Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KASUS PEMERIKSAAN AKUNTANSI II

Maria Elisabet Ose Sona (17124/02) Yakub Hari (17196/04) Jonathan Gilang (17287/05) Maria Retno Sari Chrysanti (17450/06) Vivi Valentine Mambay (17137/03)

Kasus I :
1. Penjualan terhadap total Aset Tahun 2008 Total aset Rata-rata total aset Penjualan thd total aset Penjualan Piutang usaha terhadap Penjualan Tahun 2008 Piutang Usaha 180 Penjualan RASIO Hari Perputaran Piutang Tahun Piutang Usaha Penjualan RASIO 1,005

2009 1,200 1,103 1.27 1,400

2010 1,450 1,325 1.30 1,723

2011 1,750 1,600 1.22 1,952

2012 2,350 2,050 1.25 2,563

2009 210 1,400 0.15

2010 270 1,723 0.16

2011 289 1,952 0.15

2012 510 2,563 0.20

2008 180

2009 210 1,400 50.83

2010 270 1,723 50.86

2011 289 1,952 52.26

2012 510 2,563 56.90

beban piutang tak tertagih terhadap penjualan neto Tahun 2008 2009 beban piutang tak tertagih 15 18 Penjualan RASIO 1,400 0.0129

2010 22 1,723 0.0128

2011 25 1,952 0.0128

2012 33 2,563 0.0129

beban piutang tak tertagih terhadap penghapusan Piutang Usaha Tahun 2008 2009 2010 Beban piutang tak tertagih 15 18 22 Penghapusan Piutang Usaha 14 17 22 RASIO 1.07 1.06 1.00

2011 25 25 1.00

2012 33 26 1.27

Siklus Pengeluaran
Jumlah hari perputaran hutang usaha Tahun 2008 Hutang usaha 75 HPP 775 RASIO 35.32

2009 85 800 38.78

2010 95 1125 30.82

2011 118 1200 35.89

2012 120 1600 27.38

Perputaran Hutang usaha Tahun HPP Hutang usaha RASIO

2008 775 75 10.33

2009 800 85 9.41

2010 1125 95 11.84

2011 1200 118 10.17

2012 1600 120 13.33

Current Ratio Tahun Aset lancar kewajiban lancar Rasio

2008 580 315 1.84

2009 725 375 1.93

2010 972 430 2.26

2011 1200 540 2.22

2012 1300 550 2.36

2. Pada rasio penjualan terhadap aset kami menyimpulkan bahwa penjualan mengalami kenaikan, dan dalam penjualan kredit hal ini dapat mengakibatkan atau berdampak pada menurunnya rasio laverege dan profitabilitas perusahaan. Dalam rasio piutang perusahaan dengan hubungannya terhadap penjualan, kami melihat hal ini stabil. Pada tahun 2012 mengalami kenaikan yang signifikan pesat, ini mengartikan bahwa tingkat pengembalian hutang semakin tinggi. Untuk rasio pitutang tak tertagih dapat dikatakan stabil dan bedampak tidak meningkatnya pengembalian piutang terhadap perusahaan. 3. Dari prosedur analitis tersebut dapat dikatakan bahwa perputaran hutang usaha dari tahun ke-tahun
mengalami kenaikan,hal ini dapat dikatakan bahwa banyaknya penjualan secara kredit. Pada rasio beban piutang yang tak tertagih ditunjukan jika penjualan kredit yang dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan.

Secara operasional, aset lancar terhadap kewajiban lancar justru cenderung stabil, hal tersebut mengindikasikan dengan adanya salah saji material, yang cenderung melebihsajikan aset lancar/segi operasional. hal ini juga di tunjukkan dengan adanya perputaran piutang yang cenderung stabil.

Kasus II : MANCHESTER CITY 1. Perkiraan jumlah pendapatan penjualan tiket yang paling masuk akal berdasarkan prosedur analitis. o Harga tiket : VVIP VIP Biasa Anak-anak dan lansia 40 24 16 8

o Data tahun 2012 : Total penonton 1.222.300

Jumlah pertandingan : Pertandingan di Liga Pertandingan di Eropa 42 28

Jadi, perkiraan pendapatan penjualan tiket yaitu Pertandingan LIGA : VVIP VIP Biasa 40 378.913 (3I% 1.222.300) = 15.156.520

24 415.582 (34% 1.222.300) = 9.973.968 16 232.237 (19% 1.222.300) = 3.715.792 195.568 (16% 1.222.300) = 1.564.544 + = 30. 410.824 30. 410.824 42 = 1.227.254.608

Anak-anak dan lansia 8

Pertandingan Eropa : VVIP VIP Biasa 40 317.798 (26% 1.222.300) 24 354.467 (29% 1.222.300) 16 293.352 (24% 1.222.300) = 12.711.920 = 8.507.208 = 4.693.632 = 2.053.464 + = 27.966.224 27.966.224 28 = 783.054.272 o Kertas kerja tahun lalu menunjukan bahwa jumlah penonton untuk pertandingan Eropa 25% lebih banyak dari Liga : Pertandingan Eropa : VVIP 40 397.247,5 (26% 1.527.875) = 15.889.900

Anak-anak dan lansia 8 256.683 (21% 1.222.300)

VIP Biasa

24 443.083,75 (29% 1.527.875) = 10.634.010 16 366.690 (24% 1.527.875) = 5.867.040

Anak-anak dan lansia 8 320.853,75 (21% 1.527.875) = 2.566.830 + = 34.957.780 34.957.780 28 = 978.817.840 o Tiket tahun ini mengalami peningkatan 10% Pertandingan LIGA : VVIP VIP Biasa 44 378.913 (3I% 1.222.300) = 16.672.172

26,4 415.582 (34% 1.222.300) = 10.971.364,8 17,6 232.237 (19% 1.222.300)= 4.087.371,2

Anak-anak dan lansia 8,8 195.568 (16% 1.222.300)= 1.720.998,4 + = 33.451.906,4 33.451.906 42 = 1.404.980.052 Pertandingan Eropa : VVIP VIP Biasa 44 317.798 (26% 1.222.300) = 13.983.112

26,4 354.467 (29% 1.222.300)= 9.357.928,8 17,6 293.352 (24% 1.222.300)= 5.162.995,2

Anak-anak dan lansia 8,8 256.683 (21% 1.222.300)= 2.258.810,4 + = 30.762.846,4 30.762.846,4 28 = 861.359.688

2. Apakah jumlah pendapatan tiket yang dilaporkan wajar ? Berapakah kisaran jumlah pendapatan tiket yang disajikan masih dalam kategori wajar menurut anda ?

Menurut kelompok kami jumlah pendapatan tiket yang dilaporkan belum dapat dikatakan wajar khususnya untuk liga eropa. Menurut kelompok pendapatan tiket yang wajar adalah sebesar 1.840.177.528 (978.817.840 + 861.359.688). Sesuai dengan keterangan yang tertera bahwa berdasarkan kertas kerja tahun lalu jumlah penonton untuk pertandingan di Eropa lebih banyak 25 % daripada penonton untuk Liga selain itu pada tahun ini tejadinya peningkatan harga tiket sebesar 10 %. Pada tahun 2012 pun laga untuk promosi yang dilakukan oleh Manchester City lebih banyak dilakukan di liga Eropa ketimbang di liga Inggris.

KASUS III : PT SUMBER JAYA ABADI Pengujian Pengendalian: 1. Pilih sample catatan transaksi penjualan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca, dan periksa dokumen faktur penjualan tersebut apakah benar terjadi, serta periksa nomor faktur apakah urut sesuai dengan tanggal faktur, misal: tgl 31 Des 2012 nomor faktur 123, maka tgl 1 Jan 2013 nomor faktur 124. Jurnal Adj: o Untuk Faktur Nomor 355 DEBET PIUTANG PENJUALAN HPP PERSEDIAAN o Untuk Faktur Nomor S365 DEBET PIUTANG PENJUALAN HPP 5000000 KREDIT 8000000 8000000 4000000 4000000 KREDIT 6000000 6000000

PERSEDIAAN (Utk No.Faktur S365) Hpp

5000000

2. Bandingkan tanggal pada faktur penjualan dengan tanggal pada dokumen pengiriman barang (bukan penerimaan barang). 3. Bandingkan tanggap pada faktur penjualan dengan tanggal transaksi tersebut dicatat pada jurnal penjualan Kesimpulan: No.Faktur tidak urut, dan tanggal faktur tiak sama dengan tanggal pengiriman barang, hal ini menunjukkan bahwa pengendalian internal perusahaan tidak baik.