiga, dan begitu seterusnya. Listrik yang terkandung dalam buah tersebut akan dapat melalui reaksi ionisasi asam nitrat, hal ini akan terjadi dengan bantuan elektroda yang berupa tembaga dan seng. Lidah kita tidak menyebabkan terjadinya ionisasi pada asam nitart, sehingga kita tidak akan tersetrum saat memakannya. Selain itu buah-buahan dapat dijadikan sebagai larutan elektrolit, dan dapat menghantarkan listrik. Baik dan tidaknya buah-buahan sebagai larutan elektrolit sangat tergantung dari tingkat keasamannya. Jika tingkat keasamannya makin tinggi maka lebih mudah menghantarkan listrik (sifat elektrolitnya makin baik) dan sebaliknya. Contoh buah buahan yang dapat digunakan untuk mengahantarkan listrik adalah apel, belimbing wuluh, jeruk, lemon, pisang, dll. Anggur Anggur mengandung asam tartarat dimana dapat menyebabkan arus listrik. Tomat Tomat dapat digunakan sebagai sumber arus listrik searah. Hasil penelitian membuktikan bahwa tegangan rata rata yang dapat dihasilkan sebesar 1,24 volt. Kontruksi buah tomat sama dengan batrei biasa. Tomat memiliki mineral yang dapat

digunakan sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium dan kalium (K+) Jeruk nipis Kandungan yang terdapat pada jeruk nipis yaitu : Kalori Protein Asam sitrat Asam Amino Minyak Atsiri Kalium Besi Kalsium Dll. Air jeruk nipis termasuk ke dalam larutan asam karena terasa mengandung asam sitrat, bersifat korosif, dan larutan dalam air dapat menghantarkan arus listrik. Temulawak Temulawak terdiri dari fraksi pati, kurkuminoid dan minyak asiri (3-12 %). Fraksi Pati merupakan kandungan terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar minyaknya semakin tinggi. Minuman berkarbonasi (soda) Minuman berkarbonasi mengandung asam nitrat dan asam karbonat dimana dapat membuat pergerakan ion sehingga dihasilkan listrik, walaupun sangat kecil.

Daftar pustaka
Anonim,A.2012.Elektroda.http://www.ut.ac.id/html/suplemen/peki4310/elektroda.html.diakses pada 10 februari pukul: 18.01 Anonim. 2012. elektrokimia pada buah-buahan. https://kaisnet.wordpress.com/2010/08/17/elektro-kimia-2/#more-29. Diakses pada 10 februari 18.30

Anonym. 2013. Buah jeruk nipis. http://id.scribd.com/doc/14061695/jeruk-nipis. diakses pada 10 februari 2014 pukul: 18.50 Keenan,charles W.1980.Ilmu kimia untuk universitas edisi keenam Jilid 2.Jakarta :Erlangga. Widodo , Kurniawan dan Hamdil Mukhlishin . 2013. buah penghasil arus listrik. http://kesetimbangankimiaa.files.wordpress.com/2013/03/buah-penghasil-arus-listrik.docx. diakses pada 10 februari 2014 pukul: 19.46. Oxtoby,David W. Dkk,1999.Prisip-prinsip kimia modern edisi keempat jilid 1.Jakarta Erlangga.