Anda di halaman 1dari 4

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEPATUHAN DIET

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut survey yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dunia WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Melitus dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, sedangkan urutan diatasnya India, China dan Amerika Serikat. Temuan tersebut semakin membuktikan bahwa penyakit Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. Berdasarkan profil kesehatan Jawa Barat tahun 2006, ditemukan angka kematian diabetes mellitus pada usia 5-44 tahun menempati urutan ke-7 sebanyak 4,45%, lalu pada usia 45-64 tahun menempati urutan ke-5 sebanyak 4.27%, dan pada usia 65 tahun ke atas menempati urutan ke-5 sebanyak 2.28%. Berdasarkan profil kesehatan di RSUD R. Syamsudin, S.H tahun 2007 ternyata penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit urutan pertama dari seluruh penyakit endokrin baik dirawat jalan maupun diruang rawat inap. Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kadar glukosa (glukosa sederhana) didalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang dilepaskan pankreas, yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal insulin memasukkan gula kedalam sel sehingga menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi dimasyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe II yang disebabkan oleh faktor keturunan tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seorang terkena diabetes karena resikonya hanya sebesar 5%, ternyata diabetes

tipe II lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya. (Soegondo, 2005) Diabetes Mellitus apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan komplikasi penyakit serius lainnya, diataranya stroke, jantung, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem syaraf kalau sudah positif diabetes, maka sebaiknya konsultasi dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dengan penuh disiplin. (Syafei, 2006). Selain itu cara yang efektif yang diterapkan pada diabetes mellitus adalah perencanaan makan (diit), latihan (olahraga), pemantauan glukosa darah, terapi (bila deperlukan) dan pendidikan kesehatan. Diit yang baik adalah diit yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori klien tetapi tidak meningkatkan kadar glukosa darah. Kepatuhan pasien terhadap prinsip gizi dan diit merupakan salah satu kendala. Untuk membantu pasien itu dalam mengikut sertakan kebiasaan diit yang baru dalam gaya hidupnya, maka keikutsertaanya dalam terapi perilaku, dukungan kelompok dan penyuluhan gizi yang berkelanjutan sangat dianjurkan. (Smeltzer dan bare, 2001) Perilaku klien yang tidak mendukung kesehatan dapat diubah menjadi perilaku yang taat dalam menjalani diet, bila klien sudah mengetahui manfaat dari diet diabetes mellitus maka akan timbul kesadaran dari dalam dirinya untuk melaksanakan diit diabetes mellitus tersebut, perilaku seseorang untuk taat dalam menjadi diet salah satunya berhubungan dengan sejauhmana penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh perawat mengenai pengetahuan dan keterampilan bagi pasien Diabetes melitus yang bertujuan untuk menunjang perilaku dalam meningkatkan dalam pemahaman tentang dietnya sehingga pada gilirannya nanti kompilkasi diabetes melitus dapat dicegah. Peran perawat dalam perubahan perilaku klien Diabetes Melitus adalah sebagai edukator dan konselor yang dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang diet Diabetes Melitus tipe II pada klien agar mau melakukan perubahan pada pola makannya dari yang tidak teratur menjadi diet yang terencana pendidikan kesehatan dapat dilakukan dipoli klinik atau diruang perawatan penyakit dalam. Berdasarkan study pendahuluan pada 8 responden dengan Diabetes Melitus tipe II ditemukan masalah yang berhubungan dengan konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan

aturan, yaitu ditemukan 25% orang yang tidak mengetahui tentang diet diabetes melitus dengan klien mengatakan selama ini makanan yang dikonsumsi sesuai dengan menu keluarga sehari-hari dan tidak diatur berdasarkan diet Diabetes Melitus, sehingga kadar glukosa darah tidak stabil. 50% orang mengetahui tentang diet Diabetes Melitus tetapi klien mengatakan dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari tidak teratur (tidak disiplin) baik jadwal, jumlah dan jenis makanan. Bahkan klien suka mengemil dengan tidak memperhatikan kandungan makanan yang dibolehkan dalam diet dengan alasan, malas dan bosan dengan menu yang sesuai aturan sehingga kadar glukosanya tidak stabil. 25% orang tidak mengetahui tentang diet Diabetes Melitus sehingga jenis makan dan pola makan sehari-hari tidak sesuai dengan diet yang dianjurkan, sehingga kadar glukosa darah tidak dapat dikontrol dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut, belum teridentifikasi secara jelas apa yang menyebabkan klien menjadi tidak patuh dalam menjalani diet Diabetse Melitus tipe II, sehingga penulis mengarahkan untuk memilih faktor internal yang mempengaruhi perilaku diet Diabetes Melitus tipe II pada klien yaitu faktor predisposisi yang terungkap didalamnya aspek pengetahuan dan sikap. Berdasarkan data yang ditemukan maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit RSUD, Syamsudin S.H Kota Sukabumi. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Tipe II di RSUD R, Syamsudin, S.H 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Tipe II di RSUD R, Syamsudin, S.H Kota Sukabumi.

1.3.2 Tujuan Khusus a) Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus tentang Diet Diabetes Melitus tipe II. b) Untuk mengetahui Gambaran Sikap Pasien Diabetes Melitus tentang Diet Diabetes Melitus tipe II. c) Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Pasien dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus tipe II. d) Untuk mengetahui Hubungan Sikap Pasien dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus tipe II. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi variabel-variabel pengetahuan dan sikap klien yang akan mempengaruhi terhadap Diet Diabetes Melitus serta menjadi dasar untuk mengembangkan teori yang sudah ada. a) Diharapkan penelitian ini menjadi masukan bagi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam memberikan program pendidikan kesehatan (penyuluhan

kesehatan) yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan sikap Klien Diabetes Melitus tipe II b) Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada klien dan keluarga sehingga diharapkan klien dan keluarga mempunyai pengetahuan dan sikap yang lebih baik dalam hal upaya meningkatkan kepatuhan Diet Diabetes Melitus Tipe II dengan baik. c) Penelitian ini dapat berguna bagi peneliti, sehingga peneliti dapat dapat lebih tahu manfaat dari Diet Diabetes Melitus Tipe II dan dapat mengaplikasikannya terhadap klien Diabetes Melitus baik dilingkungan kerja maupun dilingkungan masyarakat.