Anda di halaman 1dari 17

CONTOH JUDUL SKRIPSI BERDASARKAN JENIS-JENIS PENELITIAN

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan Ilmu Komputer

oleh : Fahmi Hamdani Novi Setiawatri Rizal Arifin 1100260 1104950 1105052

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2014

1. JENIS-JENIS PENELITIAN 1.1.Jenis Penelitian Berdasarkan Pendekatan 1. Kuantitatif : berdasarkan paradigma positivisme, menggunakan metode kuantitatif dan analisis kuantitatif, hasil akhir berupa generalisasi 2. Kualitatif : berdasarkan paradigma fenomenologi/natural inquiry, menggunakan metode kualitatif dan analisis kualitatif, hasil akhir berupa deskripsi/penjelasan 1.2.Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsi 1. Dasar : dilakukan murni karena menemukan sesuatu, tanpa memikirkan kemungkinan penerapannya. Hasil dari jenis penelitian ini adalah pengetahuan umum dan ilmu dasar 2. Terapan : dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang berguna dari sudut kepentingan praktis 3. Evaluatif/tindakan : mencari solusi untuk suatu masalah, atau mengukur efektivitas suatu sistem 1.3.Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan 1. Deskriptif : menelaah sebuah fenomena untuk mendefinisikannya secara lebih baik, atau untuk membedakannya dengan fenomena lain 2. Prediktif/korelatif : mengidentifikasi hubungan yang menelaah tentang kemungkinan terjadinya sesuatu atas dasar sesuatu yang lain 3. Improftif : memperbaiki, meningkatkan/menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan/pelaksanaan suatu program 4. Eksplanatif/eksperimental : menguji hubungan sebagai akibat antara dua fenomena atau lebih

2. CONTOH JUDUL SKRIPSI BERDASARKAN JENIS PENELITIAN 2.1.Contoh Judul Skripsi Jenis Penelitian Berdasarkan Pendekatan 2.1.1. Penelitian Kuantitatif Penulis : Wahyu Bachtiar Judul : Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin (Analisis Kuantitatif Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin) Abstrak : Kualitas yang dirasakan baik oleh konsumen akan membawa para pelanggan kembali membeli produk yang sama atau membeli produk yang berbeda dalam satu perusahaan atau brand yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pelanggan tas Sophie Martin dan menggambarkan perbedaan kepuasan pelanggan perempuan dengan pelanggan laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei Deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan angket yang
1

dikembangkan sendiri oleh peneliti dari teori pengukuran kepuasan terhadap Produk dari Garvin. Menurut Garvin dan Lovelock, faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi kepuasan terhadap suatu produk manufaktur antara lain kinerja (performance), kelengkapan (features), kehandalan (realibility), kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), daya tahan (durability), kemampulayanan (serviceability), estetika (aesthetics), dan kualitas yang dipersepsikan (perceived quality). Penilaian item dalam angket menggunakan skala Likert. Sampel diambil dengan cara purposive sampling dengan jumlah responden yaitu 60 orang yang terdiri dari 30 pelanggan laki-laki dan 30 pelanggan perempuan dengan kriteria pernah menggunakan tas ini minimal 1 kali pemakaian. Teknik analisis menggunakan uji U Mann-Whitney dan uji Dua Sample KolmogorovSmirnov. Dari hasil analisis data, didapatkan bahwa kepuasan pelanggan tas Sophie Martin secara umum sebesar 60,02% (tinggi), kepusan pelanggan perempuan terhadap tas Sophie Martin sebesar 63,6% (tinggi), sedangkan kepuasan pelanggan laki-laki sebesar 56,39% (cukup), dari analisis mengenai perbedaan tingkat kepuasan antara pelanggan tas Sophie Martin laki-laki dan perempuan didapat Asymp. Sig. (2-tailed) dalam tes U Mann-Whitney 0,371 dan Asymp. Sig. (2-tailed) dalam tes Two Sample Independent KolmogorovSmirnov 0,071, sehingga Ho diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan, antara kepuasan pelanggan laki-laki dan perempuan). Untuk kepuasan terhadap item, didapatkan bahwa terdapat 22 item dari 41 item yang termasuk dalam kategori tinggi (puas). Sedangkan kepuasan terhadap dimensi, didapat bahwa kepuasan pelanggan tas Sophie Martin terhadap kinerja sebesar 61,5% (tinggi), terhadap dimensi kelengkapan sebesar 65,41% (tinggi), terhadap kehandalan sebesar 59,77% (cukup), terhadap kesesuaian dengan spesifikasi sebesar 59,8% (cukup), terhadap daya tahan tas Sophie martin sebesar 55,9% (cukup), terhadap kemampulayanan yaitu sebesar 53,33% (cukup), terhadap estetika sebesar 62,9% (tinggi), dan terhadap kualitas yang dipersepsikan sebesar 60,2% (tinggi). Dari hasil penelitian ini, peneliti menganjurkan kepada pihak BC (Business Center) untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, terutama dalam dimensi kehandalan, kesesuaian, daya tahan, dan kemampulayanan, serta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan laki-laki. Penjelasan : Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang meneliti realita/fenomena yang dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkret, teramati, terukur dan hubungan gejala sebab akibat. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin (Analisis Kuantitatif Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin) adalah termasuk contoh dari jenis penelitian kuantitatif. Dalam skripsi tersebut, Wahyu Bachtiar melakukan penelitian tentang kepuasan pelanggan tas Sophie Martin dan menggambarkan perbedaan kepuasan pelanggan perempuan dengan pelanggan laki-laki. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian kuantitatif karena kepuasaan pelanggan tas Sophie Martin dapat
2

diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu pelanggan perempuan dan pelanggan laki-laki; kepuasan pelanggan tas Sophie Martin juga dapat diamati dan diukur serta diketahui sebab dan akibatnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Kepuasan pelanggan terhadap tas Sophie Martin berada pada kategori tinggi (60,02 %). 2. Kepuasan pelanggan laki-laki terhadap tas Sophie Martin berada pada kategori cukup (56,39 %). 3. Kepuasan pelanggan perempuan terhadap tas Sophie Martin berada pada kategori tinggi (63,6 %). 4. Item yang sudah memenuhi pelanggan berjumlah 22 item (2, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 17, 18, 19, 25, 27, 31, 33, 34, 35, 37, 41, 42, dan 43) dari 41 item. 5. Dimensi pelayanan yang sudah memenuhi kepuasan pelanggan yaitu kinerja (performance), kelengkapan (features), estetika (aesthetics), dan kualitas yang dipersepsi (perceived quality). Dimensi-dimensi tersebut memenuhi kepuasan pelanggan karena derajat kepuasan yang dimiliki oleh dimensi-dimensi tersebut melebihi 60 % atau cukup. 6. Dimensi pelayanan yang belum memenuhi kepuasan pelanggan yaitu kehandalan (reliability), kesesuaian (conformance), daya tahan (durability), kemampuanlayanan (serviceability). Dimensi-dimensi ini belum memenuhi kepuasan pelanggan dikarenakan derajat kepuasan yang dimiliki oleh dimansi-dimensi tersebut kurang dari 60 %. 7. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan pelanggan lakilaki dan perempuan.

2.1.2. Penelitian Kualitatif Penulis : Yoseph Miftah Judul : Fenomena Geografis Di Balik Nama-Nama Tempat (Toponim) Di Wilayah Kota Bandung Abstrak : Begitu manusia mendiami suatu wilayah di muka Bumi, maka manusiapun memberi nama kepada semua unsur-unsur geografi, seperti nama untuk sungai, bukit, gunung, lembah, pulau, teluk, laut, selat, dsb. yang berada di wilayahnya atau yang terlihat dari wilayahnya. Tujuan memberi nama pada unsur geografi adalah untuk identifikasi atau acuan dan sebagai sarana komunikasi antar sesama manusia. Dengan demikian nama-nama unsur geografi sangat terkait dengan fenomena yang hadir disekitarnya. Rumusam masalah dalam penelitian ini yang pertama Mengapa setiap daerah diberinama sesuai dengan penamaan tempat sekarang? Yang kedua Fenomena geografis apa saja yang masih hadir di daerah setempat dalam penamaan tempat? Tujan penelitian ini ialah Pengklasifikasian pemberian nama tempat atau wilayah-wilayah tertentu dengan fungsi lainya serta perubahan-peubahan
3

selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskripsi, sedangkan teknik pengumpulan data dilapangan meliputi observasi lapangan, Wawancara dan studi lapangan. Populasi dalam penelitian ini ialah wilayah Kota Bandung yang di ambil sampelnya secara Propoortionate Stratified Random Sampling dan Populasi Penduduk yang diambil secara Purposive sampling Variabel pada penelitian ini ialah nama tempat (toponim) sedangkan indikatornya ialah Penamaan nama tempat atas dasar fenomena alam (peraiaran, bentuk permukaan bumi, flora, dan fauna), penamaan nama tempat atas dasar fenomena sosial (Nama tokoh masyarakat lokal, Nama tokoh masyarakat regional, budaya, kegiatan, komunitas, agama, harapan). Teknik pengolahan data yang dilakukan ialah deskripsi, presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa penamaan tempat di Kota Bandung sangat erat kaitanya dengan fenomen geografi yang hadir di sekitarnya, baik fenomena alam, fenomena sosial, dan peristiwa yang dialami oleh manusia, Sebagian Besar Wilayah Kota Bandung di dominasi oleh Nama tempat yang berhubungan dengan peraiaran, karena terkait sejarah wilayah cekungan bandung yang pernah menjadi sebuah danau. Nama tempat yang diawali dengan kata Ci, Andir, situ, empang, parakan, sumur dsb, akan selalu berkaitan dengan perairan, Nama tempat yang diawali dengan kata babakan akan selau berkaitan pemukiman baru, Nama tempat yang diawali dengan lamping, Lebak, Pasir dsb. akan selau berkaitan dengan bentuk permukaan bumi dan sebagainya. Penjelasan : Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang meneliti fenomena dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis kualitatif, dan hasil akhirnya berupa deskripsi/penjelasan. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Fenomena Geografis Di Balik Nama-Nama Tempat (Toponim) Di Wilayah Kota Bandung adalah termasuk contoh dari jenis penelitian kualitatif. Dalam skripsi tersebut, Yoseph Miftah melakukan penelitian tentang penamaan tempat di wilayah kota Bandung yang berhubungan erat dengan fenomena geografi yang ada di tempat tersebut. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian kualitatif karena hasil penelitian tersebut disajikan/dijelaskan secara deskripsi. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Penamaan tempat di wilayah kota Bandung sangat erat kaitannya dengan fenomena geografi yang hadir di sekitarnya, baik fenomena alam, fenomena sosial, dan peristiwa yang dialamai oleh manusia. 2. Nama tempat yang diawali dengan kata Ci akan selalu berkaitan dengan sungai, nama tempat yang diawali dengan kata Babakan akan selalu berkaitan dengan pemukiman baru, nama tempat yang diawali dengan Lamping akan selalu berkaitan dengan bentuk permukiman bumi, nama yang diawali dengan kata Lebak akan selalu berkaitan dengan lembah, nama yang diawali dengan kata Pasir akan selalu berkaitan dengan perbukitan, nama yang diawali dengan Tegal, Dungus akan selalu berkaitan dengan tegalan, nama yang diawali dengan Andir, Situ,
4

Empang, Parakan, Dano, Sumur akan selalu berkaitan dengan perairan. 3. Sebagian besar nama tempat di wilayah kota Bandung dibentuk dan didasari dari fenomena geografi yang berhubungan dengan unsur perairan, terbukti hampir semua dari nama tempat yang tersebar di wilayah kota Bandung berawalan kata Ci, Tanjung, Bojong, Situ yang semuanya berhubungan erat dengan perairan, disusul dengan fenomena geografi yang berhubungan dengan permukaan bumi, flora, komunitas, budaya, fauna, adopsi nama bangunan/gedung, kegiatan, dan agama.

2.2.Contoh Judul Skripsi Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsi 2.2.1. Penelitian Dasar Penulis : M. Adit Hirda Restian Judul : Interpretasi Nilai Resistivitas Batuan Bawah Permukaan Untuk Mengetahui Keberadaan Lapisan Akuifer Di Kota Bengkulu dan Sekitarnya Abstrak : Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih warganya, PDAM kota Bengkulu sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih alternatif yang berasal dari tanah. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai sebaran dan formasi lapisan akuifer. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian pendahuluan dengan metode eksplorasi geolistrik resistivitas. Metode eksplorasi ini memanfaatkan sifat resistivitas batuan bawah permukaan hasil respon dari arus listrik yang diinjeksikan. Pengukuran dilakukan di 40 titik ves berbeda yang menyebar di sepanjang kota Bengkulu dan sekitarnya, dan diolah dengan metode interpretasi kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan akuifer yang menyebar di sepanjang lokasi penelitian umumnya berada pada lapisan ke-3 dan tergolong kategori akuifer dangkal-sedang, dengan kedalaman muka air tanah sekitar 0,9 m 33,5 m. Air tanah dengan kualitas baik diprediksi berada pada batuan pasir dengan kisaran nilai resistivitas 20,9 T86;m 46,4 T86;m, dengan keadaan tertekan diantara lapisan kedap air. Selain itu, air tanah juga diprediksi berada pada batuan kerikil dan bongkah dengan kisaran nilai resistivitas 48,3 T86;m 588 T86;m, dengan keadaan bebas karena hanya dibatasi oleh lapisan kedap air di bawahnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi tambahan bagi PDAM kota Bengkulu mengenai peta sebaran lapisan akuifer, sehingga pada saat melakukan eksplorasi air tanah, lokasi dan kedalamannya bisa diprediksikan dengan baik. Penjelasan : Penelitian dasar merupakan penelitian yang dilakukan murni karena menemukan sesuatu, tanpa memikirkan kemungkinan penerapannya. Hasil dari jenis penelitian ini adalah pengetahuan umum dan ilmu dasar. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Interpretasi Nilai Resistivitas Batuan Bawah Permukaan Untuk Mengetahui Keberadaan Lapisan Akuifer Di Kota Bengkulu dan Sekitarnya adalah termasuk contoh dari jenis penelitian
5

dasar. Dalam skripsi tersebut, M. Adit Hirda Restian melakukan penelitian tentang peta sebaran lapisan akuifer di kota Bengkulu dan sekitarnya sehingga dapat memberikan informasi tambahan bagi PDAM kota Bengkulu. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian dasar karena dari penelitian tersebut dihasilkan informasi baru mengenai peta sebaran lapisan akuifer yang bisa dimanfaatkan oleh PDAM kota Bengkulu . Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Keberadaan lapisan akuifer tersebar hampir di semua titik ves yang umumnya terletak pada lapisan ketiga dengan ketebalan sekitar 1,8m-29,4m. 2. Lapisan akuifer yang berkembang di lokasi penelitian adalah kategori akuifer dangkal-sedang dengan kedalaman muka air tanah sekitar 0,9m-33,5m. 3. Air tanah yang baik terdapat pada lapisan akuifer berlitologi jenis pasir (nilai resistivitas 20,9 m-46,4 m), dengan keadaan tertekan diantara lapisan kedap air yaitu batuan lempung dan danau. Selain itu, akuifer bebas terdapat pada batuan kerikil dan bongkah (nilai resistivitas 48,3 m-588 m).

2.2.2. Penelitian Terapan Penulis : Selvi Nadia Utami Judul : Implementasi Model Life Skill Dalam Kemampuan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Komputer Abstrak : Pendidikan life skills mengorientasikan dalam kemampuan kreativitas siswa yang akan menjadi modal dasar keterampilan agar dapat hidup mandiri dan survive di lingkungannya. Penelitian ini dilakukan karena adanya pemikiran bahwa pentingnya memberi kecakapan hidup sedini mungkin agar siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai pembelajaran ekstrakurikuler komputer dengan menggunakan model life skill untuk dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan menggunakan satu kelas eksperimen yang siswanya diambil secara acak (random) dari perwakilan kelas VIII yang dipilih oleh guru mata pelajaran sebanyak 36 siswa. Hasil penelitian dalam proses belajar mengajar dinilai dalam tiga tahap, yaitu: persiapan, proses dan hasil yang dinilai dengan uji kinerja dengan nilai rata-rata 73, nilai maksimal 95 dan nilai minimum 62. Sedangkan rekapitulasi persentase skor penilaian kreativitas ini meliputi 6 aspek penilaian antara lain: aspek kelancaran pengerjaan 90,56 %, aspek keluwesan 76,67 %, aspek keaslian 90,56 %, aspek Kekayaan Ide 50,55 dan aspek hasil produk 74,07 %. Respon yang baik dari para siswa dalam proses belajar-mengajar yang berdampak dalam peningkatan kreativitas siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Kata kunci : Model Life Skill, kemampuan, kreativitas, Uji Kinerja, ekstrakulikuler komputer. Penjelasan : Penelitian terapan merupakan penelitian yang menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori dalam memecahkan
6

masalah praktis. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Implementasi Model Life Skill Dalam Kemampuan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Komputer adalah termasuk contoh dari jenis penelitian terapan. Dalam skripsi tersebut, Selvi Nadia Utami melakukan penelitian tentang penerapan model Life Skill pada pembelajaran ekstrakulikuler komputer di kelas VIII SMP Negeri 41 Bandung Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian terapan karena menguji model life skill terhadap kempaun kreativitas siswa pada ekstrakulikuler komputer di SMP Negeri 41 Bandung kelas VIII. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Pembelajaran ekstrakulikuler komputer dengan menggunakan model Life Skill menjadikan siswa SMP lebih kreatif dan bisa mengeluarkan ide pemikiran sendiri 2. Banyak siswa yang memberi respon positif dalam proses belajar-mengajar dengan mneggunakan model Life Skill yang berdampak terhadap pembelajaran ekstrakulikuler komputer (Corel Draw) menjadi lebih aktif dan kreatif 3. Penerapan model Life Skill terbukti berhasil dilihat dari hasil uji kerja yang telah diberikan terhadap siswa, baik dalam proses pembelajaran maupun produk yang dihasilkan siswa 2.2.3. Penelitian Evaluatif Penulis : Arry Susilowati Judul : Pengaruh Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Di Tingkat Satuan Kerja Terhadap Peningkatan Efektivitas Pengendalian Intern Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang diterapkan oleh PPPG, bagaimana efektivitas pengendalian intern yang dilakukan oleh PPPG dan sejauh mana implikasi dari Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang diterapkan oleh PPPG tersebut terhadap efektivitas pengendalian intern. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data-data kemudian dapat dianalisis dan diinterpretasikan, serta dapat bersifat komperatif maupun korelatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, observasi lapangan, dan melakukan wawancara dengan karyawan khususnya pada bagian keuangan yang ada di setiap PPPG dan selanjutnya data ini akan dikumpulkan sebagai data primer. Selain itu dilakukan studi kepustakaan untuk mengumpulkan data sekunder. Teknik pengolahan data dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang terdiri dari editing, koding, tabulasi, mengamati, menilai, mencatat, dan meyimpulkan setiap aspek yang berkaitan dengan variabel dan indikator. Untuk menguji data yang dikumpulkan melalui kuesioner maka dilakukan pengujian dengan teknik statistik seperti uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan untuk
7

mengetahui gambaran implikasi Sistem Akuntansi Instansi terhadap efektivitas pengendalian intern dilakukan dengan perhitungan korelasi product moment dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian pada 3 PPPG di Kota Bandung diketahui bahwa Sistem Akuntansi Instansi menunjukkan kondisi yang sangat baik dengan nilai rata-rata 4,41 dan efektivitas pengendalian intern bernilai ratarata 4,19 yang termasuk dalam kriteria sangat efektif. Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan Sistem Akuntansi Instansi berpengaruh cukup kuat terhadap efektivitas pengendalian intern dengan tingkat korelasi sebesar 0,5 dan koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 25%. Penjelasan : Penelitian evaluatif merupakan penelitian yang mencari solusi untuk suatu masalah, atau mengukur efektivitas suatu sistem. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Pengaruh Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Di Tingkat Satuan Kerja Terhadap Peningkatan Efektivitas Pengendalian Intern adalah termasuk contoh dari jenis penelitian evaluatif. Dalam skripsi tersebut, Arry Susilowati melakukan penelitian tentang efektivitas pengendalian intern yang dilakukan oleh PPPG dan sejauh mana impilkasi dari Sistem Akuntasi Instansi (SAI) yang diterapkan oleh PPPG tersebut terhadap efektivitas pengendalian intern. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian evaluatif karena mengevaluasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) terhadap peningkatan efektivitas pengendalian intern. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Sistem Akuntasi Instansi (SAI) yang dipakai di PPPG sudah sangat memadai. Hal ini terlihat dari hasil analisis terhadap Sistem Akuntansi Instansi (SAI), diperoleh rata-rata sebesar 4,14. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria yang sudah ditetapkan sebelum,nya yaitu kriteria sangat memadai dengan nilai berkisar antara 4,10-5,00, maka nilai rata-rata 41,4 termasuk dalam kriteria sangat memadai. 2. Penilian efektifitas pengendalian intern yang dilakukan oleh PPPG memadai. Hal ini terlihat dari hasil analissi terhadap efektifitas pengendalian intern diperoleh rata-rata seebsar 4,05. Apanila nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria yang sudah ditetapkan yaitu kriteria memadai dengfan nilai 3,20-4,09, maka nilai rata-rata dari 4,06 termasuk ke dalam kriteria efektif. 3. Sistem Akuntasi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) secara simultan mampu mempengaruhi peningkatan efektivitas pengendalian intern. Sehingga dapat dikatakan bahwa Sistem Akuntansi Instansi (SAI) berpengaruh positif secara simultan terhadap peningkatan efektivitas pengendalian intern yaitu sebesar 47,33%. Pengaruh tersebut dinilai memiliki kemmapuan prediksi yang cukup baik terhadap peningkatan efektivitas pengendalian intern, dengan demikina hipotesis 3 walaupun terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi yaitu sebesar 52,67%. Secara parsial, Sistem Akuntasi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntasi Barang Milik Negara (SABMN) berpengaruh positif terhadap
8

peningkatan efektivitas pengendalian intern, masing-masing sebesar 48,68% dan 29,34%. Jadi hipotesis 1 dan 2 diterima.

2.3.Contoh Judul Skripsi Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan 2.3.1. Penelitian Deskriptif Penulis : Sukrisno Badi Judul : Fenomena Kenakalan Remaja dan Pengaruhnya pada Karakter Siswa di Sekolah (Studi Deskriptif Analisi di SMP Negeri Kabupaten Subang) Abstrak : Penelitian di latar belakangi oleh fenomena kenakalan remaja yang semakin hari semakin menunjukan kenaikan jumlah baik kualitas kenakalan atau kejahatan dan peningkatan dalam kegarangan yang dilakukan oleh para remaja khususnya dalam lingkungan sekolah. Pada beberapa kasus tampak remaja menunjukkan perilaku seperti bolos sekolah, merokok, mengkonsumsi minuman alkohol, tawuran antar sekolah, maraknya prostitusi di kalangan remaja, dan menonton video porno dari berbagai media. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai latar belakang sosial anak nakal dan pengaruhnya pada karakter siswa di Sekolah SMPN Kabupaten Subang. Masalah penelitian dirumuskan kedalam beberapa identifikasi: (1) Apakah terdapat perbedaan latar belakang sosial anak nakal dibandingkan dengan anak biasa di SMPN Kabupaten Subang? (2) Bagaimana karakter anak nakal di bandingkan anak biasa yang mencakup aspek kepribadianya? (3) Faktor apa saja yang melatar belakangi timbulnya kenakalan remaja di sekolah SMPN Kabupaten Subang? (4) Adakah hubungan anak nakal dan anak biasa dengan karakternya secara pribadi? Metode penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif analitis, dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan instrument penelitian berupa angket atau quesioner. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini, menggunakan teknik random stratified sampling, yaituteknik yang digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogeny dan berstrata secara proposional. Alasan menggunakan teknik ini, karena jumlah populasi yang cukup banyak serta pemilihan sampel berdasarkan Cluster SMP Negeri yang berada di Kabupaten Subang, yaitu diantaranta SMPN 2 Subang sebagai perwakilan Cluster 1, SMPN 3 Subang perwakilan dari Cluster 2, SMPN 6 Subang sebagai perwakilan Cluster 3. Siswa dari setiap Sekolah SMP diwakili oleh 30 siswa nakal dan 30 siswa normal/biasa. Hasil penelitian:(1) Latar belakang sosial anak nakal kebanyakan berasal dari keluarga yang bercerai (broken home), berasal dari keluarga yang kurang akan norma/peraturan di dalam rumah tangganya, orang tua yang jarang berada di rumah dan orang tua yang sering bertengkar, hal ini berbeda di bandingkan dengan keluarga anak biasa. (2) Karakter kepribadian anak nakal kurang dekat dengan kegiatan keagamaan baik dilingkungan masyarakat ataupun dilingkungan sekolahnya,
9

jarang berkata jujur, kedisiplinan waktu tidak teratur, berbicara tidak sopan dan sering membuat keribut di sekolahnya, (3) faktor yang menyebabkan timbulnya kenakanalan remaja disebabkan akibat dari kurangnya akan norma/peraturan di dalam rumah tangganya, orangtua jarang berada di rumah, orang tua sering bertengkar, tidak tersedianya hiburan yang di sediakan di dalam rumah tangganya,(4) kepribadian anak nakal dan anak biasa hanya terdapat sedikit hubungan dari sikap atau karakternya yaitu dari rasa kesatuan dan rasa empatinya. Penjelasan : Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menjelaskan proses terjadinya suatu gejala, sebab akibatnya, dan dilakukan dalam rangka menentukan suatu kebijakan. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Fenomena Kenakalan Remaja dan Pengaruhnya pada Karakter Siswa di Sekolah (Studi Deskriptif Analisi di SMP Negeri Kabupaten Subang) adalah termasuk contoh dari jenis penelitian deskriptif. Dalam skripsi tersebut, Sukrisno Badi melakukan penelitian tentang penyebab terjadinya kenakalan remaja dan akibat/pengaruhnya terhadap karakter siswa di SMP Negeri Kabupaten Subang. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian deskriptif karena meneliti penyebab terjadinya kenakalan remaja dan akibat dari kenakalan remaja yang dapat mempengaruhi karakter remaja tersebut di sekolah. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Latar belakang sosial anak-anak nakal lebih banyak berasal dari keluarga yang tidak lengkap, baik karena salah satu atau kedua orangtuanya telah tiada atau karena kedua orangtuanya bercerai (broken home). Anak-anak nakal dalam kehidupan keluarganya lebih banyak dihadapkan dengan situasi pertengkaran atau percekcokan kontinu antara ayah dan ibunya. 2. Anak nakal lebih banyak berasal dari keluarga dimana orangtunaya sering tidak ada di rumah. 3. Karakter kepribadian anak nakal kurang disiplin dalam melaksanakan ibadah, jarang mendengarkan ceramah rohani, kurang bertanggung jawab, jarang bersikap jujur, kurang sopan dan tidak bijaksana. 4. Sikap kepercayaan diri, kekreatifan, dan keadilan serta sikap kedamaian pada anak nakal sangat rendah, karena pada umumnya anak nakal cenderung suka membuat keributan. 5. Faktor penyebab timbulnya kenakalan remaja di SMP Negeri Kabupaten Subang diakibatkan kurangnya peraturan di dalam keluarga, kurangnya kesiplinan, pengaruh dari perceraian (broken home), pengaruh pertengkaran di dalam keluarga, dan jarangnya keberadaan orangtua di rumah.

10

2.3.2. Penelitian Prediktif Penulis : Santika Andanawari Judul : Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Posttraumatic Growth Pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) : Studi Korelasi Pada Odha Yang Tergabung Dalam Program Pendampingan Rumah Cemara Bandung Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji hubungan antara tipe kepribadian dengan posttraumatic growth dengan trait anxiety sebagai variabel mediator pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tergabung dalam Program Pendampingan Rumah Cemara Bandung. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Eysenck Personality Inventory, State-Trait Anxiety Inventory Form2 dan Skala Posttraumatic Growth. Hasil penelitian ini antara lain: Sebagian besar ODHA memiliki kecenderungan tipe kepribadian introvert; Sebagian besar ODHA memiliki trait anxiety yang rendah; Sebagian besar ODHA mengalami posttraumatic growth yang tergolong sedang; Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tipe kepribadian dengan posttraumatic growth pada ODHA; Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara tipe kepribadian dengan trait anxiety pada ODHA; Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara trait anxiety dengan posttraumatic growth pada ODHA dengan; Tidak terdapat pengaruh mediasi yang signifikan dari trait anxiety dalam hubungan antara tipe kepribadian dengan posttraumatic growth pada ODHA. Beberapa rekomendasi dari penelitian ini antara lain: ODHA diharapkan dapat mengembangkan diri secara positif sesuai dengan bakat dan minatnya di bidang tertentu; Konselor, psikolog atau staf pendamping diharapkan dapat memfasilitasi ODHA untuk tumbuh secara positif dengan mempertimbangkan karakteristik kepribadian tiap ODHA; Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel independen lain untuk mengkaji posttraumatic growth pada sampel ODHA yang lebih luas. Kata kunci: tipe kepribadian, trait anxiety, posttraumatic growth, ODHA Penjelasan : Penelitian prediktif merupakan penelitian yang mengidentifikasi hubungan yang menelaah tentang kemungkinan terjadiunya sesuatu atas dasar sesuatu yang lain. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Posttraumatic Growth Pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) : Studi Korelasi Pada Odha Yang Tergabung Dalam Program Pendampingan Rumah Cemara Bandung adalah termasuk contoh dari jenis penelitian prediktif. Dalam skripsi tersebut, Santika Andanawari melakukan penelitian tentang hubungan antara tipe kepribadian dengan posttraumatic growth dengan trait anxiety sebagai variabel mediator pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tergabung dalam Program Pendampingan Rumah Cemara Bandung. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian prediktif karena memprediksikan Posttraumatic Growth orang HIV/AIDS berdasarkan tipe
11

kepribadian. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Secara umum ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung memiliki kecenderungan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert dalam jumlah yang hampir seimbang. 2. ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung secara umum memiliki kecenderungan trait anxiety yang rendah. 3. Secara umum ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung merasakan adanya posttraumatic growth dalam tingkat sedang. 4. Terdapat hubungan yang positif dan tergolong sedang antara tipe kepribadian ekstrovert-introvert dengan posttraumatic growth pada ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung 5. Terdapat hubungan yang negatif dan tergolong sedang antara tipe kepribadian ekstrovert-introvert dengan trait anxiety pada ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung. 6. Terdapat hubungan yang negatif dan tergolong rendanh antara trait anxiety dengan posttraumatic growth pada ODHA yang tergabung dalam program pendmapingan Rumah Cemara Bandung. 7. Tidak terdapat pengaruh trait anxiety sebagai variabel mediator dalam hubungan antara tipe kepribadian dengan posttraumatic growth pada ODHA yang tergabung dalam program pendampingan Rumah Cemara Bandung.

2.3.3. Penelitian Improftif Penulis : Gempur Perdana Adha Putra Judul : Pelaksanaan Program Continuity Marketing dan One To One Marketing Dalam Upaya Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Royal Vanessa Hotel Abstrak : Industri pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini ditandai oleh semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik itu wisatawan mancanegara ataupun wisatawan nusantara. Bentuk usaha pariwisata yang saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat adalah industri perhotelan sebagai fasilitas pendukung pariwisata. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang penting dalam industri perhotelan. Terjadi penurunan loyalitas di Royal Vanessa Hotel yang dilihat dari penurunan tingkat hunian tamu repeat. Penurunan tingkat loyalitas ini merupakan ancaman yang besar bagi industri hotel karena dengan adanya ancaman penurunan loyalitas ini akan berindikasi pada penurunan profit perusahaan. Apabila terjadi penurunan profit perusahaan maka akan berdampak pada kerugian pada perusahaan. Selain itu, dampak buruk yang akan diterima perusahaan dari penurunan loyalitas adalah akan hilangnya
12

pelanggan yang akan berpaling pada hotel lain. Sehingga dilakukan pelaksanaan program continuity marketing dan one to one marketing dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan di Royal Vanessa Hotel. Responden penelitian ini adalah tamu repeat Royal Vanessa Hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif, dengan metode explanatory survey dan pendekatan cross sectional. Ukuran sampel sejumlah 100 responden dari populasi yang ada dengan menggunakan rumus slovin. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, studi kepustakaan dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan program continuity marketing dan one to one marketing dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan di Royal Vanessa Hotel. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pelaksanaan program continuity marketing dan one to one marketing dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan di Royal Vanessa Hotel. Tingkat pengaruh terkecil dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan adalah pada pelaksanaan program continuity marketing, hal ini perlu diperbaiki oleh pihak Royal Vanessa Hotel dengan memperbaiki Standar Operasional (SOP) mengenai program continuity marketing dan juga pihak hotel agar dapat menambah programprogram yang selain program-program yang telah dilakukan. Dengan demikian dapat meningkatkan pengaruh pelaksanaan program continuity marketing dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan. Kata kunci: Program Continuity Marketing, Program One To One Marketing dan Loyalitas Pelanggan. Penjelasan : Penelitian improftif merupakan penelitian yang memperbaiki, meningkatkan/menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan/pelaksanaan suatu program. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Pelaksanaan Program Continuity Marketing dan One To One Marketing Dalam Upaya Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Royal Vanessa Hotel adalah termasuk contoh dari jenis penelitian. Dalam skripsi tersebut, Gempur Perdana Adha Putra melakukan penelitian tentang seberapa besar pengaruh pelaksanaan program continuity marketing dan one to one marketing dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan di Royal Vanessa Hotel. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian improftif karena meneliti tentang pelaksanaan program Continuity Marketing dan One to One Marketing di Royal Vanessa Hotel yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan di hotel tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Pelaksanaan program continuity marketing di Royal Vanessa Hotel secara umum mendapatkan penilaian yang baik dari tamu. indikator dari program continuity marketing yang mendapatkan penilaian paling tinggi dari tamu adalah manfaat pemberian late check out. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kebanyakan tamu yang menginap di Royal Vanessa Hotel yang sebagian besar untuk melakukan kegiatan bisnis memerlukan late check
13

out karena terkadang kegiatan bisnis mereka melewati batas waktu lat echeck out yang ditentukan sehingga mereka merasa sangat bermanfaat dengan diberikanya fasilitas late vheck out. Mereka tidak harus terburuburu melakukan check out apabila kegiatan bisnis mereka melewati batas waktu check out yang ditentukan oleh hotel. Sedangkan penilaian akan indikator yang lain mendapatkan penilaian yang cukup baik. 2. Pelaksanaan program one to one marketing di Royal Vanesa Hotel secara umum mendapatkan penilaian yang baik dari tamu. Indikator dari program one to one marketing yang mendapatkan penilaian paling tinggi dari tamu adalah kecepatan karyawan dalam melayani tamu secara individu. Hal ini dapat menunjukan bahwa mayoritas tamu yang menginap dengan tujuan melakukan kegiatan bisnis. Mereka sangat memanfaatkan waktu mereka sehingga mereka menyukai kecepatan karyawan dalam melayani kebutuhan keinginan mereka secara individu. 3. Tanggapan penilaian loyalitas pelanggan Royal Vanessa Hotel rata-rata baik. Penilaian yang paling tonggi yaitu pada sub variabel attitude. Hal ini dapat menunjukan bahwa sikap tamu terhadap Royal Vanesa Hotel tinggi sehingga dapat tercipta emotional bonding (ikatan emosional) antara tamu dengan perusahaan. 4. Terdapat pengaruh antara program continuity merketing dan program one to one marketing terhadap loyalitas pelanggan Royal Vanessa Hotel baik secara parsial maupun simultan.

2.3.4. Penelitian Eksplanatif Penulis : Hadi Ramdhani Judul : Aplikasi Analisis Jalur Untuk Mengetahui Pengaruh Dari Aktiva Luar Negeri, Tagihan Kepada Pemerintah dan Tagihan Kepada Perusahaan Swasta Terhadap Jumlah Uang Yang Beredar Abstrak : Untuk menentukan suatu hubungan sebab akibat antara variabel satu dengan yang lainnya didalam penelitian digunakan Analisis Jalur. Analisis jalur ini dikembangkan oleh Sewell Wright (1934). Variabel yang menjadi penyebab disebut variabel eksogenus sedangkan variabel yang menjadi akibat disebut variabel endogenus. Hubungan sebab akibat antara variabel dapat dijelaskan menggunakan persamaan struktural. Koefisien jalur digunakan untuk melihat tingkat pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung antara variabel eksogenus terhadap variabel endogenus. Kata kunci : analisis jalur, variabel eksogenus, variabel endogenus, persamaan struktural, koefisien jalur. Penjelasan : Penelitian eksplanatif merupakan penelitian yang menguji hubungan sebagai akibat dari dua fenomena atau lebih. Berdasarkan pengertian tersebut maka skripsi dengan judul Aplikasi Analisis Jalur Untuk Mengetahui Pengaruh Dari Aktiva Luar Negeri, Tagihan Kepada Pemerintah dan Tagihan Kepada Perusahaan Swasta Terhadap Jumlah Uang Yang
14

Beredar adalah termasuk contoh dari jenis penelitian eksplanatif. Dalam skripsi tersebut, Hadi Ramdhani melakukan penelitian tentang pengaruh dari aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah dan tagihan kepada perusahaan swasta terhadap jumlah uang yang beredar. Penelitian tersebut adalah termasuk penelitian eksplanatif karena meneliti hubungan sebab akibat antara variabel satu dengan yang lainnya, yaitu hubungan aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah dan tagihan kepada perusahaan swasta terhadap jumlah uang yang beredar. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesimpulan dalam skripsi tersebut yang menyatakan bahwa : 1. Dengan menggunakan analisis jalur didapat hubungan antara variabel aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah pusat, tagihan kepada perusahaan swasta dan uang beredar. Dari bentuk hubungan tersebut terdapat hubungan korelasional antara variabel aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah pusat dan tagihan kepada perusahaan swasta. Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Bnetuk persamaan regresi linier dari variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut : Y = 0,279X1 + 0,363X2 + 0,394X3 + 0,122 Dari hasil analisis yang diperoleh dapat sisimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah pusat dan tagihan kepada perusahaan swasta terhadap uang beredar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. 2. Besarnya pengaruh langsung aktiva luar negeri terhadap uang beredar sebesar 7,8%. Besarnya pengaruh tidak langsung aktiva luar negeri terhadap uang beredar sebesar 17,4%. Besarnya pengaruh total aktiva luar negeri terhadap uang beredar sebesar 25,2%. Besarnya pengaruh langsung tagihan kepada pemerintah pusat terhadap uang beredar sebesar 13,2%. Besarnya pengaruh tidak langsung tagiham kepada pemerintah pusat terhadap uang beredar sebesar 21,9%. Besarnya pengaruh total tagihan kepada pemerintah pusat terhadap uang beredar sebesar 35,1%. Besarnya pengaruh langsung tagihan kepada perusahaan swasta terhadap uang beredar sebesar 15,5%. Besarnya pengaruh tidak langsung tagihan perusahaan swasta terhadap uang beredar sebesar 22,7%. Besarnya pengaruh total tagihan kepada pemerintah pusat terhadap uang beredar sebesar 35,1%. Besarnya pengaruh tidak langsung tagihan perusahaan swasta terhadapa uangberedar sebesar 22,7%. Besarnya pengaruh total tagihan kepada perusahaan swasta terhadap uang beredar sebesar 38,2%. Besarnya pengaruh aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah pusat dan tagihan kepada perusahaan swasta terhadap uang beredar secara bersama-sama ditemtukan oleh besarnya koefisien determinasi total R2 y(x1, x2, x3) = 0,985. Artinya pengaruh aktiva luar negeri, tagihan kepada pemerintah pusat dan tagihan kepada perusahaan swasta terhadap uang beredar secara bersama-sama sebesar 98,5%. Sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti, sebesar 1,5%.
15

DAFTAR PUSTAKA Samad, Bambang Sudibyo. (2012). Memahami Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya. [online]. Tersedia : http://educationesia.blogspot.com/2012/05/memahami-jenis-jenispenelitian.html [2014, 11 Februari] Samad, Bambang Sudibyo. (2012). Jenis-Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuannya. [online]. Tersedia : http://educationesia.blogspot.com/2012/05/jenis-jenis-penelitian-berdasarkan.html [2014, 11 Februari] Respository upi. (2013). Respository Universitas Pendidikan Indonesia. [online]. Tersedia : http://a-research.upi.edu/skripsilist.php [2014, 11 Februari] Bachtiar, Wahyu. 2011. Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin (Analisis Kuantitatif Kepuasan Pelanggan Tas Sophie Martin). Skripsi sarjana pendidikan pada FIP UPI Bandung: tidak diterbitkan. Miftah, Yoseph. 2011. Fenomena Geografis Di Balik Nama-Nama Tempat (Toponim) Di Wilayah Kota Bandung. Skripsi sarjana pendidikan pada FPIPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Restian, M. Adit hirda. 2009. Interpretasi Nilai Resistivitas Batuan Bawah Permukaan Untuk Mengetahui Keberadaan Lapisan Akuifer Di Kota Bengkulu dan Sekitarnya. Skripsi sarjana pendidikan pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan. Utami, Selvi Nadia. 2012. Implementasi Model Life Skill Dalam Kemampuan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Komputer. Skripsi sarjana pendidikan pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan. Susilowati, Arry. 2012. Pengaruh Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Di Tingkat Satuan Kerja Terhadap Peningkatan Efektivitas Pengendalian Intern. Skripsi sarjana pendidikan pada FPEB UPI Bandung: tidak diterbitkan. Badi, Sukrisno. 2010. Fenomena Kenakalan Remaja Dan Pengaruhnya Pada Karakter Siswa Di Sekolah : Studi Deskriptif Analitis Di SMP Negeri Kabupaten Subang. Skripsi sarjana pendidikan pada FPIPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Andanawari, Santika. 2013. Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Posttraumatic Growth Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha) : Studi Korelasi Pada Odha yang Tergabung Dalam Program Pendampingan Rumah Cemara Bandung. Skripsi sarjana pendidikan pada FIP UPI Bandung: tidak diterbitkan. Putra, Gempur Perdana Adha. 2012. Pelaksanaan Program Continuity Marketing dan One To One Marketing Dalam Upaya Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Royal Vanessa Hotel. Skripsi sarjana pendidikan pada FPIPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Ramdhani, Hadi. 2011. Aplikasi Analisis Jalur Untuk Mengetahui Pengaruh Dari Aktiva Luar Negeri, Tagihan Kepada Pemerintah dan Tagihan Kepada Perusahaan Swasta Terhadap Jumlah Uang yang Beredar. Skripsi sarjana pendidikan pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

16