Anda di halaman 1dari 14

POTENSI PANGAN LOKAL KHAS DAERAH SITUBONDO-BONDOWOSO-JEMBER- BANYUWANGI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN LOKAL

Oleh : Kelompok 1 Merrynda K.A.P Arif Rahman A Indah Miftahur R Istiqoma Novenda Ainul Yakin Rizaldi Adhisky : 121710101056 : 121710101074 : 121710101081 : 121710101083 : 121710101085 : 121710101087

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2014

PENDAHULUAN Merujuk pada UU No. 18 tahun 2012 tentang pangan lokal, yaitu makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Pangan lokal merupakan produk pangan yang telah lama diproduksi, berkembang dan dikonsumsi di suatu daerah. Umunya produk pangan lokal diolah dari bahan baku lokal, teknologi lokal, dan pengetahuan lokal pula. Sehingga produk pangan lokal berkaitan dengan budaya lokal, karena itu sering kali produk menggunakan nama daerah. Indonesia terdiri dari beragam suku yang tersebar hingga pedalaman di setiap 33 provinsi. Antar budaya tentu mempunyai adat dan budaya yang khas dalam kehidupan sehari-hari termasuk cara memenuhi kebutuhan pangan. Dewasa ini, masyarakat Indonesiamulai merasakan akibat pemanasan global berupa anomali iklim yang

menyebabkan kekeringan, kegagalan panen dan melonjaknya harga beras. Kita telah banyak mendapat peringatan akan bahaya pemanasan global terhadap produk pertanian. Maka kejadian kekeringan sekarang merupakan `entry point' bagi pemerintah untuk segera meninjau paradigma pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.Selama ini pemerintah menekankan ketahanan pangan dan `mengabaikan' kedaulatan pangan. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 dan Peraturan Pemerintah RI No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan lebih menekankan pada aspek ketahanan pangan bukan pada kedaulatan pangan. Dan, beras menjadi andalan utama dalam kebijakan ketahanan pangan sehingga mengabaikan kekuatan lokal yaitu non beras. Hal ini menyebabkan konsentrasi kebijakan pangan hanya berfokus pada beras padahal potensi pangan non beras sangat besar. Contoh kasus ancaman rawan pangan yang terjadi saat ini adalah rawan pangan dalam pengertian keterbatasan persediaan beras bukan pangan umumnya. Jika pangan tidak diartikan hanya beras maka kerawanan ini masih mudah diatasi karena masyarakat umumnya masih memiliki cadangan makanan seperti ubi, jagung, pisang, ikan, daging, telur dan lain-lain. Contoh kota-kota yang kaya akan pangan lokalnya disini seperti Kota Jember yang akrab dengan sebutan Kota suwar-suwirnya, Kota Bondowoso yang terkenal akan kopi dan jajanan khas yang berada didalamnya, seperti tape manis yang bisa diolah dengan berbagai macam jajanan ala tapenya, Banyuwangi yang seharum namanya, yang terkenal potensi akan penghasil berbagai jenis biota laut berskala nasionalnya.

Potensi Pangan Lokal Khas Daerah Jember Potensi pangan lokal khas daerah yang ada di Jember adalah Singkong. Dengan singkong, kita dapat mengolahnya menjadi tape manis. Tape manis dapat diolah lagi menjadi berbagai macam olahan diantaranya yaitu suwar-suwir, prol tape, dan lain-lain yang kemudian dikenal menjadi jajanan atau panganan khas jember. Pemaparan tentang cara pengolahannya yaitu sebagai berikut : 1. Suwar-suwir Produk yang satu ini cukup unik di telinga suwar-suwir, dengan namanya yang unik produk ini maenjadi salah satu ikon kuliner khas kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kemunculan makanan yang kemudian dikenal dengan nama suwar-suwir diperkirakan berawal dari hasil akulturasi budaya, termasuk bahan pangan orang-orang Jember yang berkunjung ke daerah-daerah di sekitar Jember, termasuk Bondowoso yang memang sudah terkenal sebagai kawasan penghasil ketela yang merupakan bahan dasar untuk membuat tape. Tape inilah yang menjadi bahan utama pembuatan suwar-suwir yang kemudian menjadi makanan khas Jember hingga sekarang. Boleh dibilang, suwar-suwir adalah salah satu dari beberapa produk akulturasi yang memiliki bentuk dan makna tersendiri karena telah melewati proses kreativitas.

Resep Pengolahan Suwar-suwir : Bahan : tepung beras 50 gr santan kental 1 gelas tape masak 100 gr

tepung ketan 500 gr gula merah 250 gr gula pasir 300 gr 2/3 sendok teh garam susu cair 750 ml Cara Membuat : 1. 2. Tape dibuang seratnya dan dihaluskan. Tepung ketan, tepung beras, tape, garam campur jadi satu kemudian sisihkan. 3. 4. Gula merah, gula pasir dan susu cair dimasak kemudian saring. Lalu masukkan kedalam campuran tepung ketan, tepung beras, tape dan garam. 5. 6. 7. 8. 9. Setelah tercampur lalu aduk sampai menyerupai bubur. Tuangkan santan kental sedikit demi sedikit. Aduk sampai kental dan mengeluarkan minyak, lalu angkat. Cetak ke loyang, dinginkan dan dipotong-potong membentuk balok. Agar lebih menarik dapat ditambahakan dengan aneka warna makanan.

2.

Prol Tape Prol tape ini adalah salah satu metamorfosis dari tape manis itu sendiri. Masyarakat Jember telah mengubah tape menjadi salah satu bahan utama pembuatan panganan yang beraneka ragam dan menggoda selera, salah satunya pada produk prol tape ini. Tidak bisa dipungkiri, panganan tersebut kini telah menjadi trademark sebagai oleh-oleh khas Jember yang telah banyak dijual di pusat penjualan oleh-oleh khas Jember, supermarket, pasar tradisional, dan pedagang kaki lima. Yang tadinya pemikiran masyarakat beranggapan tape miskin untuk dikreasikan, kini warga Jember telah menghapus pemikiran tersebut.

Resep Pengolahan Prol Tape : Bahan : 4 butir telur 200 gram gula pasir 100 gram terigu 1 sendok teh baking powder 600 gram tape singkong, dihaluskan 100 gram mentega, dicairkan Ditambah bahan pendukung lainnya (coklat, keju, dll) sesuai selera Cara Membuat : 1. Tape dihaluskan dan dibuang seratnya. 2. Kocok telur dan gula sampai mengembang. 3. Masukkan tepung terigu, tepung maizena, baking powder, mentega dan susu diaduk hingga rata. 4. Tuangkan 1/3 adonan, atur 1/2 bagian bahan pendukung hingga menutupi adonan. 5. Adonan dimasukkan dalam oven. 6. Setelah matang dapat dipotong sesuai bentuk dan ukuran yang dikehendaki.

Potensi Pangan Lokal Khas Daerah banyuwangi potensi pangan lokal khas daerah yang ada di Banyuwangi ialah pada sektor pertaniannya, terdapat dua sub sektor didalamnya yang sangat potensial, yaitu sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor perikanan laut.Peranan sub sektor tanaman bahan makanan dapat menyumbang produksi padi Jawa Timur, dikarenakan Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah lumbung padi. Sedang peranan sub sektor perikanan laut cukup terbukti bahwa di Kecamatan Muncar merupakan penghasil berbagai jenis biota laut berskala nasional. Terdapat pula berbagai macam oleh-oleh khas banyuwangi yang dapat kita jumpai disana, diantaranya bagiak, rujak soto, rujak bakso, sego cawuk/ sego janganan dan lain-lain. Berikut sedikit pemaparan tentang cara

pengolahannya yaitu sebagai berikut : 1. Kue Bagiak Kue bagiak merupakan kue tradisional khas Banyuwangi berbentuk kue kering dan berbahan dasar tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut dan

bahan lainnya. Kue ini rasanya tidak sekeras bagiak dari Maluku, malah lebih mirip kue semprit dengan aroma rempah keningar dan kayu manis, rasa dari kue ini manis, gurih dan garing.

Resep Pengolahan Kue bagiak : Bahan : 175 gram tepung sagu tani, disangrai 50 gram tepung arrowut 20 gram susu bubuk 150 gram kelapa parut kasar, disangrai, lalu didinginkan 5 gram gula pasir 1 butir telur 50 gram margarin sendok teh vanili bubuk 1 sendok teh kayu manis bubuk 2 sendok makan air Cara Membuat : 1. Campur kelapa parut sangrai dan gula pasir. Blender halus sampai berminyak. 2. Campur tepung sagu tani, tepung arrowut, susu bubuk, campuran kelapa, telur, margarin, vanili bubuk, garam, kayu manis bubuk dan air. Aduk hingga rata. 3. Pulung/gulung sepanjang 5 cm. Letakkan diatas loyang. 4. Oven 40 menit dengan suhu 1500C, sampai produk benar-benar kering.

2. Rujak Soto Rujak soto merupakan salah satu makanan khas Banyuwangi, perpaduan unik antara rujak cingur dengan soto babat. Rujaknya seperti rujak Jawa Timuran umumnya, yaitu irisan lontong dibubuhi kangkung, tauge, ketimun, tahu, dan tempe, dibubuhi sambal petis dengan kacang tanah dan gula merah. Seperti rujak Jawa Timur umumnya, sambalnya memakai pisang kluthuk batu yang diuleg bersama bumbu-bumbu lainnya. Rujak segar itu kemudian diguyur dengan kuah soto babat yang encer dan berwarna kuning.

Resep Pengolahan Rujak soto : Bahan : Kacang tanah, dihaluskan Pisang batu/kluthuk Gula merah Air asam Garam Petis Lontong Tauge Kangkung Mentimun Tahu Tempe Bawang serai Lengkuas

Daging sapi Cara Membuat : 1. Haluskan kacang tanah, pisang batu, gula merah, air asam, garam dan petis. Tuang air secukupnya, aduk rata. Sisihkan. 2. Rebus air dan daging hingga mendidih dan daging lunak. Angkat daging dan potong sesuai selera. 3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun jeruk, lengkuas dan serai hingga harum. Masukkan bawang perai, aduk rata. 4. Masukkan jeroan dan daging ke dalam bumbu tumis, masak hingga bumbu meresap 5. Tuang air rebusan daging, masak hingga mendidih dan bumbu meresap. Kecilkan api. 6. Atur semua bahan rujak di atas piring saji. 7. Tambahkan bumbu rujak secukupnya. 8. Tambahkan daun seledri dan bawang goreng, tuang soto secukupnya. Sajikan dengan kerupuk udang dan melinjo.

Potensi Pangan Lokal Khas Daerah Bondowoso Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten penghasil kopi. Potensi kopi Bondowoso yang memiliki aroma yang khas telah memasuki pasar internasional dan dilirik oleh Bank Indonesia yang berminat mengembangkan industri dari hulu ke hilir.Ciri khas aroma kopi Bondowoso merupakan salah satu potensi yang dapat lebih dikomersilkan bila dikelola dengan baik kopi ini dapat memiliki reputasi di pasar internasional. Kapasitas kopi arabika yang diproduksi sebanyak 70.000 ton/tahun dan kapasitas kopi robusta yang diproduksi sebanyak 600.000 ton/tahun. Selain kopi, potensi pangan lokal khas bondowoso adalah singkong yang diolah menjadi tape manis Bondowoso, dodol tape, tape bakar, prol tape dan suwar-suwir. Berikut sedikit pemaparan tentang cara pengolahannya yaitu sebagai berikut : 1. Tape Manis Bondowoso Kurang komplit jika pulang dari Bondowoso tidak membawa oleh-oleh khasnya ini, meskipun di daerah lain terdapat tape juganamun tape yang satu ini memiliki cita rasa yang khas. Selain sebagai tempat penjualan tape, Bondowoso

juga sebagai sentra produksinya jadi wajar kalau kemudian masyarakat menjuluki Bondowoso sebagai kota tape.

Bahan : Singkong Ragi

Cara Membuat : 1. Semua singkong yang akan kita buat tape dikupas dan dibersihkan. 2. Singkong dikukus dalam dandang sampai masak lalu dinginkan. 3. Selanjutnya peragian. 4. Setelah peragian, singkong ditaruh dalam besek dengan dibungkus daun pisang. 5. Di simpan di tempat yang sejuk dan diusahakan tetap tertutup rapat untuk menunggu 2 sampai 3 hari berikutnya sampai tape benar-benar matang dan siap untuk dimakan.

2. Tape Bakar Merupakan tape yang dibungkus daun pisang dan dibakar dengan arang sehingga memiliki aroma tape khas yang enak dan manis serta tekstur lebih kering dan daya simpan yang lebih lama.

Bahan : Tape manis Gula merah Selai buah Coklat Mentega

Cara Membuat : 1. Tape manis diisi dengan gula merah, selai buah, serta coklat. 2. Tape diolesi mentega lalu dibungkus daun pisang. 3. Pada saat dibakar, tape harus dibolak-balik sampai matang. 4. Tape siap dihidangkan.

3. Prol Tape Prol Tape adalah produk makanan semi basah yang dibuat dengan pencampuran bahan utama yaitu Tape dengan bahan lain secara bertahap dan proses akhirnya dengan pemanggangan adonan.

Bahan : 400 gram tape singkong, dihaluskan 125 gram gula pasir 1/2 sendok teh garam 3 butir telur, dikocok lepas 35 gram tepung terigu protein sedang 150 ml santan dari 1/2 butir kelapa 50 gram margarin, dilelehkan 1 kuning telur untuk olesan

Cara Membuat : 1. Remas-remas tape singkong, gula pasir, dan garam sampai larut. Tambahkan telur. Aduk rata.

2. Masukkan tepung terigu. Aduk rata. Tambahkan santan dan margarin leleh. Aduk rata. 3. Tuang di loyang diameter 20 cm tinggi 4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. 4. Oven 25 menit dengan suhu 180 derajat Celsius. Oles kuning telur. Oven lagi 10 menit dengan suhu 180 derajat Celsius.( Untuk 8 porsi). 5. Prol tape siap dihias

Potensi Pangan Lokal Khas Daerah Situbondo

Terdapat dua sub sektor potensi pangan lokal khas Situbondo itu sendiri, yaitu sub sektor padi-padian dan sub sektor perikanan yang kemudian dimanfaatkan oleh warga Situbondo untuk mengolahnya dengan berbagai jenis masakan khasnya seperti, Tajjin Pallapa, nasi sodu, kaldu arthak. Panganan ini sangat sulit dijumpai di daerah-daerah lain jika tidak langsung pada tempatnya. Tidak semua atau kurang cocok jika yang mengolahnya bukan warga situbondo itu sendiri. Berikut sedikit pemaparan tentang cara pengolahannya yaitu sebagai berikut : 1. Tajin Pallapa Tajin Pallapa berasal dari bahasa Madura , yang mana Tajin berarti bubur dan pallapa itu sejenis bubur. Bubur bumbu ini berbentuk bubur dengan kuah berupa pecel yang lebih encer sebagai bumbu bubur tajin pallapa ini. Hiasan khas atau bahan tambahan berupa sayur-sayuran (kangkun dan tauge) serta bakwan.

Resep Pengolahan Tajin Pallapa : Bahan Membuat Bubur : Beras Santan Air Daun pandan Garam Bahan Membuat Bumbu dan Bahan Pelengkap : Petis ikan Kacang tanah digoreng Petis udang Cabe rawit Cuka/asam jawa Air Toge, siangi Kangkung, siangi bakwan sayur/tahu goreng (untuk suwiran) cara membuat : 1. Rendam beras terlebih dahulu (untuk memudahkan menjadi bubur), masak air dan beras (kira2 perbandingan 7:1) saat mulai mendidih en mengental masukkan santan (biar lebih gurih), pandan wangi, sedikit garam, masak dan aduk terus dalam api kecil hingga mengental. 2. Untuk bumbunya, ulek kacang tanah, cabe, petis ikan dan petis udang (perbandingan 3:1), tambahkan cuka/asam lalu beri sedikit air (jangan terlalu encer) selesai. Bahan sayuran direbus ajah trus bakwan sayur/tahu goreng disuwir2 ajah. 3. Cara penyajian : ambil bubur beras secukupnya, atur sayuran

(kangkung+toge) diatasnya, beri suwiran, lalu siram bumbu ulek. 2. Nasi sodu Nasi yang terdiri dari nasi jagung yang dicampur kacang panjang yang dimasak menjadi gulai santan dan ikan tongkol yang dimasak merah. Cara makannya disini cukup unik, yaitu memakai sodu atau sendok dari daun pisang. Resep Pengolahan Nasi Sodu :

Bahan : Bumbu kacang Petis Gula merah Kacang panjang Ikan tongkol Cara Membuat : 1. Haluskan kacang, petis dan gula merah. 2. Siapkan nasi jagung. 3. Masak kacang panjang yang dimasak dengan santan sehingga menjadi gulai. 4. Masak ikan tongkol dengan bumbu merah. 5. Taruh nasi jagung diatas daun pisang, siram gulai kacang panjang, tambahkan halusan kacang, petis dan gula merah tadi, tambahkan tongkol diatasnya. 6. Nasi sodu siap disajikan dengan sodunya (sendk dari daun pisang).

3. Kaldu Arthak Seperti namanya, arthak yang berarti kacang hijau kaldu ini menjadikan kacang hijau sebagai bahan pembuatan gulainya dengan tetap memakai daging sapi sebagai kaldu utamanya.

Resep Pengolahan Kaldu Arthak : Bahan : 500 gram daging sapi 2 liter air 300 gram kacang hijau 1 buah bawang bombay 1 biji pala 5 butir cengkeh Daun selederi 5 butir bawang merah dan bawang putih Garam Cara Membuat : 1. Rebus daging dengan cengkeh dan pala lalu di masukkan K. Hijau hingga matang 2. Tumis bw bombay dan bumbu lainya hingga harum 3. Bumbu dimasukkan kedalam kaldu, dan ditambah garam.