Anda di halaman 1dari 2

Faktor Resiko Terjadinya Diare

1. Umur Kebanyakan episode diare terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi pada golongan umur 6-11 bulan, pada masa diberikan makanan pendamping. Hal ini karena belum terbentuknya kekebalan alami dari anak pada umur di bawah 24 bulan. 2. Jenis Kelamin esiko kesakitan diare pada golongan perempuan lebih rendah daripada laki-laki karena akti!itas anak laki-laki dengan lingkungan lebih tinggi. 3. Musim "ariasi pola musim di daerah tropik memperlihatkan bahwa diare terjadi sepanjang tahun, #rekuensinya meningkat pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan. 4. Status Gizi $tatus gi%i berpengaruh sekali pada diare. &ada anak yang kurang gi%i karena pemberian makanan yang kurang, episode diare akut lebih berat, berakhir lebih lama dan lebih sering. Kemungkinan terjadinya diare persisten juga lebih sering dan disentri lebih berat. esiko meninggal akibat diare persisten atau disentri sangat meningkat bila anak sudah kurang gi%i. 5. Lingkungan 'i daerah kumuh yang padat penduduk, kurang air bersih dengan sanitasi yang jelek penyakit mudah menular. &ada beberapa tempat shigellosis yaitu salah satu penyebab diare merupakan penyakit endemik, in#eksi berlangsung sepanjang tahun, terutama pada bayi dan anak-anak yang berumur antara 6 bulan sampai ( tahun. 6. Status Sosial Ekonomi $tatus sosial ekonomi yang rendah akan mempengaruhi status gi%i anggota keluarga. Hal ini nampak dari ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan gi%i keluarga khususnya pada anak balita sehingga mereka )enderung memiliki status gi%i kurang bahkan status gi%i buruk yang memudahkan balita tersebut terkena diare. *ereka yang berstatus ekonomi rendah biasanya tinggal di daerah yang tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga memudahkan seseorang untuk terkena diare.
http://sholehah.blog.unissula.ac.id/patofisiologi-diare/

Pen e!a! "iare 'iare di sebabkan oleh #aktor in#eksi, malabsorpsi +gangguan penyerapan %at gi%i,, makanan, dan #aktor psikologis.

Faktor Infeksi

In#eksi pada saluran pen)ernaan merupakan penyebab utama dire pada anak. -enis-jenis in#eksi yang pada umumnya menyerang adalah, seperti in#eksi bakteri kuman (E. coli, Salmonella, Vibrio cholerae), in#eksi basil +disentri,, in#eksi #irus entero!irus dan adeno!irus, in#eksi parasit oleh )a)ing (askaris), in#eksi jamur (candidiasis), in#eksi akibat organ lain +seperti radang tonsil, bron)hitis, dan radang tenggorokan,, kera)unan makanan.

Faktor Malabsospsi

.aktor malabsorsi dibagi menjadi dua jenis yaitu #aktor malabsorpsi karbohidrat dan #aktor malabsorpsi lemak. .aktor malabsorpsi pada bayi yaitu kepekaan terhadap la)toglobulis dalam susu #ormula menyebabkan diare. /ejalanya berupa diare berat, tinja berbau sangat asam, sakit didaerah perut. -ika sering terkena diare ini, pertumbuhan bayi akan terganggu. .aktor malabsorpsi lemak. 'alam makanan terdapat lemak yang disebut triglyserida. 0riglyserida, dengan bantuan kelenjar lipase, mengubah lemak menjadi mi)elles yang siap diabsorpsi usus. Karena tidak ada lipase dan terjadi kerusakan mukosa usus, diare dapat jadi mun)ul karena lemak tidak terserap dengan baik. /ejalanya adalah tinja mengandung lemak.

Faktor Makanan

*akanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang ter)emar, basi,bera)un, terlalu banyak lemak, mentah +sayuran,, dan kurang matang.

Faktor Psikologis

Rasa takut, cemas, dan tegang, jika terjadi pada anak dapat mengakibatkan diare kronik