Anda di halaman 1dari 22

KONSEKUENSI DARI CUSTOMIZATION PADA KARAKTERISTIK INFORMASI SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI PROPINSI

SUMATERA UTARA Oleh Romasi Lumban Gaol UNIKA St. Thomas Medan Mohammad Nasi Universitas Diponegoro ABSTRACT The aim of this study is to test a direct and indirect effects of the Customization on management accounting system information characteristic through the interdependence as intervening variable. The existence of inconsistencies between empirical result, about customization variable effect on management accounting system information characteristic, is a motivation in doing this research. The data used of this research was perception from a production manager and sales manager. The collected data by contact person. A 400 uestionaires were sent to production manager and sales manager industries in !ort "umatera #rovince, and $4$ respondents give their perceptions. The data are analyzed by using "%& and "#"" $0.0 The results of this study shows when customization is implemented as a strategic priority, the interdependence between those departments will increase. The result also showed that customization, as a strategic priority, does not have a direct relation with management accounting system but rather operates via the interdependencies. This results indicate that management accounting system is not important for operational decision ma'ing, as customisation is pursued as strategic priority. (ey words ) customization, interdependence, management accounting system, broad scope, integration, aggregation, and timelines !" PENDAHULUAN !"!" La#a $ela%an& Masalah Tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan ekonomi, yang memaksa banyak perusahaan untuk mengubah se ara dramatis ara mereka mengoperasikan bisnis. !erubahan ini menyebabkan ter iptanya lingkungan baru pada akuntansi mana"emen. Salah satu #aktor kun i dari perubahan ini antara lain$ orientasi kepada customer % &'ansen dan Mo(en, )***+. Customer tidak dapat lagi disatukan dalam ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
%

De#inisi customer dapat diartikan sebagai pelanggan atau konsumen. !elanggan adalah pembelian berulang kali dan konsumen adalah orang yang meman#aatkan produk-"asa. Customer dalam

penelitian ini men akup pelanggan dan konsumen, sehingga customer tidak diter"emahkan ke dalam bahasa Indonesia dan tetap ditulis dengan etak miring &Mulyadi dan Setya(an, )**%+.

pasar yang homogen tetapi bagaimana keinginan dan kebutuhan customer dapat dipenuhi, sehingga #iloso#i yang digunakan oleh produsen dalam menghasilkan produk dan "asa berubah dari mass production men"adi mass customization &Mulyadi dan Setya(an, )**%+. Se ara tradisional, ran angan sistem akuntansi mana"emen berorientasi pada in#ormasi #inansial internal organisasi. Dengan peningkatan tugas peme ahan masalah yang dihadapi oleh mana"emen, maka ran angan sistem akuntansi mana"emen tidak hanya berorientasi pada data #inansial sa"a tetapi berorientasi pada data yang bersi#at eksternal dan non #inansial &Mia dan .henhall, %//0+. Sistem akuntansi mana"emen &SAM+ merupakan sistem #ormal yang diran ang untuk menyediakan in#ormasi bagi mana"er. Sistem akuntansi mana"emen dapat diran ang untuk menyediakan in#ormasi yang lebih anggih yang tidak hanya memudahkan pengambilan keputusan di dalam departemen tetapi "uga memudahkan koordinasi antar departemen #ungsional &1ou(ens dan Abernethy, )***+. .henhall dan Morris &%/23+ mengidenti#ikasi empat karakteristik in#ormasi SAM yang berman#aat untuk pengambilan keputusan yaitu4 broad scope &lingkup luas+, aggregation &pengumpulan+, integration &penggabungan+, dan timelines &ketepatan (aktu+. Karakteristik in#ormasi yang tersedia tersebut akan men"adi e#ekti# apabila sesuai dengan tingkat kebutuhan pengguna organisasi. 'al ini se"alan dengan pendekatan konti"ensi yang digunakan dalam akuntansi mana"emen yang didasarkan pada suatu premis bah(a tingkat ketersediaan dari masing5masing karakteristik in#ormasi akuntansi mana"emen tidak sama untuk segala situasi &6tley, %/2*+. Customization adalah salah satu satu variabel konti"ensi yang perlu dipertimbangkan dalam meran ang SAM, tetapi masih sedikit menerima perhatian dari peneliti. !enelitian yang telah mengaitkan se ara langsung pengaruh customization dengan karakteristik in#ormasi SAM adalah &1ou(ens dan Abernethy, )***4 7ivi, )**8+. Customization dalam hal ini dide#inisikan sebagai strategi merespon permintaan customer untuk meningkatkan variasi produk lebih istime(a dan kualitas produk terbaik &9ilmore dan !ine, %//:4 Kotha, %//;+. 1ou(ens dan Abernethy &)***+ menemukan bah(a customization sebagai prioritas strategi tidak mempunyai pengaruh langsung dengan karakteristik in#ormasi SAM tetapi melalui interdependensi. 1erdasarkan hasil tersebut menun"ukkan bah(a karakteristik in#ormasi SAM broad scope tidak penting untuk pengambilan keputusan operasional ketika perusahaan menerapkan customization sebagai prioritas strategi. 'asil ini bertentangan dengan hasil penelitian Mia dan .henhall &%//0+4 .hong, &%//3+ yang menyimpulkan bah(a in#ormasi broad scope merupakan karakteristik in#ormasi SAM yang penting untuk pengambilan keputusan. 'asil penelitian Abernethy dan 9uthrie, &%//0+ "uga memberikan bukti bah(a in#ormasi eksternal dan non #inansial sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. !enelitian di Indonesia mangenai pengaruh customization pada karakteristik in#ormasi SAM telah dilakukan oleh 7ivi &)**8+, tapi dengan pembatasan pada karakteristik in#ormasi SAM broad scope dan Aggregation. 'asil penelitian tersebut menemukan bukti bah(a customization berhubungan langsung dengan karakteristik in#ormasi SAM, tanpa melalui interdependensi.

!enelitian5penelitian terdahulu telah memberikan pen"elasan mengenai keterkaitan variabel konti"ensi akan kebutuhan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen. Namun hasil5hasil temuan tersebut belum konsisten, untuk itu penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pelaksanaan strategi customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM, disamping itu beberapa riset empiris dalam akuntansi keperilakuan telah di#okuskan pada hubungan antara variabel kontekstual dan penggunaan sistem akuntansi mana"emen untuk tu"uan pengendalian, tetapi masih relati# sedikit penelitian yang mem#okuskan pada hubungan variabel kontekstual dan peranan sistem akuntansi mana"emen untuk pembuatan keputusan. Selan"utnya masalah yang akan diteliti dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut$ %. Apakah pelaksanaan strategi customization berpengaruh terhadap interdependensi antar departemen < ). Apakah pelaksanaan strategi customization berpengaruh terhadap kebutuhan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen &broad scope, integration, aggregation, dan timelines+ untuk pengambilan keputusan< 8. Apakah interdependensi berperan memediasi hubungan antara customization dan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen &broad scope, integration, aggretation, dan timelines+ !"'" Man(aa# Peneli#ian 'asil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi untuk literatur akuntansi mana"emen. Di samping itu hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mana"er untuk meran ang karakteristik in#ormasi SAM yang sesuai untuk organisasi dalam konteks pengambilan keputusan. Temuan dalam penelitian ini "uga diharapkan dapat memberikan man#aat praktis untuk perusahaan yang menerapkan strategi customization. )" TELAAH TEORI DAN PENGEM$ANGAN HIPOTESIS )"!" Telaah Teo i )"!"!" Customization Menurut 1ou(ens dan Abernethy &)***+ bentuk customization ada dua yaitu mass customization dan tailored customization. &ass customization memungkinkan organisasi memproduksi produk yang bervariasi tanpa merubah progam produksi yang sudah ada. Tailored customization enderung mengharuskan organisasi merubah program produksinya agar bisa menambahkan hal5hal baru sesuai dengan permintaan customer. !ine &%//8+ dan Kotha &%//;+ mengatakan bah(a organisasi yang menerapkan strategi mass customization bisa mempertahankan tipe proses produksi massalnya sehingga hanya sedikit perubahan yang harus dilakukan terhadap program produksi yang ada. Sedangkan tailored customization, organisasi harus merubah program proses produksinya se ara berkelan"utan, karena produknya tidak lagi terdiri dari kombinasi komponen5komponen yang sudah ada. 'al ini mengindikasikan bah(a organisasi bukan hanya harus #leksibel dengan program5program yang sudah ada tapi "uga menuntut organisasi untuk memiliki kemampuan merubah program produksinya untuk memproses produk baru. )"!")" In#e de*endensi

=obbins &%//2+ mengidenti#ikasi tiga bentuk dari interdependensi, yaitu $ #ooled interdependence Ter"adi ketika departemen memenuhi tugas se ara bebas. Misalnya departemen pengembangan produk dan departemen pengiriman. Kedua departemen ini pada hakikatnya terpisah dan "elas terbedakan satu sama lain ). "e uential interdependence Satu kelompok tergantung pada suatu kelompok lain untuk masukannya tetapi ketergantungan itu hanya satu arah. Misalnya departemen produksi dan departemen pen"ualan. Di sini departemen pen"ualan bergantung pada produk "adi yang dihasilkan oleh departemen produksi untuk masukannya. *. +eciprocal interdependence Dimana kelompok>kelompok bertukar masukan dan keluaran beberapa kali sampai produk dikirim ke pelanggan. Misalnya kelompok pen"ualan dan pengembangan produk saling bergantung se ara timbal balik. Kelompok pengembangan produk memerlukan kelompok pen"ualan untuk in#ormasi tentang kebutuhan pelanggan sehingga mereka dapat men iptakan produk yang dapat di"ual dengan sukses. %. )"!"'" Sis#em A%un#ansi mana+emen Sistem akuntansi mana"emen adalah mekanisme pengendalian organisasi dan merupakan alat yang e#ekti# untuk menyediakan in#ormasi yang berguna untuk memprediksi konsekuensi yang mungkin ter"adi dari berbagai aktivitas yang mungkin dilakukan &.hia, %//;+. .henhall dan Morris &%/23+ mengidenti#ikasi empat karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen yaitu $ $. ,road "cope In#ormasi sistem akuntansi mana"emen broad scope adalah in#ormasi yang memperhatikan dimensi #okus &eksternal dan internal+, kuanti#ikasi &#inansial dan non #inansial+, dan time hori?on &ex ante dan ex post+ &.henhall dan Morris, %/23+. In#ormasi broad scope memberikan in#ormasi yang bersi#at internal maupun eksternal bagi perusahaan, in#ormasi non ekonomi &misalnya, kema"uan teknologi, perubahan sosiologis, perkembangan demogra#i+, ekonomi &misalnya, harga, total pen"ualan pasar, pangsa pasar+, estimasi ke"adian yang mungkin ter"adi dimasa yang akan datang &misalnya, in#ormasi mengenai data permintaan output dan input dan kebutuhan produksi di masa depan+, dan in#ormasi yang behubungan dengan aspek5 aspek lingkungan &.henhall dan Morris %/23+. Kemampuan in#ormasi SAM broad scope untuk memenuhi kebutuhuan in#ormasi bagi para mana"er subunit akan meningkatkan kualitas keputusan mereka &.hia, %//;+. -. .ntegration In#ormasi yang terintegrasi terdiri dari in#ormasi tentang aktivitas5aktivitas dari departemen lain di dalam perusahaan. In#ormasi terintegrasi dari sistem akuntansi mana"emen men erminkan bah(a terdapat koordinasi antara segmen dari satu sub5unit dengan sub5unit lainnya &.hia, %//;+. Kompleksitas dan saling ketergantungan antara sub5unit yang satu dengan sub5unit lainnya akan ter erminkan dalam in#ormasi integration &.henhall dan Morris %/23+. Maka semakin banyak "umlah segmen dalam sub5unit atau "umlah sub5unit dalam organisasi, semakin besar kebutuhan akan in#ormasi SAM yang bersi#at integration. In#ormasi terintegrasi berman#aat bagi mana"er ketika mereka dihadapkan untuk melakukan pengambilan keputusan yang mungkin akan berpengaruh pada sub5unit lainnya. *. Aggregation

In#ormasi SAM yang bersi#at aggregation menyediakan ringkasan in#ormasi area #ungsional &misalnya, ringkasan laporan pada aktivitas unit bisnis lain, atau #ungsi lain dalam organisasi+, in#ormasi yang didasarkan pada (aktu tertentu &misalnya, bulanan, atau tahunan+, atau model keputusan &misalnya, apakah mendukung analisa marginal, modul persediaan, analisa cost/volume/profit+ &.henhall dan Morris, %/23+. In#ormasi yang diagregat dengan tepat akan memberikan masukan penting dalam proses pengambilan keputusan, karena (aktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi in#ormasi lebih sedikit dibandingkan dengan in#ormasi yang tidak teragregat &.hia, %//;+. 4. Timelines Timelines mempunyai dua sub dimensi yaitu #rekuensi dari laporan dan ke epatan laporan. In#ormasi timelines akan mempengaruhi kemampuan mana"er untuk merespon se ara epat setiap ke"adian atau permasalahan. In#ormasi timelines meningkatkan #asilitas sistem akuntansi mana"emen untuk melaporkan peristi(a5 peristi(a paling akhir dan memberikan umpan balik se ara epat terhadap keputusan yang telah dibuat. Dengan in#ormasi yang tepat (aktu akan membantu mana"er menghadapi ketidakpastian yang ter"adi dalam lingkungan ker"a mereka &9ordon dan Narayanan, %/20+. )"!"," Pende%a#an Kon#i+ensi Pada Sis#em A%un#ansi Mana+emen !endekatan konti"ensi pada sistem akuntansi mana"emen didasarkan pada premis bah(a tidak ada sistem akuntansi mana"emen se ara universal selalu tepat untuk bisa diterapkan pada seluruh organisasi dalam setiap keadaan, tetapi tergantung pada #aktor5#aktor situasional yang ada dalam organisasi. Se ara umum teori ini menyatakan bah(a peran angan dan penggunaan sistem pengendalian mana"emen tergantung pada karakteristik organisasi dan kondisi lingkungan dimana sistem tersebut akan diterapkan &7isher, %//;+. 1anyak penelitian yang telah menerapkan teori konti"ensi untuk menganalisa dan meran ang sistem kontrol mana"emen, khususnya di bidang sistem akuntansi mana"emen. 1eberapa penelitian di bidang akuntansi mana"emen mengu"i hubungan variable5veiabel kontekstual seperti ketidakpastian lingkungan &9ordon dan Naryanan, %/204 9ovindara"an %/22+, interdependensi dan kompleksitas teknologi &.henhall dan Moris, %/23+, strategi bisnis &Abernethy dan 9uthrie, %//04 .hong dan .hong, %//:+, ketidakpastian tugas &.hong, %//3+, customization &1ou(ens dan Abernethy, )***+, interdependensi antar departemen &Ma intosh dan Da#t, %/20+. 'asil5hasil temuan para peneliti yang meneliti pengaruh veriabel kontekstual terhadap peran angan karakteristik in#ormasi SAM menyimpulkan bah(a ketika perusahaan mengadopsi strategi dan teknologi baru maka perusahaan tersebut harus meran ang karakteristik in#ormasi SAM yang sesuai untuk mempasilitasi teknologi dan strategi tersebut, seperti yang disimpulkan .hia &%//*+ bah(a variabel konti"ensi seperti lingkungan, teknologi, ukuran organisasi &size+, dan strategi merupakan #aktor5#aktor pendukung teori konti"ensi dalam meran ang sistem in#ormasi organisasi untuk mengoptimalkan penga(asan organisasi. 7isher &%//;+ membagai kompleksitas desain penelitian yang menggunakan pendekatan konti"ensi ke dalam empat level. 0evel pertama, adalah desain penelitian yang menghubungkan satu variabel konti"ensi dengan satu variabel pengendalian. 0evel kedua, adalah desain penelitian yang mengu"i interaksi &pengaruh bersama+ antara satu variabel konti"ensi dan satu variabel sistem pengendalian terhadap

variabel dependen tertentu &variabel konsekuensi+, misalnya kiner"a atau kepusan ker"a. 0evel ketiga, adalah desain penelitian yang mengu"i interaksi antara satu variabel konti"ensi dengan lebih dari satu desain pengendalian mana"emen terhadap variabel konsekuensi. 0evel keempat, adalah desain penelitian yang memasukkan beberapa variabel konti"ensi untuk menentukan desain pengendalian yang optimal. !enelitian ini sendiri mengu"i pengaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen &variable konsekuensi+ melalui interdependensi sebagai variabel intervening. Customization dan interdependensi telah diidenti#ikasi sebagai variabel konti"ensi dalam meran ang sistem akuntansi mana"emen &.henhall, )**8+. Customization dan interdependensi merupakan #aktor ketidakpastian lingkungan, dimana variabel ini dimungkinkan mempunyai pengaruh yang berbeda apabila diterapkan pada perusahaan yang berbeda )")" Pen&emban&an Hi*o#esis )")"!" Pen&a uh Customization #e hada* In#e de*endensi Interdependensi akan selalu ada antar departemen ketika suatu organisasi se ara #ungsional terstruktur dimana setiap subunit hanya menggambarkan satu hubungan dalam mata rantai nilai organisasi. Menurut 1ou(ens dan Abernethy, &)***+ tailored customization akan meningkatkan interdependensi antar departemen. 1agian produksi misalnya tidak bisa membuat produk yang lebih "auh karena mereka tidak tahu spesi#ikasi permintaan, karena semua tergantung pada permintaan customer dan keputusan yang dibuat oleh bagian pen"ualan. !elaksanaan strategi customization, bagaimanapun mengakibatkan saling ketergantungan antar departemen #ungsional dalam organisasi. Interdependensi antar departemen akan relati# rendah "ika customization tidak dilaksanakan sebagai suatu srategi &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Misalnya perusahaan yang memproduksi produk standar, interdependensi disini dibatasi oleh pooled interdependensi &sharing sumber5sumber+ karena departemen produksi dan pen"ualan beroperasi dependen satu dengan yang lainnya, dimana permintaan departemen pen"ualan relati# stabil. Departemen pen"ualan dan produksi akan saling interdependensi pada tingkat se uential, ketika aktivitas produksi dan pemasaran akan saling tergantung dimana output departemen produksi men"adi input departemen pemasaran. Tingginya tingkat interdependensi se uential mun ul "ika organisasi beroperasi dalam memenuhi permintaan pelanggan lebih dari satu "enis produk dan ketika permintaan pasar untuk produk yang lebih istime(a &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Ketika perusahaan hanya membuat produk yang dikhususkan ke kebutuhan pelanggan, departemen pen"ualan dan produksi se ara total akan men"adi sangat interdependen. Departemen pen"ualan dan produksi harus beker"a sama dalam hal bahan baku, pelanggan, klien atau proyek yang sama &Ma intosh, %//;+. @enis arus ker"a ini me(akili saling ketergantungan reciprocal &1ou(ens, %//2 dalam 7ivi, )**8+. !ada saat perusahaan bergerak dari customization yang rendah ke tinggi, interdependensi antar departemen produksi dan pen"ualan akan semakin meningkat, karena departemen produksi tidak tahu spesi#ikasi permintaan customer, sehingga departemen produksi membutuhkan in#ormasi dari departemen pen"ualan untuk memproduksi sesuai dengan permintaan customer, dari uarian tersebut maka hipotesis yang dibangun adalah

Hi*o#esis !" Pela%sanaan s# a#e&i customization a%an be *en&a uh *osi#i( #ehada* in#e de*endensi an#a de*a #emen )")")" Pen&a uh In#e de*endensi #e hada* Ka a%#e is#i% In(o masi Sis#em A%un#ansi Mana+emen Broad scope, Integration, aggregation dan timelines Interdependensi yang tinggi antar departemen membutuhkan koordinasi aktivitas yang lebih besar karena ada dua alasan yaitu pertama, departemen men"adi interdependen "ika output departemen satu men"adi input departemen lainnya. Sehingga penting sekali untuk memastikan agar output deparemen A bisa diproses oleh departemen 1. Kedua, output tersebut mungkin disatu sisi dapat memuaskan tu"uan satu departemen yang akan bertentangan dengan tu"uan depatemen lain. Ketidakpastian yang berhubungan dengan input-output dan tu"uan dapat diperke il dengan karakteristik in#ormasi SAM &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Karakteristik in#ormasi SAM menyediakan mana"er berbagai alternati# solusi untuk dipertimbangkan. Ini memungkinkan para mana"er untuk memahami masalah yang ter"adi se ara lebih baik &.henhall dan Morris, %/234 Abernethy dan 9uthrie, %//04 1ou(ens dan Abernethy, )***4+. 'ayes &%/::+ dalam Dena &)***+ menyimpulkan evaluasi5evaluasi prestasi di dalam sub5sub unit organisasi yang mempunyai tingkat interdependensi yang tinggi kemungkinan dibantu dengan in#ormasi broad scope dan "uga in#ormasi non keuangan. In#ormasi broad scope, dibutuhkan karena in#ormasi tersebut dapat membantu mana"er menurunkan ide5ide mem#ormulasikan solusi yang o ok untuk kedua departemen, In#ormasi broad scope dapat menun"ukkan pembuatan alternati# solusi untuk meningkatkan probabilitas yang sesuai dengan tu"uan semua departemen yang telibat &1ou(ens, %/22 dalam 7ivi, )**8+. Interdependensi organisasi enderung mempengaruhi aktivitas peren anaan dan pengendalian yang bisa menyulitkan koordinasi. 6leh karena itu dalam situasi interdependensi yang tinggi para mana"er akan membutuhkan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen yang bersi#at integration, seperti pengaruh keputusan seluruh sub5sub unit organisasi. Sebaliknya dalam situasi pooled interdependensi, karakteristik yang terintegrasi tidak begitu relevan &1aumler, %/:%4 9albraith, %/:8 dalam Dena )***+. In#ormasi "uga harus aggregation begitu interdependensi meningkat, karena in#ormasi aggregation dapat membantu mana"er departemen A untuk segera mensurvey pengaruh keputusannya terhadap departemen 1. In#ormasi aggregation "elas dapat mengurangi ketidakpastian yang berhubungan dengan tu"uan karena dapat mengurangi (aktu pengambilan keputusan di satu deparemen dan memberi lebih banyak (aktu untuk departemen lain dalam menentukan tu"uannya &1o(ens %//2 dalam 7ivi )**8+. Kemampuan para mana"er untuk merespon se ara epat terhadap peristi(a5 peristi(a, kemungkinan dipengaruhi oleh timelines sistem akuntansi mana"emen. In#ormasi yang timelines meningkatkan #asilitas sistem akuntansi mana"emen untuk melaporkan peristi(a5peristi(a paling akhir dan memberikan umpan balik se ara epat terhadap keputusan yang telah dibuat. In#ormasi SAM yang bersi#at timelines dapat mengurangi ketidak5pastian. 'al ini memungkinkan para mana"er untuk se ara terus menerus melakukan penyesuaian aktivitas mereka sebagai "a(aban atas perubahan yang dituntut oleh customization seperti halnya perubahan yang ter"adi

pada departemen lain yang saling tergantung &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Situasi ini men iptakan suatu kebutuhan untuk in#ormasi yang lebih sering diperbaharui untuk meme ahkan permasalahan input dan output se ara epat. .henhall dan Morris &%/23+ telah membuktikan bah(a karakteristik in#ormasi SAM sangat penting ketika interdependensi organisasional mun ul, in#ormasi broad scope, aggregation dan integration sangat dibutuhkan oleh mana"er subunit yang sudah sangat interdependen. 1ila interdependensi antar departemen meningkat maka ketidakpastian tu"uan akan semakin meningkat karena keputusan departemen yang satu akan dipengaruhi oleh keputusan departemen lain, sehingga untuk meminimalkan ketikdakpastian tu"uan tersebut dibutuhkan karakteristik in#ormasi SAM, maka hipotesa yang dibangun adalah Hi*o#esis In#e de*endensi mem*un-ai *en&a uh Ka a%#e is#i% in(o masi SAM broad scope Hi*o#esis )b" In#e de*endensi mem*un-ai *en&a uh Ka a%#e is#i% in(o masi SAM integration Hi*o#esis )." In#e de*endensi mem*un-ai *en&a uh Ka a%#e is#i% in(o masi SAM aggregation Hi*o#esis )d" In#e de*endensi mem*un-ai *en&a uh Ka a%#e is#i% in(o masi SAM timelines )a" *osis#i( #e hada*

*osis#i( #e hada* *osis#i( #e hada*

*osis#i( #e hada*

)")"'" Pen&a uh Customization #e hada* Ka a%#e is#i% In(o masi Sis#em A%un#ansi Mana+emen Broad scope, Integration, Aggregation dan Timelines Customization dapat meningkatkan ketidakpastian hubungan input dan output antar departemen. Ketidakpastian ini meningkat karena program terstandar tidak bisa lagi dipakai untuk memana"emen aktivitas organisasi begitu organisasi berubah ke bentuk tailored customization &1ou(ens dan Abernethy, )***+. .ara untuk mengatasi ketidakpastian, mana"emen membutuhkan lebih banyak in#ormasi untuk menentukan dan menilai hubungan sebab akibat &input-output+ yang ter"adi karena produk customization. Karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen sangat penting untuk pengambilan keputusan ketika customization meningkat. Mana"er akan membutuhkan in#ormasi broad scope, untuk memutuskan dan menemukan ide5ide bagaimana memproduksi produk baru. In#ormasi broad scope dapat meningkatkan "umlah alternati# yang dapat dipertimbangkan se ara simultan dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan ketidakpastian input dan output ketika perusahaan menge"ar customization sebagai prioritas strategi &1ou(ens dan Abernethy, )***+. In#ormasi aggregation dapat membantu mana"er mempertimbangkan berbagai set5set kemungkinan memproduksi produk se ara kontemporer. In#ormasi aggregation menyediakan penelaahan terhadap konteks keputusan yang membantu mana"er dalam memilih arah dan pen arian tindakan5tindakan alternati# &1ou(ens, %//2 dalam 7ivi, )**8+. In#ormasi yang terintegrasi dapat mengatasi ketidak pastian yang mun ul dengan adanya customization &1ou(ens dan Abernethy, )***+. In#ormasi integration dapat membantu mana"er untuk mempela"ari bagaimana ara melakukan

penyesuaian produk &Atkinson et al, %//:+. 1egitu "uga dengan in#ormasi timelines dapat memungkinkan mana"er untuk terus menerus melakukan penyesuaian aktivitas mereka atas perubahan yang dituntut oleh customization &1ou(ens dan Abernethy, )***+. !elaksanaan strategi customization akan mengakibatkan kekomplekan hubungan input dan output, hal ini disebabkan oleh program standar tidak dapat lagi dilaksanakan, karena semua tergantung pada customer, sehingga pengambilan keputusan men"adi tidak terprogram, untuk mengatasi hal ini setiap departemen sangat membutuhkan in#ormasi agar keputusan yang diambil dapat terprogram, dari argumen tersebut dibangun hipotesis sebagai berikut $ Hi*o#esis 'a / Pela%sanaan s# a#e&i customization be *en&a %a a%#e is#i% in(o masi SAM broad scope Hi*o#esis 'b / Pela%sanaan s# a#e&i customization be *en&a %a a%#e is#i% in(o masi SAM integration Hi*o#esis '. / Pela%sanaan s# a#e&i customization be *en&a %a a%#e is#i% in(o masi SAM aggregation Hi*o#esis 'd / Pela%sanaan s# a#e&i customization be *en&a %a a%#e is#i% in(o masi SAM timelines uh *osi#i( #e hada* uh *osi#i( #e hada* uh *osi#i( #e hada* uh *osi#i( #e hada*

)")"," Mediasi 0a iabel In#e de*endensi *ada Pen&a uh Customization #e hada* Ka a%#e is#i% In(o masi Sis#em A%un#ansi Mana+emen Broad scope, Integration, Aggregation dan Timelines Sistem akuntansi mana"emen dapat digunakan untuk mengurangi ketidakpastian yang ter"adi karena peningkatkan tingkat customization dan interdependensi. Customization dan interdependensi potensial untuk men iptakan suatu gap in#ormasi untuk pembuat keputusan. 1ap ini ter"adi sebab in#ormasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan tidak dapat disa"ikan. Ketika ini ter"adi, pembuat keputusan menghadapi ketidak5pastian &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Ketika customization lebih mungkin mempunyai pengaruh langsung pada in#ormasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan, pengaruh customization pada gap in#ormasi lebih mungkin melalui interdependensi &1ou(ens dan Abernethy, )***+. Interdependensi, yang arusnya dari customization, tidak hanya memperburuk ketidak5pastian yang berkenaan dengan input-output di dalam hubungannya dengan departemen, tapi "uga mempunyai potensi meningkatkan ketidak5pastian mengenai sasaran hasil. Ketidak5pastian ini dapat dikurangi "ika in#ormasi yang sesuai disa"ikan. Meskipun customization memiliki pengaruh langsung terhadap in#ormasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan, pengaruh customization terhadap kesen"angan in#ormasi biasanya adalah melalui interdependensi. Interdependensi yang mengalir dari customization, tidak hanya memper epat ketidakpastian yang berkaitan dengan hubungan input dan output dalam departemen, "uga meningkatkan ketidakpastian yang berkaitan dengan tu"uan &1ou(ens dan Abernethy, )***+. !engaruh tidak langsung antara customizatian terhadap sistem akuntansi mana"emen melalui interdependensi dapat diperkirakan akan ter"adi karena customization akan se"alan dengan interdependensi &1ou(ens, %//2 dalam 7ivi )**8. 1ou(ens dan

%*

Abernethy &)***+ menemukan bah(a interdependensi memediasi hubungan antara customization dan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen. Disimpulkan pada saat pelaksanaan customization yang tinggi akan mendorong mana"er saling interdependensi antar departemen, meningkatnya interdependensi antar departemen dapat menyebabkan ketidak pastian pengambilan keputusan karena keputusan departemen pen"ualan akan mempengaruhi keputusan departemen produksi, untuk itu sistem in#ormasi akuntansi mana"emen sangat dibutuhkan oleh setiap departemen tersebut. Implikasinya bah(a interdependensi dapat berperan sebagai variabel mediasi &intervening+ hubungan antara customization terhadap karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen, sehingga hipotesis yang dibangun adalah $ Hi*o#esis ,a" Pen&a uh customization dan %a a%#e is#i% in(o masi sis#em a%un#ansi mana+emen broad scope dimediasi oleh in#e de*endensi" Hi*o#esis ,b" Pen&a uh customization dan %a a%#e is#i% in(o masi sis#em a%un#ansi mana+emen integration dimediasi oleh in#e de*endensi" Hi*o#esis ,." Pen&a uh customization dan %a a%#e is#i% in(o masi sis#em a%un#ansi mana+emen aggregation dimediasi oleh in#e de*endensi" Hi*o#esis ,d" Pen&a uh customization dan %a a%#e is#i% in(o masi sis#em a%un#ansi mana+emen timelines dimediasi oleh in#e de*endensi" '" METODE PENELITIAN '"!" Po*ulasi1 Penen#uan Sam*el dan Pen&um*ulan Da#a !opulasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manu#aktur yang tergolong besar menurut kategori yang ditetapkan oleh DA!A=INDA9 !ropinsi Sumatera Utara. Mana"er menengah yaitu mana"er pen"ualan-pemasaran dan produksi se ara individual digunakan sebagai unit analisis. Dipilih perusahaan industri yang tergolong besar sebagai populasi penelitian dengan alasan, &%+ !erusahaan diharapkan telah menerapkan strategi customization. &)+ In#ormasi SAM se ara #ormal telah tersedia. !engambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non/probability yaitu purposive sampling dengan ara memilih perusahaan yang telah menerapkan strategi customization. Data penelitian ini dikumpulkan dengan ara mengantar langsung kuesioner ke alamat responden, demikian pula pengembaliannya di"emput sendiri ke alamat responden sesuai "an"i responden. '")" De(inisi O*e asional Customization diukur dengan menggunakan instrumen !ugh, 'i kson, 'inings dan Turner &%/3/+ dalam 1o(ens dan Abernethy &)***+. Terdiri dari 0 item pertanyaan, yang diskor dengan menggunakan skala % &sangat setu"u+ sampai ; &sangat tidak setu"u+. In#e de*endensi diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan olehBan de Ben, Delbe C Dan Koenig &%/:3+ dalam 1o(ens dan Abernethy &)***+ Terdiri dari empat pertanyaan dengan skor % &sangat tidak setu"u+ sampai ; &sangat setu"u+

%%

Ka a%#e is#i% In(o masi Sis#em A%un#ansi Mana+emen terdiri dari dimensi, ,road scope yaitu in#ormasi berupa eksternal dan internal, #inansial dan non #inansial, serta ex ante dan ex post. .ntegration yaitu in#ormasi tentang aktivitas5 aktivitas departemen lain, seperti bagaimana keputusan satu departemen mungkin dipengaruhi oleh departemen lain. Aggregation yaitu in#ormasi mengenai ringkasan area #ungsional, atau in#ormasi yang didasarkan pada (aktu tertentu. Timelines yaitu in#ormasi mengenai #rekuensi dari laporan dan ke epatan laporan. Karakteristik In#ormasi SAM diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh .henhall dan Morris &%/23+, Instrumen ini telah diran ang untuk menangkap pentingnya dimensi broad scope, integration, aggregation, dan timelines. Digunakan )* item pertanyaan dengan skala % &sangat tidak penting+ dan ; &sangat penting+ '"2" Te%ni% Analisis !engu"ian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik analisis "tuctural % uation &odelling 2"%&3, dimana alat analisis ini memiliki kemampuan menggabungkan model pengukuran &measurement model+ dengan model struktur &structural model+ se ara simultan dan e#isien bila dibandingkan dengan teknik5teknik multivariate lainnya &'air et al, %//2+. ," HASIL PENELITIAN DAN PEM$AHASAN Data penelitian dikumpulkan dengan menyebarkan 0** kuesioner. Sebanyak %;0 mana"er produksi dan pemasaran mengembalikan "a(abannya. Namun %8 buah "a(aban diantaranya tidak dapat diikutsertakan karena pengisiannya tidak lengkap, sehingga kuesioner yang layak dianalisis sebanyak %0% kuesioner, seperti yang ditun"ukkan dalam Tabel %. ,"!" S#a#is#i% Des% i*si 0a iabel Peneli#ian Statistik deskripti# yaitu untuk memberikan gambaran tentang tanggapan responden mengenai variabel5variabel penelitian, yang menun"ukkan angka kisaran teoritis dan sesungguhnya, rata5rata, serta standar deviasi, seperti nampak dalam Tabel ). ,")" E3aluasi Asumsi SEM E3aluasi No mali#as Da#a" 'asil u"i normalitas baik univariate maupun multivariate berada diantara ),;2, sehingga dapat disimpulkan bah(a asumsi normalitas dapat dipenuhi. E3aluasi Outliers" 'asil pengu"ian menun"ukkan tidak terdapat univariate outliers maupun multivariate outliers. Multicollinearit! a#au Singularit!" Nilai determinasi dari hasil pengolahan program AM6S 0.*% diperoleh nilai sebesar 8.:)))eD**3 atau 8.:)).)**. Nilai tersebut "auh diatas angka nol, ini memberikan indikasi tidak adanya masalah multicollineariy atau singularity. ,"' U+i Hi*o#esis dan Pembahasan Setelah asumsi5 asumsi SAM terpenuhi, selan"utnya adalah mengevaluasi kriteria5kriteria overall model fit. 'asil estimasi full latent variable model ditampilkan dalam gambar ), sedangkan evaluasi kriteria5kriteria overal model fit beserta keputusan yang diambil ditampilkan pada tabel 8. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bah(a semua kriteria yang digunakan memiliki kesesuaian yang

%)

memadai, sehingga model dapat digunakan untuk mengkon#irmasi hasil antara kesesuaian teoritis dan pengu"ian se ara empiris. Untuk melakukan pengu"ian terhadap hipotesis yang dia"ukan, dilakukan dengan melihat nilai regression weights pada kolom ..= yang dihasilkan oleh program AM6S 0.*%. 'asil estimasi untuk parameter masing5masing variabel eksogen terhadap variabel endogennya ditampilkan dalam tabel 0. Pembahasan hi*o#esis ! 'ipotesis % menyatakan bah(a pelaksanaan strategi customization akan berpengaruh positi# terhadap interdependensi antar departemen. 1erdasarkan hasil analisis data seperti yang disa"ikan dalam table 0.)8, diperoleh bah(a nilai C.+, pengaruh customization terhadap interdependensi sebesar 8,2;), berada di atas nilai kritis D%,/3 atau dengan melihat pE*,*** berada di ba(ah nilai signi#ikan *,*;, dengan demikian hipotesis yang dia"ukan didukung. Temuan penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian 1ou(ens dan Abernethy &)***+, yang menyatakan bah(a pelaksanaan strategi customization akan meningkatkan interdependensi antar deparetemen dalam organisasi. Pembahasan hi*o#esis )a1 )b1 ).1 dan )d 'ipotesis )a menyatakan bah(a interdependensi mempunyai pengaruh posisti# terhadap karakteristik SAM broad scope. 'asil pengolahan data menun"ukkan bah(a nilai C.+, pengaruh interdependensi terhadap karakteristik SAM broad scope sebesar 0,2;;. Nilai tersebut berada diatas nilai kritis D%,/3 dan probability level &pE*,***+ diba(ah nilai signi#ikansi *,*;. 'asil ini membuktikan bah(a hipotesis )a diterima. 'asil penelitian ini konsisten dengan temuan Mia dan 9oyal &%//%+4 1ou(ens dan Abernethy &)***+ bah(a semakin tinggi interdependensi semakin dibutuhkan karakteristik in#ormasi SAM broad scope. 'ipotesis )b yang dia"ukan dalam penelitian ini menyatakan bah(a interdependensi mempunyai pengaruh posisti# terhadap karakteristik SAM integration. 'asil pengolahan data seperti yang disa"ikan pada tabel 0.)8 menun"ukkan nilai koe#isien estimasi *,883 dengan C.+. E 0,*:;. Nilai tersebut berada diatas nilai kritis D%,/3 dan probalility &pE*,***+ diba(ah signi#ikansi *,*;. 1erdasarkan hasil tersebut berarti hipotesis )b diterima. 'asil penelitian ini berhasil mengkon#irmasi penelitian Mia dan 9oyal &%//%+4 1ou(ens dan Abernethy &)***+ yang menyatakan semakin tinggi interdependensi antar departemen dalam suatu organisasi semakin dibutuhkan karakteristik in#ormasi SAM integration. Se"alan dengan hal tersebut .henhall dan Morris &%/23+ "uga telah membuktikan bah(a apabila tingkat interdependensi antar departemen semakin meningkat maka penggunaan karakteristik in#ormasi SAM integration semakin meningkat "uga. 'ipotesis ) menyatakan interdependensi mempunyai pengaruh posisti# terhadap karakteristik SAM aggregation 'asil u"i terhadap estimasi parameter antara interdependensi dengan karakteristik SAM aggregation menun"ukkan ada pengaruh positi# sebesar *,8%%. Nilai critical ratio 8,:)) dan nilai p.value *,*** signi#ikan. Nilai ..= tersebut berada diatas nilai kritis D%,/3 dan diba(ah signi#ikansi *,*;. Dengan demikian hipotesis ) diterima. 'asil ini se"alan dengan pendapat 1uo(ens &%//2+ dalam 7ivi &)**8+ yang menyatakan bah(a in#ormasi aggregation dapat mengurangi ketidakpastian yang berhubungan dengan tu"uan karena dapat mengurangi (aktu pengambilan keputusan

%8

di satu deparemen dan memberi lebih banyak (aktu untuk departemen lain dalam menentukan tu"uannya. !enelitian ini konsisten dengan penelitian Mia dan 9oyal &%//%+4 1ou(ens dan Abernethy &)***+ yang menemukan bukti bah(a dengan in#ormasi agregation memungkinkan mana"er untuk memproses in#ormasi dengan "umlah yang lebih besar dari pada tanpa in#ormasi aggregation. 'ipotesis )d dalam penelitian ini menyatakan bah(a interdependensi mempunyai pengaruh posisti# terhadap karakteristik in#ormasi SAM timelines. 'asil pengu"ian empiris sepeti yang ditun"ukkkan dalam table 0.)8, menun"ukkan bah(a nilai C.+. sebesar 8,3*% pada tingkat signi#ikansi & pE*,***+. Nilai tersebut berada diatas nilai kritis D%,/3 dan diba(ah signi#ikansi *,*;. 'asil analisis ini membuktikan bah(a hipotesis )d diterima. !enelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Mia dan 9oyal &%//%+4 1ou(ens dan Abernethy &)***+, dimana dalam penelitian tersebut memberikan bukti bah(a meningkatnya interdependensi antar departemen dalam organisasi maka kebutuhan in#ormasi SAM timelines akan meningkat. Pembahasan hi*o#esis 'a1 'b1 '.1 'd 'ipotesis 8a menyatakan bah(a pelaksanaan strategi customization berpengaruh positi# terhadap karakteristik SAM broad scope. 1erdasarakan hasil analisis data seperti pada tabel 0.)8 dapat dilihat bah(a nilai C.+. sebesar %,*3: dengan tingkat signi#ikansi &pE*,)23+. Nilai C.+. tersebut berada di ba(ah nilai kritis D%,/3 dan diatas tingkat signi#ikansi *,*;. Dengan demikian hipotesis 8a ditolak 'asil studi empiris penelitian ini konsisten dengan penelitian 1ou(ens dan Abernethy &)***+, yang menyatakan bah(a ketika customization diterapkan sebagai prioritas strategi, maka in#ormasi SAM broad scope tidak dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Febih lan"ut penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian 7ivi &)**8+ yang menemukan bukti bah(a customization lebih mungkin berhubungan langsung dengan in#ormasi broad scope. 'ipotesis 8b yang dia"ukan dalam penelitian ini menyebutkan bah(a pelaksanaan strategi customization berpengaruh positi# terhadap karakteristik in#ormasi SAM integration. Tabel 0.)8 mengin#ormasikan bah(a parameter estimasi antara customization dengan SAM integration mempunyai bobot sebesar *,*20 dengan C.+. sebesar %,*%3 pada tara# signi#ikansi pE*,8%* &tidak signi#ikan+. Nilai C.+. tersebut berada di ba(ah nilai kritis D%,/3 dengan signi#ikansi p berada di atas nilai signi#ikan *,*;. !enelitian ini berhasil mengkon#irmasi hasil peneltian 1ou(ens dan Abernethy &)***+, yang menemukan bukti bah(a pelaksanaan strategi customization tidak berhubungan langsung dengan in#ormasi SAM integration. 'ipotesis 8 dalam penelitian ini menyatakan bah(a pelaksanaan strategi customization berpengaruh positi# terhadap karakteristik SAM aggregation. 'asil analisis data menun"ukkan bah(a besarnya nilai critical ratio adalah *,%)) dengan parameter estimasi *,*2% dengan tingkat signi#ikansi pE*,88). Nilai C.+. tersebut berada di ba(ah nilai kritis D%,/3 atau dengan melihat p berada di atas nilai signi#ikan *,*;. Maka dapat dikatakan bah(a hipotesis 8 ditolak karena tidak signi#ikan. 7akta empiris dalam penelitian ini membuktikan tidak ada pengaruh hubungan langsung yang signi#ikansi antara customzation dengan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen aggregation serta berhasil mengkon#irmasikan hasil penelitian 1ou(ens dan Abernety &)***+4 7ivi &)**8+

%0

dimana penelitian tersebut memberikan bukti bah(a tidak ada pengaruh langsung yang signi#ikan antara customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM aggregation. 'ipotesis 8d yang dia"ukan dalam penelitian ini menyatakan bah(a pelaksanaan strategi customization berpengaruh positi# terhadap karakteristik SAM timelines. 'asil analisis data seperti yang ter antum dalam Tabel 0.)8 dapat dilihat nilai C.+. sebesar *,:%* dengan hasil estimasi parameter sebesar *,*3* dimana tingkat signi#ikansi sebesar pE*,0:2. 1erdasarkan hasil tersebut nilai .= berada di ba(ah nilai kritis D%,/3 dan tingkat signig#ikansi p value berada di atas nilai signi#ikan *,*;. Maka hipotesis alternati# yang menyatakan pelaksanaan strategi customization berpengaruh positi# terhadap karakteristik in#ormasi SAM timelines tidak dapat diterima. !enelitian ini konsisten dengan penelitian 1ou(ens dan Abernethy &)***+ yang telah membuktikan bah(a customization tidak mempunyai hubungan langsung dengan karakteristik in#ormasi SAM timelines. Pembahasan hi*o#esis ,a1 ,b1 ,.1 ,d 'ipotesis keempat ini terdiri dari empat hipotesis, hipotesis 0a, pengaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM broad scope dimediasi oleh interdependensi. 'ipotesis 0b pengaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM integration dimediasi oleh interdependensi. 'ipotesis 0 pengaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM aggregation dimediasi oleh interdependensi. 'ipotesis 0d pengaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM timelines dimediasi oleh interdependensi. 'asil pengaruh langsung dan tidak langsung antara customization dengan karakteristik in#ormasi SAM &broad scope, integration, aggregation, dan timelines+ melalui interdependensi di tampilkan dalam tabe ;. 1erdasarkan tabel 0 nampak bah(a hipotesis 0a yang menyatakan bah(a pengaruh customization dan karakteristik sistem akuntansi mana"emen broad scope dimediasi oleh interdependensi diterima karena pengaruh tidak langsung customization dengan karakteristik in#ormasi SAM broad scope melalui interdependensi *,%)% lebih besar dari pada pengaruh langsungnya *,*23. 'al ini berarti dengan adanya interdependensi sebagai variable mediasi & intervening+ akan memperkuat hubungan antara customization dengan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen broad scope. 'ipotesis 0b pengaruh tidak langsung antara customization dan karakteristik in#ormasi SAM integration *,%*0 lebih besar dari pada pengaruh langsungnya dengan nilai *,*20. Ini berarti dengan adanya interdependensi akan memperkuat hubungan antara customization dengan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen integration. Untuk hipotesis 0 yang menyatakan bah(a pengaruh tidak langsung customization dan karakteristik sistem akuntansi mana"emen aggregation dimediasi oleh interdependensi diterima, karena pengaruh tidak langsung customization dengan karakteristik in#ormasi SAM aggregation melalui interdependensi *,*/3 lebih besar dari pada pengaruh langsungnya *,*2%. 'al ini berarti dengan adanya interdependensi sebagai variable mediasi & intervening+ "uga akan memperkuat hubungan antara customization dengan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen aggregaton. 'ipotesis 0d pengaruh tidak langsung antara customization dan karakteristik in#ormasi SAM timelines *,*/0 lebih besar dari pada pengaruh langsunya dengan

%;

nilai *,*3*. Dari hasil ini dapat diartikan bah(a dengan adanya interdependensi akan memperkuat hubungan antara customizatioan dengan karakteristik in#ormasi sistem akutansi mana"emen timelines 1ukti empiris dalam penelitian ini konsisten dengan penelitian 1ou(ens dan Abernethy &)***+ yang menyatakan bah(a ketika perusahaan menge"ar customization sebagai prioritas strategi maka interdependensi antar departemen akan meningkat. 'asil ini menemukan buktik bah(a karakteristik in#ormasi SAM yang lebih anggih sangat dibutuhkan untuk mengelola interdependensi yang berakar dari pelaksanaan customization. 2" KESIMPULAN1 IMPLIKASI1 DAN KETER$ATASAN 2"!" Kesim*ulan 'asil analisis menun"ukkan bah(a customization berpengaruh positi# dan signi#ikan terhadap interdependensi. Disimpulkan bah(a ketika perusahaan menerapkan customization sebagai prioritas strategi maka interdependensi antara mana"er produksi dan pen"ualan akan semakin meningkat. Interdependensi berpengaruh positi# dan signi#ikan dengan karakteristik in#ormasi SAM broad scope1 sehingga disimpulkan semakin tinggi tingkat interdependensi antar departemen maka semakin dibutuhkan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen broad scope oleh para mana"er. !engaruh interdpendensi terhadap karakteristik in#ormasi SAM integration "uga berpengauh positi# dan signi#ikan. Apabila interdependensi antar departemen produksi dan pen"ualan timbul, maka para mana"er departemen tersebut sangat membutuhkan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen integration untuk pengambilan keputusan. Interdependensi dan karakteristik in#ormasi SAM aggregation berpengaruh positi# dan signi#ikan. Ini berarti apabila departemen pen"ualan dan departemen produksi saling interdependen, maka para mena"er departemen tersebut akan semakin membutuhkan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen aggregation. Interdependensi berpengaruh positi# dan signi#ikan dengan karakteristik in#ormasi SAM timelines, sehingga disimpulkan semakin tinggi tingkat interdependensi dalam departemen maka kebutuhan akan karakteristik in#ormasi SAM timelines semakin dibutuhkan. 1ukti empiris dalam penelitian ini menun"ukkan tidak ada pengaruh yang signi#ikan antara Customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM broad scope dan pengaruh yang tidak signi#ikan dengan karakteristik in#ormasi SAM integration. Customization dengan karakteristik in#ormasi SAM aggregation mempunyai pengaruh yang tidak signi#ikan, serta pangaruh customization terhadap karakteristik in#ormasi SAM timelines "uga tidak signi#ikan. Disimpulkan bah(a penerapan strategi customization tidak se ara langsung mempengaruhi penggunaan karakteristik in#ormasi SAM broad scope, integration, aggregation dan timelines. 'al ini berarti bah(a mana"er produksi dan pen"ualan tidak dapat menggunakan pentingnya karakteristik in#ormasi SAM broad scope, integration, aggregation dan timelines untuk membuat keputusan dalam departemen, ini disebabkan oleh timbulnya interdependensi antar departemen produksi dan pen"ualan yang dipi u oleh pelaksanaan strategi customization. 1ukti berdasarkan hasil analisis bah(a ada mediational effect interdependensi pada hubungan antara customization dengan karakteristik in#ormasi SAM broad scope, "uga hubungan tidak langsung antara customization dengan karakteristik

%3

in#ormasi SAM integration yang dimediasi oleh interdependensi. 'ubungan positi# dan signi#ikan antara customization dengan karakteristik in#ormasi SAM aggregation yang dimediasi oleh interdependensi, serta interdependensi yang memediasi hubungan tidak langsung antara customization dengan karakteristik in#ormasi SAM timelines. 6leh karena itu disimpulkan bah(a interdependensi merupakan mediasi atas hubungan antara customization dengan karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen broad scope, integration, aggregation dan timelines. 1erdasarkan hasil ini terbukti bah(a ketika customization diterapkan sebagai prioritas strategi pada perusahaan manu#aktur di !ropinsi Sumatera Utara maka interdependensi antar departemen produksi dan pen"ualan akan semakin meningkat, sehingga karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen broad scope, integration, aggregation dan timelines sangat dibutuhkan oleh setiap departemen tersebut untuk memana"emen interdependensi. 2")" Im*li%asi Implikasi teoritis sebagai agenda penelitian akan datang dari temuan penelitian ini yaitu, penelitian serupa dapat dilakukan untuk daerah yang berbeda. !erlunya sampel yang berbeda dari peneltian ini, disarankan untuk penelitian selan"utnya mangambil sampel unit bisnis yang berbeda misalnya industri "asa. !eneliti selan"utnya dapat memperluas model yang dikembangkan dalam penelitian ini, untuk melihat #aktor5#aktor yang mempengaruhi karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen. Bariabel lain yang diperkirakan dapat dimasukkan dalam model ini adalah span of control sebagai variable independen. Diterimanya hipotesis yang menyatakan hubungan tidak langsung antara customization terhadap karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen melalui interdependensi mengindikasikan bah(a mana"er produksi dan pemasaran sangat memerlukan in#ormasi yang dapat disediakan oleh karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen untuk mana"emen interdependensi yang timbul sebagai akibat dari penerapan strategi customization. Untuk itu diperlukan sosialisasi kepada para mana"er mengenai pentingnya in#ormasi yang dapat disediakan oleh karakteristik in#ormasi sistem akuntansi mana"emen, sehingga ketidak pastian tu"uan dapat diminimalkan. 2"'" Ke#e ba#asan !enelitian ini memiliki keterbatasan5keterbatasan yang mungkin dapat mengganggu hasil penelitian. !enelitian ini menggunakan obyek penelitian di !ropinsi Sumatera Utara, sehingga mempunyai kemungkinan untuk mengurangi kemampuan generalisasi temuan dalam penelitian ini. =esponden penelitian ini terbatas pada mana"er produksi dan pen"ualan perusahaan manufacturing, dimana kemungkinan penelitian ini akan menun"ukkan hasil yang berbeda pada para mana"er unit bisnis lain. Keterbatasan selan"utnya bah(a pengukuran seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya dilakukan se ara subyekti# atau berdasarkan persepsi responden. 'al ini akan menimbulkan masalah "ika persepsi responden berbeda dengan keadaan sesungguhnya.

%:

DAFTAR PUSTAKA Abernethy, M. A., G 9uthrie, .. '. %//0. HAn empiri al assessment o# the II#itsJJ bet(een strategy and management in#ormation system designK. Accounting and 4inance, 80, 0/533. Abernethy, M. A., G Fillis, A. M. %//;. HThe impa t o# manu#a turing #leLibility on management ontrol system designK. Accounting, 5rganizations and "ociety , )*, )0%5);2. ,,,,,,,,. )**%. HInterdepen ies in organi?ation design$ A test in 'ospitalK. 6ournal of &anagement Accounting +esearch, Bol 8, %*:5%)/. Augusty, 7. )**). "tructural % uation &odeling 7alam #enelitian &ana8emen) Apli'asi &odel/&odel +umit 7alam #enelitian 9ntu' Tesis &agister : 7isertasi 7o'tor. 1adan !enerbit Universitas Diponegoro. Anderson, @. .. G D. M. 9erbing. %/22. Hstru tural ACuation Modeling in !ra ti e$ A =evie( and =e ommended T(o5Step Approa hK, #sychological ,ulletin, Bol. %*8, No. 8, pp. 0%%50)8 Atkinson, A. A., 1anker, =. D., Kaplan, =. S., G Noung, M. %//:. &anagement Accounting. Angle(ood .li##s, N@$ !renti e 'all 1ago??i, =. !. G 1aumgartner, '. %//0. HThe Avaluation o# Stru tural ACuation Models and 'ypothesis TestingK in =.! 1ago??i &Ad+, !rin iples o# Marketing =esear h, 6L#ord, Angland$ 1la k(ell, %//0, pp. 82350)) 1ago??i, =. ! G Ni, N. %/22. H6n the Avaluation o# Stru tural ACuation ModelsK, 6ournal of the Academy of &ar'eting "cience, Bol. %3, No. %, pp. :05/0 1ou(ens, @., G Abernethy, M. )***. HThe onseCuen es o# ustomi?ation on management a ounting system designK. Accounting, 5rganizations and "ociety. );, ))%5)0%. 1ro(nell, !., G M Innes, M. %/23. H1udgetary parti ipation, motivation and managerial per#orman eK. The Accounting +eview, 3%, ;*)5;%). 1ur hell, S., .lubb, .., 'op(ood, A., 'uges, @. and Nahapiet, @. %/2*. HThe role o# a ounting in organi?ations and so iety, Accounting 5rganization and "ociety, ).pp. ;5): .henhall, =. '., G Morris, D. %/23. HThe impa t o# stru ture, environment, and interdependen e on the per eived use#ulness o# management a ounting systemsK. Accounting +eview, 3%, %358;. .henhal, =. '. )**8. HManagement ontrol systems design (ithin its organi?ational onteL$ #indings #rom ontingen y5based resear h and dire tion #or the #utureK. Accounting, 5rganizations and "ociety, )2, %):5%32. .hia, N. M. %//;. HDe entrali?ation, management a ounting systems, MAS in#ormation hara teristi s and their intera tion e#e ts on managerial per#orman e$ A Singapore studyK. 6ournal of ,usiness 4inance and Accounting, )), 2%%528*. .hong, B. K. %//3. HManagement a ounting systems, task un ertainty and managerial per#orman e$ A resear h noteK. Accounting, 5rganizations and "ociety, )%, 0%;50)%. .hong, B. K. )**%. HUsing a stru tural eCuation modeling te hniCue to a test a model o# ognitive budgetary parti ipation pro essesK. The 9niversity of ;estern Australia, %5):.

%2

.hong, B. K. G .hong, M. .. %//3. HStrategi hoi es, environmental un ertainty and S1U per#orman e$ A note on the intervening role o# management a ounting systemK. Accounting and ,usiness research, ):, )325):3. ,,,,,,,,,,,,, )**). H1udged goal ommitment and in#ormational e##e ts o# budged parti ipation on per#orman e$ A sru tural eCuation modeling approa hK. ,ehavioral +esearch .n Accounting, %0, 3;523. .onni Mok, Alan T. Stutts, Fillian Mong. )***. &ass customization in the <ospotality .ndustry) concepts and Aplications , 7ourth International .on#eren e. Dena A. S. )***. !engaruh desentralisasi, ketidakpastian lingkungan dan interdependensi ortanisasi terhadap desain sistem akuntansi mana"emen pada perusahaan manu#aktur. Tesis S5). Tidak dipublikasikan. Universitas Diponegoro, Semarang. Auske, A. =i aboni. %///. HStability to pro#itability$ managing interdependen ies to meet a ne( environmentK, Accounting, 5rganization and society, )0, 038502% 7isher, @. 9. %//;, .ontigen y teory management ontrol and #irm out omes$ past results and #uture dire tins, .ndiana 9niversity, Bolume Suplement. ,,,,,,,,,,,, %//3. HThe impa t o# per eived environmental un ertainty and individual di##eren es on management in#ormation reCuirementsK$ A resea h note, Acounting, 5rganization and "ociety, )%, pp. 83%583/. 7ullerton =. =. G M Matters .. S. )**). HThe role o# per#orman e measures and in entive systems in relation to the degree o# @IT implementationK. Accounting, 5rganization and society, ):, :%%5:8; Ammanuel, .., 6tley, D. T., G Mer hant, K. A. %//*. Accounting for management control. Fondon$ .hapman and 'all. 9erbing, D. M., G Anderson, @. .. %//8. HMonte .arlo Avaluation o# 9oodness5o#5 7it Indi es #or Stru tural ACuation ModelsK, in K. A. 1ollen., G @. S. Fong &Ads+, Testing Stru tural ACuation Models, Ne(bury !ark, .ali#ornia$ Sage, %//8, pp. 0*53; 9ilmore, @. '., G !ine, 1. @. %/::. HThe #our #a es o# mass ustomi?ationK. <arvard ,usiness +eview, :;, /%5%*%. 9ordon, F. A., G Miller, D. %/:3. HA ontingen y #rame(ork #or the design o# a ounting in#ormation systemsK. Accounting 5rganization and "ociety, %, ;/5 3/. 9ordon, F. A., G Narayanan, B. K. %/20. HManagement a ounting systems, per eived environmental un ertainty and organi?ation stru ture$ an empiri al analysisK. Accounting, 5rganizations and "ociety, /, 8850:. 9ul, 7.A., and .hia, N.M. %//0. HThe e##e ts o# management a ounting system, per eived environmental un ertainty and de entrali?ation on managerial per#orman e A test o# three (ay intera tionK, Accounting, 5rganizatin and "ociety, %/, pp. 0%850)3 'ansen, Don =, Mo(en, Maryanne M., )***. =Management A ountingK. .nternational Thomson #ubblising. pp 08050;:. 'air, @. 7, Anderson, =. A, Tatham, =. F, and 1la k, M. .. %//2. &ultivariate 7ata Analysis. ;th ed. Upper Saddle =iver. !renti e5'al International, In . Ne( @ersey. 'orngren, .. T., 7oster, 9., G Datar, S. M. %//:. Cost accounting) A managerial emphasis. Angle(ood .li##s$ !renti e 'all.

%/

Iselin, A. =. %/23. HThe A##e t o# In#ormation Foad and In#ormation Diversity on De i ion Ouality and The Stru tured De i ion TaskK. Accounting, 5rganizations and "ociety, %8, %0:5%30. Kline, =.1., )***, #rinciples and #ractice 5f "tructural % uation &odeling , Ne( Nork$ 9ui#ord !ress Kotler, !. %/2/. H7rom mass marketing to mass ustomi?ationK. #lanning +eview, %:, %*5%8. Kotha, S. %//;. HMass ustomi?ation$ implementing the emerging paradigm #or ompetitive advantageK. "trategic &anagement 6ournal, %3, )%50). Ma intosh, N. 1. %//;. &anagement accounting and control systems) An organizational and behavioral approach. .hin hester$ @ohn Miley and Sons. Mardiah G 9udono. )**%. H!engaruh Ketidakpastian Fingkungan dan Desentralisasi terhadap Karakteristik Sistem Akuntansi ManagementK. 6urnal +iset A'untansi .ndonesia, 0, %5):. Mendenhall, M. dan 1eaver. %/2%. A Course in ,usiness "tatistics . !MS5Kent !ublishing .ompany. 8 rd Adition. Mia, F., G .henhall, =. '. %//0. HThe use#ulness o# management a ounting systems, #un tional diPerentiation and managerial e##e tivenessK. Accounting, 5rganizations and "ociety, %/, %5%8. Mia, F., G 9oyal, M. %//%. HSpan o# ontrol, task interdependen e and use#ulness o# MAS in#ormation in not5#or5pro#it government organi?ations 7inan ialK Accountability and &anagement, :, )0/5)33. Milgrom, !., G =oberts, @. %//*. HThe e onomi s o# modern manu#a turing$ te hnology, strategy and organi?ationK. American %conomic +eview, 2*, ;%%5 ;)2. Mulyadi G @ohny S. )**%. "istem #erencanaan dan #engendalian &anagement. .etakan ke ), !enerbit Aditya Media, Nogyakarta. Musli hah. )**). H!engaruh teknologi in#ormasi, saling ketergantungan, karakteristik sistem akuntansi mana"emen terhadap kiner"a mana"erialK. Simposium Nasional Akuntansi ;, :/*52*). Iet"e Na?aruddin, %//2. H!engaruh Desentralisasi dan Karakteristik In#orms Sistem Akuntansi Management terhadap Kiner"a Mana"erialK. 6uenal +iset A'untansi .ndonesia, %, %0%5%3). 6tley, D. T. %/2*. HThe ontingen y theory o# management a ounting$ a hievements and prognosisK. Accounting 5rganizations and "ociety, 0, 0%85 0)2. !ine II, 1. @. %//8. &ass customization) The new frontier in business competition . 1oston$ 'arvard 1usiness S hool !ress. =obbins, S. !. %//2. 5rganizational ,ehavior) Concepts, Controversies, Applications. Aighth Aditions, !renti e 'all, In . Ne( @ersey. 7ivi Anggraini. )**8. H!engaruh ustomi?ation dan Interdependensi terhadap karakteristik in#orms system akuntansi management broad s ope dan aggregationK 6urnal +iset A'untansi .ndonesia. @anuari. 'al. )850* Mater 'ouse, @.'. G Tiessen, !.A. %/:2. H.ontigen y 7rame(ork #or Management A ounting System =esear hK. Accounting 5rganizations and "ociety, %, 3;5 :3.

)*

Customization

Gamba !" Model Peneli#ian H'a1 H'b1 H'.1 H'd

SAM 6Broad scope,Integration, Aggregation, dan Timelines7

H! H) H,a1 H,b1 H,.1 H,d

In#e de*endensi TA$EL ! RIN4IAN PENERIMAAN DAN PENGEM$ALIAN KUESIONER Kuesioner yang didistribusikan 0** Kuesioner yang tidak kembali )035 Kuesioner yang kembali %;0 Kuesioner yang digugurkan &tidak lengkap+ %85 Kuesioner yang digunakan %0% Tingkat pengembalian &response rate+ %;0 - 0**Q%**R E 82,;*R Tingkat pengembalian yang digunakan &usable response rate+ %0% - 0**Q%**R E 8;,);R Sumber$ 'asil !enelitian, )**0 TA$EL ) STATISTIK DESKRIPTIF 0ARIA$EL PENELITIAN 0a iabel Kisa an Kisa an Ra#a5 a#a S#anda Teo i#is Sesun&&uhn-a De3iasi Customization 0 > )* 3 > )* %0,): 8,)/ Interdependensi 0 > )* 2 > )* %0,23 8,*8 ,road scope 3 > 8* 2 > 8* )*,%; 0,/3 .ntegration 0 > )* ; > )* %8,8) 0,** Aggregation 3 > 8* 3 > 8* %/,/: ;,0% Timelines 0 5 )* 0 > %/ %8,;8 8,0% Sumber $ Data !rimer diolah, )**0

)%

GAM$AR ) STRUCTURA" #$UATION MO%#" KONSEKUENSI DARI CUSTOMIZATION PADA KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN 6BROA% SCO&#, INT#'RATION, A''R#'ATION DAN TIM#"IN#S7
.18 BS .0# .08 .3# .34 .08 .10 .0& .31 .30 .12 AGGRE .14 INTEG

e2

CUST

e3

.31

Sumber$ Data !rimer diolah, )**0

INTERD

e4

e1

UJI MODEL Chi Squa e ! "."5# $% ! & ' () ! .25& CMIN*D+ ! 1.2#3 G+I ! .#83 AG+I ! .#3# TLI ! .#51 C+I ! .#80 RMSEA ! .04&

.11 TL

e5

TA$EL ' E0ALUASI KRITERIA GOODNESS5OF5FIT 'oodness(o)(*it .hi SCuare ) Dera"at 1ebas &D7+ !robability =MSAA 97I A97I .MIN-D7 TFI Cut(o)) +alue Diharapkan nilai ke il *,*; *,*2 *,/* *,/* ),** *,/; Hasil Model :,:;/ : *,);3 *,*03 *,/28 *,/8/ %,)/8 *,/;% 1aik 1aik 1aik 1aik 1aik 1aik Ke#e an&an

))

.7I *,/; Sumber $ Data !rimer diolah, )**0

*,/2*

1aik

TA$EL , HASIL ANALISIS DAN INTERPRETASI PARAMETER ESTIMASI UNTUK MODEL STU4TURAL E8UATION MODELING
0a iabel INTA=D S55 1S S55 INTA9 S55 TF S55 A99=A S55 INTA9 S55 1S S55 A99=A S55 TF S55 .UST INTA=D INTA=D INTA=D INTA=D .UST .UST .UST .UST Es#ima#e *,8%* *,8/% *,883 *,8*8 *,8%% *,*20 *,*23 *,*2% *,*3* S"E" *,*:0 *,%)/ *,%*0 *,*2/ *,%88 *,*/3 *,%%/ *,%)) *,*2) 4"R" 8,2;) 0,2;; 0,*:; 8,3*% 8,:)) %,*%3 %,*3: *,/:% *,:%* P *.*** *.*** *.*** *.*** *.*** *.8%* *.)23 *.88) *.0:2 Ke*u#usann Signi#ikan Signi#ikan Signi#ikan Signi#ikan Signi#ikan Tidak Signi#ikan Tidak Signi#ikan Tidak Signi#ikan Tidak Signi#ikan

Sumber$ Data !rimer diolah, )**0 TA$EL 2 HASIL UJI PENGARUH LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG Pen&a uh lan&sun& Pen&a uh #ida% lan&sun& 4us# In#e d 4us# In#e d INTA=D *.8%* *.*** *.*** *.*** A99=A *.*2% *.8%% *.*/3 *.*** TF *.*3* *.8*8 *.*/0 *.*** 1S *.*23 *.8/% *.%)% *.*** INTA9 *.*20 *.883 *.%*0 *.*** Sumber $ Data !rimer diolah, )**0 Alama# / !" Romasi Lumban Gaol Fa%ul#as E%onomi UNIKA S#" Thomas Jl" Se#ia $udi No" ,9: F Tan+un& Sa i Medan );!') Tel" 6;<!7 =)!;!<!1 Fa>/ 6;<!7 =)!')<:

)" Mohammad Nasi Ma&is#e Sains A%un#ansi UNDIP Jl" Ha-am ?u u% No" 2 Sema an& Tel" 6;),7 =,2))9'1 Fa> / 6;),7 =,2))9,