Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Arsitektur merupakan ilmu dalam seni merancang sebuah bangunan. Sebuah bangunan dikonotasikan dengan rumah ataupun gedung dimana didalamnya terdapat unsurunsur yang mutlak harus ada agar terciptanya sebuah bangunan yang utuh dan sempurna. Unsur-unsur tersebut meliputi dari bagian-bagian dalam maupun luar bangunan beserta unsure buatan dan alami diantaranya ialah sampah. Sampah dalam segi arsitektur sangatlah berkaitan erat dimana dalam suatu bangunan pasti memberi dampak kotor dimana dilihat dari segi sampah rumah tangga seperti palstik ,bekas cucian dan sisa-sisa makanan Sampah merupakan material sisa yang diinginkan stelah berakhirnya suatu proses, dimana sampah adalah buatan manuasia. Dalam segi arsitektur sampah dapat memperlambat dalam perencanaan bangunan . Berdasarkan jenis-jenis sampah,sampah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu: sampah rumah tangga, pertanian, perkantora, perusahaan, rumah sakit, pasar, dlll. Berdasarkan sifatnya sampah dapat digolongkan mejadi 2 yaitu: sampah organic dan anorganik. Sampah dikaitkan dalam segi arsitektur mempunyai dampak negative bagi kesehatan tubuh dan juga dapat merusak lingkungan dengan sifatnya yang kotor dan bau.

1.2 RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. Apa pengertian sistem sampah? Bagaimana sistem pengelolaan sampah? Bagaimana metode-metode pengelolaan sampah? Bagaimana sistem sampah terhadap objek bangunan?

1|Sains Bangunan & Utilitas 1

1.3 TUJUAN 1. 2. 3. 4. Mengetahui lebih dekat apa itu sampah, Mengetahui bagaimana sistem pengelolaan pada sampah, Mengetahui lebih dekat metode-metode pengelolaan sampah, Mengetahui bagaimana sistem sampah yang terjadi pada objek bangunan.

1.4 MANFAAT Mengetahui lebih dekat dalam pemaahaman sistem sampah dan dapat menggunakan sampah dengan sebaik-baikya dan tidak mencemarkan lingkungan sekitar.

2|Sains Bangunan & Utilitas 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Sampah Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu

proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Sampah dari rumah tinggal merupakan sampah yang dihasilkan dari kegiatan atau lingkungan rumah tangga atau sering disebut dengan istilah sampah domestik. Dari kelompok sumber ini umumnya dihasilkan sampah berupa sisa makanan, plastik, kertas, karton, kain, kayu, kaca, daun, logam, dan kadang-kadang sampah berukuran besar seperti dahan pohon. Praktis tidak terdapat sampah yang biasa dijumpai di negara industri, seperti mebel, TV bekas, kasur dll.

Jenis-jenis Sampah :

A. Berdasarkan sumbernya:

Rumah Tangga Pertanian Perkantoran Perusahaan Rumah Sakit Pasar dll.

3|Sains Bangunan & Utilitas 1

B. Berdasarkan sifatnya:
Sampah organik - dapat diurai/basah (biodegradable) Sampah anorganik - tidak terurai/kering (non-biodegradable)

a. Sampah Organik Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. b. Sampah Anorganik Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

C. Berdasarkan Bentuknya a. Sampah Padat Sampah padat adalah semua bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Sampah padat dapat berupa samapah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, sampah plastik, gelas,dll. Menurut bahannya, sampah padat dikelompokkan menjadi sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mengandung bahan-bahan organic, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, rumput pada waktu pembersihan kebun,dll.

4|Sains Bangunan & Utilitas 1

b. Sampah Cair Sampah cair adalah bahan cairan yang sudah digunakan dan tidak dibutuhkan kembali serta dibuang ke tempat pembuangan sampah. Samapah dalam jumlah besar dating dari aktifitas industry (limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hamper semua produk industry akan menjadi sampah, jumlah sampah hampir sama dengan jumlah konsumsi. Untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan. c. Sampah Alam Sampah alam adalah sampah yang diproduksi dari kehidupan liar, seperti daun-daun kering dihutan yang terurai menjadi tanah. Sampah alam dapat menjadi masalah dalam kehidupan sekitar, misalnya daun-daun kering dilingkungan permukiman. d. Sampah Manusia Samapah manusia adalah sampah yang dihasilkan dari pencernaan manusia, seperti kotoran manusia dan urin. Samapah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai sarang penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Cara pencegahannya adalah dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. e. Sampah Konsumsi Sampah konsumsi adalah sampah yang dihasilkan oleh penggunaan barang oleh manusia, yaitu sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Jumlah sampah jenis ini masih sangat kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industry.

5|Sains Bangunan & Utilitas 1

Dampak Limbah Sampah :

Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:

a. Gangguan Kesehatan : Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakkan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi, Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus. b. Menurunnya kualitas lingkungan, c. Menurunnya estetika lingkungan : Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakkan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata.

d. Terhambatnya pembangunan Negara : Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun.

2.2.

Sistem Pengolahan Sampah

Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan utama manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengolahan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengolahan sampah bias melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing-masing jenis zat.

6|Sains Bangunan & Utilitas 1

Gambar : Pengelolaan Sampah

Praktek pengolahan sampah berbeda antara Negara maju dengan Negara berkembang, berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengolahan sampah yang tidak berbahaya dari permukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area kemorsial dan industry biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.

Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah: a) Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan. b) Pemanfaatan Kembali Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas:

7|Sains Bangunan & Utilitas 1

Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan). Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%. Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.

Tempat Pembuangan Sampah Akhir Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masingmasing Pemda.

Tujuan Pengolahan Sampah : Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:

Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (Lihat: Pemanfaatan sampah),

Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Konsep Pengolahan Sampah :

8|Sains Bangunan & Utilitas 1

Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya, antara negara-negara atau daerah. Beberapa yang paling umum, banyakkonsep yang digunakan adalah:

Hirarki Sampah - hirarki limbah merujuk kepada " 3 R " Reduce (Pembatasan sampah), Reuse (Penggunaan kembali sampah) dan Recycle (Pendaur ulangan sampah), yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.

Gambar : Diagram dari hirarki limbah

Perpanjangan tanggung jawab penghasil

sampah /

Extended Producer

Responsibility (EPR).(EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk.

Prinsip pengotor membayar - prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan.

9|Sains Bangunan & Utilitas 1

Manfaat pengelolaan sampah adalah : Mengehemat sumber daya alam Mengehemat Energi Menguranagi uang belanja Menghemat lahan TPA Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman

2.3.

Metode-metode Pengolahan Sampah A. Metode Pembuangan a. Penimbunan darat Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg tidak terpakai , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yg dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)

(Kendaraan pemadat sampah penimbunan darat.) 10 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

(Penimbunan darat sampah di Hawaii.)

Karakteristik desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan sampah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pembakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas pertambangan, atau lubang-lubang dalam. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya, dan ditutup untuk tidak menarik hama. Banyak penimbunan sampah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pembakaran atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.

B. Metode Daur Ulang Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara daur ulang, pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan, diantaranya : a. Pengolahan kembali secara fisik Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang, yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang, contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.

11 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum, kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET, botol kaca, kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang. Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya. b. Pengolahan biologis Material sampah (organik), seperti zat tanaman, sisa makanan atau kertas, bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan. Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

12 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

Gambar : Pengkomposan Sampah Contoh dari pengelolaan sampah yang menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.

c. Pemulihan Energi Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain.

(Komponen pencernaan Anaerobik di pabrik Lbeck mechanical biological treatment di Jerman, 2007)

Daur-ulang

melalui

cara

"pemulihan

energi"

bervariasi

mulai

dari

menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat, gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan
13 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

C. Metode Penghindaran dan Pengurangan Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk, atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue), dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman). 2.4. Cara menangani dan mengelola sampah rumah tangga Pewadahan sampah adalah salah satu cara penampungan sampah sebelum dikumpulkan, dipindahkan, diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam tahap penampungan sampah, masalah pewadahan memegang peranan yang sangat penting, oleh sebab itu tempat sampah adalah mejadi tanggung jawab individu yang menghasilkan sampah, sehingga tiap sumber sampah mempunyai tempat sampah sendiri. Tempat penyimpanan sampah pada sumber diperlukan untuk menmpung sampah yang dihasilkannya agar tidak tercecer atau berserakan. Volumenya tergantung kepada jumlah sampah per hari yag dihasilkan oleh tiap sumber sampah dan frekuensi serta pola pengumpulan yang dilakukan.

14 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

(Proses pengelolaan sampah rumah tangga)

15 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah http://www.ilmusipil.com/sumber-sumber-sampah http://ecocampus.itb.ac.id/wawasan-lingkungan-itb/pengelolaan-sampah/ http://soerya.surabaya.go.id/AuP/eDU.KONTEN/edukasi.net/Peng.Pop/Lingk.Hidup/Mengolah.Sampah/hal6.htm http://green.kompasiana.com/polusi/2012/07/08/sampah-organik-dan-non-organik469693.html

16 | S a i n s B a n g u n a n & U t i l i t a s 1