Anda di halaman 1dari 10

MAHATMA GANDHI-PERJUANGAN DAN PEMIKIRANNYA

.apabila kekerasan dibalas dengan kekerasan hanya akan melahirkan kebencian dan tidak melahirkan bibit-ninitpermusuhan baru. Gandhi mengajarkan kita pada pentingnya memperjuangkan sesuatu berdasarkan kebenaran(satyagraha). Lebih lanjut, perjuangan itu juga harus berada di jalan yang benar dan bermoral. Gandhi telah mulai merintis perjuangannya sejak di berada di Afrika Selatan. Pada tahun 1893 dimana dia melihat adanya perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap masyarakat India, serta masyarakat kulit hitam di sana untuk melakukan tindakan non-kooperasi terhadap pemerintah / penguasa Afrika Selatan. Gandhi menemukan penindasan tidak hanya pada mereka yang membangkang, namun juga pada yang luka-luka dan meregang nyawa. Dalam catatan hariannya, Gandhi menulis, "Saat itu tak ada orang Eropa yang bersedia membantu membalut luka mereka...Kami harus membersihkan luka-luka orang Zulu yang tidak dirawat setidaknya setelah lima atau enam hari yang lalu, karena itu luka-lukanya membusuk dan sangat menakutkan. Kami menyukai pekerjaan kami."Situasi itu menjadi peletup kesadaran Gandhi bahwa kekerasan tak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Bila mata dibalas dengan mata, semua manusia akan gelap mata. Kesadaran lain yang muncul saat itu adalah bahwa ia harus memberikan pelayanan terhadap semua manusia dengan segenap jiwa raganya. Kesadaran ini diwujudkan dalam prinsip perjuangan: bramkhacharya (mengendalikan hasrat seksual), satyagraha (kekuatan kebenaran dan cinta), swadeshi (memenuhi kebutuhan sendiri) dan ahimsa (tanpa kekerasan terhadap semua makhluk). Setelah itu, Gandhi terus-menerus melakukan perlawanan kesewenang-wenangan dengan gerakan tanpa kekerasan. Misalnya, Gandhi menolak aturan diskriminatif dengan mogok makan, berjalan kaki bermil-mil, membuat garam sendiri ketika semua rakyat harus membeli garam dari pemerintah Inggris, dan sebagainyaBagi

Gandhi, hasrat seksual merupakan sumber dari kejahatan dan cenderung mementingkan diri sendiri, yaitu nafsu, amarah, dan agresi. Hasrat seksual dapat ditaklukkan melalui penolakan terhadap adanya pamrih yang selalu mengikuti perbuatan, untuk itulah ia bertekad menjalani prinsip bramkhacharya. Ketiadaan pamrih dapat dilakukan bila jiwa terikat pada prinsip Kebenaran Ilahiah. Inilah prinsip satyagraha, yaitu kepercayaan bahwa jiwa dapat diselamatkan dari kejahatan dunia, dan juga dapat memberikan pertolongan, sejauh jiwa itu senantiasa berada dalam pencariannya terhadap Tuhan melalui kebenaran dan hanya kebenaran.Swadeshi dapat diartikan dalam beberapa arti yang bermacammacacm oleh kaum politik India itu sendiri. Ada yang mengartikan sebagai suatu boikot tak mau membeli barang-barang buatan Inggris, yakni sebagi suatu taktik pejuangan menyerang. Ada pula yang mngartikan sebagai hanya sebagai usaha positif memajukan kerajinan sendiri, pertukangan sendiri, industrialisme sendiri. Ada yang memandangnya sebagai suatau senjata politik, dan ada yang pula yang memandangnya sebagai suatu usaha ekonomi yang bersangkutan dengan politik sama sekali.Sementara itu, ahimsa adalah kekuatan cinta, suatu penghormatan pada semua bentuk kehidupan. Ini adalah ajaran yang dimiliki semua agama, yaitu manusia memiliki kewajiban menghindari kejahatan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik di dunia. Tentang ahimsa Gandhi menyatakan, "Ahimsa...bukan sekadar tingkatan tidak melakukan penyerangan secara negatif tetapi...tingkatan cinta yang positif, berbuat baik bahkan kepada pelaku kejahatan". Ajaran Gandhi ini didasarkan pada beberapa asumsi. Pertama, kemerdekaan dan kesejahteraan hanya dapat dimulai dari kemandirian individu. Maka masingmasing individu-individu harus mampu menyalurkan hasrat negatifnya pada tindakan-tindakan positif.Kedua, Gandhi meyakini bahwa perkembangan dan kemajuan akan diperoleh tidak melalui konsesi-konsesi dan reformasireformasi konstitusional, tetapi melalui perjuangan yang dilakukan oleh rakyat sendiri secara bersama. Untuk dapat membangkitkan kebersamaan itu dibutuhkan kekuatan cinta dan kerelaan untuk mengalami penderitaan rakyat. Cinta dan penderitaan sesama inilah yang dapat merekatkan perbedaan identitas dalam relasi saling ketergantungan yang dapat menghentikan konflik.Melalui ajarannya itu, sejak tahun 1906, Gandhi terus-menerus berjuang melawan penjajahan dengan cinta dan solidaritas. Sejak tahun itu,

Gandhi menyerukan kepada seluruh rakyat India untuk membuat beberapa bentuk kerajinan tangan sehingga tak ada lagi yang akan menjadi beban masyarakat. Gandhi berseru kepada rakyat India untuk menemukan kembali hubungan yang murni dan orisinil antara manusia dengan alam, karena dia yakin bahwa perceraian dengan alam adalah sumber dari segala penyakit.Gandhi berseru agar rakyat mendidik dirinya mengenai dasar-dasar kesehatan dan lingkungan yang sehat, supaya bisa mencegah dan menghentikan bibit-bibit penyakit. Gandhi berseru agar melakukan berbagai aktivitas semacam pemeliharaan hutan dan memelihara lebah, membuat barang pecah belah dan kertas, sehingga tak ada seorang pun yang tidak mempunyai makanan, peralatan atau buku.Gandhi berseru untuk mengembangkan pendidikan dasar melalui program kerja dan belajar di sekolah, sehingga anak-anak tumbuh dengan mengetahui cara membaca, menulis dan bagaimana bekerja dengan tenaga fisik. Gandhi menyerukan kepada rakyat berpartisipasi dalam majelis-majelis desa dan dengan cara ini rakyat dapat belajar memecahkan masalahnya sendiri.Gandhi dengan ajaran anti kekerasan (ahimsa) yang dilakukan untuk kemerdekaan India telah memberi inspirasi kepada seluruh dunia. Dengan ajaran-ajarannya tersebut, hidup sederhana pun ia jalani. Dengan ahimsa perlawanannya cukup memberikan kekuatan kepada rakyat untuk turut serta melawan kekerasan. Ahimsa adalah perjuangan dengan kekuatan cinta dan kasih sayang. Perjuangan untuk tidak menyakiti baik fisik maupun pikiran sehingga ahimsa bukan semata-mata menyakiti secara fisik. Melainkan perjuangan untuk melawan suatu ketidakbenaran. Ajaran ahimsa yang dianut oleh Gandhi menurut penulis merupakan bentuk representasi dari pengalaman uang diterimanya dalam lingkingan keluarganya, karena sebagaimana yang telah diketahui bahwa Gandhi berasal dari keluarga yang religius yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan rasa cinta kasih terhadap sesame.Ajaran selanjutnya dari Gandhi adalah swadesi atau berusaha untuk mandiri dengan mencukupi kebutuhan diri sendiri. Ini tidak serta merta dilakukan begitu saja, namun harus dibangun sistem untuk menciptakan kekuatan baik pada diri maupun kepada rakyat. Misalnya membangun perekonomian yang menghidupkan kekuatan masyarakat sehingga menghilangkan ketergantungan pada pihak asing. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian ini, karena disinilah karakter masyarakat dibentuk untuk melakukan pengendalian diri. Bagi penulis, ajaran ini merupakan bentuk kekhawatiran Gandhi terhadap masuknya

produk-produk asing ke India sehingga masyarakat India semakin konsumtif untuk itulah kemudian dia mengajak rakyat India agar mau untuk memproduksi barang-barangnya sendiri tanpa harus bergantung terhadap produk asing.Bramkhacharya merupakan salah satu prinsip ajaran Gandhi yang terlihat tidak terlalu menonjol dibanding ajaran-ajarannya yang lain. Ajaran ini memusatkan diri pada pengendalian hawa nafsu (seksual), dimana dia beranggapan bahwa segala kejahatan di muka bumi ini dapa diredam apabila manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya. Bagi penulis ajaran tersebut cukup baik, namun mematikan hasrat seksual bagi manusia dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri.Melalui satyagraha, berpegang teguh pada kebenaran yang dibarengi dengan teladan membuat Gandhi diikuti oleh banyak pengikutnya. Apalagi dengan ditambah kejujuran dan kesederhanaan Gandhi. Satyagraha menekankan sebuah perjuangan menentang ketidakadilan melalui kesediaan diri menanggung penderitaan. Beberapa gerakan satyagraha yang dipimpin Gandhi di India adalah berjuang untuk para petani miskin pribumi Champaran, pemogokan buruh pabrik di Ahmedabad dan Kheda, melakukan pembaruan pada Konggres Nasional India dan yang paling fonumental adalah mengubah resolusi penting menuntut status dominian bagi India dibawah pengawasan gerakan Satyagraha di seluruh India di Kalkutta pada Desember 1928. Gandhi adalah pemimipin yang paling inspirasional pada awal abad 20. Advokasinya tentang aksi ketidakpatuhan warga serta tanpa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk mencapai perubahan sosial yang mempengaruhi pergerakan-pergerakan lain di dunia, seperti perjuanagan Marthin Luther King Jr. di Amerika Serikat yang terinspirasi oleh perjuangannya dalam menuntut persamaan hak dan penghapusan tindakan diskriminasi antara masyarakat kulit putih terhadap masyarakat kulit hitam.Jika ajaran Mahatma Gandhi diikuti, relatif hal itu akan bisa terhindari. Andaikan banyak pihak mau mengikuti gerakan ahimsa (ajaran yang menolak kekerasan), maka korban kemanusiaan tidak akan terjadi. Karena apabila kekerasan dibalas dengan kekerasan hanya akan melahirkan kebencian dan tidak melahirkan bibit-ninit permusuhan baru. Gandhi mengajarkan kita pada pentingnya memperjuangkan sesuatu berdasarkan kebenaran (satyagraha). Lebih lanjut, perjuangan itu juga harus berada di jalan yang benar dan bermoral.

Dalam bermasyarakat dan memperjuangkan hak-hak rakyat India beliau memperlihatkan keperduliannya yang mendalam terhadap tegaknya hak, harkat dan martabat setiap umat manusia. Pengembangan diri INTUITIVE FEELER Beliau hanya berusaha menularkan kasih sayang dan sikap anti kekerasan dan diskriminasi untuk membuat orang menciptakan perdamaian dunia bersama Pengembangan Hippocampus Mahatma Gandhi berpandangan bahwa setiap manusia di dunia memiliki persamaan derajat dan menyamaratakan setiap manusia. Beliau menciptakan hubungan yang dekat dan nyaman dengan setiap orang Pengembangan diri INTUITIVE FEELER ISI

Siapa yang tidak kenal Mahatma Gandhi. Lahir di Porbandar, Gujarat, India, 2 Oktober 1869 meninggal di New Delhi, India, 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun, adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India. Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Mahatma Ghandi dikenal sebagai pemimpin yang idealis (intuitive feeler). Kaum ini dikenal sebagai tipe yang peduli akan sesamanya, serta sangat memahami dirinya dan orang lain. Maka tak heran bila Mahatma Ghandi juga seorang pemimpin spiritual, karena memang kelompok idealis adalah kelompok paling filosofis spiritual. Idealis senang menggunakan kemampuan mereka untuk memahami dan menghubungkan diri mereka dengan orang lain. Para kaum idealis ini sangat tahu bagaimana cara mereka memotivasi orang lain. Mereka paham bagaimana bekerja sama dengan baik, dan kemampuan komunikasinya yang baik membuat orang-orang disekitarnya bersemangat dan menaruh perhatian pada mereka. Namun terkadang, karena cenderung lebih menggunakan perasaan mereka, orang idealis menjadi terkesan menyulitkan dan subjektif. Tipe orang idealis ini cenderung sangat tahu bagaimana memaksimalkan penggunaan otak mereka, terutama pada bagian neocortex. Bagian otak ini adalah bagian yang mengatur manusia untuk

melakukan apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Otak ini sangat berperan dalam pemikiran tingkat tinggi dan kreativitas yang dihasilkan oleh sang idealis. Namun tentunya, otak ini tidak bekerja sendiri dalam pembentukan temperamen idealis. Selain memaksimalkan neocortex, sang idealis pun tentunya sangat ahli dalam menggunakan sistem lymbic mereka, yang terdiri atas amyangdala dan hippocampus. Amyangdala inilah yang membuat orang idealis sangat ekspresif dan memahami bagaimana kondisi lingkungan sekitarnya. Tentunya, selain menangkap ekspresi dan emosi orang lain, kita pun harus membalas ekspresi dan emosi dari orang lain. Tujuannya, agar tidak terjadi miss communication dalam hubungan dan menghasilkan timbal balik yang baik bagi setiap orang. Sedangkan hippocampus, yang berperan dalam ingatan jangka panjang pun tidak kalah sering digunakan oleh sang idealis, karena sebenernya idealis senang meneliti hal-hal kecil yang unik yang dimilik setiap orang. Oleh karena itu, tidak heran bila sang idealis suka mengetahui hal-hal yang tidak diketahui orang lain. Mahatma Gandhi merupakan sosok pemimpin yang cenderung pada karakter rasionalis. Dengan pemikirannya, dia mampu mengangkat hak dan martabat masyarakat India dengan prinsip pemberdayaan mandiri yang berpegang pada 4 pilar unggulannya, yakni bramkhacharya (mengendalikan hasrat seksual), satyagraha (kekuatan kebenaran dan cinta), swadeshi (memenuhi kebutuhan sendiri) dan ahimsa (tanpa kekerasan terhadap semua makhluk). Namun di balik kebijaksanaan sosok seorang mahatma Gandhi, beliau memiliki nilai minus dalam hal interaksi dengan lingkungan sekitar (komunikasi). Salah satunya adalah sifat pemalu yang beliau tanamkan hanya malah membuat beliau menjadi pribadi yang cukup lama mengenal dan dikenal oleh lingkungan. Salah satu contoh kasus yang membuktikan sosok pemalu beliau ialah ketika beliau ingin menyampaikan pendapat tentang pengeluaran salah satu anggota dari kelompok vegetarian (salah satu kelompok yang pernah diikuti oleh Mahatma Gandhi), dikarenakan dia menolak prinsip fanatisme yang menjadi landasan kelompok itu sendiri. Akhirnya karena beliau tidak mampu mengungkapkan secara lisan, beliau menuliskannya di atas secarik kertas dan meminta orang lain membacakannya untuk sang ketua Dr.Alinnson karena kekeluan lidah beliau untuk berpendapat di hadapan umum. Bukti lainnya adalah berasal dari pernyataan Dr. Oldfield, yang mengatakan Anda cukup lancar saat berbicara dengan saya , tapi mengapa anda tidak pernah membuka mulut

saat pertemuan komite? Anda seperti lebah jantan, namun walau disindir dengan pernyataan yang demikian, beliau menghargai pernyataan dari Dr.oldfield tersebut. Seperti yang pernah beliau sampaikan dalam Autobiografi beliau sendiri, bukannya saya tak tertarik berbicara, tapi saya tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan diri. Tapi tentu saja, sebagai seorang yang idelalist , beliau akan disibukkan dengan waktu-waktu untuk berpikir, merenung dalam mencari hikmah kepemimpinan yang berpegang pada prinsip keadilan, kedamaian, dan kemandirian. Dengan pola komunikasi beliau yang seperti itu, mengajarkan beliau untuk berkasih sayang kepada masyarakat India, sehingga jiwa kepemimpinan beliau kental akan kebijaksanaan dan perhatian terhadap keadaan dan nasib masyarakat India sehingga beliau digelari dengan sebutan Mahatma (Jiwa yang agung ). Pola interaksi kepemimpinan seperti beliau mungkin bisa dicontohkan seperti seorang Mohammad Hatta, yang lebih memilih untuk menghargai nilai-nilai keluhuran, kebenaran, dan spritualis. Untuk menemukan hikmah dari nilai-nilai tersebut, kedua sosok ini dituntut untuk mempelajari filosofis spiritual lewat kegiatan merenung serta berkhidmat, dengan konsekuensi mereduksi hubungan langsung dengan masyarakat luas. Mahatma Gandhi adalah tokoh besar India yang telah membawa pengaruh besar bagi perjuangan kemerdekaan masyarakat India dengan kepemimpinannya. Prinsip utamanya yaitu satyagraha, sering diterjemahkan sebagai jalan yang benar atau jalan menuju kebenaran yang juga telah menginspirangi tokoh perdamaian dunia lainnya seperti Nelson Mandela dan Martin Luther King, Jr. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa). Prinsip ini menekankan sebuah perjuangan menentang ketidakadilan melalui kesediaan diri menanggung penderitaan, dan melawan pelaku kejahatan dengan cara nirkekerasan (non-violence). Meluasnya pengaruh ajaran-ajaran dan prinsip perdamaian Gandhi ini tentu tidak terlepas bagaimana Gandhi mampu menerapkan metode kepemimpinannya di masyarakat. Gandi yang pernah mengenyam pendidikan hukum di Inggris, memutuskan untuk pergi ke Afrika Selatan untuk menangani kasus hukum yang penuh dengan diskriminasi dan kekerasan. Disinilah Gandhi mendapatkan berbagai prinsip-prinsipnya terutama dalam memperjuangkan rakyat India yang terdiskriminasi dengan adanya politik apartheid. Selain melakukan perlawanan politik,Gandhi juga

mengkampanyekan nilai-nilai sosial dikalangan kawan-kawan sebangsanya untuk selalu berjiwa progresif, baik dalam kehidupan sosial maupun moral. Beliau juga mendirikan berbagai organisasi politik dalam usahanya melakukan reformasi politik dan social. Cikal bakal dari gerakan satyagraha berasal dari semangat Gandhi dalam menentang sebuah undang-undang di Afrika Selatan yang sangat memberatkan dan merendahkan kaum India. Orang-orang India di bawah kepemimpinan Gandi bersumpah akan menanggung semua penderitaan yang ditimbulkan akibat pertentangan yang mereka lakukan. Mereka juga siap menerima hukuman, bahkan bertekad siap menyongsong maut daripada harus tunduk pada aturan yang merendahkan martabat. Puncaknya, Gandhi secara langsung dipanggil oleh gubernur Afrika Selatan untuk melakukan negosiasi yang menghasilkan penyelesaian dengan adanya kompromi. Terlihat bahwa, dalam bermasyarakat dan memperjuangkan hak-hak rakyat India beliau memperlihatkan keperduliannya yang mendalam terhadap tegaknya hak, harkat dan martabat setiap umat manusia, keperduliannya terhadap kaum yang mengalami diskriminasi dan kekerasan, pemikiran yang membaur dengan agama lain serta perdamaian dunia untuk mencapai kesejahterahan bersama. Beliau hanya berusaha menularkan kasih sayang dan sikap anti kekerasan dan diskriminasi untuk membuat orang menciptakan perdamaian dunia bersama. Mahatma Gandhi berpandangan bahwa setiap manusia di dunia memiliki persamaan derajat dan menyamaratakan setiap manusia. Karena itu, beliau pastilah juga menjaga hubungan baik dengan setiap orang. Beliau menciptakan hubungan yang dekat dan nyaman dengan setiap orang karena tujuannya adalah untuk kemakmuran dan perdamaian seluruh manusia didunia. Gandhi selalu mengusahakan perdamaian dunia, anti kekerasan, dan anti diskriminasi, pastilah keseimbangan dengan moralitas akan selalu terjaga di dalam masyarakat. Mahatma Gandhi berusaha membuat dan mengimplementasikan perubahan agar tindakan seperti praktek kekerasan dan diskriminasi tidak lagi terjadi. Karakteristik yang dimiliki oleh Mahatma Gandhi yaitu tertantang pada proses. Beliau mempertaruhkan berbagai hal demi terwujudnya suatu dunia yang aman dan sejahtera tanpa diskriminasi dan kekerasan. Kedua, beliau menginspirasi visi yang jelas dan prinsip yang dimiliki untuk mencapai tujuan bersama. Disinilah peran beliau dalam memotivasi dan membimbing para pengikutnya dalam mencari jalan yang benar melalui kejujuran,

kebaikan dan keadilan untuk seluruh umat manusia. Ketiga, memungkinkan orang lain untuk bertindak. Ini terlihat dari perilaku beliau yang selalu terbuka kepada pengikutnya dan tidak pernah memaksakan kehendak dan keinginannya pribadi. Wewenang kharismatik adalah wewenang yang dimiliki oleh Mahatma Gandhi. Meskipun beliau bukan seorang pemimpin yang diangkat oleh masyarakat melalui prosedur dan prasyarat tertentu, namun beliau mampu mengajak, memotivasi dan membimbing pengikut dan masyarakat untuk menolak dengan keras adanya kekerasan, diskriminasi dan memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Selain itu, walau dengan penempilannya yang sederhana, namun dengan pemikiran dan ajaranajarannya masyarakat dunia terinspirasi dan bersedia menjadi pengikut sejati Gandhi. Sebelum masa kemerdekaan India, Mahatma Gandhi memiliki visi politik yaitu mengedepankan pentingnya suatu negara untuk peduli pada pemerataan khususnya pada bidang ekonomi. Hal ini dapat diwujudkan dengan bentuk pemerintahan yang pro akan desentralisasi ekonomi. Gandhi berpendapat bahwa kesengsaraan dan kemiskinan yang dirasakan rakyat India disebabkan oleh penjajahan koloni Inggris. Mahatma Gandhi berpegang teguh pada ekonomi dan industri kerakyatan, serta pembangunan ekonomi pedesaan untuk memperbaiki perekonomian di India secara mandiri. Beliau menggunakan roda pintal sebagai simbol kembalinya kehidupan desa yang sederhana dan memulai industri asli India. Mahatma Gandhi juga melakukan pemboikotan secara besar-besaran terhadap barang-barang produksi Inggris. Langkah ini diambil dengan harapan dapat mendorong terciptanya Negara Kesejahteraan (Welfare State) di India untuk selanjutnya mampu menggalang dukungan dari negara lain terhadap kemerdekaan India. Menurut Gandhi, kesejarhteraan terdiri dari kesejahteran material dan non-material. Setiap masyarakat India dibentuk untuk menjadi individu yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya atau paling tidak dirinya sendiri. Dengan kata lain, kemandirian sudah dimulai dari setiap warga untuk selanjutnya membangun konteks yang lebih besar, yaitu kemandirian negara India. Mahatma Gandhi juga mengeluarkan kata-kata sebagai sumpah masyarakat India, yaitu: hanya akan menggunakan pakaian terbuat dari kapas, wol atau sutera yang diproduksi India, baik hasil tenunan maupun pemintalan dengan tangan

Hal ini bukan bertujuan untuk memisahkan atau mengeksklusifkan India dari dunia luar, akan tetapi merupakan suatu wujud solidaritas bersama di antara masyarakat India untuk mengembangkan industri dan perekonomiannya. Corak industri dan kebudayaan India yang berbeda antara India dengan Eropa membuat Gandhi merencanakan pembangunan ekonomi secara kreatif yaitu berperikemanusiaan. Gandhi memilki pemikiran ekonomi yang selalu berpegang bahwa individu adalah pertimbangan tertinggi. Pemikiran Gandhi yang khas terdiri dari 3 hal yang menjadi landasaan dari perencanaan ekonomi di India, antara lain adalah sebagai berikut. Tujuan perekonomian India adalah pertumbuhan ekonomi yang terbatas. Pembatasan dan penyederhaan dilakukan pada kebutuhan dan barang. Penggunaan mesin dalam skala besar tidak dapat diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Mesin hanya digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Mesin tidak boleh menguasai manusia atau menggantikan fungsi manusia untuk bekerja. Dalam perekonomian, Gandhi memiliki visi yang cenderung anti pasar. Perekonomian yang baik tidak hanya mencukupi kebutuhan pasar. Gandhi menciptakan istilah Swadeshi yang berarti produksi ekonomi yang berorientasi pada asas kemanfaatan, termasuk menekankan pentingnya komitmen konsumen untuk membeli barang hasil produksi dan jasa dari produsen terdekat. Gandhi menulis, Swadeshi adalah semangat di mata kita harus membatasi diri untuk hanya menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan oleh lingkungan terdekat kita dan menghindari produksi yang dihasilkan jauh dari lingkungan kita. Dalam perspektif ekonomi, saya hanya akan memakai barang-barang yang dihasilkan oleh tetangga dekat dan melindungi industri-industri tersebut dengan menjadikan mereka lebih efisien dan sempurna, jika mereka belum bisa mencapainya.

Anda mungkin juga menyukai