Anda di halaman 1dari 13

XENOBIOTIK

Oleh: Drg.Iin Eliana T, M.Kes

Pendahuluan
-dr bhs Yunani, Xenos = asing -Xenobiotik : senyawa asing yg masuk ke dlm tubuh dan bukan merup gizi -Contoh : obat-obatan, insektisida, zat kimia tambahan pada makanan (pemanis, pewarna, pengawet) dan zat karsinogen lainnya. -Xenobiotik hrs dkeluarkan dr tubuh mlli proses detoksifikasi krn dpt mbahayakan fungsi fisiologis normal tubuh -Berdasarkan sumbernya xenobiotik dpt dibagi mjd dua macam yaitu xenobiotik alami dan buatan

Metabolisme Xenobiotik
Seny asing yg msk dlm tb (obat, zat aditif,polutan, dll)

Route of entry

Digestion Inhalation Transdermal Intra Venous

Metabolisme

Fase I

Fase II

M E T

A
B O L I S M

Metabolisme Fase I
fungsi : mengubah struktur senyawa asing melalui proses reaksi oksidasi, reduksi atau hidrolisis, guna memasukkan gugus fungsional yang sesuai bagi reaksi konjugasi fase II, agar keseluruhan molekul menjadi lebih mudah larut air. Sistem enzim yang paling penting dalam metabolisme fase I ialah sitokrom P-450 mikrosomal

Contoh Reaksi Fase I

Sitokrom P-450
merupakan enzim yang terdapat antara lain dalam mikrosom hati, yang merupakan fragmen dari reticulum endoplasmic yang dapat diperoleh setelah penghancuran dari sel merupakan bagian dari mixed-function oxidase system (MFO system). MFO merupakan pusat dari metabolisme xenobiotik di mana beberapa proses oksidasi dikatalis oleh sistem ini Sistem ini merupakan monooksigenase yang artinya terjadi reaksi oksidasi di mana satu atom dari oksigen berikatan dengan substrat sementara satu atom yang lain direduksi menjadi molekul air

SIFAT P-450: Suatu Hemoprotein Berfungsi pada metabolisme Xenobiotik dan Steroid Spesifikasi substrat sangat luas Terdapat dalam Retikulum Endoplasma Hati Produk dapat bersifat mutagenik atau karsinogenik Dapat dirangsang Interaksi Obat, CYP2C9 berperan pada metabolisme Warfarin (antikoagulan). Produksi CYP2C9 dapat ditingkatkan oleh Phenobarbital Konsumsi ethanol menyebabkan peningkatan CYP2E1 sehingga komponen asap rokok & beberapa macam pelarut meningkat sehingga bersifat karsinogenik Polimorfisme menyebabkan peningkatan metabolisme obat

Metabolisme Fase II
-Reaksi fase II merupakan reaksi biosintetin, maka untuk berlangsungnya reaksi diperlukan energi -Reaksi penting pada fase II ini adalah reaksi konjugasi glutat karena sering terlibat dalam penghilangan zat atau metabolit perantara yang reaktif, yakni yang bersifat elektrofil -Berlangsungnya reaksi ini dikatalisir oleh enzim glutation Stransferase, Glutation (GSH) adalah tripeptida (-L-glutamil-Lsisteinil-glisin) yang memainkan peran utama dalam biotransformasi dan ekskresi xenobiotika dan pertahanan sel terhadap oxidative stress Berlangsungnya reaksi ini dikatalisir oleh enzim glutation Stransferase, Glutation (GSH) adalah tripeptida (-L-glutamil-Lsisteinil-glisin) yang memainkan peran utama dalam biotransformasi dan ekskresi xenobiotika dan pertahanan sel terhadap oxidative

stress

Glutation S Transferase

merupakan keluarga enzim yang mengkatalisis reaksi konjugasi glutation dengan sejumlah besar xenobiotika elektrofilik endogen maupun eksogen. melindungi sel tubuh terhadap serangan senyawa elektrofil yang sering bersifat sitostatik, mutagenik, dan karsinogenik, dengan jalan mengkatalisis reaksi konjugasi antara gugus tiol (-SH) pada glutation (GSH) dengan pusat elektrofilik senyawa elektrofil

Reaksi ini akan menghasilkan produk konjugat glutation yang selanjutnya akan ditranspor ke ginjal dan dimetabolisme lebih lanjut menjadi asam merkapturat
Glutation S-transferase terdapat pada fraksi sitosol kebanyakan sel dan organ tubuh seperti hati, ginjal, paru, dan usus halus

-Berdasarkan kesamaan urutan-urutan asam amino penyusunnya, selektivitas substrat, titik isoelektrik, dan reaktivitas imunologik GST pada mamalia dapat digolongkan menjadi beberapa kelas isoenzim yang berbeda: alpha (), mu (), pi (),theta (),sigma (), zeta (z),beta () , omega (), kappa () dari mitokondria dan isoenzim dalam bentuk terikat membran

Respon Metabolisme Xenobiotik

Respon metabolisme xenobiotik dapat menguntungkan karena metabolit yang dihasilkan menjadi zat yang polar sehingga dapat diekskresi keluar tubuh Respon metabolisme xenobiotik dapat merugikan karena: Berikatan dengan makromolekul dan menyebabkan cidera sel Berikatan dengan makromolekul menjadi hapten merangsang pembentukan antibodi dan menyebakan reaksi hipersensitivitas yang berakibat cidera sel Berikatan dengan makromolekul menjadi zat mutan yang menyebakan timbulnya sel kanker