Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM R-LAB Calorie Work

Nama NPM Fakultas Program Studi Kode Praktikum

: Muh. Sulthoanuddin Akbar : 1306448634 : Teknik : Teknik Sipil : KR-02 Calori Work

Minggu Percobaan : Minggu ke-3 Tanggal Percobaan: 4 November 2013

LABORATORIUM FISIKA DASAR UPP IPD UNIVERSITAS INDONESIA

I.

Tujuan

Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

Alat
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sumber tegangan yang dapat divariasikan Kawat konduktor ( bermassa 2 gr ) Termometer Voltmeter dan Ampmeter Adjustable power supply Camcorder Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

II.

Teori

Pada awalnya konsep energy hanya digunakan untuk benda yang jatuh bebas, tetapi kemudian berkembang hingga muncul konsep energy dalam medan listrik dan medan magnet. Dengan berkembangnya hal-hal yang berkaitan dengan energy, sampai saat ini belum diperoleh definisi energy yang memuaskan. Tetapi secara sederhana orang masih tetap mendefinisikan energy sebagai kapasitas atau kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Sedangkan dalam skala mikroskopik, energy sering pula didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan kalor. Pada dasarnya kedua definisi ini sama, mengingat kalor pada hakekatnya adalah usaha atau kerja dalam skala mikroskopik yang tidak berhasil diperhitungkan pada saat menghitung besar kerja secara makroskopik. Hubungan kekekalan energy menyatakan bahwa energy tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Energy hanya dapat berubah dari suatu bentuk ke bentuk lain.

Secara umum energy dapat dibedakan atas dua jenis yaitu energy yang berpindah (transitional energy) dan energy yang tersimpan (stored energy). Maksud dari energi transitional adalah energy yang sedang bergerak dan dapat melintasi batas suatu system, contohnya energy kalor. Sedangkan energy yang tersimpan adalah energy yang berwujud dalam bentuk massa dan kedudukan dalam medan gaya. Energy tersimpan ini dapat dengan mudah diubah menjadi energy transisional.

Pemakaian energi listrik dewasa ini sudah sangat luas, bahkan manusia sangat sulit melepaskan diri dari kebutuhan dengan energi listrik. Semakin lama tidak ada satupun alat kebutuhan manusia yang tidak membutuhkan listrik. Karena semua ini manusia tiap hari selalu berfikir bagaimana menciptakan dan menggunakan energi listrik secara efektif dan efesien Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan kali ini akan dilakukan pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.

Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang mempunyai resistansi dinyatakan dengan persamaan : Dimana W = energi listrik ( joule ) v = Tegangan listrik ( volt ) i = Arus listrik ( Ampere ) t = waktu / lama aliran listrik ( sekon ) Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk kenaikan temperatur. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan :

Q = m c (T1 T2) ....................................................... (1) Dimana Q = Jumlah kalor yang diperlukan ( kalori ) m = massa zat ( gram ) c = kalor jenis zat ( kal/gr0C) T2 = suhu akhir zat (K) T1= suhu mula-mula (K)

Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan.

III.

Langkah Kerja

Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini. 1. Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) ! 2. Berikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor ! 3. Hidupkan Power Supply dengan mengklik radio button disebelahnya. 4. Ambilah data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur! 5. Perhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga mendekati temperatur awal saat diberikan V0 . 6. Ulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3

IV.

Pengolahan Data.

Berdasarkan data yang diambil dari percobaan, maka diperoleh grafik temperature vs waktu

Temperatur - Waktu
35 30 Temperature ( C ) 25 20 15 10 5 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 V0 V 0.66 V 1.6 V 1.08

Waktu (sekon)

Dari grafik diatas juga diperoleh persamaan

=Q

V.i.t = m c (Ta - Tb)

Jika diasumsikan dalam persamaan linear maka ( Y= mX), jadi T~Y


.. .

V~X, serta m ~

a. Pada saat V0 = 0
t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 T 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 214

t2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465

T2 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 457.96 4579.6

tT 64.2 128.4 192.6 256.8 321 385.2 449.4 513.6 577.8 642 3531

m=

m=

m=0 m=
. .

C0 = 0 J/Kg C

b. Pada saat V1 = 0.66


t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 T 21.4 21.4 21.6 21.8 21.9 22.1 22.3 22.4 22.5 22.6 220 t2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465 T2 457.96 457.96 466.56 475.24 479.61 488.41 497.29 501.76 506.25 510.76 4841.8 tT 64.2 128.4 194.4 261.6 328.5 397.8 468.3 537.6 607.5 678 3666.3

m= m=

m = 0.048 m=
. . . . .

0.48 =

C1 = 243.1 J/Kg C

c. Pada saat V2 = 1.66


t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 T 22 22.4 23.3 24.3 25.3 26.2 27 27.8 28.4 29 255.7 t2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465 T2 484 501.76 542.89 590.49 640.09 686.44 729 772.84 806.56 841 6595.07 tT 66 134.4 209.7 291.6 379.5 471.6 567 667.2 766.8 870 4423.8

m= m=

m = 0.27 m=
. . . . .

0.27 =

C2 = 158.7021 J/Kg C

d. Pada saat V3 = 1.08


t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 T 24 24.1 24.4 24.7 25.1 25.4 25.6 25.8 26 26.3 251.4 t2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465 T2 576 580.81 595.36 610.09 630.01 645.16 655.36 665.64 676 691.69 6326.12 tT 72 144.6 219.6 296.4 376.5 457.2 537.6 619.2 702 789 4214.1

m=
m=

3465027225

m = 0.088

m=

.
. . .

0.08 =

C3 = 439.2983 J/Kg C

Setelah mendapatkan keempat informasisss ( data pertama bernilai 0 maka tidak dianggap) dari masing masing nilai dari v0, v1, v2, dan v3, kisa bisa mencari nilai rata-rata dari nilai c yang sudah didapat sehingga :

C= C=

. . 439.2983

C = 280.36 J/Kg C

Dari keempat percobaan yang berbeda dari data pencarian nilai C, kita dapat mencari kesalahan relative yang terjadi dalam percobaan ini, jika batang massa 2 gram yang digunakan adalah kawat logam, maka nilai c literatur yang berlaku adalah 236 J/Kg C. Sekarang, kita dapat menentukan kesalahan relative dengan menggunakan persamaan : Kesalahan relatif =

J C Kg

x 100% x 100%

236 /

= 18,79%

V.

Analisis
a. Analisi Percobaan

Percobaan yang dilakukan melalui rLab, dengan kode kr02 bernama calorie work bertujuan untuk mengetahui nilai C atau kapasitas kalor yang terkandung dalam kawat yang dialirkan oleh beberapa tegangan listrik yang berbeda-beda. Hal ini menunjukan bahwa hukum kekekalan energi ( energi tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat bertransformasi menjadi energi lain) berlaku, bahwa semakin besar tegangan listrik yang dialirkan kepada kawat seberat 2 gram akan menyebabkan kenaikan suhu secara bertahap. Dalam percobaan ini kita memberikan nilai tegangan yang berbeda-beda kepada kawat selama 30 detik yaitu V0, V1, V2, dan V3. Pada tegangan V0 suhu pada kawat bernilai 21.4 C, belum terjadi perubahan/ kenaikan suhu pada V0, namun suhu mengalami kenaikan saat nilai tegangan menjadi V1, V2, dan V3. Berarti nilai tegangan yang diberikan pada kawat berbanding lurus dengan kenaikan suhu.

b. Analisis Grafik Berdasarkan data yang diperoleh dari masing masing nilai V0-V3, terbukti bahwa kenaikan suhu berbanding lurus dengan kenaikan tegangan. Saat tegangan yang diberikan V0 adalah 0, tidak terjadi kenaikan temperatur (suhu awal bernilai 21.4 C) pada kawat yang memiliki massa 2 gram tersebut, karena tidak ada energi listrik yang mengalir kedalam kawat. Sesaat setelah itu, kami memberikan tegangan kepada kawat dengan nilai V1 yaitu 0.66 v, dalam hal ini terjadi kenaikan suhu secara perlahan mulai dari detik ke-1 yaitu 21.4, menjadi 22.6 pada detik ke-30. Pada saat kawat diberikan tegangan V2 yang bernilai 1.66 v, terjadi kenaikan suhu dari detik ke1 hingga detik ke-30, secara berurutan yaitu 22 C menjadi 29 C. Dalam nilai V2 terjadi kenaikan suhu yang signifikan, hal ini menunjukan bahwa energi listrik mengandung panas dapat meningkatkan suhu suatu benda jika diberikan ke benda tersebut. Selanjutnya pada percobaan terkahir dengan tegangan V3 yang bernilai 1.08 v, suhu pada detik ke-1 adalah 24 C dan pada detik ke-30 adalah 26.3 C, terjadi kenaikan suhu secara perlahan yang perubahannya tidak sebesar pada V2 karena nilai tegangan V3 lebih kecil daripada V2. Jadi semakin besar tegangan yang diberikan pada kawat maka akan diiringi dengan kenaikan suhu. c. Analisis Hasil Hasil yang didapat dari percobaan ini bahwa tegangan berbanding lurus dengan temperatur, yaitu jika nilai V mengalami kenaikan, pasti akan diiringi dengan kenaikan temperatur pula. Dari contoh tersebut terbukti bahwa hukum kekekalan energi berlaku, yaitu energi dapat berpindah dari suatu bentuk ke bentuk lain, dalam hal ini adalah energi listrik ke panas. Namun, tidak semua energi listrik yang dialirkan ke kawat silver berubah menjadi energi panas, mengapa? Karena sebgaian energi lainnya akan terlepas ke alam, hal itu dapat dibuktikan melalui kesalahan relatif yang didapatkan dari percobaan ini, dengan menggunakan persamaan berikut : Kesalahan relatif =

J C Kg

x 100% x 100%

236 /

= 18,79%

Dari persamaan diatas didapat bahwa Cpercobaan bernilai 280.36 J/Kg C (diperoleh dari ratarata nilai tegangan V1,V2, dan V3), sedangkan berdasarkan nilai C kawat silver secara umum adalah 236 J/Kg C , sehingga kesalahan relatif yang terjadi dalam percobaan ini adalah 18,79%.

VI.

Kesimpulan

1. Energi dapat dikonversi menjadi bentuk energi lain, tetap tidak semua energi dapat berpindah, karena sebagian energi dilepas ke alam. 2. Kapasitas kalor atau C adalah jumlah yang dibutuhkan untuk menaikan suhu suatu benda atau objek setiap 1 C 3. Energi listrik yang berupa tegangan yang diberikan kepada kawat berbanding lurus dengan suhu 4. Kapasitas kalor yang didapat dari percobaan ini yaitu 280.36 J/Kg C dengan kesalahan relative sebesar 18,79%

VII. Referensi
1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. 2. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005. 3. www.sitrampil.ui.ac.id/elaboratory 4. http://maribelajarfisika.blogspot.com 5. http://www.bimbingan.org/energi-listrik-menjadi-panas.htm

VIII. Lampiran
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 I 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 V 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Temp 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4 21.4

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

I 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.25 35.36 35.36 35.36

V 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66

Temp 21.4 21.4 21.6 21.8 21.9 22.1 22.3 22.4 22.5 22.6

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

I 51.56 51.56 51.56 51.67 51.67 51.56 51.67 51.67 51.67 51.67

V 1.6 1.6 1.6 1.6 1.6 1.61 1.6 1.6 1.6 1.6

Temp 22 22.4 23.3 24.3 25.3 26.2 27 27.8 28.4 29

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

I 42.32 42.32 42.43 42.43 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32

V 1.08 1.08 1.07 1.07 1.08 1.08 1.08 1.08 1.08 1.08

Temp 24 24.1 24.4 24.7 25.1 25.4 25.6 25.8 26 26.3