Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN Mata Kuliah Topik : Blok Endokrin : Diabetes Mellitus : Perawatan Kaki Diabetik dan

Senam Kaki Diabetes; serta Latihan Jasmani Tempat Hari/Tanggal Sasaran Waktu Pertemuan ke Pengajar : Balai Desa Ds. Arjosari RT 05 RW 10 : Senin, 7 Desember 2013 09.00 WIB : Warga penderita DM dan keluarga : 1 x 120 menit :I :

1. Rahmi Nurrosyid P 2. Dewanti Erin Sasmi 3. Asmawati Fitriana J

I.

Tujuan Instruksional Umum Pada akhir proses penyuluhan, peserta dapat mengetahui tentang apa itu hipertensi.

II.

Tujuan Instruksional Khusus Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat: 1. Menjelaskan kaki diabetes 2. Menyebutkan masalah umum kaki diabetes 3. Menjelaskan upaya pencegahan primer 4. Menjelaskan perawatan kaki sehari-hari 5. Menjelaskan senam kaki diabetes 6. Menjelaskan apa yang boleh dilakukan dan tidak 7. Menjelaskan prinsip latihan jasmani DM

8. Menyebutkan hal yang perlu diperhatikan saat latihan jasmani 9. Menjelaskan efek negative latihan jasmani yang tidak berkontrol 10. Menjelaskan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan latihan jasmani bagi DM III. IV. Materi Terlampir Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab V. Media Leaflet VI. Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi Struktur Peserta hadir ditempat penyuluhan penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Ds. Arjosari RT 05 RW 10 Pengorganisasiaan penyelenggaraan penyuluhan

dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses Peserta antusias terhadap materi penyuluhan Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat

penyuluhan Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar 3. Evaluasi Hasil Peserta mengerti kaki diabetes, masalah umum kaki diabetes, upaya pencegahan primer, perawatan kaki sehari-hari, senam kaki diabetes, apa yang boleh dilakukan dan tidak, prinsip latihan jasmani DM, hal yang perlu diperhatikan saat latihan jasmani, efek negative

latihan jasmani yang tidak berkontrol, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan latihan jasmani bagi DM

VII.

Kegiatan Penyuluhan No 1 Waktu 5 Kegiatan Penyuluh Pembukaan: Membuka kegiatan dengan Menjawab salam Kegiatan Peserta

mengucapkan salam Memperkenalkan diri Menjelaskan penyuluhan Menyebutkan akan diberikan 100 Pelaksanaan: Menjelaskan kaki diabetes Menyebutkan umum kaki diabetes Menjelaskan pencegahan primer Menjelaskan perawatan kaki sehari-hari Menjelaskan diabetes Menjelaskan apa yang senam kaki upaya masalah materi yang memperhatikan Mendengarkan dan memperhatikan tujuan dari Mendengarkan Memperhatikan

boleh dilakukan dan tidak Menjelaskan prinsip latihan jasmani DM Menyebutkan hal yang perlu diperhatikan jasmani Menjelaskan efek negative saat latihan

latihan jasmani yang tidak berkontrol Menjelaskan perencanaan

dan pelaksanaan kegiatan latihan jasmani bagi DM

10

Evaluasi:

Menjawab

Menanyakan pada peserta tentang pertanyaan materi yg telah diberikan, dan reinforcement kepada peserta

penyuluhan yang dapat menjawab pertanyaan 4 5 Terminasi: Mengucapkan terima kasih Mendengarkan

atas peran serta peserta Mengucapkan salam penutup Menjawab salam

VIII.

Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI.1999.Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu Edisi Kedua.Jakarta : CV Aksara Buana Monalisa Tambunan : 2005 MATERI PENYULUHAN Penatalaksanaan Diabetes Terpadu ,

EDUKASI PERAWATAN KAKI DIABETIK DAN SENAM KAKI DIABETIK A. Kaki Diabetik Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes melitus yang tidak terkendali. Kelainan kaki diabetes melitus dapat disebabkan adanya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan adanya infeksi. Kaki diabetes melitus yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka, dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren dan tidak

ditanggulangi. Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian ulkus gangren pada penyandang

diabetes melitus berkisar 17%-32%, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15%-30%. memperkirakan sampai Para ahli diabetes amputasi dapat

kejadian

dihindarkan dengan perawatan kaki yang baik. (Fakultas Kedokteran UI, hal.283). Kaki diabetik adalah kaki para penderita diabetes yang secara umum terkena komplikasi seperti luka dan sering kali luka sulit sembuh dan berakhir dengan amputasi. Berdasarkan data dari SS Diabetes Care tahun 2008, bahwa setiap 30 detik terjadi amputasi pada kaki diabetic di seluruh dunia, 60-80% amputasi kaki non traumatic disebabkan oleh diabetes, 80% amputasi kaki diabetes didahului oleh luka ( M.Yunir 2008)

B. Masalah Umum Kaki Diabetik Komplikasi diabetes secara umum dapat terjadi pada pembuluh darah, mata, ginjal dan pada kaki. Komplikasi yang paling sering adalah perubahan pada anggota gerak bagian bawah atau yang biasa di sebut kaki diabetic (diabetic foot). Gangguan Pembuluh Darah Keadaan hiperglikemia yang terus menerus akan

mempunyai dampak pada kemampuan pembuluh darah tidak berkontraksi dan relaksasi berkurang. Hal ini

mengakibatkan sirkulasi darah tubuh menurun, terutama pada kaki, dengan gejala antara lain: Sakit pada tungkai bila berdiri, berjalan dan melakukan kegiatan fisik Jika diraba kaki terasa dingin (tidak hangat) Rasa nyeri kaki pada waktu istirahat dan malam hari Sakit pada telapak kaki setelah berjalan Pemeriksaan tekanan nadi kaki menjadi kecil atau hilang

Perubahan warna kulit, kaki tampak pucat atau kebirukebiruan

Gangguan Persyarafan (Neuropati) Neuropati akan menghamabat signal, rangsangan atau terputusnya komunikasi dalam tubuh. Syaraf pada kaki sangat penting dalam menyampaikan pesan ke otak, sehingga menyadarkan kita akan adanya bahaya pada kaki, misalnya kena paku atau benda-benda panas. Kaki diabetes dengan neuropati akan mengalami gangguan sensorik, motorik dan otonomik. 1. Neuropati sensorik ditandai dengan perasaan kebal (parastesia), kurang berasa (hipestesia) terutama ujung kaki terhadap rasa panas dan sakit, kadang disertai pegal dan nyeri di kaki. 2. Neuropati motorik ditandai dengan kelemahan sistem otot, deformitas kaki (charcot), ibu jari seperti palu (hammer toe), sulit mengatur keseimbangan tubuh. 3. Neuropati otonomik ditandai dengan kulit kaki akan terlihat kering, pecah dan tidak ada keringat

(perubahan struktur kaki). Infeksi Penurunan sirkulasi darah kaki menghambat proses

penyembuhan luka, akibatnya kuman masuk kedalam luka dan terjadi infeksi. Peningkatan kadar gula darah akan menghambat kerja leukosit dalam mengatasi infeksi, luka menjadi ulkus gangren dan terjadi perluasan infeksi sampai ketulang (osteomielitis), bila tidak diketahui dan

ditanggulangi. Kaki yang mengalami ulkus gangren luas sulit untuk diatasi, yang memerlukan tindakan amputasi.

Adanya masalah tersebut pada kaki diabetes, akan menimbulkan beberapa masalah yang umumnya terjadi antaralain:

Kapalan, Mata ikan dan Melepuh Kapalan (Callus), mata ikan (kutilmulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit yang juga terjadi pada kaki diabetes, akibat dari adanya neuropati dan penurunan sirkulasi darah dan juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu dikaki. Jika kejadian tersebut tidak diketahui dan diobati dengan tepat, maka akan menimbulkan luka pada jaringan dibawahnya, yang berlanjut dengan infeksi menjadi ulkus.

Cantengan (kuku masuk kedalam jaringan) Cantengan merupakan luka infeksi pada jaringan disekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah. Keadaan ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat misalnya pemotongan kuku yang salah (seperti terlalu pendek atau miring), kebiasaan mencukil kuku yang kotor. Seperti kita ketahui kuku juga merupakan sumber kuman, jadi bila ada luka mudah infeksi. Cantengan ditandai dengan sakit pada jaringan sekitar kuku, merah dan bengkak dan keluar cairan nanah, yang harus segera ditanggulangi.

Kulit Kaki Retak dan Luka Kena Kutu Air Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, retak dan pecah-pecah, terutama pada sela-sela jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut menjadi ulkus gangren.

Kutil Pada Telapak Kaki Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan. Biasanya terjadi pada telapak kaki hamper mirip dengan callus, jangan diobati sendiri, periksakan ke dokter.

Radang Ibu Jari Kaki (Jari Seperti Martil) Pemakain sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya neuropati dan peradangan yang lain pada ibu jari dan kaki

menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil (hammer toe). Kejadian ini dapat juga disebabkan adanya kelainan anatomic yang dapat menimbulkan titik tekan abnormal pada kaki. Kadang-kadang pembedahan diperlukan untuk mencegah komplikasi ke tulang.

C. Upaya Pencegahan Primer Perawatan kaki merupakan sebagian dari upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetic yang bertujuan untuk mencegah terjadinya luka.Upaya pencegahan primer antara lain: Penyuluhan kesehatan DM, komplikasi dan kesehatan kaki Status gizi yang baik dan pengendalian DM Pemeriksaan berkala DM dan komplikasinya Pemeriksaan berkala kaki penderita Pencegahan/perlindungan terhadap trauma-sepatu khusus Higiene personal termasuk kaki Menghilangkan factor biomekanis yang mungkin menyebabkan ulkus

D. Perawatan Kaki Sehari-hari Pemeriksaan kaki diabetes Pemeriksaan kaki sangat penting, karena kerusakan saraf kaki yang tidak dapat merasakan nyeri. Periksalah bagian atas atau punggung kaki, telapak, sisi-sisi kaki, dan sela-sela jari. Untuk melihat telapak kaki, tekuk kaki menghadap muka (bila sulit, gunakan cermin untuk melihat bagian bawah kaki atau minta bantuan orang lain) untuk memeriksa kaki 1. Periksalah apakah ada kulit retak atau melepuh 2. Periksa apakah ada luka dan tanda-tanda infeksi (bengkak, kemerahan, hangat, nyeri, darah, atau cairan lain yang keluar dari luka, dan bau) Perawatan Kaki

1. Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lembut atau batu apung. Keringkan kaki dengan handuk lembut dan bersih termasuk daerah sela-sela jari kaki. 2. Berikan pelembab atau lotion (body lotion) pada derah kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak. Sela jari kaki tidak perlu diberikan lotion karena dapat menyebabkan

tumbuhnya jamur. 3. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam. Bila penglihatan kurang baik, mintalah

pertolongan orang lain untuk memotong kuku atau mengikir kuku setiap dua hari sekali. Bila kuku keras dan sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat selama sekitar 5 menit, bersihkan dengan sikat kuku, sabun, dan air bersih. Bersihkan kuku setiap setiap hari pada waktu mandi dan berikan krem pelembab kuku. 4. Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah. Jangan gunakan sandal jepit karena dapat menyebabkan lecet di sela jari pertama dan kedua. 5. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, bendabenda tajam seperti jarum dan duri. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik terutama pada pemakaian sepatu baru. Bila menggunakan sepatu baru, lepaskan sepatu setiap 2 jam, kemudian periksa keadaan kaki. 6. Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang. 7. Segera ke dokter bila kaki mengalami luka. 8. Periksakan kaki ke dokter secara rutin.

E. Senam Kaki Diabetes Alat yang harus dipersiapkan adalah : Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk), prosedur pelaksanaan senam. Sedangkan persiapan untuk klien adalah kesepakatan dengan pasien, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki. Perhatikan juga lingkunganyang mendukung, seperti lingkungan yang nyaman bagi pasien, dan Jaga privacy pasien.

Prosedur: a) Perawat cuci tangan sebelum tindakan. b) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai. Dapat juga dilakukan dalam posisi berbaring dengan meluruskan kaki.

c) Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali.

d) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkat keatas. Cara ini dilakukan bersama pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur, menggerakkan jari dan tumit kaki secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan sebanyak 10 kali

e) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat keatas dan buat gerakan memutar dengan menggerakkan pergelangan kaki sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur, kaki lurus ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kali sebanyak 10 kali.

f) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur kaki harus diangkat sedikit agar dapat melakukan gerakan memutar pada pergelangan kaki sebnyak 10 kali.

g ) Angkat salah satu lutut kaki dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan lalu turunkan kembali secara bergantian antara kaki kiri dan kanan. Ulangi sebanyak 10 kali. h ) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai. Ulangi sebanyak 10 kali. i ) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke-8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.

j ) Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut. Gerakkan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang. Ulangi sebanyak 10 kali. k ) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian. Gerakan ini sama dengan posisi tidur.

l ) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja. Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian Koran Sebagian koran disobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki

Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekan kertas pada bagia kertas yang utuh Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

F. Indikasi dan Kontraindikasi Senam Kaki Diabetik Indikasi Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita diabetes mellitus dengan tipe 1 maupun 2.Namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes Melitus sebagai tindakan pencegahan dini. Kontraindikasi Pada klien yang mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnnea atau nyeri dada. Orang yang depresi, khawatir atau cemas. Keadaan- keadaan seperti ini perlu diperhatikan sebelum dilakukan tindakan senam kaki. Untuk itu sebelum melakukan senam kaki terlebih dahulu kaji TTV dan status respiratori dan (adakah Dispnea atau nyeri dada) dan kaji status emosi pasien (suasana hati/mood, motivasi.

EDUKASI LATIHAN JASMANI A. Prinsip Latihan Jasmani Prinsip latihan jasmani yang dilakukan: 1. Terus-menerus (continuous)

Latihan jasmani harus berkesinambungan dan dilakukan terusmenerus tanpa henti, contoh: jogging 30 menit, maka penderita harus melakukannya selama 30 menit tanpa henti. 2. Secara Ritmis (rhytmie) Latihan olahraga dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, contoh: jogging, berlari, berenang, jalan kaki, berenang, bersepeda, dan mendayung. 3. Interval Latihan dilakukan selang seling antara gerak cepat dan lambat, contoh: jalan cepat diselingi jalan lambat, contoh: jogging diselangi jalan. 4. Progresif (progressive) Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, dari intensitas ringan sampai sedang selama mencapai 30-60 menit. Sasaran HR= 75-85 % dari maksimal HR (Heart Rate/ denyut nadi). 5. Daya tahan (endurance) Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan

kardiorespirasi seperti jalan (jalan santai/cepat sesuai umur), jogging, berenang dan bersepeda. Latihan dengan prinsip seperti di atas minimal dilakukan 3 hari dalam seminggu, sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan olahraga kesenangannya.

B. Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Latihan Jasmani Pada penyandang diabetes yang mendapat terapi insulin, keadaan hipoglikemia disertai kadar insulin yang berlebihan merupakan keadaan yang perlu mendapat perhatian ketika melakukan latihan jasmani teutama pada waktu tahap pemulihan. Kemungkinan

hipoglikemia lebih besar bila insulin disuntikan pada lengan atau kaki sebelum melakukan latihan jasmani, sebagai akibat meningkatnya

hantaran insulin melalui darah karena efek pemompaan otot pada waktu berkontraksi. Oleh karena itu dianjurkan agar penyuntikan insulin sebelum melakukan latihan jasmani dilakukan setelah makan ketika kadang glukosa darah pada puncaknya. Pagi hari merupakan saat yang paling baik untuk melakukan latihan jasmani. Latihan jasmani dengan durasi yang lama pada penyandang diabetes yang mengalami defisiensi insulin disertai kadar gula darah yang tidak terkendali akan menyebabkan peningkatan pelepasan bahan yang berbahaya yaitu benda-benda keton. Berbagai hal ini membutuhkan pengawasan yang ketat bila penyandang diabetes melakukan latihan jasmani. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan latihan jasmani secara berkelompok.

Latihan minimal dilakukan selama 3 hari dalam sepekan, sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan olahraga kesenangannya

Setiap latihan dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan coolin down / peregangan masing-masing selama 5-10 menit Susun program latihan jasmani sesuai dengan berat penyakit dan tingkat kebugaran Latihan harus ditunda jika kadar glukosa darah sangat tinggi dan hentikan jika ada gejala hipoglikemia Pada latihan jasmani yang lama (>1 jam) perlu asupan karbohidrat 10-15 gr (setengah sendok makan gula pasir) setiap 30 menit

Harus cukup minum pada saat dan setelah latihan Kenakan sepatu yang sesuai, periksa kesua kaki sebelum dan sesudah latihan Bagi penderita yang mengkonsumsi obat hipoglikemik, terlebih lagi yang menggunakan suntikan insulin, control glukosa darah sebaiknya dilakukan sebelum, selama, dan sesudah latihan.

Latihan jasmani sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan seorang dokter atau instruktur latihan Bila kadar glukosa darah >250 mg/dL jangan melakukan latihan jasmani yang berat

C. Efek Negatif Latihan Jasmani Yang Tidak Terkontrol

1. Memperburuk kadar gula darah penyandang diabetes Hindari : latihan jasmani berat, latihan beban dan olahraga kontak Usahakan : asupan cairan cukup 2. Exercise-induced Hypoglycemia (pada DM tipe 1) Perhatikan : Selalu monitor glukosa darah Kurangi dosis insulin sebelum melakukan latihan jasmani Tingkatkan asupan makanan saat melakukan latihan jasmani, bila perlu sebelum dan sesudah latihan jasmani (konsultasi pad ahli gizi) Bila timbul gejala tidak diinginkan, penyandang diabetes harus cepat tanggap, misalnya bila terjadi hipoglikemia (lemas atau pusing) segera hentikan latihan jasmani dan lapor pada pelatih atau pengawas kegitan

3. Bila ada gangguan pada kaki Perhatikan : Kenakan sepatu yang sesuai (tanyakan di took tempat membeli) Usahakan agar kaki selalu bersih dan kering

4. Komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah Perhatikan : Harus mengikuti pemeriksaan medis dan EKG kerja sebelum melakukan latihan jasmani

Program latihan jasmani sebaiknya individu namun dilakukan secara berkelompok

5. Cedera otot dan tulang Perhatikan : Pilihlah latihan jasmani yang sesuai/tepat Intensitas latihan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap Pemanasan dan pendinginan harus selalu dilakukan Latihan jasmani berat dan berlebihan harus dihindari

D. Perencanaan Dan Pelaksanaan Kegiatan Latihan Jasmani Bagi DM

Sebelum mengikuti suatu kegiatan latihan jasmani sebaiknya penyandang diabetes berkonsultasi dengan dokter atau tenaga educator. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kebugaran terlebih dahulu, setelah itu akan disusun program latihan yang sesuai. Bagi penyandang diabetes yang penyakitnya ringan atau terkendali dengan baik tanpa komplikasi tentu tidak begitu berbahaya untuk melakukan latihan jasmani namun bagi penyandang diabetes yang berat atau dengan komplikasi, pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk menghindari hal-hal negative yang tidak diinginkan. Evaluasi berkala sangat diperlukan untuk melihat kemajuan latihan dan mengetahui manfaat dari latihan jasmani yang telah dilakukan. Hasil yang baik dan memuaskan akan menambah motivasi dari diabetesi untuk tetap melakukan latihan jasmani.