Anda di halaman 1dari 7

BAB III LEMBAGA-LEMBAGA KEMASYARAKATAN

8. POLA PERDAGANGAN DAN KEUANGAN DALAM PEMASARAN TANI DI JAWA


Pola Perdagangan dan Jenis Dagang Pola perdagangan itu tergantung dari mudah rusaknya barang-barang, maupun dari hubungan antara jumlah yang dihasilkan dengan kapasitas absorbsi pasar lokal terhadap barang-barang itu. Pola perdagangan juga berbeda dengan hal apakah barang-barang itu di jual secara eceran kepada masyarakat atau secara besar-besaran kepada pedagang baru lain. Pada umumnya, barang yang mudah rusak, dari produsen-produsen kecil ang tersebar, dengan cara yang disebut teknik perdagangan besar secara kecil-kecilan, sedangkan barang yang tidak begitu mudah rusak, yang besar permintaanya di kota-kota , dikerjakan dengan teknik perdagangan besar. Para pedagang digolongkan desuai dengan fungsi yang dilakukannya: transpor, pengumpulan barang, penyimpanan dan pemecahan jumlah-jumlah yang besar untuk perdagangan eceran. Spesialisasi dan Pembagian Pekerjaan Setiap pedagang miliki spesialisasinya masing-masing. Laki-laki dan perempuan yang merupakan pedagang keliling kurang memilki spesialisasi, sekalipun beberapa dari mereka yang mengangkut hasil-hasilnya dengan sepeda kelihatan mengerjakan tetap dalam waktu tertentu. Wanita yang membawa sayur dan buah-buahan dari kampungnya, atas dasar sambilan, dia adalah orang yang paling tidakmemiliki suatu spesialisasi dengan pasaran. Pedagang-pedagang besar merupakan spesialisasi dari paasaran. Umumnya pedagang tetap mengkhususkan diri pada satu barang, karena masing-masing menghendaki prosedur dan kreatifitas dalam pemasaran barang. Tidak ada orang yang bisa diharapkan mampu mengikuti keadaan harga yang berlaku. Spesialisasi yang ketat berarti , bahwa barang-barang hampir selalu melalui paling sedikit dua tangan antara produsen dan konsumen; dalam pedagangan besar, dimana barang-barang sering diangkut dalm jarak yang cukuo jauh. Spesialisasi antara pedagang lahir karena kebutuhan pembagian pekerjaan dlm dalam suatu usaha yang sdemikian besar dan kompleksnya, terdapat dalm sistem pemasaran tani di pulau jawa. Ada terdapat bermacam-macam polo perdagangan yang disebabkan oleh sifatsifat barang itu, volume yang harus diusahakan, tingkat konsentrasi pada hasil produksi dan sifat mudah rusakya barang-barang itu. Tigkat pertama dari proses ini kadang-kadang

dijalankan oleh produsen, namun karena kurang mengetahi hal-hal seperti itu maka dilakukan oleh pedagang pengangkut tingkat pertama. Pedagang tingkat pertama membeli barang dari produsen. Setelah itu di bawa untuk di jual kepada tengkulak atau pedagang tingkat dua. Pada umumnya pedagang tingkat dua membeli barang kepada tengkulak , dan menjualnya kembali ke tngkulak-tengkulak lain. Kedua jenis pedagang pengankut ini ,endapatkan keuntungan dari perbedaan harga antaraa produsen dan harga barang pada pasar setempat. Keduanya juga tergantung pada tengkulak untuk menyesuaikan harga. Para tengkulak umumnya beroperasi di pasar,membeli dari pedagang pengangkut tingkat pertama,umumnya membeli seluruh persediaan pedagang pengangkut itu.mereka menjualnya secara eceran kepada konsumen setempat atau secara keseluruhan kelain tengkulak atau kepada pedagang pengangkut kedua.tengkulak umumnya mengkhususkan diri untuk menjual secara eceran atau secara keseluruhan,tetapi mereka juga mungkin menjalankan kedua jenis pekerjaan itu secara bergilir atau sekaligus. Tengkulak-tengkulak penting bagi pedagang-pedagang pengangkut tingkat pertama,karena mereka bisa diandalkan untuk membeli barang-barang dengan jumlah besar dan demikian menjamin para pedagang itu untuk menghabiskan seluruh barangnya dengan cepat dalam satu transaksi dan tidak membuang-buang waktu dan tenaga untuk mencari dan berjual beli dengan konsumen-konsumn perorangan,yang masing-masing hanya ingin membeli sebagian dari persediaan nya. Oleh karena mudah nya memasuki bidang perdagangan,maka persaingan bebas terjamin dan pedagang-pedagang pengangkut sendiri dapat menyerahkan soal penyelidikan keadaan pasar kepada para tengkulak dan menerima penilaian harganya sebagai relitas dan wajar.hal ini penting karena para pedagang pengangkut sering mengubah barang dagangannya dari satu ke yang lain dan mereka membutuhkan waktu yang lain untuk mengenal keadaan pasar untuk barang-barang,setiap kali mereka merubah barang dagangannya.fungsi menyelidiki keadaan pasar dan menentukan harga oleh para tengkulak,juga merupakan jasa bagi mereka yang membeli dari para tengkulak itu.pembelian besar-besaran,penyimpanan,penentuan mutu dan standarisasi oleh para tengkulak,juga membantu para langgganan.untuk setiap jenis barang terdapat seorang tengkulak yang sanggup mengadaka barang yang di butuhkan,mengaturnya dalam satuan-satuan yang di seragamkan dan siap untuk dijual setiap waktu.

Cara-cara orang jawa menggambarkan arti sistem Umumnya orang jawa tidak menggambarkan arti sistem sebagai jasa-jasa yang diberikan oleh beberapa kelas pedagang.mereka tidak melihat bahwa keuntungan yang diterima merupakan imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.mereka dianggap mempergunakan pengetahuan itu untuk memilih satu pasar yang memberikan harga tertinggi,agar dapat mendapat keuntungan sebesar mungkin. Demikian juga seorang tengkulak tidak dianggap sebagai seorang yang membrikan jasajasa nya kepada konsumen dan pedagang pengangkut,tetapi karena kesediaan nya untuk mengambil resiko,maupun karena pengetahuan nya yang lebih luas sebagai seorang yang dapat mengambil keuntungan dari ketidakmampuan orang lain untuk berdagang.menurut pandagan orang jawa,suatu hal yang realistis,jika para pedagang tidak menilai keadaan pasar dengan wajar,mereka tidak akan beruntung ,sekalipun mereka mengangkut barang-barangnya ketempat yang jauh atau berapa lama pun mereka menyimpannya atau mudahnya mereka membeli secara besar-besaran dan memecahnya dalam satuan-satuan kecil untuk dijual.

Sahnya keuntungan perdagangan Sikap yang diambil oleh pedagang,maupun bukan pedagang,dan masyarakat mengakui hak dari mereka yang ingin mencari uang dengan jalan manipulasi persediaan dan permintaan. Setiap orang mengakui bahwa pengangkutan dan perdagangan harus dilakukan jika hasil usaha mereka hendak dijual dan barang konsumen disediakan. Bahwasannya orang menghayati pentingnya jasa-jasa yang diberikan oleh pedagang,melahirkan suatu dasar untuk mengakui perdagangan sebagai kedudukan yang sah,keuntungan dari itu tidak dianggap sebagai upah pekerjaan yang dilakukan. Para produsen tahu untuk mendapatkan harga yang menguntungkan barang harus dijual di daerah dimana terdapat permintaan yang terbesar. Karena itu maka barang-barang harus di angkut sejauh 100 km,mereka sadar bahwa merek tidak dapat melakukan nya sendiri.para pedagang tahu terdapat hasil bumi yang terbaik,daerah mana yang akan panen,dan pasar mana ang memiliki fasilitas pengangkutan yang murah yang dapat menghubungkan mereka dengan kota lain. Dengan membiarkan para pedagang memilika pengetahuan yang tinggi,untuk melakukan penjualan, maka para petani tahu bahwa hasilnya akan mendapatkan harga yang tertinggi,karena adanya persaingan bebas. Para produsen tahu bahwa mereka akan mendapat keuntungan kalau barang-barangnya di urus secara lebih efisien. Demikian juga para konsumen akan menghargai keuntungankeuntungan yang diperoleh dari adanya sistem pasar,karena tanpa itu mereka akan sukar

memperoleh barang-barang yang bermacam-macam dan dalam jumlah yang mereka inginkan pada waktu tertentu. Orang jawa pada umumnya tidak memberi arti yang demikan itu,tetapi tahu bahwa mereka akan sukar hidup tanpa adanya pasar. Dimana masalah ekonomi menjadi lebih kompleks,maka spesialisasi,baik untuk penduduk di desa-desa,maupun dikota akan membuat fungsi yang dilakukan oleh pasar lebih mutlak. Kemungkinan bahwa para prodesun dan konsumen akan bisa menilai situasi dan bekerja dengan efisiensi maksimum,akan menurun,apalagi pada buruh yang bersangkutan. Kekuatan yang memperkokoh kedudukan para pedagang perantara dan membuat perdagangan menjadi kedudukan yang sah dimata orang yang bukan pedagang,karena para produsen dan konsumen terpisah oleh mekanisme pembagian yang kian bertambah. Cara hidup yang bersifat mistik dan menarik diri dari keduniaan cenderung untuk lebih mengurangi penghargaan terhadap kedudukan para pedagang terhadap kedudukan petani dan produsen. Yang demikian itu populer dijawa. Oleh karena itu,maka perdagangan akan selalu dianggap sebagai kedudukan yang sah, kecuali kalau sikap orang jawa tidak mengalami perubahan yang drastis. Mudahnya masuk bidang perdagangan. Mudahnya masuk bidang perdagangn juga juga membentuk orang awam terhadap pedagang jawa. Banyak orang mempunyai kedudukan lain, sering melakukan perdagangan. Karena sering susah membedakan pedagang dan bukan pedagang, maka hampir tidak terjadi permusuhan. Dengan demikian, mudahnya masuk bidang perdagangan pengangkut bisa berfungsi sebagai tengkulak. Hal itu juga tidak emungkinkan untuk terbntuknya anggapan umum, bahwa para pedagang dapat mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Karena orang cina mendominasi perdagangan tertentu dan tidak membiarkan orang jawa memasuki bidang ini, maka permusuhan dan tuduhan-tuduhan yang bukan sering terjadi. Kejengkelan ssemacam itu juga dirasakan terhadap pedagang india dan arab, tetapi golongan ini tidak cukup besar untum menarik perhatian atau untuk mendominasi suatu jenis. Permusuhan yang sering dirasakan terhadap pedagang banyak masyarakat tani di jawa, dirasakan para pedagang yang bukan orang jawa. Tentu ada terdapat keluhan, tapi para pedagang tidak dapat disalahkan dalaam hal itu. Kadangkala ada juga tuduhan tentang praktik yang tidak benar, tapi hal ini tidak pernah menjadi hangat, karena tidak terdapat perbedaan mencolok antara pedagang dan yang bukan. Dengan hal itu hak para pedagang untuk mengambil keuntungan dari perusahaanya dapat dimengerti, bukan semata karena pedagang merupakan kedudukan yang diakui dan terhormat.

Modal dagang Penghasilan yang tidak dipergunakan untuk membeli barang beharga atau memenuhi pengeluaran RT, biasanya segera diputarkan kembali kedalam perdagangan dan merupakan sumber terpenting bagi modal dagang. Para petani menyimpan uangnya lebih lama karena biasanya mereka harus menunggu musim pertanian yang tepat. Salah satu sumber adalah pinjaman pribadi, tetapi entingnya hal ini sukar dibicarakan karene tidak suka membicarakan uang pribadi di luar keluarganya. Keterangan spesifik tentang keadaan pinjaman pribadi ini lebih sukaar lagi diperoleh. Tidak ada pengawasan humas atau pinjaman demikian itu dan umumnya tidak ada persetujuan tertulis. Bahwasannya bunga ditarik atas pinjaman itu, adalah soal yang sangat dirahasiakan. Arisan Arisan yang umumnya dilakukuka oleh para pedagang yang miskin khususnya untuk tujuan dagang, pada umumnya, terdiri dari beberapa orang yang menaruh setiap hari sejumlah uang. Setiap peserta mendapat satu nomor dengan jalan undian, jika nomornya keluar maka ia akan menerima semua uang yang disumbangkan tadi. Ini adalah suatu cara menabung yang sederhana secara luas tersebar dalam masyarakat timur. Besarnya arisan yang dijalnkan berbeda-beda. Ada yang berlangsung selama 187 hari atau 35 hari. Mereka mulai lagi setelah satu putaran selesai. Arisan diatur dan dijalnkan oleh seseorang yang ingin bertanggung jawab. Buku catatan disediakan dan seorang petugas berkeliling untuk menagih bayaran dari anggotanya. Bank-bank pasar Sumber penting untuk mendapatkan pinjaman bagi para pedagang adalah bang pasar milik pemerintah. Bank pasar ini meminjamkan uang kepada para pedagang dengan hanya meminta tanda tangannya dengan tanda tangan dua orang saksi. Pinjaman itu harus dibayar kembali dalm lima puluh hari dengan cicilan sebesr 1/10 jumlah sisa punjaman dan ditmbah 1% bunga dari punjaman pakok setiap lima hari sekali. Jika hal itu diperhitungkan dalm satu tahun. Maka bunganya akan menjadi 100%, yang menurut taraf barat terlalu tinggi, namun dua faktor harus diingat sebelum menilainya. Furnivall mengatakan, bahwa di birma bunga pinjaman dari pada ceti dan juga dari pada pedagang cukup besar. Mungkin angka-angka itu agak dibesar-besarkan karena pandangan orang terhadap para ceti adalh tidak baik, tetapi karena angka-angka itu serupa dengan angkaangka yang terapat dijawa , kelihatannya pendapatan furnivall itu tidak diterima. Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah faktor yang melalaikan pelunasan hutang. Jika orang yang

meminjam tidak dapat membayar hutangnya, maka bunganya pada dia tidak akan ditagih. Namun ia tidak dapat lagi meminjam di bank. Kesulita yang di dapatnya hanyalah tidak dapat lagi meminjam uang di bank untuk modal usanya. Namun jika hutangnya telah lunas, maka ia diperbolehkan lagi untuk meminjam di bank. Dalam beberapa hal para pedagang dapat mendapatkan lebih dari satu pinjaman pada satu waktu dari bank pasar. Pada umumnya orang berusah membayar hutang pada waktunya. Jika ia tidak mampu membayarnya, maka pembayaran di undur saja dan mereka tidak pernah membayae sebelum waktunta habis. Jumlah yang ditagih sebagai bunga akan tetap sama tanpa mengindhkan lamanya waktu pembayaran. Jika pembayaran ditangguhkan bunga tidak akan naik. Bank pasar didirikan khusus untuk merangsang investasi dari pegawai bank itu mendesak dan menekan para peminjam untuk tidak menggunakan uang untuk tujuan lain, selain untuk keperluan berdagang. Dewasa ini pinjaman-pinjaman itu digunakan untuk modal perdagangan. Mungkin dengan sistem seperti ini pinjaman yang besar dan dan berjangka panjang, tidak ada gunanya untuk para pedagang. Ceti-ceti (money lenders) Ceti-ceti bangsa arab dan cina tradisional merupakn sumber utama sumber utama untuk pinjaman daerah timr. Inflasi yang berjangkit selama perang dan revolusi memberikan kesempatan kepada orang jawa untuk membayar hutang-hutangnya, dan tidak adanya keamanan serta terdapatnya suatu sikap permusuhan, khususnya terhadap orang cina., membuat penagihan hutang-hutang yamg belum dilunasi menjadi sukar untuk selama beberapa tahun. Hal ini membuat ceti-ceti untuk bangkit kembalai. Selama beberapa tahun pemerintah berusah mendesak para ceti, khususnya bangsa cina dan bangsa asing lainnya, untuk menghentikan kegiatannya. Di waktu kegiatah ethis dibawah pemerintah belanda, terdengar banyak kecaman terhadap penyalahgunaan yang dilakukan rumah-rumah gadai milik cina. Sikap umum dikemukakan oleh furnivall: pemilik rumah gadai adalh licik dan praktik-praktik mereka. Syarat-syarat untuk mendapatkan pinjaman adalah luar biasa dan pengaturan mengenai keselamatan penjagaan barang-barang gadai tidak memuaskan., sedangkan rumah gadai itu diketahui umum sebagai tempat candu. Pinjaman perdagangan Pinjaman perdagangan adalah salh satu sumber yang penting bagi tengkulak. Suatu perbedaan harus dibuat antara pinjaman yang diberikan kepada langganan yang pedagang dan yang bukan sumber bagi pedagang yang memberinya, tetapi hanya merupakn suatu sumber baginya, dan pinjamn yang diberikan baik oleh seorang pedagang keorang lain, maupun oleh

seorang produsen kepada pedagang.jenis terakhir ini memberi modal yang besar pada pedagang, dan memungkinkan ia untuk membeli barang-barang yang sebelumnya tidak dapat dibelinya. Penjualan secara pinjaman oleh para pedagang kepada para langganannya, apakah mereka itu pedagang atau bukan dilakukan secara sistematis hanyalah oleh cina, arab atau orang jawa yang sudah mendapatkan pendidikan dari barat. Jika menjual barang-barang secara demikan itu, maka suatu presentase untuk pelayanan dan bunga. Penagihan bunga yang lebih tinggi dan barang yang dibeli secara kredit jarang kelihatanpada pedagang-pedagang kecil di pasar, karena pembukuan didalmnya terlalu sulit untuk dilaksanakan. Kebanyakan pinjaman yang diberikan oleh pedagang pada langganannya adalah bebas dari bunga. Dalam taraf yang sederhana umpamanya, jika seorang langganan membeli semangkok kopi, dan ternyata tidak memiliki sejumlah uang tunai, orang bersangkutan harus membyar setengah dari harga kopi itu dan berjanji akan membayarnya dilain waktu. Menagih bunga yang sedemikian kecil itu adalah cukup aneh, tetapinyang lebih penting lagi adalah bahwa langganan pasti akan menjauhkan diri dari pedagang yang bersangkutan, jika disarankan untuk membayar bunga. Dengan demikian pedagang iu tidak hanya kehilangan langganannya, pasti orang itu tidajk akan membyar sisanya dan mengghindari warung kopi tersebut.