Anda di halaman 1dari 59

PENGUKURAN ALIRAN DAN PENGUKURAN SIFAT TERMAL & SIFAT TRANSPOR

Kelompok 5: Nama :Dara Cita Mammoria Maria ulfa Rifqi Munip Sarah Swasti Putri Siti Nurjanah Kelas : 1KD Dosen Pembimbing:H. Yohandri Bow, S.T., M.S.

Pengukuran aliran adalah pengukur variabel proses yang banyak digunakan dalam proses industri kimia. Pengukuran aliran melibatkan hampir semua segi proses industri. Kondisi pengukuran yang muncul dan jenis material yang mengalir sangat berlainan, mengakibatkan semakin banyaknya jenis metoda pengukuran aliran, seperti aliran cair,padat dan gas. Secara umum metoda pengukuran aliran adalah tekanan diferensial atau tekanan head yang memanfaatkan elemen restriksi (orifice, venturi dan sebagainya). Dalam hal tertentu, pengukuran aliran memerlukan ketepatan yang sangat tinggi, sedaang dalam hal hal lain mungkin pengukuran kasar saja sudah memadai. Pemilihan instrumen yang tepat untuk sesuatu penerapan tertentu bergantung pada berbagai variabel termasuk diantaranya biaya pada berbagai operasi industri. Ketelitian pengukuran aliran berhubungan langsung dengan laba usaha, contohnya yang sederhana ialah pompa bensin atau meter air di rumah.

Faktor faktor yang mempengaruhi aliran Viskositas


Viskositas didefinisikan sebagai satu ukuran kuantitatif dari suatu ketahanan fluida terhadap deformasi ( shear stress). Fluida yang mengalir dengan bebas mempunyai viskositas yang rendah. Fluida yang kelihatan menahan bebas aliran adalah fluida dengan viskositas tinggi.

Densitas Densitas didefinisikan sebagai massa per unit volume. Densitas air pada 320F dan tekanan 1 atm adalah 62,42 pounds perkubik foot (1 b/ft3). Densitas cairan berubah sesuai dengan perubahan temperatur, sedangkan perubahan tekanan dapat diabaikan kecuali pada tekanan yang sangat tinggi.

Spesific gravitasi Spesific gravitasi fluida adalah perbandingan berat pada satu standar. Standar untuk cairan atau padatan adalah air (s.g = 1.0) pada 40C atau 600F. Spesific gravitasi tidak mempunyai satuan. Standar untuk gas dan uap adalah udara (s.g = 1.0) pada 600F dan tekanan 1 atm.

Kompressibilitas Kompressibilitas adalah suatu sifat fluida yang peka terhadap perubahan suhu dan tekanan. Untuk fluida cair sifat kompressibilitas tidak terlalu berpengaruh terhadap pengukuran aliran cairan, kecuali pada perubahan tekanan yang sangat tinggi. Pada pengukuran aliran gas, sifat kompressibilitas merupakan fungsi berat molekul, temperatur dan tekanan.

Temperatur Perubahan temperatur dapat mempengaruhi viskositas, densitas dan kompressibilitas. Secara umum pada pengukuran aliran diasumsikan temperatur konstan karena proses ini selalu dikontrol secara komputerisasi.

Tekanan Pengaruh tekanan selalu berhubungan dengan densitas, spesifik gravitasi dan kompressibilitas. Untuk fluida cair perubahan tekanan tidak berpengaruh terhadap pengukuran, untuk fluida gas perubahan tekanan sangat berpengaruh terhadap pengukuran gas dan pengukuran uap.

PENGUKURAN ALIRAN CAIRAN


1. Meter aliran anjakan positif pada umum nya dipakai dalam penerapan yang memerlukan ketelitian tinggi pada kondisi aliran diam (steady). Kebanyakan meter aliran anjakan positif adalah tipe instrumen mekanik yang mengukur total volume fluida yang dialirkan. Contoh peranti anjakan positif ini adalah meter air rumah tangga. Instrumen pengukur aliran anjakan positif dibagi menjadi 3 tipe yaitu :

1.1 Meter piring angguk (nutating disc) Satu putaran piring memindahkan sejauh tertentu liquid. Pada alat ini hanya satu bagian yang bergerak yang disebut piston. Liquid masuk melalui inlet port dan mengisi ruang di bawah dan di atas piston yang terpasang rapat diruang pengukuran. Masuknya liquid berikutnya akan menggerakkan piston dalam gerakan nutasi sampai liquid keluar di bagian outlet.

1.2 Meter sudu putar (rotary vane meter)


Meteran ini bekerja dengan sudu sudunya yang berpegas sehingga selalu berada dalam kontak dengan selongsong meter itu. Pada waktu tromol eksentrik berputar, di dalam tromol terkurung suatu kuantitas tertentu fluida yang akhirnya akan mengalir ke luar. Poros tromol eksentrik dihubungkan dengan suatu alat yang mencatat volume zat cair yang berpindah.

1.3 Meter impeler daun ( lobed impeller meter) Meter ini terdiri atas kipas (impeller) dan selongsongnya yang dikerjakan dengan mesin sehingga sangat pas satu sama lain. Fluida yang masuk selalu terperangkap diantara kedua rotor dan terbawa keluar oleh putarannya, jumlah putaran rotor memberi petunjuk tentang laju aliran volumetrik.

2. Meter aliran dengan efek seret


2.1 Instrumen aliran putar ( rotameter)
Rotameter merupakan instrumen pengukuran aliran yang paling umum digunakan. Pada rotameter, sebuah obstruksi adalah sebuah pelampung yang naik disebuah kolom vertikal yang menyempit. Aliran masuk melalui bagian bawah kolom vertikal tirus dan menyebabkan pelampung bergerak ke atas.

2.2 Instrumen ukur aliran baling baling putar


Sebuah instrumen ukur aliran yang mempunyai sebuah baling baling yang dicelupkan di daerah aliran. Baling baling ini akan berputar jika kecepatan aliran meningkat. Sudut baling baling merupakan ukuran laju aliran. Jika poros baling baling yang berputar ini dilekatkan pada sebuah transduser pengukur sudut, maka laju aliran dapat dipakai pada aplikasi kontrol proses.

2.3Instrumen ukur aliran turbin Sebuah instrumen ukur aliran tipe turbin terdiri dari sebuah rakitan bilah turbin yang dapat berputar dengan bebas dalam aliran. Laju rotasi turbin ini sebanding dengan laju aliran. Instrumen ukur ini meempunyai sebuah baling- baling yang diletakkan di daerah aliran. Baling baling ini akan berputar jika kecepatan aliran meningkat. Sudut baling baling menunjukkan ukuran dari laju aliran.

4.2 Instrumen ukur aliran terbuka


Pengukuran cairan pada saluran terbuka dilakukan dengan penggunaan sebuah weir. Weir adalah sebuah obstruksi yang dilalui cairan di dalam sebuah aliran terbuka. Aplikasinya banyak dipakai pada sistim pengolahan limbah, irigasidan saluran pembuangan limbah. Pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur kecepatan aliran dengan satuan yang umum yaitu galon permenit menjadi galon perhari. Laju alir sebagai fungsi dari ketinggian head di atas cekung weir dan lebar dari bukaan (notch).

3. Meter aliran rintangan (restriksi)


Salah satu metoda yang paling umum untuk mengukur aliran cairan di dalam pipa adalah dengan memasukkan sebuah penghambat (restriksi) di dalam pipa dan dengan mengukur beda tekanan yang dihasilkannya. Jika restriksi ini dipasang, kecepatan fluida yang melewati restriksi meningkat dan tekanan direstriksi menurun terdapat kaitan antara penurunan tekanan dengan laju aliran dimana jika laju aliran meningkat maka tekanan berkurang.

Ada 3 tipe retriksi yang umum dipergunakan : Restriksi venturi


Venturi merupakan bentuk klasik yang terdiri dari bagian masuk yang mengecil, bagian leher (throat) dan bagian keluar yang keluar yang membesar. Kecepatan fluida bertambah dalam bagian masuk dan tekanan headnya berkurang. Titik pengambilan tekanan dihubungkan dengan bahu lipat (manipol) yang mengelilingi bagian hulu dan bagian leher tabung.

Restriksi Orifis Restriksi Orifis terdiri dari plat yang dilubangi dan dikerjakan dengan mesin secara teliti, di pasang di antara dua flens sehingga lubang itu konsentrik dengan pipa tempat memasangnya. Titik pengambilan tekanan dipasang, satu di hulu (bagian masuk) dan satunya lagi di bagian hilir (bagian keluar) dan dihubungkan dengan manometer atau peranti pengukuran tekanan lainnya.

Restriksi Nosel
Pada daerah aliran di bagian dalam dipasang restriksi yang agak menyerupai orifis hanya lubangnya menonjol sedikit sehingga kecepatan aliran bertambah pada saat keluar dari restriksi tersebut. Peranti ini digunakan untuk pengukuran aliran kecepatan tinggi, sebab aliran nosel lebih turbulen dan lebih tahan terhadap tumbukan dinding tabung dibandingkan dengan orifis. Dari segi biaya instalasi dan perawatan nosel lebih tinggi dibandingkan dengan orifis.

4. Meter aliran magnetik


ada dua jenis meter aliran magnetik yang dipergunakan secara komersial yaitu : 1.1 Untuk fluida berkonduktivitas rendah Meter jenis ini menggunakan pipa yang bersifat isolasi. Elektrodanya dipasang rata dengan pelapis isolasi dan bersentuhan dengan fluida meter ini biasanya menggunakan medan magnet bolak balik karena keluarannya rendah dan memerlukan perkuatan. Contohnnya air. 1.2 Untuk fluida berkonduktivitas tinggi Meter jenis ini menggunakan pipa besi anti karat, dengan elektroda yang dpasang langsung diluar pipa dan berhadapan secara diametriksatu sama lain. Keluaran meter ini cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk memberikan bacaan langsung. Contohnya raksa (Hg).

PENGUKURAN ALIRAN PADAT


Pengukuran aliran padat pada umumnya terjadi ketika material, berbentuk partikel partikel kecil seperti bubuk atau material yang ditumbuk dan dibawa oleh sistem ban berjalan. Untuk material padat, aliran biasanya digambarkan dengan suatu spesifikasi massa atau berat per satuan waktu yang akan ditransformasikan oleh sistem ban berjalan. Satuannya dalam Kg/menit atau lb/menit. Untuk melakukan pengukuran aliran yang diperlukan hanyalah menimbang berat kuantitas material pada suatu panjang tertentu dari berjalan tersebut. Maka kita dapat menghitung laju aliran material.

PENGUKURAN ALIRAN GAS


Aliran fluida gas melewati pipa atau saluran biasanya dengan cara mengkonversikan informasi aliran menjadi tekanan. Adapun contoh peranti pengukur aliran gas antara lain :

a. Meter Gas Turbin


Meter gas turbin banyak digunakan untuk pengukuran gas bahan bakar dan gas lainnya. Pada gambar 4-14 menunjukkan prinsip aliran aksial pada meter gas turbin.

Shunt flowmeter
Instrumentasi pengukuran aliran yang lainnya adalah shunt flowmeter dan banyak digunakan secara luas untuk pengukuran aliran steam dan gas. Gas mengalir melalui badan meter, sebagian aliran dibelokkan untuk menggerakkan kipas dan memutarkan bantalan jewel. Sebagian lagi untuk memutar blade. Kecepatan rotasi sebanding dengan kecepatan aliran. Flowmeter tersedia dalam ukuran 2 inci (50 mm).

JENIS-JENIS PENGUKURAN ALIRAN


1.Pengukuran Aliran Terbuka Pengukuran aliran terbuka dapat dilakukan dengan 4 metode yaitu : a.Metode Langsung Metode langsung pengukuran aliran dapat dilakukan dengan mengukur volume ataumassa fluida dalam selang waktu tertentu. Pada selang waktu yang lama dan diukur secara tepat, serta pengukuran volume atau massa diukur secara tepat, maka pengukuran ini tidak memerlukan kalibrasi. Pengukuran laju aliran volume atau massadengan metode langsung ini cukup teliti. Akan tetapi apabila fluida yang diukur adalahgas, maka efek kompresibilitasnya harus diperhitungkan.

b.Metode pembatasan Metode pembatasan ini mengukur perbedaan tekanan diantara dua penampang aliranyang sebanding dengan laju aliran. Perhitungan laju aliran teoritis dapat dilakukan berdasarkan hukum kontinuitas dan persamaan Bernoulli. Kapasitas aliran sebenarnyadapat ditentukan dengan memperhitungkan faktor koreksi dari masingmasing alat ukur yang ditentukan secara empiris.Alat ukur metode tak langsung dengan pembatasan ini dianalisa pada penampang 1yaitu sebelum masuk alat ukur, dan penampang 2 yaitu tepat di daerah alat ukur yang biasanya menimbulkan vena contrakta . Vena kontrakta adalah daerah setelah pengecilan penampang aliran. Pada daerah ini kapasitas aliran minimum dan tekananaliran pada penampang tersebut seragam.

c. Metode linier Alat ukur aliran yang hasilnya langsung proporsional dengan laju aliran antaralain : Float meter, turbin flowmeter, Vortex flow meter, electromagnetik flow meter,magnetik flow meter, ultrasonic flowmeter.Float meter memiliki bagian yang terapung dengan bentuk bola atau kerucut.Bagian ini akan begerak ke atas atau ke bawah akibat gaya dari aliran fluida, sampaitercapai keseimbangan antara gaya seret dan gaya apung.Turbin flowmeter mempunyai sudu gerak yang dapat bergerak dengan bebassehingga laju rotasinya sebanding dengan laju aliran volume aliran. Kecepatanrotasinya diindera oleh sensor magnetik ataupun sensor frekuensi modulasi yangdipasang diluar medan aliran. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur aliran fluidayang korosif dan yang beracun

d. Metode pembagian Teknik pembagian aliran pada penampang tetap digunakan pada pengukuranaliran refrigeran ataupun instalasi fluida pada industri, dimana tidak praktis untuk memasang peralatan seperti nosel, venturi dan lain-lain alat ukur yang terpasangtetap.Kecepatan aliran diukur tepat di pusat penampang dengan pitot tube ataupunanemometer. Tabung Pitot dapat dipergunakan untuk mengukur tekanan statik dantekanan stagnasi dari fluida, dengan mengetahui kapasitas aliran yang diberikan.Sebaliknya dengan mengetahui perbedaan tekanan statis dan tekanan stagnasi,maka tekanan dinamis dapat ditentukan dan pada akhirnya tekanan dinamis fluidadapat dinyatakan dalam kecepatan fluida.

JENIS FLOWMETER YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR LAJU ALIR

a.Jenis-jenis possitive displacement flowmeter Beberapa jenis positive displacement flowmeter yang tersediadan digunakansecaraluas didalam industri proses, antara lain ;nutating disc, rotating valve, oscillating piston,oval gear, roots(rotating lobe), birotor, rotating impeller, receiprocating piston dan rotating vane.Perbedaan penamaan hanyadidasarkaN pada bentukalat mekanis di dalam chamber,namunprinsipoperasi untukpengukuran volumetric flow adalah sama.

b. Differential Pressure Flowmeter


1. Prinsip kerja Prinsip operasi Differential Pressure Flowmeters (DP Flowmeters)didasarkan Pada persamaan Bernoulli yang menguraikan hubungan antara tekanan dan kecepatan pada suatu aliran fluida.Alat ini memandu aliran ke dalam suatu penghalang aliran(yangmempunyailubang dengan diameter yang berbeda dengan diameterpipa),sehingga menyebabkan perubahan kecepatan aliran(flowvelocity)dan tekanan(pressure)antara sisi upstream dandownstreamdari penghalang. Dengan mengukur perubahan tekanan tersebut,maka kecepatanaliran dapat dihitung.

Differential Pressure Flowmeters (DP Flowmeters)

2. Jenis-jenis differential pressure flowmeter Orifice PlatePrinsip dan Persamaan Dasar Orifice merupakan alat untuk mengukur laju aliran dengan prinsip beda.
Keterangan : P1= tekanan upstream P2= tekanan downstream (pada vena contracta) P3= tekanan setelah terjadi pemulihan (setelah melewati vena contracta) D= diameter dalam pipa d= diameter orifice

PIPA

P1

ORIFICE

P2

P3

VENA CONTRACTA

3
1 2

Tekanan Atau disebut juga Bernoullis principle yang mengatakan bahwa terdapathubungan antara tekananfluidadan kecepatan fuida. Jika kecepatan meningkat, tekanan akan menurun begitupulasebaliknya.Pada dasarnya orifice berupa plat tipis dengan lubang di bagian tertentu(umumnya ditengah). Fluida yangmengalirmelalui pipa ketika sampai pada orifice akandipaksa untukmelewati lubang pada orifice. Hal itu menyebabkan terjadinya perubahankecepatan dantekanan. Titik dimana terjadi kecepatan maksimum dan tekanan minimumdisebutvenacontracta. Setelah melewati vena contracta kecepatan dan tekanan akan mengalami perubahan lagi. Dengan mengetahui perbedaan tekanan pada pipa normal dantekanan padavena contracta, laju aliran volume dan laju aliran massa dapat diperolehdengan persamaanBernoulli

APLIKASI DALAM PENGUKURAN LAJU ALIR


1. Pengukur aliranvariabel pengukur aliranpiston dan spring untuk gas dan cairan. Jenis pengukur aliran piston menggunakan orifis tabung yang dibentuk oleh pistondan sebuah kerucut runcing. Piston ditempatkan dibagian dasar kerucut (tidak pada posisialiran) oleh kalibrasi spring. Skalanya berdasarkan pada berat jenis 0,84 untuk pengukur minyak dan 1,0 untuk pengukur air. Desainnya sederhana dan mudah yang dapatdilengkapi alat untuk mentransmisikan sinyal listrik yang membuatnya menjadi ekonomisuntuk rotameter untuk mengukur laju alir dan kontrol.

2. Pengukur aliran ultrasonik (Non-Intrusif atau Doppler) untuk cairan Pengukur aliran ultrasonik Doppler biasanya digunakan pada penggunaan cairankotor seperti limbah cair dan cairan kotor lainnya dan lumpur yang biasanyamenyebabkan kerusakan pada sensor konvensional. Prinsip dasar operasi memakai pergantian frekuensi (Efek Doppler) dari sinyal ultrasonik ketika direfleksikan oleh partikel yang mengambang atau gelembung gas (tidak sinambung) dalam pergerakan.

Gambar Pengukur aliran Ultrasonik (Dynasonics Ltd)

3. Pengukur aliran turbin Pengukur aliran turbin merupakan pengukur yang sangat teliti (0,5% pembacaa n)dan dapat digunakan untuk cairan bersih dan cairan kental hingga mencapai 100centistokes. Sebuah pipa lurus berdiameter 10 diperlukan pada saluran masuk. Keluaranyang paling umum adalah frekuensi gelombang sinus atau gelombang k uadrat, namun pengkondisi sinyal dapat disimpan di puncak meteran untuk keluaran analog dan pengklasifikasian anti ledakan. Meterannya terdiri dari sebuah rotor multi-bladed yangdipasang pada sudut yang tepat terhadap aliran dan tersuspensi dalam aliran fluida pada bearing yang berjalan bebas.

4. Sensor roda pengayuh Sensor roda pengayuh merupakan pengukur aliran terkenal yang efektif biayanyauntuk air atau fluida seperti air. Beberapa alat ditawarkan dengantambahan alat aliranatau gaya sisipan. Meteran tersebut, seperti meteran turbin, memerlukan pipa lurusdengan diameter minimum 10 pada saluran masuk dan 5 pada saluran keluar. Bahankimia yang cocok harus diperiksa bila tidak menggunakan air. Keluaran pulsagelombangnya jenis gelombang sinus dan gelombang kuadratnya namun pengirimtransmiternya tersedia untuk integral atau panel mounting. Rotor roda pengayuh tegak lurus terhadap aliran dan hanya berhubungan dengan penampang lintang aliran yangterbatas.

5. Pengukur aliran jenis positive displacement Meteran ini digunakan untuk pengukur air jika tidak tersedia pipa lurus dan jikameteran turbin dan sensor pengayuh roda akan mengakibatkan terlalu banyak turbulensi.Pengukur aliran jenis positive displacement juga digunakan untuk mengukur alirancairan kental.

6. Pengukur aliran magnetik untuk cairan konduktif Pengukur aliran ini tersedia dalam satu jalur atau dengan disisipkan. Pengukur aliranmagnetik tidak memerlukan bagian yang bergerak dan ideal untuk pengukuran aliran air limbah atau cairan kotor yang konduktif. Hasil pengukurannya dalam bentuk integral atauanalog, dapat digunakan untuk pemantauan jarak jauh atau pencatatan data harian.

3.5 Alat-alat yang digunakan dalam pengukuran sifat termal dan transpor
Kalori meter Kalori meter adalah alat untuk mengukur kalor jenis suatu zat. Salah satu bentuk kalori meter adalah kalori meter campuran. Kalori meter ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya diketahui. Kalori meter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan didalam kalori meter, air dalam kalori meter perlu diaduk agar diperoleh suhu merata sebagai akibat percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Asas penggunaan kalori meter adalah asas black.

Kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap sehingga berlaku hukum kekekalan energi. Pada sistem tertutup, kekekalan energi panas (kalor) ini dapat dituliskan sebagai berikut. Qlepas= Qterima Dengan Q = m . c . t dengan: Q = banyaknya kalor yang diperlukan (J) m = massa suatu zat yang d iberi kalor (kg) c = kalor jenis zat (J/kgoC) t = kenaikan/perubahan suhu zat (oC) C = kapasitas kalor suatu zat (J/oC)

viskometer Viskometer adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur viskositas atau kekentalan suatu larutan. Kebanyakan viscometer mengukur kecepatan dari suatu cairan mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler), bila cairan itu mengalir cepat maka viskositas cairan itu rendah (misalnya cair) dan bila cairan itu mengalir lambat maka dikatakan viskositasnya tinggi (misalnya madu). Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. Ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas.

Ada beberapa viscometer yang sering digunakan untuk menentukan viskositas suatu larutan, yaitu : 1. Viskometer ostwald 2. Viskometer Hoppler 3. Viskometer Cup and Bo 4. Viskometer Cone and Plate(Brookefield)

1. Viskometer ostwald

Viskometer Ostwald yaitu dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan dalam melewati 2 tanda ketika mengalir karena gravitasi melalui viskometer Ostwald.
Untuk mengkalibrasi viskometer Ostwald adalah dengan air yang sudah diketahui tingkat viskositasnya

Cara penggunaannya adalah : 1. pergunakan viskometer yang sudah bersih. 2. Pipetkan cairan ke dalam viskometer dengan menggunakan pipet. 3. Lalu hisap cairan dengan menggunakan pushball sampai melewati 2 batas. 4. Siapkan stopwatch , kendurkan cairan sampai batas pertama lalu mulai penghitungan. 5. Catat hasil, Dan lakukan penghitungan dengan rumus. 6. Usahakan saat melakukan penghitungan kita menggenggam di lengan yang tidak berisi cairan.

2. Viskometer Hoppler

Viskositas dapat juga ditentukan dengan cara hoppler, berdasarkan hukum stokes (berdasarkan jatuhnya benda melalui medium zat cair). Prosedur Kerja Dengan Viskosimeter Hoppler 1. Ukur diameter bola 2. Timbang massa bola 3. Ukur panjang tabung viscometer dari batas atas - batas bawah yang lain

4. Tentukan massa jenis masing- masing cairan 5. Ukur temperature alat viskositas Hoppler 6. Isi tabung dengan aquades dan dimasukkan bola 7. Pada saat bola diatas, stopwatch dihidupkan 8. Pada saat bola dibawah, stopwatch dimatikan 9. Catat waktu bola jatuh dari batas atas sampai batas bawah 10. Tabung dibalik 11. Ulangi prosedur 3 6 sebanyak 3 kali berturutturut, pada temperature lain dan cairan

3. Viskometer Cup and Bob

Dalam viskometer ini sampel dimasukkan dalam ruang antara dinding luar bob/rotor dan dinding dalam mangkuk (cup) yang pas dengan rotor tersebut. Berbagai alat yang tersedia berbeda dalam hal bagian yang berputar, ada alat dimana yang berputar adalah rotornya, ada juga bagian mangkuknya yang berputar. Prinsip pengukuran viskositas dengan alat ini adalah cairan uji dimasukkan kedalam mangkuk, rotor dipasang .kemudian alat dihidupkan. Viskositas zat cair dapat langsung dibaca pada skala .

4. Viskometer Cone and Plate (Brookefield)

Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan ditengah-tengah papan, kemudian dinaikkan hingga posisi dibawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan bermacam kecapatan dan sampelnya digeser didalam ruang semit antara papan yang diam dan kemudian kerucut yang berputar. Viscometer Cone/ Plate adalah alat ukur kekentalan yang memberikan peneliti suatu instrumen yang canggih untuk menentukan secara rutin viskositas absolut cairan dalam volume sampel kecil. Cone dan plate memberikan presisi yang diperlukan untuk pengembangan data rheologi lengkap.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi akurasi dari alat ini, misalnya: 1. Dipakai pada cone dan plate 2. ukuran sample 3. waktu yang dibutuhkan untuk memungkinkan sampel untuk menstabilkan pada pelat sebelum terbaca 4. kebersihan kerucut dan plat 5. jenis bahan, tinggi atau rendah viskositas, ukuran partikel 6. tipe cone, cone rentang yang lebih rendah memberikan akurasi yang lebih tinggi 7. shear rate ditempatkan untuk sampel

Prosedur Kalibrasi untuk Cone/Plate Viscometer 1. Atur jarak antara cone spindle dengan plate sesuai dengan Instruction Manual 2. Pilih viscosity standard yang akan memberikan nilai pembacaan antara 10% hingga 100% dari Full Scale Range (FSR). Sebaiknya pilih standard dengan nilai mendekati 100% FSR. 3. Masukkan sample ke dalam cup dan biarkan selama 15 menit untuk mencapai suhu setting 4. Lakukan pengukuran dan catat hasilnya baik % Torque dan cP

Pertukaran energi kalor merupakan dasar teknik yang dikenal dengan nama kalorimetri, yang merupakan pengukuran kuantitatif dari pertukaran kalor. Untuk melakukan pengukuran kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat digunakan kalorimeter. Gambar 6.17 menunjukkan skema kalorimeter air sederhana. Salah satu kegunaan yang penting dari kalorimeter adalah dalam penentuan kalor jenis suatu zat. Pada teknik yang dikenal sebagai metode campuran, satu sampel zat dipanaskan sampai temperatur tinggi yang diukur dengan akurat, dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin kalorimeter. Kalor yang hilang pada sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter.

Dengan mengukur suhu akhir campuran tersebut, maka dapat dihitung kalor jenis zat tersebut. Zat yang ditentukan kalor jenisnya dipanasi sampai suhu tertentu. Dengan cepat zat itu dimasukkan kedalam kalori meter yang berisi air dengan suhu dan massanya sudah diketahui. Kalori meter diaduk sampai suhunya tidak berubah lagi. Dengan menggunakan hukum kekekalan energy, kalor jenis yang dimasukkan dapat dihitung