Anda di halaman 1dari 59

MODUL PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA II
SEMESTER II TAHUN 2013-2014

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

PENJELASAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA II

ii

MODUL 01 - ALIRAN SERAGAM DAN KEMIRINGAN SALURAN

MODUL 02 - ALIRAN BERUBAH BERATURAN

MODUL 03 - LONCATAN HIDROLIS

10

MODUL 04 - ALIRAN DI ATAS AMBANG LEBAR DAN AMBANG TAJAM

14

MODUL 05 ALAT UKUR DEBIT SALURAN TERBUKA

21

MODUL 06 VENTURIFLUME

24

MODUL 07 - PENGUKURAN KECEPATAN GAS DALAM CEROBONG

30

MODUL 08 HIDROLIKA SUNGAI

39

LAMPIRAN

45

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


PENJELASAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA II
RESPONSI
1. Peserta wajib mengikuti responsi praktikum setiap minggu
2. Responsi diadakan setiap hari jumat, Pukul 10.00-10.50 sesuai dengan jadwal mata
kuliah Mekanika Fluida II
3. Responsi terdiri dari penjelasan praktikum dan tes responsi, tidak mengikuti
responsi otomatis nilai tes responsi nol
4. Nilai tes responsi akan dimasukan ke dalam nilai akhir praktikum.

PRAKTIKUM
A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Air, Labtek IX C lantai
5
2. Praktikum dilaksanakan selama 90 menit, sudah termasuk tes awal dan tes akhir
3. Mahasiswa yang tidak mengikuti praktikum berarti tidak lulus praktikum dan
otomatis tidak lulus Mata Kuliah Mekanika Fluida II
4. Mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu dengan toleransi keterlambatan

10

menit. Mahasiswa yang terlambat 5-10 menit dikenakan sanksi perorangan (-10)
dan sanksi kelompok (-5). Sedangkan untuk mahasiswa terlambat lebih dari 10
dianggap tidak hadir praktikum dan mendapat saksi perorangan (-20) dan sanksi
kelompok (-5) tetapi masih berhak mengikuti dan mengerjakan laporan praktikum
5. Mahasiswa tidak diperkenankan bercanda ketika sedang melaksanakan praktikum
6. Bagi mahasiswa yang memecahkan dan/atau merusak properti laboratorium,
segera lapor ke koordinator asisten dan mengganti item tersebut setelah kejadian
tersebut
7. Mahasiswa tidak boleh menggunakan fasilitas apapun di laboratorium tanpa izin
dari asisten yang bertugas

ii

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


B. KELENGKAPAN PRAKTIKUM
1. Jurnal wajib dibawa dan diisi setiap pratikum, Mahasiswa yang tidak membawa dan
tidak mengisi jurnal maka akan mendapat sanksi individu (-10)
2. Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir praktikum yang telah disiapkan oleh asisten
3. Selama praktikum, Mahasiswa diwajibkan memakai jas laboratorium lengan
panjang, name tag, sepatu tertutup, pakaian rapi dan sopan, bagi yang
berponi/berambut panjang harap diikat/dijepit agar tidak mengganggu aktivitas
selama praktikum. Jika kelengkapan tidak terpenuhi, praktikan tidak diizinkan
mengikuti praktikum = nilai praktikum 0
4. Mahasiswa harus sudah memakai jas lab dan nametag ketika memasuki ruangan
laboratorium dan dibuka setelah praktikum selesai (diluar lab/ruang asisten)
5. Nametag praktikum mengikuti format yang telah ditentukan oleh tim asisten
6. Tas mahasiswa disusun rapih diruang Teknisi/Ruang Asisten dan disarankan tidak
membawa barang berharga
7. Praktikan tidak diperbolehkan menggunakan aksesoris di tangan (termasuk jam
tangan) selama praktikum
8. Peralatan pribadi yang diperlukan untuk praktikum, meliputi stopwatch/HP/
berstopwatch (1 per kelompok), penggaris 30 cm (2 per kelompok), kalkulator (1
per kelompok), alat tulis (perorangan), kertas reuse halaman A4 kalkulator (1 per
kelompok). Peralatan tersebut harap disiapkan sebelum memasuki laboratorium.

C. IJIN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti praktikum hanya diperbolehkan oleh 2
alasan :
a. Sakit, dengan melampirkan surat sakit (surat sakit dari dokter) paling lambat 1
minggu setelah praktikum, diberikan pada asisten yang bertugas saat praktikum.
pemberitahuan bahwa mahasiswa sakit harus disampaikan oleh teman satu
kelompok ke asisten yang bertugas pada saat praktikum dilaksanakan
b. Ijin, dengan melampirkan surat ijin (yang dibuat oleh wali/orangtua/Instansi)
pada hari praktikum dilaksanakan, diberikan pada asisten praktikum.
iii

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Pemberitahuan bahwa praktikan izin harus disampaikan oleh teman satu
kelompok ke asisten yang bertugas pada saat praktikum dilaksanakan.
2. Tidak ada praktikum susulan bagi mahasiswa yang berhalangan mengikuti
praktikum. Namun mahasiswa tetap diharuskan mengumpulkan laporan dengan
data kelompoknya dan berhak mendapat nilai penuh laporan
3. Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti praktikum tanpa keterangan tidak berhak
mendapatkan nilai laporan praktikum modul yang dipraktikumkan

D. KETENTUAN JURNAL PRAKTIKUM


1. Jurnal praktikum menggunakan buku campus (boleh menggunakan Jurnal Mekanika
Fluida I) dan ditulis tangan. Jurnal diberi label nama sesuai dengan format yang
telah ditentukan oleh tim asisten
2. Jurnal dibuat sebelum praktikum dimulai dan digunakan untuk menulis data selama
praktikum berlangsung
3. Jurnal praktikum berisi :
a. Judul praktikum
b. Tujuan praktikum
c. Prinsip
d. Cara kerja
e. Tabel data
f. Rumus
g. Daftar grafik

E. LAPORAN PRAKTIKUM
1. Laporan praktikum merupakan laporan perorangan ditulis di kertas A4 reuse atau
bolak-balik.
2. Pengumpulan laporan dilakukan satu minggu setelah praktikum
3. Laporan diserahkan kepada asisten yang bertugas sesuai dengan jam praktikum
secara berkelompok

iv

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


4. Bila pengumpulan dilakukan terpisah maka akan dikenakan sanksi perorangan (10)
5. Susunan dan penilaian laporan praktikum adalah sebagai berikut :
a. Cover laporan (Wajib ada apabila tidak ada mendapat sanksi individu (-1 per
kesalahan)
b. Tujuan praktikum (5)
c. Prinsip percobaan (10)
d. Teori dasar (15)
e. Data awal (4)
f. Pengolahan data (10)
g.

Data Akhir (4)

h. Analisa A (30)
i.

Analisa B (10)

j.

Kesimpulan (10)

k. Daftar pustaka (2)


6. Ketentuan isi laporan adalah sebagai berikut :
a. Cover laporan : mengikuti format yang telah diberikan
b. Teori dasar : dikerjakan secara perorangan (satu kelompok boleh sama) 2-4
halaman ditulis tangan , apabila ada gambar atau tabel boleh berupa print out
c. Tujuan praktikum : berisi tujuan praktikum bukan sasaran praktikum
d. Prinsip Praktikum : dijelaskan dalam bentuk paragraf, merupakan prinsip
praktikum (metoda yang dilakukan saat praktikum hingga tercapai tujuan
praktikum)
e. Data Awal : berupa data hasil pengamatan di laboratorium (boleh berupa tabel)
f. Pengolahan data : berupa tahapan-tahapan perhitungan lengkap untuk 1 jenis
variasi debit
g. Data Akhir : merupakan data hasil pengolahan dari data awal (boleh berupa
tabel)

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


h. Analisa A : meliputi analisa data dan grafik, analisa komponen rumus-rumus
yang digunakan, dan faktor-faktor kesalahan yang mungkin terjadi selama
praktikum
i.

Analisa B : meliputi contoh aplikasi dalam bidang teknik lingkungan disertai


penjelasannya. Minimal dicantumkan 2 contoh aplikasi

j.

Kesimpulan : diharapkan menjawab seluruh poin yang dituliskan di bagian


Tujuan

k. Daftar pustaka minimal mencantumkan dua sumber textbook, atau jurnal


(nasional atau internasional)
l.

Jika mengutip kalimat yang merupakan hasil pemikiran orang lain dari buku,
jurnal, internet, pada semua bagian laporan, maka harus mencantumkan
sumber-sumber tersebut pada kalimat (Contoh : Nurhadi, 2010) dan sumber
tersebut dicantumkan pada daftar pustaka

m. Apabila diketahui adanya penjiplakan laporan praktikum sesama mahasiswa


maka akan diberi sanksi individu (-50)
n. Apabila diketahui menggunakan data yang tidak sesuai dengan yang didapat saat
praktikum maka diberi sanksi individu (-50).

F. NILAI TOTAL PRAKTIKUM


Nilai total praktikum merupakan penggabungan dari nilai kehadiran mahasiswa pada
saat responsi dan praktikum (10%), nilai tes responsi (15), nilai tes awal/akhir (15),
dan nilai laporan (60%)

Tim Asisten berharap para praktikan dapat memahami dan menjalankan peraturan ini
dengan sebaik-baiknya. Aturan-aturan ini diberlakukan dengan maksud agar praktikum
dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan awal dari praktikum mekanika fluida II dapat
tercapai. Akhir kata Tim Asisten mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dan selamat
praktikum!.

vi

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 01 - ALIRAN SERAGAM DAN KEMIRINGAN SALURAN
Lika Nafila Novara dan Bellaria Ekaputri

A. SASARAN
a. Menentukan koefisien chezy (C)
b. Menentukan koefisien manning (n)
c. Menentukan bilangan reynold (NRE)
d. Menentukan korelasi antara koefisien chezy (C) dan koefisien manning (n)

B. TEORI DASAR
Aliran seragam (uniform flow) terjadi jika kecepatan aliran pada suatu waktu tertentu
tidak berubah sepanjang saluran yang ditinjau.
Syarat keberlakuan aliran seragam adalah :
a. Kedalaman (y), luas penampang (A), kecepatan (v), dan debit (Q) sepanjang segmen
saluran adalah konstan
b. Slope energi, muka air, dan dasar saluran sejajar
Kemiringan saluran atau slope adalah kemiringan memanjang dasar saluran. Biasanya
diatur oleh keadaan topografi dan tinggi energi yang diperlukan untuk mengalirkan air.
Persamaan-persamaan yang berhubungan dengan aliran seragam dan kemiringan
saluran adalah :
1. Persamaan Chezy

Dimana :

= Kecepatan aliran ( )

= konstanta tahanan aliran


= jari-jari hidrolis (m)

= slope energi

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


2. Persamaan manning

Dimana :

= Kecepatan aliran ( )

= konstanta tahanan aliran


= jari-jari hidrolis (m)

= slope energi
3. Persamaan Reynold

Dimana :
= Kecepatan aliran (m/s)
= bilangan Reynold
= Densitas (kg/m3)
= Diameter hidrolis (4R) (m)
= viskositas kinematik (N/m2)
= viskositas dinamis (m2/s)

C. CARA KERJA
1. Ukur temperatur air pada awal percobaan setelah hydraulic bench dinyalakan.
2. Operasikan hydraulic bench dengan beban tertentu, catat beban yang digunakan dan
waktu yang diperlukan untuk menaikkan bebannya.
3. Kalibrasi alat pengukur kedalaman.
4. Ukur lebar saluran terbuka.
5. Ukur kedalaman di 6 titik sepanjang saluran ( 3 di hulu dan 3 di hilir dengan jarak
yang sama) dengan menggunakan alat pengukur kedalaman. Catat posisi tiap titik
(x).
6. Lakukan percobaan sebanyak 5 variasi debit. Setiap kali variasi debit dilakukan tiga
kali pengukuran waktu.
7. Ukur temperatur air pada akhir percobaan.
2

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


D. TABEL DATA

E. TABEL HASIL

F. GRAFIK
1. x terhadap y rata-rata
2. y rata-rata terhadap C (regresi power)
3. Re terhadap C (regresi power)
4. y rata-rata terhadap Qact (regresi power)
5. v terhadap y rata-rata (regresi power)
6. Re terhadap y rata-rata (regresi power)
7. Qact terhadap C (regresi power)
8. v terhadap R2/3 (regresi power)

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


G. ILUSTRASI

Gambar 1. Fenomena Aliran Seragam

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 02 - ALIRAN BERUBAH BERATURAN
Refnilda Fadhilah dan Amrini Amalia Shafdar

A. SASARAN
1. Mengamati fenomena perubahan atau kadar momentum aliran
2. Menghitung nilai debit (Q)
3. Menghitung kecepatan aliran (v)
4. Menghitung koefisien Manning saluran (n)
5. Menghitung bilangan Reynold (nRE) dan bilangan Froud (Fr)

B. TEORI DASAR
Aliran berubah beraturan (gradually varied flow), terjadi jika parameter
hidraulis (kecepatan, tampang basah) berubah secara progresif dari satu tampang ke
tampang yang lain. Apabila di ujung hilir saluran terdapat bendung maka akan terjadi
profil muka air pembendungan dimana kecepatan aliran akan berkurang (diperlambat),
sedangkan apabila terdapat terjunan maka profil aliran akan menurun dan kecepatan
akan bertambah (dipercepat). Contohnya adalah aliran pada sungai
ALIRAN BERUBAH CEPAT
Aliran berubah cepat, mengikuti prinsip berikut:
1. Distribusi tekanan tidak dianggap hidrostatik
2. Perubahan regim aliran pada jarak yang pendek dan waktu yang cepat
3. Perubahan geometrik aliran akan sangat tergantung pada segmentasi analisis,
akibat perubahan yang ada
4. Terjadi perubahan luas basah, sehingga koefisien kecepatan dan momentum
akan membesar
5. Terdapat kerumitan jika mengikuti pola zonasi aliran konvensional, akibat adanya
aliran, difusi dan turbulensi.

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


ALIRAN BERUBAH LAMBAT
Perilaku dasar berubah lambat:
1. Kedalaman hidrolis berubah secara lambat pada arah longitudinal
2. Faktor pengendali aliran ada di kombinasi di hulu & hilir
3. Analisis menentukan struktur saluran yang aman dan op mal
Asumsi:
1. Steady flow dan distribusi tekanan ditentukan oleh gaya hidrostatis.
2. Kehilangan tekanan didekati aliran seragam
3. Slope kecil
4. Tidak terjadi re-aerasi
5. Koefisien coriolis tidak berubah
6. Koefisien gesek tidak bervariasi thd kedalaman
7. Saluran prismatik
Rumus-rumus yang digunakan :

C. CARA KERJA
1. Ukur lebar saluran, panjang saluran, dan tinggi ambang yang akan digunakan.
2. Operasikan hydraulic bench dan ukur temperatur awal.
3. Tempatkan dua ambang di hilir saluran, dan ukur kedalaman saluran pada
10 titik yang ditentukan di sepanjang saluran.
4. Lakukan pengukuran sebanyak 3 variasi waktu (dengan hydraulic bench)
pada satu titik kedalaman yang sama, dan 5 variasi debit setiap kali
pengukuran.
5. Jika pengukuran telah selesai, matikan hydraulic bench dan ukur temperatur akhir
air.
6

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


D. TABEL DATA
Waktu
Variasi Debit

Kedalaman Saluran
t
ratarata

y7

y8

Yteori Yaktual

Sf

Tabel Pengukuran Aliran Berubah Beraturan Pada Variasi Kedua


Titik
A
V
NRE
NFR
ES
n dy/dx Yteori Yaktual
RH

Sf

t1

t2

t3

y1

y2

y3

y4

y5

y6

y9

y10

E. TABEL HASIL
Variasi 1
Tabel Pengukuran Aliran Berubah Beraturan Pada Variasi Pertama
Titik

RH

NRE

NFR

ES

dy/dx

Variasi 2

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Titik

RH

NRE

NFR

ES

dy/dx

Yteori Yaktual

Sf

Variasi 3
Tabel Pengukuran Aliran Berubah Beraturan Pada Variasi Ketiga
Titik A
V
RH
NRE
NFR
ES
n dy/dx Yteori Yaktual

Sf

Sf

Variasi 4
Tabel Pengukuran Aliran Berubah Beraturan Pada Variasi Keempat
RH
Titik A
V
NRE
NFR
ES
n dy/dx Yteori Yaktual

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

Variasi 5
Tabel Pengukuran Aliran Berubah Beraturan Pada Variasi Kelima
Titik A
V
RH
NRE
NFR
ES
n dy/dx Yteori Yaktual

GRAFIK
Untuk tiap variasi, buatlah grafik :
Sumbu X
Jarak antar titik
Jarak antar titik
Jarak antar titik
Jarak antar titik
Jarak antar titik

Sumbu Y
Yteori dan Yaktual
ES
v
NRE
NFR

Keterangan :
v

= kecepatan aliran

RH

= jari-jari hidraulis

NRe

= bilangan Reynold

NFr

= bilangan Froud

ES
Sf

= energi spesifik
= slope/kemiringan garis energi
saluran

Yteori

= kedalaman aliran secara hitungan

Yaktual = kedalaman aliran secara aktual (pengamatan)


9

Sf

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 03 - LONCATAN HIDROLIS
Liska Listiani Sari dan Nadia Citra Kanina

A. SASARAN
Pada percobaan ini, praktikan dapat mengetahui :
1. Debit aktual
2. Bilangan Froude
3. Energi Spesifik
4. Efisiensi Loncatan

B. TEORI DASAR
Loncatan hidrolis terjadi akibat pelepasan energi karena berubahnya kondisi aliran.
Pelepasan energi pada aliran air terjadi akibat perubahan kondisi subkritis (sebelum pintu
air), superkritis (sebelum loncatan dan subkritis (setelah loncatan). Sifat kritis aliran dapat
diketahui dari bilangan Froude.
Karakteristik loncatan hidrolis :
1. Kehilangan Energi
Selisih energi spesifik sebelum dan sesudah loncatan hidrolis.
2. Tinggi loncatan
Selisih kedalaman air sebelum dan sesudah loncatan hidrolis.
3. Perbandingan kedalaman akibat loncatan hidrolis
Untuk menilai efektivitas loncatan hidrolis terhadap stabilitas aliran.
4. Panjang loncatan
Selisih posisi awal sebelum loncatan dan kedalaman stabil setelah mencapai
subkritis.

C. CARA KERJA
1. Ukur suhu awal
2. Jalankan Hydraulic Bench untuk memperoleh debit aktual
3. Tempatkan sluice gate +/- 90 cm dari inlet sehingga membentuk loncatan hidrolis
10

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


4. Atur bukaan sluice gate sehingga membentuk loncatan hidrolis
5. Ukur panjang loncatan dan kedalaman aliran di 6 titik sesuai gambar
6. Lakukan dengan 5 variasi debit
7. Ukur suhu akhir

D. TABEL DATA
Massa beban (kg) =
T air awal (C) =
T air akhir (C) =
Lebar saluran (b)(cm) =
Variasi
Beban
(kg)

Waktu (s)
t1

t2

t3

t ratarata
(s)

Kedalaman (m)
y1

y2

y3

y4

y5

y6

L
HI
y6/y2
(m)
(m)

E. TABEL HASIL
Volume Air (m3)

Q (m3/s)

Volume Air (m3)

Q (m3/s)

11

P1

Keliling Basah (m)


P2
P3
P4
P5

P6

P1

P2

Keliling Basah (m)


P3
P4
P5

P6

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


R1

R2

R3

ES1

R4

R5

ES2

R6

V1
V2
V3
V4
V5
V6
Fr Fr2
(m/s) (m/s) (m/s) (m/s) (m/s) (m/s)

ES3

ES4

ES5

ES6

ES6/ES2

GRAFIK
1. Fr2 terhadap Y6/Y2
2. Fr2 terhadap E6/E2
3. Fr2 terhadap Hi
4. Y terhadap L
5. Y6/Y2 terhadap L
6. Q terhadap L
7. Es terhadap Y (untuk setiap variasi debit)
8. Seluruh grafik menggunakan regresi power,kecuali grafik ES terhadap Y dan Y terhadap
L
RUMUS YANG DIGUNAKAN

L (Panjang Loncatan) = X5 X3
E (Kehilangan energy) = ES2 ES6
Efisiensi Energi = ES6/ES2
Hi (tinggi loncatan) = Y6 Y2
12

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


E. ILUSTRASI

Gambar 1. Loncatan hidrolis pada saluran terbuka

13

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 04 - ALIRAN DI ATAS AMBANG LEBAR DAN AMBANG TAJAM
Syahbaniati Putri dan Anugrah Yanti

ALIRAN DI ATAS AMBANG LEBAR


A. SASARAN
1. Menghitung debit aliran dengan menggunakan ambang lebar sebagai alat ukur.
2. Menghitung nilai koefisien discharge (CD), Energi spesifik (Es), kedalaman kritis
(Yc), dan bilangan Froude dari aliran yang melewati ambang lebar.
3. Mempelajari hubungan tinggi muka air di atas ambang lebar terhadap debit air
yang melimpah di atas ambang.
4. Mengetahui pengaruh bentuk ambang terhadap efektivitas penyaluran debit.
5. Mengetahui karakteristik aliran yang melalui ambang lebar.

B. TEORI DASAR
Bangunan ukur ambang lebar adalah salah satu alat ukur debit yang banyak digunakan
karena kokoh dan mudah dibuat. Bangunan ini mudah disesuaikan dengan tipe saluran apa
saja. Hubungan tunggal antara muka air hulu dan debit mempermudah pembacaan debit
secara langsung tanpa memerlukan tabel debit.

Gambar 1. Ilustrasi aliran di atas ambang lebar

Debit aliran yang melalui ambang lebar dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
2
3

14

2
3

1.705

/
/

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Apabila velocity correction dan discharge coefficient diperhatikan, maka persamaannya
menjadi:
%

&

1.705

Namun pada praktikum ini, persamaan yang digunakan untuk menghitung debit adalah
sebagai berikut.

'

dengan
(

*1 + *2
, - ./
2

/0

Tingkat kekristisan aliran dapat ditentukan dengan menggunakan rumus untuk mencari
bilangan Froude, yaitu:

12

3 *

Dengan rumus untuk mencari kecepatan, yaitu:


4

; 4

Serta persamaan yang digunakan untuk menghitung energi spesifik aliran adalah:
6
Dengan:
Q

= debit aliran (m3/s)

= tinggi muka air di atas ambang (m)

= lebar ambang (m)

Es

= energi spesifik aliran (m)

= kecepatan aliran (m/s)

= tinggi muka air (m)

*+

C. CARA KERJA
1. Ambang lebar dipasang pada posisi tertentu dalam model saluran terbuka.
2. Alat pengukur kedalaman dikalibrasikan. Dimensi ambang dicatat.
15

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


3. Hydraulic bench dinyalakan dengan debit air tertentu sesuai dengan yang diinginkan
tetapi tidak meluap.
4. Lakukan pula pegukuran debit aktual.
5. Sekat dihilir diatur sedemikian rupa sehingga loncatan hidrolis dapat diamati. Untuk
masing-masing keadaan diperiksa apakah aliran sudah stabil. Jika sudah
pengambilan data kedalaman dapat dilakukan.
6. Untuk masing-masing keadaan data tinggi muka air pada beberapa
pengamatan dicatat untuk menggambar profil aliran.
7. Langkah 5 dan 6 diulang untuk dua debit yang berbeda.

D. TABEL DATA
Tinggi ambang

cm

Suhu awal

Lebar ambang

cm

Suhu akhir

Panjang ambang

cm

Variasi

Waktu (detik)
1
2

Waktu
(detik)

1
2
3
Titik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
16

Jarak

Kedalaman (cm)

Rerata

titik

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Titik
Jarak
Kedalaman (cm)
14
(Tabel ini dibuat sebanyak jumlah variasi debit)

E. TABEL HASIL
No.
1
2
3
4
5
6

Qact (m3/s)

Y (m)

A (m2)

V (m/s)

NFr

Es (m)

(Tabel ini dibuat sebanyak jumlah variasi debit)

Variasi

Qakt
(m3/s)

Cd

Qteo
(m3/s)

1
2
3
GRAFIK
1. Gambar Profil muka air untuk ketiga keadaan pada 1 gambar. Profil tersebut
digambar secara manual dalam 1 gambar pada kertas millimeter block dan
digambar menggunakan Microsoft excel.
2. Qact vs b.(hu3/2) (linear)
3. Y vs Fr (power)
4. Es vs Y (millimeter block)

17

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


ALIRAN DI ATAS AMBANG TAJAM
A. SASARAN
1. Menghitung debit aliran dengan menggunakan ambang tajam sebagai alat ukur.
2. Menghitung nilai koefisien discharge (CD), Energi spesifik (Es), kedalaman kritis
(Yc), dan bilangan Froude dari aliran yang melewati ambang tajam.
3. Mempelajari hubungan tinggi muka air di atas ambang tajam terhadap debit air
yang melimpah di atas ambang.
4. Mengetahui pengaruh bentuk ambang terhadap efektivitas penyaluran debit.
5. Mengetahui karakteristik aliran yang melalui ambang tajam.

B. TEORI DASAR
Ambang tajam juga merupakan alat ukur debit aliran pada saluran terbuka. Debit aliran
yang melalui ambang tajam diapat dihitung dengan persamaan berikut.
2
3

dengan

Keterangan:
Q

= Debit aliran (m3/s)

= Tinggi air di atas ambang (m)

= Tinggi ambang (m)

32

'

*1 - .

Gambar 2. Ilustrasi aliran yang mengalir di atas ambang tajam


18

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


C. CARA KERJA
1. Ambang tajam dipasang pada posisi tertentu dalam model saluran terbuka.
2. Alat pengukur kedalaman dikalibrasikan.
3. Hydraulic bench dinyalakan dengan debit air tertentu sesuai dengan yang diinginkan
tetapi tidak meluap.
4. Lakukan pula pegukuran debit aktual.
5. Ukur tinggi ambang tajam yang digunakan serta lebar saluran.
6. Ukur kedalaman ketinggian muka air di 6 titik yang telah ditentukan (lihat ilustrasi),
yaitu sebelum ambang, di atas ambang, dan setelah ambang dengan 3 variasi debit.
7. Langkah 6 dan 7 diulang untuk dua debit yang berbeda.

D. TABEL DATA
Tinggi ambang

cm

Suhu awal

Lebar ambang

cm

Suhu akhir

Panjang ambang

cm

Variasi

Waktu (detik)
1
2
3

Waktu
(detik)

Rerata Ketinggian Muka Air (cm)


y1 y2 y3 y4 y5

y6

1
2
3

E. TABEL HASIL
No.
1
2
3
4
5
6

Qact (m3/s)

Y (m)

A (m2)

V (m/s)

NFr

(Tabel ini dibuat sebanyak jumlah variasi debit))

19

Es (m)

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Variasi

h (m)

Qakt
(m3/s)

1
2
3
GRAFIK
1. Qteoritis terhadap Qaktual (linear)
2. Qact vs b.(h3/2) (linear)
3. Y vs Fr (power)
4. Es terhadap y untuk tiap variasi (grafik manual)

20

Cd

Qteo
(m3/s)

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 05 ALAT UKUR DEBIT SALURAN TERBUKA
Luh Laksmi Dharayanti Satria dan Seshana Junisa Aviananda

A. SASARAN
1. Memperoleh tinggi muka air di atas Notch (H)
2. Memperoleh nilai Qaktual dan Qteoretis
3. Memperoleh nilai Cd (Coefficient of Discharge)

B. TEORI DASAR
Notch pada dasarnya merupakan konstruksi dalam saluran terbuka. Notch biasanya
digunakan dalam pengukuran kecepatan aliran saluran terbuka. Notch akan memberikan
efek konstraksi pada aliran fluida, sehingga ketinggian air di atas Notch dapat digunakan
untuk menentukan kecepatan fluida dan dapat diukur untuk mewakili besaran debit yang
melaluinya. Alat ukur pada saluran terbuka ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Unotch dan V-notch.

C. CARA KERJA
1. Jalankan hydraulic bench dan pasang beban, catat massa beban yang digunakan dan
waktu yang dibutuhkan untuk pengaliran.
2. Ukur suhu air awal percobaan.
3. Ukur kedalaman air seperti pada gambar di bagian
4. Lakukan tiga kali pengukuran untuk lima variasi debit.
5. Ukur suhu akhir percobaan.
6. Hitung debit dan Cd dengan rumus :

21

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


D. TABEL DATA
Suhu awal air
Suhu akhir air
Massa beban
Lebar U-notch
Sudut V-notch

t (s)

Variasi
t1

t2

t3

Kedalaman di atas
U-notch (m)
H1
H2
H3

Kedalaman di atas
V-notch (m)
H1
H2
H3

1
2
3
4
5

E. TABEL HASIL
Waktu
rataVariasi
rata
(s)
1
2
3
4
5

22

Kedalaman
rata-rata (m)
UVnotch notch

Qaktual
(m3/s)
UVnotch notch

Qteoretis
Cd
(m3/s)
UVUVnotch notch notch notch

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


F. ILUSTRASI

Gambar 1. V-Notch dan U-Notch pada saluran terbuka

23

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 06 VENTURIFLUME
Musfiandini Zahra dan Nadya Amalia

A. SASARAN
1. Menentukan nilai debit aktual
2. Menentukan nilai debit teoritis dengan menggunakan persamaan aliran kritis
3. Menentukan nilai Cd (koefisien discharge)
4. Menentukan nilai Fr (bilangan Froude) yang dihitung pada setiap titik
5. Menentukan nilai Re (bilangan Reynolds) yang dihitung pada setiap titik
6. Menentukan nilai Es (EnergiSpesifik) yang dihitung pada setiap titik
7. Menentukan nilai Yc (Kedalaman kritis)

B. TEORI DASAR
Venturiflume adalah sebuat alat yang memberikan penyempitan secara tiba-tiba pada
suatu saluran sehingga menyebabkan terjadinya aliran kritis pada saluran terbuka dan
menciptakan kedalaman kritis (Yc). Venturiflume merupakan salah satu alat yang berfungsi
sebagai pengukur debit pada saluran terbuka. Prinsip dasar pengukuran debit oleh
venturiflume adalah venturiflume memberikan efek gabungan kontraksi dan kecepatan
terminal sekaligus, dengan kehilangan tekanan yang lebih kecil tersebut dapat diukur dan
dapat mewakili debit yang melaluinya.
Berikut adalah gambaran sebuah venturiflume
1. Penyempitan Saluran dan Efeknya Terhadap Aliran

24

Tampak Atas

Tampak Samping

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

2. Titik-Titik Pengukuran Pada Aliran

Tampak Atas

Tampak Samping

Rumus-Rumus yang digunakan dalam pengukuran debit aliran menggunakan Venturiflume


adalah sebagai berikut:

25

Perhitungan Bilangan Froude

Perhitungan Bilangan Reynolds

Perhitungan Energi Spesifik di Setiap Titik

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

Perhitungan Energi Spesifik Penyempitan

Perhitungan Kedalaman Kritis

Perhitungan Debit Teoritis

Dengan:

C. CARA KERJA
1. Atur dasar saluran dengan kemiringan kecil 0.25%
2. Letakan plat venture kira-kira pada jarak 4 dari outlet saluran (plat harus dipasang
tepat berlawanan satu sama lain)
3. Ukur suhu air pada awal percobaan
4. Jalankan Hydraulic bench, catat perbedaan tinggi manometer air raksa pada setiap
debit
5. Ukur kedalaman air pada titik-titik yang ditujukan pada gambar
6. Percobaan dilakukan 3 (tiga) kali pencatatan
7. Percobaan dilakukan dengan 5 (lima) variasi debit
8. Ukur suhu akhir percobaan

26

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


D. TABEL DATA
Massa beban =
T air awal

b (lebarsaluran)

T air akhir

bt (lebar penyempitan)

Tabel data untuk perhitungan debit aktual


Kedalaman
H1
H2

Variasi
1
2
3
4
5
Tabel data untuk perhitungan debit teoritis
Variasi

Kedalaman
Y1

Y2

Y3

Y4

Y5

Y6

Y7

Qteoritis

Cd

1
2
3
4
5

E. TABEL HASIL
1. Q teoritis untuk setiap variasi
Variasi
1
2
3
4
5

27

H Mano

Qaktual

E penyempitan

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


2. Bilangan Froude untuk setiap titik
Variasi

Bilangan Froude
Fr1

Fr2

Fr3

Fr4

Fr5

Fr6

Fr7

Es6

Es7

1
2
3
4
5
3. Nilai Energi Spesifik untuk setiap titik
Variasi

EnergiSpesifik
Es1

Es2

Es3

Es4

Es5

1
2
3
4
5
4. Nilai Kedalaman Kritis pada berbagai variasi debit (Yc)
Variasi

Yc

1
2
3
4
5

5. Nilai bilangan Reynolds untuk setiap titik


Variasi
1
2
3
28

EnergiSpesifik
Re1

Re2

Re3

Re4

Re5

Re6

Re7

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

Variasi

EnergiSpesifik
Re1

Re2

Re3

Re4

Re5

Re6

Re7

4
5

F. GRAFIK
1. Q aktual (sumbu y) Q teoritis (sumbu x)
2. Q aktual (sumbu y) Cd (sumbu x)
3. Es (sumbu y) Y (sumbux)

dibuat di kertas mm blok

4. NFr (sumbu y) Y (sumbu x) satu grafik untuk seluruh variasi debit


5. NRe(sumbu y) Y (sumbu x) satu grafik untuk seluruh variasi debit

G. ILUSTRASI

Gambar 1. Ilustrasi venturiflume pada saluran terbuka

29

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 07 - PENGUKURAN KECEPATAN GAS DALAM CEROBONG
Hilfi Amri dan Gilang Trisna K

A. SASARAN
a. Mengetahui metode pengukuran aliran gas dalam cerobong
b. Menentuan koefisien kalibrasi Pitot S
c. Mengetahui profil distribusi kecepatan gas dalam cerobong

B. TEORI DASAR
Kecepatan aliran gas dalam cerobong dapat dihitung berdasarkan perbedaan antara
tekanan total dengan tekanan statis yang terdapat dalam terowongan angin (wind tunnel).
Wind tunnel merupakan simulasi bentuk cerobong dalam skala laboratorium. Untuk
mengukur tekanan udara luar (tekanan atmosfer) digunakan barometer, sedangkan untuk
mengukur tekanan yang terdapat dalam wind tunnel, baik itu tekanan total maupun
tekanan statis, digunakan manometer yang dihubungkan ke pitot S.
Pengukuran kecepatan gas dalam cerobong diatur dalam EPA Method-2. Sedangkan
penentuan jumlah traverse point dan lokasinya diatur dalam EPA Method-1, baik untuk
sampling partikulat ataupun non-partikulat. Hal ini penting untuk mendapatkan hasil
sampling yang representatif, khususnya untuk partikulat yang harus disampling dalam
kondisi isokinetik.
EPA method 1 berisikan petunjuk dalam membagi titik sampling menjadi beberapa
traverse point, termasuk jumlah titik sampling minimum sesuai dengan bentuk dan ukuran
dari suatu cerobong dalam melakukan pengukuran terhadap emisi polutan dan/atau total
debit volumetrik agar mendapatkan hasil yang representatif. Sedangkan EPA method 2
membahas mengenai urutan prosedur yang digunakan dalam pengukuran kecepatan gas
dalam cerobong dan debit volumetriknya menggunakan pitot S untuk mendapatkan
kecepatan gas yang representatif.

30

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Persamaan yang digunakan dalam menghitung kecepatan gas dalam cerobong:
Menentukan tekanan kecepatan (P)
P = Ptotal Pstatis
Menentukan diameter ekivalen cerobong (De)
De =

8:9

Keterangan:
L

= Panjang penampang cerobong (m)

= Lebar penampang cerobong (m)

Menghitung kecepatan aliran gas (Vs)


;

<

=< >

F,7
? 0
A
E
BA 02 + A 0.C D 0

Menghitung debit aliran gas (Q)


3600

B1 - IJ F C

? .'

Keterangan:

BA 02 + A .0.C
? 0
A .'

Vs

= Kecepatan gas dalam cerobong (m/s)

= Debit aliran gas (m3/s)

Cp

= Koefisien pitot (0.84)

Kp

= Konstanta kecepatan (34.97)

Tgas = Temperatur gas dalam cerobong (K)


Tstd

= Temperatur standar (298 K)

= Tekanan kecepatan (mmH2O)

Pbar = Tekanan barometrik (mmHg)


Pstat = Tekanan statis cerobong (mmHg)
Pstd

= Tekanan standar (760 mmHg)

Mgas = Berat molekul gas (g/g mol) (29 g/g mol)


BH2O = Fraksi volume uap air (0.22)
A

= Luas penampang cerobong (m2)


31

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


C. CARA KERJA
a. Siapkan dan susun peralatan yang dibutuhkan: Pitot Standar (Gambar D), Pitot S
(Gambar E), termometer, manometer, dan selang udara.
b. Tentukan titik lintasan pengukuran (traverse points) pada wind tunnelberdasarkan
data diameter cerobong dan jarak lubang sampling dari belokan(ditentukan melalui
EPA Method-1, lihat Gambar A, B, C), operasikan pompaudara, periksa rangkaian
alat dari kebocoran.
c. Catat Tgas dalam wind tunnel, Pbar, dan dimensi cerobong.
d. Tentukan Cp (koefisien kalibrasi pitot S terhadap pitot standar) kaki A dan
B,melalui:
i.

Pengukuran tekanan total dan tekanan statis pada lintasan yang ditentukan,
menggunakan pitot standar yang dihubungkan dengan manometer.

ii.

Pengukuran tekanan total dan tekanan statis pada lintasan yang ditentukan,
menggunakan pitot S yang dihubungkan dengan manometer (lakukan pada
kaki A dan B, kaki diarahkan menghadap sumber aliran gas).

e. Tentukan kecepatan dalam cerobong, melalui:


Pengukuran tekanan total dan tekanan statis pada lintasan yang ditentukan, dengan
pitot S kaki terpilih yang telah dikalibrasi.
f. Hitung kecepatan dan debit aliran gas dengan menggunakan persamaan yang
diberikan. Buat profil kecepatan aliran gas dalam cerobong (2D dan 3D) pada arah
penampang saluran (dapat dibantu menggunakan program Surfer 10)
i.

2D: arah penampang terhadap Vs (Gambar F)

ii.

3D: arah penampang terhadap Vs dengan tinggi penampang sebagai z.


(Gambar G)

32

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


D. TABEL DATA
Parameter

Hasil Pengukuran

Satuan

Tekanan barometrik (Pbar)

mmHg

Temperatur gas (Tgas)

Panjang Sisi Cerobong (L)

Lebar Sisi Cerobong (W)

Contoh Lokasi Traverse Point

Data Kalibrasi Pitot S dengan Pitot Standar


Tabel A Tabel Hasil Pengukuran Tekanan dengan Menggunakan Pitot Standar (cmH2O)

Tabel B Tabel Hasil Pengukuran Tekanan dengan Menggunakan Pitot S Kaki A (cmH2O)

33

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

Tabel C Tabel Hasil Pengukuran Tekanan dengan Menggunakan Pitot S Kaki B (cmH2O)

Kaki Pitot S yang terpilih adalah kaki Pitot S yang memiliki Cp yang paling mendekati nilai
0,84 dan deviasi 0,01.

Data Penentuan Kecepatan dalam Cerobong


Tabel D Tabel Hasil Pengukuran Tekanan dengan Menggunakan Pitot S Kaki Terpilih
(cmH2O)

34

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

E. TABEL HASIL DAN PERHITUNGAN


Konversi tekanan, K L

,M

L N

Tabel E Tabel Hasil Perhitungan Kecepatan dan Debit Aliran dalam Cerobong

35

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

36

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

37

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

38

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


MODUL 08 HIDROLIKA SUNGAI
Annisa Nur Sabrina dan Irfan Nurhadi

A. SASARAN
1. Menghitung debit aliran sungai
2. Menentukan distribusi kecepatan di seluruh penampang sungai
3. Menghitung jari-jari hidrolis sungai
4. Menentukan penampang melintang sungai
5. Menentukan kecepatan aliran sungai

B. TEORI
Sungai merupakan contoh saluran terbuka alami. Sungai terbentuk dengan adanya aliran
air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian, contohnya di sebuah
puncak bukit atau gunung yang tinggi, dimana air hujan banyak jatuh di daerah itu
kemudian terkumpul di bagian cekung. Karena penuh, akhirnya mengalir keluar melalui
bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air dan membentuk badan sungai.
Sungai memiliki debit yang variatif disebabkan karena proses-proses alamiah yang terjadi
sepanjang hulu ke hilir. Karakteristik sungai ditentukan dengan besar debit, penampang,
kecepatan sungai dan sebagainya. Menurut Sosrodarsono dan Takeda (2006), debit air
sungai adalah laju aliran air yang melewati suatu penampang melintang dengan persatuan
waktu. Besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/detik).
Pengukuran debit sungai menjadi penting mengingat distribusi kecepatan aliran di dalam
alur tidak sama secara horisontal dan vertikal. Beberapa metode pengukuran debit aliran
sungai adalah:
1. Area velocity method
2. Fload area method
3. Metode kontinyu
Faktor yang dapat mempengaruhi debit air sungai, antara lain:
1. Intensitas hujan
2. Penggundulan hutan
39

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


3. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian
4. Intersepsi
5. Evaporasi dan transpirasi

C. CARA KERJA
1. Mengukur lebar sungai
2. Membagi penampang sungai menjadi beberapa segmen, dengan lebar tiap
segmen sebesar 1 meter.
3. Mengukur kedalaman di tiap sisi segmen (Di dan Dii untuk perhitungan
penampang saluran sungai) serta ukur pula kedalaman di tengah segmen (H)
untuk pengukuran kecepatan aliran sungai.
4. Mengukur kecepatan dari dasar tiap segmen. Pengukuran kecepatan dilakukan
di tengah segmen dengan ketinggian tiap 10 cm dari dasar sungai dengan
menggunakan propeller.Propeller dihadapkan ke arah arus sungai.
5. Ulangi langkah 4 dengan ketinggian 0,2 H; 0,6 H; 0,8 H.
6. Mengukur kecepatan aliran sungai di permukaan menggunakan tali sepanjang 1
m dengan bola terapung di ujungnya. Hitung waktu yang dibutuhkan oleh aliran
sungai untuk meregangkan tali dan bola terapung.

D. TABEL DATA
Segmen
Titik Segmen
Titik Tengah Segmen
Lebar Segmen (X, m)
Kedalaman sisi kiri (Di, m)
Kedalam sisi kanan (D ii, m)
Kedalaman titik tengah segmen (H, m)
0,2 H
0,6 H
0,8 H
N
S (m)
Vp (m/s)
t (detik)
VH (m/s)
N 0,2 H (Rps)
R (putaran)
40

1
ABC
B

2
CDE
D

3
EFG
F

4
GHI
H

5
IJK
J

6
KLM
L

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Segmen
Titik Segmen
Titik Tengah Segmen
N 0,6 H (Rps)
N 0,8 H (Rps)

Vn (m/s)

10 cm

N10(Rps)

20 cm

N20(Rps)

30 cm

N30(Rps)

40 cm

N40(Rps)

50 cm

N50(Rps)

1
ABC
B

2
CDE
D

3
EFG
F

4
GHI
H

5
IJK
J

6
KLM
L

t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)
R (putaran)
t (detik)

Catatan :

E. TABEL HASIL
Segmen
Titik Segmen
Titik Tengah Segmen
Lebar Segmen (X, m)
Kedalaman sisi kiri (Di, m)
Kedalam sisi kanan (D ii, m)
Kedalaman titik tengah segmen (H, m)
0,2 H
0,6 H
0,8 H
41

1
ABC
B

2
CDE
D

3
EFG
F

4
GHI
H

5
IJK
J

6
KLM
L

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Segmen
Titik Segmen
Titik Tengah Segmen
m (m)
A (m2)
N 0,2 H (Rps)
N 0,6 H (Rps)
N 0,8 H (Rps)
N10 (Rps)
N20 (Rps)
N30 (Rps)
N40 (Rps)
N50 (Rps)
Vp (m/s)
V 0,2H (m/s)
V 0,6H (m/s)
V 0,8H (m/s)
V 10 (m/s)
V 20 (m/s)
V 30 (m/s)
V 40 (m/s)
V 50 (m/s)
Vr (m/s)
Er 1 (%)
Er 2 (%)
Q segmen (m3/s)
Q total (m3/s)
A total
Vr total
m total (m)
Rh (m)
Catatan :

42

1
ABC
B

2
CDE
D

3
EFG
F

4
GHI
H

5
IJK
J

6
KLM
L

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


F. RUMUS YANG DIGUNAKAN
1. Jumlah pengukuran tiap 10 cm
i = H / 0,1
2. Kecepatan putaran propeller
N=R/t
3. Kecepatan tiap 10 cm dari dasar
N 0,71

V = (0,2240 x N) + 0,037

0,71 N 9,85

V = (0,2520 x N) + 0,017

4. Kecepatan rata-rata
Vr = ((Vn) + Vp) / (i+1)
;2

; F + ; F + ; F +;OF +;PQRS
/+1

5. Perhitungan Error
621

622

TUVT
TU

TUVT
TU

W 100% , dimana ;1

W 100% , dimana V2 = V0,6H

6. Luas tiap Segmen


A = [( Di +Dii). X ]/2
7. Debit tiap segmen
Q = A x Vr
8. Debit total
Qtotal = Q1 + Q2 + Q3 + ..+Q7
9. Panjang Melintang
m = [(Dii-Di)2 + X2]0,5
mabc= {(Diiabc Diabc)2 + Xabc2 }0,5
10. Jari-jari hidrolis
RH = Atotal / m
11. Vr total
Vrtotal = (Vr1 + Vr2 + Vr3 + .+Vri) / i

43

TY,Z[ : TY,\[

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


G. GRAFIK
1. Penampang melintang sungai
2. Kecepatan terhadap kedalaman pada setiap segmen
3. Kecepatan aktual terhadap bentang sungai
4. Kontur distribusi di seluruh penampang
pe
sungai

H. ILUTRASI

44

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

LAMPIRAN
1. JENIS PELANGGARAN DAN SANKSI
No
1

Jenis Pelanggaran
Tidak Membawa Jurnal

Poin

Keterangan

-10

Individu

-10

Individu

-5

Kelompok

-20

Individu dan Absen

Praktikum
2

Terlambat 0-10 menit

Terlambat > 10 menit

Praktikum

-5

Kelompok

-10

Individu

-50

Individu

-50

Individu

Kesalahan pada Cover

Individu

laporan

1/kesalahan

Telat mengumpulkan
laporan

Menjiplak laporan
praktikum

Menggunakan data tidak


sesuai

45

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


2. FORMAT COVER LAPORAN

46

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


3. FORMAT LABEL NAMA JURNAL DAN NAMETAG

FORMAT LABEL NAMA


JURNAL
JURNAL PRAKTIKUM
MEKANIKA FLUIDA II
IRFAN NURHADI
15304059
KELOMPOK : 6
FORMAT NAMETAG PRAKTIKAN
PRAKTIKUM
MEKANIKA
FLUIDA II
LAB TEKNIK PENGOLAHAN
AIR
TEKNIK LINGKUNGAN ITB

Irfan Nurhadi
15304059
Kelompok : 6
JAM PRAKTIKUM : 07.0017.00
47

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014

4. JADWAL PRAKTIKUM
Tanggal
12 dan 13 Feb 2014
19 dan 20 Feb 2014
26 dan 27 Feb 2014
05 dan 06 Mar 2014

Kelas
A
B
A
B
A
B
A
B

Modul
Aliran Seragam
Aliran Berubah Beraturan
Aliran Berubah Beraturan
Aliran Seragam
Loncatan Hidrolis
Aliran di atas Ambang
Aliran di atas Ambang
Loncatan Hidrolis

10-14 Maret Minggu Ujian Tengah Semester (UTS)


19 dan 20 Mar 2014
26 dan 27 Mar 2014
02 dan 03 April 2014
09 dan 10 April 2014

A
B
A
B
A
B
A
B

Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch


Venturiflume
Venturiflume
Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch
Kecepatan Gas dalam Cerobong
Hidrolika Sungai
Hidrolika Sungai
Kecepatan Gas dalam Cerobong

05-20 Mei Ujian Akhir Semester (UAS)

5. DAFTAR KELOMPOK PRAKTIKUM


Daftar Kelompok dan Jadwal Praktikum Mekanika Fluida II 2013/2014
Kelas A
Kelas B
Shift
Kelompok
NIM
Kelompok
15312001
15312009
15312027
Kamis, 08.00-09.30
1
9
15312011
15312003
15312084
15312023
15312005
Kamis, 09.30-11.00
2
10
15312015
15312047
48

NIM
15312036
15312066
15312014
15312018
15312054
15312068
15312020
15312058
15312070
15312022

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Daftar Kelompok dan Jadwal Praktikum Mekanika Fluida II 2013/2014
Kelas A
Kelas B
Shift
Kelompok
NIM
Kelompok
15312031
15312061
15312007
15312039
15312017
Kamis, 13.00-14.30
3
11
15312021
15312063
15312084
15312055
15312043
15312025
Kamis, 14.30-16.00
4
12
15312037
15312077
15311002
15312045
15312033
15312019
Rabu, 08.00-09.30
5
13
15312067
15312035
15312051
15312049
15312085
15312059
Rabu, 09.30-11.00
6
14
15312065
15312087
15312029
15312053
15312041
Rabu, 13.00-14.30
7
15312071
15
15312073
15312069
15312013
15312079
15312075
Rabu, 14.30-16.00
8
16
15312083
15312057

49

NIM
15212060
15312056
15312024
15312072
15312082
15312002
15312086
15312052
15312042
15312030
15312032
15312078
15312028
15312046
15312062
15312040
15312050
15312064
15311001
15312026
15312048
15312074
15311015
15311077
15312010
15312076
15312016
15312006
15312012
15312038
15312034
15312004
15312044
15312080

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


6. PENANGGUNG JAWAB MODUL
Modul

Judul

1
2
3
4
5
6
7
8

Aliran Seragam
Aliran Berubah Beraturan
Loncatan Hidrolis
Aliran di atas Ambang
Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch
Venturiflume
Kecepatan Gas dalam Cerobomg
Hidrolika Sungai

50

Penanggung Jawab Modul


Bellaria Ekaputri
Refnilda Fadhilah
Nadia C K
Syahbaniati Putri
Luh Laksmi
Nadya Amalia
Gilang Tresna
Irfan Nurhadi

Lika Nafila
Amrini
Liska Listiani
Anugrah Yanti
Seshana J A
Musfiandini
Hilfi Amri
Annisa Nur Sabrina

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


7. JADWAL ASISTEN YANG BERTUGAS
Waktu
Tanggal

Kelas

Modul

Rabu
07.30-09.00

12 dan 13 Feb 2014

19 dan 20 Feb 2014

26 dan 27 Feb 2014

05 dan 06 Mar 2014

09.30-11.00

13.00-14.30

15.00-16.30

Aliran Seragam

Refnilda Fadhilah

Hilfi Amri

Syahbaniati Putri

Amrini Amalia

Aliran Berubah Beraturan

Luh Laksmi D Satria

Irfan Nurhadi

Bellaria Eka Putri

Nadya Amalia

Aliran Berubah Beraturan

Refnilda Fadhilah

Hilfi Amri

Syahbaniati Putri

Amrini Amalia

Aliran Seragam

Luh Laksmi D Satria

Irfan Nurhadi

Bellaria Eka Putri

Nadya Amalia

Loncatan Hidrolis

Bellaria Eka Putri

Syahbaniati Putri

Gilang Trisna

Seshana Junisa

Aliran di atas Ambang

Lika Nafila

Liska Listiani

Irfan Nurhadi

Luh Laksmi

Aliran di atas Ambang

Bellaria Eka Putri

Syahbaniati Putri

Gilang Trisna

Seshana Junisa

Loncatan Hidrolis

Lika Nafila

Liska Listiani

Irfan Nurhadi

Luh Laksmi

10-14 Maret Minggu Ujian Tengah Semester (UTS)

19 dan 20 Mar 2014

26 dan 27 Mar 2014

02 dan 03 April 2014

09 dan 10 April 2014

Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch

Gilang Trisna

Liska Listiani

Amrini Amalia

Lika Nafila

Venturiflume

Irfan Nurhadi

Syabaniati Putri

Hilfi Amri

Musfiandini

Venturiflume

Gilang Trisna

Liska Listiani

Amrini Amalia

Lika Nafila

Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch

Irfan Nurhadi

Syabaniati Putri

Hilfi Amri

Musfiandini

Kecepatan Gas dalam Cerobong

Luh Laksmi D Satria

Liska Listiani

Refnilda Fadhila

Nadia C K

Hidrolika Sungai

Gilang Trisna

Syahbaniati Putri

Bellaria Eka Putri

Hilfi Amri

Hidrolika Sungai

Luh Laksmi D Satria

Liska Listiani

Refnilda Fadhila

Nadia C K

Kecepatan Gas dalam Cerobong

Gilang Trisna

Syahbaniati Putri

Bellaria Eka Putri

Hilfi Amri

05-20 Mei Ujian Akhir Semester (UAS)

Modul Praktikum Mekanika Fluida 2014


Waktu
Tanggal

12 dan 13 Feb 2014

19 dan 20 Feb 2014

26 dan 27 Feb 2014

05 dan 06 Mar 2014

Kelas

Modul
08.00-09.30

09.30-11.00

Kamis
13.00-14.30

14.30-16.00

Aliran Seragam

Lika Nafila

Gilang Trisna

Seshana Junisa

Nadia C K

Aliran Berubah Beraturan

Liska Listiani

Annisa Nur Sabrina

Musfiandini

Anugrah Yanti

Aliran Berubah Beraturan

Lika Nafila

Gilang Trisna

Seshana Junisa

Nadia C K

Aliran Seragam

Liska Listiani

Annisa Nur Sabrina

Musfiandini

Anugrah Yanti

Loncatan Hidrolis

Amrini Amalia

Anugrah Yanti

Hilfi Amri

Musfiandini

Aliran di atas Ambang

Refnilda Fadhilah

Nadya Amalia

Nadia C K

Annisa Nur Sabrina

Aliran di atas Ambang

Amrini Amalia

Anugrah Yanti

Hilfi Amri

Musfiandini

Loncatan Hidrolis

Refnilda Fadhilah

Nadya Amalia

Nadia C K

Annisa Nur Sabrina

10-14 Maret Minggu Ujian Tengah Semester (UTS)

19 dan 20 Mar 2014

26 dan 27 Mar 2014

02 dan 03 April 2014

09 dan 10 April 2014

Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch

Annisa Nur Sabrina

Nadia C K

Nadya Amalia

Seshana Junisa

Venturiflume

Refnilda Fadhilah

Luh Laksmi D Satria

Bellaria Ekaputri

Anugrah Yanti

Venturiflume

Annisa Nur Sabrina

Nadia C K

Nadya Amalia

Seshana Junisa

Alat Ukur Debit V-Notch dan U-Notch

Refnilda Fadhilah

Luh Laksmi D Satria

Bellaria Ekaputri

Anugrah Yanti

Kecepatan Gas dalam Cerobong

Musfiandini

Seshana Junisa

Anugrah Yanti

Amrini Amalia

Hidrolika Sungai

Nadya Amalia

Irfan Nurhadi

Annisa Nur Sabrina

Lika Nafila

Hidrolika Sungai

Musfiandini

Seshana Junisa

Anugrah Yanti

Amrini Amalia

Kecepatan Gas dalam Cerobong

Nadya Amalia

Irfan Nurhadi

Annisa Nur Sabrina

Lika Nafila

05-20 Mei Ujian Akhir Semester (UAS)