Anda di halaman 1dari 20

1.

1BAB IPENDAHULUANLATAR BELAKANGPada saat seperti ini, dalam sebuah organisasi sumber daya yang terpenting adalah sumberdaya manusia, yaitu orangorang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha merekakepada organisasi agar suatu organisasi dapat tetap eksis. Setiap manusia memiliki

karakteristikindividu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Seorang individu bereaksi dan

berinteraksidengan individu lain merupakan keseluruhan cara yang disebut kepribadian. Sifat-sifatkepribadian merupakan karakteristik perilaku yang sering muncul dan

mendeskripsikan

seorangindividu.

Semakin

konsisten dan sering munculnya karakteristik tersebut dalam berbagai situasi,maka akan semakin

mendiskripsikan karakteristik seorang individu. Para peneliti menyakinibahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidangpekerjaan keputusan dengan individu, dan memandu

pengembangan

karier.Pembelajaran

merupakan proses di mana terjadi perubahan yang bersifat abadi dalamperilaku sebagai suatu hasil dari praktik. Untuk itulah dalam sebuah organisasi perlu dipelajarikarakteristik individu dan individu, dasar-dasar pembelajaran perilaku agar

kepribadian

sebuahorganisasi tersebut dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan.RUMUSAN MASALAHBerdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1. Apa pengertian karateristik individu?2. Apa sajakah dasar-dasar perilaku individu?3. Apa yang dimaksud dengan kepribadian pembelajaran?

2. 2TUJUAN PEMBAHASANPembahasan materi ini bertujuan agar:1. Mengetahui pengertian karakteristik

individu2. Mengetahui dasar-dasar perilaku individu3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kepribadian pembelajaran

3.

3BAB

IIPEMBAHASANPengertian

Karakteristik

IndividuSumber daya yang terpenting dalam organisasi adalah sumber daya manusia, orang orangyang memberikan tenaga, bakt, kreativitas, dan usaha

mereaka kepada organisasi agar suatuorganisasi dapat menjaga eksistensinya. Setiap maunsia memiliki

arakterstik individu yangberbeda antara satu dengan yang lainya. Berikut ini beberapa pendapat mengenai karakteristikindividu- Mathiue & Zajac,(1990) menyatakan bahwa, Karakteristik personal (individu)mencangkup usia, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, suku bangsa, dankepribadian.- Robbins (2006) menyatakan bahwa, Faktor-faktor yang mudah didefinisikan

dantersedia, data yang diperoleh sebagian besar dari informasi yang tersedia dalam berkspersonalisa seorang pegawai mengemukakan karakteristik individu meliputi usia, jeniskelamin, status perkawinan, banyakanya

tanggungan dalam keluarga, dan masa kerjadalam organisasi.Siagian (2008) menyatakan bahwa, Karakteristik biografikal (individu) dapat dilihat dariumur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah tanggungan dalam keluarga dan masakerja.- Morrow menyatakan bahwa, komitmen organisasi dipengaruhi oleh

karakteristikpersonal (individu) mencangkup usia, masa kerja, pendidikan dan jenis kelamin.- Dari pendapat Robbins dan Siagian di atas yang membentuk

karakteristik individudalam organisasi meliputi : usia, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja, dan jumlahtanggungan.

4.

4Faktor-faktor

Karakteristik

Individua.UsiaKamus

Umum Bahasa Indonesia (1984) menyatakan bahwa, Usia (umur) adalah lamawaktu hidup atau ada (sejak dilahirkan).Dyne dan Graham (2005) menyatakan bahwa, Pegawai yang berusia lebih tua cenderunglebih

mempunyai rasa ketertarikan atau komitmen pada organisasi dibandingkan dengan yangberusia lebih muda sehingga meningkatkan loyalitas mereka pada

organisasi. Hal ini bukan hanyadisebabkan karena lebih lama tinggal di organisasi. Hal ini bukan hanya disebabkan karena lebihlama tinggal di organisasi, tetapi juga dengan usia tuanya tersebut. untuk Makin sedikit

kesempatanpegawai

menemukan

organisasi.Robbins (2003) menyataka bahwa, semakin tua usia pegawai, makin tinggi komitmenyaterhadap organisasi, hal ini disebabkan karena kesempatan indivisu untuk mendapatkan pekerjaanlain menjadi lebih terbatas sejalan dengan meningkatnya usia.

Keterbatasan tersebut dipihak laindapat meningkatkan persepsi yang lebih positif mengenai atasan sehingga dapat meningkatkankomitmen mereka terhadap

organisasi.b.Jenis KelaminRobbins (2003) menyatakan bahwa, Tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria dan wanitadalam kemampuan memecahkan masalah, ketrampilan analisis, dorongan kompetitif,

motivasi,sosiabilitas atau kemampuan belajar. Namun studi-studi psikologi telah menemukan bahwawanita lebih bersedia untuk mematuhi wewenang dan pria lebih agresif dan lebih besarkemungkinannya daripada wanita dalam memiliki pengharapan juga untuk sukses. bahwa Bukti wanita

yangkonsisten

menyatakan

mempunyai tingkat Kemangkiran yang lebih tinggi daripada pria.Dyne dan Graham (2005) menyatakan

bahwa

Pada

umumnya

wanita

menghadapi

tantanganlebih besar dalam mencapai karirnya, sehingga komitmennya lebih tinggi. Hal ini disebabkanpegawai wanita merasa bahwa tanggung jawab rumah tangganya ada di tangan suami mereka,sehingga gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi bukanlah sesuatu yang sangat pentingbaginya.

5. 5Mowday (1982) menyatakan bahwa, Wanita sebagai kelompok cenderung memiliki komitmenterhadap

organisasi lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Wanita pada umumnya harusmengatasi lebih banyak rintangan dalam penting mencapai bagi posisi mereka dalam organisasi

sehinggakeanggotaan dalam organisasi menjadi lebih mereka.c.Status PerkawinanLembaga Demografi FE UI (2000) menyatakan bahwa, Status perkawinan adalah ikatan lahirbatin antara pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yangbahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Soekanto (2000), menyatakan bahwa, Perkawinan (marriage) adalah ikatan yang sah antaraseorang pria dan wanita yang menimbulkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban antara merekamaupun bahwa, turunannya.Robbins Pernikahan (2003) menyatakan memaksakan

peningkatan tanggung jawab yangdapat membuat suatu pekerjaan yang tetap menjadi lebih berharga.d.Masa KerjaMenurut Balai Pustaka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1991) menyatakan bahwa,Masa kerja (lama bekerja) merupakan pengalaman individu yang akan menentukan pertumbuhandalam pekerjaan dan jabatan.MenurutkamusbesarbahasaIndonesia(1984),Pe ngalamankerja didefinisikan sebagai suatukegiatan atau

proses yang pernah dialami oleh seseorang ketika mencari nafkah untuk memenuhikebutuhan hidupnya.Siagian (2008) menyatakan bahwa, Masa kerja menunjukkan berapa lama seseorang bekerjapada masing-masing pekerjaan atau jabatan.Kreitner dan Kinicki (2004) menyatakan bahwa, Masa kerja yang lama akan cenderungmembuat seorang pegawai lebih merasa betah dalam suatu organisasi, hal ini disebabkan

6.

6diantaranya

karena yang akan

telah cukup

beradaptasi lama

dengan sehingga dengan

lingkungannya seorangpegawai

merasanyaman

pekerjaannya. Penyebab lain juga dikarenakan adanya kebijakan dari instansi atauperusahaan mengenai jaminan hidup di hari tua.e.Jumlah TanggunganSiagian (2008) menyatakan bahwa, Jumlah tanggungan adalah seluruh jumlah anggota keluargayang dengan menjadi tingkat tanggungan seseorang. Berkaitan

absensi, jumlah tanggungan yanglebih besar akan mempunyai kecenderungan absen yang kecil, sedangkan dalam kaitannya denganturn over maka semakin banyak jumlah tanggungan seseorang,

kecenderungan untuk pindahpekerjaan semakin kecil.

7. 7Dalam penelitian ini ada lima faktor pembentuk karakteristik individu yang mempengaruhi

komitmenorganisasi, yaitu: usia, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja, Usia dan jumlah Komitmen

tanggungan.Pengaruh

terhadap

OrganisasiSemakin tua umur seseorang akan semakin trampil dalam melaksanakan tugas, semakin kecil tingkatkesalahannya dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal itu terjadi karena salah satu faktor kelebihanmanusia

dari makhluk lainnya adalah kemampuan belajar dari pengalaman, terutama pengalaman yangberakhir pada kesalahan.Siagian (2008) mengemukakan, Berkaitan dengan tingkat absensi, kehadiran seseorang

dalampekerjaannya tidak merupakan jaminan, artinya semakin tua tidak dapat dijadikan jaminan

tingkatkehadirannya semakin tinggi. Akan tetapi, tingkat kehadiran dipengaruhi oleh sifat dari absen

tersebut,apakah dapat dihindari atau tidak dihindari. Berkaitan dengan turn over terdapat kecenderungan bahwasemakin tua, maka orang akan merasa semakin terikat pada organisasi di mana orang tersebut

menjadianggota organisasi. Artinya, semakin tua usia seseorang kecenderungannya untuk pindah pekerjaansemakin berkurang.Jadi semakin tua seorang pegawai maka akan semakin tinggi tempatnya

komitmennyaterhadap

organisasi

bekerja.Pengaruh Jenis Kelamin terhadap Komitmen OrganisasiGreenberg dan Baron (2003) menyatakan bahwa, Jenis kelamin wanita memiliki komitmen

yanglebih rendah dari pada pria yang disebabkan adanya diskriminasi di tempat kerja yangmenganggap

kemampuan wanita tidak sama dengan pria sehingga kebanyakan wanita memperolehkedudukan atau posisi yang lebih rendah dan kurang terlibat dalam masalahmasalah organisasi.Mowday (1982) Menyatakan bahwa Wanita sebagai kelompok memiliki komitmen

terhadaporganisasi lebih tingi dibandingkan dengan pria. Wanita pada umumnya harus mengatasi lebih

banyakrintangan dalam mencapai posisi mereka dalam organisasi sehingga keanggotaan dalam organisasimenjadi lebih penting bagi mereka.Dyne dan Graham (2005) menyatakan bahwa, Jenis kelamin

pegawai

mempengaruhi

komitmenorganisasi

karena

pada umumnya wanita menghadapi tantangan lebih besar dalam mencapai

8. 8karirnya menyebabkan komitmennya lebih tinggi terhadap terhadap organisasi.Pengaruh Komitmen Status Perkawinan dengan

OrganisasiBerkaitan

komitmen organisasi, ada pengaruh positif antara status perkawinan seseorangdengan komitmen terhadap

organisasi.Dyne dan Graham (2005) menyatakan bahwa, Seseorang telah menikah cenderung memilikiprestasi kerja yang baik karena akan menerima berbagai bentuk imbalan, baik finansial maupunnon finansial yang

semuanya menunjukkan adanya tanggung jawab yang lebih besar padakeluarganya. Mereka yang menikah lebih terikat dengan organisasi, yang sehingga kuat dapat

membentuksuatu

komitmen

terhadap

organisasi tempat mereka berada.Pengaruh Masa Kerja terhadap Komitmen OrganisasiMasa kerja dalam

penelitian ini diartikan sebagai lamanya pegawai bekerja dalam organisasi lamanya atauperusahaan bekerja pada saat ini, tidak lain

termasuk

perusahaan

sebelumnya bagi pegawaiyang telah pernah bekerja di perusahaan lain.Robbins (2003) mengemukakan. semakin lama karyawan bekerja pada suatu organisasi semakinmemberi dia peluang untuk menerima tugastugas yang lebih menantang otonomi yang lebih besar,keleluasaan bekerja, tingkat imbalan ekstrinsik yang lebih tinggi dan peluang menduduki jabatan atauposisi yang lebih tinggi.Penelitian empiris yang dilakukan oleh Kalbers dan Cenker (2007) terhadap 334 akuntan yang bekerjadi beberapa kota metropolitan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pengalaman kerja

(masa kerja)berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Demikian pula penelitianYang dilakukan oleh Joiner dan Bakalis (2006) terhadap 72 orang guru dari delapanakademi di Austriamenunjukkan bahwa masa kerja atau pengalaman kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadapkomitmen organisasional. Berdasarkan penjelasan dan bukti empiris tersebut ini maka dapatdisimpulkan bahwa masa kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Dengan

demikianmasa kerja merupakan faktor individu yang berhubungan dengan perilaku yang mempengaruhi

9. 9komitmennya terhadap organisasi tempatnya bekerja. Lama kerja sebagai salah satu antesedenkarakteristik individu juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap komitmen organisasi.Berdasarkan penjelasan dan bukti empiris tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa komitmen masa kerjaberpengaruh positif terhadap

organisasi.Pengaruh

Jumlah

Tanggungan

terhadap Komitmen OrganisasiSalah satufaktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah jumlah tanggungan seseorang.Apabila seseorang mempunyai jumlah tanggungan yang besar, maka orang tersebut akan berkomitmentinggi dalam organisasi yang di tempatinya, hal ini di sebabkan karena adanya rasa tanggung jawabyang besar sehingga mendorong ia untuk semakin rajin dan giat dalam bekerja, serta akan menghindarimangkir dari kerja. Hal ini juga akan berdampak pada keinginan untuk berpindah kerja akan relatifkecil.e.Jumlah TanggunganSiagian (2008) menyatakan bahwa, Jumlah tanggungan adalah seluruh jumlah anggota keluarga yangmenjadi tanggungan seseorang. Berkaitan dengan tingkat absensi, jumlah

tanggungan

yang

lebih

besarakan

mempunyai

kecenderungan absen yang kecil, sedangkan dalam kaitannya dengan turn overmaka semakin banyak jumlah tanggungan seseorang, kecenderungan untuk pindah pekerjaan semakinkecil

10.

10KepribadianDefinisi

KepribadianKepribadian

merupakan keseluruhan cara dimana seorang individu bereaksi dan berinteraksidengan individulain.

Kepribadian membentuk perilaku setiap individu. Apabila ingin memahamidengan baik perilaku seseorang dalam organisasi, sangatlah berguna jika kita mengetahui sesuatutentang KepribadianPendekatan kepribadian adalah teoritis kepribadiannya.Teori untuk memahami sifat,

pendekatan

pendekatanpsikodinamis, dan pendekatan humanis.1. Teori kepribadian sifat (trait).Sama seperti anak kecil yang selalu mencari tanda untuk menggolongkan dunia, orang dewasa,juga menandai dan menggolongkan fisik dan

manusia

berdasarkan

karakteristik,

psikologisnya.Penggolongan membantu dalam mengatur keragaman dan mengurangi keragaman menjadisedikit. Sifat (traits) adalah dugaan kecendurungan yang

mengarahkan perilaku dengan carakonsisten dan ciri karakteristik tertentu. Lebih jauh lagi, sifat menghasilkan konsistensi padaperilaku, sebab sifat menghasilkan atribut dan cangkupannya luas atau umum. Teori sifat telahmendapat kritik sebagai bukan teori yang nyata sebab tidak menjelaskan terjadinya perilaku.Pendekatan sifat tidak berhasil dalammeramalkan perilakuspektrum situasi, karena fakta bahwasituasi (pekerja, aktivitas kerja) sangat diabaikan dalam teori-teori sifat.2. Teori kepribadian psikodinamis.Pendekatan Freudian yang

membicarakan id, superego, dan egopenekanan khusus diletakkanpada determinan yang tidak disadari dari pelaku.Identitas diri adalah bagian yang

sederhana,bagian yang tidak disadari dari kepribadian, tempat penyimpanan dari pergerakan dasar.Dijalankan secara tidak rasional dan tanpa mempertimbangkan apakah yang diinginkanmungkin dapat

diterima.Superego adalah tempat penyimpanan nilai-nilai individu, termasuksikap moral yang dibentuk oleh

masyarakat superego bertentangan dengan id (identitas diri)karena id ingin melakukan apa yang dirasa baik, sementara super ego memaksa melakukan apayang benar.Ego bertindak sebagai penengah konflik. Mewakili gambaran seseorang terhadaprealitas fisik dan sosial, yang mengarah pada hal apa dan yang mana adalah mungkin dalamdunia nyata. Sering ego harus kompromi, untuk mencoba dan memuaskan baik id dan super

11. 11ego. Hal ini melibatkan penggunaan mekanisme pertahanan diri yang menyelesaikan konflikantara

pernyataan psikologis dan kenyataan diluar.3. Teori Kepribadian HumanistikPendekatan humanistik untuk memahami kepribadian dan menekankan aktualisasi diri pada dan

perkembanganindividu pentingnya bagaimana

seseorang

mempersepsi

dunianya dansemua kekuatan yang mempengaruhi mereka. Pendekatan Carl adalah Nasihatnya katakan pendapat Rogers humanistik adalah dalam (berpusat dengarkan dan dari percaya

memahamikepribadian kepada apayang manusia). orang

tentang dan

mereka arti

memperhatikan

pengalamanorang-orang

tersebut.

Rogers

bahwa yang paling dasar dari organisme manusia

adalahuntuk mengarah pada aktualisasi diri. Cita-cita yang tetap untuk menjadi inheren seseorang.Teori sifat memberikan sebuah dasar yang menjelaskan individu. Teori psikodinamismenggabungkan karakteristik manusia dan menjelaskan perkembangan alamiah dinamis.

Teorihumanis menekankan pada orang dan pentingnya aktualisasi diri pada kepribadian. Setiappendekatan berusaha untuk menerangkan sifat unik dari seorang individu yang mempengaruhipola perilaku.Faktor-faktor Penentu Kepribadian1. Faktor KeturunanKeturunan

merujuk pada faktor genetis seorang individu yang meliputi tinggi fisik, bentukwajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi, dan irama biologis yangdipengaruhi dari orang tua.Tiga dasar penelitian yang berargumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalammenentukan kepribadian seseorangBerfokus pada penyokong genetis dari

perilaku dan tempramen anak-anak.Berfokus pada anakanak kembar yang dipisahkan sejak lahir.Berfokus pada konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalamberbagai situasi.Para peneliti menemukan bahwa faktor genetika berperan sekitar 50 persen dalam menentukanperbedaan kepribadian seseorang dengan kembarannya dan lebih 30 persen dan dalam hobi hal yang

perbedaanlapangan

pekerjaan

diminati.Faktor keturunan membekali seseorang dengan sifatdan bawaannya.

12. 122. Faktor LingkunganLingkungan merupakan tempat kita tumbuh dan dibesarkan yang meliputi keluarga, teman-teman dan kelompok sosial. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang besar

terhadappembentukan

kepribadian

seseorang.Kepribadian umumnya konsisten

seseorang, dan

meskipun stabil,

pada dapat

berubahbergantung pada situasi yang dihadapinya. Dengan perkataan lain, tuntutan yang berbeda darisituasi yang berbeda memunculkan aspek yang berbeda dari kepribadian seseorang. Oleh karenaitu, jangan melihat pola-pola kepribadian seseorang secara terpisah.

Potensi penuh seseorangditentukan oleh seberapa baik seseorang tersebut dapat menyesuaikan diri

denganlingkungannya.Sifat-sifat

KepribadianSifat-sifat

kepribadian merupakan karakteristik yang sering muncul dan mendeskripsikanperilaku seorang individu. Semakin konsisten dan sering munculnya karakteristik tersebut dalamberbagai mendiskripsikan situasi, maka akan semakin

karakteristik

seorang

individu.Para

peneliti menyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan,menyesuaikan

bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.Dalam 20 tahun

terakhir ini, digunakan dua pendekatan yang dijadikan kerangka untukmengidentifikasi dan mengklasifikasikan sifat-sifat seseorang, yaitu1. Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)Merupakan instrumen penilaian yang berisi 100 pertanyaan mengenai bagaimana individu akanmerasa atau bertindak dalam situsai tertentu. Berdasarkan jawaban-jawaban yang diberikandalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam 4 macam karakteristik, yaituEkstraver versus Introver (E vs I), ekstraver digambarkan sebagai individu yang ramah,suka bergaul, dan tegas. Sedangkan introver digambarkan sebagai individu yang pendiamdan pemalu.Sensitif versus Intuitif (S vs N), sensitif digambarkan sebagai individu yang praktis danlebih menyukai rutinitas dan urutan.

Sedangkan intuitif mengandalkan proses-prosestidak sadar dan melihat gambaran umum.

13.

13Pemikir

versus

perasa

(T

vs

F),

pemikir

digambarkan sebagai individu yangmenggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah.

Sedangkan perasamengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi.Memahami versus menilai (J atau P), memahami digambarkan sebagai individu yangmenginginkan kendali dan lebih suka dunia teratur dan terstruktur. Sedangkan menilaidigambarkan sebagai individu yang cenderung lebih fleksibel dan spontan.Meskipun MBTI merupakan instrumen yang paling banyak digunakan dalam

penilaiankepribadian seseorang, MBTI masih mempunyai kelemahan yakni memaksakan seseoranguntuk

dikategorikan sebagai satu jenis atau jenis yang lain, msalnya anda adalah introver atauekstrover. Tidak ada yang di tengah-tengah, meskipun individu bisa jadi ekstrover danintrover pada tingkat tertentu.2. Model Lima BesarLima dimensi dasar yang saling mendasari dan mencakup sebagian besar variasi yang signifikandalam kepribadian manusia. Faktor-faktor lima besar mencakup :Ekstraversi (extraversion), merupakan dimensi

kepribadian yang mengungkapkan tingkatkenyamanan seseorang dalam berhubungan dengan individu lain. Mendiskripsikanseseorang yang suka bergaul, suka berteman, dan tegas.Mudah akur atau mudah sepakat (agreeableness), merupakan dimensi kepribadian

yangmerujuk pada kecenderungan individu untuk patuh terhadap individu lainnya.Mendeskripsikan seseorang yang bersifat baik, kooperatif, dan penuh

kepercayaan.Sifat

berhati-hati

(conscientiousness),

merupakan dimensi kepribadian yang menjadiukuran

kepercayaan. bertanggung

Mendeskripsikan jawab,

seseorang gigih,

yang dan

bisadipercaya,

teratur.Stabilitas emosi (emotional stability), merupakan dimensi kepribadian yang menilaikemampuan seseorang untuk sebagai menahan stres. Menggolongkan percaya seseorang memiliki

orangyang

tenang,

diri,

pendirian yang teguh (positif).Terbuka terhadap hal-hal yang baru (openness to experience), merupakan dimensi yangmengelompokkan individu berdasarkan lingkup

minat dan ketertarikannya terhadap hal-hal baru.

14. 14Menilai KepribadianMenilai kepribadian seseorang dalam perekrutan karyawan sangatlah penting karena membantupara manajer untuk memilih calon yang terbaik. Terdapat tiga cara untuk :1. umum menilai Survei yang

kepribadianseseorang, mandiriMerupakan cara

diantaranya yang paling

digunakan untuk menilai kepribadian. Kekurangandari survei mandiri adalah kebohongan dari individu, mungkin mereka lebih menunjukkankesan yang lebih baik dari pada faktanya. Kekurangan selanjutnya adalah akurasi, dimanaseorang yang memiliki talenta yang baik sedang dalam suasana hati yang tidak bagus, sehinggadapat mempengaruhi survei mandiri.2. Survei peringkat oleh pengamatDikembangkan untuk memberikan penilaian bebas mengenai kepribadian. Survei dilakukan oehrekan kerja dengan sepengetahuan individu yang dinilai ataupun bisa tidak. Dari surveiperingkat oleh pengamat bisa memberi tahu sesuatu yang unik mengenai perilaku seorangindividu di tempat kerja.3. Ukuran

proyeksiUkuran proyeksi dianggap sebagai tantangan karena seorang ahli sering kali menilai hasil-hasiltersebut secara berbeda satu sama lain. Maka dari itu, ukuran

proyeksi

sangat

tidak

efektifsehingga

jarang

digunakan.Sifat Kepribadian Utama yang Mempengaruhi Perilaku OrganisasiSifat kepribadian yang menjadi

indikator kuat perilaku di tempat kerja, yaitu :1. Evaluasi inti diriTingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri, apakah

merekamenganggap diri mereka cakap dan efektif, dan apakah mereka merasa memegang kendali atautidak berdaya atas lingkungan mereka.2.

MarchiavellinismeTingkat di mana seorang individu pragmatis, mempertahankan jarak emosional, dan

yakinbahwa hasil lebih penting daripada proses.

15. 153. NarsismeKecenderungan menjadi arogan, mempunyai rasa kepentingan pengakuan sendiri.4. diri berlebih, yang dan

berlebihan,membutuhkan mengutamakan diri

Pemantauan

diriKemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasionaleksternal.5. Pengambilan resiko6. Kepribadian tipe AKeteribatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalamwaktu yang lebih sedikit dan bila perlu melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atauhal lain.7. Kepribadian ProaktifSikap yang cenderung oportunis, berinisiatif, berani bertindak, dan tekun hingga berhasilmencapai perubahan yang

berarti.Kepribadian dan Kultur NasionalKultur suatu negara mempengaruhi karakteristik kepribadian yang dominan dari populasinya,meskipun tidak ada

kepribadian yang umum untuk suatu negara tertentu. Setelah karakteristik seseorang, mendiskusikansifat-sifat abadi yang kepribadian, perilaku

mendeskripsikan pada

sekarangberalih

pembelajaran.

Kepribadian

dengan

pembelajaran

hampir

sama.

Pembelajaran acap kalisangat spesifik dan lebih banyak mendeskripsikan sistem keyakinan bila

dibandingkankecenderungan perilaku.PembelajaranPengertian PembelajaranPembelajaran merupakan proses di mana terjadi perubahan yang hasil dalam bersifat dari abadi dalam tipe dan

perilakusebagai pembelajaran

suatu penting

praktik.Tiga

pengembangan

perubahanperilaku. Ketiga tipe itu ialah pengkondisian klasik, pengkondisian opera, dan pembelajaran

sosial.Empat konsep yang harus dimengerti dalam memahami ketiga tipe tersebut ialah:1. Perangsang (drive) seseorang harus dipertimbangkan.Perangsang adalah suatu keadaan yang berkembang dari dalam diri atau stimulus khusus.Perangsang primer seperti lapar tidak dapat dipelajari karena inheren. Perangsang sekunder

16. 16seperti (perasaan khawatir dalam menghadiri suatu pertemuan umpan balik peninjauan prestasi)bisa dipelajari. Sekali suatu perangsang dikenali, maka akan menggerakkan perilaku.2. Stimulus adalah petunjuk adanya peristiwa untuk tanggapan.3. Respons adalah hasil perilaku dari stimulus. Yakni aktivitas dari orang bersangkutan, tanpamemandang apakah stimulus

tersebut dapat diidentifikasikan atau tindakan dapat diamati.4. Penguat (reinforcer) adalah setiap obyek atau kejadian yang meningkatkan ataumempertahankan

kekuatan suatu tanggapan.Teori-teori Pembelajaran1. BerhavioristikPembelajaran selalu memberi stimulusagar menimbulkan respon yang tepat seperti yang

kitainginkan. Hubungan stimulus dan respons ini bila

diulang akan menjadi sebuahkebiasaan.selanjutnya, bila menemukan kesulitan atau masalah, kita bisa mencoba dan mencobalagi (trial and error) sehingga akhirnya memperoleh hasil.2. KognitivismePembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera agar memperoleh indera dapat

pemahaman

sedangkanpengaktifan

dilaksanakan dengan jalan menggunakan media/alat Bantu. Disampingitu penyampaian pengajaran dengan berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode.3. HumanisticDalam pembelajaran ini pembimbing memberi pengarahan agar sesorang dapatmengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Seseorang perlu melakukan sendiri

berdasarkaninisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalamproses belajar, agar dapat memperoleh hasil.

17.

174.

Sosial/Pemerhatian/permodelanProses melalui proses pemerhatian dan

pembelajaran

pemodelan Bandura (1986) mengenalpasti empat unsure utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau pemodelan,yaitu pemerhatian (attention), mengingat (retention), reproduksi (reproduction), danpenangguhan (reinforcement) motivasi (motivion). Implikasi daripada kaedah ini berpendapatpembelajaran dan pengajaran dapat dicapai melalui beberapa caraberikut:Demonstasi hendaklah jelas, menarik, mudah dan tepatHasilan contoh-contoh seperti ditunjukkan hendaklah mempunyai mutu yang tinggi.Syarat Proses PembelajaranSchiffman dan Kanuk (2000):London dan Delta Bitta (1993) dalam Sumarwan (2004),menyatakan bahwa proses biasa terjadi karena adanya empat unsur yang mendorong

proses tersebutadalah :Motivasi (motivation), adalah daya dorong dalam diri konsumen. Motivasi muncul karena adanyakebutuhan . konsumen yang ingin

membeli rumah baru akan terdorong untuk mencari informasi apapunmengenai berbagai hal yang berkaitan dengan rumah, misalnya lokasi hunian, bentuk dan tipe rumah,harga-harga, cara pembayaran, lingkungan

hunian dan sebagainya.1. Isyarat (cues), adalah stimulus yang mengarahkan motivasi tersebut. Isyarat

akanmempengaruhi cara konsumen bereaksi terhadap suatu motivasi. Iklan, kemasan produk, hargadan produk display adalah stimulus atau isyarat yang akan

mempengaruhi

konsumen

untukmemenuhi

kebutuhannya.2. .Respons (response), adalah reaksi konsumen terhadap isyarat. Belajar terjadi ketika

konsumenbereaksi terhadap isyarat tersebut. Bagaimana respon konsumen terhadap isyarat tersebut

akandipengaruhi oleh proses belajar masa lalunya.Atribut Kepribadian Yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi1. Pengkondisian KlasikStudi pengkondisian klasik dimulai dari hasil kerja seorang psikolog Rusia bernama IvanPavlov sekitar awal abad 20. Dalam penelitian Ivan Pavlov mengenai pengkondisian klasik,

18. 18respons sudah lebih dulu dipelajari dan dibantu dengan pemberian stimulus yang tidakterkondisi. Urutan peristiwa bersifat bebas/independen terhadap subyek perilaku.2. Pengkondisian OperanB.F. Skinner adalah seorang peneliti yang erat hubungannya dengan

pengkondisian operan.Bentuk perhatian pengkondisian berkaitan dengan pembelajaran yang terjadi karena suatukonsekuensi perilaku. Operan adalah perilaku yang dapat dikendalikan dengan mengubahkonsekuensi

(penguat hukuman) yang mengikutinya. Kebanyakan perilaku di tempat kerjaadalah operan. Operan

dibedakan berdasarkan pengendalian konsekuensinya. Dalampengkondisian operan, respons yang diinginkan mungkin tidak terdapat pada subyek.Contohnya,

mengajar bawahan untuk menyiapkan laporan anggaran mingguan yang akurat.3. Pembelajaran SosialAlbert Bandura dari Stanford University mengilustrasikan

bagaimana orang membutuhkanperilaku baru dengan meneladani model peran (dengan belajar). Pembelajaran Sosial merujukpada fakta bahwa kita membutuhkan begitu banyak perilaku pidato, (seperti: memukul bola

golf,menyampaikan

menggunakan

program

komputer) dengan mengobservasi dan meniruorang lain dalam konteks sosial. Bandura menekankan pada sisi bahwa fungsi kognitif tidakbisa diabaikan dalam

menjelaskan, memahami dan memodifikasi perilaku individual. Haltersebut merupakan fungsi dari

karakteristik pribadi dan kondisi lingkungan. Menurut Bandurateori pembelajaran sosial menjelaskan perilaku dari interaksi berkelanjutan antara kognitif,perilaku dan penentu lingkungan.Penerapan Khusus Metode Pembelajaran Menggunakan lotre untuk mengurangi kemangkiran Tunjangan sehat lawan tunjangan sakit Disiplin karyawan Mengembangkan program pelatihan Menciptakan program mentor Swa-manajemen

19.

19BAB

IIIPENUTUPKESIMPULANKarakteristik

individu adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu individu yang membedakan suatu individutersebut dengan

individu lain yang dipengaruhi beberapa faktor, seperti: usia, jenis kelamin, statusperkawinan, masa kerja, dan jumlah tanggungan.

20.

20DAFTAR

RUJUKANAnonim.Teori

Tentang Individu,

Karakteristik

(Online),(http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc =s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCgQFjAA&url=h ttp%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream%2F12 3456789%2F22290%2F3%2FChapter%2520II.pdf&ei=K OUgUZvoIIuErQey_IDABA&usg=AFQjCNFYVcUvFDZFy qSUJIhknmn2oPQ8lw, 2013).Ningsih, Pengembangan Nia diakses Oktavia., Organisasi dkk. 14 2012. Februari Perilaku dan

Kepribadian

Pembelajaran,(Online),http://www.google.co.id/url?sa=t& rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CC 0QFjAB&url=http%3A%2F%2Fblog.ub.ac.id%2Ffauzi%2 Ffiles%2F2012%2F03%2FKepribadian-danpembelajaran.docx&ei=xuQgUdXhKszjrAeKioCYBQ&usg =AFQjCNGy_9U2hdEFEkeoltNuL432eS_bhw, 14 Februari 2013).Stephen, Edisi 12. diakses

P.Robbins.2007. Jakarta:Salemba

Organizational Behavior

Empat.Sukasri. 2012. Dasar-Dasar Perilaku Individu, (Online),(http://nursukasri.blogspot.com/2012/01/dasardasar-perilaku-individu.html,diakses 2013).Thoha, Miftah. 15 Februari Perilaku

1983.

Organisasi.Jakarta:CV Rajawali.