Anda di halaman 1dari 12

FOTOLISIS

FOTOLISIS ?
PENGURAIAN SENY FARMASI AKIBAT PENYERAPAN ENERGI RADIASI DALAM BENTUK CAHAYA. SEMAKIN KECIL PANJANG GEL CAHAYA, SEMAKIN BANYAK ENERGI YG TERSERAP PER MOL, SEMAKIN CEPAT REAKSI KIMIA TERJADI. RADIASI YG TERSERAP DARI SINAR UV DAN VISIBLE LEBIH REAKTIF MENGAWALI REAKSI KIMIA DIBANDINGKAN DGN RADIASI YG DISERAP DARI SPEKTRUM LAIN YG PJG GEL.NYA LEBIH BESAR. MEKANISME FOTOLISIS:
REAKSI FOTOKIMIA PRIMER REAKSI FOTOKIMIA SEKUNDER (FOTOSENSITISER)

REAKSI FOTOKIMIA PRIMER


MOLEKUL YG MENYERAP RADIASI LANGSUNG TERLIBAT DALAM REAKSI UTAMA. MOLEKUL OBAT LANGSUNG MENYERAP ENERGI DARI SUMBER RADIASI, SHG MENYEBABKAN DEGRADASI AKIBAT TJDNYA PENINGKATAN SUHU, PERISTIWA FLUORESENSI ATAU PERISTIWA FOSFORESENSI. FLUORESENSI : MENYERAP SINAR, LANGSUNG DIKELUARKAN. FOSFORESENSI : MENYERAP SINAR SAMPAI HABIS, STLH ITU BARU DIKELUARKAN. ENERGI YG DISERAP KEMBALI DIPANCARKAN SEBAGAI ENERGI DGN PJG GEL YG LEBIH BESAR UTK MEMULAI REAKSI PENGURAIAN.

REAKSI FOTOKIMIA SEKUNDER


MOLEKUL YG MEYERAP RADIASI TIDAK LANGSUNG TERLIBAT DALAM REAKSI UTAMA (fotosensitiser) TETAPI AKAN MENERUSKAN ENERGINYA PD MOLEKUL LAIN YG AKAN BEREAKSI. CONTOH FOTOSENSITISER:
RIBOFLAVIN SEBAGAI FOTOSENSITISER PADA PENGURAIAN VIT C DAN ASAM FOLAT

FAKTOR YG MEMPENGARUHI PENGURAIAN SECARA FOTOLISIS


FAKTOR FORMULASI:
SIFAT MOLEKUL OBAT, PELARUT, pH SEDIAAN, JENIS BUFFER, EKSIPIENT.

FAKTOR PENYIMPANAN:
SUMBER RADIASI, LAMA PENYIMPANAN, INTENSITAS PENYINARAN, SUHU, KEMASAN. CONTOH OBAT YG MUDAH MENGALAMI FOTOLISIS: CPZ HIDROKORTISON PREDNISON METILPREDNISOLON

ISOMERISASI

Senyawa isomer
Senyawa-senyawa yang memiliki rumus

empirik sama namun struktur berbeda

Isomer dapat dibedakan atas isomer posisi dan stereoisomer. Stereoisomer adalah senyawa dengan struktur identik namun berbeda posisi tiga dimensinya. Perbedaan dalam posisi tiga dimensi ini dapat mempengaruhi aktifitas farmakologisnya.

ISOMERISASI
YAITU REAKSI PERUBAHAN SUATU ZAT KIMIA MENJADI ISOMER OPTIS ATAU GEOMETRISYA. KOMPOSISIS KIMIA DARI OBAT AKAN TETAP SAMA TETAPI AKTIFITAS BIOLOGIS DARI ISOMER2NYA BISA SANGAT BERBEDA SEHINGGA MENGHASILKAN EFEK FARMAKOLOGIS YG BERBEDA. FAKTOR YG MEMPENGARUHI TERJADINYA ISOMERISASI:
STRUKTUR OBAT ITU SENDIRI. FAKTOR FORMULASI: pH, PELARUT, BUFFER, CAHAYA,TEMPERATUR.

CARA MENGHIDARINYA:
GUNAKAN BENTUK AKTIFNYA TENTUKAN pH STABILITAS OPTIMUM GUNAKAN PELARUT DAN BUFFER YG TDK MENYEBABKAN REAKSI ISOMERISASI ZAT AKTIF. OPTIMALISASI KONDISI PENYIMPANAN

Reaksi isomerisasi yang sering menyebabkan penguraian senyawa obat adalah :

a. Rasemisasi : konversi satu bentuk enantiomer menjadi campuran kesetimbangan 2 enantiomer (50:50), contoh : (-) adrenalin menjadi (+) adrenalin. b. Epimerisasi : berubahnya konfigurasi substituen pada suatu atom C asimetris. Contoh : (-) epinefrin menjadi (+) pseudoefedrin, tetrasiklin menjadi epitetrasiklin. c. Mutarotasi : perubahan spontan rotasi dari larutan suatu obat yang baru dibuat (khusus untuk obat yang optis aktif). Contoh : ()glukosa menjadi ()-glukosa.
9

POLIMERISASI

POLIMERISASI
YAITU BERGABUNGNYA BEBERAPA MOLEKUL MONOMER MEMBENTUK MOLEKUL POLIMER YG RUMIT/KOMPLEKS, YG DIIKUTI OLEH HILANGNYA AKTIVITAS BIOLOGIS. CONTOH:
LARUTAN PEKAT GOL. AMINOPENICILLIN AKAN MENGALAMI POLIMERISASI SELAMA PENYIMPANAN SEHINGGA AKTIFITASNYA BERKURANG KRN PUTUSNYA CINCIN LAKTAM, AKIBATNYA DAPAT MENIMBULKAN REAKSI ALERGI.

CONTOH HASIL URAI PADA PROSES POLIMERISASI


1. Penguraian Morfin yang berlangsung secara radikal (menjadi morfin palsu). 2. Penguraian atropin (menjadi Belladonin). 3. Pewarnaan larutan glukosa 4. Pembentukan Paraformaldehid dalam larutan air.