Anda di halaman 1dari 7

14 Jan 2014

Pengelompokan
Asam Amino

RIZKY PUTRA ISMELDI


SMA N 1 BUKITTINGGI

Asam Amino
Di alam ini, Asam Amino dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu: diantaranyaAsam amino protein dan Asam amino non protein. Asam amino protein terdiri atas dua puluh asam amino, yang kemudian digolongkan atas dua golongan yaitu asam amino baku adalah asam amino pembentuk protein yang jumlahnya dua puluh dan asam amino khusus adalah asam amino yang diturunkan dari asam amino yang diproduksi secara biologis oleh organisme. Secara skematis, penggolongan asam amino tersebut dapat dilihat dibawah ini.

Asam amino penyusun protein dapat dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan dapat/tidaknya disintesis oleh tubuh yaitu asam amino esensial (tidak dapat disentesis), semi-esensial dan non-esensial (dapat disintesis oleh tubuh). Agar sintesis protein di dalam tubuh berjalan lancar (misalnya untuk menjamin pertumbuhan pada anak-anak) atau untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuh orang dewasa, karena tidak dapat mensintesisnya. Jika tidak terdapat dalam makanan, asam amino nonesensial dapat dibuat sendiri oleh tubuh sepanjang bahan dasarnya tersedia cukup, yaitu asam lemak dan sumber nitrogen( Deddy, 2008 ).

Tabel 1. Klasifikasi asam amino berdasarkan dapat/tidaknya disintesis oleh tubuh


Karakteristik Molekul Mono amino, mono karboksilat (netral) Diamino, mono karboksilat (basa) Mono amino, dikarboksilat (asam) Mengandung OH Mengandung S Aromatik Heterosiklik Esensial (tidak dapat Semi-esensial disintesis) Valin Glisin Leusin Isoleusin Lisin Arginin Asam Glutamat Asam Asparat Treonin Metionin Fenilalanin Triptofan Serin Sistin Tirosin Histidin Sistein Prolin hidroksiprolin Non-esensial (dapat disintesis) Alanin

Beberapa macam asam amino dapat menghemat penggunaan asam amino esensial, akan tetapi tidak dapat menggantikannya secara sempurna. Misalnya, sistein menghemat penggunaan fenilalanin. Istilah semi-esensial dapat pula diartikan sebagai asam amino yang dapat menjamin proses kehidupan jaringan orang dewasa, tetapi tidak mencukupi untuk keperluan pertumbuhan anak-anak.

6 2 1372 Tabel Standar Kode Genetik Asam Amino, Kodon, Triplet, Tabel Kodon RNA Dan DNA
Tabel Standar Kode Genetik Asam Amino, Triplet atau Kodon RNA dan DNA - Sekarang kita sudah memperoleh jawaban tentang bagaimana bahasa DNA yang hanya memiliki 4 basa nitrogen dapat diterjemahkan menjadi bahasa protein (Baca : Sintesis Protein). Rahasia ini terbongkar sejak tahun 1961 oleh Marshal Nirenberg dan Mathei. Mereka melakukan percobaan menggunakan E. coli dengan asam poli urasil. Menurut hasil percobaan tersebut, cetakan UUU yang dibawa oleh mRNA, artinya adalah asam amino fenilalanin. Dengan cara yang sama, triplet CCC diartikan sebagai prolin dan triplet AAA artinya asam amino lisin.

Pada kamus kode genetik terdapat 64 kombinasi triplet untuk 20 asam amino. Jadi, terdapat asam amino tertentu melebihi triplet ( kodon). Setiap triplet disusun oleh 3 basa nitrogen. Rangkaian tiga basa nitrogen yang menyusun kode disebut triple atau trikodon atau kodon. Rangkaian tiga basa nitrogen yang ada pada DNA yang bertugas membuat kode-kode disebut kodogen (agen pengkode). Jika kalian perhatikan, dari 64 triplet nukleotida terdapat 3 buah kode yaitu UAG, UAA dan UGA tidak menyandi asam amino apapun. Kodon- kodon tersebut adalah kodon- kodon yang tak bernuksa (nonsense) yang secara umum menjadi tanda berakhirnya rantai polipeptida.

Kodon AUG menjadi kodon sandi asam amino metionin serta sebagai tanda dimulainya rantai polipeptida. Heliks DNA merupakan material kromosom yang membawa informasi genetik. DNA tersebut memiliki kemampuan membentuk atau membuat mRNA melalui proses transkripsi.

Pesan-pesan DNA dicetak sebagai kode-kode. Heliks DNA yang bertugas mencetak kode-kode disebut DNA template ( DNA sense), sedangkan rantai DNA pasangannya disebut DNA anti sense. Satu kromosom adalah satu molekul DNA. Satu molekul DNA mengandung jutaan pasangan nukleotida, artinya sebuah heliks DNA mengandung jutaan nukleotida. Tidak semua kode-kode yang ada pada DNA ditranskripsikan. Transkripsi DNA bersifat selektif. Kode-kode yang ditraskripsikan ditujukan untuk urutan asam amino yang telah ditentukan secara genetik. DNA sense melalui proses transkripsi membentuk mRNA. Basa nitrogen yang ada pada mRNA yang merupakan pesan DNA, disebut kodon. Selanjutnya proses sintesis protein yang terjadi merupakan proses terjemahan kodon- kodon yang dibawa oleh mRNA.

Apakah yang akan terjadi jika RNA transfer salah dalam menterjemahkan kodon? Yang akan terjadi adalah terbentuknya asam amino yang tidak sesuai dengan pesanan DNA (tidak sesuai dengan harapan). Asam amino yang berbeda membentuk protein yang berbeda, protein yang

berbeda membentuk enzim yang berbeda, sehingga sifat yang dikendalikan juga berbeda. Apabila terjadi kesalahan seperti ini, maka dapat bersifat menurun dan menyebabkan terjadinya mutasi.

Tabel 1. Kodon RNA

Tabel 2. Kodon DNA