Anda di halaman 1dari 22

KALIGRAFI ARAB DAN MACAM MACAMNYA

MAKALAH Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Bahasa Arab Dosen pembimbing: Ade Bunyamin, M.Ag

Disusun oleh: Nama NIM : Annisa Nur Fitriani : 1127030010

Jurusan/kelas : Fisika/A

JURUSAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013

KATA PENGANTAR ALHAMDULILLAH segala puji dan sanjungan kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Penyayang yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul : Kaligrafi Arab dan macam - macamnya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, teladan orang-orang yang berbakti dan pemimpin orang-orang bertakwa. Makalah ini berisikan tentang kaligrafi arab dan macam macamnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bandung, 09 Februari 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................... ii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................ 1 C. Tujuan Penulisan .................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 3 A. Pengertian Kaligrafi ............................................................................. 3 B. Sejarah Perkembangan Kaligrafi Arab ................................................ 3 C. Macam macam Kaligrafi Arab .......................................................... 6 D. Peranan dan Fungsi Kaligrafi Arab ...................................................... 14 E. Faedah Keindahan Kaligrafi Arab ....................................................... 15 BAB III PENUTUP ........................................................................................ 17 A. Kesimpulan .......................................................................................... 17 B. Saran ................................................................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 18

DAFTAR GAMBAR 1.1.Gambar khat naskhi ................................................................................ 8 1.2.Gambar khat tsulust ................................................................................ 9 1.3.Gambar khat riqah ................................................................................. 10 1.4.Gambar khat ijazah ................................................................................. 11 1.5.Gambar khat diwani ................................................................................ 11 1.6.Gambar khat diwani jail .......................................................................... 12 1.7.Gambar khat kufi .................................................................................... 12 1.8.Gambar khat farisi ................................................................................... 13 1.9.Gambar khat taliq .................................................................................. 13

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam bahasa Arab dengan perantaraan malaikat Jibril. Baginda menerima wahyu dan menyiarkannya sampai wafat pada tahun 632 M, sesudah itu wahyu tidak turun lagi dan penyebarannya dari orang mukmin yang satu kepada yang lain secara lisan oleh para Huffaz (mereka yang hafal al-Qur'an dan dapat membaca dalam hati). Bahasa Arab adalah salah satu bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Quran. Al-Qur'an selalu memainkan peranan utama dalam perkembangan tulisan Arab. Keperluan untuk merekam AlQur'an memaksa memperbaharui tulisan mereka dan memperindahnya sehingga pantas menjadi wahyu Ilahi. Tulisan tulisan Bahasa Arab yang indah itu yang disebut dengan kaligrafi. Seiring perkembangan zaman banyak macam macam tulisan kaligrafi yang indah yang berkembang dan dipelajari oleh seluruh umat islam di dunia. Karena hal di atas, dipandang perlu untuk mengetahui lebih mengenai kaligrafi arab juga macam macamnya yang ada dalam perkembangan tulisan arab. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan kaligrafi? 2. Bagaimana sejarah sejarah perkembangan kaligrafi arab dalam islam? 3. Sebutkan macam macam kaligrafi arab? 4. Apakah peranan dan fungsi kaligrafi arab? 5. Apakah faedah dari keindahan kaligrafi arab?

C. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui definisi kaligrafi arab 2. Mengetahui sejarah perkembangan kaligrafi arab dalam islam 3. Mengetahui macam macam kaligrafi arab 4. Mengetahui peranan dan fungsi kaligrafi arab 5. Mengetahui faedah dari keindahan kaligrafi arab

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kaligrafi Arab Secara Etimologi, kata Kaligrafi merupakan penyederhanaan dari CALLIGRAFY, yaitu Callos yang berarti indah dan graph yang berarti tulisan. Jadi Kaligrafi adalah tulisan yang indah, atau aksara yang sudah dibentuk dan dimasuki unsur keindahan. Secara Terminologi menurut Syeik Syamsuddin al akfani, letak-letaknya dan cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun atau apa-apa yang ditulis diatas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan dimana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan yang perlu diubah dan menentukan cara bagaimana untuk mengubahnya.[1] Secara istilah dapat diungkapkan, calligraphy is handwriting as an art, to some calligraphy will mean formal penmanship, distinguish from writing only by its exellents quality (kaligrafi adalah tulisan tangan sebagai karya seni, dalam beberapa hal yang dimaksud kaligrafi adalah tulisan formal yang indah, perbedaannya dengan tulisan biasa adalah kualitas keindahannya). Secara umum kaligrafi merupakan karya seni dalam bentuk tulisan arab yang indah. B. Sejarah Perkembangan Kaligrafi Arab Menurut sejarah Islam, orang atau manusia yang pertama kali mengenal tulisan adalah Nabi Adam, dimana pengetahuan tersebut diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Adam sebagai modal pengetahuan pertama untuk mengenal nama-nama benda. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Quran surah al-Baqarah, ayat 31: Artinya: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu

[1]Drs. Sirojuddin AR. Seni Kaligrafi Islam : Jakarta: Multi Kreasi Singgasana, 1992

jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. AlBaqarah: 31).[2] Tulisan Arab mulai tumbuh dan berkembang sejak agama Islam muncul di tanah Arab pad abad 6 M. Penggunaan tulisan Arab pertamatama adalah adalah pada saat penulisan ayat-ayat suci Al-Quran. Penulisan Al-Quran secara resmi baru dimulai pada zaman khalifah Usman bin Affan. Dimana tulisan/mushaf Arab yang dipergunakan adalah Mushaf Utsman yakni tulisan tanpa membubuhkan tanda harakah (syakal). Secara garis besar, ada dua bentuk tulisan yang digunakan untuk menyalin wahyu : pertama, Muqawwar (lengkung atau plastis) yang biasa dituliskan di atas daun, kulit dan semacamnya karena kelembutannya dan dapat digoreskan secara cepat dan kedua, Mabsut (kaku atau kubis) biasa dituliskan di mihrab mihrab masjid dan lainnya karena kekakuan dan ukurannya yang besar. Lebih lanjut, perkembangan kaligrafi Arab ini juga dapat dikelompokkan menjadi tiga periode, yaitu Periode Bani Umayyah, Periode Bani Abbasiyah dan Periode Lanjut.[3] 1. Perkembangan Kaligrafi Periode Bani Umayyah (661-750 M) Beberapa ragam kaligrafi awalnya dikembangkan berdasarkan nama kota tempat dikembangkannya tulisan. Dari berbagai karakter tulisan hanya ada tiga gaya utama yang berhubungan dengan tulisan yang dikenal di Makkah dan Madinah yaitu Mudawwar (bundar), Mutsallats (segitiga), dan Tiim (kembar yang tersusun dari segitiga dan bundar). Dari tiga inipun hanya dua yang diutamakan yaitu gaya kursif dan mudah ditulis yang disebut gaya Muqawwar berciri lembut, lentur dan gaya Mabsut berciri kaku dan terdiri goresan-goresan tebal (rectilinear). Perkembangan Kufi pun melahirkan beberapa variasi baik pada garis vertikal maupun horizontalnya, baik menyangkut huruf-huruf maupun hiasan ornamennya. Muncullah gaya Kufi Murabba (lurus-lurus), Muwarraq (berdekorasi daun), Mudhaffar (dianyam), Mutarabith

[2] Departemen Agama RI, (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir AlQuran, Depag RI, 2007), hlm. 6. [3]M. Badhal, Sejarah Kaligrafi, http://badhalfblood.blogspot.com/08/11/2009/

Muaqqad (terlilit berkaitan) dan lainnya. Demikian pula gaya kursif mengalami perkembangan luar biasa bahkan mengalahkan gaya Kufi, baik dalam hal keragaman gaya baru maupun penggunannya, dalam hal ini penyalinan al-Quran, kitab-kitab agama, surat-menyurat dan lainnya. Di antara kaligrafer Bani Umayyah yang termasyhur

mengembangkan tulisan kursif adalah Qutbah al-Muharrir. Ia menemukan empat tulisan yaitu Thumar, Jalil, Nisf, dan Tsuluts. Tulisan ini digunakan untuk komunikasi tertulis para khalifah kepada amir-amir dan penulisan dokumen resmi istana. Sedangkan tulisan Jalil yang berciri miring digunakan oleh masyarakat luas. 2. Perkembangan Kaligrafi Periode Bani Abbasiyah (750-1258 M) Gaya dan teknik menulis kaligrafi semakin berkembang terlebih pada periode ini semakin banyak kaligrafer yang lahir, diantaranya AdDahhak ibn Ajlan yang hidup pada masa Khalifah Abu Abbas As-Shaffah (750-754 M), dan Ishaq ibn Muhammad pada masa Khalifah al-Manshur (754-775 M) dan al-Mahdi (775-786 M).Ishaq memberi kontribusi yang besar bagi pengembangan tulisan Tsuluts dan Tsulutsain dan

mempopulerkan pemakaiannya. Kemudian kaligrafer lain yaitu Abu Yusuf as-Sijzi yang belajar Jalil kepada Ishaq. Yusuf berhasil menciptakan huruf yang lebih halus dari sebelumnya. Adapun kaligrafer periode Bani Abbasiyah yang tercatat sebagai nama besar adalah Ibnu Muqlah yang pada masa mudanya belajar kaligrafi kepada Al-Ahwal al-Muharrir. Ibnu Muqlah berjasa besar bagi pengembangan tulisan kursif karena penemuannya yang spektakuler tentang rumus-rumus geometrikal pada kaligrafi yang terdiri dari tiga unsur kesatuan baku dalam pembuatan huruf yang ia tawarkan yaitu :titik, huruf alif, dan lingkaran. Menurutnya setiap huruf harus dibuat berdasarkan ketentuan ini dan disebut al-Khat al-Mansub (tulisan yang berstandar).Ia juga mempelopori pemakaian enam macam tulisan pokok (al-Aqlam as-Sittah) yaitu Tsuluts, Naskhi, Muhaqqaq, Raihani, Riqa, dan Tauqi yang merupakan tulisan kursif.Tulisan Naskhi dan Tsuluts menjadi

populer dipakai karena usaha Ibnu Muqlah yang akhirnya bisa menggeser dominasi khat Kufi. Pemakaian kaligrafi pada masa Daulah Abbasiyah menunjukkan keberagaman yang sangat nyata, jauh bila dibandingkan dengan masa Umayyah.Para kaligrafer Daulah Abbasiyah sangat ambisius menggali penemuan-penemuan baru atau mendeformasi corak-corak yang tengah berkembang.Karya-karya kaligrafi lebih dominan dipakai sebagai ornamen dan arsitektur oleh Bani Abbasiyah daripada Bani Umayyah yang hanya mendominasi unsur ornamen floral dan geometrik yang mendapat pengaruh kebudayaan Hellenisme dan Sasania. 3. Perkembangan Kaligrafi Periode Lanjut Selain di kawasan negeri Islam bagian timur (al-Masyriq) yang membentang di sebelah timur Libya termasuk Turki, dikenal juga kawasan bagian barat dari negeri Islam (al-Maghrib) yang terdiri dari seluruh negeri Arab sebelah barat Mesir, termasuk Andalusia (Spanyol Islam). Kawasan ini memunculkan bentuk kaligrafi yang berbeda. Gaya kaligrafi yang berkembang dominan adalah Kufi Maghribi yang berbeda dengan gaya di Baghdad (Irak). Sistem penulisan yang ditemukan oleh Ibnu Muqlah juga tidak sepenuhnya diterima, sehingga gaya tulisan kursif yang ada bersifat konservatif. Sementara bagi kawasan Masyriq, seni kaligrafi dan hiasan alQuran pun mencapai puncaknya. Dinasti ini memiliki beberapa kaligrafer yang dibimbing Yaqut seperti Ahmad al-Suhrawardi yang menyalin alQuran dalam gaya Muhaqqaq tahun 1304, Mubarak Shah al-Qutb, Sayyid Haydar, Mubarak Shah al-Suyufi dan lain-lain. C. Macam macam Kaligrafi Arab Ketika mushaf-mushaf Usman sampai di wilayah-wilayah Syam, Mesir, Irak, dan Yaman, para khattat (kaligrafer) menjadi lebih giat berkreasi. Mereka tidak saja menulis dengan indah, tetapi juga berhasil menciptakan aneka gaya kaligrafi yang bermacam macam namanya. Diantaranya :

1. Yang dinisbahkan kepada tempat, seperti : Madani, Hejazi, Kufi, Andalusia, Farisi, dan Magribi. 2. Yang dinisbahkan kepada individu, seperti : Raihani, Riyasi, Yaquti, dan Gazlani. 3. Yang dinisbahkan kepada pekerjaan atau provesi, seperti : Ijazah, Diwani, dan Tizkari. 4. Yang dinisbahkan kepada kertas dan format, seperti : Dibaz, Bataiq, dan Riqa. 5. Yang dinisbahkan kepada keindahan (tajwid) khat, seperti : Basit, Waraqi, Tajawid, dan Muhaqqoq. 6. Yang dinisbahkan kepada bentuk geometri, seperti : Mail, Musalsil, Masyaq, dan Mudfir. 7. Yang dinisbahkan kepada bentuk artistik, seperti : Mamzuj, Mudmaj, Mansur, danJazm. 8. Yang dinisbahkan kepada gaya penulisan, seperti : Muhaffaf, Mufattah, Gubar, dan Hur. 9. Yang dinisbahkan kepada iluminasi artistik, seperti : Muwarraq, Mukhammal, Murassa, dan Lului. 10. Yang dinisbahkan kepada kalam atau pena, seperti : Sulusain, Nisf, dan Sulust. Dari awal Islam sampai sekarang terdapat lebih dari empat ratus lebih gaya, jenis, atau aliran kaligrafi Arab. Semuanya memiliki ciri dan karakter sendiri-sendiri, tetapi yang mampu bertahan dengan

penyempurnaannya hanya sekitar belasan aliran. Menurut ketentuan yang sudah baku dalam seni tulisan Arab murni (khath Arab), dapat dikenal beberapa jenis khat, yakni Naskhi, Tsuluts, Riqah, Ijazah, Diwani, Diwani Jali, Farisi/Taliq dan Kufi. Untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan sebagai berikut: a. Naskhi Khat Naskhi adalah jenis khat yang paling umum dipakai dalam penulisan bahasa Arab, karena di samping bentuk hurufnya yang sederhana dan mudah dibaca oleh orang non-Arab sekalipun,

juga merupakan dasar bagi semua jenis khat pada umumnya. Dinamakan Naskhi karena sering dipakai pada penyalinan mushaf dan penulisan naskah-naskah kitab berbahasa Arab, majalah, atau koran. Keindahan aliran ini disebabkan karena adanya iringan harakat atau syakal walaupun pembentukannya sederhana. Tulisan Naskhi atau Nasakh merupakan suatu jenis tulisan bentuk curcif, yakni tulisan bergerak berputar (rounded) mirip busur atau berbentuk stengah lingkaran yang sifatnya mudah untuk dibaca. Umumnya tulisan curcif ini lebih berperanan sebagai tulisan mushaf Al-Quran bila dibandingkan dengan Khat Koufi. Ibn Muqlah merumuskan empat ketentuan tentang tata cara dan tata letak yang sempurna tulisan Naskhi, yakni Tashrif (jarak huruf yang rapat dan teratur), Talif (susunan huruf yang terpisah dan bersambung dalam bentuk yang wajar), Tasthir (keselarasan dan kesempurnaan hubungan satu kata dengan kata lainnya dalam satu garis lurus), Tanshil (memancarkan keindahan dalam setiap sapuan garis pada setiap huruf).[4] Contohnya sebagai berikut:

Gambar 1.1. Khat Naskhi

[4]Oloan Situmorang, Seni Rupa Islam Pertumbuhan dan Perkembangannya , http://faizabdullah.wordpress.com/kaligrafi/09/02/2011.

b. Tsuluts Tsuluts yang berarti sepertiga, yaitu sepertiga kertas yang sering dipakai di kedutaan Mesir. Gaya Tsuluts tampak lebih tegas daripada Naskhi walaupun huruf-hurufnya agak mirip dengan gaya Naskhi dalam pembentukannya yang berumpun satu jenis. Bentuk dan lekukan huruf-hurufnya jelas dan gagah. Keindahannya terletak pada penataan hurufnya yang serasi dan sejajar dengan disertai harakat dan hiasan-hiasan huruf sehingga tidak mustahil kalu jenis ini memperoleh nilai tertinggi daripada jenis-jenis yang lainnya. Keluwesannya tidak terikat dengan garis yang digunakan pada judul-judul naskah, papan nama, dekorasi, lukisan, desain dan lain-lain. Khat ini banyak digunakan dalam rupa-rupa medium kaligrafi dan sampul buku dan termasuk khat yang paling sulit dipelajari. Banyak pula digunakan untuk mendekorasi interior masjid. Khat ini paling sedikit pemaikaian dan penyebarannya karena penulisan yang sulit akibat huruf-hurufnya yang harus selalu terkontrol keseimbangannya. Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.2. Khat Tsuluts

c. Riqah. Dinamakan Riqah karena sesuai dengan gaya

penulisannya yang kecil-kecil serta terdapat sudut siku-siku yang unik dan indah. Khat Riqah merupakan salah satu khat yang kurang cocok jika diberi syakal dan hiasan sebab lebih digunakan pada penulisan steno atau cepat, misalnya untuk catatan sekolah atau wartawan. Khat ini kurang luwes dipakai dalam lukisan karena lebih banyak terikat dengan kaidah penulisannya yang di atas garis meskipun ada beberapa huruf yang sebagian di bawah garis. Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.3. Khat Riqah

d. Ijazah Sesuai dengan namanya, khat ini lebih banyak dipakai untuk ijazah-ijazah. Menilik jenisnya, gaya ini merupakan gabungan dari Naskhi dan Tsuluts. Bentuknya kecil seperti Naskhi, tetapi huruf-hurufnya luwes seperti Tsuluts, baik dalam syakal maupun hiasan-hiasannya.

Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.4. Khat Ijazah

e. Diwani Jenis khat ini sering dipakai untuk tulisan kantor-kantor, lencana, surat-surat resmi, dan lain-lain. Namanya yang terambil dari kata diwan yang berarti kantor sesuai dengan huruf-hurufnya yang berbentuk lembut, gemulai penuh gaya melingkar, serta tersusun di atas garis seperti khat Riqah. Perlu diperhatikan bahwa gaya Diwani tidak memakai syakal ataupun hiasan dalam penyusunannya. Karena bila memakai, justru kurang menyatu dengan gaya penulisanya. Contohnya sebagai berikut:

Gambar 1.5. Khat Diwani

f. Diwani Jali Khat ini lebih jelas daripada Diwani biasa. Perbedaanya, yaitu pemberian syakal, hiasan, dan bertitik-titik rata pada lekukanlekukan hurufnya, lebih memperindah penyusunan khat ini. Namun gaya ini jarang digunakan kecuali dalam dekorasi. Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.6. Khat Diwani Jali

g. Kufi Kata Kufi diambil atau dinisbahkan pada asalnya, yaitu Kufah. Dengan pembentukan yang geomatris atau balok bergaris lurus, Kufi lebih mudah disusun sesuai keinginan dengan menyatukan pembentukan yang sejajar, kemudian diolah untuk motif dekorasi sehingga keindahan Kufi akan terlihat, apalagi jika dibubuhi ornamen-ornamen. Khat ini cocok dipakai untuk judul buku, dekorasi, atau lukisan. Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.7. Khat Kufi

h. Farisi/Taliq Khat ini sama dengan jenis Taliq yang berarti

menggantung. Farisi sendiri terkait dengan nama daerah asalnya, yaitu Persia (Iran). Gaya Farisi memiliki kecenderungan

kemiringan huruf ke kanan dan ditulis tanpa harakat ataupun hiasan. Khat ini sampai sekarang masih tetap dipakai oleh orangorang Iran, Pakistan, baik formal maupun nonformal. Khat ini juga cocok dalam berbai bidang. Jenis tulisan ini paling banyak digunakan di Iran, Afganistan, Pakistan, dan India. Banyak jenisnya seperti Syiakasteh, Taliq, dan lain-lain. Contohnya sebagai berikut :

Gambar 1.8.Khat Farisi

Gambar 1.9. Khat Taliq

D. Peranan dan Fungsi Kaligrafi Arab Peran Kaligrafi diantaranya: 1. Kaligrafi merupakan salahsatu sarana komunikasi antar manusia. Kaligrafi telah berhasil membawa warisan budaya berabad-abad dari kakek-nenek kepada cucu. 2. Kaligrafi adalah salahsatu medium kebudayaan yang lahir dari agama, sosial, ekonomi, dan lain-lain dan merupakan medium ilmu dan penelitian ilmiah. 3. Kaligrafi merupakan kepanjangan dari pikiran manusia, dan pena termasuk salahsatu sarananya. Dengan demikian, pena adalah penyambung lidah pemahaman. 4. Kaligrafi adalah salahsatu sarana penyampai sejarah sepanjang zaman, catatan peristiwa dan sejarah bangsa-bangsa. 5. Kaligrafi adalah salahsatu sarana informasi dan cabang estetika yang bernilai budaya. Fungsi kaligrafi dalam kehidupan individu diantaranya: 1. Kaligrafi merupakan salahsatu sarana komunikasi dan pendekatan antar manusia, karena besarnya hubungan tulis-menulis antar mereka dalam segala lapangan kehidupan. 2. Kaligrafi merupakan salahsatu sarana mencari rezeki, mengingat bahwa ia adalah seni yang berbobot nilai tinggi dengan kedudukan puncak yang pernah dicapai para ahlinya. Bagi seorang fakir, kaligrafi adalah uang; bagi seorang hartawan, ia adalah keindahan. 3. Kaligrafi memiliki fungsi khusus bagi para pencintanya yang merasakan kenikmatan ruhani saat mengolah dan menciptakan tulisannya. 4. Sebagian apresiator merasakan kenikmatan memandang dan menelaahnya karena adanya unsur-unsur estetis pada huruf-huruf dan harakatnya.

Fungsi kaligrafi dalam kehidupan social diantaranya: 1. Kaligrafi digunakan untuk buku-buku pelajaran, kebudayaan, mushaf Al-Qur'an, majalah, koran dan sarana-sarana informasi seperti televisi dan sebagainya. 2. Kaligrafi selalu ada pada medium-medium seni, pamflet, brosur dan iklan. Setiap individu dari kita selalu melihat langsung dari hasil karya kaligrafi di setiap tempat. 3. Kaligrafi merupakan sarana atau tali penghubung masyarakat yang merupakan bagian dari sarana peralihan kebudayaan dan peradaban. 4. Kaligrafi adalah sarana sosial dari medium penghalus rasa karena merupakan semangat masyarakat maju yang memiliki nilai seni dan keindahan. Seni dan keindahan ini memiliki asal-usul dalam sejarah tua dan kisah pertumbuhan menarik dalam sejarah modern. E. Faedah Kaligrafi Arab 1. Kejelasan ( wuduh ) Kejelasan dapat menghilangkan keraguan dan memudahkan bacaan yang betul, selanjutnya memperjelas arti kata hingga kalimat. 2. Kecepatan (Surah) Keindahan kaligrafi membantu tulisan yang digoreskan secara cepat, sedangkan kecepatan membantu kesempurnaan tugas tugas pelajaran, perkantoran, dan lain sebagainnya. 3. Keindahan (Jamal) Keindahan kecenderungan kaligrafi dan memberikan kenikmatan secara seni pada penuh setiap

estetis yang

individu.Siapapun

mempelajarinya

akan

tersentuh

keindahannya sekaligus merasakan penyatuan, kecantikan, dan kepuasan saat bergumul di dalamnya. 4. Kerapian (Tansiq) Mengatur kata-kata dalam satu baris dengan standar ukuran dan disiplin mendorong kebiasaan untuk selalu rapih, berdisiplin,

cermat, dan tepat dalam segala kondisi yang khusus dan umum bagi setiap individu. 5. Penyatuan bentuk (Wihdah Al-syakl) Karena setiap gaya tulisan memiliki karakter unit bentuk yang saling berkaitan dan mengandung kelebihan-kelebihan khusus yang membuat tulisan menjadi indah, bersusun, dan mempunyai bentuk yang mempesona. Sesuai dengan kaidah pengolahan hasil latihan, setiap pelatih akan dapat menerapkan teori-teori

penggunaan unit bentuk sebagai bagian dari disiplin social dalam hidupnya.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Kaligrafi merupakan penyederhanaa dari CALLIGRAFY, yaitu Callos yang berarti indah dan graph yang berarti tulisan, maka kaligrafi adalah tulisan arab yang indah. 2. Sejarah perkembangan kaligrafi Arab ini juga dapat dikelompokkan menjadi tiga periode, yaitu Periode Bani Umayyah, Periode Bani Abbasiyah dan Periode Lanjut. 3. Macam macam kaligrafi yang sering dipakai diantaranya: khat naskhi, khat Tsuluts, khat diwani, khat diwani jail, khat ijazah, khat riqah, khat farisi/taliq, dank hat kufi 4. Peranan dan fungsi kaligrafi sangat bermanfaat bagi kehidupan individu ataupun social. 5. Faedah kaligrafi diantaranya: kejelasan (Wuduh), kecepatan (Surah), keindahan (Jamal), kerapihan (Tansiq), dan penyatuan bentuk (wihdah al-syakl).

B. Saran Berdasarkan kesimpulan diharapkan kita mampu mempelajari dan mengembangkan ilmu kaligrafi arab dengan berbagai faedahnya yang ada, karena kaligrafi merupakan suatu karya seni islam yang ada.

DAFTAR PUSTAKA 1. Salim Afifi, Fauzi. (2009). Cara Mengajar kaligrafi, Jakarta: Darul Ulum Press. 2. Drs. Sirojuddin AR. (1992). Seni Kaligrafi Islam, Jakarta: Multi Kreasi
Singgasana.

3. Departemen

Agama

RI.

(2007).Al-Quranul

Karim,

Jakarta:

Yayasan

Penyelenggara Penterjemah dan Pentafsir Al-Quran Depag RI.

4. M.Badhal.(2009).Sejarah Kaligrafi, http://badhalfblood.blogspot.com/08/11/2009/ Diakses tgl : 09 Februari 2013, 20.30 WIB 5. Oloan Situmorang. (2011). Seni Rupa Islam Pertumbuhan dan Perkembangannya. http://faizabdullah.wordpress.com/kaligrafi/09/02/2011.Diakses tgl : 09 Februari 2013, 20.45 WIB 6. http://hilyatulqalam.wordpress.com/2009/01/11/pengertiankaligrafi/Diakses tgl : 10 Februari 2013, 13.00 WIB.