Anda di halaman 1dari 14

Siklus pengeluaran (perolehan & pembayaran) AKTIVA TETAP

Oleh : Firma Pratiwi & Shanti Widnyani

Siklus Pengeluaran (Perolehan dan Pembayaran)


Siklus pengeluaran terdiri dari TRANSAKSI PEMEROLEHAN

barang atau jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat


berupa AKTIVA TETAP dan SURAT BERHARGA yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka

waktu lebih dari SATU TAHUN.


Tujuannya yaitu untuk MENGEVALUASI apakah akun dipengaruhi oleh perolehan barang dan jasa dan apakah

pengeluaran kas untuk perolehan tersebut secara WAJAR


disajikan sesuai dengan PRINSIP AKUNTANSI yang diterima umum.

AKTIVA TETAP
KEKAYAAN perusahaan yang memiliki WUJUD, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari SATU TAHUN, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan KEGIATAN perusahaan, BUKAN UNTUK DIJUAL kembali.

Jenis-jenis aktiva tetap


1. Tanah dan perbaikan tanah 2. Gedung dan perbaikan gedung 3. Mesin dan ekuipmen pabrik 4. Mebel 5. Kendaraan

JURNAL
1. Aktiva tetap Kas 2. Biaya depresiasi Akumulasi depresiasi aktiva tetap 3. Akumulasi depresiasi aktiva tetap Rugi penghentian pemakaian aktiva tetap Aktiva tetap 4. Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap Kas Persediaan suku cadang Gaji dan upah Biaya overhead pabrik yang dibebankan xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx

Kelompok Transaksi, Akun Fungsi Bisnis, serta Dokumen dan Catatan Terkait

untuk Siklus Perolehan dan Pembayaran


Kelompok Transaksi
Perolehan Persediaan Properti, Bangunan Pabrik & Peralatan Beban Dibayar Dimuka Perbaikan Hutang Usaha Beban Manufaktur Beban Penjualan Beban Administratif Penerima barang dan jasa Pengakuan kewajiban Laporan penerimaan Berkas Transaksi Perolehan Jurnal Atau Daftar Perolehan Faktor Pemasok Memo Debet Voucher Berkas Induk Hutang Usaha Neraca Saldo Hutang Usaha Laporan Tagihan Pemasok Pengeluaran kas Kas bank ( pengeluaran kas) hutang usaha potongan pembelian Pemrosesan dan pembukuan pengeluaran kas Cek Berkas transaksi pengeluaran kas Jurnal atau daftar pengeluaran

Akun

Fungsi Bisnis
Pemrosesan pesanan pembelian

Dokumen & Catatan


Permintaan pembelian Pesanan pembelian

TUJUAN AUDIT AKTIVA TETAP


Internal control
Pencatatan & otorisasi Pembebanan penyusutan

Persediaan

Capital expenditure

Jaminan

PABU

PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP

PEROLEHAN

PENGGUNAAN

PENARIKAN

STANDAR PENGENDALIAN INTERNAL


Tujuan Audit Transaksi Terkait Pengendalian Intern Kunci Pengeluaran kas yang dibukukan adalah untuk barang dan Adanya pemisahan tugas yang mencukupi antara hutang jasa yang sebenarnya diterima (kebenaran) usaha dan berwenang menandatangani cek. Dokumen pendukung diperiksa sebelum penandatanganan oleh orang yang diotorisasi. Persetujuan pembayaran pada saat cek ditandatangani.

Pengeluaran kas yang telah dibukukan (kelengkapan)

Cek bernomor cetak dan dipertanggung jawabkan. Rekonsiliasi bank disiapkan setiap bulan oleh seorang pegawai independen mengenai membukukan pengeluaran kas atau yang berwenang atas aktiva.

Pengeluaran kas yang dibukukan yang semestinya (akurasi)

Kalkulasi dan jumlah harus diverifikasi secara internal. Rekonsiliasi bank disiapkan setiap bulan oleh seseorang yang independent

Transaksi pengeluaran kas diklasifikasikan dengan memadai (klasifikasi) Transaksi pengeluaran kas dibukukan pada tanggal yang benar (tepat waktu)

Bagan akun yang memadai. Verifikasi intern atas klasifikasi Prosedur memerlukan pencatatan transaksi sesegera mungkin setelah gaji dibayar. Tanggal diverifikasi secara intern Transaksi pengeluaran kas dimasukkan dalam berkas induk Isi berkas induk penggajian secara internal diverifikasi. hutang usaha dengan semestinya; dan diikhtisarkan dengan Total berkas induk pengajian dibandingkan dengan total semestinya (posting & pengikhtisaran) buku besar.

Tujuan Audit Terkait Transaksi

Pengendalian Intern Kunci

Perolehan yang dibukukan adalah untuk barang dan jasa yang Permintaan pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan diterima, konsisten dengan kepentingan klien yang terbaik barang, faktor pemasok dilampirkan pada voucher. (kebenaran) Perolehan disetujui pada tingkat yang layak. Komputer menerima entri perolehan hanya dari pemasok yang sudah diotorisasi di dalam berkas industri pemasok. Dokumen dibatalkan untuk mencegah penggunaan ulang. Faktur pemasok, laporan penerimaan barang, pesanan pembelian diverifikasi secara internal. Transaksi perolehan yang ada telah dibukukan (kelengkapan) Pesanan pembelian bernomor cetak dan dipertanggungjawabkan. Laporan penerimaan barang bernomor cetak dan dipertanggung jawabkan. Transaksi perolehan secara akurat telah dibukukan (akurasi) Kalkulasi dan penjumlahan secara internal diverifikasi. Total batch dibandingkan dengan laporan ikhtisar komputer Perolehan disetujui dengan harga dan potongan.

Transaksi perolehan telah diklarifikasi dengan benar (klarifikasi)

Bagan akun yang memadai digunakan. Klasifikasi akun diverifikasi secara internal

Transaksi perolehan dibukukan pada tanggal yang benar (tepat Prosedur mengharuskan pembukuan transaksi sesegera mungkin waktu) setelah barang dan jasa diterima. Tanggal diverifikasi secara internal.

Transaksi perolehan dimasukkan dengan benar ke berkas induk Isi berkas induk hutang diverifikasi secara internal.
hutang usaha dan persediaan dan diikhtisarkan dengan benar Berkas induk atau total neraca saldo hutang usaha dibandingkan (posting dan pengikhtisaran). dengan saldo buku besar.

KEANDALAN CATATAN AKUNTANSI KEBERADAAN & KETERJADIAN AKTIVA TETAP

TUJUAN UJI SUBSTANTIF

KELENGKAPAN AKTIVA TETAP KEPEMILIKAN KLIEN ATAS AKTIVA TETAP PENILAIAN AKTIVA TETAP PENYAJIAN & PENGUNGKAPAN AKTIVA TETAP

AUDIT PERTAMA KALI


1. Auditor mempunyai kewajiban untuk MENVERIFIKASI saldo awal aktiva tetap

2. Verifikasi tersebut dilakukan oleh auditor meliputi


periode sejak saat aktiva tetap tersebut DIPEROLEH sampai dengan AWAL TAHUN yang diaudit 3. Semua BUKTI yang mendukung transaksi

pemerolehan & mutasi aktiva tetap yang rinci

diperlukan

oleh

auditor

dalam

audit

yang

PERTAMA kali untuk diverifikasi oleh auditor.

PROSEDUR AUDIT
Berbagai prosedur audit diklasifikasikan menjadi empat golongan : prosedur audit awal, prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci, pengujian terhadap akun rinci, dan verifikasi penyajian dan pengungkapan.
PROSEDUR AUDIT

Terimakasih

Auditing II
Gusti Ayu Made Firma Pratiwi Ni Made Shanti Widnyani