Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUDDr.

SAYIDIMAN, KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR 2013 2015


Penyakit Kawasaki
1. Pengertian (Definisi) Penyakit yang menimbulkan vaskulitis sistemik dan terutama menyerang balita. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. Pemeriksaan Fisik 1. Demam Mata merah, tanpa eksudat Kelainan di mulut dan bibir Kelainan tangan dan kaki Eksantema polimorfik Limfadenopati servikal Demam Injeksi konjungtiva bilateral Lidah stroberi, rongga mulut dan faring merah difus, bibir merah dan pecah Eritema telapak tangan dan kaki serta edema Pengelupasan kulit jari tangan dan kaki Eksantema polimorfik Limfadenopati servikal unilateral Demam remiten, dapat mencapai 41C dan berlangsung 5 hari atau lebih Injeksi konjungtiva bilateral dengan manifestasi mata merah, tanpa eksudat Kelainan di mulut dan bibir: lidah stroberi, rongga mulut dan faring merah difus, bibir merah dan pecah Kelainan tangan dan kaki: eritema telapak tangan dan kaki serta edema (fase akut), pengelupasan kulit jari tangan dan kaki (fase subakut) Eksantema polimorfik (berbagai bentuk) Limfadenopati servikal unilateral (diameter >1,5 cm)

2. Anamnesis

2. 3. 4. 5. 6. 7.
2. Kriteria Diagnosis 1. 2. 3. 4.

5. 6. 7. Diagnosis Kerja 8. Diagnosis Banding

Penyakit Kawasaki
1. 2. 3. Morbilli (campak) Reaksi obat Parotitis

25

8. Pemeriksaan Penunjang

9. Terapi

4. Edukasi

(Hospital Health Promotion)


5. Prognosis

Stevens Johnson Syndrome Demam Skarlatina Infeksi streptococcus group A ---hemolitikus Staphylococcal scalded skin syndrome Darah Urin EKG, Ekokardiografi Foto dada Kateterisasi jantung IVIG adalah 2 g/kg BB selama 10-12 jam. Asetosal (asam asetil salisilat) per oral dosis 80-100 mg/kg/hari dalam 4 dosis hingga --hari ke-14 awitan atau 2-3 hari setelah demam reda. Selanjutnya dosis diturunkan menjadi 3-5 mg /kg sekali sehari sampai 6-8 minggu sejak awitan dan kemudian dihentikan jika pada ekokardiografi tidak ditemukan kelainan koroner. 3. Tindakan intervensi atau bedah pintas koroner dipertimbangkan pada kasus stenosis --koroner yang berat. Kepada orangtua yang anaknya menderita KD dengan kelainan koroner ditekankan perlunya tindak lanjut (minum obat teratur, pemantauan kondisi jantung) Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam

4. 5. 6. 7. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2.

6. Tingkat Evidens 7. Tingkat Rekomendasi 8. Penelaah Kritis

1. 2. 3.

Dr. Sri Purwandani, SpA Dr. Nadia M Arief, SpA Dr. Siti Ariffatus Saroh SpA

9. Indikator Medis 10. Kepustakaan

1.

PPM 2011 IDAI

26